26 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

Fabian Ruiz Antar Spanyol ke Semifinal, Golnya Dipersembahkan untuk Sang Anak

BolaIndonesia – Fabian Ruiz tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan Timnas Spanyol saat menyingkirkan Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang milik Paris Saint-Germain itu tidak hanya dipercaya tampil sebagai starter, tetapi juga sukses mencetak gol penting yang membuka jalan La Furia Roja menuju semifinal. Di balik selebrasinya yang penuh emosi, Fabian mengungkapkan bahwa gol tersebut ia persembahkan khusus untuk sang anak.

Penampilan impresif Fabian Ruiz menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol. Kepercayaan pelatih dibayar lunas dengan permainan disiplin, distribusi bola yang akurat, serta kontribusi nyata berupa gol yang membuat Spanyol semakin percaya diri menghadapi tekanan Belgia.

Kepercayaan Pelatih Dibayar dengan Penampilan Gemilang

Sejak menit pertama pertandingan, Fabian Ruiz langsung menunjukkan kualitasnya sebagai motor permainan Spanyol. Ia aktif menghubungkan lini belakang dengan lini depan, menjaga tempo permainan, dan beberapa kali memutus serangan Belgia melalui intersep yang bersih.

Keputusan pelatih untuk menempatkannya sebagai starter sempat dipertanyakan oleh sebagian pengamat. Namun Fabian membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangannya menjadi faktor penting dalam laga sebesar ini.

Gol yang ia cetak lahir dari pergerakan cerdas tanpa bola. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan, Fabian muncul dari lini kedua sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Belgia. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh sekaligus mengangkat moral seluruh pemain Spanyol.

Momentum itu menjadi titik balik pertandingan karena Belgia dipaksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Selebrasi Penuh Makna untuk Sang Buah Hati

Usai mencetak gol, Fabian Ruiz langsung berlari ke tepi lapangan sambil membentuk gestur menggendong bayi. Selebrasi sederhana itu ternyata memiliki makna yang sangat emosional.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Fabian mengaku gol tersebut dipersembahkan untuk sang anak yang selalu menjadi sumber motivasinya.

“Gol ini untuk anak saya. Dia adalah alasan terbesar saya terus bekerja keras setiap hari. Ketika saya mencetak gol, yang pertama terlintas di pikiran saya adalah keluarga,” ungkap Fabian.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para pendukung Spanyol. Banyak yang menilai selebrasi itu menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang turnamen.

Bagi Fabian, keluarga menjadi penyemangat utama di tengah padatnya jadwal kompetisi bersama klub dan tim nasional.

Dominasi Spanyol Berkat Lini Tengah yang Solid

Selain gol Fabian Ruiz, kekuatan terbesar Spanyol kembali terlihat pada dominasi lini tengah mereka. Kombinasi penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, serta transisi cepat membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.

Fabian menjadi pusat keseimbangan tim. Ia tidak hanya berperan dalam membangun serangan, tetapi juga disiplin membantu pertahanan ketika Belgia melancarkan serangan balik.

Akurasi umpannya yang tinggi membuat Spanyol mampu mempertahankan ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan. Performa tersebut kembali memperlihatkan mengapa Fabian menjadi salah satu gelandang paling komplet yang dimiliki Spanyol saat ini.

Belgia Memberikan Perlawanan Sengit

Meski kalah, Belgia tidak menyerah begitu saja. Tim berjuluk Setan Merah beberapa kali mengancam melalui serangan cepat dan bola mati.

Namun lini belakang Spanyol tampil disiplin sehingga peluang-peluang Belgia dapat dipatahkan. Setelah sempat menyamakan kedudukan, Belgia kembali tertinggal ketika Spanyol berhasil mencetak gol kemenangan di babak kedua.

Fabian Ruiz menjadi pemain yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol, ia juga memenangkan banyak duel di lini tengah dan menjadi pemain dengan kontribusi umpan progresif terbanyak untuk Spanyol.

Modal Berharga Menuju Semifinal

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Performa kolektif tim semakin matang, sementara para pemain kunci menunjukkan performa terbaiknya pada saat yang tepat.

Fabian Ruiz berharap kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.

“Kami masih memiliki pekerjaan yang belum selesai. Target kami adalah terus melaju dan memberikan yang terbaik untuk Spanyol,” ujarnya.

Dengan permainan yang semakin solid serta mental juara yang mulai terlihat, La Furia Roja kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Jika Fabian Ruiz mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Belgia, peluang Spanyol untuk kembali menjadi kampiun dunia tentu semakin terbuka lebar.

 KLIKBETS – Penyerang Timnas Norwegia, Erling Haaland, melontarkan pesan menarik jelang duel melawan Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 2026.

Bomber Manchester City itu meminta seluruh pihak, termasuk para pemain dan pendukung The Three Lions, untuk tetap rendah hati.

Norwegia akan menghadapi Inggris di Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, dalam laga yang memperebutkan satu tiket ke semifinal. Pertandingan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Norwegia yang untuk pertama kalinya berhasil menembus babak delapan besar Piala Dunia.

Menjelang laga, Haaland mengirimkan psywar singkat kepada calon lawannya.

“Saya pikir semua orang harus tetap rendah hati. Namun, mereka juga pantas percaya diri untuk lolos. Bagaimanapun, ini Inggris,” ujar Haaland kepada Sky Sports.

Laga yang Sangat Spesial

Bagi Haaland, duel melawan Inggris memiliki arti tersendiri. Selain membela klub Premier League bersama Manchester City, penyerang berusia 26 tahun itu juga lahir di Inggris.

Karena itu, ia mengaku antusias bisa menghadapi banyak pemain yang sudah dikenalnya dari kompetisi domestik.

“Ini pertandingan yang spesial. Bagi saya sangat spesial karena saya bermain di Inggris dan saya juga lahir di Inggris. Rasanya menyenangkan bisa menghadapi rekan-rekan yang biasa saya temui. Sulit dijelaskan, tetapi ini pertandingan yang unik,” kata Haaland.

Haaland menjadi salah satu pemain paling bersinar di Piala Dunia 2026. Ia sudah mengoleksi tujuh gol dari lima pertandingan dan menjadi pesaing kuat Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas.

Kesan di Amerika

Ketajaman mantan striker Borussia Dortmund tersebut menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang Inggris yang ingin melanjutkan langkah ke semifinal.

Tak hanya tampil tajam di lapangan, popularitas Haaland juga meningkat selama turnamen berlangsung. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme para penggemar sepak bola di Amerika Serikat.

“Saya suka orang-orang Amerika. Mereka lucu dan menyenangkan. Semua hal di Piala Dunia ini luar biasa, mulai dari pertandingan, stadion hingga tempat latihan. Semuanya sangat mengesankan,” ucapnya.

Inggris Waspada

Sementara itu, gelandang Inggris, Morgan Rogers, mengakui kualitas Haaland yang dinilainya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia.

Menurut pemain Aston Villa tersebut, menghentikan Haaland bukan perkara mudah. Namun, Inggris harus menemukan cara jika ingin melangkah ke semifinal.

“Apakah ada yang benar-benar bisa menghentikan Erling Haaland? Saya rasa belum banyak. Dia pemain luar biasa, statistiknya luar biasa, dan Anda hanya bisa mengagumi kualitasnya,” ujar Rogers.

Meski demikian, Rogers mengingatkan bahwa Norwegia bukan hanya mengandalkan Haaland.

“Bukan cuma dia. Mereka punya banyak pemain berkualitas yang kami kenal dari Premier League. Kekuatan terbesar Norwegia adalah permainan mereka sebagai sebuah tim,” tegasnya.

Jika berhasil mengalahkan Norwegia, Inggris akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Swiss di babak semifinal Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Piala AFF 2026 dengan menggelar pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center. Program yang dimulai sejak 5 Juli itu akan berlangsung hingga 20 Juli 2026.

Sebanyak 23 pemain mengikuti pemusatan latihan tahap pertama. Di antaranya terdapat Nadeo Argawinata, Thom Haye, Mauro Zijlstra, Eliano Reijnders, Beckham Putra, hingga Sandy Walsh. Sementara itu, Shayne Pattynama masih menjalani program pemulihan bersama tim fisioterapi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan fokus utama TC kali ini adalah mengembalikan kondisi fisik para pemain setelah menjalani masa libur kompetisi. Selain itu, tim pelatih juga melakukan evaluasi terhadap seluruh pemain yang dipanggil.

Herdman menjelaskan pemusatan latihan akan memasuki fase berikutnya pada pekan depan. Beberapa pemain baru berpeluang bergabung, sedangkan sebagian lainnya bisa tersingkir karena persaingan di dalam skuad sengaja diciptakan sejak awal melalui menu latihan yang cukup berat.

Selama berada di Bali, Timnas Indonesia belum memiliki agenda laga uji coba. Sebagai gantinya, tim pelatih menggelar pertandingan internal untuk mengukur perkembangan para pemain sekaligus menentukan komposisi terbaik jelang Piala AFF 2026.

Timnas Indonesia di Grup A

Grup A

Vietnam
Singapura
Timnas Indonesia
Kamboja
Brunei/Timor Leste

Grup B

Thailand
Malaysia
Filipina
Myanmar
Laos

Jadwal Timnas Indonesia

Matchday 1

Senin, 27 Juli 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Kamboja, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 2

Jumat, 31 Juli 2026, 18.00 WIB
Timor-Leste vs Indonesia, Chonburi Stadium, Chonburi, Thailand

Matchday 3

Senin, 3 Agustus 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Vietnam, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 4

Jumat, 7 Agustus 2026, 20.00 WIB (21.00 waktu Singapura)
Singapura vs Indonesia, Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura

Lamine Yamal Tantang Prancis: Mereka yang Seharusnya Takut kepada Spanyol!

BolaIndonesia – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengirim pesan tegas kepada Prancis jelang bentrok panas semifinal Piala Dunia 2026. Alih-alih merasa tertekan menghadapi salah satu favorit juara, pemain Barcelona berusia 18 tahun itu justru menegaskan bahwa Spanyol sama sekali tidak gentar.

Menurut Yamal, jika ada tim yang harus merasa khawatir menjelang pertandingan besar tersebut, maka tim itu adalah Prancis. Pernyataan berani tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini menyelimuti skuad asuhan Luis de la Fuente setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

Spanyol melangkah ke semifinal dengan modal kemenangan meyakinkan atas Belgia, sementara Prancis mengamankan tiket empat besar usai menyingkirkan Maroko. Pertemuan dua raksasa Eropa itu pun diprediksi menjadi salah satu laga terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.


Yamal: Kami Tidak Datang untuk Bertahan

Dalam sesi wawancara menjelang pertandingan, Yamal menolak anggapan bahwa Spanyol akan bermain hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.

“Kami sama sekali tidak takut menghadapi siapa pun. Justru mereka yang seharusnya memikirkan bagaimana cara menghentikan permainan kami,” tegas Yamal.

Ucapan tersebut bukan sekadar psywar. Sepanjang turnamen, Spanyol memang memperlihatkan gaya bermain yang agresif dengan penguasaan bola tinggi, transisi cepat, dan kreativitas luar biasa di lini depan.

Yamal sendiri menjadi salah satu motor serangan La Roja. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan berkali-kali kerepotan.

Kepercayaan dirinya pun semakin meningkat setelah tampil konsisten di setiap pertandingan knockout.


Spanyol Datang dengan Modal Besar

La Roja memasuki semifinal sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang yang disiplin dan lini depan yang produktif.

Selain Yamal, sejumlah pemain seperti Nico Williams, Pedri, Gavi, hingga Dani Olmo juga tampil dalam performa terbaiknya. Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan Spanyol terlihat matang sekaligus dinamis.

Pelatih Luis de la Fuente berhasil membangun tim yang tidak lagi bergantung pada satu pemain. Hampir setiap pertandingan menghadirkan pahlawan berbeda, membuat lawan kesulitan menentukan fokus penjagaan.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Yamal begitu percaya diri menghadapi Prancis.


Prancis Tetap Menjadi Lawan Berbahaya

Meski optimistis, Yamal tetap mengakui bahwa Prancis merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Les Bleus memiliki kedalaman skuad luar biasa serta dipenuhi pemain kelas dunia di setiap lini.

Kecepatan serangan balik, pengalaman bermain di laga-laga besar, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi senjata utama Prancis sepanjang turnamen.

Namun, menurut Yamal, kualitas tersebut bukan alasan bagi Spanyol untuk mengubah identitas permainan mereka.

La Roja diyakini tetap akan tampil menyerang sejak menit pertama sambil berusaha mendominasi penguasaan bola seperti yang selama ini menjadi ciri khas mereka.


Duel Yamal vs Lini Belakang Prancis Jadi Sorotan

Salah satu duel paling dinantikan dalam pertandingan nanti adalah aksi Lamine Yamal menghadapi lini pertahanan Prancis.

Pemain muda Barcelona itu dikenal memiliki kemampuan menciptakan peluang dari situasi yang tampak mustahil. Pergerakannya di sisi kanan kerap memancing lebih dari satu pemain bertahan lawan untuk melakukan penjagaan.

Jika berhasil mendapatkan ruang, Yamal mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu umpan matang ataupun aksi individu.

Tak heran bila banyak pengamat memprediksi Prancis akan memberikan perhatian khusus kepada pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia tersebut.


Semifinal Sarat Gengsi dan Aroma Final Lebih Cepat

Pertandingan Spanyol melawan Prancis disebut banyak pihak sebagai “final sebelum final”. Kedua negara memiliki kualitas skuad yang relatif seimbang dan sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Pemenang laga ini akan selangkah lebih dekat menuju trofi Piala Dunia 2026, sementara tim yang kalah harus mengubur mimpi menjadi juara dunia.

Bagi Lamine Yamal, pertandingan tersebut bukan hanya soal tiket menuju final, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa generasi baru Spanyol telah siap mengambil alih panggung sepak bola dunia.

Dengan penuh keyakinan, Yamal menegaskan bahwa La Roja tidak akan mengubah pendekatan mereka hanya karena menghadapi Prancis.

“Kalau ada yang harus merasa takut, itu bukan kami. Mereka yang harus takut kepada Spanyol,” tutup Yamal penuh percaya diri.

Idnews.top – Sebuah kejutan dibuat oleh Manchester United terkait Ederson. Setan Merah memutuskan batal untuk merekrut sang gelandang di musim panas ini.

Seperti yang sudah diketahui, MU memang aktif belanja gelandang baru di musim panas ini. Setan Merah butuh beberapa pemain baru di lini tengah mereka pasca kepergian Casemiro dan cedera panjang yang dialami Manuel Ugarte.

MU sendiri sebenarnya bergerak cepat di bursa transfer ini. Di bulan Juni yang lalu mereka mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer Ederson, namun transfer ini tertunda karena Ederson harus membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.

Fabrizio Romano melaporkan bahwa MU mengambil keputusan yang mengejutkan terkait transfer ini. Mereka memutuskan untuk membatalkan kesepakatan yang sudah terjalin dengan Atalanta untuk transfer Ederson.

MU Batal Rekrut Ederson

Menurut laporan Romano, Manchester United memutuskan batal merekrut Ederson setelah pemeriksaan medis yang mereka lakukan pada sang gelandang baru-baru ini.

Dalam pemeriksaan medis tersebut, MU menemukan bahwa sang gelandang punya masalah di bagian lututnya. Masalah ini berpotensi menjadi masalah di kemudian hari karena ia bakal rentan cedera.

MU tidak mau mengambil resiko akan hal tersebut dan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer sang gelandang di bursa transfer musim panas ini.

Atalanta Kecewa dengan Keputusan MU

Menurut laporan yang sama, Atalanta sangat kecewa dengan keputusan Manchester United yang membatalkan transfer Ederson ini.

Di mata La Dea, Ederson berada dalam kondisi yang segar bugar. Ia juga tidak mengalami masalah cedera selama bermain di Piala Dunia 2026 kemarin.

Alhasil sang gelandang akan kembali ke Bergamo di musim panas ini, di mana ia masih terikat kontrak satu tahun lagi di Atalanta. Jadi kedua pihak akan duduk bersama untuk mencari solusi.

MU Rekrut Gelandang Lain

Setelah kegagalan transfer Ederson, Manchester United dilaporkan akan segera mengesahkan pembelian pertama mereka di musim panas ini.

Setan Merah berhasil mendatangkan sosok Andrey Santos dari Chelsea dengan mahar mencapai total 50 juta pounds.

LARISBOLA – Lamine Yamal dinobatkan FIFA sebagai man of the match pertandingan Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Sang winger dianggap jadi pembeda di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Spanyol baru saja memainkan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Lawan yang mereka hadapi adalah sesama tim asal Eropa, Belgia.

Pertandingan berjalan intens dari awal hingga akhir. Spanyol berhasil menyudahi perlawanan The Red Devils dengan skor tipis 2-1.

Yamal dinobatkan sebagai man of the match oleh FIFA di laga ini. Mengapa dmeikian? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pemain Paling Berbahaya Sepanjang Laga

FIFA memilih winger Barcelona itu sebagai man of the match laga ini karena sepanjang laga ia jadi pemain paling berbahaya di lini serang Spanyol.

Ia memang tidak menciptakan gol di laga ini. Namun sepanjang laga, ia melepaskan total enam tembakan ke gawang Belgia, dan tidak ada pemain di laga ini yang melepaskan tembakan sebanyak Yamal.

Ia secara konsisten menghadirkan ancaman ke gawang Belgia di laga tersebut, sehingga ia dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga perempat final Piala Dunia 2026 tersebut.

Statistik Pertandingan Spanyol vs Belgia

Spanyol – Belgia
Goals: 2-1
Total Shots: 18-5
Shots on Target: 8-2
Posession: 68%-32%
Fouls: 13-18
Offsides: 3-1

Sadio Mane memutuskan mengakhiri kariernya bersama Timnas Senegal setelah tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Mane mengumumkan keputusan tersebut setelah mencatatkan 130 penampilan dan mencetak 54 gol untuk Senegal.

Pernyataannya disampaikan melalui sebuah surat yang dikutip harian lokal, Le Quotidien, Jumat waktu setempat.

“Saya mengorbankan segalanya untuk bendera ini. Saya memberikan kemampuan terbaik dan selalu berjuang sepenuh hati untuk tanah air kita,” tulis penyerang berusia 34 tahun tersebut.

Mane juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter Senegal. Menurutnya, dukungan yang terus diberikan menjadi kekuatan utama di balik perjalanan kariernya.

“Terima kasih atas dukungan yang tidak pernah berhenti. Dukungan kalian selalu menjadi kekuatan yang mendorong kesuksesan saya,” ujarnya.

Ingin Tetap Berkontribusi

Senegal harus mengakhiri langkah di Piala Dunia setelah kalah 2-3 dari Belgia melalui babak perpanjangan waktu pada pekan lalu.

Selama membela Timnas Senegal, Mane mempersembahkan gelar Piala Afrika 2022. Di level klub, ia meraih sejumlah trofi, termasuk gelar Liga Champions 2019 saat memperkuat Liverpool. Ia juga sempat membela Bayern Munchen pada musim 2022/2023.

Saat ini, Mane bermain untuk Al Nassr di Liga Pro Arab Saudi dengan kontrak yang berlaku hingga 2027.

Dalam surat tersebut, Mane juga mengungkapkan keinginannya untuk tetap berkontribusi bagi sepak bola Senegal setelah pensiun dari timnas.

Ia membuka peluang bergabung dalam staf pelatih, menjadi pelatih kepala, atau berkiprah di badan pengelola sepak bola negaranya.

Resmi! Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi dalam Perburuan Top Skor Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Kylian Mbappe kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Bintang Timnas Prancis itu sukses menambah koleksi golnya di Piala Dunia 2026 setelah membawa Les Bleus menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 pada babak perempat final. Tambahan gol tersebut membuat Mbappe kini menyamai torehan Lionel Messi di puncak daftar top skor sementara turnamen.

Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 kini semakin memanas. Dengan babak semifinal yang sudah di depan mata, Mbappe memiliki peluang besar untuk melampaui rekor sementara yang dipegang bersama Messi. Ketajamannya sepanjang turnamen menjadi salah satu alasan utama Prancis kembali difavoritkan untuk mengangkat trofi juara.

Mbappe Terus Menunjukkan Mental Juara

Sejak fase grup, Mbappe tampil konsisten sebagai ujung tombak serangan Prancis. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang tajam membuat pertahanan lawan kesulitan menghentikannya.

Pada laga melawan Maroko, pemain berusia 27 tahun tersebut kembali menjadi pembeda. Ia membuka keunggulan Prancis melalui penyelesaian klinis yang memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Gol tersebut bukan hanya membawa Prancis unggul, tetapi juga membuat Mbappe menyamai jumlah gol Lionel Messi di daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026.

Pelatih Didier Deschamps pun memberikan pujian kepada sang penyerang. Menurutnya, Mbappe selalu mampu tampil dalam pertandingan besar dan memberikan dampak yang luar biasa bagi tim.

Performa konsisten itu menjadi bukti bahwa Mbappe kini telah berkembang menjadi sosok pemimpin di skuad Prancis, bukan sekadar pemain muda berbakat seperti pada edisi-edisi sebelumnya.

Lionel Messi Masih Memimpin Bersama Mbappe

Meski kini sudah tersamai, nama Lionel Messi tetap menjadi sorotan besar di Piala Dunia 2026. Kapten Argentina tersebut tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi motor permainan Albiceleste hingga membawa timnya melaju ke babak perempat final.

Messi menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersaing di level tertinggi. Visi bermain, umpan-umpan matang, serta ketajamannya di depan gawang masih menjadi senjata utama Argentina.

Kini, persaingan antara dua generasi berbeda itu menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Di satu sisi ada Messi, legenda hidup sepak bola yang terus menambah sejarah. Di sisi lain terdapat Mbappe, penerus takhta yang perlahan membangun dominasinya di panggung dunia.

Perebutan Sepatu Emas Makin Sengit

Dengan masih tersisanya babak semifinal dan final, peluang kedua pemain untuk menambah koleksi gol masih sangat terbuka. Bahkan sejumlah nama lain juga belum menyerah dalam perburuan gelar top skor.

Namun melihat performa yang diperlihatkan Mbappe, banyak pengamat menilai striker Real Madrid tersebut memiliki peluang sedikit lebih besar. Prancis dikenal memiliki lini tengah yang kreatif sehingga mampu terus memasok peluang bagi sang penyerang.

Selain itu, Mbappe hampir selalu tampil penuh dalam setiap pertandingan penting. Kondisi fisik yang prima membuatnya tetap menjadi ancaman hingga menit-menit akhir.

Jika mampu kembali mencetak gol pada semifinal, Mbappe akan berdiri sendiri di puncak daftar pencetak gol sementara sekaligus semakin dekat dengan gelar Sepatu Emas.

Prancis Semakin Percaya Diri Menuju Semifinal

Keberhasilan menembus semifinal semakin mempertegas status Prancis sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Selain memiliki lini depan tajam, pertahanan Les Bleus juga tampil semakin solid sepanjang fase gugur.

Kolaborasi antara Mbappe, para gelandang kreatif, serta lini belakang yang disiplin membuat keseimbangan permainan Prancis semakin sulit ditandingi.

Momentum positif tersebut menjadi modal berharga menghadapi pertandingan semifinal yang dipastikan berlangsung jauh lebih berat. Namun selama Mbappe terus berada dalam performa terbaiknya, peluang Prancis melangkah ke partai final tetap terbuka lebar.

Mbappe Semakin Dekat Mengukir Sejarah Baru

Ketajaman Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026 bukan hanya membawa Prancis melangkah jauh di turnamen, tetapi juga menempatkannya sejajar dengan Lionel Messi dalam daftar top skor sementara. Persaingan keduanya menjadi salah satu daya tarik utama menjelang babak semifinal.

Apabila Mbappe mampu mempertahankan konsistensinya dalam dua pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin ia akan menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus mengantarkan Prancis meraih gelar juara dunia.

Bagi para pecinta sepak bola, duel tidak langsung antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas menjadi kisah yang layak dinantikan hingga peluit panjang final Piala Dunia 2026 berbunyi.

BOLADONESIA – Mohamed Ouahbi, pelatih timnas Maroko, tak mau mencari-cari dalih atas kekalahan 0-2 dari timnas Prancis pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Dia mengakui Les Bleus memang tim yang sangat tangguh dan kelasnya berbeda dengan timnya.

“Sulit untuk mengatakan kami menyesal setelah para pemain memberikan segalanya. Kami menghadapi negara yang mencapai dua final Piala Dunia terakhir. Mereka jarang punya begitu banyak talenta yang bermain. Mereka punya para pemain yang mengerahkan usaha maksimal. Mereka adalah tim yang solid,” urai Mohamed Ouahbi seperti dikutip IDNEWS.TOP dari L’Equipe.

Dia menambahkan, “Babak pertaam sulit karena mereka sangat bagus dengan bola. Ketika kami mendapatkannya, justru tak terlalu efektif dalam transisi. Pada babak kedua agak lebih baik. Namun, kami tahu bahwa mereka adalah tim yang sangat bagus. Kami ingin bertahan lebih lama untuk melihat bagaimana reaksi Prancis. Namun, mereka sangat bagus, sementara kami kekuarangan ide.”

Ouahbi tidak berbasa-basi. Statistik menunjukkan betapa inferior Maroko terhadap Prancis. Satu parameter yang paling menentukan adalah jumlah tembakan. Achraf Hakimi dkk. hanya dapat melepaskan 5 tembakan dan hanya 1 yang sempat mengancam gawang Mike Maignan. Bandingkan dengan Les Bleus yang melepaskan total 22 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran.

Keluhan Mohamed Ouahbi

Meskipun demikian, bukan berarti tak ada yang mengganjal di hati Mohamed Ouahbi. Dia menilai gol pertama yang dilesakkan Kylian Mbappe seharusnya dianulir wasit Facundo Tello karena tidak sah. Menurut pelatih berdarah Belgia tersebut, ada handball sebelum Mbappe melepaskan tembakan terukur yang tak dapat dijangkau Yassine Bounou.

“Gol itu tercipta dari perebutan bola. Beberapa pemain kami berhenti karena menilai telah terjadi handball dan faktanya memang demikian, Ada handball. Saya tak mengerti mengapa wasit tidak mengecek lewat teknologi video,” ujar Ouahbi mengenai gol Mbappe pada menit ke-60 yang jadi titik awal kekalahan Maroko.

Klaim Ouahbi diperkuat pengamatan eks wasit FIFA asal Mesir, Gamal Ghandour. Dia menyebut memang telah terjadi handball sebelum gol tercipta. Alhasil, seharusnya gol Mbappe tersebut dianulir oleh wasit. Pria yang pernah memimpin 6 laga di Piala Dunia itu pun mempertanyakan petugas VAR yang tak meminta wasit melakukan peninjauan ulang.

Di luar gol Mbappe yang membuka skor itu, putusan-putusan lain yang diambil wasit Facundo Tello dinilai Ghandour sudah tepat. Termasuk saat Tello menunjuk titik putih pada babak pertama setelah Mbappe dilanggar di kotak penalti dan kartu kuning yang diberikan kepada bek Issa Diop.

KLIKBETS – Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, berbicara mengenai tekanan, kritik, hingga peluang Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 dalam wawancara bersama Mundo Deportivo.

Pemain berusia 18 tahun itu juga mengungkapkan pandangannya mengenai kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois, jelang perempat final Piala Dunia 2026.

Dalam wawancara tersebut, Yamal ditanya mengenai kedewasaannya yang kerap mendapat pujian dari rekan-rekan setim meski usianya masih muda.

Menurut Yamal, pengalaman di lapangan maupun dalam kehidupan pribadi telah membentuk cara berpikirnya.

“Saya rasa itu berasal dari semua yang telah saya alami, baik di sepak bola maupun dalam kehidupan pribadi. Semua itu membuat saya menjadi lebih dewasa dan membantu saya berkembang,” ujar Yamal.

“Rekan-rekan setim saya juga banyak membantu setiap hari, begitu pula percakapan dengan orang-orang yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Semua itu membantu saya.”

Beban di Pundaknya

Pemain jebolan La Masia itu menanggapi anggapan bahwa harapan Spanyol untuk menjuarai Piala Dunia 2026 kini berada di pundaknya.

“Pada akhirnya, saya melihatnya sebagai sesuatu yang benar-benar bisa saya nikmati. Menyenangkan ketika orang percaya dan menaruh kepercayaan kepada Anda. Saya melihatnya sebagai sesuatu yang positif, bukan tekanan, dan itu membuat saya sangat senang,” katanya.

Yamal mengakui selalu ada dua sisi ketika seorang pemain meraih kesuksesan. Menurutnya, ada pihak yang memberikan dukungan, tetapi ada pula yang berharap dirinya gagal.

“Saya rasa selalu ada dua sisi. Ada orang-orang yang percaya kepada Anda, dan ada juga yang berharap Anda tidak tampil baik agar bisa mengkritik.”

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan terus berjalan di jalur yang sama, yaitu menang, menang, dan menang. Pada akhirnya, apa yang dikatakan orang lain tidak terlalu penting,” ucap Yamal.

Bicara soal Kritik

Ketika ditanya apakah ada kritik yang pernah benar-benar memengaruhinya, Yamal memberikan jawaban singkat.

“Tidak juga. Pada akhirnya, ketika Anda menang, semuanya terasa tidak terlalu menyakitkan.”

Yamal mengaku masih merasa bisa tampil lebih baik setelah baru pulih dari cedera.

“Saya hanya perlu terus bermain. Saya sempat absen hampir dua bulan, dan itu tentu berbeda dibanding ketika Anda sudah memainkan tujuh pertandingan secara beruntun.”

“Saya hanya perlu terus menyentuh bola, terus bermain, terus menambah menit bermain. Saya yakin pertandingan terbaik itu akan datang,” tutur runner-up Ballon d’Or 2025 itu.

Optimistis Tatap Perempat Final

Menjelang laga perempat final melawan Belgia, Yamal juga berbicara mengenai kemungkinan menghadapi Prancis atau Maroko apabila Spanyol berhasil lolos ke semifinal.

“Kami punya kenangan indah melawan Prancis, dan akan sangat spesial bagi saya jika bermain melawan Maroko,” jawabnya.

“Hal yang bagus adalah keduanya merupakan tim yang sangat kuat. Siapa pun lawannya, kami akan berusaha menang dan mencapai final.”

Tak lupa, Yamal memberikan pujian kepada kiper Belgia, Thibaut Courtois.

“Bagi saya, dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia.”

“Itu tentu akan membuat segalanya menjadi lebih sulit bagi saya. Namun, seperti biasa, saya akan masuk ke lapangan dengan keinginan untuk menang, bukan memikirkan pemain tertentu,” ujar Yamal.