
BOLADONESIA – Mohamed Ouahbi, pelatih timnas Maroko, tak mau mencari-cari dalih atas kekalahan 0-2 dari timnas Prancis pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Dia mengakui Les Bleus memang tim yang sangat tangguh dan kelasnya berbeda dengan timnya.
“Sulit untuk mengatakan kami menyesal setelah para pemain memberikan segalanya. Kami menghadapi negara yang mencapai dua final Piala Dunia terakhir. Mereka jarang punya begitu banyak talenta yang bermain. Mereka punya para pemain yang mengerahkan usaha maksimal. Mereka adalah tim yang solid,” urai Mohamed Ouahbi seperti dikutip IDNEWS.TOP dari L’Equipe.

Dia menambahkan, “Babak pertaam sulit karena mereka sangat bagus dengan bola. Ketika kami mendapatkannya, justru tak terlalu efektif dalam transisi. Pada babak kedua agak lebih baik. Namun, kami tahu bahwa mereka adalah tim yang sangat bagus. Kami ingin bertahan lebih lama untuk melihat bagaimana reaksi Prancis. Namun, mereka sangat bagus, sementara kami kekuarangan ide.”
Ouahbi tidak berbasa-basi. Statistik menunjukkan betapa inferior Maroko terhadap Prancis. Satu parameter yang paling menentukan adalah jumlah tembakan. Achraf Hakimi dkk. hanya dapat melepaskan 5 tembakan dan hanya 1 yang sempat mengancam gawang Mike Maignan. Bandingkan dengan Les Bleus yang melepaskan total 22 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran.
Keluhan Mohamed Ouahbi
Meskipun demikian, bukan berarti tak ada yang mengganjal di hati Mohamed Ouahbi. Dia menilai gol pertama yang dilesakkan Kylian Mbappe seharusnya dianulir wasit Facundo Tello karena tidak sah. Menurut pelatih berdarah Belgia tersebut, ada handball sebelum Mbappe melepaskan tembakan terukur yang tak dapat dijangkau Yassine Bounou.
“Gol itu tercipta dari perebutan bola. Beberapa pemain kami berhenti karena menilai telah terjadi handball dan faktanya memang demikian, Ada handball. Saya tak mengerti mengapa wasit tidak mengecek lewat teknologi video,” ujar Ouahbi mengenai gol Mbappe pada menit ke-60 yang jadi titik awal kekalahan Maroko.

Klaim Ouahbi diperkuat pengamatan eks wasit FIFA asal Mesir, Gamal Ghandour. Dia menyebut memang telah terjadi handball sebelum gol tercipta. Alhasil, seharusnya gol Mbappe tersebut dianulir oleh wasit. Pria yang pernah memimpin 6 laga di Piala Dunia itu pun mempertanyakan petugas VAR yang tak meminta wasit melakukan peninjauan ulang.
Di luar gol Mbappe yang membuka skor itu, putusan-putusan lain yang diambil wasit Facundo Tello dinilai Ghandour sudah tepat. Termasuk saat Tello menunjuk titik putih pada babak pertama setelah Mbappe dilanggar di kotak penalti dan kartu kuning yang diberikan kepada bek Issa Diop.
