BOLANESIA – Kapten timnas Belgia, Kevin De Bruyne belum memutuskan untuk pensiun dari tim nasional. Namun dia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan.
Belgia gugur pada perempat final Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Spanyol 1-2 (11/7/26). Laga ini diyakini akan menjadi laga terakhir De Bruyne di Piala Dunia.
Pemain Napoli itu sendiri ditanya pasca apakah ini adalah laga terakhirnya bersama Belgia.
“Saya rasa tidak, tapi izinkan saya istirahat sebentar. Tahun ini sangat sibuk, dan setelah itu kita lihat nanti,” ucap De Bruyne seperti dilansir IDNEWS dari Goal.
“Saya telah melewati dua atau tiga tahun yang sulit dan menjalani operasi besar. Saya berusia 35 tahun. Saya bangga bisa berdiri di sini, memberikan segalanya setiap hari, dan mampu menjadi contoh bagi tim muda ini.”
Thibaut Courtois Bisa Ikuti Jejak Kevin De Bruyne
Sementara itu, Thibaut Courtois, yang berusia 34 tahun, juga sejatinya belum mau memutuskan pensiun. Namun dia ingin meminta federasi untuk mengizinkannya beristirahat sepanjang turnamen Nations League dan akan kembali pada Kualifikasi Euro 2028.
Namun jika federasi tidak mengizinkannya, Courtois akan memutuskan pensiun.
“Akan lebih baik jika saya mengambil istirahat selama setahun dari Nations League agar bisa beristirahat. Kemudian saya bisa menjaga gawang untuk kualifikasi Euro dan di Euro. Sekarang terserah pelatih tim nasional dan federasi untuk membuat pilihan,” katanya.
“Saya akan mendiskusikannya dengan Vincent Mannaert dan pelatih tim nasional. Jika mereka memiliki pandangan berbeda dari saya, maka saya harus mempertimbangkan apakah saya bisa tetap menjadi bagian dari Setan Merah. Mungkin ini adalah pertandingan terakhir saya sebagai pemain internasional.”
Idnews.top – Jadwal dan link streaming laga Swiss vs Argentina pada babak 8 Besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) mulai pukul 08.00 pagi WIB. Laga Swiss vs Argentina akan disiarkan di TVRI dan MaxStream.
Perjalanan Argentina menuju delapan besar jauh dari kata mulus. Tim asuhan Lionel Scaloni dipaksa bekerja ekstra dalam dua laga fase gugur.
Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir. Lionel Messi yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti akhirnya mengubah jalannya pertandingan lewat assist untuk Cristian Romero dan gol penyeimbang sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis 3-2.
Di sisi lain, Swiss kembali membuktikan konsistensinya di level internasional. Di bawah arahan Murat Yakin, mereka memang tidak selalu tampil atraktif, tetapi mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik.
Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Meski Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti, Ruben Vargas memastikan kemenangan yang membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming
Kompetisi: Piala Dunia 2026 Pertandingan: Argentina vs Swiss Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City Hari, tanggal: Minggu, 12 Juli 2026 Jam kick-off: 08.00 WIB Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_ty7vb3rh/argentina_vs_swiss
Prediksi Skor
Argentina memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi, terutama ketika Messi mampu menentukan jalannya pertandingan dalam situasi paling sulit. Pengalaman mereka di laga-laga besar juga menjadi modal penting menghadapi tekanan babak gugur.
Namun, pertahanan Argentina belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka sudah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, sedangkan Swiss memiliki cukup banyak opsi di lini depan untuk mengeksploitasi ruang yang tersedia.
Swiss kemungkinan akan bermain disiplin sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Jika efektivitas penyelesaian akhir mereka lebih baik dibanding saat menghadapi Kolombia, peluang mencetak gol tetap terbuka.
Meski begitu, sulit mengabaikan faktor Messi yang berkali-kali menjadi pembeda. Argentina diprediksi kembali lolos, tetapi mungkin harus melalui pertandingan yang berlangsung ketat.
BolaIndonesia – Timnas Inggris memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan perempat final yang berlangsung dramatis. Kemenangan ini menjadi salah satu laga paling menarik pada turnamen tahun ini dan kembali menegaskan status The Three Lions sebagai kandidat kuat juara.
Norwegia sempat mengejutkan publik dengan membuka keunggulan lebih dahulu melalui Andreas Schjelderup. Gol tersebut membuat Inggris berada dalam tekanan karena sepanjang babak pertama permainan mereka belum menunjukkan performa terbaik.
Namun, Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci. Gelandang muda tersebut sukses mencetak gol penyeimbang sebelum turun minum sehingga menghidupkan kembali peluang Inggris untuk lolos ke semifinal.
Jude Bellingham Jadi Pembeda
Babak kedua berlangsung ketat dengan kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang emas. Erling Haaland berusaha membawa Norwegia kembali unggul, tetapi lini pertahanan Inggris tampil semakin disiplin.
Ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Ia mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Norwegia sehingga membawa Inggris berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut sekaligus memastikan Inggris mengamankan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Penampilan Bellingham pun mendapat banyak pujian karena kembali menjadi sosok penentu di pertandingan besar.
Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak
Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan Norwegia layak mendapat apresiasi. Tim asuhan Ståle Solbakken berhasil mencatat sejarah dengan tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk kemenangan mengejutkan atas Brasil pada babak 16 besar.
Pelatih Solbakken mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh pemainnya. Ia menilai skuad Norwegia telah memberikan segalanya hingga menit terakhir meski akhirnya harus mengakui keunggulan Inggris.
Inggris Semakin Percaya Diri
Keberhasilan mencapai semifinal semakin meningkatkan kepercayaan diri skuad Inggris. Selain memiliki lini depan yang tajam, mereka juga menunjukkan mental juara dengan mampu bangkit setelah tertinggal.
Jude Bellingham kini menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas berkat kontribusi golnya yang terus bertambah selama turnamen. Bersama Harry Kane, Inggris memiliki duet yang menjadi ancaman bagi siapa pun di fase berikutnya.
Dengan kemenangan ini, Inggris tinggal selangkah lagi menuju partai final Piala Dunia 2026. Para pendukung The Three Lions kini berharap momentum positif tersebut dapat terus berlanjut hingga mengangkat trofi juara dunia.
Skor Norwegia vs Inggris 1-1, Duel Sengit Berlanjut
BolaIndonesia – Norwegia dan Inggris masih belum mampu menentukan pemenang hingga 90 menit waktu normal pada laga perempat final Piala Dunia 2026. Kedua tim bermain imbang 1-1 setelah babak kedua berlangsung sengit namun tanpa tambahan gol, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.
Pertemuan dua tim Eropa ini sejak awal memang diprediksi berlangsung ketat. Norwegia yang tampil penuh percaya diri berusaha melanjutkan kejutan mereka di turnamen, sementara Inggris datang dengan status salah satu favorit juara. Hasilnya, duel berjalan seimbang dengan tempo tinggi dan intensitas yang terus meningkat hingga peluit panjang berbunyi.
Jalannya Babak Pertama Berlangsung Sengit
Sejak menit-menit awal pertandingan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan melalui penguasaan bola. Kombinasi lini tengah mereka beberapa kali membuka ruang di sisi sayap, tetapi disiplin pertahanan Norwegia membuat peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Norwegia tidak tinggal diam. Mengandalkan kecepatan serangan balik dan kekuatan fisik para pemain depan, mereka beberapa kali merepotkan lini belakang The Three Lions. Setiap kali kehilangan bola, skuad Norwegia langsung melakukan transisi cepat untuk mengincar ruang kosong yang ditinggalkan para bek Inggris.
Gol pembuka akhirnya tercipta setelah salah satu tim berhasil memanfaatkan kelengahan lawan. Namun Inggris mampu merespons dengan cepat melalui serangan terorganisasi yang berujung gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum dan membuat pertandingan semakin terbuka pada babak kedua.
Babak Kedua Didominasi Adu Taktik
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah penyesuaian strategi. Inggris mencoba meningkatkan intensitas tekanan dengan memasukkan pemain yang memiliki karakter lebih menyerang. Sementara Norwegia memilih tetap disiplin dan mengandalkan efektivitas serangan balik.
Laga berjalan semakin keras. Duel-duel di lini tengah terjadi hampir di setiap menit, membuat kedua tim kesulitan membangun serangan yang benar-benar bersih. Meski penguasaan bola lebih banyak dimiliki Inggris, Norwegia justru beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui transisi cepat.
Penjaga gawang dari kedua kubu tampil luar biasa. Beberapa penyelamatan penting menggagalkan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah papan skor. Ketenangan para kiper menjadi salah satu alasan mengapa pertandingan tetap berakhir imbang hingga menit ke-90.
Di sisi lain, para pemain bertahan juga tampil disiplin. Blok pertahanan yang rapat membuat para penyerang kesulitan mendapatkan ruang tembak yang ideal. Umpan-umpan silang maupun percobaan dari luar kotak penalti belum mampu menembus kokohnya lini belakang masing-masing tim.
Tempo Meningkat Menjelang Akhir Laga
Memasuki 15 menit terakhir, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim mulai berani mengambil risiko demi mencari gol kemenangan sebelum laga memasuki babak tambahan.
Inggris beberapa kali menggempur pertahanan Norwegia melalui kombinasi permainan cepat di area sayap. Sementara Norwegia hampir mencuri gol lewat serangan balik yang memanfaatkan ruang kosong ketika Inggris terlalu banyak mengirim pemain ke depan.
Sayangnya, penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Beberapa peluang emas hanya melebar tipis ataupun mampu diamankan oleh penjaga gawang lawan.
Wasit akhirnya meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal dengan skor tetap 1-1. Sesuai regulasi fase gugur Piala Dunia 2026, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extra time selama dua kali 15 menit.
Extra Time Jadi Penentu Tiket Semifinal
Babak tambahan dipastikan menjadi ujian besar bagi kondisi fisik kedua tim. Setelah bermain dalam tempo tinggi selama 90 menit, faktor kebugaran diprediksi akan sangat menentukan jalannya pertandingan.
Inggris masih memiliki kedalaman skuad yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga intensitas permainan. Sebaliknya, Norwegia diyakini tetap mengandalkan semangat juang tinggi serta efektivitas serangan balik yang sejauh ini cukup merepotkan pertahanan lawan.
Selain stamina, ketenangan dalam mengambil keputusan juga akan menjadi faktor krusial. Satu kesalahan kecil saja dapat berujung pada gol yang menentukan nasib kedua negara di ajang Piala Dunia 2026.
Jika hingga extra time skor masih tidak berubah, pertandingan akan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal.
Seluruh perhatian kini tertuju pada 30 menit tambahan yang dipastikan berlangsung penuh drama. Baik Norwegia maupun Inggris sama-sama masih memiliki peluang yang sama besar untuk mengamankan tiket menuju empat besar, sementara para pendukung kedua tim berharap tim kesayangannya mampu tampil lebih efektif pada momen-momen penentuan.
BOLADONESIA – Pelatih baru Lazio, Gennaro Gattuso, langsung mengungkapkan fokus utama timnya jelang musim 2026-27. Gattuso menilai Gli Aquile masih membutuhkan tambahan pemain, terutama di sektor gelandang dan lini pertahanan.
Sepanjang bursa transfer musim panas 2026, Lazio baru berhasil mendatangkan satu orang pemain, yakni Alfonso Pedraza. Bek kiri berpaspor Spanyol itu diangkut dari Villarreal dengan status free transfer.
“Kami perlu melakukan sesuatu di lini tengah dan lini belakang. Setelah itu, untuk lini depan kami akan melihat pemain-pemain yang tersedia dan apakah mereka sesuai dengan apa yang kami inginkan,” ujar Gattuso dilansir IDNEWS dari laman Tuttomercatoweb.
“Kami menyadari masalah yang ada, tetapi kami tidak boleh mencari jalan keluar dengan alasan-alasan. Satu-satunya cara adalah mempersiapkan para pemain dengan baik dan bekerja keras. Setelah itu baru kita lihat hasilnya,” sambung Gattuso.
Gennaro Gattuso Minta Pemain Lazio Berhenti Mencari Alasan
Selain membahas kebutuhan skuad, Gattuso juga meminta anak asuhnya untuk mengubah mentalitas. Menurutnya, seluruh tim harus fokus bekerja keras demi mengembalikan kepercayaan para pendukung.
“Kami harus membuat para pemain mengerti bahwa mereka tidak boleh mencari alasan. Musim lalu mereka bermain tanpa dukungan suporter di kandang. Kami harus melakukan sesuatu yang lebih, membangun kebersamaan sebagai sebuah grup, dan bekerja dengan baik bersama-sama.”
“Kami harus bekerja dan tetap tersenyum, tidak bisa terus-menerus murung. Setelah itu, kita akan melihat di mana posisi kami nantinya dan apakah kami bisa mengubah cara pandang para suporter. Kami harus menghormati mereka karena kami punya kewajiban untuk bekerja keras dan memikirkan setiap pertandingan satu per satu,” tutupnya.
Gattuso bakal melakoni debut kompetitifnya bersama Gli Aquile pada partai ronde pembuka Coppa Italia melawan Mantova. Laga tersebut rencananya mentas pada 17 Agustus 2026.
Brasil tersingkir secara mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Norwegia. Dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melaju ke perempat final.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Neymar tampil lebih jauh di Piala Dunia. Penyerang berusia 34 tahun itu tampak sangat terpukul setelah pertandingan berakhir.
Bagi Brasil, hasil itu menjadi pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak disingkirkan rival abadinya, Argentina, pada edisi 1990.
Tim berjuluk Selecao juga kini telah 24 tahun tidak mampu mengangkat trofi Piala Dunia.
Prestasi terbaik mereka dalam periode tersebut terjadi pada 2014 ketika mencapai semifinal sebelum kalah telak 1-7 dari Jerman, Die Mannschaft kemudian menjadi juara.
Ancaman Romario
Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 dengan harapan mampu mengangkat performa tim. Namun, setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, desakan agar pelatih asal Italia itu dicopot dari jabatannya mulai bermunculan.
Satu di antara sosok yang menyuarakan kritik keras adalah Romario, anggota skuad juara dunia Brasil 1994.
Mantan striker Selecao itu bahkan mengatakan dirinya akan “membawa Ancelotti ke pengadilan” setelah Brasil tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.
“Dia tidak bisa tetap menjadi pelatih Brasil,” kata Romario, seperti dikutip talkSPORT.
“Kalau saya yang memimpin federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka, lalu langsung merobek kontraknya.”
“Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan. Nanti kita lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak boleh bertahan,” cetus legenda sepak bola Brasil itu.
Belum Akan Lengser
Meski begitu, masa depan Ancelotti belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pelatih yang memiliki kontrak hingga 2030 itu diperkirakan tetap melanjutkan pekerjaannya, meski mendapat kritik keras setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
“Dia adalah pelatih kami dan akan tetap bersama kami sepanjang siklus ini,” ujar koordinator tim nasional Brasil, Rodrigo Caetano, setelah kekalahan dari Norwegia.
“Satu di antara penyebab utama kegagalan kami di Piala Dunia ini adalah tidak adanya arahan jangka panjang yang stabil untuk mempersiapkan tim nasional sebagaimana mestinya menghadapi Piala Dunia. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi,” tambah Caetano.
Pernyataan tersebut mengindikasikan Ancelotti masih akan dipertahankan sebagai pelatih Brasil, meski kritik terhadap mantan pelatih Real Madrid itu terus berdatangan.
KLIKBETS – Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan harus menghadapi dampak dari keputusan kontroversial yang menangguhkan hukuman satu pertandingan Folarin Balogun setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
FIFA menuai kritik luas karena menunda pelaksanaan hukuman Balogun menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Belgia.
Balogun, yang menjadi pencetak gol terbanyak Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, sebelumnya menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.
Hukuman tersebut semestinya membuatnya absen saat melawan Belgia. Namun, FIFA kemudian memutuskan menangguhkan hukuman satu pertandingan Balogun selama satu tahun.
UEFA menyebut keputusan itu sebagai langkah yang “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak bisa dibenarkan”.
Timbul Konsekuensi
Trump, yang memiliki hubungan dekat dengan Infantino dan pernah menerima FIFA Peace Prize perdana pada Desember 2025, menyampaikan terima kasih kepada FIFA karena telah “membalikkan ketidakadilan besar”.
Kendati Amerika Serikat akhirnya kalah 1-4 dari Belgia, keputusan FIFA itu tetap menimbulkan konsekuensi. Sejumlah timnas kemudian mengajukan banding serupa, tetapi seluruhnya ditolak.
Prancis, misalnya, gagal dalam upaya membatalkan kartu kuning kontroversial yang diterima Michael Olise. Sementara itu, Inggris tidak dapat mengajukan banding setelah bek Jarell Quansah dijatuhi larangan bermain dua pertandingan akibat kartu merah langsung saat menghadapi Meksiko.
Laporan kepala koresponden olahraga The Times, Martyn Ziegler, menyebut Infantino kini menghadapi situasi sebagai “lame-duck FIFA president” atau presiden FIFA yang kehilangan pengaruh sebagai dampak langsung dari keputusan terkait Balogun.
Menarik Dukungan
Menurut laporan tersebut, dilansir Give Me Sport, sejumlah negara yang sebelumnya mendukung pencalonan kembali Infantino mulai mempertimbangkan untuk menarik dukungannya.
Negara-negara tersebut menilai keputusan menunda hukuman Balogun hingga setelah Piala Dunia 2026 telah melewati batas karena dianggap berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.
Meski begitu, laporan itu juga menyebut Infantino diperkirakan tetap bertahan dari dampak kontroversi tersebut dan kemungkinan tidak akan memiliki lawan dalam pemilihan kembali pada 2027.
Namun, skandal Balogun disebut telah merusak posisinya sehingga hampir dipastikan menghambat target-target utamanya pada masa jabatan terakhir.
Sangat Terisolasi
Satu di antara target tersebut adalah memperluas format Piala Dunia Antarklub FIFA, yang dimenangi Chelsea pada 2025, serta membuka kemungkinan turnamen itu digelar setiap dua tahun.
Selain itu, laporan tersebut menyebut Infantino dapat melupakan rencana mengubah aturan FIFA agar bisa kembali mencalonkan diri setelah masa jabatannya berakhir pada 2031.
“Campur tangan politik dalam sepak bola tidak pernah lebih kuat daripada yang dilakukan Trump, dan penjelasan FIFA sangat menggelikan,” kata seorang sumber senior sepak bola kepada The Times.
“Kekuatan Infantino telah memudar. Kini dia sangat terisolasi dan akan menjadi presiden yang kehilangan pengaruh.”
Laporan itu juga menyebut basis dukungan utama Infantino selama ini berada di Afrika. Namun, sejumlah asosiasi sepak bola di kawasan tersebut, termasuk Mesir dan Senegal, kini mulai mempertimbangkan kembali dukungan mereka terhadap pria berusia 56 tahun tersebut.
Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai membekuk Norwegia 2-1 melalui extra time pada perempat final di Hard Rock Stadium, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2026) dini hari WIB.
Dua gol Jude Bellingham menjadi pembeda. Gelandang itu menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama lalu memastikan kemenangan pada perpanjangan waktu.
Hasil ini mengakhiri dongeng Norwegia di turnamen. Pasukan Thomas Tuchel kini menunggu pemenang Argentina melawan Swiss yang baru berlangsung beberapa jam mendatang.
Laga berjalan hati-hati di awal. Peluang bersih baru hadir setelah menit ke-20, sebelum drama berlangsung hingga tambahan waktu.
Babak Pertama: Norwegia Memimpin, Inggris Menjawab
Kedua tim membuka pertandingan dengan tempo terukur sehingga minim peluang pada 20 menit awal. Inggris memiliki kesempatan pertama pada menit 28 melalui tendangan bebas Harry Kane yang masih meleset.
Tak lama berselang, Norwegia membalas lewat Erling Haaland. Sundulannya mengarah tepat sasaran tetapi mampu diamankan Jordan Pickford.
Tim Skandinavia unggul lebih dahulu pada menit 36. Tendangan Andreas Schjelderup dari sudut sempit gagal dibendung Pickford, membentur tiang jauh lalu bergulir masuk.
Norwegia hampir menggandakan skor ketika tembakan Alexander Sortloth melayang tipis di atas mistar gawang Inggris.
Inggris menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama. Jude Bellingham menyambar umpan tarik winger Anthony Gordon untuk membuat skor 1-1.
Beberapa detik jelang jeda, Harry Kane sempat menceploskan bola untuk membalikkan keadaan. Namun wasit menganulir karena offside. Interval berakhir 1-1.
Babak Kedua: Tekanan Skandinavia, VAR, dan Perubahan Tuchel
Selepas turun minum, Norwegia masih berbahaya. Pada menit 53, sundulan Erling Haaland memaksa Pickford melakukan penyelamatan krusial.
Dua menit kemudian, kiper Inggris kembali sigap menggagalkan upaya Patrick Berg dari jarak menengah.
Norwegia sempat merayakan gol pada menit 56 saat Torbjorn Lysaker Heggem menyambar bola kemelut di kotak penalti. Setelah meninjau VAR, wasit menganulir karena Haaland melakukan pelanggaran kepada Elliot Anderson dalam prosesnya.
Inggris kesulitan menciptakan peluang bersih di paruh kedua. Thomas Tuchel memasukkan Eberechi Eze dan Bukayo Saka, tetapi perubahan itu belum langsung berdampak.
Norwegia lebih menguasai permainan dan nyaris unggul lagi pada menit 76. Sundulan David Wolfe sudah tak terjangkau Pickford, namun bola membentur mistar.
Sampai 90 menit, skor 1-1 tak berubah dan laga dilanjutkan ke extra time.
Extra Time: Brace Bellingham Menentukan, Upaya Norwegia Mentok
Memasuki perpanjangan waktu, Inggris tancap gas. Pada menit 93, peluang Harry Kane ditepis Orjan Nyland.
Beberapa saat kemudian, Nyland tak sempurna menepis tendangan jarak jauh Morgan Rogers. Bola muntah langsung disontek Jude Bellingham untuk membawa Inggris berbalik unggul 2-1.
Menit 99, wasit sempat menunjuk titik putih untuk Inggris usai duel Oscar Bobb dengan Djed Spence. Keputusan itu dibatalkan setelah peninjauan VAR.
Norwegia merespons lewat dua kesempatan, masing-masing melalui sepakan Antonio Nusa yang diblok Marc Guehi dan tembakan Patrick Berg yang meleset.
Inggris juga punya dua peluang untuk menjauh. Nyland melakukan dua tepisan beruntun untuk menggagalkan usaha Spence dan sambaran Bukayo Saka.
Pelatih Stale Solbakken mengambil keputusan berani dengan menarik Erling Haaland pada menit 106 dan memasukkan Jorgen Larsen. Haaland mati kutu di laga ini oleh Guehi, dan perjudian tersebut tidak membuahkan hasil.
Sampai peluit panjang, Norwegia tak mampu menyamakan skor. Inggris menang 2-1 dan memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026, menanti pemenang Argentina vs Swiss.
Susunan Pemain dan Pergantian
Norwegia: Orjan Nyland; Julian Ryerson (Aursnes 60′), Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem (Ostigard 91′), David Wolfe (Pedersen 90′); Sander Berge, Martin Odegaard, Patrick Berg, Alexander Sorloth, Andreas Schjelderup (Nusa 68′); Erling Haaland (Larsen 106′) Inggris: Jordan Pickford; Ezri Konsa (Rogers 89′), John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elija Anderson, Declan Rice (Eze 46′), Jude Bellingham (Burn 111′); Noni Madueke (Saka 46′), Anthony Gordon (James 71′), Harry Kane.
Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.
Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.
Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.
Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.
Bola Kena Kabel
Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.
Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.
Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.
Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming
Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.
Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.
Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum
Laga Berikutnya
Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.
LARISBOLA – Timnas Inggris memastikan diri jadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapatkan setelah The Three Lions mengalahkan Norwegia dengan skor 1-2 di babak perempat final.
Di laga ini, Norwegia unggul berkat gol Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan beberapa menit berselang. Laga dilanjutkan hingga babak tambahan waktu dan Bellingham berhasil mencetak gol kemenangan Inggris di laga ini.
Berkat kemenangan ini, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga Swiss vs Argentina di partai semifinal nanti.
Babak Pertama
Pertandingan yang digelar di Miami Stadium ini berjalan dengan seru. Di awal laga, Inggris mencoba mengambil inisiatif untuk menyerang ke gawang Norwegia.
Namun pertandingan ini berjalan cukup alot di 15 menit awal pertandingan. Tempo pertandingan yang relatif lambat membuat Inggris kesulitan menembus pertahanan Norwegia yang tampil disiplin di laga ini.
Peluang berbahaya pertama di laga ini datang di menit ke-23, di mana Nico O’Reilly berhasil mengelabuhi bek Norwegia dan melepaskan umpan terukur, namun tidak ada satupun pemain Inggris yang berada di tengah untuk menyambut umpan itu.
Norwegia yang tampil disiplin sesekali melepaskan peluang ke gawang Inggris. Salah satunya ketika Erling Haaland menanduk bola ke gawang Tiga Singa namun bola berhasil diamankan Pickford.
Di menit ke-36, Norwegia sukses membobol gawang Inggris. Schjelderup melepaskan tembakan dari sisi kiri gawang Inggris yang gagal dihalau oleh Pickford sehingga menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Norwegia.
Gol tersebut membuat Norwegia semakin bersemangat. Alexander Sorloth dan Martin Odegaard nyaris membobol gawang Inggris, namun Jordan Pickford dengan sigap menyelamatkan gawang Inggris dari kebobolan gol kedua.
Memasuki injury time babak pertama, Inggris menyamakan kedudukan. Berawal dari pergerakan Gordon di sisi kiri, sang winger melepaskan umpan tarik yang diterima Bellingham. Sang gelandang mengontrol bola, membawa bola masuk dekat gawang lalu melepaskan tembakan mendatar yang berhasil masuk ke gawang Norwegia.
Tidak lama kemudian, pendukung Inggris bersorak gembira ketika Harry Kane membobol gawang Norwegia. Namun wasit menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berada dalam posisi offside. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel membuat dua pergantian pemain. Eberechi Eze dan Bukayo Saka masuk menggantikan Declan Rice dan Anthony Gordon.
Pertandingan di babak kedua ini berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Sejak awal laga, kedua tim sama-sama tancap gas untuk mencetak gol kemenangan di laga ini.
Di menit ke-54, pendukung Norwegia bersorak gembira setelah Heggem sukses membobol gawang Inggris memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok. Namun sayang VAR menganulir gol tersebut karena sang bek sudah berada dalam posisi offside.
Tekanan terus diberikan Norwegia kepada Inggris. Di menit ke-76, Kristoff Ajer nyaris mencetak gol kedua Norwegia andai sundulannya tidak menghantam mistar gawang Inggris. Sementara beberapa menit berselang, Antonio Nusa mengancam gawang Inggris melalui tembakannya yang berhasil diamankan oleh Pickford.
Inggris benar-benar kesulitan untuk keluar dari tekanan tersebut. Anak asuh Thomas Tuchel itu bertahan dengan rapat dan susah untuk mengembangkan permainan mereka.
Hingga babak kedua berakhir, skor masih sama kuat 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Babak Tambahan Waktu
Di babak tambahan waktu, Inggris tampil lebih agresif. Mereka langsung menekan pertahanan Norwegia di masa tambahan waktu ini.
Baru tiga menit laga berjalan, Inggris membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Berawal dari Nyland yang menepis tendangan jarak jauh Rogers, bola muntah disambar oleh Bellingham menjadi gol. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan Inggris.
Tidak lama berselang, Inggris mendapatkan hadiah penalti dari wasit setelah Djed Spence dijatuhkan di kotak penalti. Namun VAR menganulir keputusan itu karena sang bek dianggap melakukan diving di kotak terlarang. Skor 2-1 menutup tambahan waktu pertama di laga ini.
Di babak tambahan waktu kedua, pertandingan berlangsung sengit. Norwegia di sisa-sisa tenaga terakhir mereka mencoba untuk menyamakan kedudukan.
Inggris berhasil menahan gempuran Norwegia sehingga keunggulan 2-1 mereka bertahan saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.