
BOLADONESIA – Perseteruan Kylian Mbappe dengan senator Paraguay, Celeste Amarilla, sepertinya tidak akan berakhir cepat. Pasalnya, perseteruan itu malah menajam. Terbaru, Amarilla kembali melancarkan serangan kepada kapten timnas Prancis tersebut lewat pernyataan tegas dalam pernyataan tertulis di media sosial dan pernyataan lisan pada sebuah konferensi pers.
Amarilla tak terima dilabeli sebagai wanita keji dan rasis. Dia tak merasa seperti itu walaupun unggahan di media sosialnya dinilai banyak pihak bernada rasialisme. Dia meminta penyerang Real Madrid itu menarik kata-katanya dan meminta maaf kepada dirinya atas tuduhan miring tersebut. Bahkan, dia siap menyeret Mbappe ke meja hijau.

“Saya tak menoleransi penghinaanmu. Kamu tak kenal saya. Kamu tak tahu siapa saya dan kamu tak punya hak untuk mengatakan saya wanita keji, tak pantas berada di posisi yang saya tempati,” kata Celeste Amarilla seperti dikutip IDNEWS.TOP dari unggahan di media sosialnya. “Saya tak akan menarik kata-kata saya dan mungkin akan mengambil langkah hukum atas kekerasan berbasis gender.”
Dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip Le Figaro, dia bahkan mengancam Kylian Mbappe. “Biarkan dia membaca pesan saya. Saya menulis dalam bahasa Prancis dan Spanyol. Itu pun jika dia dapat membaca. Saya ingin mengatakan kepada dia, hati-hati dengan orang Paraguay! Jangan macam-macam, Mbappe! Kami sudah pernah menjebloskan Ronaldinho ke penjara. Jangan remehkan kami!” ucap dia.
Pembelaan untuk Kylian Mbappe
Menariknya, Celeste Amarilla dalam unggahan yang menanggapi cuitan Kylian Mbappe mengaku telah menghapus unggahan awalnya. Dia mengaku menyesal telah menulis kalimat-kalimat yang bernada menghina dengan menyebut luapan emosi dari darah campuran dalam dirinya sebagai apologi. Dia menilai tindakannya itu patut dibalas dengan permintaan maaf dari sang kapten Prancis.
Pada pernyataan tertulis yang diunggah lewat akun media sosialnya, Amarilla juga menegaskan, ini adalah persoalan dirinya dengan Mbappe semata, bukan dengan Prancis secara umum. Hal itu secara tidak langsung adalah respons terhadap langkah pemerintah Prancis dan Asosiasi Sepak Bola Prancis yang tegas-tegas membela Mbappe.

“Gol lain dari Kylian Mbappe. Kali ini melawan rasialisme,” ujar Presiden Emmanuel Macron menanggapi cuitan Mbappe yang menyerang balik Amarilla. “Saya mendukung penuh. Ketika ada kata-kata yang mencemarkan nama baik, nilai-nilai kami bereaksi: martabat, respek, dan persauadaran.”
Sementara itu, jaksa Paris dikabarkan telah membuka penyeledikan terhadap kasus tersebut. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut pernyataan Amarillabisa dijatuhi hukuman 1 tahun penjaran dan denda 45.000 euro. Mengenai hal itu, Amarilla balik menantang. Dia menyebut baik FFF maupun pemerintan Prancis tak bisa menuntut karena ini masalah pribadinya dengan Mbappe.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)













