25 Oktober 2026

By: LARISBOLA

LARISBOLA – Juventus merespons kekalahan 2-3 dari Sassuolo dengan kemenangan telak 5-0 atas NEC Nijmegen pada matchday pertama Liga Europa 2026-27. Bermain di Allianz Stadium, Jumat (18/9/2026) dini hari WIB, tuan rumah tampil efektif sejak awal laga.

Lima pemain berbeda mencetak gol dalam kemenangan di fase liga tersebut. Nico Gonzalez, Kerim Alajbegovic, Nick Woltemade, Zeki Celik, dan Randal Kolo Muani bergantian membobol gawang NEC.

Hasil ini menjadi awal yang meyakinkan bagi Bianconeri di fase liga Liga Europa. Selain kemenangan besar, tiga gol di antaranya menjadi catatan perdana bagi pemain yang mencetaknya bersama klub.

Nico Gonzalez Buka Keunggulan

Juventus membuka skor ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Kiper NEC, Nikolas Polster, keluar dari sarangnya untuk menyambut umpan panjang Kamil Grabara, tetapi gagal membaca arah bola.

Nico Gonzalez memanfaatkan kesalahan tersebut dengan melewati Polster sebelum memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong. Grabara yang menjalani debut bersama Juventus pun tercatat memberikan kontribusi lewat umpan panjangnya.

NEC kemudian berusaha mengimbangi permainan tuan rumah. Namun, Juventus mampu menjaga keunggulan dan kembali mencetak gol pada menit ke-24 melalui Alajbegovic.

Lima Gol Dari Lima Pemain

Weston McKennie membawa bola ke depan sebelum mengirim umpan mendatar ke tepi kotak penalti. Alajbegovic menyambutnya dengan tembakan keras ke sudut atas untuk mencatatkan gol pertamanya sejak bergabung pada musim panas.

Sepuluh menit kemudian, Juventus mendapatkan hadiah penalti setelah Almugera Kabar menjatuhkan Gonzalez di kotak terlarang. Woltemade menjalankan tugasnya dengan baik dan mengecoh Polster untuk membawa tuan rumah unggul 3-0.

NEC sebenarnya tidak bermain pasif. Mereka mencatat tujuh tembakan berbanding lima milik Juventus hingga turun minum dan sempat menguasai 67 persen bola pada 15 menit awal babak kedua.

Kolo Muani Lengkapi Pesta

Penampilan Grabara menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Juventus menjaga gawang tetap bersih. Kiper Polandia itu beberapa kali menghadapi ancaman Ayodele Thomas, tetapi NEC tidak mampu memanfaatkannya.

Pergantian pemain turut dilakukan Luciano Spalletti untuk menjaga intensitas permainan. Gleison Bremer, Francisco Conceicao, dan Teun Koopmeiners masuk secara bertahap, sementara McKennie mendapat kesempatan beristirahat setelah baru kembali dari cedera.

Kolo Muani kemudian memberikan dampak cepat setelah masuk menggantikan Alajbegovic. Empat menit berselang, penyerang Prancis itu melewati Tobias Storm lalu mengirim umpan tarik yang diselesaikan Zeki Celik pada menit ke-75.

Kolo Muani lantas mencetak gol sendiri pada menit ke-82 setelah menerima umpan Jhon Lucumi. Polster kembali keluar dari kotak penalti dan Kolo Muani memanfaatkan situasi tersebut untuk mengunci kemenangan 5-0.

Klasemen

TeamMW-/+P
1Juventus1153
2Crystal Palace1143
3Sparta Praha1133
4Besiktas1133
5Union St. Gilloise1133
6Ferencvarosi TC1123
7Benfica1123
8Bayer Leverkusen1123
9OFI1123
10Bournemouth1113

LARISBOLA – Man Utd menelan pil pahit di Old Trafford setelah kalah 2-3 dari Brighton pada putaran ketiga Carabao Cup 2026-27, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Keunggulan dua gol yang dibangun cepat justru sirna setelah Brighton mencetak tiga gol balasan.

Shea Lacey dan Mason Mount membawa tuan rumah unggul pada menit kedelapan dan ke-10. Namun, Charalambos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper membalikkan keadaan untuk Brighton.

Youri Tielemans menjadi salah satu pemain terbaik Manchester United dengan rating 7,9 setelah menyumbangkan assist dan tampil kuat dalam duel bertahan. Shea Lacey juga mencuri perhatian berkat gol senior pertamanya, sedangkan lini belakang United kembali menjadi titik lemah.

Kiper dan Lini Belakang Man Utd

Karl Darlow — 5,4: Terlambat bereaksi terhadap gol Pascal Gross dan seharusnya bisa berbuat lebih baik saat Kostoulas mencetak gol. Namun, ia minim bantuan dari lini belakang.

Diogo Dalot — 6,0: Melakukan sapuan terburu-buru yang justru mengarah kepada pemain Brighton sebelum gol penyama kedudukan. Ia juga kehilangan penjagaan pada gol ketiga Brighton.

Leny Yoro — 5,8: Tampil cukup solid sebelum permainan United runtuh pada fase akhir pertandingan. Ia terlihat membutuhkan sosok berpengalaman di sampingnya.

Ayden Heaven — 6,1: Kembali melakukan kesalahan yang berujung pada ancaman bagi United. Ia terlalu pasif ketika Kostoulas bersiap melepaskan tembakan dan kembali kehilangan fokus pada gol ketiga.

Noussair Mazraoui — 6,1: Gagal mengantisipasi situasi sebelum gol Kostoulas. Ia juga tidak cukup dekat untuk membantu Heaven ketika Brighton membangun serangan.

Lini Tengah Man Utd

Andrey Santos — 7,3: Bekerja keras sepanjang pertandingan dan mencakup area luas di lini tengah. Namun, ia tidak cukup mampu menenangkan permainan ketika Brighton mulai mengambil kendali.

Youri Tielemans — 7,9: Menjadi kapten sekaligus menyumbangkan assist. Kontribusinya dalam bertahan juga sangat penting melalui beberapa tekel yang dilakukan pada waktu tepat.

Lini Depan Man Utd

Shea Lacey — 7,8: Memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk mencetak gol pertamanya bersama tim senior. Kaki kirinya menjadi sumber ancaman bagi Brighton.

Mason Mount — 7,3: Berhasil mencetak gol yang sangat dibutuhkan setelah United unggul cepat. Akan tetapi, pengaruhnya menurun setelah gol tersebut.

Marcus Rashford — 7,2: Tembakannya memaksa kiper Brighton melakukan penyelamatan yang kemudian menghasilkan peluang bagi Mount. Ia juga memiliki kesempatan menyamakan skor pada menit ke-77, tetapi gagal menaklukkan Jason Steele.

Benjamin Sesko — 6,2: Tidak banyak memberikan pengaruh pada babak pertama dan kehilangan bola dalam proses terciptanya gol pertama Brighton. Ia juga gagal mempertahankan bola dalam rangkaian serangan yang menghasilkan gol kedua tim tamu.

Pemain Pengganti Man Utd

Kobbie Mainoo — 6,6: Masuk pada menit ke-66, tetapi belum mampu membantu United mengendalikan kembali permainan.

Bruno Fernandes — 6,6: Baru masuk pada menit ke-73 sehingga waktunya terbatas untuk mengubah arah pertandingan.

Matheus Cunha — 6,9: Masuk pada menit ke-80 dan belum mampu menghasilkan perubahan berarti hingga laga berakhir.

Bryan Mbeumo — 6,0: Bermain selama 34 menit, tetapi tidak mencatatkan satu pun tembakan.

Joshua Zirkzee — 5,8: Kesulitan mengikuti tempo pertandingan setelah masuk menggantikan Sesko. Ia juga beberapa kali kehilangan penguasaan bola.

Rangkuman Rating Pemain Man Utd

  • Kiper: Karl Darlow (5,4)
  • Bek: Diogo Dalot (6,0), Leny Yoro (5,8), Ayden Heaven (6,1), Noussair Mazraoui (6,1)
  • Gelandang: Andrey Santos (7,3), Youri Tielemans (7,9)
  • Penyerang: Shea Lacey (7,8), Mason Mount (7,3), Marcus Rashford (7,2), Benjamin Sesko (6,2)
  • Pemain pengganti: Joshua Zirkzee (5,8), Kobbie Mainoo (6,6), Bryan Mbeumo (6,0), Bruno Fernandes (6,6), Matheus Cunha (6,9)

LARISBOLA – Nico Paz menikmati malam istimewa saat Como menghancurkan RB Leipzig 4-1 pada debut mereka di Liga Champions. Kemenangan tersebut menjadi pembuka sempurna bagi klub Italia itu di panggung Eropa sekaligus membuktikan alasan sang gelandang memilih bertahan.

Como tampil tanpa rasa gentar di Stadio Sinigaglia yang baru direnovasi untuk memenuhi standar UEFA. Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone menjadi pencetak gol dalam kemenangan bersejarah tersebut.

Bagi Nico Paz, pertandingan ini menjadi jawaban atas keputusan untuk melanjutkan karier bersama Como. Ia merasa malam seperti inilah yang sejak awal ingin dirasakan setelah memilih bertahan di klub tersebut.

Nico Paz Tegaskan Pilihan Bertahan

Nico Paz mengaku sangat menikmati atmosfer pertandingan bersejarah tersebut. Ia juga merasa bahagia karena keputusan untuk bertahan di Como akhirnya menghadirkan malam yang selama ini ia bayangkan.

“Ini adalah malam yang bersejarah, kami menjalani pertandingan luar biasa. Kami sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan ini dan sangat bahagia,” ujar Nico Paz kepada Sky Sport Italia.

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk tetap berada di Como. “Saya bertahan untuk malam-malam seperti ini, saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling banyak dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya membuat pilihan yang tepat.”

Baturina Jadi Kunci Serangan Como

Como menunjukkan kualitas mereka melalui permainan menyerang yang efektif sejak awal pertandingan. Baturina membuka keunggulan sebelum memberikan assist untuk gol Douvikas, sedangkan Diao dan Perrone melengkapi kemenangan setelah jeda.

Nico Paz memberikan apresiasi khusus kepada Baturina yang tampil menentukan dalam pertandingan tersebut. “Baturina adalah pemain luar biasa, dia melihat ruang yang bisa digunakan untuk menyakiti Leipzig dan melakukan pekerjaan yang luar biasa,” katanya.

Como kemudian harus bermain lebih bertahan setelah unggul 3-1 pada babak kedua. Nico Paz tetap memberikan kontribusi penting melalui assist pada menit-menit akhir meski tenaganya mulai terkuras.

Tetap Berjuang Meski Dikawal Ketat

Nico Paz mengakui Leipzig memberikan perhatian khusus sepanjang pertandingan. Pemain Argentina itu bahkan terus mendapat pengawalan dari salah satu pemain lawan sehingga ruang geraknya menjadi lebih terbatas.

“Pertandingan ini sulit karena saya terus dikawal oleh pemain nomor 27 sepanjang laga. Hal itu membuka ruang bagi rekan-rekan setim saya,” ujar Nico Paz.

Ia juga mengakui belum tampil dalam kondisi terbaik dan masih bisa meningkatkan performanya. “Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi setelah jeda saya sedikit lebih sering mendapatkannya. Tentu saja, saya selalu bisa tampil lebih baik.”

Kemenangan atas Leipzig membuat Como menjadi satu-satunya tim Italia yang meraih tiga poin pada matchday pertama Liga Champions. Inter dan Napoli menelan kekalahan, sedangkan Roma bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.

LARISBOLA – Gol kemenangan Erling Haaland dalam Derby Manchester ternyata seharusnya tidak disahkan. Badan wasit Pro Ref mengakui adanya “error of judgement” atau kesalahan penilaian dalam keputusan VAR yang membuat gol tersebut tetap disahkan.

Manchester City menang 1-0 atas Manchester United di Old Trafford pada Minggu (13/9) meski hanya bermain dengan 10 pemain. Haaland mencetak gol pada menit ke-60 setelah Phil Foden lebih dulu mendapat kartu merah pada babak pertama.

Haaland sempat dinyatakan offside ketika menyambar bola hasil umpan silang Josko Gvardiol yang membentur pemain lawan dari sisi kiri. Setelah pemeriksaan VAR yang cukup lama, gol akhirnya disahkan karena teknologi semiotomatis menunjukkan posisi Haaland sejajar dengan kaki Patrick Dorgu.

Namun, terdapat persoalan lain dalam proses terjadinya gol tersebut. Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan terlihat melakukan gerakan untuk menyambut bola, tetapi gol tetap disahkan karena ia tidak menyentuh bola.

Pro Ref Akui VAR Salah Menilai Posisi Fernandez

Premier League Match Centre sebelumnya menjelaskan bahwa tidak adanya sentuhan Fernandez terhadap bola membuat pelanggaran offside tersebut bersifat subjektif. Bek Manchester United Lisandro Martinez menilai keputusan tersebut sebagai sebuah “injustice” atau ketidakadilan.

Beberapa jam setelah pertandingan berakhir, Pro Ref mengakui bahwa VAR seharusnya merekomendasikan tinjauan langsung oleh wasit. Menurut badan tersebut, posisi Fernandez berpotensi memberikan dampak terhadap jalannya permainan meski ia tidak menyentuh bola.

“Keputusan di lapangan adalah offside terhadap Erling Haaland – hal tersebut diperiksa oleh VAR dan dia dinyatakan berada dalam posisi onside,” kata juru bicara Pro Ref. “Dalam serangan yang sama, ditetapkan bahwa Enzo Fernandez tidak memainkan bola dan karena itu pelanggaran offside apa pun bersifat subjektif, tetapi pada kesempatan ini VAR tidak mengenali kemungkinan dampak dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan tinjauan di lapangan.”

Pro Ref juga telah menghubungi Manchester United terkait keputusan tersebut. “Kami telah menghubungi Manchester United malam ini untuk mengakui apa yang kami anggap sebagai kesalahan penilaian. Peninjauan terhadap insiden tersebut akan dilakukan,” lanjut juru bicara Pro Ref.

Fernandez Dinilai Mengganggu Martinez

Dalam aturan offside, pemain yang berada dalam posisi offside dapat dihukum apabila menghalangi lawan memainkan atau memiliki kemampuan untuk memainkan bola. Pelanggaran juga dapat terjadi jika pemain menantang lawan, berusaha memainkan bola yang berada di dekatnya dan memengaruhi lawan, atau melakukan tindakan yang berdampak jelas terhadap kemampuan lawan memainkan bola.

Fernandez berada di antara Lisandro Martinez dan Haaland ketika umpan silang Gvardiol mengarah ke tiang jauh. Karena itu, terdapat argumen kuat bahwa gerakan Fernandez telah mengganggu Martinez dalam upayanya mengantisipasi bola.

Tanpa keberadaan Fernandez di dalam kotak penalti, Martinez diperkirakan bisa mencoba menghalau umpan silang tersebut. Kiper Manchester United Senne Lammens juga berpeluang keluar untuk mengamankan bola jika Fernandez tidak berada di area tersebut.

LARISBOLA – Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners membawa pulang tiga poin penting.

Arsenal memiliki beberapa peluang untuk membuka keunggulan pada babak pertama melalui Bukayo Saka dan Kai Havertz. Namun, Sunderland justru mendapatkan penalti setelah Ezri Konsa dinilai melakukan pelanggaran terhadap Dan Ballard.

David Raya kemudian menjadi penyelamat Arsenal dengan menggagalkan eksekusi penalti Enzo Le Fee. Tidak lama berselang, Bruno Guimaraes membawa Arsenal unggul lewat tembakan indah dari luar kotak penalti.

Arsenal harus bekerja keras mempertahankan keunggulan hingga pertandingan memasuki waktu tambahan. Saka akhirnya memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti pada menit ke-96 setelah Arsenal mendapatkan hadiah tendangan 12 pas.

Berikut ini rapor pemain Arsenal saat menang atas Sunderland:

Kiper dan Bek

David Raya – 9

David Raya tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Enzo Le Fee melalui penyelamatan ke sisi kiri bawah gawang. Ia juga kembali melakukan penyelamatan penting pada akhir pertandingan untuk memastikan Arsenal tetap unggul.

Ben White – 4

Ben White menjalani babak pertama yang sulit karena beberapa kali kesulitan menghadapi pergerakan Nilson Angulo. Ia kemudian ditarik keluar saat jeda setelah mengalami masalah pada bagian pangkal paha.

Ezri Konsa – 7

Ezri Konsa menjadi penyebab Sunderland mendapatkan penalti pada babak pertama. Ia tetap tampil cukup baik secara keseluruhan dan beruntung penalti tersebut berhasil digagalkan Raya.

Gabriel – 8

Gabriel menunjukkan semangat besar pada fase akhir pertandingan ketika Arsenal berusaha mempertahankan keunggulan. Ia melakukan sejumlah aksi penting dan tampil penuh determinasi untuk membantu tim mengamankan kemenangan.

Riccardo Calafiori – 7

Riccardo Calafiori aktif bergerak di berbagai area lapangan sepanjang pertandingan. Ia juga menunjukkan keberanian dengan berusaha menghentikan berbagai ancaman Sunderland pada fase akhir laga.

Gelandang

Declan Rice – 8

Declan Rice mengirimkan umpan apik kepada Saka pada babak pertama dan menunjukkan visi yang sangat baik saat melihat posisi Bruno Guimaraes. Ia juga tampil kuat dalam bertahan dan memberikan kontribusi penting dalam permainan Arsenal.

Myles Lewis-Skelly – 4

Myles Lewis-Skelly kesulitan memberikan dampak pada babak pertama. Ia beberapa kali kehilangan penguasaan bola dan kurang cepat mengambil keputusan sehingga ditarik keluar saat jeda.

Martin Odegaard – 8

Martin Odegaard tampil sangat baik dan layak mendapatkan setidaknya satu assist dalam pertandingan ini. Ia juga memberikan umpan yang membuka peluang Saka pada babak kedua.

Penyerang

Bukayo Saka – 7

Bukayo Saka sempat membuang peluang pada awal pertandingan dan kemudian gagal menaklukkan kiper Sunderland dalam situasi satu lawan satu. Ia menebus kesalahannya dengan memenangkan penalti pada akhir laga dan mengeksekusinya untuk memastikan kemenangan Arsenal.

Kai Havertz – 6

Kai Havertz mendapatkan peluang bagus setelah menerima umpan tarik dari Odegaard. Ia gagal menyelesaikan kesempatan tersebut dengan baik, meski tetap bekerja keras sepanjang pertandingan.

Christos Tzolis – 6

Christos Tzolis tidak terlalu efektif dalam memberikan ancaman dari sisi serangan. Ia tetap memberikan kontribusi penting secara defensif melalui tekel dan duel perebutan bola.

LARISBOLA – Inter Miami kembali terpeleset di lanjutan MLS 2026. Berhadapan dengan Atlanta United, The Herons ditahan imbang dengan skor 2-2.

Inter Miami unggul terlebih dahulu berkat gol Casemiro dan Luis Suarez. Namun Atlanta United mampu menyamakan kedudukan berkat gol Miguel Almiron dan penalti Breel Embolo.

Berkat hasil ini, Inter Miami tertahan di peringkat kedua wilayah timur MLS dengan raihan 43 poin. Sementara hasil ini membuat Atlanta naik satu peringkat ke peringkat 14 klasemen wilayah timur MLS dengan raihan 22 poin.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan ini sempat tertunda akibat hujan deras dan badai petir. Namun pertandingan bisa dimulai satu setengah jam setelah jadwal awal.

Pertandingan antara kedua tim ini berlangsung seru. Inter Miami selaku tuan rumah mengambil inisiatif serangan dan mencoba untuk menyerang gawang sang tamu. Sementara Atlanta United bermain cukup disiplin dan sesekali melepaskan serangan balik.

Di menit ke-32, Inter Miami akhirnya memecahkan kebuntuan. Sepak pojok Messi ditanduk dengan sempurna oleh Casemiro menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Inter Miami.

Namun sayang keunggulan Inter Miami itu tidak berlangsung lama. Tiga menit berselang, Miguel Almiron berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah ia berhasil memanfaatkan tangkapan St.Clair yang tidak sempurna lalu menyambar bola jadi gol.

Di penghujung babak pertama, Inter Miami berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Menerima umpan dari Segovia, Luis Suarez menggiring bola ke kotak penalti lalu melepaskan tembakan mendatar yang masuk ke gawang Atlanta. Skor 2-1 menutup jalannya babak pertama.

Di babak kedua pertandingan berjalan sengit. Atlanta bermain lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan dari Inter Miami.

Di menit ke-72, Atlanta United mendapatkan hadiah penalti setelah Miguel Almiron dijatuhkan di kotak terlarang. Sang gelandang sendiri yang mengambil penalti tersebut, namun arah eksekusi penaltinya dibaca dengan sempurna oleh St.Clair.

Di menit ke-87, Atlanta lagi-lagi mendapatkan hadiah penalti. Kali ini, Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor sukses melakukan tugasnya dengan baik sehingga skor kembali sama kuat 2-2.

Di sisa pertandingan kedua tim sama-sama mencoba untuk menambah gol. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan untuk kedua tim.

Susunan Pemain Kedua Tim

Inter Miami (4-3-3): St.Clair; Caicedo, Falcon, Casemiro, Fray; Segovia, Bright, De Paul; Suarez, Beltrame, Messi

Pelatih: Guillermo Angel Hoyos

Atlanta United (4-2-3-1): Hoyos; Baez, Alonso, Diaz, Jacob; Reilly, Sanchez; Almiron, Muyumba, Miranchuk; Embolo

Pelatih: Gerardo Martino

LARISBOLA : Manchester United mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan. Bermain di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Setan Merah mengalahkan Sabah FK dengan skor telak 4-0.

Matheus Cunha membuka keunggulan Manchester United pada menit ke-27 setelah menerima umpan dari Patrick Dorgu. Bruno Fernandes kemudian menggandakan keunggulan Setan Merah melalui penyelesaian jarak dekat.

Benjamin Sesko mencetak gol ketiga Manchester United menjelang babak pertama berakhir. Lisandro Martinez kemudian melengkapi pesta gol tuan rumah sekaligus mencetak gol pertamanya di Old Trafford.

Manchester United tampil dominan setelah unggul tiga gol dan mampu mempertahankan kendali permainan hingga laga berakhir. Hasil ini menjadi modal positif bagi Setan Merah sebelum menghadapi Manchester City dalam derby Liga Inggris akhir pekan ini.

Berikut ini rapor pemain Manchester United saat menang telak atas Sabah FK:

Kiper dan Bek

Senne Lammens – 8

Senne Lammens menjaga gawang Manchester United dengan baik dan berhasil mencatat clean sheet. Ia memang tidak terlalu banyak mendapat ancaman, tetapi penampilannya menjadi respons positif setelah hasil imbang dramatis melawan Everton.

Noussair Mazraoui – 8

Noussair Mazraoui tampil solid dalam menjaga pertahanan Manchester United. Ia memang tidak banyak mendapat pekerjaan berat karena Sabah FK tidak memberikan ancaman berarti, tetapi ia turut membantu tim mencatat clean sheet.

Leny Yoro – 9

Leny Yoro tampil tenang dan meyakinkan di lini belakang Manchester United. Ia menunjukkan kematangan dalam mengawal pertahanan meski baru berusia 20 tahun dan mendapat kepercayaan bermain dibanding Harry Maguire.

Lisandro Martinez – 10

Lisandro Martinez menjalani malam yang sangat baik dengan membantu Manchester United mencatat clean sheet. Ia juga mencetak gol pertamanya di Old Trafford dan tampil percaya diri setelah sebelumnya kerap diganggu masalah cedera.

Patrick Dorgu – 9

Patrick Dorgu mendapat kesempatan pertama menjadi starter sebagai bek kiri bersama Michael Carrick. Ia tampil baik, memberikan assist untuk gol Cunha, dan menunjukkan bahwa dirinya dapat menjadi solusi bagi kedalaman Manchester United di posisi tersebut.

LARISBOLA – Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai memberikan komentarnya seputar laga Liga Champions pertama melawan Atletico Madrid. Ia mengakui bahwa pertandingan itu berlangsung sengit dan Liverpool tampil luar biasa bisa comeback di laga itu.

Liverpool mengawali perjalanan mereka di Liga Champions musim ini di Anfield pada dini hari tadi. Mereka langsung menghadapi salah satu tim kuat Eropa, Atletico Madrid.

Di pertandingan ini, tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu berkat gol Marcos Llorente. Namun The Reds membalas dengan gol Dominik Szoboszlai dan Alexis Mac Allister sehingga mereka berhasil mengamankan tiga poin di laga ini.

Szoboszlai sendiri lega timnya bisa bangkit dari ketertinggalan di laga ini. “Kami sangat gembira bisa memenangkan pertandingan ini,” buka Szoboszlai kepada TNT Sports.

Usaha Keras Membuahkan Hasil

Menurut Szoboszlai, tertinggal lebih dahulu melawan tim seperti Atletico selalu merepotkan. Namun ia menyebut skuad The Reds benar-benar bekerja keras sehingga mereka bisa memenangkan laga ini.

“Malam Liga Champions selalu menjadi malam yang spesial. Hari ini kami sempat terpeleset, namun kami berhasil bangkit dan memainkan pertandingan yang bagus,” sambung Szoboszlai.

“Saya benar-benar senang dengan hasil yang kami dapatkan hari ini dan saya tentu senang bisa mencetak gol. Kami benar-benar bekerja sangat keras untuk bisa memenangkan pertandingan ini.”

Laga yang Sulit

Lebih lanjut, Szoboszlai juga memberikan pujiannya kepada Atletico Madrid. Meski berstatus sebagai tim tamu, mereka tampil berani di Anfield dan memberikan perlawanan yang sangat sengit untuk timnya di laga ini.

“Sepanjang pertandingan tadi ada banyak pasang dan surut. Mereka (Atletico Madrid) adalah tim yang bagus dan mereka bermain dengan baik tadi,” sambung sang gelandang.

“Namun saya rasa kami juga memiliki tim yang tidak kalah bagus. Jadi duel tadi berjalan sama kuat, namun kami telah memberikan segala yang kami punya dan kami memenangkan laga itu,” pungkasnya.

Laga Berikutnya

Liverpool baru akan memainkan pertandingan kedua mereka di Liga Champions pada bulan depan.

Mereka akan berhadapan dengan LASK di bulan Oktober nanti dan mereka bertekad untuk mengamankan tiga poin di pertandingan ini.

LARISBOLA – Jose Mourinho mendapat kejutan unik dalam sesi konferensi pers jelang duel Real Madrid kontra Inter Milan di Liga Champions 2026/2027. Pelatih asal Portugal itu menerima sebuah alat penyiram taman atau sprinkler dari jurnalis Italia.

Hadiah tersebut bukan sekadar gurauan biasa. Sprinkler itu merujuk pada salah satu momen paling ikonik dalam perjalanan Mourinho bersama Inter Milan di Liga Champions 2010.

Mourinho akan memimpin Real Madrid menghadapi mantan klubnya di Stadion Bernabeu pada Rabu (9/9) dini hari WIB. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi pertemuan emosional bagi pelatih yang pernah membawa Inter meraih trofi Liga Champions.

Kenangan Mourinho bersama Inter sangat erat dengan keberhasilan menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2010. Setelah memastikan tiket ke final, para pemain Inter merayakan keberhasilan tersebut di bawah guyuran sprinkler di Camp Nou.

Mourinho Diberi Sprinkler oleh Jurnalis Italia

Jurnalis Italia Tancredi Palmeri sengaja menyiapkan sprinkler untuk diberikan kepada Mourinho. Momen tersebut terjadi ketika Mourinho hendak meninggalkan konferensi pers menjelang pertandingan Real Madrid melawan Inter.

Palmeri sebelumnya sudah mengungkapkan rencananya di depan kamera. Ia menyadari memberikan hadiah tersebut kepada Mourinho bukan perkara mudah, tetapi tetap berusaha mewujudkannya.

“Misi ini sangat sulit, hampir mustahil, untuk memberikan hadiah kepada Mourinho. Memang sulit, tapi kami akan mencobanya,” ujarnya.

Mourinho ternyata menyambut gestur tersebut dengan santai. Ia menerima sprinkler itu dengan senang hati dan berjabat tangan dengan Palmeri sebelum meninggalkan ruangan konferensi pers.

Hadiah tersebut langsung mengingatkan publik pada perayaan Inter setelah menyingkirkan Barcelona pada 2010. Ketika itu, Mourinho dan anak asuhnya merayakan keberhasilan di Camp Nou dengan guyuran sprinkler yang kemudian menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah Liga Champions.

Inter menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions 2010 dengan status sebagai tim yang tidak diunggulkan. Namun, pasukan Mourinho mampu menang 3-1 pada leg pertama di San Siro setelah sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Pedro.

Wesley Sneijder, Maicon, dan Diego Milito menjadi pencetak gol Inter dalam kemenangan tersebut. Pada leg kedua, Inter tampil disiplin dan hanya kebobolan satu gol sehingga lolos ke final dengan kemenangan agregat 3-2.

Mourinho mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan Inter saat menghadapi Barcelona adalah membatasi ruang gerak Lionel Messi. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari konsep “Gabbia” atau semacam penjara untuk membatasi pergerakan bintang Argentina tersebut.

“Ada perpaduan berbagai gagasan, namun pada dasarnya semua berpusat pada upaya mencegah Messi leluasa bermain. Di Italia, mereka menggunakan istilah ‘Gabbia’. Menurut saya, terjemahan yang tepat adalah semacam ‘penjara’ bagi Messi,” ujarnya kepada Coaches’ Voice pada tahun 2019.

LARISBOLA – Laga grande partita antara Juventus vs AC Milan berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus berbagi poin setelah laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

AC Milan unggul terlebih dahulu berkat gol Alphadjo Cisse, namun Federico Gatti berhasil menyelamatkan Juventus dari kekalahan berkat golnya di penghujung laga.

Berkat hasil ini, Juventus turun ke peringkat kelima dengan raihan tujuh poin, sementara AC Milan juga turun ke peringkat empat dengan raihan tujuh poin.

Babak Pertama

Pertandingan yang digelar di Allianz Stadium ini berlangsung dengan tempo sedang. Kedua tim sama-sama masih berhati-hati dalam membangun serangan.

Peluang pertama di laga ini lahir dari tembakan jarak jauh Nico Gonzalez, namun bola masih mengarah tepat ke pelukan Maignan.

Seiring berjalannya laga, Juventus mulai mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka mulai dominan dalam penguasaan bola namun Milan mampu memberikan perlawanan yang sengit.

Beberapa menit kemudian, Conceicao mengancam gawang Milan dengan tembakannya, namun Maignan lagi-lagi mampu mengggagalkan peluang tersebut.

Maignan kembali dipaksa membuat penyelamatan di menit ke-38 untuk menghentikan peluang dari Conceicao yang mendapatkan umpan terukur dari Douglas Luiz.

Hingga babak pertama berakhir, Juventus masih memegang kendali atas jalannya pertandingan namun skor 0-0 tetap bertahan untuk kedua tim.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan masih tidak banyak berubah. Juventus masih memegang kendali atas jalannya pertandingna.

10 menit pasca babak kedua dimulai, Si Nyonya Tua nyaris membuka keunggulan di laga ini andai tembakan roket Conceicao tidak mengenai tiang gawang Rossoneri.

AC Milan yang terus diserang justru menjadi tim yang memecahkan kebuntuan di menit ke-69. Berawal dari skema serangan balik, Chukwueze berhasil memberikan umpan terukur yang diselesaikan Cisse menjadi gol. Tim tamu unggul 0-1 di laga ini.

Gol tersebut membuat Milan semakin percaya diri dalam menyerang. Sementara Juventus yang tertinggal mulai menggenjot serangan mereka untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Usaha Juventus itu membuahkan hasil di masa injury time. Umpan silang Teun Koopmeiners berhasil disambut dengan tandukan Federico Gatti yang sukses membobol gawang Milan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain Kedua Tim

Juventus (4-2-3-1): Vicario; Celik, Lucumi, Bremer, Kalulu; Luiz, Locatelli; Alajbegovic, Gonzalez, Conceicao; Kolo Muani

Pelatih: Luciano Spalletti

AC Milan (3-4-2-1): Maignan; Pavlovic, De Winter, Gila; Estupinan, Musah, Modric, Moreira; Saelemaekers, Rabiot; Ramos

Pelatih: Ruben Amorim

Statistik Pertandingan

Juventus – AC Milan
Goal: 1-1
Total SHots: 13-3
Shots on TargetL 6-1
Posession: 50%-50%
Fouls: 10-11
Offsides: 5-1