BOLADONESIA – Xabi Alonso tak bisa menahan kekecewaan dan kekesalannya setelah Chelsea takluk 0-3 di kandang Brentford pada pekan ke-5 Premier League 2026-27, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. Secara khusus, dia kecewa oleh performa buruk anak-anak asuhnya pada babak kedua.
Dalam lawatan ke Stadion Gtech Community, The Blues memang kebobolan 3 gol pada babak kedua. Jaidon Anthony membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-61. Igor Thiago menggandakan keunggulan The Bees saat laga memasuki menit ke-83. Lalu, Fabio Carvalho mencetak gol penutup pada menit ke-4 added time.
“Saya kecewa dengan babak kedua, kecewa dengan hasil akhir. Bukan begini caranya berkompetisi di Premier League. Kami telah dihukum,” ujar Xabi Alonso seperti dikutip Football5Star.net dari BBC. “Saat ini, kami tak cukup konsisten untuk bersaing sepanjang laga. Hanya 45 menit tidak cukup karena kami perlu bersaing secara penuh (90 menit).”
Pria asal Spanyol itu menambahkan, “Semua aksi dapat menentukan. Setelah mereka mencetak gol, masih ada banyak permainan untuk dimainkan, tapi kami kehilangan kontrol itu dan begitu kebobolan gol kedua, situasinya jadi sangat sulit. Ini soal segalanya. Ini tentang taktik yang perlu kami tingkatkan dan lakukan lebih baik.”
Sorotan Utama Xabi Alonso
Meskipun mengakui Chelsea harus memperbaiki segala hal dalam permainan, Xabi Alonso menyoroti satu hal utama. Itu adalah penyelesaian akhir yang buruk. Bukan hanya soal eksekusi, melainkan juga umpan akhir dan aksi menentukan. Dalam pandangannya, itulah kelemahan utama The Blues.
“Pada babak pertama, kami main bagus tapi tak mampu menciptakan peluang emas. Kami gagal pada operan akhir, dribel terakhir untuk menembak pada posisi yang ideal. Namun, itu hanya satu sisi. Sisi lainnya, ketika perlu bertahan dan bermain rapat, lawan mencoba menyerang dan kai harus tahu cara bertahan dan bermain sebagai satu kesatuan,” urai Alonso.
Salah satu sebab ketajaman Chelsea menurun dalam lawatan ke kandang Brentford adalah ketiadaan Joao Pedro yang cedera. Namun, Alonso tak mau menjadikan itu sebagai alasan. Dia menegaskan, The Blues tidak boleh bergantung pada sosok tertentu karena punya pemain-pemain lain yang juga berkualitas.
Kini, Alonso berharap The Blues bisa memanfaatkan jeda internasional untuk memperbaiki diri. “Kami akan punya cukup waktu, tapi tak semua pemain tersedia. Jadi, tidak bisa penuh. Begitu mereka semua kembali, kami akan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” kata eks pelatih Real Madrid dan Bayer leverkusen itu.
BOLADONESIA – Juergen Klopp, pelatih timnas Jerman, membuat langkah kejutan. Untuk mengarungi 4 pertandingan pada jeda internasional September-Oktober, dia memanggil total 44 pemain yang terbagi ke dalam 2 tim. Meskipun ada risiko besar di dalamnya, langkah tersebut disikapi positif oleh banyak pihak.
Dari 44 pemain yang dipanggil Klopp, 16 di antaranya adalah muka baru yang namanya masih asing di telinga para pencinta sepak bola. Sebut saja Bambase Conte, Mika Baur, Felix Keidel, Max Rosenfelder, dan Philipp Treu. Menariknya lagi, hanya kiper Finn Dahmen yang berada dalam 2 tim yang dibuat Klopp.
“Ini memang tidak biasa, tapi saya sepenuhnya paham alasan Klopp memikirkan langkah ini. Dia tahu persis apa yang dilakukannya,” kata Stefan Effenberg, eks kapten Bayern Munich, soal langkah kejutan Juergen Klopp seperti dikutip Football5Star.net dari kolomnya di laman T-Online. “Sekarang, tak ada pemain yang bisa mengeluh soal tak mendapatkan kesempatan.”
Effenberg menambahkan, “Dia ingin mengenal karakteristik sebagai mungkin pemain dalam waktu secepatnya dan jeda internasional yang hampir 3 pekan ini adalah kesempatan unik untuk melakukan hal tersebut. Tentu saja, Klopp mengambil risiko dengan membuat dua tim. Jika tak berjalan sesuai harapan, akan ada kritik yang berhamburan.”
Langkah Lain Juergen Klopp
Lothar Matthaeus, kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990, juga punya pandangan serupa soal putusan Juergen Klopp memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim untuk 4 laga di Nations League A. Seperti Stefan Effenberg, dia menilai langkah tersebut diambil untuk mengenal sebanyak mungkin pemain secara lebih dekat. Itu adalah langkah biasa bagi seorang pelatih timnas.
“Ketika melatih timnas Hungaria, saya juga memanggil 3-4 pemain pada setiap pemusatan latihan hanya untuk mengenal lebih jauh. Jadi, ini bukan sesuatu yang benar-bear baru. Ini soal hak pelatih mengenal pemain lebih baik, bukan hanya saat menontonnya. Ini soal bisa bersama mereka, dapat berbicara dengan mereka, menujukkan hal-hal tertentu, menyampaikan cara mainnya,” kata Matthaeus.
Di samping memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim, Klopp juga membuat langkah lain. Dia membuat topi khusus yang dikenakan saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya. Di sana tertulis kata-kata “Satu dari 83 juta”. Itu merujuk pada jumlah warga Jerman saat ini. Menurut DFB, topi itu murni gagasan Klopp, bukan gimmick pemasaran Adidas atau DFB.
“Anda lihat topi yang dipakai pelatih Juergen Klopp saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya? Tertulis ‘Satu dari 83 juta’. Itulah gayanya. Klopp tahu cara merebut hati banyak orang dan sekarang juga bagi timnas Jerman. Dia benar-benar tahu apa yang dilakukannya,” ucap Effenberg soal topi yang hanya dibuat 3 lusin dan dibagi-bagikan secara gratis tersebut.
BOLADONESIA – Direktur olahraga RB Leipzig, Marcel Schaefer, sebenarnya tidak berniat menjual Yan Diomande pada musim panas lalu. Diomande terpaksa dijual karena tawaran Real Madrid begitu menggiurkan dan Die Roten Bullen membutuhkan suntikan dana segar.
Diomande menjadi penjualan termahal sepanjang sejarah Leipzig setelah ditebus Real Madrid dengan mahar 140 juta euro. Diomande diangkut dengan harga fantastis setelah mencatat 13 gol serta 10 assist dalam 36 penampilan pada musim 2025-26.
“Niat kami bukan menjual Yan Diomande. Mengapa kami harus melakukannya? Kami adalah sebuah klub dan membutuhkan pendapatan dari transfer. Kami membutuhkan dana dan tawaran Real Madrid sangat signifikan,” ujar Schaefer kepada Bulinews.
“Ini adalah sesuatu yang wajib kami lakukan secara ekonomi. Kami harus menjual pemain setiap musim panas,” kata Schaefer menambahkan.
RB Leipzig Dapat Keuntungan Besar
Leipzig mendapat keuntungan besar dari penjualan Diomande. Winger berpaspor Pantai Gading itu didatangkan Die Roten Bullen dari Leganes pada musim panas 2025 dengan harga 20 juta euro.
Schaefer mengaku sempat mendapat kritikan pedas karena mendatangkan Diomande dengan harga cukup tinggi. Namun, kini ia bisa tersenyum puas karena investasinya berbuah manis.
“Ini contoh bagus bahwa kami tidak berinvestasi pada apa yang sudah ditunjukkan seorang pemain, tetapi pada potensinya. Kami adalah satu-satunya klub yang mengajukan angka setinggi itu. Jumlahnya jauh di atas nilai pasarnya, tetapi potensinya sangat luar biasa bagi kami,” tuntas Schaefer.
Diomande kini telah mencatat tujuh penampilan bersama Real Madrid. Namun, ia masih juga belum berhasil membuka rekening golnya di ibu kota Spanyol.
Idnews.top – David Raya terpilih sebagai Man of the Match dalam duel Sunderland vs Arsenal. Kiper asal Spanyol itu tampil gemilang dengan menjaga gawang The Gunners tetap bersih sepanjang pertandingan.
Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners berhasil membawa pulang tiga poin.
Arsenal harus bekerja keras untuk memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain ketat pada babak pertama. Bruno Guimaraes kemudian menjadi pembeda lewat gol spektakuler, sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Sunderland masih berada di posisi ke-14 dengan raihan empat poin.
Performa David Raya
Raya memainkan peran penting dalam keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia mencatatkan dua penyelamatan dan tidak kebobolan sepanjang 90 menit.
Salah satu penyelamatan penting Raya terjadi ketika Sunderland mendapatkan hadiah penalti. Ia mampu menggagalkan eksekusi Enzo Le Fee dengan menepis bola yang mengarah rendah ke sisi kirinya.
Selain dua penyelamatan, Raya juga mencatatkan satu penalty save. Berdasarkan data pertandingan, ia memiliki expected goals conceded (xGC) sebesar 1,67, tetapi tetap mampu menjaga gawang Arsenal tanpa kebobolan.
Penampilan tersebut membuat Raya terpilih sebagai Player of the Match versi Premier League. Ia mendapatkan 71 persen suara dalam pemungutan suara resmi.
Susunan Pemain
Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Reinildo Mandava, Dan Ballard, Kevin Danso, Nordi Mukiele; Noah Sadiki, Granit Xhaka; Nilson Angulo, Enzo Le Fee, Thomas Meunier; Brian Brobbey.
Pelatih: Regis Le Bris
Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel Magalhaes, Ezri Konsa, Ben White; Myles Lewis-Skelly, Declan Rice; Christos Tzolis, Martin Odegaard, Bukayo Saka; Kai Havertz.
BOLADONESIA – Unai Emery yakin Alejandro Garnacho masih bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya bersama Aston Villa. Emery menilai winger asal Argentina tersebut hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah bergabung dari Chelsea.
Garnacho dipinjam Aston Villa dari Chelsea setelah kesulitan mendapatkan tempat di Stamford Bridge. Namun, pemain berusia 22 tahun itu baru mengoleksi 31 menit bermain dalam empat pertandingan The Villans di awal musim 2026-27.
“Garnacho punya sikap yang positif. Sikapnya sangat penting. Dia memberikan komitmen yang kami butuhkan. Sekarang dia membutuhkan waktu. Waktu, kerja keras setiap hari, lalu dia akan berkembang,” ujar Emery dilansir Football5Star dari laman Tuttomercatoweb.
“Dia menunjukkannya di setiap sesi latihan. Tinggal bagaimana dia menunjukkannya di pertandingan. Dia belum banyak bermain, tetapi saya melihatnya perlahan membaik,” lanjutnya.
Emery Tak Khawatir Lihat Kondisi Alejandro Garnacho
Emery tidak ingin terburu-buru memberikan beban kepada Garnacho. Menurutnya, sang winger perlu terus menunjukkan sikap positif dan bekerja keras dalam setiap sesi latihan.
“Yang paling penting adalah dia konsisten, menunjukkan sikap yang baik, dan selalu menuntut dirinya sendiri. Saya yakin dia secara bertahap akan mencapai performa terbaiknya,” kata Emery.
Kondisi tersebut membuat Emery tidak terlalu khawatir dengan minimnya menit bermain Garnacho sejauh ini. Ia justru yakin kesempatan tampil lebih banyak akan datang seiring perkembangan sang winger.
Akhir pekan ini, The Villans dijadwalkan menjalani pertandingan Premier League melawan Nottingham Forest. Garnacho bakal berupaya keras agar dipercaya tampil sebagai starter di partai tersebut.
BOLADONESIA – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone kecewa timnya kalah 1-2 dari Liverpool pada matchday pertama Liga Champions di Anfield. Simeone menyebut Atletico harus memperbaiki pertahanan.
Atletico padahal bisa unggul terlebih dahulu lewat Marcos Llorente pada menit ke-17. Namun Dominik Szoboszlai dan Alexis Mac Allister mencetak gol yang membuat skor berbalik 2-1.
“Saya rasa wajar jika kami tidak tampil di level yang sama di babak kedua, itu berarti kami tidak dalam kondisi fisik prima,” jelas Simeone seperti dilansir IDNEWS.TOP dari Into The Calderon.
“Di babak pertama kami bermain bagus. Di babak kedua, tidak, dan kemudian kami mulai membuat kesalahan di babak kedua, dan semua usaha yang kami lakukan menjadi sia-sia.
“Itu terjadi di Bilbao (kalah 0-3). Itu terjadi di sini, di Anfield. Tapi, jujur saja, yang penting, yang dihitung, adalah hasilnya. Detailnya juga penting. Tentu saja, kami kebobolan banyak gol. Tiga di Bilbao, satu di Sevilla, dua malam ini, dan itu semua karena tim.
“Kami harus mengusahakannya. Kami harus bekerja sangat keras. Saya sudah mengatakan kami sedang dalam fase pembangunan. Orang-orang tidak suka mendengar itu, tetapi kami sedang membangun dan kami masih memiliki beberapa hal yang perlu diselesaikan.”
DIego Simeone Soal Julian Alvarez
Pada konferensi pers sebelum laga, Simeone mengatakan bahwa Julian Alvarez belum bisa menjadi starter. Namun Alvarez ternyata menjadi starter dan berhasil memberi assist.
“Saya berbicara dengannya pagi ini. Dia berbicara dengan sangat baik kepada saya dan, untungnya, saya memutuskan dia harus bermain, dan saya senang telah melakukannya, karena itulah jenis pertandingan yang ingin saya lihat, jenis penampilan yang ingin saya lihat darinya,” ujar Simeone.
“Menurut saya Julian tampil fantastis. Dia selalu menginginkan bola, dari menit pertama hingga menit ke-90, dan itu membuat saya sangat senang.”
BOLADONESIA – Ermedin Demirovic menjadi salah satu bintang pada pekan pembuka Liga Champions 2026-27. Demirovic berhasil mencetak hat-trick dan mengantar Stuttgart menang 3-1 atas Viking FK pada Kamis (10/9) dinihari WIB.
Demirovic tentunya sangat senang dengan keberhasilan mencetak hat-trick serta kemenangan Stuttgart. Demirovic pun bertekad bekerja ekstra keras demi membawa Die Schwaben melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
“Saya pikir, kami punya potensi. Tapi, kami tidak boleh melihat terlalu jauh ke depan karena kami masih terhitung sebagai tim baru di Liga Champions. Dua tahun lalu kami bermain di Liga Champions dan mendapat pelajaran berharga dari pengalaman itu,” ujar Demirovic dilansir Football5Star dari laman resmi UEFA.
“Target pertama kami adalah melaju ke babak 16 besar. Setelah itu, kami tentunya ingin melangkah sejauh mungkin. Saya yakin kami bisa tampil kompetitif di semua pertandingan,” sambung penyerang berumur 28 tahun itu.
Ermedin Demirovic Merasa Tidak Tampil Sempurna
Lebih lanjut, Demirovic tidak mau terlalu besar kepala dengan kemenangan Stuttgart atas Viking. Ia merasa Die Schwaben tidak menunjukkan performa maksimal dan seharusnya bisa tampil lebih baik lagi.
“Ini adalah awalan sempurna untuk saya dan tim. Saya pikir, kami bisa menunjukkan performa lebih baik lagi di pertandingan ini. Tapi, utamanya kami sangat senang bisa kembali ke Liga Champions dan langsung meraih tiga poin.”
“Pelatih mungkin tidak terlalu menyukai permainan kami secara keseluruhan. Tapi, saya rasa kami bisa menikmati kemenangan ini,” tuntas Demirovic.
Die Schwaben bakal bertandang ke markas Slovan Bratislava pada partai pekan ke-2 Liga Champions. Pertandingan tersebut rencananya baru akan digelar pada 15 Oktober mendatang.
Idnews.top – Sebuah asa diapungkan oleh Reece James. Kapten Chelsea itu yakin bahwa timnya bisa menjalani musim yang apik dan meraih prestasi di akhir musim 2026/2027.
Pernyataan ini dibuat James seusai pertandingan Arsenal vs Chelsea di akhir pekan kemarin. Di laga tersebut, Chelsea harus mengakui keunggulan sang juara bertahan setelah mereka kalah dengan skor 2-1.
Ini merupakan kekalahan Chelsea di musim 2026/2027. Sebelumnya mereka berhasil meraih dua kemenangan tipis melawan Fulham dan Brighton.
Kekalahan melawan sang tetangga ini tentu membuat Arsenal kecewa. Namun James yakin bahwa timnya bakal bangkit dan meraih hasil yang bagus di sisa musim ini.
Tunggu di Akhir Musim
Dalam wawancaranya baru-baru ini, James meminta semua pihak untuk tidak buru-buru menghakimi Chelsea hanya karena mereka kalah dari Arsenal.
James menilai Chelsea memiliki skuad dan performa yang apik di awal musim ini. Alhasil ia yakin seiring berjalannya waktu timnya akan tampil dengan lebih baik dan mendapatkan hasil-hasil yang tidak kalah baik juga.
“Kita lihat nanti di mana kami akan berada pada akhir musim ini,” buka James dalam wawancaranya tersebut.
Fokus Pada Diri Sendiri
James tidak menampik bahwa Chelsea masih memiliki banyak kekurangan. Namun itu tidak berarti bahwa Chelsea akan menutup musim dengan hasil yang buruk.
James yakin jika timnya fokus untuk berbenah, maka mereka bisa menutup musim ini dengan catatan yang apik di akhir musim nanti.
“Kami tahu apa yang perlu kami lakukan. Kami harus fokus kepada diri kami sendiri dan kami tidak boleh membiarkan tim lain mengganggu fokus kami,” ujar bek Timnas Inggris tersebut.
Fokus ke Laga Berikutnya
Chelsea sendiri memang tidak bisa meratapi kekalahan mereka dari Arsenal terlalu lama. Karena mereka akan kembali beraksi di tengah pekan ini.
The Blues dijadwalkan akan berhadapan dengan Leeds United di babak ketiga Carabao Cup dan The Blues bertekad untuk meraih kemenangan di partai ini.
Idnews.top – Manajer Juventus, Luciano Spalletti senang melihat timnya mampu comeback lawan AC Milan baru-baru ini. Ia menilai skuad Bianconeri benar-benar bekerja keras sehingga mereka mampu selamat dari kekalahan tersebut.
Dini hari tadi, Juventus menggelar giornata ketiga Serie A 2026/2027 di Allianz Stadium Turin. Mereka menjamu rival abadi mereka, AC Milan untuk berebut tiga poin di laga ini.
Juventus yang tampil lebih dominan sejak awal laga justru kebobolan terlebih dahulu berkat gol Alphadjo Cisse. Namun Bianconeri tidak menyerah begitu saja dan mereka berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Federico Gatti di masa injury time.
Spalletti lega melihat timnya yang terhindar dari kekalahan di pertandingan ini. “Tim ini punya kekuatan untuk terus menekan, karena kami tidak layak tertinggal di pertandingan tadi,” ujar Spalletti di DAZN.
Tunjukkan Semangat Pantang Menyerah
Menurut Spalletti, gol Cisse di pertengahan babak kedua itu cukup jadi tamparan bagi timnya. Pasalnya Juventus ia nilai mengontrol jalannya laga sejak awal.
Namun ia puas melihat bahwa timnya tidak patah arang meski tertinggal lebih dahulu. Bianconeri terus menekan dan mereka akhirnya mampu terhindar dari kekalahan.
“Kami menunjukkan determinasi yang kuat sepanjang pertandingan tadi. Kami terus mencoba dengan semangat yang sama, dan kami menuai hasilnya dengan gol penyama kedudukan tersebut,” sambung Spalletti.
Modal Berharga
Menurut Spalletti, mentalitas yang ditunjukkan Juventus saat melawan AC Milan itu bakal menjadi modal yang berharga bagi mereka untuk mengarungi sisa musim 2026/2027 ini.
“Milan adalah tim yang hebat dan kita tidak bisa menyangkal itu. Kami juga bisa menjadi tim yang hebat juga jika kita melihat apa yang kami lakukan hari ini,” sambung Spalletti.
“Jadi saya ingin berterima kasih kepada para pemain saya atas apa yang mereka tunjukkan hari ini dan saya menaruh kepercayaan saya kepada mereka,” pungkas sang manajer. Laga Berikutnya
Juventus bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan pada akhir pekan ini.
Rossoneri dijadwalkan akan berhadapan dengan Sassuolo di giornata keempat Serie A nanti dan mereka bertekad meraih tiga poin di kandang lawan.
Idnews.top – Inter Milan meraih kemenangan dramatis saat menjamu Napoli pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Pertandingan di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (5/9/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk tuan rumah.
Napoli sempat unggul dua gol melalui Matteo Politano pada menit ke-50 dan Rasmus Hojlund tiga menit berselang. Inter kemudian membalikkan keadaan lewat Lautaro Martinez, Marcus Thuram, dan gol kedua Lautaro pada masa injury time.
Hasil ini membuat Inter Milan mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara Liga Italia. Pasukan Cristian Chivu mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan masih mencatatkan hasil sempurna.
Napoli harus menerima kekalahan setelah sempat berada dalam posisi unggul. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini berada di peringkat ke-10 dengan raihan tiga poin dari tiga pertandingan.
Babak Pertama
Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir Editor Aga Deta
Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir Pemain Inter Milan, Lautaro Martinez, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Serie A melawan Napoli, Sabtu (5/9/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP Bola.net – Inter Milan meraih kemenangan dramatis saat menjamu Napoli pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Pertandingan di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (5/9/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk tuan rumah.
Napoli sempat unggul dua gol melalui Matteo Politano pada menit ke-50 dan Rasmus Hojlund tiga menit berselang. Inter kemudian membalikkan keadaan lewat Lautaro Martinez, Marcus Thuram, dan gol kedua Lautaro pada masa injury time.
Hasil ini membuat Inter Milan mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara Liga Italia. Pasukan Cristian Chivu mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan masih mencatatkan hasil sempurna.
Napoli harus menerima kekalahan setelah sempat berada dalam posisi unggul. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini berada di peringkat ke-10 dengan raihan tiga poin dari tiga pertandingan.
Simak jalannya pertandingan di bawah ini.
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027 Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir Babak Pertama Babak Pertama
Pemain Inter Milan, Andy Diouf, berebut bola dengan pemain Napoli, Antonio Vergara, dalam pertandingan Serie A, Sabtu (5/9/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP Inter langsung memberikan ancaman ketika Andy Diouf melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti pada menit ketiga. Bola mengarah ke sudut kiri bawah gawang, tetapi Alex Meret mampu melakukan penyelamatan cepat.
Napoli membalas tiga menit kemudian melalui Frank Anguissa yang mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Tembakannya mengarah ke sisi kanan gawang, namun Josep Martinez tampil gemilang untuk menggagalkannya.
Pada menit ke-12, Meret kembali harus bekerja keras menghadapi peluang Inter. Francesco Pio Esposito menyambut umpan silang dengan sundulan, tetapi bola yang mengarah ke tengah gawang berhasil diamankan sang kiper.
Anguissa kembali mendapatkan peluang pada menit ke-29 setelah menerima umpan di depan kotak penalti. Ia melepaskan tembakan, tetapi bola justru melebar tipis dari tiang kanan.
Menjelang turun minum, kedua tim sama-sama memiliki peluang besar untuk mencetak gol. Martinez menggagalkan usaha Rasmus Hojlund dan Lautaro Martinez, sementara tendangan bebas Federico Dimarco pada menit ke-45+4 membentur mistar gawang.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Napoli langsung mengejutkan Inter Milan. Pada menit ke-50, Matteo Politano memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang bersarang di sisi kiri gawang untuk membawa Napoli unggul 1-0.
Tiga menit berselang, Napoli kembali mencetak gol. Rasmus Hojlund menerima umpan di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan sempurna ke sisi kiri gawang sehingga skor berubah menjadi 2-0.
Inter Milan tidak tinggal diam dan langsung merespons pada menit ke-56. Federico Dimarco mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambut Lautaro Martinez dengan tembakan rendah ke pojok kanan bawah untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Inter terus meningkatkan tekanan setelah gol tersebut. Pada menit ke-67, Andy Diouf mendapat ruang untuk melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Napoli.
Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82. Marcus Thuram melompat tinggi menyambut umpan silang dari sisi luar kotak penalti dan mengarahkan sundulannya ke pojok kiri bawah untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Drama belum berakhir karena Inter Milan berhasil melakukan comeback sempurna pada masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+1, Lautaro Martinez berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola muntah di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan ke bagian atas gawang sehingga Inter berbalik unggul 3-2.
Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Josep Martinez; Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Andy Diouf, Nicolo Barella, Piotr Zelinski, Petar Sucic, Federico Dimarco; Francesco Pio Esposito, Lautaro Martinez
Pelatih: Cristian Chivu
Napoli (4-3-3): Alex Meret; Giovanni Di Lorenzo, Amir Rrahmani, Rafa Martin, Leonardo Spinazzola; Frank Anguissa, Stanislav Lobotkal, Antonio Vergara; Matteo Politano, Rasmus Hojlund, Alisson Santos