28 Oktober 2026

#PremierLeague

Lautaro Martinez memberikan dukungan kepada Julian Alvarez yang masih harus bertahan di Atletico Madrid setelah upayanya meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas 2026 menemui jalan buntu.

Kapten Inter Milan itu mengaku telah menghubungi Alvarez secara langsung.

Martinez ingin rekan setimnya di Timnas Argentina tersebut segera melewati situasi sulit yang sedang dihadapinya.

“Saya memang berbicara dengannya dan mengiriminya pesan,” ujar Martinez dalam konferensi pers pada Senin, ketika ditanya mengenai kondisi Alvarez, dikutip dari ESPN.

Martinez menegaskan dukungan tersebut diberikan bukan hanya karena keduanya sama-sama pemain Timnas Argentina. Mereka juga bermain di posisi yang sama dan bersaing mendapatkan tempat di skuad nasional.

“Selain kami adalah rekan setim, bermain di posisi yang sama dan bersaing untuk mendapatkan tempat di tim nasional, dia juga seorang teman. Saya memberikan dukungan penuh kepadanya,” kata Martinez.

Pahami Kondisi Alvarez

Alvarez memang sempat berusaha meninggalkan Atletico Madrid. Alvarez bahkan secara terbuka meminta transfer saat Piala Dunia 2026 berlangsung.

Barcelona dan Arsenal disebut menjadi dua klub yang mengincarnya. Namun, Atletico Madrid menolak bernegosiasi dengan klub mana pun sehingga Alvarez akhirnya tetap berada di Metropolitano.

Martinez memahami kondisi tersebut tidak mudah bagi Alvarez.

“Saya yakin situasi yang dia alami dan masih dia jalani tidak mudah. Namun, keputusan berada di tangan klubnya dan presiden klub,” tutur Martinez.

Doakan yang Terbaik

Situasi Alvarez kemudian makin rumit ketika dirinya mendapat siulan dan cemoohan dari pendukung Atletico Madrid pada penampilan pertamanya musim ini.

Sebelum bursa transfer Spanyol ditutup, Alvarez juga absen dalam dua sesi latihan. Ia menyebut sakit sebagai alasan ketakhadirannya.

Meski demikian, Martinez tetap berharap Alvarez segera menemukan kembali kondisi terbaiknya.

“Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Saya berharap dia segera membaik dan terus menunjukkan apa yang selama ini telah dia perlihatkan,” ujar Martinez.

Martinez juga memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas Alvarez. Ia menyebut mantan pemain Manchester City tersebut sebagai pemain luar biasa dan satu di antara pemain terbaik di dunia.

Jadi Pelajaran

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, sebelumnya juga berharap situasi yang dialami Alvarez dapat menjadi pengalaman yang memberikan pelajaran bagi sang pemain.

Simeone bahkan menyatakan akan melakukan segala cara agar Alvarez kembali merasa penting bagi tim setelah kembali dari situasi yang terjadi pada musim panas.

Alvarez akhirnya kembali tampil untuk Atletico Madrid dalam pertandingan melawan Athletic, Sabtu (5-6-2026).

Ia masuk dari bangku cadangan sebelum pertandingan memasuki menit ke-60 dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Atletico 0-3.

Pertandingan tersebut menjadi penampilan pertama Alvarez setelah bursa transfer musim panas ditutup.

Sejak gabung Atletico Madrid dari Manchester City pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 95 juta euro, Alvarez telah mencetak 49 gol dalam 108 pertandingan.

Namun, hingga kini ia belum meraih trofi bersama klub asal Madrid tersebut.

Paris Saint-Germain resmi mengawali perjuangan mereka untuk meraih gelar Liga Champions ketiga secara berturut-turut. Dalam laga perdana musim ini, juara bertahan asal Prancis itu akan menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes, Kamis (10/9/2026) dini hari nanti.

Musim lalu, PSG tampil begitu dominan hingga berhasil mengangkat trofi. Sebaliknya, Slovan yang harus melewati babak kualifikasi justru mencatatkan rekor kurang membanggakan pada penampilan perdana mereka di kompetisi ini, yakni delapan kekalahan dari delapan pertandingan.

Meskipun langkah PSG di fase grup musim lalu terbilang lambat, tim asuhan Luis Enrique tetap mampu menampilkan performa terbaiknya di babak gugur. Mereka sukses menaklukkan Monaco, Chelsea, dan Liverpool, sebelum mengatasi Bayern Munich di semifinal yang seru. Di partai puncak, PSG harus bermain imbang 1-1 melawan Arsenal di Budapest, tetapi akhirnya keluar sebagai pemenang lewat adu penalti.

Dengan pencapaian ini, PSG menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar, menyusul Real Madrid yang melakukannya dari tahun 2016 hingga 2018. Kini, mereka tampaknya ingin membangun era kejayaan yang lebih lama lagi, terlebih setelah Luis Enrique memperpanjang kontraknya sebagai pelatih.

Namun, awal musim ini terbilang berat bagi PSG. Meskipun mereka sukses mengalahkan Aston Villa dan meraih Piala Super Eropa, performa mereka di kompetisi domestik justru terseok-seok. Kekalahan dari Lens di ajang Trophee des Champions menjadi awal dari empat laga domestik tanpa kemenangan. Kini, mereka terdampar di peringkat ke-13 klasemen Ligue 1. Teranyar, PSG harus mengakui keunggulan Monaco di kandang sendiri dengan skor 2–1, Jumat malam lalu.

Di sisi lain, Slovan Bratislava datang ke Paris dengan semangat tinggi. Meski klub asal Slowakia ini bukanlah tim langganan fase grup, mereka tetap bersyukur bisa tampil di panggung utama musim ini. Pada debut mereka musim lalu, Slovan justru menjadi penghuni dasar klasemen dengan delapan kekalahan beruntun.

Kali ini, skuad asuhan Yaya Toure itu berniat tampil lebih kompetitif. Toure pun akan mencatat sejarah sebagai pelatih asal Afrika pertama yang memimpin di Liga Champions. Perjalanan Slovan menuju fase grup kali ini tidaklah mudah, karena mereka harus melewati kualifikasi kedelapan kalinya secara berturut-turut.

Setelah menyingkirkan Iberia Tbilisi dan juara Swedia Mjallby, mereka baru bisa lolos setelah melewati babak playoff yang dramatis. Saat melawan Celje, Slovan bermain imbang 1–1 di leg pertama, dan baru menang lewat perpanjangan waktu berkat gol Cristian Martinez yang menyelamatkan mereka dari adu penalti.

Sebagai juara domestik musim lalu, Slovan saat ini menempati posisi keempat di Liga Super Slowakia. Namun, dua kekalahan beruntun di liga lokal menjadi sinyal waspada sebelum mereka terbang ke Paris. Catatan lawatan Slovan ke Parc des Princes hanya sekali, yaitu pada ajang Liga Europa 2011/12, saat mereka kalah tipis 1–0. Tentu saja, kali ini mereka akan menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh, yaitu sang juara bertahan.

Prakiraan Susunan Pemain PSG vs Slovan Bratislava

PSG (4-3-3): Safonov; Mendes, Pacho, Marquinhos, Hakimi; Ruiz, Vitinha, Neves; Kvaratskhelia, Dembele, Doue

Pelatih: Luis Enrique

Slovan Bratislava (4-3-3): Takac; Cruz, Bajric, Markovic, Blackman; Mustafic, Pokorny, Martinez; Camara, Sporar, Barseghyan

Pelatih: Yaya Toure

Prediksi Skor

Dalam sejarah Liga Champions, tidak ada satu pun juara bertahan dalam 35 edisi terakhir yang kalah pada laga kandang pertama mereka di musim berikutnya. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut.

Meskipun PSG belum menunjukkan performa terbaiknya musim ini, Slovan juga sedang dalam tekanan usai kekalahan-kekalahan tak terduga di kompetisi domestik. Secara kualitas skuad, keduanya berada di level yang sangat berbeda.

Prediksi Skor: PSG 4–1 Slovan Bratislava

Idnews.top – Sebuah asa diapungkan oleh Reece James. Kapten Chelsea itu yakin bahwa timnya bisa menjalani musim yang apik dan meraih prestasi di akhir musim 2026/2027.

Pernyataan ini dibuat James seusai pertandingan Arsenal vs Chelsea di akhir pekan kemarin. Di laga tersebut, Chelsea harus mengakui keunggulan sang juara bertahan setelah mereka kalah dengan skor 2-1.

Ini merupakan kekalahan Chelsea di musim 2026/2027. Sebelumnya mereka berhasil meraih dua kemenangan tipis melawan Fulham dan Brighton.

Kekalahan melawan sang tetangga ini tentu membuat Arsenal kecewa. Namun James yakin bahwa timnya bakal bangkit dan meraih hasil yang bagus di sisa musim ini.

Tunggu di Akhir Musim

Dalam wawancaranya baru-baru ini, James meminta semua pihak untuk tidak buru-buru menghakimi Chelsea hanya karena mereka kalah dari Arsenal.

James menilai Chelsea memiliki skuad dan performa yang apik di awal musim ini. Alhasil ia yakin seiring berjalannya waktu timnya akan tampil dengan lebih baik dan mendapatkan hasil-hasil yang tidak kalah baik juga.

“Kita lihat nanti di mana kami akan berada pada akhir musim ini,” buka James dalam wawancaranya tersebut.

Fokus Pada Diri Sendiri

James tidak menampik bahwa Chelsea masih memiliki banyak kekurangan. Namun itu tidak berarti bahwa Chelsea akan menutup musim dengan hasil yang buruk.

James yakin jika timnya fokus untuk berbenah, maka mereka bisa menutup musim ini dengan catatan yang apik di akhir musim nanti.

“Kami tahu apa yang perlu kami lakukan. Kami harus fokus kepada diri kami sendiri dan kami tidak boleh membiarkan tim lain mengganggu fokus kami,” ujar bek Timnas Inggris tersebut.

Fokus ke Laga Berikutnya

Chelsea sendiri memang tidak bisa meratapi kekalahan mereka dari Arsenal terlalu lama. Karena mereka akan kembali beraksi di tengah pekan ini.

The Blues dijadwalkan akan berhadapan dengan Leeds United di babak ketiga Carabao Cup dan The Blues bertekad untuk meraih kemenangan di partai ini.

Rapor Pemain Arsenal vs Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!

BolaIndonesia – Rapor pemain Arsenal menjadi sorotan setelah The Gunners berhasil melakukan comeback dramatis untuk mengalahkan Chelsea 2-1 pada pekan ketiga Premier League 2026/2027 di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026). Arsenal sempat tertinggal cepat melalui gol Morgan Rogers, tetapi mampu membalikkan keadaan lewat Kai Havertz dan Martin Odegaard.

Hasil ini sekaligus mempertahankan start sempurna Arsenal. Pasukan Mikel Arteta mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan terus menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit dijatuhkan.

Arsenal Sempat Terkejut, tetapi Langsung Bangkit

Chelsea membuka pertandingan dengan sangat agresif. Morgan Rogers mencetak gol ketika laga baru berjalan sekitar 77 detik melalui penyelesaian yang membuat David Raya tidak memiliki banyak kesempatan untuk melakukan penyelamatan.

Namun, Arsenal tidak kehilangan kendali. The Gunners perlahan meningkatkan tekanan dan mulai memaksa Chelsea bertahan lebih dalam.

Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-25. Kai Havertz mencetak gol penyama kedudukan setelah bergerak ke area berbahaya dan melepaskan tembakan yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.

Arsenal kemudian semakin percaya diri setelah turun minum. Martin Odegaard menjadi pembeda dengan mencetak gol kemenangan pada awal babak kedua.

Martin Odegaard – 8/10

Odegaard menjadi pemain paling menentukan dalam rapor pemain Arsenal.

Kapten The Gunners menunjukkan kualitasnya ketika pertandingan memasuki fase penting. Ia bukan hanya aktif mengatur serangan, tetapi juga mampu menemukan ruang di depan kotak penalti Chelsea.

Golnya pada awal babak kedua menjadi momen penentu kemenangan Arsenal. Odegaard juga terlihat berbahaya melalui distribusi bola dan situasi bola mati.

Data pertandingan bahkan menempatkan Odegaard sebagai salah satu pemain dengan rating tertinggi Arsenal. Ia mencatat satu gol dan menjadi pusat kreativitas tim sebelum ditarik keluar pada babak kedua.

Bukayo Saka – 8/10

Saka kembali memperlihatkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain terpenting Arsenal.

Meski tidak mencetak gol, winger Inggris tersebut terus memberikan ancaman dari sisi kanan. Saka beberapa kali mendapatkan ruang untuk mengirim bola berbahaya dan memaksa pertahanan Chelsea melakukan pelanggaran.

Ia juga memiliki peluang bagus pada babak kedua yang berhasil digagalkan Martinez. Pergerakannya membuat lini belakang Chelsea tidak bisa sepenuhnya fokus kepada Havertz dan Odegaard.

Dalam catatan statistik pertandingan, Saka menghasilkan tiga tembakan dan menjadi salah satu pemain Arsenal yang paling aktif di lini serang.

Kai Havertz – 7/10

Havertz tampil penting ketika Arsenal membutuhkan gol penyama.

Sempat membuang peluang pada awal pertandingan, penyerang asal Jerman tersebut langsung menebus kesalahannya dengan mencetak gol pada menit ke-25.

Selain gol, Havertz juga memainkan peran penting dalam proses terciptanya gol Odegaard. Pergerakannya membantu membuka ruang sehingga sang kapten dapat menyelesaikan peluang dengan tenang.

Ezri Konsa – 7/10

Konsa menjalani pertandingan yang solid dalam penampilan sebagai starter Arsenal.

Bek tersebut mampu memenangkan sejumlah duel dan memberikan ketenangan di lini belakang. Kehadirannya menjadi salah satu alasan Arsenal mampu meredam tekanan Chelsea setelah The Blues mencoba mengejar gol penyeimbang.

Performanya menjadi salah satu sisi positif dari kemenangan Arsenal.

Riccardo Calafiori – 7/10

Calafiori tampil aktif dari sisi pertahanan. Ia tidak hanya bertugas menjaga area belakang, tetapi juga beberapa kali membantu Arsenal membangun serangan melalui pergerakan ke depan.

Energinya membantu Arsenal menjaga tekanan kepada Chelsea, terutama ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Declan Rice – 7/10

Rice kembali menjadi pemain penting dalam menjaga keseimbangan permainan.

Ia bekerja keras dalam duel lini tengah, membantu Arsenal memenangkan perebutan bola sekaligus menjaga Chelsea agar tidak terlalu mudah melakukan transisi.

Kontribusinya memang tidak terlalu terlihat dalam statistik gol, tetapi perannya penting dalam menjaga struktur permainan Arsenal.

David Raya – 7/10

Raya tidak berdaya menghadapi penyelesaian Morgan Rogers pada awal pertandingan. Namun, setelah itu ia tampil cukup tenang.

Penyelamatan penting pada fase akhir pertandingan menjadi salah satu momen krusial. Raya berhasil menggagalkan peluang Chelsea yang berpotensi mengubah hasil pertandingan.

Kesimpulan: Odegaard Jadi Pembeda, Saka Tetap Mematikan

Secara keseluruhan, rapor pemain Arsenal menunjukkan bahwa kemenangan atas Chelsea lahir dari kombinasi kualitas individu dan mentalitas tim.

Saka terus menjadi ancaman di lini depan, Havertz memberikan gol penting, sementara Odegaard muncul sebagai pembeda ketika Arsenal membutuhkan pemain yang mampu menentukan pertandingan.

Kemenangan 2-1 tersebut juga memperpanjang start sempurna Arsenal menjadi tiga kemenangan dari tiga pertandingan Premier League. The Gunners kini berada di papan atas dengan sembilan poin, sejajar dengan Manchester City.

Bagi Arteta, comeback atas Chelsea bukan sekadar tiga poin. Pertandingan ini memperlihatkan bahwa Arsenal memiliki kemampuan untuk tetap tenang ketika menghadapi situasi sulit dan mengubah tekanan menjadi kemenangan.

Idnews.top – Manajer Juventus, Luciano Spalletti senang melihat timnya mampu comeback lawan AC Milan baru-baru ini. Ia menilai skuad Bianconeri benar-benar bekerja keras sehingga mereka mampu selamat dari kekalahan tersebut.

Dini hari tadi, Juventus menggelar giornata ketiga Serie A 2026/2027 di Allianz Stadium Turin. Mereka menjamu rival abadi mereka, AC Milan untuk berebut tiga poin di laga ini.

Juventus yang tampil lebih dominan sejak awal laga justru kebobolan terlebih dahulu berkat gol Alphadjo Cisse. Namun Bianconeri tidak menyerah begitu saja dan mereka berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Federico Gatti di masa injury time.

Spalletti lega melihat timnya yang terhindar dari kekalahan di pertandingan ini. “Tim ini punya kekuatan untuk terus menekan, karena kami tidak layak tertinggal di pertandingan tadi,” ujar Spalletti di DAZN.

Tunjukkan Semangat Pantang Menyerah

Menurut Spalletti, gol Cisse di pertengahan babak kedua itu cukup jadi tamparan bagi timnya. Pasalnya Juventus ia nilai mengontrol jalannya laga sejak awal.

Namun ia puas melihat bahwa timnya tidak patah arang meski tertinggal lebih dahulu. Bianconeri terus menekan dan mereka akhirnya mampu terhindar dari kekalahan.

“Kami menunjukkan determinasi yang kuat sepanjang pertandingan tadi. Kami terus mencoba dengan semangat yang sama, dan kami menuai hasilnya dengan gol penyama kedudukan tersebut,” sambung Spalletti.

Modal Berharga

Menurut Spalletti, mentalitas yang ditunjukkan Juventus saat melawan AC Milan itu bakal menjadi modal yang berharga bagi mereka untuk mengarungi sisa musim 2026/2027 ini.

“Milan adalah tim yang hebat dan kita tidak bisa menyangkal itu. Kami juga bisa menjadi tim yang hebat juga jika kita melihat apa yang kami lakukan hari ini,” sambung Spalletti.

“Jadi saya ingin berterima kasih kepada para pemain saya atas apa yang mereka tunjukkan hari ini dan saya menaruh kepercayaan saya kepada mereka,” pungkas sang manajer.
Laga Berikutnya

Juventus bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan pada akhir pekan ini.

Rossoneri dijadwalkan akan berhadapan dengan Sassuolo di giornata keempat Serie A nanti dan mereka bertekad meraih tiga poin di kandang lawan.

BolaIndonesia – Arsenal kembali menunjukkan mental juara setelah mengalahkan Chelsea 2-1 dalam lanjutan Premier League 2026/2027. Bermain di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026), The Gunners sempat tertinggal lebih dahulu sebelum membalikkan keadaan melalui Kai Havertz dan Martin Odegaard.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Arsenal tidak hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga mental kuat untuk menghadapi pertandingan besar. Hasil ini sekaligus membuat pasukan Mikel Arteta menjaga rekor sempurna dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan awal liga. Arsenal kini mengoleksi sembilan poin dan berada di papan atas bersama Manchester City.

Chelsea Mengejutkan Arsenal di Awal Laga

Pertandingan berjalan panas sejak menit pertama. Chelsea bahkan mampu membuat publik Emirates terdiam ketika Morgan Rogers mencetak gol pembuka hanya 77 detik setelah pertandingan dimulai.

Gol tersebut berawal dari situasi bola mati yang gagal diamankan Arsenal. Bola kemudian jatuh kepada Rogers yang melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti. Sepakannya mengecoh David Raya dan membuat Chelsea unggul 1-0.

Namun, Arsenal tidak kehilangan kendali. Tim tuan rumah langsung meningkatkan tekanan dan mulai menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Intensitas permainan The Gunners membuat Chelsea kesulitan mempertahankan keunggulan.

Havertz Samakan Kedudukan

Tekanan Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Kai Havertz menjadi pemain yang membawa tuan rumah kembali ke pertandingan.

Gol tersebut terasa spesial karena Havertz menghadapi mantan klubnya. Penyerang asal Jerman itu memanfaatkan peluang dengan baik untuk membuat skor berubah menjadi 1-1.

Havertz kemudian kembali memainkan peran penting setelah turun minum. Pergerakannya membuka ruang bagi Martin Odegaard untuk mencetak gol kedua Arsenal.

Odegaard Jadi Penentu Kemenangan

Arsenal akhirnya berbalik unggul pada menit ke-50. Martin Odegaard menyelesaikan sebuah rangkaian serangan apik setelah mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.

Sang kapten menunjukkan ketenangan dan kualitas finishing untuk membawa Arsenal unggul 2-1. Gol tersebut menjadi pukulan bagi Chelsea sekaligus membuat Emirates Stadium kembali bergemuruh.

Chelsea masih berusaha mencari gol penyeimbang hingga pertandingan berakhir. The Blues bahkan memiliki peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi David Raya tampil penting dengan penyelamatan pada fase akhir pertandingan.

Arteta Puas dengan Mental Arsenal

Mikel Arteta mengaku sangat puas melihat respons anak asuhnya setelah tertinggal cepat. Bagi sang manajer, kemenangan atas Chelsea menunjukkan perkembangan positif Arsenal.

Arteta bahkan menilai timnya memiliki potensi untuk tampil lebih baik dibandingkan musim lalu. Ia menyebut performa Arsenal dalam pertandingan tersebut sebagai penampilan yang sangat istimewa, terutama karena tim mampu memberikan respons setelah mengalami situasi sulit di awal pertandingan.

Kemenangan ini juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Arteta. Arsenal bukan hanya mampu mengalahkan tim besar, tetapi melakukannya setelah tertinggal dan berada dalam tekanan sejak awal.

Arsenal Tunjukkan Mental Calon Juara

Keberhasilan mengalahkan Chelsea membuat Arsenal semakin percaya diri dalam mempertahankan gelar Premier League. Setelah menang atas Coventry City dan Aston Villa, kemenangan atas Chelsea menjadi ujian terbesar mereka sejauh ini.

Arteta kini memiliki alasan semakin optimistis terhadap skuadnya. Performa Martin Odegaard, Kai Havertz, Bukayo Saka, Declan Rice dan para pemain lainnya memberikan banyak opsi dalam membangun permainan.

Khusus Odegaard, performanya menjadi salah satu kabar paling positif. Sang kapten tampil menentukan dan menunjukkan pengaruh besar dalam permainan Arsenal. Arteta juga menilai kondisi kepercayaan diri Odegaard berada pada level yang sangat tinggi.

Chelsea Harus Segera Berbenah

Di sisi lain, kekalahan dari Arsenal menjadi hasil mengecewakan bagi Chelsea. Pasukan Xabi Alonso sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi masalah pertahanan kembali terlihat ketika Arsenal mampu membalikkan keadaan.

Chelsea masih memiliki kualitas untuk bersaing di papan atas, tetapi kekalahan ini menunjukkan bahwa mereka harus lebih konsisten ketika menghadapi tim elite.

Arsenal, sementara itu, mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar. Dengan tiga kemenangan beruntun, The Gunners menunjukkan bahwa mereka siap kembali menjadi salah satu kekuatan utama dalam perburuan gelar Premier League musim ini.

Kemenangan 2-1 atas Chelsea bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Arteta, laga tersebut menjadi sinyal bahwa skuad Arsenal memiliki mental, kualitas, dan kedalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi perjalanan panjang musim 2026/2027.

Idnews.top – Arsenal menunjukkan mentalitas juara mereka di pertandingan pekan ketiga EPL 2026/2027. The Gunners mampu comeback melawan rival sekota mereka, Arsenal usai tertinggal lebih dahulu.

Pertandingan yang digelar di Emirates Stadium itu berlangsung sengit. Baru dua menit laga berjalan, Chelsea berhasil membungkam publik tuan rumah berkat gol dari Morgan Rogers.

Arsenal tidak menyerah begitu saja. Mereka tampil menekan dan akhirnya bisa membalikkan kedudukan menjadi 2-1 dan meraih tiga poin berharga di pertandingan ini.

Di laga ini ada beberapa pemain Arsenal yang tampil menonjol dan beberapa lainnya tidak tampil dengan maksimal. Simak rapor dari para pemain Arsenal saat menghadapi Chelsea di bawah ini.

Kiper

David Raya – 6

Kiper Arsenal tidak mampu berbuat banyak untuk mengantisipasi penyelesaian akhir Rogers yang berkualitas. Namun, ia cukup nyaman mengatasi peluang-peluang lain yang mengarah ke gawangnya. Raya juga melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan Estevao pada menit-menit akhir.

Bek

Ben White – 6

Tampil cukup rapi ketika menguasai bola. Namun, kontribusinya di kedua sisi lapangan tidak terlalu menonjol.

Gabriel Magalhaes – 7

Sesekali kalah bersinar dibandingkan Konsa, tetapi secara keseluruhan Gabriel tetap menunjukkan penampilan yang efektif di lini belakang Arsenal.

Ezri Konsa – 7

Menjalani penampilan sebagai starter untuk pertama kalinya bersama Arsenal. Konsa tampil solid dengan memenangkan duel lebih banyak dibandingkan bek lainnya. Ia juga menjadi salah satu pemain dengan jumlah penguasaan bola yang berhasil direbut terbanyak pada babak pertama.

Riccardo Calafiori – 7

Aktif melakukan pergerakan overlap dari dalam dan kerap memberikan ancaman bagi pertahanan lawan. Bek asal Italia itu juga berperan penting dalam menciptakan masalah bagi Chelsea melalui situasi bola mati.

Gelandang

Myles Lewis-Skelly – 6

Melepaskan tembakan buruk yang melebar dari tepi kotak penalti pada akhir babak pertama. Ia juga sempat kehilangan bola di area berbahaya. Meski demikian, Lewis-Skelly tetap tampil kompetitif dalam pertarungan di lini tengah.

Declan Rice – 6

Menjadi bagian penting dalam duel sengit di lini tengah. Rice juga memberikan kontribusi yang cukup baik, baik ketika Arsenal menguasai bola maupun saat bertahan.

Martin Odegaard – 8

Membawa Arsenal unggul pada awal babak kedua lewat penyelesaian yang tenang. Kapten Arsenal itu juga tampil impresif dalam memberikan umpan, baik dari situasi permainan terbuka maupun bola mati.

Penyerang

Bukayo Saka – 8

Menjadi ancaman konstan bagi Chelsea melalui situasi bola mati dan beberapa kali berhasil mendapatkan tendangan bebas di posisi berbahaya. Saka juga memiliki peluang bagus pada babak kedua, tetapi tembakannya masih mampu diselamatkan.

Kai Havertz – 7

Sempat menyia-nyiakan peluang menembak pada menit ke-23, tetapi langsung menebus kesalahannya dua menit kemudian. Havertz memotong ke dalam sebelum melepaskan tembakan yang menghasilkan gol. Ia juga berperan dalam terciptanya gol Odegaard dan kembali memberikan ancaman lewat situasi bola mati.

Christos Tzolis – 7

Tampil baik dari sisi kiri dan menjadi salah satu outlet utama Arsenal ketika melakukan serangan balik setelah Chelsea menguasai bola. Pergerakannya cukup efektif untuk membantu The Gunners keluar dari tekanan.

Pemain Pengganti

Martin Zubimendi – 7

Masuk pada menit ke-67 menggantikan Lewis-Skelly dan langsung memberikan kontribusi positif. Zubimendi menunjukkan kualitas umpan yang baik, mampu melepaskan beberapa tembakan berbahaya, serta membantu memutus serangan lawan.

Piero Hincapie – 6

Masuk pada menit ke-67 menggantikan Calafiori. Ia tidak menonhol dan tidak mengambil banyak risiko ketika Arsenal sudah berada dalam posisi unggul.

Mikel Merino – 6

Masuk pada menit ke-77 untuk menggantikan Odegaard. Merino memberikan tambahan tenaga di lini tengah dan tampil cukup rapi hingga pertandingan berakhir.

Viktor Gyokeres – 5

Masuk pada menit ke-78 menggantikan Havertz. Tidak banyak kesempatan bagi Gyokeres untuk memberikan dampak karena Arsenal lebih fokus mempertahankan keunggulan.

Noni Madueke – n/a

Masuk pada menit ke-90 menggantikan Saka. Tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan kontribusi berarti.

Ethan Nwaneri langsung mencuri perhatian dalam penampilan perdananya bersama Borussia Dortmund. Pemain muda Arsenal yang dipinjamkan selama satu musim itu tampil impresif meski baru dua kali menjalani sesi latihan bersama klub barunya.

Nwaneri masuk pada babak pertama saat Dortmund menghadapi Hoffenheim, Sabtu (5/9/2026). Pemain berusia 19 tahun itu kemudian ikut berperan dalam kebangkitan dramatis Dortmund yang sempat tertinggal dua gol.

Nwaneri awalnya hanya berada di bangku cadangan Dortmund. Namun, cedera yang dialami Filippo Mane membuatnya harus masuk lebih cepat pada babak pertama.

Saat itu, Dortmund berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 0-2. Namun, Die Borussen mampu bangkit dengan mencetak tiga gol pada 30 menit terakhir pertandingan.

Gol kemenangan Dortmund bahkan lahir dari gol bunuh diri Albian Hajdari. Nwaneri punya andil besar dalam terciptanya gol itu setelah melakukan kerja bagus dari sisi kiri dan memberi tekanan kepada lini belakang Hoffenheim.

Pelatih Dortmund, Niko Kovac, langsung memberikan pujian kepada pemain pinjaman dari Arsenal itu.

“Saya menyukai apa yang saya lihat. Itulah alasan kami membawanya ke sini. Mungkin secara resmi itu bukan golnya, tetapi dia yang menciptakannya,” kata Kovac.

Niko Kovac Puas dengan Penampilan Nwaneri

Kovac juga mengungkapkan bahwa kondisi fisik Nwaneri menjadi salah satu alasan dirinya berani memainkan sang pemain meski baru dua kali berlatih bersama Dortmund.

“Nwaneri secara fisik fit. Itu sangat penting ketika seorang pemain datang dan baru berlatih dua kali, tetapi kita bisa langsung mempercayainya,” ujar Kovac.

Menurut Kovac, Nwaneri menunjukkan kemampuan untuk menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu. Selain itu, pemain muda Inggris itu dinilai mampu bermain tenang ketika menguasai bola.

“Dia bisa menyelesaikan masalah dalam situasi satu lawan satu dan memancarkan ketenangan saat menguasai bola. Dia memang sedikit beruntung dengan gol bunuh diri itu, tetapi dia bekerja keras untuk mendapatkannya,” lanjut Kovac.

Dortmund memang merekrut Nwaneri karena yakin dengan potensi besar yang dimilikinya. Kovac berharap performa positif itu menjadi awal dari perjalanan panjang sang pemain di Bundesliga.

Dietmar Hamann Prediksi Nwaneri Bersinar di Bundesliga

Penampilan Nwaneri juga mendapat perhatian dari mantan gelandang Liverpool dan Timnas Jerman, Dietmar Hamann.

Hamann menilai fakta Nwaneri sudah menjalani debut di Premier League pada usia 15 tahun menjadi bukti besarnya talenta yang dimiliki pemain itu.

Namun, ia juga mengakui Nwaneri belum mampu mendapatkan tempat reguler di skuad utama Arsenal.

“Jika Anda melakukan debut Premier League pada usia 15 tahun, berarti Anda adalah talenta luar biasa,” kata Hamann di Sky.

Menurut Hamann, Dortmund bisa menjadi tempat yang tepat bagi Nwaneri untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Dortmund mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari pemain muda itu. Saya menantikan Nwaneri di Bundesliga dan yakin dia menjadi perekrutan yang sangat bagus untuk BVB,” katanya.

Jobe Bellingham Ikut Bujuk Nwaneri ke Dortmund

Nwaneri juga tidak datang sendirian sebagai pemain Inggris di Dortmund. Ia kini bergabung dengan Jobe Bellingham, yang disebut ikut berperan dalam keputusannya pindah ke Jerman.

Nwaneri mengungkapkan dirinya sempat berbicara panjang dengan Jobe sebelum transfernya terealisasi pada hari terakhir bursa transfer.

“Saya berbicara dengan Jobe beberapa hari terakhir. Dia bertanya, ‘Bagaimana denganmu?’ Saya menjawab bahwa saya juga belum bisa memastikan,” tutur Nwaneri.

Namun, dalam percakapan itu Jobe terus mendorong Nwaneri untuk bergabung dengan Dortmund. Kini keduanya akan bermain bersama di Signal Iduna Park.

“Saya senang kami akan bermain berdampingan sekarang. Saya di sini dan akan berjuang untuk mendapatkan tempat di tim. Saya akan memberikan segalanya, sebanyak dan sebaik mungkin, untuk para fans,” kata Nwaneri.

Ia pun menegaskan siap bekerja keras dan mengutamakan kepentingan tim selama menjalani masa peminjaman di Dortmund.

Erling Haaland memang mencetak gol kemenangan Manchester City atas Coventry City. Namun, striker asal Norwegia itu justru meninggalkan lapangan dengan perasaan tidak sepenuhnya puas.

Haaland mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 yang diraih Manchester City pada Sabtu (5/9/2026) sore.

Hasil tersebut membuat The Blues mempertahankan start sempurna di Premier League bersama Enzo Maresca.

Haaland sebenarnya sempat dibuat frustrasi oleh penampilan Coventry yang mampu bertahan dengan cukup baik.

Penyerang berusia 26 tahun itu mendapatkan sejumlah peluang, tetapi beberapa di antaranya berhasil digagalkan.

Setelah dua kali gagal memaksimalkan kesempatan, Haaland akhirnya memecah kebuntuan melalui sundulan keras.

Ia menyambut umpan silang Antoine Semenyo yang dikirimkan dari area yang cukup dalam dan mengarahkannya ke gawang Coventry.

Gol tersebut menjadi gol ketiga Haaland pada kampanye Premier League musim ini.

Man City kemudian terus memberikan tekanan untuk mencari gol kedua. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat keunggulan satu gol bertahan hingga pertandingan berakhir.

Coventry bahkan hampir menghukum City ketika Ellis Simms memperoleh peluang emas dari jarak dekat.

Beruntung bagi tuan rumah, Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan gemilang untuk mempertahankan keunggulan Man City.

Tetap Kesal meski Berhasil Bawa Man City Menang

Alih-alih merayakan kemenangan dengan penuh kepuasan, Haaland justru terlihat frustrasi setelah pertandingan.

Ketika ditanya mengenai perasaannya oleh ViaPlay, Haaland mengakui dirinya masih kesal karena merasa seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.

“Ya, sedikit frustrasi. Saya seharusnya bisa mencetak beberapa gol lagi dan memastikan pertandingan berakhir lebih cepat. Jadi, saya sedikit kesal kepada diri sendiri,” ujar Haaland.

Meski demikian, Haaland merasa dirinya mulai kembali menemukan performa terbaik setelah membutuhkan beberapa pertandingan untuk mendapatkan ritme permainan.

“Saya membutuhkan beberapa pertandingan untuk masuk ke dalamnya. Sekarang saya sudah mendapatkannya, jadi saya mulai menemukan ritme,” katanya.

Haaland Bersiap Hadapi Jadwal Padat

Manchester City kini harus segera mengalihkan fokus karena jadwal pertandingan yang sangat padat sudah menanti.

Man City akan kembali bermain pada Selasa, kemudian menghadapi pertandingan lainnya pada Rabu dan Minggu. Sebelum jeda internasional, mereka bahkan dijadwalkan menjalani empat pertandingan.

Haaland menyadari musim ini akan menjadi periode yang sangat melelahkan, terutama dengan banyaknya pertandingan dan perjalanan yang harus dilakukan.

“Ini akan sangat melelahkan tahun ini, bisa dibilang begitu, dengan semua pertandingan dan perjalanan,” ungkapnya.

Setelah menjalani musim panas yang diwarnai agenda Piala Dunia, Haaland kini berharap kondisi fisik dan performanya terus meningkat seiring berjalannya musim.

Haaland Puji Rekrutan Baru Manchester City

Haaland juga memberikan apresiasi terhadap aktivitas Manchester City di bursa transfer musim panas.

Man City melakukan perubahan besar dalam komposisi skuad dan kembali mendatangkan sejumlah pemain anyar.

Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye bahkan menjalani debut mereka saat menghadapi Coventry. Kehadiran pemain-pemain baru itu menambah kedalaman skuad yang dimiliki Maresca.

Haaland mengakui City masih berada dalam fase pembangunan kembali, terutama jika dibandingkan dengan Arsenal yang telah bermain bersama dalam waktu lebih lama.

“Arsenal sudah bermain bersama dalam waktu yang lama dan membangun tim ini selama periode yang lebih panjang, sedikit seperti City ketika saya pertama kali bergabung. Kami masih dalam fase pembangunan kembali,” ujar Haaland.

Namun, ia menilai aktivitas transfer Man City sudah berjalan sangat baik.

“Jendela transfernya fantastis, saya harus mengatakannya. Selamat kepada klub dan semua orang di dalamnya,” kata Haaland.

Menurutnya, Man City bukan hanya mendatangkan pemain-pemain berkualitas, tetapi juga sosok yang mampu beradaptasi dengan baik di dalam ruang ganti.

“Pertama dan terutama, mereka mendatangkan pesepak bola fantastis, tapi juga orang-orang hebat yang sangat cocok dengan tim. Selamat untuk seluruh klub, terutama Khaldoon Al Mubarak,” tuturnya.

Kini, Haaland dan Manchester City harus segera bersiap menghadapi tantangan berikutnya. The Blues akan memulai kiprah mereka di Liga Champions pada Selasa malam dengan bertandang ke markas Porto.

Idnews.top – Inter Milan meraih kemenangan dramatis saat menjamu Napoli pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Pertandingan di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (5/9/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk tuan rumah.

Napoli sempat unggul dua gol melalui Matteo Politano pada menit ke-50 dan Rasmus Hojlund tiga menit berselang. Inter kemudian membalikkan keadaan lewat Lautaro Martinez, Marcus Thuram, dan gol kedua Lautaro pada masa injury time.

Hasil ini membuat Inter Milan mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara Liga Italia. Pasukan Cristian Chivu mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan masih mencatatkan hasil sempurna.

Napoli harus menerima kekalahan setelah sempat berada dalam posisi unggul. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini berada di peringkat ke-10 dengan raihan tiga poin dari tiga pertandingan.

Babak Pertama

Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir
Editor Aga Deta

Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir
Pemain Inter Milan, Lautaro Martinez, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Serie A melawan Napoli, Sabtu (5/9/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP
Bola.net – Inter Milan meraih kemenangan dramatis saat menjamu Napoli pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Pertandingan di Stadio Giuseppe Meazza, Sabtu (5/9/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk tuan rumah.

Napoli sempat unggul dua gol melalui Matteo Politano pada menit ke-50 dan Rasmus Hojlund tiga menit berselang. Inter kemudian membalikkan keadaan lewat Lautaro Martinez, Marcus Thuram, dan gol kedua Lautaro pada masa injury time.

Hasil ini membuat Inter Milan mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara Liga Italia. Pasukan Cristian Chivu mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan masih mencatatkan hasil sempurna.

Napoli harus menerima kekalahan setelah sempat berada dalam posisi unggul. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini berada di peringkat ke-10 dengan raihan tiga poin dari tiga pertandingan.

Simak jalannya pertandingan di bawah ini.

Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Hasil Inter vs Napoli: Sempat Tertinggal Dua Gol, Nerazzurri Balikkan Keadaan di Menit Akhir
Babak Pertama
Babak Pertama

Pemain Inter Milan, Andy Diouf, berebut bola dengan pemain Napoli, Antonio Vergara, dalam pertandingan Serie A, Sabtu (5/9/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP
Inter langsung memberikan ancaman ketika Andy Diouf melepaskan tembakan first-time dari luar kotak penalti pada menit ketiga. Bola mengarah ke sudut kiri bawah gawang, tetapi Alex Meret mampu melakukan penyelamatan cepat.

Napoli membalas tiga menit kemudian melalui Frank Anguissa yang mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Tembakannya mengarah ke sisi kanan gawang, namun Josep Martinez tampil gemilang untuk menggagalkannya.

Pada menit ke-12, Meret kembali harus bekerja keras menghadapi peluang Inter. Francesco Pio Esposito menyambut umpan silang dengan sundulan, tetapi bola yang mengarah ke tengah gawang berhasil diamankan sang kiper.

Anguissa kembali mendapatkan peluang pada menit ke-29 setelah menerima umpan di depan kotak penalti. Ia melepaskan tembakan, tetapi bola justru melebar tipis dari tiang kanan.

Menjelang turun minum, kedua tim sama-sama memiliki peluang besar untuk mencetak gol. Martinez menggagalkan usaha Rasmus Hojlund dan Lautaro Martinez, sementara tendangan bebas Federico Dimarco pada menit ke-45+4 membentur mistar gawang.

Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Napoli langsung mengejutkan Inter Milan. Pada menit ke-50, Matteo Politano memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah yang bersarang di sisi kiri gawang untuk membawa Napoli unggul 1-0.

Tiga menit berselang, Napoli kembali mencetak gol. Rasmus Hojlund menerima umpan di tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan sempurna ke sisi kiri gawang sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Inter Milan tidak tinggal diam dan langsung merespons pada menit ke-56. Federico Dimarco mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambut Lautaro Martinez dengan tembakan rendah ke pojok kanan bawah untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Inter terus meningkatkan tekanan setelah gol tersebut. Pada menit ke-67, Andy Diouf mendapat ruang untuk melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Napoli.

Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82. Marcus Thuram melompat tinggi menyambut umpan silang dari sisi luar kotak penalti dan mengarahkan sundulannya ke pojok kiri bawah untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Drama belum berakhir karena Inter Milan berhasil melakukan comeback sempurna pada masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+1, Lautaro Martinez berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola muntah di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan ke bagian atas gawang sehingga Inter berbalik unggul 3-2.

Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2): Josep Martinez; Yann Bisseck, Manuel Akanji, Alessandro Bastoni; Andy Diouf, Nicolo Barella, Piotr Zelinski, Petar Sucic, Federico Dimarco; Francesco Pio Esposito, Lautaro Martinez

Pelatih: Cristian Chivu

Napoli (4-3-3): Alex Meret; Giovanni Di Lorenzo, Amir Rrahmani, Rafa Martin, Leonardo Spinazzola; Frank Anguissa, Stanislav Lobotkal, Antonio Vergara; Matteo Politano, Rasmus Hojlund, Alisson Santos