
BolaIndonesia – Kepergian Gabriel Martinelli dari Arsenal menjadi salah satu cerita besar pada penghujung bursa transfer musim panas 2026. Winger asal Brasil tersebut resmi meninggalkan Emirates Stadium dan bergabung dengan Al-Hilal setelah tujuh tahun menjadi bagian penting dari skuad The Gunners. Meski kehilangan salah satu pemain depannya, Mikel Arteta tetap puas dengan opsi serangan Arsenal yang tersedia untuk menghadapi musim 2026/2027.
Martinelli resmi bergabung dengan Al-Hilal setelah Arsenal menyepakati transfer yang dilaporkan bernilai sekitar £60 juta. Pemain berusia 25 tahun itu mengakhiri perjalanan panjangnya bersama klub London Utara setelah mencatatkan 278 penampilan dan 62 gol di semua kompetisi.
Martinelli Tinggalkan Arsenal Setelah Tujuh Tahun
Martinelli datang ke Arsenal pada 2019 dari Ituano dan berkembang menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di Premier League. Kecepatan, kemampuan membawa bola, serta agresivitasnya membuat pemain asal Brasil tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Arsenal di bawah Arteta.
Namun, posisinya dalam persaingan lini depan mulai berubah dalam beberapa musim terakhir. Arsenal akhirnya memilih membuka jalan bagi Martinelli untuk mencari tantangan baru, terutama setelah sang pemain tidak lagi menjadi pilihan utama secara konsisten.
Kepergian tersebut juga terjadi setelah Arsenal kehilangan beberapa pemain menyerang lainnya. Gabriel Jesus bergabung dengan Barcelona, sementara Leandro Trossard lebih dahulu meninggalkan London Utara untuk bergabung dengan Besiktas.
Arteta Tidak Ingin Meratapi Kepergian Pemain
Situasi tersebut membuat sejumlah pengamat mempertanyakan kedalaman lini serang Arsenal. Pasalnya, The Gunners hanya mendatangkan Christos Tzolis sebagai tambahan utama di sektor ofensif pada bursa transfer musim panas.
Meski demikian, Arteta tidak ingin terlalu fokus terhadap pemain yang sudah pergi. Pelatih asal Spanyol tersebut justru meminta perhatian diarahkan kepada pemain yang masih tersedia dalam skuad Arsenal.
Arteta menegaskan bahwa dirinya melihat banyak hal positif dari skuad yang dimiliki saat ini. Menurutnya, tugas utama sebagai manajer adalah membantu para pemain yang tersedia mencapai potensi terbaik mereka.
“Saya tidak tahu, itu semua hanya opini. Bursa transfer sudah ditutup dan saya lebih memilih melihat semua hal luar biasa yang kami miliki di skuad ini,” ujar Arteta.
Arsenal Masih Punya Banyak Pilihan di Lini Depan
Meskipun kehilangan Martinelli, Arsenal masih mempunyai sejumlah pemain berkualitas untuk mengisi lini serang. Bukayo Saka tetap menjadi salah satu senjata utama dari sisi kanan, sementara Eberechi Eze dapat memberikan fleksibilitas di area kiri maupun posisi yang lebih sentral.
Christos Tzolis juga menjadi opsi baru setelah didatangkan dari Club Brugge. Kehadirannya menjadi salah satu solusi Arsenal setelah Trossard dan Martinelli pergi.
Selain itu, Arsenal masih memiliki Kai Havertz serta Viktor Gyokeres sebagai opsi di lini depan. Arteta juga dapat mengandalkan kreativitas Martin Odegaard untuk mendukung serangan dari lini kedua.
Komposisi tersebut membuat Arteta percaya diri bahwa Arsenal masih mempunyai kualitas untuk bersaing di papan atas Premier League dan kompetisi Eropa.
Kepergian Martinelli Bukan Akhir Segalanya
Arteta juga memberikan penghormatan kepada Martinelli setelah perjalanan panjang sang pemain bersama Arsenal berakhir. Sang manajer mengaku bersyukur pernah bekerja bersama pemain tersebut dan menyaksikan perkembangan Martinelli dari pemain muda hingga menjadi pemain internasional Brasil.
Martinelli sendiri meninggalkan Arsenal dengan catatan 278 pertandingan dan 62 gol. Ia juga menjadi bagian dari skuad yang memenangkan Premier League musim 2025/2026, sekaligus pernah merasakan gelar Piala FA dan Community Shield bersama The Gunners.
Bagi Arteta, kontribusi Martinelli tidak hanya dapat diukur melalui statistik. Ambisi, kecintaan terhadap sepak bola, dan kontribusinya terhadap perkembangan Arsenal juga menjadi bagian penting dari perjalanan sang pemain.
“Ceritanya berakhir, dan kami mendoakan yang terbaik untuknya dalam cerita yang berbeda,” kata Arteta.
Arteta Percaya pada Skuad Arsenal
Keputusan Arsenal tidak mendatangkan pengganti langsung Martinelli memang menimbulkan tanda tanya. Bahkan, sejumlah analisis menilai The Gunners kini memiliki kedalaman yang lebih tipis di sisi kiri.
Namun, Arteta memilih melihat persoalan dari perspektif berbeda. Ia percaya pemain-pemain yang berada di ruang ganti Arsenal memiliki kualitas untuk memenuhi tuntutan musim panjang.
“Kita lihat pada akhir musim dan menempatkan semua orang pada tempatnya. Mari percaya kepada mereka,” tegas Arteta.
Dengan bursa transfer yang telah ditutup, Arteta kini tidak lagi memiliki ruang untuk mencari solusi melalui transfer. Fokus Arsenal sepenuhnya beralih kepada kompetisi di lapangan.
The Gunners akan menghadapi Chelsea pada Minggu, 6 September 2026. Kedua tim sama-sama mengawali Premier League musim ini dengan dua kemenangan, sehingga pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi Arsenal setelah perubahan besar di lini serang.
Pada akhirnya, kepergian Gabriel Martinelli memang mengurangi satu opsi berpengalaman dari skuad Arsenal. Namun, Mikel Arteta memilih optimistis. Ia percaya kualitas pemain yang tersisa cukup untuk membawa Arsenal tetap kompetitif dan mempertahankan ambisi mereka di Premier League maupun Eropa.
