26 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

BOLADONESIA – Alphonso Davies harus menelan pil pahit setelah timnas Kanada tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sejumlah oknum suporter The Cannucks menjadikan Davies sebagai kambing hitam.

Davies tidak bermain ketika Kanada melakoni pertandingan babak 16 besar melawan Maroko di Houston, Minggu (7/5). Oknum suporter pun menyebut Davies tidak memiliki rasa patriotik karena memilih tidak tampil melawan Maroko.

Tidak cuma mendapat kritikan pedas, Davies juga mendapat serangan rasial. Tidak sedikit emoji monyet yang hadir di kolom komentar di Instagram pribadi Davies.

Davies memang tidak banyak mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia 2026. Pemain beruur 25 tahun itu cuma tampil satu kali selama 15 menit karena diganggu cedera.

Alasan Alphonso Davies Tak Main Lawan Maroko

Penampilan tunggal Davies di Piala Dunia 2026 terjadi pada partai babak 32 besar melawan Afrika Selatan. Dalam laga tersebut, Davies tampil sebagai pemain pengganti dan bermain selama 15 menit.

Karena bisa kembali ke atas lapangan, Davies sempat diprediksi mampu bermain sebagai starter ketika melawan Maroko. Namun, Davies ternyata merasa cederanya belum sembuh ketika menjalani sesi latihan dan merasa tak sanggup bermain.

“Saya merasa mengalami sedikit cedera ketika menjalani sesi latihan. Pelatih bertanya apakah saya berada dalam kondisi terbaik, dan saya memberikan jawaban jujur,” ujar Davies.

“Saya tidak mau menjadi beban bagi tim nasional apabila berada di atas lapangan dan tidak memberikan penampilan terbaik. Cedera ini membuat saya tidak mau mengambil risiko,” imbuhnya.

Idnews.top – Ada kabar mengejutkan datang dari Piala Dunia 2026. Kick off pertandingan 16 besar antara Meksiko vs Inggris resmi diundur.

Azteca Stadium, Meksiko akan menggelar sebuah laga panas. Tuan rumah, Timnas Meksiko akan memainkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Lawan yang mereka hadapi adalah wakil Eropa, Timnas Inggris. The Three Lions sendiri merupakan salah satu unggulan juara di turnamen ini sehingga banyak yang antusias untuk menyaksikan pertandingan seru tersebut.

Namun ada kabar kurang baik bagi mereka yang menantikan pertandingan ini. Kick Off pertandingan ini resmi diundur oleh FIFA karena ada kondisi yang mendesak.

Cuaca Ekstrim

Kepastian kick off laga Meksiko vs Inggris ini diundur disampaikan langsung oleh Timnas Inggris melalui akun media sosial mereka.

Pertandingan ini sedianya dimulai pada Pkl 07.00 WIB. Namun FIFA dan kedua tim sepakat untuk memundurkan kick off pertandingan ini selama satu jam, sehingga laga baru dimulai pada Pkl 08.00 WIB.

Keputusan ini diambil karena Stadion Azteca saat ini diguyur hujan yang sangat deras dan sesekali ada petir. Jadi demi keselamatan kedua tim, pertandingan ditunda sejam dengan harapan hujan sudah reda saat kick off.

Timnas Inggris dalam Kondisi Kurang Ideal

Di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini, Timnas Inggris dianggap berada dalam kondisi yang kurang ideal.

Pasalnya Azteca Stadium berada di dataran tinggi. Alhasil stok oksigen lebih tipis dari kondisi normal, sehingga Inggris bakal kesulitan beradaptasi dengan situasi tersebut.

Di sisi lain, Azteca Stadium akan dipenuhi oleh puluhan ribu pendukung setia Timnas Meksiko, sehingga mereka akan berada dalam tekanan besar sepanjang laga.

Susunan Pemain Meksiko vs Inggris

Meksiko (4-3-3): Rangel; Gallardo, Vasquez, Montes, Sanchez; Romo, Lira, Mora; Quinones, Jimenez, Alvarado

Pelatih: Javier Aguirre

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Quansah; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Saka; Kane

Pelatih: Thomas Tuchel

LARISBOLA – Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo baru-baru ini membuat pernyataan yang menarik. Ia memastikan bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi Piala Dunia terakhir dalam karirnya.

Seperti yang sudah diketahui, Ronaldo merupakan salah satu pemain yang langganan tampil di Piala Dunia. Ia pertama kali tampil di turnamen akbar ini pada edisi tahun 2006 silam bersama Timnas Portugal.

Piala Dunia 2026 ini menjadi turnamen keenam sang penyerang bersama Timnas Portugal. Meski sudah berusia 41 tahun, Ronaldo masih menjadi andalan Selecao da Quinas di lini serang.

Melihat kondisinya yang masih fit, banyak yang mengira Ronaldo masih akan bermain di Piala Dunia 2030 mendatang bersama Timnas Portugal. Namun Ronaldo resmi menampik anggapan tersebut.

Piala Dunia Terakhir

Kepastian Ronaldo tidak akan bermain di Piala Dunia 2030 disampaikan sang pemain pada konferensi pers jelang Portugal vs Spanyol baru-baru ini.

Ia mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi Piala Dunia terakhir dalam karirnya dan ia tidak akan tampil di Piala Dunia 2030.

“Saya ingin menikmati turnamen ini sebanyak mungkin karena ini akan jadi Piala Dunia terakhir saya. Namun saya berharap pertandingan besok (vs Spanyol) bukan pertandingan terakhir saya di Piala Dunia,” ujar Ronaldo.

Pensiun? Tunggu Dulu!

Lebih lanjut, Ronaldo juga ditanyai awak media seputar kemungkinan pensiun dari Timnas Portugal seusai Piala Dunia 2026 digulirkan.

Ronaldo menyebut bahwa ia masih belum memikirkan hal tersebut, karena ia akan berbicara dengan keluarganya sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Saya akan berhenti bermain ketika saya ingin berhenti bermain, bukan karena kalian (media) yang menginginkannya,” pungkas sang kapten.

Dengan pernyataannya tersebut, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir Ronaldo melengkapi koleksi trofi juaranya.

Ronaldo sudah memenangkan semua trofi juara di level klub dan Timnas, namun Piala Dunia jadi satu-satunya trofi yang belum ia angkat. Jadi ia berhasrat bisa menuntaskan itu di edisi tahun 2026 ini.

Timnas Brasil harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 di babak 16 besar. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB, di mana Erling Haaland sukses mencetak brace.

Pertarungan di antara kedua tim begitu seru, di mana pada 45 menit pertama pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Namun, pada babak kedua, Norwegia lebih dulu mengejutkan Brasil.

Erling Haaland membuka keunggulan Norwegia setelah tandukan memaksimalkan umpan Andreas Schejelderup berhasil mengoyak jala gawang Timnas Brasil yang dikawal Alisson Becker pada menit ke-79.

Andreas Schejelderup kemudian kembali mengirimkan umpan yang membuat Erling Haaland memastikan brace pada menit ke-90. Norwegia pun di atas angin untuk memenangkan laga dan lolos ke perempat final.

Namun, Brasil memperkecil peluang lewat eksekusi penalti Neymar pada menit 90’+10. Berawal dari Casemiro yang dilanggar Ostigard di kotak penalti, Neymar maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Orjan Nyland.

Skor 2-1 untuk keunggulan Norwegia bertahan hingga laga usai. Norwegia pun ini menanti lawan di perempat final, yaitu antara Meksiko dan Inggris yang baru akan bertanding pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Susunan Pemain

Brasil (4-1-2-3): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Gabriel Martinelli; Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior

Pelatih: Carlo Ancelotti

Norwegia (4-1-2-3): Orjan Nyland; Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, Moller Wolfe; Sander Berge; Martin Odegaard, Patrick Berg; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa

Pelatih: Stale Solbakken

Idnews.top – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe sangat senang melihat timnya mengalahkan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif La Albirroja di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Timnas Prancis berhadapan dengan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan di Philadelphia Stadium itu berlangsung dengan sangat alot sejak awal laga.

Pasalnya Paraguay bermain dengan sangat pragmatis sejak awal laga. Wakil Amerika Selatan itu juga tidak sungkan untuk melakukan pelanggaran demi menghentikan pergerakan Prancis.

Namun Les Bleus berhasil keluar sebagai pemenang laga ini setelah Kylian Mbappe mencetak gol dari titik putih di babak kedua. Mbappe sendiri sangat senang melihat timnya memenangkan laga alot ini.

Taktik Negatif Paraguay

Dalam wawancaranya seusai laga, Kylian Mbappe menilai timnya sangat layak untuk lolos ke babak perempat final. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif Paraguay di laga ini.

“Paraguay tidak mau bermain sepak bola di pertandingan tadi, dan kami menunjukkan kepada mereka caranya bermain bola,” buka Mbappe.

“Kami memenangkan pertandingan ini dan kami tim yang lebih bagus daripada mereka.”

Prancis Juga Bisa Main Kotor

Lebih lanjut, Mbappe juga mengomentari permainan kasar yang diperagakan Paraguay sepanjang laga. Ia menyebut bahwa timnya juga bisa melakukan hal yang serupa.

“Jika kami harus mengotori tangan kami, maka kami akan melakukan itu. Mereka (Paraguay) mengira kami akan bermain sambil menggunakan tuxedo di pertandingan tadi, namun kami juga tahu bagaimana cara bermain kotor juga,” sambung Mbappe.

“Kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa kami bukan hanya tim yang mampu memainkan sepak bola menyerang,” pungkasnya.

Laga Berikutnya

Timnas Prancis saat ini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena mereka ditunggu laga berat di perempat final nanti.

Mereka akan menghadapi Timnas Maroko, di mana wakil Afrika itu menghancurkan Kanada dengan skor 3-0 di babak 16 besar pada dini hari tadi.

Strategi Baru Maroko Hancurkan Kanada 3-0 di 16 Besar

BolaIndonesia – Timnas Maroko menunjukkan performa luar biasa saat menaklukkan Kanada dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan meyakinkan tersebut tidak hanya mengantarkan Singa Atlas melangkah ke perempat final, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan perubahan strategi yang diterapkan sang pelatih sebelum pertandingan berlangsung.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Maroko tampil lebih agresif dibandingkan laga-laga sebelumnya. Intensitas pressing yang tinggi, transisi cepat dari bertahan ke menyerang, serta penguasaan lini tengah membuat Kanada kesulitan mengembangkan permainan. Tiga gol tanpa balas menjadi gambaran betapa efektifnya pendekatan taktik yang diterapkan Maroko sepanjang 90 menit.

Pelatih Akui Mengubah Pendekatan Taktik

Usai pertandingan, pelatih Maroko mengungkapkan bahwa kemenangan besar tersebut merupakan hasil dari perubahan strategi yang telah dipersiapkan selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, tim pelatih mempelajari gaya bermain Kanada secara mendalam sebelum memutuskan melakukan sejumlah penyesuaian.

“Kami tahu Kanada memiliki kecepatan di sisi sayap dan mampu melakukan serangan balik dengan baik. Karena itu, kami mengubah struktur permainan agar lebih kompak ketika kehilangan bola sekaligus lebih cepat saat melakukan transisi menyerang,” ujarnya dalam konferensi pers.

Perubahan paling mencolok terlihat pada lini tengah. Maroko menempatkan lebih banyak pemain yang mampu menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu membangun serangan dari bawah. Strategi tersebut membuat Kanada kehilangan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya.

Pressing Tinggi Jadi Kunci Kemenangan

Selain perubahan komposisi pemain, pelatih juga meminta anak asuhnya melakukan pressing lebih tinggi sejak menit awal. Instruksi tersebut berhasil dijalankan dengan sempurna. Para pemain Maroko terus menekan lini belakang Kanada sehingga lawan sering kehilangan bola di area berbahaya.

Strategi ini membuahkan hasil ketika gol pembuka lahir dari kesalahan pemain belakang Kanada yang dipaksa melakukan umpan terburu-buru. Setelah unggul, Maroko tidak mengendurkan tekanan. Sebaliknya, mereka semakin percaya diri menguasai pertandingan dan terus menciptakan peluang.

Dominasi tersebut membuat Kanada kesulitan keluar dari tekanan. Beberapa kali mereka mencoba membangun serangan melalui kedua sisi lapangan, tetapi disiplin pertahanan Maroko mampu mematahkan setiap upaya yang dilakukan.

Efektivitas Serangan Jadi Pembeda

Selain solid dalam bertahan, Maroko juga tampil sangat efektif saat menyerang. Hampir setiap peluang yang diciptakan mampu mengancam gawang Kanada. Pergerakan tanpa bola yang lebih dinamis membuat lini belakang lawan sering kehilangan koordinasi.

Pelatih Maroko mengaku sengaja memberikan kebebasan kepada para pemain depan untuk bertukar posisi selama pertandingan berlangsung. Tujuannya adalah membingungkan bek Kanada sekaligus membuka ruang bagi gelandang yang datang dari lini kedua.

Pendekatan tersebut terbukti berhasil. Dua gol tambahan lahir melalui kombinasi umpan cepat dan penyelesaian akhir yang tenang. Efektivitas inilah yang akhirnya membuat Maroko mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 3-0.

Mentalitas Tim Semakin Matang

Sang pelatih juga memberikan pujian kepada seluruh pemain yang mampu menjalankan instruksi dengan disiplin. Menurutnya, keberhasilan Maroko tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh mentalitas kolektif yang terus berkembang sepanjang turnamen.

Ia menilai para pemain semakin percaya diri menghadapi lawan-lawan kuat. Pengalaman mencapai semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya dinilai menjadi modal penting dalam membangun karakter tim saat menghadapi pertandingan besar.

“Kami bermain sebagai satu kesatuan. Semua pemain memahami tugas masing-masing dan saling membantu. Mentalitas seperti inilah yang ingin kami pertahankan hingga akhir turnamen,” tambahnya.

Fokus Hadapi Tantangan Berikutnya

Meski puas dengan hasil yang diraih, pelatih Maroko menegaskan bahwa timnya belum ingin larut dalam euforia. Ia meminta seluruh pemain segera mengalihkan fokus ke pertandingan perempat final yang dipastikan berlangsung jauh lebih berat.

Menurutnya, setiap fase gugur menghadirkan tantangan berbeda sehingga Maroko harus terus meningkatkan kualitas permainan. Evaluasi tetap akan dilakukan meski tim meraih kemenangan telak atas Kanada.

Dengan performa impresif, organisasi permainan yang solid, serta strategi yang semakin matang, Maroko kembali membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, peluang Singa Atlas untuk melangkah lebih jauh hingga perebutan gelar juara terbuka lebar.

BOLADONESIA – Jesse Marsch sangat kecewa oleh kekalahan timnas Kanada dari timnas Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7/2026) dini hari WIB. Meskipun skor 0-3, dia menyebut kekalahan itu tidak layak diterima tim asuhannya.

Dalam laga yang berlangsung di Houton, Amerika Serikat, Kanada kebobolan 3 gol pada babak kedua. Dua gol dibuat Azzedine Ounahi pada menit ke-50 dan 82, sedangkan satu gol lain dilesakkan Soufiane Rahimi pada menit ke-8 waktu tambahan. Hasil itu membuat Kanada gagal melangkah ke 8 besar.

Di mata Jesse Marsch, kekalahan itu sangat tidak adil. “Kami adalah tim yang tampil lebih baik. Kami secara total mengontrol yim peringkat ke-7 dunia. Kami lebih agresif drai mereka. Pada hari lain, kami mungkin membuka skor dan menang,” urai dia seperti dikutip IDNNEWS.TOP dari Sky.

Dia menambahkan, “Soal rencana, ide, kepercayaan diri, dan membawa tim hingga limit, kami jauh lebih baik pada babak pertama, bahkan hingga awal babak kedua. Satu permainan yang membuat skor 0-1. Sisanya, pertandingan adalah milik kami.”

Protes Jesse Marsch

Menurut Jesse Marsch, hasil akhir laga ditentukan oleh kualitas penyelesaian akhir. Pria asal Amerika Serikat itu mengakui Maroko punya pemain-pemain berkelas yang sudah terbiasa bermain di level atas. Mereka lebih baik dalam memanfaatkan peluang.

“Mereka hanya punya kualitas sedikit lebih baik dalam penyelesaian akhir, sementara kami kurang mampu melakukannya ketika hal itu dibutuhkan. Kami hanya tak beruntun sehingga gagal membuat gol, lalu datanglah detail yang menentukan,” ucap dia.

Di samping itu, Marsch juga melontarkan protes kepada FIFA soal timnas Kanada yang harus bermain di Amerika Serikat meskipun berstatus tuan rumah. Bagi dia, The Canucks seharusnya menjalani semua laga di kandang sendiri.

Dia mengungkapkan, “FIFA tidak adil. Kanada adalah satu dari tiga tuan rumah, tapi kami menjalani 2 dari 5 laga di AS. Mereka tidak memberi kami penjelasan mengenai itu. Kami punya fasilitas kelas atas. Jadi, memgapa kami memainkan pertandingan di luar kandang?”

KLIKBETS – Timnas Prancis berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Paraguay pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Minggu (5/7/2026) pagi WIB. Sang pelatih, Didier Dechamps, sukses mencatatkan sejarah lewat keberhasilan itu.

Timnas Prancis melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe menjadi penentu keberhasilan Les Bleus dengan menjebol gawang Paraguay dari titik putih.

Kemenangan 1-0 sudah cukup bagi Prancis untuk memastikan diri menghadapi Maroko di babak delapan besar yang akan digelar di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) pagi WIB.

Menariknya, bukan hanya Kylian Mbappe yang layak disorot dari kemenangan Prancis ini, melainkan sang pelatih, Didier Deschamps, yang juga mencatatkan prestasi gemilang.

10 Kemenangan di Fase Gugur

Didier Deschamps menjadi manajer tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil memenangkan 10 pertandingan fase gugur.

Seperti dilansir dari Squawka, Kemenangan Prancis 1-0 atas Paraguay merupakan ke-10 Les Bleus di fase gugur selama ditangani oleh Deschamps.

Catatan itu diawali Deschamps sat mengantar Pancis menang atas Nigeria di 16 besar Piala Dunia 2014. Kemudian mantan gelandang Timnas Prancis itu membawa timnya menang atas Argentina, Uruguay, Belgia, dan Kroasia untuk menjadi juara Piala Dunia 2018.

Catatan berlanjut dengan tiga kemenangan di edisi 2022, yaitu atas Polandia, Inggris, dan Maroko. Sementara pada 2026, sudah ada Swedia dan Paraguay yang menjadi korban.

Jika Deschamps mampu menambah tiga kemenangan lagi di edisi 2026, gelar juara dunia kedua sebagai manajer tim akan diraihnya bersama Prancis.

BOLADONESIA – Prancis harus susah payah membongkar pertahanan rapat Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 (5/7/26). Mereka butuh aksi dari Desire Doue dan penalti dari Kylian Mbappe untuk bisa membongkar pertahanan itu.

Paraguay menerapkan taktik yang mereka gunakan melawan Jerman, parkir bis. Dan itu kembali berhasil. Pada babak pertama, Prancis gagal mencatatkan satu pun tendangan ke arah gawang. Mereka hanya mendapatkan beberapa setengah peluang dari tendangan-tendangan jarak jauh yang melebar.

Tendangan jarak jauh itu baru berhasil mengarah ke gawang pada menit ke-50, ketika sepakan Manu Kone berhasil ditepis Orlando Gill.

Pada menit ke-60, Didier Deschamps memasukkan Desire Doue menggantikan Bradley Barcola, dan pergantian itu sangat krusial. Di menit ke-66, Doue berhasil menembus pertahanan rapat Paraguay, melewati dua pemain dan dilanggar oleh pemain ketiga Diego Gomez di kotak penalti. Setelah mengecek VAR, wasit menunjuk titik putih. Kylian Mbappe yang menjadi eksekutor berhasil melakukan tugasnya.

Setelah mencetak gol, barulah Prancis punya lebih banyak peluang. Mbappe setidaknya punya tiga tembakan yang selalu ditepis oleh Gill. Sementara Paraguay sendiri tetap tak bisa berbuah banyak. Mereka cenderung bermain keras dan kasar, tanpa bisa membahayakan gawang Mike Maignan.

Prancis menang 1-0 dan lolos ke perempat final dan akan melawan Maroko. Berikut hasil dan jadwal babak 16 besar Piala Dunia:

Hasil dan Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli

Kanada 0-3 Maroko
Paraguay 0-1 Prancis

Senin, 6 Juli

Brasil vs Norwegia (03.00 WIB)
Meksiko vs Inggris (07.00 WIB)

Selasa, 7 Juli

Portugal vs Spanyol (02.00 WIB)
Amerika Serikat vs Belgia (07.00 WIB)
Argentina vs Mesir (23.00 WIB)

Rabu, 8 Juli

Swiss vs Kolombia (03.00 WIB)

LARISBOLA – Nama Orlando Gill mendadak jadi buah bibir di Piala Dunia 2026. Kiper Timnas Paraguay itu mendapatkan banyak pujian atas performanya yang solid bersama La Albirroja.

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, nama Gill memang tidak banyak dikenal publik. Maklum, ia hanya bermain di Liga Argentina bersama San Lorenzo.

Namun namanya mencuri perhatian di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berkat aksinya yang gemilang di babak adu penalti melawan Jerman, Paraguay berhasil lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Di babak 16 besar, FIFA mendaulatnya sebagai man of the match meski Paraguay kalah dari Prancis dengan skor 0-1. Ia menghentikan sejumlah peluang berbahaya Les Bleus sepanjang laga.

Namun tahukah Bolaneters, ada kisah haru di balik performa gemilang Gill selama Piala Dunia 2026 ini. Simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Lahir pada 11 Juni 2000 di Departemen Central, Paraguay, Orlando Gill sejak kecil sudah memiliki postur yang mencolok. Dengan tinggi mencapai 1,99 meter, ia sempat menjadi incaran para pencari bakat bola basket ketika remaja. Namun, kecintaannya tetap tertuju pada sepak bola.

Gill memulai perjalanannya sebagai gelandang tengah bersama Club 13 de Junio di Liga Sanlorenzana sebelum kemudian bergabung dengan Sportivo San Lorenzo. Bakat besarnya mulai menarik perhatian mantan pelatih tim nasional Paraguay, Francisco “Chiqui” Arce, yang memanggilnya mengikuti pemusatan latihan tim senior meski saat itu Gill masih bermain di kompetisi regional.

Pada masa itu, Gill juga tidak pernah menyembunyikan sosok yang menjadi inspirasinya. Ia mengidolakan kiper legendaris Jerman, Manuel Neuer, dan menghabiskan banyak waktu mempelajari gaya bermain sang penjaga gawang, terutama kemampuannya sebagai sweeper-keeper serta dominasinya di lapangan.

Meski demikian, perjalanan Gill menuju level tertinggi tidak berjalan mulus. Pada 2024 ia bergabung dengan klub kasta tertinggi Argentina, San Lorenzo de Almagro. Namun, sebagian besar waktunya justru dihabiskan bersama tim cadangan. Hingga akhir tahun tersebut, ia hanya mendapat sedikit kesempatan tampil di tim utama dan nyaris tidak dikenal oleh publik sepak bola internasional.

Air mata Gill usai dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA setelah membantu Paraguay menyingkirkan Jerman di Boston tidak bisa dilepaskan dari kisah hidupnya beberapa tahun sebelumnya.

Pada Desember 2022, ketika kariernya masih belum berkembang dan ia kesulitan mendapatkan tempat sebagai starter di level klub, istrinya, Melissa Ávalos, mengalami komplikasi serius saat menjalani kehamilan prematur.

Putra mereka, Lautaro Daniel, lahir melalui operasi darurat pada 8 Desember dan langsung harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya yang kritis. Di saat bersamaan, keluarga kecil tersebut menghadapi persoalan besar lainnya. Sebagai pesepak bola yang belum mapan secara finansial, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya rumah sakit.

Dalam situasi yang sangat sulit itu, Gill mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Ia menjual semua barang yang dimilikinya demi menyelamatkan sang buah hati. Ia menjual sepatu sepak bolanya, perlengkapan latihan, hingga jersey Timnas Paraguay U-20 yang sangat berharga baginya.

Demi Menyelamatkan Sang Buah Hati

Melissa Avalos mengenang masa-masa tersebut melalui sebuah unggahan yang mengharukan di media sosial.

“Kami benar-benar tidak memiliki apa pun. Orlando menjual seluruh perlengkapan klubnya, sepatu sepak bolanya, bahkan jersey tim nasional kelompok usia yang ia miliki. Dia benar-benar menjual semuanya agar kami bisa membayar biaya rumah sakit sementara putra kami berjuang mempertahankan hidupnya,” kenang Melissa.

Pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Lautaro berhasil melewati masa kritis dan keluarga mereka dapat pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama.