27 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

Cristiano Ronaldo belum bersedia membahas kemungkinan pensiun dari Timnas Portugal, meski isu tersebut kembali mencuat di tengah Piala Dunia 2026.

Ronaldo menegaskan fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada perjalanan Portugal di turnamen, bukan pada masa depannya.

Spekulasi mengenai masa depan Ronaldo bersama timnas muncul setelah saudara perempuannya, Katia Aveiro, menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “tarian terakhir” sang megabintang bersama Portugal.

Pernyataan itu disampaikan tak lama sebelum Portugal bangkit mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar.

Menanggapi rumor tersebut, Ronaldo memilih tidak memberikan jawaban tegas. Penyerang berusia 41 tahun itu mengatakan baru akan memikirkan masa depannya setelah Piala Dunia berakhir.

“Masa depan bukan hal yang penting saat ini. Nanti saya akan membicarakannya. Saya akan punya waktu setelah kami menang atau kalah untuk berbicara dengan keluarga, lalu mengambil keputusan seperti yang biasa saya lakukan,” ujar Ronaldo kepada Sport TV.

“Sekarang, saya tidak lagi mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Saya menjalani semuanya dengan tenang. Untuk saat ini, saya hanya ingin menikmati hari ini,” imbuhnya.

Minus Piala Dunia

Piala Dunia menjadi satu-satunya trofi bergengsi yang belum berhasil diraih Ronaldo bersama Portugal. Sebelumnya, ia telah membawa negaranya menjuarai Euro 2016 serta UEFA Nations League edisi 2019 dan 2025.

Portugal kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar, yakni duel melawan Spanyol. Tim asuhan Roberto Martínez tidak termasuk kelompok unggulan utama turnamen, yang diisi tim-tim seperti Prancis, Argentina, dan Spanyol.

Di tengah perjalanan Portugal di Piala Dunia, perdebatan mengenai peran Ronaldo di dalam tim juga masih berlangsung.

Sebagian pihak menilai Portugal akan lebih kuat tanpa kehadirannya, meski rekan-rekan setimnya menepis anggapan tersebut.

Kejar 1000 Gol

Selain memburu gelar Piala Dunia, Ronaldo masih mengejar satu pencapaian pribadi.

Golnya ke gawang Kroasia tidak hanya menjadikannya pencetak gol tertua dalam sejarah fase gugur Piala Dunia, tetapi juga merupakan gol ke-976 sepanjang kariernya di level klub dan timnas.

Hal ini berarti, Ronaldo masih membutuhkan 24 gol lagi untuk mencapai torehan 1.000 gol sepanjang karier. Target tersebut juga sempat disinggung oleh saudara perempuannya.

“Setelah 1.000 gol, dia akan pensiun? Ya, itu mungkin saja,” kata Aveiro.

Timnas Prancis berhasil melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026. Gol penalti Kylian Mbappe ke gawang Paraguay menjadi penentu laju Les Bleus ke babak delapan besar.

Bermain di Philadelphia Stadium, Minggu (5/7/2026), Prancis berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Paraguay. Kylian Mbappe menjadi eksekutor penalti yang dingin untuk menjebol gawang Orlando Gill.

Berawal dari wasit yang melihat Diego Gomez melakukan pelanggaran terhadap Desire Doue, Kylian Mbappe maju sebagai eksekutor. Dengan dingin penyerang Real Madrid itu menceploskan bola ke arah yang berlawanan dengan gerakan Orlando Gill.

Gol penalti tersebut cukup untuk memastikan langkah Prancis ke perempat final Piala Dunia 2026. Prancis akan menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Boston Stadium pada Jumat (10/7/2026) pagi WIB.

Maroko melangkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas tim tuan rumah Kanada.

Susunan Pemain

Paraguay (5-4-1): Orlando Gill; Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Omar Alderete, Junior Alonso; Miguel Almiron, Diego Gomez, Andres Cubas, Matias Galarza; Julio Enciso

Pelatih: Gustavo Alfaro

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Kouadio Kone, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola; Kylian Mbappe

Pelatih: Didier Deschamps

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan penuh drama pada 4 Juli 2026. Argentina berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah melewati laga sengit, sedangkan Prancis bersiap menghadapi tantangan berat dari Paraguay pada fase gugur.

Selain itu, Kanada juga akan menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Dengan demikian, persaingan menuju perempat final semakin menarik untuk disaksikan para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde

Argentina harus bekerja ekstra keras saat menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat unggul lebih dulu, tetapi lawannya mampu memberikan perlawanan luar biasa hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol dan memberikan assist yang membantu Argentina meraih kemenangan 3-2. Berkat hasil tersebut, La Albiceleste memastikan langkah ke babak 16 besar setelah melalui pertandingan yang menguras tenaga.

Meski menang, performa Cape Verde mendapatkan banyak pujian. Tim debutan tersebut tampil disiplin dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan sang juara dunia.

Prancis Waspadai Kejutan Paraguay

Sementara itu, Prancis akan menjalani pertandingan penting melawan Paraguay. Les Bleus tetap diunggulkan karena memiliki kualitas pemain yang lebih merata. Namun, Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu menyingkirkan lawan tangguh pada fase sebelumnya.

Pelatih Prancis meminta para pemainnya untuk tidak menganggap remeh Paraguay. Sebab, fase gugur tidak memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah.

Kanada Tantang Maroko

Di pertandingan lainnya, Kanada akan menghadapi Maroko dalam perebutan tiket menuju perempat final. Kanada mengandalkan kecepatan lini serang, sedangkan Maroko tetap mengusung permainan disiplin seperti saat mereka menciptakan kejutan pada turnamen-turnamen sebelumnya.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi besar untuk mencetak sejarah di Piala Dunia 2026

Cuaca Panas Jadi Tantangan Baru

Selain persaingan di lapangan, kondisi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Beberapa kota tuan rumah diperkirakan mengalami suhu sangat tinggi sehingga FIFA menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk jeda minum dan peningkatan layanan medis bagi pemain maupun penonton.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini (4 Juli)

  • Kanada vs Maroko
  • Paraguay vs Prancis

Selain dua pertandingan tersebut, hasil dramatis Argentina atas Cape Verde menjadi salah satu sorotan utama hari ini setelah juara bertahan berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 terus menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi. Argentina sukses melewati ujian berat dan melaju ke babak berikutnya. Di sisi lain, Prancis wajib tampil maksimal saat menghadapi Paraguay, sedangkan Kanada dan Maroko siap menyuguhkan duel yang tak kalah menarik.

Dengan semakin dekatnya babak perempat final, setiap pertandingan kini menjadi penentu nasib masing-masing negara dalam perburuan gelar juara dunia.

Idnews.Top – Tempat menonton pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Ghana. Bolaneters bisa menonton laga mendebarkan ini melalui sejumlah saluran berikut ini.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Kolombia dan Ghana di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB. Di atas kertas, Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu dan performa konsisten sepanjang turnamen.

Kelebihan utama Los Cafeteros terletak di sektor sayap, dengan Daniel Munoz dan Luis Diaz sebagai motor serangan. Kecepatan dan agresivitas mereka diprediksi akan menyulitkan pertahanan Ghana yang terkenal kokoh. Sebelumnya, tim kuat seperti Inggris dan Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Ghana karena terlalu fokus menyerang dari tengah. Kolombia hadir dengan strategi berbeda, memaksimalkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Daniel Munoz sendiri datang dengan momentum positif setelah mencetak gol ke gawang RD Kongo di fase grup. Performa apiknya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Nestor Lorenzo.

Meski tidak diunggulkan, Ghana tetap menyimpan peluang kejutan. Organisasi pertahanan disiplin menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan. Di lini depan, kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordan Ayew menjadi senjata mematikan dalam skema serangan balik, terutama saat pemain Kolombia terlalu asyik menyerang ke depan.

Dengan Kolombia yang mengandalkan sayap dan Ghana yang siap menunggu di belakang, laga ini menjanjikan duel taktik menarik antara serangan agresif dan pertahanan terorganisir.

Tempat Menonton Kolombia vs Ghana

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Kolombia vs Ghana
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Jam kick-off: 08.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_t2lownf9/kolombia_vs_ghana

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prakiraan Susunan Pemain Kolombia vs Ghana

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz

Pelatih: Nestor Lorenzo

Ghana (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew

Pelatih: Carlos Queiroz

KLIKBETS – Piala Dunia 2026 mulai memasuki babak 16 besar, dengan satu di antara pertandingannya mempertemukan tuan rumah Kanada melawan Maroko. Duel kedua tim akan digelar di Houston Stadium, Minggu (5-7-2026) dini hari mulai pukul 00.00 WIB.

Bakal menjadi pertandingan menarik, saat Kanada yang berstatus tuan rumah, bertemu Maroko sebagai tim terkuat di Afrika dan penuh kejutan.

Kanada berambisi melanjutkan mimpi mereka melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. Predikat tuan rumah, tak disia-siakan, dari saat lolos dari fase grup, hingga menendang Afrika Selatan di babak 32 besar. 

PialaDunia 2026

Begitu juga Maroko, tim yang dalam tren positif sejak keluar sebaga peringkat keempat di Piala Dunia 2022 Qatar. Maroko susah dihentikan sejak fase grup di edisi kali ini.

Layak dinantikan tim mana yang lebih kuat di pertandingan nanti.

Kesempatan Revans

Timnas Kanada baru menorehkan sejarah untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur di sepanjang sejarah Piala Dunia. 

PialaDunia 2026

Grafik anak asuh Jesse Marsch itu makin positif sejak awal turnamen, dengan meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Kemenangan paling mencolok diraih Les Rouges adalah menghajar Qatar 6-0 di fase grup dan kemenangan dramatis 1-0 atas Afrika Selatan di menit-menit akhir untuk lolos ke babak 16 besar.

Pertemuan dengan Maroko juga menjadi kesempatan Kanada untuk membalas kekalahan mereka di Piala Dunia 2022. Kala itu, Kanada yang diarsiteki John Herdman, kalah 1-2 di fase grup, mengantarkan mereka pulang lebih cepat dari Qatar.

Kini, Kanada punya potensi besar untuk mendepak Maroko. Selain berasa tampil di rumah sendiri, meski bermain di Houston, Kanada punya permainan agresif dalam membongkar pertahanan lawan.

Mereka mencatatkan tidak kurang dari 100 aksi tekanan di area sepertiga akhir lapangan saat mengalahkan Afrika Selatan.

Sementara Maroko punya kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan tim unggulan Belanda, meski harus ditentukan dengan adu penalti. Mental bertanding dan permainan impresif dari Ismael Saibari dkk. menjadi senjata mematikan.

Singa Atlas bisa kembali menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawan Maroko, tak terkecuali Kanada. 

Ya, Kanada perlu mewaspadai kekuatan Maroko yang tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan berturut-turut sejak kekalahan mereka dari Senegal di final Piala Afrika 2025.

Kondisi Skuad

Kanada mendapat kabar baik dengan kesiapan pemain sayap andalan mereka, Alphonso Davies, setelah bintang Bayern Munchen itu masuk sebagai pemain pengganti pada 15 menit terakhir laga melawan Afrika Selatan. Sekaligus penampilan comeback pertamanya sejak Maret 2025.

Marsch tidak menutup kemungkinan memainkan Davies sejak awal untuk meladeni Maroko, meski Richie Laryea masih difavoritkan bermain sebagai starter.

Marsch menghadapi dua dilema krusial, yakni pemilihan Jacob Shaffelburg dan Liam Millar di posisi sayap kiri, menentukan antara Promise David, Cyle Larin, dan Tani Oluwaseyi untuk mendampingi Jonathan David di lini depan.

Di kubu Maroko, Singa Atlas sempat dibuat cemas saat melawan Belanda ketika Chadi Riad ditarik keluar pada menit ke-75. Akan tetapi, pemain Crystal Palace itu pulih dengan cepat dan kembali berlatih penuh sehingga diperkirakan akan tampil dalam laga nanti.

Redouane Halhal dan Marwane Saadane bersiaga jika Riad akhirnya tidak bisa bermain. Namun, pelatih Mohamed Ouahbi diperkirakan akan memiliki skuad yang sepenuhnya bugar, termasuk Ismael Saibari.

Prakiraan Susunan Pemain

Kanada (4-4-2): Crepeau; Johnston, Bombito, Cornelius, Laryea; Buchanan, Saliba, Eustaquio, Shaffelburg; David, Oluwaseyi

Pelatih: Jesse Marsch

Maroko (4-2-3-1): Bono; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; El Aynaoui, Bouaddi; Diaz, Ounahi, El Khannouss; Saibari

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Minggu, 5 Juli 2026

Pukul 00.00 WIB

Stadion Houston, Houston

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.

Tangis Mohamed Salah! Panenka Ikonik Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Mohamed Salah kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi ikon sepak bola Mesir. Sang kapten tampil sebagai sosok sentral saat membawa The Pharaohs melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti yang mendebarkan.

Laga yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir dengan skor 1-1 sebelum Mesir memastikan kemenangan 4-2 lewat adu penalti. Salah menjadi sorotan utama berkat eksekusi penalti bergaya Panenka yang berani sekaligus penuh ketenangan, sebuah momen yang langsung menjadi perbincangan dunia sepak bola. Kemenangan tersebut juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir yang sukses memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Pertandingan Penuh Tekanan Sejak Menit Awal

Mesir sebenarnya membuka keunggulan lebih dahulu melalui sundulan Emam Ashour pada menit ke-13 setelah memanfaatkan rangkaian serangan yang dibangun dari sisi kiri lapangan. Australia kemudian meningkatkan intensitas permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua.

Setelah skor kembali imbang, kedua tim saling berhati-hati. Peluang emas memang tercipta, termasuk beberapa kesempatan yang melibatkan Salah, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu.

Meski tampil dominan dalam beberapa fase pertandingan, Mesir gagal mencetak gol kemenangan sehingga drama adu penalti tak dapat dihindari.

Panenka Salah Jadi Simbol Kepercayaan Diri

Ketika tekanan mencapai titik tertinggi, Mohamed Salah justru memperlihatkan ketenangan luar biasa.

Sebagai algojo ketiga Mesir, pemain berusia 34 tahun itu memilih melakukan tendangan Panenka, yakni sebuah teknik penalti dengan mencungkil bola pelan ke tengah gawang ketika kiper telah menjatuhkan diri.

Keputusan tersebut sangat berisiko. Jika gagal, Salah akan menjadi sasaran kritik. Namun sang kapten memperlihatkan mental kelas dunia. Bola meluncur mulus ke tengah gawang sementara penjaga gawang Australia sudah bergerak ke sisi lain.

Sorak sorai pendukung Mesir pun pecah. Eksekusi tersebut langsung menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus menunjukkan kualitas mental seorang pemimpin di bawah tekanan.

Tangis Haru Setelah Peluit Akhir

Usai Hossam Abdelmaguid memastikan kemenangan Mesir melalui penalti penentu, emosi Mohamed Salah akhirnya tak lagi terbendung.

Kapten Mesir terlihat berkaca-kaca bahkan nyaris menangis ketika merayakan keberhasilan bersama rekan-rekannya. Momen itu menggambarkan betapa besar arti kemenangan tersebut bagi Salah yang telah bertahun-tahun membawa harapan jutaan rakyat Mesir.

Dalam wawancaranya setelah pertandingan, Salah menyebut kemenangan ini sebagai bagian dari sejarah baru sepak bola Mesir. Ia mengaku bangga karena generasi saat ini berhasil mencatatkan pencapaian yang selama puluhan tahun sulit diraih negaranya.

Strategi Australia Justru Berbalik Menjadi Bumerang

Australia sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus menghadapi kemungkinan adu penalti. Pelatih Tony Popovic melakukan pergantian penjaga gawang menjelang babak tos-tosan dengan harapan mendapatkan keuntungan psikologis.

Namun keputusan tersebut justru tidak membuahkan hasil. Keempat penendang Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara Australia gagal memanfaatkan momentum dan harus menerima kenyataan tersingkir dari turnamen.

Tantangan Berat Menanti Mesir

Lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian luar biasa bagi Mesir, tetapi perjalanan mereka belum selesai. Selanjutnya The Pharaohs dijadwalkan menghadapi Argentina yang telah memastikan tiket ke fase berikutnya usai mengalahkan Cape Verde dalam pertandingan babak 32 besar. Duel tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik karena mempertemukan Mohamed Salah dengan Lionel Messi di panggung Piala Dunia.

Panenka yang Akan Selalu Dikenang

Di luar hasil pertandingan, malam di Texas akan selalu dikenang sebagai malam milik Mohamed Salah. Bukan karena jumlah gol yang dicetaknya, melainkan karena keberanian mengambil keputusan yang tidak semua pemain berani lakukan dalam situasi paling menegangkan.

Panenka yang dingin, tangis haru setelah peluit akhir, serta keberhasilan membawa Mesir mencetak sejarah baru menjadikan pertandingan melawan Australia sebagai salah satu bab paling emosional dalam perjalanan karier Mohamed Salah. Di usia yang telah memasuki penghujung karier internasionalnya, sang “Raja Mesir” sekali lagi membuktikan bahwa pemain besar selalu hadir ketika negaranya paling membutuhkan.

LARISBOLA – Hasil pertandingan Argentina vs Cape Verde pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Sabtu (4/7) pagi WIB. Argentina harus berjuang keras untuk menang 3-2 lewat babak extra time dan lolos ke 16 Besar.

Pada awal pertandingan, Cape Verde sempat memberikan ancaman melalui tembakan Ryan Mendes yang berhasil diblok lini pertahanan Argentina. Namun, peluang itu menjadi satu-satunya momen berbahaya Blue Sharks di paruh pertama, dengan catatan expected goals (xG) hanya 0,04.

Memasuki menit ke-15, Argentina mulai mengambil alih kendali permainan. Albiceleste terus menekan pertahanan lawan dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk tembakan Messi yang melebar serta tendangan bebasnya yang masih mampu diamankan kiper Vozinha.

Gol akhirnya lahir setelah Lisandro Martinez mengirim umpan panjang akurat kepada Messi. Sang kapten mengontrol bola dengan sempurna di dalam kotak penalti sebelum melepaskan penyelesaian klinis yang membawa Argentina unggul 1-0.

Enzo Fernandez juga sempat memperoleh peluang emas, sementara Argentina menutup babak pertama dengan dominasi permainan dan berpeluang menambah gol selepas jeda.

Argentina tetap dominan pada awal babak kedua. Lionel Messi jadi poros serangan sang juara bertahan. Namun, Cape Verde tidak menunjukkan rasa takut. Mereka bermain normal dan mampu mencuri gol pada menit ke-59.

Ryan Mendes melakukan pergerakan yang bagus dari sisi sayap. Setelah itu, dia melepas umpan pada Deroy Duarte. Selanjutnya, setelah kontrol yang bagus, Duarte mengirim bola mendatar dan membobol gawang Argentina.

Lionel Scaloni segera merespon situasi dengan melakukan pergantian pemain. Julian Alvares dan Nicolas Gonzalez dimainkan untuk menggantikan Lautaro Martinez dan Thiago Almada. Argentina meningkatkan intensitas serangan.

Vozinha membuat penyelamatan penting pada menit ke-72 dan 72. Dia menepis tendangan bebas indah Lionel Messi. Setelah itu, upaya dari Nico Gonzalez juga masih bisa digagalkan. Skor masih 1-1. Vozinha kokoh di bawah mistar.

Argentina punya beberapa peluang lain, termasuk dari tendangan bebas Lionel Messi di periode tambahan waktu. Namun, tidak ada gol tercipta. Laga dilanjutkan lewat tambahan waktu.

Argentina mencetak gol cepat pada babak extra time. Pada menit 93, berawal dari situasi sepak sudut, Alexis Mac Allister melepas sundulan yang mengarah ke Lisandro Martinez. Sang bek tengah lantas melepas sepakan keras. Goll! Skor 2-1.

Cape Verde keluar menyerang. Yannick Semedo dan Gilson Benchimol dimainkan untuk menambah daya gedor. Hasilnya, Sidny Lopes Cabral mencetak gol indah lewat sepakan melengkung. Skor menjadi imbang 2-2.

Argentina kembali unggul pada menit 112. Dari situasi sepak sudut yang diambil Lionel Messi, terjadi perebutan bola di kotak penalti. Bola mengenai Diney Borges dan masuk ke gawang sendiri. Argentina unggul 3-2.

Pada sisa waktu, Cape Verde punya beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, skor 3-2 bertahan hingga usai. Argentina lolos ke babak 16 Besar. Lionel Messi dan kolega akan berjumpa Mesir pada babak tersebut.

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Cape Verde (4-1-4-1): Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Sidny Cabral; Kevin Pina; Ryan Mendes, Laros Duarte, Deroy Duarte, Jovane Cabral; Nuno da Costa.

Pelatih: Bubista.

HT Extra Time Australia vs Mesir Masih 1-1

BolaIndonesia – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Australia dan Mesir masih berlangsung sengit hingga jeda babak tambahan pertama (half time extra time). Kedua tim masih bermain imbang 1-1 dalam duel yang berlangsung penuh tensi tinggi.

Australia dan Mesir saling bergantian menguasai jalannya pertandingan. Meski kedua pelatih telah melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan, belum ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama extra time dibunyikan.

Sorotan terbesar pada periode ini datang dari kapten Mesir, Mohamed Salah, yang gagal memanfaatkan peluang emas untuk membawa The Pharaohs unggul.

Mesir sebenarnya tampil lebih agresif memasuki babak tambahan dan beberapa kali membuat lini belakang Australia bekerja keras.

Mohamed Salah Gagal Maksimalkan Peluang Emas

Momen yang paling dinantikan terjadi ketika Mohamed Salah mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti Australia. Sang bintang menerima umpan matang setelah Mesir membangun serangan cepat dari sisi kanan.

Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran yang diharapkan. Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik Mesir sepanjang extra time pertama sekaligus membuat para pendukung The Pharaohs menahan napas.

Salah terlihat frustrasi sesaat setelah peluang itu gagal berbuah gol. Namun pemain berusia 34 tahun tersebut langsung memberi semangat kepada rekan-rekannya agar tetap fokus menghadapi 15 menit terakhir.

Mesir masih mendominasi penguasaan bola pada fase ini, sementara Australia lebih memilih menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat.

Australia Bertahan dengan Disiplin

Di sisi lain, Australia menunjukkan organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Lini belakang Socceroos beberapa kali berhasil mematahkan kombinasi serangan Mesir yang dimotori Mohamed Salah dan Omar Marmoush.

Penjaga gawang Australia juga tampil sigap ketika harus mengantisipasi bola-bola silang maupun tendangan dari luar kotak penalti.

Strategi bertahan sambil mengandalkan kecepatan pemain sayap masih menjadi senjata utama Australia. Namun hingga jeda extra time pertama, peluang bersih yang mereka ciptakan masih sangat minim. Kedua tim sama-sama mulai merasakan kelelahan akibat tempo pertandingan yang tinggi sejak menit awal.

Laga Masih Terbuka di Extra Time Kedua

Dengan skor yang masih bertahan 1-1, peluang kedua tim untuk lolos ke babak berikutnya tetap sama besar.

Australia diperkirakan akan mencoba bermain lebih berani pada 15 menit terakhir, sementara Mesir diprediksi tetap mengandalkan kreativitas Mohamed Salah sebagai motor serangan.

Jika tidak ada gol tambahan, pertandingan akan berlanjut ke babak adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Atmosfer pertandingan pun semakin menegangkan karena setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu nasib kedua negara.

Semua mata kini tertuju pada apakah Mohamed Salah mampu menebus kegagalan peluang emasnya atau justru Australia yang mencuri kemenangan dramatis pada babak tambahan kedua. Hingga jeda extra time pertama, papan skor masih menunjukkan Australia 1-1 Mesir dalam duel yang berlangsung ketat dan penuh drama.

Bintang Timnas Inggris, Declan Rice, menegaskan dirinya siap untuk menjalankan tugas apa pun yang diberikan oleh pelatih, termasuk bermain di posisi yang aneh pada Piala Dunia 2026.

Declan Rice sempat mendapatkan tugas yang mendadak dari pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, saat Tiga Singa menumbangkan Kongo pada babak 32 besar yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (1-7-2026).

Saat memasuki menit-menit akhir pertandingan, The Three Lions sempat kekurangan opsi di posisi bek kanan. Tuchel akhirnya menggeser Rice, yang sempat kesulitan saat berduet dengan Elliot Anderson di lini tengah, ke posisi tersebut.

Pemain berusia 27 tahun itu sesekali pernah dimainkan sebagai bek tengah saat ia baru menembus tim senior West Ham United, dan manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga sempat bereksperimen dengan menempatkannya sebagai bek sayap baru-baru ini.

Tetap saja itu bukanlah posisi yang dikuasai atau bahkan dinikmati oleh Rice.

Namun, dengan keterbatasan opsi yang dimiliki Tuchel dan kebutuhan Inggris akan perubahan yang dinamis, ia menggeser Rice ke posisi itu setelah menarik keluar Djed Spence. Ini demi memberikan ruang bagi Eberechi Eze yang berinsting menyerang di lini tengah.

Lakukan Semua Tugas

Bagi Declan Rice, bermain sebagai bek kanan, meski durasinya hanya berlangsung selama 12 menit, menjadi satu di antara momen tersulitnya dalam pertandingan ini. Dia memang tak asing dengan posisi tersebut.

Dia sudah beberapa kali dipasang mengisi sektor itu. Namun, kemampuannya tak bisa keluar secara maksimal jika beroperasi di posisi itu. Yang jelas, dia tetap siap melakukan apa pun demi membantu The Three Lions.

“Itu mungkin 12 menit tersulit dalam pertandingan ini, harus bermain di posisi bek kanan,” ujar Rice pascapertandingan seperti dikutip dari BBC.

“Saya telah bermain di sana dua atau tiga kali musim ini. Saya tahu perannya, itu mungkin bukan kekuatan terbesar saya. Akan tetapi, saya tetap akan melakukan apa pun demi tim dan manajer,” tambahnya.

Ogah Ulangi

Perubahan yang dilakukan Tuchel memfasilitasi terbentuknya segitiga Arsenal di sisi kanan Inggris yang sebelumnya berantakan. Kolaborasi ini terdiri dari Declan Rice, Eberechi Eze, dan Bukayo Saka.

Kombinasi trio The Gunners inilah yang berujung pada gol penyeimbang kedudukan. Proses ini dimulai dengan Rice yang merangsek maju melakukan underlap.

Rice merasa puas dengan performa keseluruhannya dalam peran tersebut. Akan tetapi, ia ingin bermain sejak awal di lini tengah untuk laga besar yang krusial menghadapi tuan rumah Meksiko di Estadio Azteca, Mexico City, Senin (6-7-2026).

Tiket menuju babak perempat final menjadi taruhannya.

“Saya bilang saya akan melakukan yang terbaik, dan saya rasa saya tampil baik di sana. Kita lihat saja apa yang terjadi di pertandingan berikutnya, tapi mudah-mudahan saya tidak harus menjadi bek kanan lagi,” kata Rice.