Idnews.top – David Raya terpilih sebagai Man of the Match dalam duel Sunderland vs Arsenal. Kiper asal Spanyol itu tampil gemilang dengan menjaga gawang The Gunners tetap bersih sepanjang pertandingan.
Arsenal melanjutkan start sempurna di Premier League 2026/2027 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland. Bermain di Stadium of Light, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB, The Gunners berhasil membawa pulang tiga poin.
Arsenal harus bekerja keras untuk memecah kebuntuan setelah kedua tim bermain ketat pada babak pertama. Bruno Guimaraes kemudian menjadi pembeda lewat gol spektakuler, sebelum Bukayo Saka memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Sunderland masih berada di posisi ke-14 dengan raihan empat poin.
Performa David Raya
Raya memainkan peran penting dalam keberhasilan Arsenal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia mencatatkan dua penyelamatan dan tidak kebobolan sepanjang 90 menit.
Salah satu penyelamatan penting Raya terjadi ketika Sunderland mendapatkan hadiah penalti. Ia mampu menggagalkan eksekusi Enzo Le Fee dengan menepis bola yang mengarah rendah ke sisi kirinya.
Selain dua penyelamatan, Raya juga mencatatkan satu penalty save. Berdasarkan data pertandingan, ia memiliki expected goals conceded (xGC) sebesar 1,67, tetapi tetap mampu menjaga gawang Arsenal tanpa kebobolan.
Penampilan tersebut membuat Raya terpilih sebagai Player of the Match versi Premier League. Ia mendapatkan 71 persen suara dalam pemungutan suara resmi.
Susunan Pemain
Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Reinildo Mandava, Dan Ballard, Kevin Danso, Nordi Mukiele; Noah Sadiki, Granit Xhaka; Nilson Angulo, Enzo Le Fee, Thomas Meunier; Brian Brobbey.
Pelatih: Regis Le Bris
Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel Magalhaes, Ezri Konsa, Ben White; Myles Lewis-Skelly, Declan Rice; Christos Tzolis, Martin Odegaard, Bukayo Saka; Kai Havertz.
Idnews.top – Sebanyak tujuh pertandingan Premier League dimainkan pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB hingga Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. Rangkaian laga tersebut membuat persaingan klasemen Liga Inggris 2026/2027 semakin menarik setelah memasuki pekan keempat.
Arsenal menjadi tim yang paling menonjol setelah menjaga rekor sempurna dengan empat kemenangan beruntun. The Gunners naik ke puncak klasemen berkat kemenangan 2-0 atas Sunderland di Stadium of Light.
Gol Bruno Guimaraes dan penalti Bukayo Saka memastikan Arsenal mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Mereka juga memiliki selisih gol +7, unggul dari Manchester City yang baru memainkan tiga laga.
Manchester City berada di posisi kedua dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. The Citizens masih memiliki kesempatan kembali ke puncak karena baru akan menghadapi Manchester United pada Minggu (13/9) malam WIB.
Hull City menjadi kejutan di papan atas dengan menempati posisi ketiga melalui koleksi delapan poin dari empat laga. Chelsea berada di posisi keempat dengan tujuh poin setelah bermain imbang 2-2 saat menjamu Hull City.
Liverpool masih tertahan setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Fulham. The Reds baru mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan, sementara Tottenham Hotspur berada di posisi ke-17 dengan dua poin setelah bermain tanpa gol kontra Everton.
Nottingham Forest meraih kemenangan 2-1 atas Aston Villa, sedangkan Ipswich Town menang dramatis 3-2 atas Crystal Palace. Bournemouth dan Brentford juga berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 pada pekan keempat.
Hasil Pekan 4 Premier League 2026/2027
Sabtu, 12 September 2026
21.00 WIB – Aston Villa 1-2 Nottingham Forest 21.00 WIB – Bournemouth 1-2 Brentford 21.00 WIB – Chelsea 2-2 Hull City 21.00 WIB – Crystal Palace 2-3 Ipswich Town 21.00 WIB – Liverpool 0-0 Fulham 23.30 WIB – Tottenham Hotspur 0-0 Everton
Minggu, 13 September 2026
02.00 WIB – Sunderland 0-2 Arsenal
Jadwal Pekan 4 Premier League 2026/2027
Minggu, 13 September 2026
20.00 WIB – Coventry City vs Brighton and Hove Albion 22.30 WIB – Manchester United vs Manchester City
Selasa, 15 September 2026
02.00 WIB – Leeds United vs Newcastle United
Top Skor Premier League 2026/2027
3 Gol
Joao Pedro (Chelsea), Bruno Fernandes (Manchester United), Morgan Rogers (Chelsea), Erling Haaland (Manchester City), Alexander Isak (Liverpool), Bukayo Saka (Arsenal), Marcus Tavernier (Bournemouth), Kevin Schade (Brentford)
2 Gol
Rayan Cherki (Manchester City), Cole Palmer (Chelsea), Emersonn (Ipswich Town), Mohamed Belloumi (Hull City), Leif Davis (Ipswich Town), Jack Hinshelwood (Brighton), Anthony Elanga (Newcastle), Bryan Mbeumo (Manchester United), Martin Odegaard (Arsenal), Tyrick Mitchell (Crystal Palace), Kai Havertz (Arsenal), Josh King (Fulham), Vitaly Janelt (Brentford)
Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke markas Sunderland, Stadium of Light, Minggu (13/9/2026). Dalam laga pekan keempat Premier League itu, Arsenal menang 2-0 di markas Sunderland.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam 45 menit pertama pertandingan. Pertandingan berjalan alot sepanjang babak pertama berlangsung.
Pada babak kedua, tim tuan rumah sempat mendapatkan kans untuk unggul lebih dulu. Sayangnya, eksekusi penalti Enzo Le Fee pada menit ke-56 gagal dan tak mengubah keadaan.
Justru Arsenal berhasil membuka keunggulan dua menit kemudian. Bruno Guimaraes mencetak gol pembuka kemenangan the Gunners pada menit ke-58 setelah menerima umpan dari Declan Rice.
Skor 0-1 untuk keunggulan Arsenal seakan bakal menjadi akhir dari pertandingan. Namun, pada masa injury time, The Gunners mendapatkan penalti dari wasit, di mana di sisi lain Sunderland kehilangan pemainnya, Reinildo, karena kartu kuning kedua.
Bukayo Saka yang mengambil eksekusi penalti pada menit 90’+7 itu berhasil menggandakan keunggulan bagi The Gunners yang sukses mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 dan membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland.
Susunan Pemain
Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Nordi Mukiele, Kevin Danso, Daniel Ballard, Reinildo; Granit Xhaka, Noah Sadiki; Thomas Meunier, Enzo Le Fee, Nilson Angulo; Brian Brobbey Pelatih: Regis Le Bris Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Ben White, Ezri Konsa, Gabriel, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Christos Tzolis; Kai Havertz Pelatih: Mikel Arteta
PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam WIB.
Laga ini menjadi momen yang dinantikan pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Arsitek asal Belanda tersebut antusias membawa timnya kembali tampil di GBT.
“Ya, pertama-tama saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus untuk memulai kembali pertandingan tandang pertama kami di Surabaya seperti musim lalu,” ujar Van Gastel pada Sabtu (12/9/2026).
“Saya sangat menantikannya untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali pendukung. Jadi saya sangat bersemangat untuk berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik,” lanjutnya.
Punya Memori Positif
PSIM punya kenangan manis saat bertandang ke markas Persebaya pada musim lalu. Laskar Mataram berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 berkat gol Ezequiel Vidal.
Bek PSIM, Jop van der Avert, juga mendapat cerita dari beberapa rekan setim yang bermain pada pertandingan tersebut. Ia mendapat gambaran mengenai atmosfer GBT yang begitu meriah.
“Ya, jadi ketika kami melakukan perjalanan ke sini saya bertanya kepada beberapa rekan yang bermain di pertandingan pertama di sini musim lalu saat liga dimulai,” kata Van der Avert.
“Mereka memberi tahu saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa. Jadi saya pikir ya, bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Mudah-mudahan bisa meraih tiga poin,” sambungnya.
Sama-sama Raih Satu Poin
Kedua tim kompak mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan hasil imbang. PSIM bermain 1-1 kontra Persita Tangerang, sedangkan Persebaya juga ditahan Bhayangkara FC dengan skor identik.
Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin. PSIM berada di peringkat ke-11, adapun Persebaya tepat berada satu tingkat di bawahnya.
Di sisi lain, PSIM memboyong 25 pemain untuk berhadapan dengan Bajul Ijo. Hanya penjaga gawang muda Athaullah Daib yang tidak ikut dalam rombongan Laskar Mataram.
Idnews.top – Lamine Yamal mencetak sejarah baru bersama Barcelona setelah mengenakan ban kapten dalam pertandingan melawan Feyenoord di Liga Champions. Menurut SPORT, pemain berusia 19 tahun itu menjadi pemain termuda yang memimpin Barcelona sebagai kapten dalam pertandingan kompetitif pada era modern.
Yamal mengambil alih ban kapten setelah Raphinha ditarik keluar dalam pertandingan tersebut. Ia mencatatkan pencapaian itu pada usia 19 tahun dan 58 hari, mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang Bojan Krkic dan Gavi.
Sebelum Yamal, Bojan dan Gavi sama-sama pernah menjadi kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif ketika berusia 20 tahun. Bojan melakukannya pada usia 20 tahun dan 61 hari, sedangkan Gavi mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya 15 hari lebih tua.
Pencapaian tersebut menambah daftar panjang tonggak penting dalam perkembangan karier Yamal. Ia sebelumnya sudah dipercaya menjadi salah satu kapten Barcelona dan kini mendapat kesempatan memimpin tim utama di panggung Liga Champions.
Yamal Ungguli Rekor Bojan dan Gavi
Joan Gamper menjadi kapten pertama dalam sejarah Barcelona setelah mengenakan ban kapten pada usia 21 tahun. Dalam era modern, Bojan dan Gavi menjadi dua pemain muda yang sebelumnya tercatat sebagai kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif.
Bojan pertama kali memimpin Barcelona pada usia 20 tahun dan 61 hari. Sementara itu, Gavi melakukannya 15 hari lebih tua dari Bojan, dengan kesempatan pertamanya juga menjadi bentuk penghargaan dari rekan-rekan setim setelah ia kembali dari cedera serius.
Yamal kini melewati kedua pemain tersebut dengan selisih hampir satu tahun. Tidak ada catatan yang diketahui mengenai kapten Barcelona yang lebih muda darinya, meski sumber tersebut tidak menutup kemungkinan seorang pemain muda pernah mengenakan ban kapten pada dua dekade pertama sejarah klub.
Yamal Nikmati Tanggung Jawab sebagai Kapten
Sebelum pertandingan melawan Feyenoord, Yamal sudah berbicara mengenai arti kepercayaan rekan-rekan setim yang memilihnya sebagai salah satu kapten Barcelona. Ia mengaku kehormatan tersebut memberinya rasa tanggung jawab yang lebih besar sekaligus membuatnya bangga.
Yamal menjalani debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun setelah berkembang melalui akademi La Masia. Sebelum berusia 20 tahun, ia sudah menjadi bagian dari jajaran kapten tim utama dan sebelumnya juga pernah mendapat pengalaman mengenakan ban kapten di level akademi.
Pencapaian bersama Barcelona dan Spanyol membuat peran tersebut menjadi bagian lain dari perkembangan pesat kariernya. Yamal telah meraih tiga gelar La Liga dan satu Copa del Rey bersama Barcelona, serta memiliki gelar Piala Eropa dan Piala Dunia bersama Spanyol.
Lamine Yamal Cetak Sejarah, Kapten Termuda Barcelona
Boladonesia – Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah FC Barcelona. Pemain muda asal Spanyol itu menjadi kapten termuda dalam sejarah tim utama Blaugrana setelah menerima ban kapten dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord pada pertandingan Liga Champions, Rabu (9/9/2026).
Momen bersejarah tersebut terjadi di Stadion Spotify Camp Nou. Yamal mengambil alih ban kapten dari Raphinha pada menit ke-71 setelah pemain Brasil itu ditarik keluar. Pada usia 19 tahun dan 58 hari, Yamal memecahkan rekor Bojan Krkic yang sebelumnya menjadi kapten termuda Barcelona ketika berusia 20 tahun dalam pertandingan Copa del Rey 2010.
Raphinha Serahkan Ban Kapten kepada Yamal
Lamine Yamal memang belum menjadi kapten utama Barcelona sejak awal musim. Namun, namanya sudah masuk dalam kelompok lima kapten tim untuk musim 2026/2027. Pelatih Hansi Flick menunjuk Raphinha dan Pedri sebagai dua kapten pertama, sedangkan Eric Garcia, Frenkie de Jong, dan Yamal melengkapi daftar kepemimpinan skuad.
Kepercayaan tersebut memperlihatkan besarnya peran Yamal di dalam tim. Ketika Pedri meninggalkan lapangan pada menit ke-63 dan Raphinha menyusul delapan menit kemudian, Yamal menjadi pemain yang menerima ban kapten. Eric Garcia tidak tampil karena skorsing, sementara Frenkie de Jong masih mengalami cedera.
Kapten Termuda Barcelona Langsung Cetak Gol
Yamal tidak hanya mengukir sejarah lewat ban kapten. Ia juga tampil gemilang dalam kemenangan Barcelona atas Feyenoord. Setelah Raphinha membuka keunggulan, Yamal mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-77.
Tendangan tersebut melewati celah pagar betis Feyenoord dan mengecoh kiper Ernst. Gol itu menjadi penutup sempurna bagi malam bersejarah sang pemain muda. Yamal langsung berlari ke bangku cadangan untuk merayakan gol bersama Raphinha, pemain yang baru saja menyerahkan ban kapten kepadanya.
Sebelum pertandingan melawan Feyenoord, Yamal juga mengungkapkan kebanggaannya setelah dipilih sebagai salah satu kapten Barcelona. Ia menilai kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab besar, tetapi tetap merasa senang mendapat kesempatan memimpin klub yang dibelanya.
Target Barcelona Setelah Rekor Yamal
Barcelona kini memiliki modal positif untuk menjalani musim 2026/2027. Kemenangan besar atas Feyenoord menjadi awal yang menjanjikan di Liga Champions, sementara peran Yamal semakin berkembang di bawah arahan Hansi Flick.
Kesimpulan: Lamine Yamal mencetak sejarah baru bersama Barcelona. Pada usia 19 tahun dan 58 hari, ia menjadi kapten termuda klub, sekaligus merayakan pencapaian tersebut dengan gol indah dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord.
Mikel Arteta Sengaja Bikin Arsenal Kesulitan, Ini Alasannya
Boladonesia – Mikel Arteta ternyata punya cara tidak biasa untuk mempersiapkan Arsenal menghadapi kerasnya kompetisi musim ini. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku sengaja membuat skuad The Gunners mengalami berbagai situasi sulit selama pramusim.
Bukan untuk menghukum pemain, metode tersebut justru dirancang agar Arsenal mampu menghadapi masalah yang tidak terduga selama pertandingan resmi. Arteta ingin para pemain terbiasa beradaptasi ketika kondisi ideal tidak lagi mereka dapatkan.
Pendekatan tersebut kembali menjadi sorotan setelah Arsenal mengalami gangguan perjalanan menjelang pertandingan Liga Champions melawan Napoli. Masalah lalu lintas udara membuat perjalanan Arsenal ke Italia terganggu. Namun, situasi itu tidak membuat skuad kehilangan fokus. Arsenal tetap mampu meraih kemenangan 1-0 di markas Napoli.
Mikel Arteta Sengaja Mengganggu Rutinitas Arsenal
Mikel Arteta menjelaskan bahwa dirinya memang berusaha menciptakan situasi tidak nyaman selama masa persiapan. Tujuannya sederhana, yakni membuat pemain tidak bergantung pada rutinitas yang selalu berjalan sempurna.
Arteta mengaku senang menghadapi tantangan seperti itu. Menurutnya, jika sebuah masalah sudah pernah dialami saat latihan atau pramusim, pemain akan lebih siap ketika masalah serupa muncul dalam pertandingan sebenarnya.
Arteta bahkan pernah membuat pemain tiba lebih terlambat dari jadwal yang direncanakan. Semua itu dilakukan untuk menguji bagaimana pemain merespons tekanan tanpa kehilangan konsentrasi.
Dressing Room Juga Dibuat Tidak Nyaman
Metode Mikel Arteta tidak berhenti pada perjalanan tim. Arsenal juga menjalani sejumlah simulasi yang membuat kondisi sebelum pertandingan terasa berbeda dari biasanya.
Salah satunya adalah membuat ruang ganti lebih panas. Jumlah fasilitas seperti tempat tidur pijat juga pernah dikurangi. Arteta ingin pemain memahami bahwa tidak semua hal akan tersedia dalam kondisi ideal ketika mereka bertanding di kompetisi resmi.
Bagi Arteta, persoalan kecil dapat berkembang menjadi gangguan besar apabila pemain tidak memiliki kemampuan beradaptasi. Karena itu, Arsenal justru mencoba menghadirkan gangguan tersebut lebih awal.
Pendekatan ini menunjukkan betapa pentingnya aspek mental dalam filosofi kepelatihan Arteta. Ia tidak hanya mempersiapkan pemain dari sisi taktik dan fisik, tetapi juga melatih kemampuan mereka menghadapi situasi di luar kendali.
Tujuannya Agar Arsenal Tidak Mudah Panik
Mikel Arteta tidak ingin pemain Arsenal menjadikan kondisi eksternal sebagai alasan ketika performa mereka terganggu. Terlambat datang, perubahan jadwal, perjalanan panjang, atau kondisi ruang ganti yang tidak ideal harus bisa dihadapi tanpa kepanikan.
Filosofi tersebut terlihat jelas dalam perjalanan Arsenal ke Napoli. Gangguan penerbangan membuat persiapan mereka berubah, tetapi skuad tetap mampu tampil disiplin dan membawa pulang kemenangan.
Pendekatan Mikel Arteta memang terdengar ekstrem. Namun, bagi sang pelatih, kesulitan yang dibuat secara sengaja memiliki tujuan untuk membangun mental juara.
Arsenal harus menghadapi jadwal padat Premier League dan Liga Champions. Dalam kompetisi sepanjang musim, gangguan seperti keterlambatan perjalanan, perubahan jadwal, tekanan suporter, hingga kondisi fisik pemain merupakan sesuatu yang sulit dihindari.
Karena itu, Arteta ingin skuadnya memiliki kemampuan untuk tetap fokus dalam keadaan apa pun. Ia percaya tim yang mampu beradaptasi dengan cepat akan memiliki keuntungan besar ketika menghadapi situasi sulit.
Metode tersebut juga sejalan dengan karakter Arteta yang dikenal sangat detail dalam mempersiapkan Arsenal. Sebelumnya, ia bahkan pernah menggunakan berbagai simulasi tidak biasa untuk meningkatkan kewaspadaan pemain, termasuk menghadirkan situasi yang sengaja mengganggu konsentrasi mereka.
Arteta kini berharap pengalaman tersebut menjadi bagian dari mentalitas baru Arsenal. Bagi sang pelatih, menghadapi masalah bukan berarti mencari alasan, melainkan mencari cara agar tim tetap menjalankan tugasnya.
Dengan metode pramusim yang sengaja dibuat sulit, Mikel Arteta ingin Arsenal menjadi tim yang tidak hanya kuat secara taktik, tetapi juga tangguh secara mental. Jika pendekatan tersebut terus membuahkan hasil, The Gunners bisa memiliki modal penting untuk menghadapi tekanan dalam perburuan gelar sepanjang musim.
Laga panas langsung tersaji di pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (12/9/2026) sore WIB.
Laga ini menjadi laga yang paling dinantikan dari BRI Super League. Banyak pihak yang melabeli duel Persija Jakarta Vs Persib Bandung sebagai Derby DÍndonesia. Ada pula yang menyebutnya El Clasico Indonesia.
Persija Jakarta dan Persib Bandung hadir dengan modal yang sama. Mereka sama-sama meraih kemenangan di pekan pertama BRI Super League 2026/2027 yang lalu.
Laga ini juga sangat spesial bagi kedua tim. Sebab, untuk kali pertama sejak 2019, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung bisa digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Ingin Akhiri Tren Buruk
Pertandingan melawan Persib Bandung kali ini sangat spesial bagi Persija Jakarta. Mereka sudah lama tidak menjamu rivalnya itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Terakhir kali hal itu terjadi pada musim 2019.
Motivasi Persija Jakarta pun semakin besar. Data terkini menunjukkan Macan Kemayoran tidak pernah menang atas Persib Bandung sejak 2023.
“Sebenarnya, saya juga baru mendengar itu pertama kali bahwa kami berhasil memenangkan pertandingan di Kalimantan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dan saya cukup terkejut,” kata pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (11/9/2026).
“Sekarang, setelah saya tahu bahwa kita belum pernah mengalahkan Persib Bandung sejak 2023 juga, saya merasa semakin bertekad untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan bermain lebih kuat agar kita bisa menang. Jadi, saya akan memastikan kita mempersiapkan diri dengan baik untuk bisa menang di laga besok,” tegasnya.
Bikin Bobotoh Bangga
Sementara itu pelatih Persib Bandung sadar betul betapa pentingnya laga melawan Persija Jakarta. Ini adalah laga terbesar di sepak bola Indonesia belakangan ini.
Pentingnya laga melawan Persija Jakarta pun sudah tertanam dalam diri para pemain Persib Bandung. Mereka bertekad untuk meraih kemenangan di kandang Macan Kemayoran dan membuat Bobotoh bahagia.
“Persaingan antara Persib Bandung dan Persija adalah pertandingan sangat penting. Saya pikir semua pemain tahu pentingnya laga ini bagi para penggemar dan saya berharap kami bisa membuat para fans bangga setelah pertandingan,” jelas Igor Tolic.
Persib akan melakoni laga berat melawan Persija Jakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Laga kedua tim berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Laga ini dipastikan bakal menyedot perhatian publik pencinta sepak bola Indonesia. Rivalitas panjang kedua tim akan membuat pertandingan berjalan dengan tensi panas sejak menit awal.
Persib datang dengan modal positif setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor 3-1 di Bandung. Sementara itu, Persija dalam motivasi tinggi setelah mengalahkan tuan rumah Borneo FC dengan skor 1-0.
Dengan hasil ini, Persib dan Persija tentu berambisi mempertahankan tren positif, sekaligus mengamankan posisi di papan atas klasemen.
Secara statistik, Persib memang unggul atas Macan Kemayoran dalam lima pertemuan terakhir. Persib mencatatkan empat kemenangan dan satu kali hasil imbang.
Raihan positif tersebut tentunya ingin kembali dilanjutkan Skuad Maung dipertandingan nanti. Pelatih Persib, Igor Tolic bakal menyiapkan strategi khusus untuk meredam perlawanan Persija.
Igor juga bakal mengandalkan beberapa pemain yang berpotensi menjadi pembeda pada pertandingan nanti.
Mariano Peralta
Mariano Peralta bakal mendapat sorotan khusus dipertandingan nanti. Penyerang asal Argentina ini dikenal memiliki kecepatan serta pergerakan lincah yang dapat memberikan masalah bagi lini belakang Persija.
Kualitas tersebut sudah diperlihatkan Peralta dalam beberapa laga bersama Maung Bandung. Peralta bahkan menjadi penentu kemenangan Persib atas Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two 2026/2027.
Peralta merupakan rekrutan anyar Persib musim ini. Dia datang ke Bandung dengan reputasi mentereng sebagai pemain terbaik BRI Super League 2025/2026 bersama Borneo FC.
Bersama Pesut Etam, Peralta sukses mencetak 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan yang telah dijalani.
Balsa Sekulic
Selain Mariano Peralta, Balsa Sekulic juga berpotensi menghadirkan ancaman berbahaya bagi Persija Jakarta. Pemain asal Montenegro tersebut dikenal memiliki naluri gol yang tinggi.
Ketajaman Balsa Sekulic bersama Persib sudah dibuktikan sejak awal musim. Dia sukses menyumbangkan satu gol ketika Maung Bandung mengalahkan PSM Makassar.
Gol tersebut lahir melalui pergerakan ciamik Balsa Sekulic dalam mencari ruang kosong untuk melepas tembakan.
Adam Alis
Duel Persib kontra Persija punya arti spesial bagi Adam Alis. Gelandang berusia 32 tahun tersebut akan menghadapi mantan klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Adam sempat menjadi bagian dari Skuad Macan Kemayoran pada musim 2015. Namun, kebersamaan Adam Alis bersama Persija hanya bertahan selama satu musim.
Meski menghadapi mantan klubnya, Adam tetap bakal bersikap profesional. Dia akan berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk membantu Persib mengamankan tiga poin di kandang lawan.
Adam bahkan pernah menjadi mimpi buruk untuk Persija musim lalu. Dua golnya ke gawang Persija menjadi penentu kemenangan Persib dengan skor akhir 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.
Manchester United Hajar Sabah FK 4-0, Bruno Fernandes Bersinar
Boladonesia – Manchester United mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas Sabah FK di Old Trafford pada Kamis malam, 10 September 2026. Mathaeus Cunha, Bruno Fernandes, Benjamin Sesko, dan Lisandro Martinez menjadi pencetak gol dalam kemenangan yang menegaskan kesiapan Manchester United menghadapi kompetisi Eropa.
Manchester United Tampil Menekan
Manchester United tampil agresif sejak peluit awal. Sabah FK, klub asal Azerbaijan yang menjalani debut fase liga Liga Champions, sempat memberikan perlawanan dan menciptakan peluang. Namun, kualitas serangan tuan rumah akhirnya membuat perbedaan.
Matheus Cunha Buka Pesta Gol
Gol pertama Manchester United tercipta pada menit ke-27 melalui Matheus Cunha. Penyerang asal Brasil tersebut memanfaatkan peluang di area kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini menjadi awal dari malam yang sulit bagi pertahanan Sabah FK.
Manchester United menggandakan keunggulan pada menit ke-42. Bruno Fernandes mencetak gol kedua setelah menerima kombinasi umpan yang melibatkan Cunha dan Youri Tielemans. Kapten Setan Merah kembali menunjukkan perannya sebagai pengatur serangan sekaligus pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan.
Tidak berhenti di sana, Benjamin Sesko menambah gol ketiga pada menit ke-45. Penyerang Slovenia itu memanfaatkan umpan Bryan Mbeumo sebelum menaklukkan kiper Sabah. Manchester United menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0, sekaligus membuat suasana Old Trafford semakin meriah.
Manchester United Lengkapi Kemenangan
Memasuki babak kedua, Manchester United tetap mengendalikan pertandingan. Sabah FK berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi lini belakang tuan rumah mampu menjaga keunggulan. Penampilan Senne Lammens di bawah mistar juga membantu Setan Merah mempertahankan clean sheet.
Lisandro Martinez Cetak Gol Keempat
Pada menit ke-68, Lisandro Martinez mencetak gol keempat Manchester United. Bek asal Argentina itu memanfaatkan situasi serangan tuan rumah untuk memastikan skor 4-0. Gol tersebut sekaligus menutup pesta kemenangan Setan Merah di hadapan pendukung sendiri.
Manchester United kembali menunjukkan perannya sebagai pengatur serangan sekaligus tim yang mampu menentukan hasil pertandingan.
Michael Carrick Puas dengan Performa Manchester United
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Manchester United sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Selain meraih tiga poin, Setan Merah juga mencatat clean sheet dan menunjukkan bahwa mereka mampu mengendalikan pertandingan besar di kandang sendiri.
Malam Sempurna di Old Trafford
Kemenangan 4-0 atas Sabah FK menjadi pembuka yang ideal bagi Manchester United di Liga Champions. Empat gol dari empat pemain berbeda memperlihatkan kedalaman kualitas serangan, sementara pertahanan yang tidak kebobolan memberikan kepercayaan diri tambahan.
Bagi Sabah FK, kekalahan ini memang berat. Namun, pertandingan di Old Trafford menjadi pengalaman berharga bagi klub Azerbaijan tersebut yang baru menjalani debut di fase liga kompetisi elite Eropa. Manchester United kini dapat mengalihkan fokus ke laga berikutnya dengan membawa hasil positif dari malam yang penuh sorotan.