
Boladonesia – Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah FC Barcelona. Pemain muda asal Spanyol itu menjadi kapten termuda dalam sejarah tim utama Blaugrana setelah menerima ban kapten dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord pada pertandingan Liga Champions, Rabu (9/9/2026).
Momen bersejarah tersebut terjadi di Stadion Spotify Camp Nou. Yamal mengambil alih ban kapten dari Raphinha pada menit ke-71 setelah pemain Brasil itu ditarik keluar. Pada usia 19 tahun dan 58 hari, Yamal memecahkan rekor Bojan Krkic yang sebelumnya menjadi kapten termuda Barcelona ketika berusia 20 tahun dalam pertandingan Copa del Rey 2010.
Raphinha Serahkan Ban Kapten kepada Yamal
Lamine Yamal memang belum menjadi kapten utama Barcelona sejak awal musim. Namun, namanya sudah masuk dalam kelompok lima kapten tim untuk musim 2026/2027. Pelatih Hansi Flick menunjuk Raphinha dan Pedri sebagai dua kapten pertama, sedangkan Eric Garcia, Frenkie de Jong, dan Yamal melengkapi daftar kepemimpinan skuad.
Kepercayaan tersebut memperlihatkan besarnya peran Yamal di dalam tim. Ketika Pedri meninggalkan lapangan pada menit ke-63 dan Raphinha menyusul delapan menit kemudian, Yamal menjadi pemain yang menerima ban kapten. Eric Garcia tidak tampil karena skorsing, sementara Frenkie de Jong masih mengalami cedera.
Kapten Termuda Barcelona Langsung Cetak Gol
Yamal tidak hanya mengukir sejarah lewat ban kapten. Ia juga tampil gemilang dalam kemenangan Barcelona atas Feyenoord. Setelah Raphinha membuka keunggulan, Yamal mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-77.
Tendangan tersebut melewati celah pagar betis Feyenoord dan mengecoh kiper Ernst. Gol itu menjadi penutup sempurna bagi malam bersejarah sang pemain muda. Yamal langsung berlari ke bangku cadangan untuk merayakan gol bersama Raphinha, pemain yang baru saja menyerahkan ban kapten kepadanya.
Lamine Yamal Semakin Penting bagi Barcelona
Pencapaian ini memperkuat status Yamal sebagai salah satu pemain paling penting dalam proyek Barcelona. Meski baru berusia 19 tahun, ia sudah dipercaya masuk kelompok kapten dan menjadi pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui kreativitas, gol, dan assist.
Sebelum pertandingan melawan Feyenoord, Yamal juga mengungkapkan kebanggaannya setelah dipilih sebagai salah satu kapten Barcelona. Ia menilai kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab besar, tetapi tetap merasa senang mendapat kesempatan memimpin klub yang dibelanya.
Target Barcelona Setelah Rekor Yamal
Barcelona kini memiliki modal positif untuk menjalani musim 2026/2027. Kemenangan besar atas Feyenoord menjadi awal yang menjanjikan di Liga Champions, sementara peran Yamal semakin berkembang di bawah arahan Hansi Flick.
Dengan rekor sebagai kapten termuda Barcelona, Yamal kembali membuktikan bahwa usianya bukan penghalang untuk memikul tanggung jawab besar. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa dan membantu Blaugrana mengejar gelar Liga Champions yang menjadi salah satu target utama musim ini.
Kesimpulan: Lamine Yamal mencetak sejarah baru bersama Barcelona. Pada usia 19 tahun dan 58 hari, ia menjadi kapten termuda klub, sekaligus merayakan pencapaian tersebut dengan gol indah dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord.
