31 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

BOLADONESIA – Tan Cheng Hoe mengaku pusing dalam mempersiapkan timnas Malaysia ke Piala ASEAN 2026. Pasalnya, dia menghadapi dua persoalan rumit yang justru sangat krusial bagi Harimau Malaya untuk bernicara banyak dan nerprestasi di ajang 2 tahunan tersebut.

Ditunjuk sebagai pelatih sementara sebagai pengganti Peter Cklamovski, Cheng Hoe ibarat ketiban pulung. Dia langsung dihadapkan dengan Piala ASEAN yang selama bertahun-tahun jadi masalah bagi Malaysia karena resistensi klub-klub untuk melepas pemain. Dalihnya, ajang ini tak masuk kalender FIFA.

Resistensi itu memunculkan dua masalah besar. Pertama, sudah tentu materi pemain yang seadanya karena para pemain andalan tak dilepas. Kedua, waktu persiapan yang mepet. Kali ini pun, timnas Malaysia hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani laga pertama fase grup.

“Jika dilihat, tantangan kali ini agak berbeda dengan 2018 karena kala itu saya punya waktu lebih panjang untuk membentuk skuad. Kali ini, situasinya berbeda karena kebanyakan pemain masih mentah pada level internasional,” urai Tan Cheng Hoe soal kendala yang dihadapinya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Harian Metro.

Modal Tan Cheng Hoe

Meskipun demikian, Tan Cheng Hoe tak lantas pesimistis dan putus asa. Pelatih berumur 58 tahun itu menilai keberadaan pemain-pemain tanpa pengalaman di pentas internasional justru bisa jadi modal tersendiri bagi timnas Malaysia. Setidaknya, mereka punya semangat lebih besar untuk memperlihatkan kemampuan terbaik.

“Terlepas dari hal itu, saya melihat banyak pemain memiliki keinginan besar untuk mencapai sesuatu dalam kejuaraan kali ini. Tantangan terbesar adalah mencapai harmoni terbaik karena dalam sepak bola, kesepahaman dan semangat tim adalah hal terpenting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Cheng Hoe.

Secara pribadi, Cheng Hoe juga punya modal tersendiri. Itu adalah pengalaman berkiprah di Piala ASEAN. Sempat menangani Malaysia dari 2017 hingga 2022, dia berkiprah di Piala ASEAN 2018 dan 2020 yang digelar pada 2021. Total, 12 laga dijalaninya dengan rekor 5 kali menang, 3 kali seri, dan 4 kali kalah.

Pada 2 kesempatan terdahulu itu, Cheng Hoe pun punya satu memori indah. Pada 2018, dia mampu membawa Malaysia ke final. Kala itu, mereka kalah agregat 2-3 dari Vietnam pada laga final. Sebelumnya, pada semifinal, Harimau Malaya menyingkirkan Thailand dengan menang agresivitas gol tandang dengan 2 kali imbang.

BOLADONESIA – Kapten timnas Inggris, Harry Kane masih belum memutuskan apakah ini akan jadi Piala Dunia terakhirnya. Namun dia melihat Lionel Messi yang masih bisa bermain pada usia 39 tahun.

Inggris gagal lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Argentina dengan skor 1-2, menandakan mereka masih juga bisa belum lolos ke final sejak juara pada 1966.

Kane akan berusia 36 tahun saat Piala Dunia berikutnya tiba, dan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya bersama Inggris.

“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” ucap Kane seperti dilansir IDNNEWS dari ESPN.

“Itulah yang paling saya sukai. Jelas empat tahun masih lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini tetapi itu tidak pernah berakhir dengan Leo (Messi) di sana, dia masih tampil di level tertinggi.

“Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini. Saya akan mengatasi situasi saat itu terjadi, tetapi untuk saat ini, ini hanya tentang memproses kekalahan yang berat.”

Harry Kane Bela Taktik Timnya

Hampir semua tokoh sampai media Inggris mengecam taktik The Three Lions yang justru bermain sangat bertahan sejak mencetak gol pada menit ke-55. Namun Kane membela permainan timnya.

“Ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen sebelumnya, menurut saya. Kami mengelola momentum permainan dengan sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan unggul,” ujar Kane.

“Dan kemudian karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola, kami kesulitan memberikan tekanan pada bola dan itu memungkinkan mereka untuk menciptakan momentum lebih besar dan menciptakan lebih banyak serangan bagi mereka di sepertiga akhir lapangan kami.

“Merupakan pola pikir yang wajar untuk mencoba bertahan dan mempertahankan keunggulan satu gol, tetapi Anda tahu, masih ada 20 menit lagi, jadi akan ada cukup waktu (bagi Argentina untuk mencetak gol).

“Kami harus menonton ulang pertandingan dan mencari tahu persis bagaimana kami dapat meningkatkan diri dalam situasi tersebut, tetapi mungkin itulah bagian yang hilang selama empat turnamen terakhir.”

Penyerang Manchester City, Erling Haaland, kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah tampil impresif bersama Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026.

Popularitas bomber berusia 23 tahun itu semakin meningkat usai sebuah video viral memperlihatkan seorang remaja perempuan di Amerika yang memiliki kemiripan wajah dengan Haaland.

Momen unik tersebut membuat nama sang striker semakin dikenal oleh publik Negeri Paman Sam.

Meningkatnya pamor Haaland di Amerika pun memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya mengikuti jejak sejumlah bintang Eropa yang memilih melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS).

Haaland Belum Memikirkan Hijrah ke MLS

Meski terus dikaitkan dengan kompetisi di Amerika Serikat (AS), Erling Haaland menegaskan bahwa dirinya belum pernah mempertimbangkan untuk bermain di MLS dalam waktu dekat.

Dalam wawancara yang dikutip talkSPORT, striker asal Norwegia itu mengaku memang beberapa kali mengunjungi Amerika untuk berlibur maupun menjalani tur pramusim. Namun, ia belum memiliki rencana meninggalkan sepak bola Eropa.

“Saya tidak pernah memikirkan itu. Saya baru dua kali ke sana,” kata Haaland.

Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi yang berkembang setelah popularitasnya terus meningkat di Amerika.

Masih Ingin Bersinar Bersama Manchester City

Erling Haaland menegaskan fokus utamanya saat ini adalah terus bermain di level tertinggi bersama Manchester City.

Menurutnya, usia yang masih 23 tahun membuatnya merasa belum saatnya memikirkan kompetisi seperti MLS, yang selama ini sering menjadi tujuan para pemain Eropa pada penghujung karier mereka.

“Saya masih muda. Banyak pemain pindah ke MLS untuk bermain di sana, tetapi saya bermain untuk Manchester City. Saya baru saja berada di sini,” ujar Haaland.

Ucapan itu memperlihatkan komitmennya untuk terus berkembang bersama klub Premier League tersebut.

Kontrak Panjang Bikin Masa Depan Haaland Tetap di Eropa

Peluang Haaland pindah ke Amerika Serikat dalam waktu dekat memang terlihat kecil. Selain masih berada di usia emas sebagai pesepak bola, ia juga masih terikat kontrak jangka panjang bersama Manchester City.

Meski tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti bermain di MLS, Haaland saat ini memilih memusatkan perhatian untuk meraih prestasi bersama The Citizens.

Dengan perkembangan pesat sepak bola di Amerika Serikat, MLS memang berpotensi menjadi destinasi menarik bagi para pemain top dunia di masa depan.

Namun, untuk saat ini, Haaland menegaskan bahwa seluruh fokusnya masih tertuju pada kariernya bersama Manchester City di kompetisi Eropa.

Manchester United kembali merampungkan perekrutan pemain pada pekan ini. Setelah mengamankan tiga wajah baru, Setan Merah juga menyelesaikan transfer lain yang tidak banyak mendapat sorotan, seperti dilaporkan Manchester Evening News.

MU sempat membutuhkan waktu hampir satu bulan sejak dibukanya bursa transfer musim panas untuk menuntaskan transfer pertama. Namun, dalam sepekan terakhir, sejumlah kesepakatan berhasil diselesaikan secara beruntun.

Sebelumnya, Setan Merah hampir mendapatkan gelandang Atalanta, Ederson. Meski sudah mencapai kesepakatan biaya transfer dengan klub Serie A tersebut, proses kepindahannya batal terlaksana karena muncul kekhawatiran terkait hasil tes medis sang pemain.

Setelah itu, MU langsung mengalihkan fokus ke target lain di lini tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro setelah kontraknya berakhir, sekaligus menyusul cedera lutut serius yang dialami Manuel Ugarte saat membela Uruguay di Piala Dunia 2026.

Transfer Keempat

Pada akhir pekan lalu, MU berhasil merekrut Andrey Santos dan Youri Tielemans yang sama-sama memiliki pengalaman bermain di Premier League.

Nilai transfer keduanya mencapai total 85 juta paun, angka yang sama dengan biaya yang dikeluarkan Tottenham Hotspur untuk merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United.

Selain itu, MU mengamankan jasa kiper Karl Darlow dengan status bebas transfer.

Di balik perekrutan untuk tim utama, MU juga menyelesaikan transfer gelandang asal Kolombia, Cristian Orozco.

Menurut Manchester Evening News dilansir Give Me Sport, kesepakatan itu resmi dituntaskan pada Senin (13-7-2026) waktu setempat, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-18.

Orozco Resmi Gabung

Jurnalis transfer, Fabrizio Romano, sebelumnya mengungkapkan pada Oktober lalu bahwa MU telah menyepakati biaya transfer senilai satu juta dolar AS dengan Fortaleza untuk memboyong Orozco mulai musim panas 2026.

Kepindahan itu baru dapat diwujudkan setelah sang pemain genap berusia 18 tahun.

Orozco akan bergabung bersama skuad akademi Manchester United di Carrington. Ia juga berpeluang tampil dalam laga uji coba melawan TSV 1860 Munich dan FC Nurnberg di Jerman.

MU disebut akan memberikan waktu bagi Orozco untuk beradaptasi, termasuk mengikuti pelajaran bahasa Inggris.

Meski demikian, ia sudah mengenal beberapa pemain akademi setelah sempat berada di Carrington pada Desember lalu.

Bidik Tiga Pemain Lagi

Laporan Samuel Luckhurst menyebut MU belum berhenti bergerak di bursa transfer, meski telah merampungkan empat perekrutan pekan ini.

MU masih ingin mendatangkan seorang gelandang tengah menyusul cedera Ugarte. Sejumlah nama yang belakangan dikaitkan dengan Setan Merah, antara lain Manu Kone dari AS Roma, Eduardo Camavinga dari Real Madrid, serta Alex Scott dari Bournemouth.

Selain itu, MU ingin merekrut penyerang sayap kiri apabila Marcus Rashford meninggalkan Old Trafford. Nama Crysencio Summerville menjadi satu di antara yang paling sering disebut dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Give Me Sport melaporkan MU telah membuka pembicaraan antarklub dengan West Ham United terkait kemungkinan transfer pemain Timnas Belanda tersebut.

MU juga masih mengincar tambahan seorang penyerang. Langkah itu disebut berpotensi dipercepat apabila Joshua Zirkzee meninggalkan Old Trafford.

Idnews.top – Polemik yang muncul setelah laga Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Hossam Hassan. Pelatih Mesir itu mengungkap makna di balik gestur ‘X’ yang sempat memicu berbagai spekulasi usai pertandingan.

Momen tersebut terjadi pada menit ke-98 ketika Hassan menyilangkan kedua tangannya ke arah wasit Francois Letexier. Isyarat itu menjadi sorotan karena dalam beberapa kesempatan sebelumnya, gestur ‘X’ identik dengan laporan dugaan tindakan rasis di lapangan.

Situasi pertandingan memang berlangsung dalam tensi tinggi. Mesir yang sempat unggul 2-0 harus menerima kenyataan tersingkir setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 3-2 melalui gol Cristiano Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez dalam rentang 13 menit.

Kontroversi keputusan wasit turut memperkeruh suasana. Mesir memprotes pembatalan gol Mostafa Ziko serta menilai terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah dalam proses gol kemenangan yang dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-93.

Hossam Hassan Tegaskan Gestur ‘X’ Bukan Terkait Isu Rasisme

Lebih dari sepekan setelah pertandingan berakhir, Hossam Hassan akhirnya memberikan klarifikasi mengenai aksi yang dilakukannya di pinggir lapangan. Ia menegaskan bahwa gestur tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan dugaan tindakan rasis.

Menurut Hassan, isyarat itu merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan Mesir. Ia merasa beberapa keputusan penting sepanjang pertandingan tidak berpihak kepada timnya.

Ketegangan di bangku cadangan Mesir memang sempat meningkat setelah serangkaian keputusan kontroversial. Bahkan, tayangan pertandingan memperlihatkan saudara kembar Hossam Hassan yang juga menjadi asistennya, Ibrahim Hassan, sempat menurunkan tangan sang pelatih setelah gestur tersebut dilakukan.

“Isyarat itu bukan rasis. Saya memberi tahu , ‘Anda tidak adil’. datang kepada saya dan berkata, ‘Mengapa? Mengapa? Mengapa?’ Dan saya tidak tahu apa lagi,” ucap Hossam Hassan pada The Sun.

Hossam Hassan Ungkap Momen Adu Argumen dengan Lionel Messi

Selain menjelaskan maksud gestur tersebut, Hossam Hassan juga mengungkap adanya interaksi langsung dengan Lionel Messi seusai insiden itu. Menurutnya, kapten Argentina menghampiri dirinya dan mempertanyakan alasan di balik protes yang dilakukan kepada wasit.

Meski sempat terjadi adu argumen singkat, pelatih berusia 59 tahun itu mengaku memilih tidak memperpanjang perdebatan. Ia tetap menaruh rasa hormat kepada Messi sebagai salah satu pesepak bola terbaik dalam sejarah.

“Itu adalah salah satu dari sedikit momen ketika Messi terlibat adu mulut selama pertandingan. Dan dia akhirnya menangis karena sedang mengalami masa sulit secara emosional,” kata Hossam Hassan.

“Kami adalah tim yang sangat tangguh dan kami menempatkan mereka dalam posisi yang sulit. Saya mencoba untuk tidak menanggapinya dan menghindari gesekan verbal di antara kami, sebagai bentuk penghormatan terhadap kariernya,” tegasnya.

Para pemain Argentina merayakan kemenangan dramatis atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 yang memastikan langkah mereka ke final menghadapi Spanyol.

BolaIndonesia – 16 Juli 2026 menjadi hari bersejarah bagi Argentina. Tim berjuluk La Albiceleste berhasil mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Kemenangan tersebut memastikan duel akbar melawan Spanyol pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.

Argentina Bangkit Setelah Tertinggal

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon dan tampil disiplin menjaga keunggulan. Namun, Argentina menunjukkan mental juara dengan terus menekan pertahanan lawan.

Memasuki babak kedua, perubahan strategi membuat Argentina mampu membalikkan keadaan. Gol demi gol membawa La Albiceleste memastikan kemenangan dramatis sekaligus mengamankan tiket ke final.

Performa Konsisten Sepanjang Turnamen

Keberhasilan Argentina tidak lepas dari performa impresif mereka sejak fase grup. Kombinasi pemain senior dan talenta muda membuat skuad Lionel Scaloni tampil konsisten di setiap pertandingan.

Lini pertahanan yang solid dipadukan dengan serangan cepat menjadi kekuatan utama Argentina dalam perjalanan menuju final Piala Dunia 2026.

Spanyol Siap Menjadi Lawan di Final

Spanyol telah lebih dahulu memastikan tempat di final setelah mengalahkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0. Tim Matador tampil dominan berkat penguasaan bola yang kuat dan efektivitas dalam penyelesaian akhir.

Pertemuan Argentina dan Spanyol diprediksi menjadi salah satu final terbaik dalam sejarah Piala Dunia karena kedua tim sedang berada dalam performa terbaik.

Inggris Masih Berpeluang Raih Posisi Ketiga

Meski gagal mencapai final, Inggris tetap memiliki kesempatan menutup turnamen dengan hasil positif. The Three Lions dijadwalkan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga.

Pertandingan tersebut diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama ingin mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.

Prediksi Final Piala Dunia 2026

Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua tim terbaik sepanjang turnamen. Argentina datang sebagai juara bertahan, sedangkan Spanyol membawa status juara Eropa.

Laga ini diprediksi berlangsung ketat dan menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Kedua tim memiliki kualitas yang seimbang sehingga peluang menjadi juara masih terbuka lebar.

BOLADONESIA – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel tak menyesal dengan pemilihan taktiknya pasca dikalahkan Argentina 1-2 (16/7/26). Dia bahkan menyebut Inggris mungkin memainkan performa terbaiknya di laga ini.

Inggris terlihat akan melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Namun Tuchel memutuskan untuk bermain parkir bis dengan memasukkan dua bek tengah Dan Burn dan Ezri Konsa.

Dan Argentina berhasil melakukan comeback lewat Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2. Tuchel ditanya apakah dia menyesali keputusannya.

“Saat ini tidak ada penyesalan. Tim telah memberikan segalanya dan kami sangat, sangat dekat. Kami pantas unggul 1-0. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, mungkin pertandingan terbaik kami dalam keadaan seperti ini. Tim berada di puncak, kami tidak bisa menyelesaikannya,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari The Guardian.

“Yang merugikan kami hari ini adalah kurangnya aktivitas kami dalam struktur permainan apa pun. Saya mengerti diskusi-diskusi ini ada di luar sana dan tentu saja jutaan pelatih setelah pertandingan lebih mengetahuinya.

“Anda bisa mendiskusikan ini dengan jutaan pelatih. Saya harus membuat keputusan di lapangan. Ini adalah bagaimana saya menganalisis pertandingan dan saya bertanggung jawab atas hal itu.”

Thomas Tuchel Jelaskan Taktiknya

Tuchel menjelaskan lebih rinci mengapa dirinya memutuskan untuk bermain dengan lima bek.

“Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celah di antara mereka terlalu terbuka,” kata Tuchel.

“Argentina bermain lebih berisiko, bermain dengan ritme yang lebih baik, dan bermain dengan perasaan bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, yang membuat mereka lebih leluasa dan membuat kami tertekan.

“Karena kami jelas tiba-tiba bermain dengan perasaan bahwa kami memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan. Tentu saja tanggung jawab ada pada pelatih dan jika hasilnya tidak baik, mudah untuk mengatakan bahwa itu salah.”

Timnas Argentina punya kans besar mempertahankan gelarnya di Piala Dunia 2026. Tim Tango tinggal selangkah lagi menuju gelar kedua setelah memastikan lolos ke partai final.

Lionel Messi dan kawan-kawan mengunci tiket ke partai puncak setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Argentina tertinggal lebih dulu pada pertandingan itu. Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55.

Namun, setelah itu Argentina benar-benar mendominasi permainan. Mereka terus menggempur barisan pertahanan Inggris yang berujung dua gol balasan di pengujung babak kedua lewat Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Alhasil, kemenangan itu mengantarkan Inggris masuk geng elite.

Menurut catatan Squawka, Argentina kembali berhasil menembus final Piala Dunia secara beruntun.

La Albiceleste menjadi tim keenam dalam sejarah yang mampu mencapai final Piala Dunia berikutnya setelah berstatus sebagai juara bertahan.

Daftar Geng Elite

Berikut daftar juara bertahan yang sukses melaju ke final edisi selanjutnya:

Italia: Juara 1934, Juara 1938
Brasil: Juara 1958, Juara 1962
Argentina: Juara 1986, Runner-up 1990
Brasil: Juara 1994, Runner-up 1998
Prancis: Juara 2018, Runner-up 2022
Argentina: Juara 2022, Finalis 2026
Kini, Argentina berpeluang mengukir sejarah dengan mempertahankan gelar juara Piala Dunia jika mampu mengalahkan Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026.

PSSI baru saja mengumumkan harga tiket dua pertandingan Timnas Indonesia untuk penyisihan grup Piala AFF 2026. Tim berjuluk Skuad Garuda itu bakal bermain dua kali di kandang.

PSSI memilih Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, sebagai homebase Timnas Indonesia di penyisihan grup Piala AFF 2026. Skuad Garuda baru akan bermarkas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, jika lolos ke semifinal.

Timnas Indonesia akan lebih dulu meladeni perlawanan Kamboja pada 27 Juli 2026, baru menandingi Vietnam pada 3 Agustus 2026 di Stadion Pakansari.

PSSI memberlakukan harga berbeda untuk tiket laga Timnas Indonesia kontra Kamboja dan Vietnam.

Rincian Harga Tiket

Harga tiket tribune barat dan timur melawan Kamboja dibanderol Rp200 ribu, sedangkan tribune utara dan selatan Rp100 ribu.

Sementara menghadapi Vietnam, harga tiket tribune barat dan timur dihargai Rp250 ribu, adapun tribune utara dan selatan Rp125 ribu.

Penjualan tiket akan dimulai pada 17 Juli 2026 melalui Livin’ by Mandiri dan pada 20 Juli 2026 lewat situs Kita Garuda.

2 Tandang

Timnas Indonesia, yang tergabung di Grup A Piala AFF 2026, juga bakal tampil dalam dua partai tandang di babak penyisihan.

Timnas Indonesia bakal menantang tuan rumah Timnas Timor Leste yang memilih untuk bertanding di Chonburi Stadium, Thailand, pada 31 Juli 2026.

Selain itu, Skuad Garuda bakal melawat ke Jalan Besar Stadium, Singapura, untuk menjajal kekuatan Timnas Singapura pada 7 Agustus 2026.

Daftar Harga Tiket Timnas Indonesia

Vs Kamboja

Tribune Barat: Rp200.000

Tribune Timur: Rp200.000

Tribune Utara: Rp100.000

Tribune Selatan: Rp100.000

Vs Vietnam

Tribune Barat: Rp250.000

Tribune Timur: Rp250.000

Tribune Utara: Rp125.000

Tribune Selatan: Rp125.000

Jadwal Penjualan Tiket

17 Juli 2026: Melalui Livin’ by Mandiri

20 Juli 2026: Melalui situs Kita Garuda

BOLADOENSIA – Angin kencang terus menghantam Gianni Infantino. Terbaru, Presiden FIFA itu diadukan oleh lembaga pembela hak-hak asasi manusia (HAM), FairSquare, ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas pelanggaran salah satu aturan yang menuntut netralitas politik.

FairSquare sudah jengah dan muak dengan tindakan Infantino belakangan ini yang menunjukkan kedekatan dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Secara khusus, mereka mengungkap beberapa jejak yang menunjukkan ketundukan Infantino, juga FIFA, terhadap Trump. Bahkan, Infantino sempat menghadiri beberapa kampanye Presiden AS itu.

“Gianni Infantino telah berulang kali melanggar aturan IOC soal netralitas politik dengan menyatakan dukungan politik kepada Presiden AS Donald Trump. Ada setidaknya 5 pelanggaran terhadap prinsip itu,” urai pernyataan FairSquare seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resminya.

Dalam laporannya, lembaga itu antara lain secara spesifik menyoroti penangguhan hukuman bagi Folarin Balogun, pemain AS, sehingga tetap bisa bermain pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 meskipun mendapat kartu merah pada laga sebelumnya. Kasus itu mengindikasikan ketundukan Infantino kepada Trump.

Kontroversi Gianni Infantino

Meskipun belakangan diketahui ada sosok lain di belakang putusan itu, Gianni Infantino tetap jadi sorotan karena statusnya sebagai Presiden FIFA. Dia tak mungkin tak mengetahui hal itu. Apalagi, Donald Trump sempat mengaku bertelepon dengan dia untuk membahas kartu merah yang didapatkan Folarin Baloguun.

Hal lain yang disoroti oleh FairSquare adalah promosi laman penggemar FIFA oleh Infantino yang diduga merupakan bagian dari kampanye pengumpulan data yang terkait dengan Trump. Ini lagi-lagi menunjukkan betapa intens kedekatan keduanya walaupun Infantino menyebut itu wajar karena AS adalah tuan rumah Piala Dunia 2026.

Jauh sebelumnya, FairSquare langsung melayangkan gugatan kepada Komite Etik FIFA begitu Infantino menganugerahkan Penghargaan Perdanaian FIFA kepada Trump pada Desember 2025. Langkah itu dipandang kontroversial dan kian tak sesuai ketika AS bersama Israel menyerang Iran pada Februari lalu.

Pekan lalu, Presiden IOC Kristy Coventry memang membuka kemungkinan komite etik memeriksa Infantino jika memang adu pengaduan resmi. Hal itu diungkapkan seiring kontroversi soal penangguhan hukuman kartu merah yang didapatkan Balogun. Kini, FairSquare sudah melayangkan aduan tersebut.