Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.
BOLADONESIA – Didier Deschamps meninggalkan sementara pemusatan latihan Prancis di Piala Dunia 2026 setelah mendapat kabar duka atas wafatnya sang ibu. Pelatih berusia 57 tahun itu akan pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps tidak akan memimpin sesi latihan maupun berada di bangku cadangan saat Prancis menghadapi Norwegia di Boston pada 27 Juni mendatang. Pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup I.
“Didier Deschamps tidak akan dapat memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Norwegia vs Prancis. Ia juga tidak akan berada di bangku cadangan untuk laga terakhir Les Bleus di grup I,” demikian pernyataan resmi FFF.
FFF menjelaskan bahwa Deschamps harus kembali ke Prancis setelah menerima kabar meninggalnya sang ibu. Federasi juga menyebut situasi tersebut sebagai momen yang sangat menyakitkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada Deschamps beserta keluarganya.
Guy Stephan Dipercaya Gantikan Didier Deschamps
Selama Deschamps berada di Prancis, tugas memimpin tim akan diemban oleh asisten pelatih Guy Stephan. Keputusan tersebut telah disepakati bersama Presiden FFF Philippe Diallo.
Stephan bukan sosok asing bagi Deschamps. Keduanya telah bekerja bersama sejak 2009 ketika Deschamps menangani Olympique Marseille, sebelum kembali berkolaborasi di tim nasional Prancis sejak 2012.
Pelatih berusia 69 tahun itu juga memiliki hubungan panjang dengan Deschamps. Mereka pernah bekerja dalam staf timnas Prancis di bawah Roger Lemerre saat menjuarai Euro 2000, ketika Deschamps masih menjabat kapten tim.
Meski absen pada laga kontra Norwegia, Deschamps diperkirakan akan kembali memimpin Prancis setelah menghadiri pemakaman. Deschamps tetap diharapkan melanjutkan tugasnya bersama Les Bleus pada fase gugur turnamen.
Berikut hasil pertandingan Piala Dunia 2026 dari Grup C, Maroko versus Haiti dan Skotlandia melawan Brasil.
TIMNAS Brasil dan Maroko sama-sama mengakhiri fase Grup C Piala Dunia 2026 dengan kemenangan pada laga terakhir, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.
Selecao menundukkan Skotlandia 3-0, sementara Singa Atlas mengalahkan Haiti 4-2.
Brasil tampil dominan sejak menit-menit awal di Miami Stadium. Vinicius Junior membuka keunggulan lebih dulu sebelum Matheus Cunha ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.
Hasil tersebut membuat Brasil finis sebagai juara Grup C. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup.
Di pertandingan lain yang berlangsung di Atlanta Stadium, Maroko dipaksa bekerja keras menghadapi Haiti. Meski sempat dua kali tertinggal, Maroko mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2.
Maroko Runner-Up
Achraf Hakimi dan Ismael Saibari membawa Maroko menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada babak kedua, dua gol tambahan dari pemain pengganti memastikan tiga poin untuk wakil Afrika tersebut.
Berkat kemenangan itu, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C.
Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir, tetap mampu memberikan perlawanan sengit dengan mencetak dua gol ke gawang Maroko.
Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat peluang mereka bergantung pada persaingan tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat memberikan ancaman pada babak kedua, pertahanan Brasil tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.
Vinicius Junior kembali menjadi bintang Brasil setelah mencetak gol pada laga ketiga secara beruntun di fase grup. Penampilan impresif penyerang Real Madrid itu menjadi modal penting bagi Selecao menjelang fase gugur.
Susunan Pemain
Skotlandia Vs Brasil
Skotlandia (4-2-3-): Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Scott McKenna, Andy Robertson; Lewis Ferguson, Kenny McLean; Scott McTominay, John McGinn; Ben Doak; Lawrence Shankland.
Pelatih: Stephen Clark
Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Vinicius Junior, Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti
Maroko Vs Haiti
Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Jawad El Yamiq, Adam Aznou; Bilal El Khannouss, Sofyan Amrabat; Ismael Saibari, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli; Ayoub El Kaabi.
Pelatih: Mohamed Ouahbi
Haiti (4-4-2): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Alex Christian Jr.; Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Bryan Alceus, Louicius Don Deedson; Frantzdy Pierrot, Derrick Etienne Jr
idnews.top – Timnas Inggris gagal melanjutkan momentum kemenangan mereka di Piala Dunia 2026 setelah ditahan Ghana dengan skor 0-0. Hasil ini didapat pada laga kedua Grup L yang berlangsung Selasa waktu setempat.
The Three Lions tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah peluang berbahaya yang berhasil mereka ciptakan.
Meski gagal meraih kemenangan, Inggris tetap berada di puncak klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin. Mereka unggul selisih gol atas Ghana yang memiliki jumlah poin sama.
Inggris Dominan, Ghana Bertahan Disiplin
Inggris menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Namun, pertahanan rapat Ghana membuat tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.
Tuchel melakukan dua perubahan pada susunan pemain dibanding laga sebelumnya melawan Kroasia. Marc Guehi dan Djed Spence masuk menggantikan John Stones serta Nico O’Reilly.
Ketika kebuntuan belum juga terpecahkan, Tuchel melakukan pergantian besar-besaran. O’Reilly, Bukayo Saka, Eberechi Eze, Morgan Rogers, dan Marcus Rashford diturunkan untuk menambah daya dobrak tim.
Peluang terbaik Inggris datang pada fase akhir pertandingan. Sundulan O’Reilly membentur mistar gawang, tetapi Harry Kane gagal memaksimalkan bola pantul yang melayang jauh di atas gawang
Harry Kane Terisolasi di Lini Depan
Salah satu sorotan utama pertandingan adalah minimnya keterlibatan Harry Kane. Hingga pertandingan berjalan 35 menit, hanya dua pemain yang mencatat sentuhan bola lebih sedikit dibanding kapten Inggris tersebut.
Situasi itu menggambarkan betapa sulitnya Kane mendapatkan suplai bola. Berbeda dengan pertandingan melawan Kroasia, ia tidak memiliki ruang yang cukup untuk turun membantu membangun serangan.
Kane baru mendapatkan peluang yang benar-benar berbahaya pada menit ke-85. Kesempatan itu datang setelah sundulan O’Reilly mengenai mistar, tetapi penyelesaian akhirnya gagal menemui sasaran.
Kondisi tersebut memperlihatkan kesulitan Inggris dalam menciptakan kreativitas di area tengah. Mereka juga tampak kekurangan dukungan di sekitar Kane untuk membuka ruang dan memberi variasi dalam serangan.
Ghana Pulang dengan Poin Penting
Di sisi lain, Ghana tampil sangat berhati-hati sepanjang pertandingan. Mereka hanya mampu melepaskan dua tembakan selama 90 menit.
Beberapa kali Ghana mencoba mendapatkan keuntungan melalui insiden di kotak penalti Inggris. Mereka sempat meminta Jordan Pickford mendapat kartu merah setelah berbenturan dengan Prince Adu, serta mengajukan klaim penalti saat Ezri Konsa melakukan tekel terhadap Adu.
Namun, kedua insiden tersebut tidak menghasilkan keputusan yang menguntungkan Ghana. Meski demikian, satu poin yang mereka amankan bisa menjadi bekal penting menjelang laga terakhir fase grup.
Inggris vs Ghana: Declan Rice Puji Permainan Disiplin Black Stars
BolaIndonesia – Pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana menghadirkan duel penuh intensitas yang berakhir tanpa gol. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.
Inggris tampil dominan dalam penguasaan bola dan berupaya mengontrol tempo permainan melalui lini tengah. Sementara itu, Ghana memilih pendekatan yang lebih disiplin dengan bertahan rapat, memanfaatkan transisi cepat, dan sesekali mengancam lewat serangan balik. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meredam kreativitas lini depan The Three Lions.
Hasil ini membuat persaingan di Grup L semakin menarik. Inggris tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu favorit, tetapi Ghana membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Declan Rice: Ghana Sangat Terorganisasi
Gelandang Inggris, Declan Rice, memberikan apresiasi tinggi kepada performa Black Stars setelah pertandingan. Menurutnya, Ghana menunjukkan organisasi permainan yang luar biasa sepanjang 90 menit.
Rice menilai para pemain Ghana tampil disiplin dalam menjaga bentuk pertahanan, menutup ruang antarlini, dan tidak memberikan banyak kesempatan bagi Inggris untuk menciptakan peluang bersih.
“Kami menghadapi tim yang sangat disiplin. Mereka bertahan sebagai satu kesatuan dan bekerja keras sepanjang pertandingan. Tidak mudah membongkar pertahanan seperti itu,” ungkap Rice seusai laga.
Pemain Arsenal tersebut juga menambahkan bahwa pertandingan seperti ini menjadi pelajaran penting bagi Inggris menjelang fase gugur. Menghadapi tim yang bermain rapat membutuhkan kesabaran, ketenangan, serta efektivitas yang lebih tinggi di depan gawang.
Black Stars Tampil Berani
Meski lebih banyak bertahan, Ghana sama sekali tidak bermain pasif. Tim asuhan Otto Addo beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang memaksa lini belakang Inggris bekerja keras.
Kecepatan para pemain sayap serta kemampuan gelandang Ghana dalam memutus aliran bola Inggris membuat pertandingan berlangsung seimbang. Bahkan, beberapa peluang berbahaya sempat tercipta melalui skema bola mati dan serangan langsung.
Solidnya koordinasi antarlini menjadi faktor utama keberhasilan Ghana mengamankan satu poin penting. Setiap pemain memahami perannya sehingga ruang gerak para bintang Inggris seperti Harry Kane, Jude Bellingham, hingga Bukayo Saka menjadi sangat terbatas.
Inggris Terus Menekan
Sepanjang pertandingan, Inggris sebenarnya mampu mendominasi penguasaan bola. Kombinasi umpan pendek dan pergantian sisi lapangan terus dilakukan demi membuka celah pertahanan Ghana.
Namun, setiap kali memasuki area sepertiga akhir lapangan, Inggris selalu dihadapkan pada blok pertahanan yang sangat rapat. Declan Rice bersama rekan-rekannya berusaha meningkatkan tempo permainan, tetapi penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, namun penyelamatan gemilang penjaga gawang Ghana serta disiplin lini belakang membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga laga usai.
Mentalitas Ghana Mendapat Pujian
Rice juga menyoroti mentalitas para pemain Ghana yang tetap fokus sepanjang pertandingan. Menurutnya, Black Stars tidak pernah kehilangan konsentrasi meski terus mendapat tekanan.
Ia menilai keberhasilan Ghana mempertahankan organisasi permainan merupakan bukti bahwa tim asal Afrika tersebut memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara besar.
Pujian dari Rice semakin mempertegas bahwa hasil imbang ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kerja keras seluruh skuad Ghana yang tampil penuh determinasi.
Persaingan Grup L Semakin Ketat
Tambahan satu poin membuat peluang kedua tim untuk melangkah ke babak berikutnya masih terbuka lebar. Inggris tetap berada dalam posisi yang baik berkat kualitas skuad yang dimiliki, sedangkan Ghana menjaga asa lolos setelah mampu menahan salah satu favorit juara.
Pelatih kedua tim diperkirakan akan melakukan evaluasi menjelang pertandingan berikutnya. Inggris perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, sementara Ghana berusaha mempertahankan konsistensi organisasi permainan yang telah menjadi kekuatan utama mereka.
Dengan performa disiplin yang diperlihatkan Black Stars dan dominasi Inggris yang belum mampu menghasilkan gol, pertandingan ini menjadi salah satu laga paling taktis di Grup L. Apabila kedua tim mampu mempertahankan performa tersebut, peluang untuk melangkah ke babak 16 besar masih sangat terbuka.
Man of the Match Inggris vs Ghana: Jude Bellingham Tampil Luar Biasa
BolaIndonesia – Timnas Inggris gagal mengamankan kemenangan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Bermain di Boston Stadium, Selasa (23/6/2026) waktu setempat, skuad asuhan Thomas Tuchel harus puas bermain imbang tanpa gol 0-0 setelah menemui tembok kokoh pertahanan Black Stars. Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, Jude Bellingham tetap menjadi salah satu pemain paling menonjol sepanjang pertandingan.
Gelandang Real Madrid tersebut kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai motor permainan Inggris. Pergerakan tanpa bola, visi mengalirkan umpan, hingga kemampuannya menjaga tempo membuat lini tengah The Three Lions tetap mendominasi sepanjang laga.
Mendominasi Lini Tengah Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, Inggris langsung mengambil alih kendali permainan. Statistik menunjukkan mereka menguasai hampir 79 persen penguasaan bola serta melepaskan 19 tembakan sepanjang pertandingan. Sayangnya, dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol berkat disiplin pertahanan Ghana yang tampil luar biasa.
Di tengah kebuntuan tersebut, Jude Bellingham menjadi pemain yang paling sering membangun serangan dari lini kedua. Ia beberapa kali membuka ruang bagi Harry Kane, Anthony Gordon, maupun Noni Madueke melalui umpan-umpan progresif yang memecah lini pertahanan Ghana.
Meski tidak mencetak gol ataupun assist seperti saat menghadapi Kroasia, kontribusi Bellingham tetap terasa dalam hampir seluruh fase permainan Inggris.
Ghana Bermain Sangat Disiplin
Ghana tampil dengan pendekatan berbeda dibanding laga sebelumnya. Pelatih Carlos Queiroz menerapkan blok pertahanan rendah yang membuat Inggris kesulitan menemukan ruang di area kotak penalti.
Setiap kali Bellingham menerima bola di area tengah, dua hingga tiga pemain Ghana langsung menutup ruang geraknya. Strategi tersebut terbukti efektif membatasi kreativitas Inggris di sepertiga akhir lapangan.
Walaupun demikian, Bellingham masih mampu beberapa kali melakukan penetrasi yang memaksa lini belakang Ghana bekerja ekstra keras hingga peluit panjang dibunyikan.
Mentalitas Pemimpin Kembali Terlihat
Selain kontribusi teknis, Bellingham kembali memperlihatkan karakter kepemimpinannya. Ia terus memberi instruksi kepada rekan-rekannya dan berusaha menjaga intensitas permainan ketika Inggris mulai frustrasi menghadapi rapatnya pertahanan lawan.
Emosi sempat memuncak menjelang turun minum ketika terjadi ketegangan antara Bellingham dan kubu Ghana. Namun insiden tersebut tidak memengaruhi performanya di babak kedua hingga akhirnya digantikan setelah Tuchel melakukan sejumlah perubahan taktik.
Layak Menjadi Man of the Match?
Meski ada penilaian media yang memilih bek Inggris Marc Guehi sebagai pemain terbaik pertandingan, banyak pengamat dan pendukung menilai Jude Bellingham tetap menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam permainan Inggris karena konsistensinya mengendalikan lini tengah. Bahkan diskusi di kalangan suporter menunjukkan tidak ada pemain yang benar-benar tampil dominan pada laga yang berakhir tanpa gol tersebut.
Jika melihat keseluruhan kontribusi sepanjang turnamen, Bellingham memang masih menjadi figur sentral dalam permainan Inggris. Setelah tampil gemilang saat mengalahkan Kroasia, ia kembali menunjukkan kualitas sebagai gelandang modern yang mampu menyerang sekaligus bertahan.
Fokus ke Laga Penentuan
Hasil imbang ini membuat persaingan Grup L masih terbuka. Inggris tetap berada dalam posisi yang baik untuk lolos ke babak 16 besar, tetapi mereka wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama pada pertandingan terakhir grup.
Thomas Tuchel dipastikan berharap Jude Bellingham kembali menjadi pembeda di laga tersebut. Dengan kreativitas, stamina, dan mental juara yang dimilikinya, gelandang berusia 22 tahun itu masih menjadi senjata utama The Three Lions dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.
Berikut ini jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 untuk hari ini, Rabu (24-6-2026).
kembali menghadirkan rangkaian pertandingan menarik pada Rabu (24-6-2026). Sejumlah tim akan menjalani laga penentuan yang berpotensi memengaruhi persaingan di fase grup.
Pertandingan hari ini menyajikan duel-duel seru dari beberapa grup berbeda. Setiap tim tentu mengincar hasil terbaik demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Tim yang akan bertanding hari di antaranya Panama dan Kroasia,
Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena selisih poin antartim masih sangat tipis. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal dalam perebutan tiket ke fase gugur.
idnews.top – Pertandingan Prancis vs Irak pada matchday kedua Grup I Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Les Bleus di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Selasa (23/6/2026) WIB. Hasil ini mengantar Prancis mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Prancis lewat dua gol yang tercipta pada menit ke-14 dan 54. Ousmane Dembele kemudian melengkapi pesta gol tim asuhan Didier Deschamps pada menit ke-66.
Laga berlangsung tidak biasa karena babak kedua sempat tertunda lebih dari dua jam akibat badai petir di sekitar stadion. Penundaan tersebut menjadi gangguan cuaca pertama yang menghentikan pertandingan di Piala Dunia.
Prancis kini memimpin klasemen Grup I dengan enam poin dari dua laga. Irak dipastikan tetap berada di dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun.
Pada pertandingan berikutnya, Prancis akan menghadapi Norwegia pada laga terakhir fase grup. Sementara itu, Irak akan menantang Senegal dalam upaya menutup turnamen dengan hasil positif.
Mbappe Buka Jalan Kemenangan Prancis
Prancis langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan dan beberapa kali mengancam pertahanan Irak. Mbappe sudah memperoleh peluang pada menit pertama meski gagal menjangkau umpan silang dari sisi kiri.
Penyerang Real Madrid itu akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-14. Mbappe melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang tetap masuk meski sempat disentuh kiper Ahmed Basil.
Irak mendapat pukulan tambahan pada menit ke-26 saat kapten tim Hussein harus meninggalkan lapangan karena mengalami masalah pada paha bagian dalam. Pergantian cepat tersebut memengaruhi stabilitas permainan wakil Asia itu.
Hujan deras mulai mengguyur Philadelphia menjelang akhir babak pertama. Kondisi lapangan yang licin membuat permainan kedua tim lebih berhati-hati hingga turun minum.
Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Irak masih berusaha bertahan sambil mencari celah untuk mencuri gol penyama kedudukan.
Memasuki jeda pertandingan, cuaca ekstrem memaksa ofisial menghentikan laga sementara waktu. Seluruh penonton diminta meninggalkan tribune dan mencari tempat perlindungan akibat aktivitas petir di sekitar stadion.
Setelah tertunda selama dua jam 15 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Kedua tim terlebih dahulu menjalani pemanasan ulang sebelum babak kedua dimulai.
Prancis menggandakan keunggulan pada menit ke-54 berkat kesalahan fatal lini belakang Irak. Dembele melakukan tekanan, lalu Mbappe memanfaatkan bola liar untuk mencetak gol keduanya malam itu.
Les Bleus terus menekan meski sudah unggul dua gol. Michael Olise hampir menambah keunggulan, tetapi tembakannya hanya membentur mistar gawang.
Gol ketiga lahir pada menit ke-66 melalui Dembele. Menerima umpan Olise di dalam kotak penalti, winger Prancis itu melepaskan tembakan keras mendatar yang bersarang di sudut bawah gawang.
Mbappe hampir melengkapi hat-trick pada menit ke-90. Namun, peluang emas yang diperolehnya melambung di atas mistar sehingga skor tidak berubah.
Kemenangan 3-0 membuat Prancis menjadi tim pertama dari Grup I yang memastikan tempat di babak 32 besar. Les Bleus kini menatap duel kontra Norwegia untuk menentukan posisi akhir klasemen, sementara Irak akan berhadapan dengan Senegal.
Man of the Match Argentina vs Austria: Messi Bersinar Lagi.
BolaIndonesia – Lionel Messi kembali membuktikan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh bagi Argentina usai dinobatkan sebagai Man of the Match dalam kemenangan 2-0 atas Austria pada laga Grup J Piala Dunia 2026. Meski sempat gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan, sang kapten mampu bangkit dan mencetak dua gol yang memastikan tiga poin penting bagi La Albiceleste. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Argentina lolos ke babak gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Penampilan Messi menjadi bukti bahwa pengalaman dan kualitasnya masih menjadi pembeda di level tertinggi. Ketika pertandingan berjalan ketat dan Austria tampil disiplin dalam bertahan, pemain berusia 39 tahun itu tetap mampu menemukan ruang untuk mengubah jalannya pertandingan.
Dua Gol Bersejarah Antar Messi Raih Gelar Man of the Match
Penghargaan Man of the Match terasa sangat layak diberikan kepada Lionel Messi. Setelah gagal memanfaatkan hadiah penalti, ia tidak kehilangan kepercayaan diri. Pada menit ke-38, Messi sukses memecah kebuntuan melalui penyelesaian klinis yang membawa Argentina unggul sebelum turun minum.
Saat Austria mulai berani menekan demi mencari gol penyeimbang, Messi kembali muncul pada masa injury time. Serangan balik cepat Argentina berhasil diselesaikan dengan tenang oleh sang megabintang untuk memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengunci status pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Rekor Dunia Kian Mengukuhkan Status Sang Legenda
Laga melawan Austria bukan sekadar kemenangan bagi Argentina. Pertandingan ini juga menjadi malam bersejarah bagi Lionel Messi setelah dirinya resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dua gol yang dicetak membuat koleksi gol Messi di ajang Piala Dunia mencapai 18 gol, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Miroslav Klose. Catatan tersebut semakin memperkuat warisan sang kapten sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena diraih di tengah tekanan besar setelah kegagalan penalti pada awal pertandingan. Mentalitas Messi menjadi contoh bagaimana pemain kelas dunia mampu bangkit dan menentukan hasil laga.
Austria Memberikan Perlawanan Sengit
Meski kalah dua gol tanpa balas, Austria sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang cukup merepotkan Argentina. Tim asuhan Ralf Rangnick tampil disiplin, berani menekan, bahkan sempat menguasai bola dalam beberapa periode pertandingan.
Austria memperoleh beberapa peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal membobol gawang Emiliano Martinez. Sebaliknya, Argentina tampil jauh lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan emas.
Kontribusi Rekan Setim Tak Kalah Penting
Walaupun sorotan utama mengarah kepada Lionel Messi, kemenangan Argentina juga tidak lepas dari kontribusi pemain lain. Thiago Almada tampil impresif dalam membantu proses terciptanya gol pertama, sementara Julián Álvarez ikut berperan dalam membangun serangan yang menghasilkan gol kedua.
Di lini tengah, Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister menjaga keseimbangan permainan sehingga Austria kesulitan mengembangkan serangan secara konsisten. Solidnya pertahanan yang dikawal Cristian Romero dan Lisandro Martínez juga membuat Argentina mampu mencatat clean sheet kedua secara beruntun.
Argentina Semakin Percaya Diri Menuju Babak Gugur
Dengan kemenangan atas Austria, Argentina mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat. Status sebagai juara bertahan semakin diperkuat oleh performa meyakinkan dalam dua laga awal yang menghasilkan dua kemenangan beruntun.
Lionel Messi kembali menjadi pusat permainan sekaligus inspirasi bagi rekan-rekannya. Jika mampu mempertahankan performa impresif ini, Argentina berpeluang besar melangkah jauh dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Austria masih harus berjuang pada pertandingan terakhir fase grup untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
https://idnews.top/ – Link streaming dan jadwal siaran langsung Yordania vs Aljazair, grup J Piala Dunia 2026 Selasa 23 Juni 2026. Bolaneters bisa menonton pertandingan ini secara langsung melalui link streaming berikut ini.
Yordania akan menghadapi Aljazair pada matchday kedua Grup J Piala Dunia 2026 di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa (23/6) pukul 10.00 WIB. Pertandingan ini menjadi sangat krusial karena kedua tim sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Aljazair mengawali turnamen dengan kekalahan 0-3 dari Argentina, sementara Yordania takluk 1-3 dari Austria. Hasil tersebut membuat keduanya terdampar di dasar klasemen Grup J dan berada di bawah tekanan besar menjelang pertandingan kedua.
Dengan situasi yang ada, laga ini dapat dianggap sebagai partai hidup-mati. Tim yang kembali gagal meraih poin akan menghadapi tugas yang sangat berat pada matchday terakhir dan bergantung pada hasil pertandingan lain untuk menjaga harapan lolos.
Bagi Yordania, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk meraih poin pertama dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Meski kalah dari Austria, gol yang dicetak Ali Olwan menunjukkan bahwa tim asuhan Jamal Sellami tetap memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan. Namun, mereka masih perlu meningkatkan konsistensi permainan, terutama dalam bertahan menghadapi tekanan lawan.
Sementara itu, Aljazair datang dengan modal pengalaman dan kualitas yang lebih matang. Tim besutan Vladimir Petkovic tampil impresif sepanjang kualifikasi zona Afrika dengan catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam pertandingan. Kekalahan dari Argentina memang menjadi pukulan, tetapi hasil tersebut tidak menghapus potensi yang mereka miliki.
Riyad Mahrez tetap menjadi sosok kunci bagi Aljazair. Pengalaman, visi bermain, dan kreativitasnya di lini serang diharapkan mampu menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat ini. Selain Mahrez, Aljazair juga memiliki kedalaman skuad yang lebih berpengalaman dalam menghadapi pertandingan besar.
Dengan tekanan besar di kedua kubu, pertandingan ini diperkirakan berlangsung terbuka dan penuh determinasi. Baik Yordania maupun Aljazair memahami bahwa tiga poin bisa menjadi penentu nasib mereka dalam persaingan menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Link Streaming Yordania vs Aljazair
Kompetisi: Piala Dunia 2026 Pertandingan: Yordania vs Aljazair Tempat: San Francisco Bay Area Stadium Hari, tanggal: Selasa, 23 Juni 2026 Jam kick-off: 10.30 WIB Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport Live Streaming: Maxstream, Folaplay Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_rt98v5au/yordania_vs_aljazair