30 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Timnas Argentina menyatakan siap menerima sanksi dari FIFA menyusul kontroversi yang terjadi setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Minggu waktu setempat atau Senin (20-7-2026) dini hari WIB.

Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris di Atlanta, Kamis dini hari WIB lalu. Lionel Messi turut berperan dalam kemenangan tersebut.

Usai pertandingan, para pemain Timnas Argentina merayakan keberhasilan mereka di lapangan. Namun, perhatian kemudian tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan “The Falklands are Argentine” yang dibentangkan para pemain.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Inggris.

Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta agar para pemain Argentina dijatuhi sanksi sehingga tidak bisa tampil pada laga final hari Minggu. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mendukung penyelidikan FIFA terhadap insiden tersebut.

Bahkan, sempat muncul usulan agar Argentina dicoret dari partai final sehingga Inggris kembali mendapat tempat. Namun, hingga kini belum ada keputusan seperti itu.

Siap Terima Sanksi

Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan negaranya siap menerima konsekuensi atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan para pemain dipengaruhi oleh luapan emosi setelah pertandingan.

“Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Apa yang dilakukan para pemain bisa dimengerti karena mereka terbawa emosi,” kata Milei dalam sebuah pernyataan.

“Mereka melakukannya dan kemungkinan akan muncul pembahasan mengenai sanksi finansial. Sangat sah bagi para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka.”

Milei menilai apa yang dilakukan para pemain di lapangan tidak berkaitan dengan urusan diplomasi.

“Dalam skenario terburuk, Argentina akan menerima sanksi finansial sebesar 20.000 paun dari FIFA. Kami akan merebut kembali Malvinas melalui jalur diplomasi dan dengan tindakan yang cerdas,” ujar Milei.

FIFA Masih Pelajari Insiden

FIFA menyatakan komite disiplin independennya masih mempelajari laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Seperti prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan kemungkinan langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA,” bunyi pernyataan FIFA.

Jarak waktu yang singkat antara semifinal pada Rabu dan final pada Minggu membuat proses tersebut menjadi sorotan.

Kepulauan Falkland Ikut Bersuara

Di tengah kontroversi tersebut, anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Jack Ford, turut menyampaikan tanggapannya.

Ia mengatakan video yang memperlihatkan skuad Argentina menyanyikan lagu mengenai Kepulauan Falkland di ruang ganti setelah pertandingan melawan Mesir juga sempat beredar.

“Kami kecewa, meski sayangnya tidak terkejut, dengan tindakan seperti ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi,” ujar Ford.

Ia juga menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania Raya yang memiliki pemerintahan sendiri serta membiayai wilayahnya secara mandiri.

Ford menambahkan bahwa dalam referendum mengenai status politik wilayah tersebut pada 2013, sebanyak 99,8 persen warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya dengan tingkat partisipasi sekitar 92 persen.

Referendum itu, menurutnya, dipantau oleh pengamat internasional independen.

Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.

Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.

Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.

Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.

Jadi Pencetak Asisst Terbanyak

Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.

Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.

Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.

Lampaui Rekor Pele

Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.

Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.

Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.

Penyelenggara Ballon d’Or, France Football, menegaskan tidak ada aturan yang menghalangi pemain yang berkarier di luar Eropa untuk memenangkan penghargaan tersebut.

Pernyataan itu membuat Lionel Messi tetap berpeluang meraih Ballon d’Or kesembilannya.

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, France Football menerbitkan sebuah artikel di rubrik press room di situs resmi Ballon d’Or dengan judul, “Can you win the Ballon d’Or without playing for a European club?” atau “Bisakah memenangkan Ballon d’Or tanpa bermain untuk klub Eropa?”

Artikel tersebut menggunakan foto Cristiano Ronaldo sebagai gambar utama. Namun, pembahasan di dalamnya menyoroti peluang pemain yang kini tidak lagi berkarier di Eropa, termasuk Messi.

Penjelasan Penyelenggara

Kapten Timnas Argentina itu telah bermain di Major League Soccer (MLS) selama tiga musim.

Meski begitu, France Football menegaskan tidak ada lagi pembatasan terkait kompetisi tempat seorang pemain berkarier untuk bisa memenangkan Ballon d’Or.

“Untuk menjawab pertanyaan itu, mari melihat sedikit sejarah,” tulis France Football.

“Ballon d’Or yang dibuat pada 1956 awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Aturan itu bertahan hingga 1995, ketika penghargaan tersebut menjadi berskala global, tetapi masih terbatas untuk pemain yang bermain di liga Eropa. Namun, sejak 2007 tidak ada lagi pembatasan. Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia.”

Di Luar Eropa

France Football juga mengingatkan bahwa Messi pernah memenangkan Ballon d’Or saat berstatus sebagai pemain MLS. Ia menjadi pemain putra pertama yang meraih penghargaan tersebut tanpa membela klub Eropa.

Messi memperoleh Ballon d’Or kedelapannya pada Oktober 2023, beberapa bulan setelah bergabung dengan Inter Miami.

Namun, France Football juga menjelaskan bahwa periode penilaian saat itu masih mengacu pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain.

“Sejak 2022, Ballon d’Or dinilai berdasarkan satu musim, dari Agustus hingga Juli, bukan lagi tahun kalender,” tulis France Football.

“Itu berarti, untuk penilaian di level klub, para juri mendasarkan keputusan mereka pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain, klub yang ditinggalkannya pada musim panas 2023 setelah menjadi juara dunia.”

Nominasi Ballon d’Or

Sejak saat itu, Messi belum lagi masuk daftar nominasi Ballon d’Or. France Football juga menyebut Neymar menjadi pemain pria terakhir yang masuk nominasi, meski menghabiskan seluruh periode penilaian di luar Eropa, yakni saat masih membela Santos pada 2011.

Sementara itu, pada kategori putri, Megan Rapinoe yang saat itu bermain untuk Seattle Reign FC berhasil memenangkan Ballon d’Or pada 2019.

Terlepas dari hasil final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi dinilai berpeluang meraih Golden Ball ketiganya sebagai pemain terbaik turnamen.

Tempatnya dalam daftar nominasi Ballon d’Or tahun ini juga disebut hampir pasti.

Apabila kembali tampil gemilang dan membawa Argentina menjadi juara dunia, Messi disebut akan menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan Ballon d’Or kesembilan. Menurut artikel tersebut, France Football telah menegaskan bahwa peluang itu tetap terbuka.

BOLADONESIA – Timnas Vietnam menuai pujian setelah menutup persiapan jelang Piala ASEAN 2026 secara sempurna. The Golden Star Warriors menang 4-0 atas timnas Myanmar dalam uji tanding pamungkas, Sabtu (18/7/2026).

Kemenangan 4-0 atas Myanmar membuat Vietnam membukukan hasil sempurna. Sebelumnya, saat pemusatan latihan di Korea Selatan, mereka membantai Siheung FC dengan skor 6-0, menang 2-1 atas Yongin FC dan unggul 2-1 pula atas Gangwon FC.

Selepas laga, Vietnam disebut pelatih Myanmar, Joern Andersen, memang beda kelas. “Vietnam punya peringkat FIFA jauh lebih baik dari Myanmar,” kata dia seperti dikutip Football5Star.net dari Thanh Nien. “Di Asia Tenhgara, mereka juga salah satu yang terbaik.”

Pelatih asal Norwegja itu mena.bahkan, “Selamat kepada Vietnam atas kemenangan 4-0. Ini laga sulit bagi kami. Ada perbedaan signifikan dalam level kemampuan antara Vietnam dan Myanmar. Berdasar peringkat FIFA, kita bisa melihat Vietnam punya kualitas lebih tinggi.”

Peringatan untuk Timnas Vietnam

Meskipun demikian, timnas Vietnam tak boleh jemawa. Pasalnya, menang telak atas timnas Myanmar adalah hal biasa. Thanh Nien mengingatkan, The Golden Star Warriors sebelumnya juga menang 5-0 dan 3-0 pada 2 pertemuan terakhir. Jadi, skor 4-0 sama sekali tak istimewa.

Di samping itu, Myanmar kali ini juga bisa dikatakan tidak siap. Laga melawan Vietnam adalah debut bagi Joern Andersen yang baru sepekan lalu resmi jadi pelatih menggantikan Myo Hlaing Win. Andersen mengakui hal itu sebagai kendala tersendiri bagi Myanmar.

“Waktu sepekan memang sangat pendek. Saya menilai 3 dari 4 gol tercipta terlalu mudah. Saya harus menganalisis, belajar, dan mengambil pelajaran. Saya ingin para pemain tampil dengan semangat juang lebih tinggi,” ucap pria yang pernah jadi top scorer Bundesliga itu.

Kekalahan telak dari Vietnam jadi bekal buruk dan menambah beban di pundak Andersen. Bukan apa-apa, dia hanya punya waktu sepekan lagi sebelum menghadapi Malaysia pada laga pertana fase grup. Jikapun ada kabaf baik, Harimau Malaya juga tak dalam kondisi bagus.

Idnews.top – Ajang Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarpembalap muda terbaik Asia-Pasifik. Seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika pada 17-19 Juli itu juga menyuguhkan cerita menarik dari sosok di luar dunia balap.

Perhatian publik tertuju kepada Ing Asavanund, pembalap asal Thailand yang memiliki karier ganda sebagai aktor. Kehadirannya menjadi warna tersendiri dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade Yamaha Sunday Race 2026.

Ing Asavanund bukan nama asing bagi penggemar serial televisi Thailand. Aktor kelahiran 9 Februari 2006 itu berada di bawah naungan agensi GMMTV dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial My Sweetheart Jom yang tayang pada 2025.

Meski memiliki popularitas di industri hiburan, Ing datang ke Mandalika bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Ia menunjukkan bahwa kemampuannya di lintasan balap juga layak diperhitungkan saat menjalani sesi latihan bebas pertama.

Aktor Muda Thailand yang Serius Menekuni Dunia Balap

R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship seri Mandalika diikuti 21 pembalap dari berbagai negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini juga menghadirkan rider dari Australia, China, Vietnam, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Selandia Baru.

Di antara deretan peserta tersebut, Ing Asavanund menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian. Latar belakangnya sebagai aktor profesional membuat kehadirannya mendapat sorotan, tetapi performanya di lintasan membuktikan bahwa ia bukan sekadar figur publik yang mencoba dunia balap.

Pada sesi Free Practice 1 yang digelar Jumat (17/7), Ing membukukan waktu terbaik 1 menit 55,274 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-10 dari total 21 pembalap yang mengikuti sesi latihan pembuka.

Hasil itu menjadi modal awal yang cukup menjanjikan bagi pembalap Thailand tersebut. Ing masih memiliki kesempatan memperbaiki posisinya saat mengikuti sesi kualifikasi pada Sabtu (18/7), sebelum bertarung pada balapan utama yang berlangsung Minggu (19/7).

Tantangan Berat Menanti Ing Asavanund di Mandalika

Persaingan Ing Asavanund dipastikan tidak akan mudah karena ia harus menghadapi tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia yang memiliki kualitas mumpuni. Ketiganya adalah Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior, dan M. Abid Ashar Musyafa yang tampil pada seri Mandalika.

Sabian Fathul Ilmi datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi balapan seri kedua di The Bend Motorsport Park, Australia, pada awal Mei lalu. Pembalap berusia 14 tahun itu kini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 35 poin dan bertekad kembali bersaing di barisan depan pada balapan kandangnya.

Sementara itu, Reynaldi Junior menjalani musim penting dalam perjalanan kariernya. Juara R15 Idemitsu Junior Pro Yamaha Sunday Race 2025 tersebut kini menimba pengalaman di Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship setelah sebelumnya naik kelas ke National Sport 250cc pada Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series musim 2026.

Di sisi lain, M. Abid Ashar Musyafa menjadi salah satu ancaman terbesar pada seri Mandalika. Pembalap muda Indonesia itu datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih kemenangan pada dua race seri pertama dan kedua kelas Junior Sport 250 U-18 Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series 2026..

Head to Head Perancis vs Inggris Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Perancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami. Meski gagal melaju ke partai final, pertandingan ini tetap memiliki nilai prestisius karena menjadi kesempatan terakhir kedua tim untuk menutup turnamen dengan kemenangan.

Les Bleus datang ke laga ini setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2 di babak semifinal. Sementara itu, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 1-2 sehingga kembali gagal menembus final Piala Dunia. Kedua negara dipastikan tampil habis-habisan demi membawa pulang medali perunggu sekaligus mengakhiri turnamen dengan catatan positif.

Selain gengsi, pertandingan ini juga menjadi sorotan karena bisa menjadi laga perpisahan yang manis bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Perancis. Di sisi lain, Thomas Tuchel tentu ingin membuktikan bahwa Inggris tetap mampu bersaing di level tertinggi dunia meski gagal mencapai partai puncak.

Head to Head Perancis Vs Inggris

Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Inggris masih unggul secara keseluruhan. Dari 32 pertandingan di berbagai ajang, Three Lions mengoleksi 17 kemenangan, sedangkan Perancis meraih 10 kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir imbang.

Sementara itu, dalam sejarah Piala Dunia, kedua tim telah bertemu sebanyak tiga kali.

Rekor Pertemuan di Piala Dunia

  • Inggris 2-0 Perancis (Piala Dunia 1966)
  • Inggris 3-1 Perancis (Piala Dunia 1982)
  • Perancis 2-1 Inggris (Perempat Final Piala Dunia 2022)

Kemenangan Perancis pada edisi 2022 menjadi modal psikologis penting karena mereka mampu menghentikan langkah Inggris menuju semifinal. Namun, secara keseluruhan Inggris masih memegang keunggulan dalam rekor pertemuan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim

Perancis

  • Perancis 0-2 Spanyol
  • Perancis 2-0 Maroko
  • Paraguay 0-1 Perancis
  • Perancis 3-0 Swedia
  • Norwegia 1-4 Perancis

Les Bleus tetap menunjukkan produktivitas tinggi sepanjang turnamen. Sebelum dihentikan Spanyol di semifinal, mereka berhasil mencetak 10 gol dalam empat pertandingan terakhir.

Inggris

  • Inggris 1-2 Argentina
  • Norwegia 1-2 Inggris
  • Meksiko 2-3 Inggris
  • Inggris 2-1 RD Kongo
  • Panama 0-2 Inggris

Inggris juga tampil impresif hingga semifinal. Namun, kelemahan di sektor pertahanan mulai terlihat karena mereka kesulitan menjaga clean sheet saat memasuki fase gugur.

Mbappe dan Kane Jadi Pusat Perhatian

Laga ini juga menjadi ajang perebutan penghargaan individu. Kylian Mbappe masih berpeluang merebut Golden Boot setelah mengoleksi delapan gol, bersaing ketat dengan Lionel Messi. Sementara Harry Kane dan Jude Bellingham yang sama-sama mengemas enam gol masih memiliki peluang meski lebih kecil.

Di lini tengah, duel antara Jude Bellingham melawan Aurélien Tchouaméni diprediksi menjadi salah satu kunci pertandingan. Kedua pemain dikenal memiliki kemampuan menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu serangan.

Statistik Menarik Jelang Kick-off

Ada sejumlah fakta menarik yang membuat duel ini layak dinantikan.

  • Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan sepanjang sejarah.
  • Perancis memenangi pertemuan terakhir di Piala Dunia.
  • Kedua tim sama-sama gagal mencatat clean sheet pada semifinal.
  • Mbappe berpeluang mengamankan Golden Boot jika kembali mencetak gol.
  • Inggris berambisi mengakhiri penantian panjang finis di tiga besar Piala Dunia, sedangkan Perancis ingin menambah koleksi medali perunggu mereka.

Siapa Lebih Difavoritkan?

Secara kualitas skuad, pertandingan diprediksi berlangsung sangat seimbang. Perancis memiliki lini depan yang lebih tajam dengan kecepatan Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise. Sementara Inggris mengandalkan kreativitas Jude Bellingham, ketajaman Harry Kane, dan kekuatan lini tengah bersama Declan Rice.

Pengalaman Deschamps dalam turnamen besar juga menjadi nilai tambah bagi Perancis. Namun, Inggris memiliki motivasi besar untuk mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan sekaligus memperbaiki rekor buruk pada laga perebutan tempat ketiga.

Dengan kualitas pemain kelas dunia di kedua kubu serta rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun, duel Perancis kontra Inggris dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di penghujung Piala Dunia 2026. Pertandingan ini bukan sekadar memperebutkan posisi ketiga, tetapi juga menjadi pertarungan harga diri dua kekuatan besar sepak bola Eropa yang sama-sama ingin pulang dengan kepala tegak.

Prancis dan Inggris akan berhadapan dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama gagal melaju ke final setelah tersingkir pada partai semifinal.

Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan The Three Lions kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina di Atlanta.

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, sebelumnya menyebut Spanyol sebagai tim favorit sebelum semifinal dimulai. Prediksi tersebut terbukti setelah La Roja memastikan tiket ke final berkat kemenangan 2-0 atas tim asuhannya.

Gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro membawa Spanyol melangkah ke partai puncak. Pada pertandingan itu, lini serang Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe hanya mampu membukukan nilai expected goals sebesar 0,31.

Pada laga tersebut, Deschamps memecahkan rekor sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia. Meski begitu, pendekatan taktiknya menuai kritik, termasuk dari Mbappe seusai pertandingan.

Kini Deschamps berpeluang menutup kiprahnya bersama Prancis dengan medali perunggu. Les Bleus memburu medali perunggu ketiga dari empat penampilan di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, yang terakhir kali mereka jalani pada edisi 1986.

Prancis pernah mengalahkan Belgia 4-2 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1986 dan menang 6-3 atas Jerman Barat pada edisi 1958. Sementara pada 1982, Les Bleus harus puas finis di posisi keempat setelah kalah dari Polandia.

Inggris Kembali Dihantui Kegagalan

Di kubu Inggris, Thomas Tuchel juga mendapat sorotan setelah The Three Lions gagal melaju ke final.

Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon saat menghadapi Argentina. Namun, Lionel Messi menyumbang dua assist yang membantu Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengantarkan Argentina ke final.

Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal menembus level tertinggi di Piala Dunia. The Three Lions kini tercatat selalu kalah dalam tujuh laga fase gugur Piala Dunia saat menghadapi tim yang berada di 10 besar peringkat dunia.

Inggris juga menjadi satu-satunya tim yang dua kali gagal lolos ke final Piala Dunia setelah sempat unggul lebih dulu pada semifinal di abad ke-21. Sebelumnya, situasi serupa terjadi ketika menghadapi Kroasia pada 2018.

Meski gagal mencapai final, Tuchel masih berpeluang membawa Inggris meraih pencapaian terbaik kedua dalam sejarah mereka di Piala Dunia.

Dalam dua kesempatan sebelumnya tampil pada perebutan peringkat ketiga, Inggris kalah 0-2 dari Belgia pada edisi 2018 dan 1-2 dari Italia pada 1990.

Namun, hasil positif atas Prancis tidak akan mudah diraih. Inggris hanya mampu memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus. Terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 2022, Inggris juga disingkirkan Prancis pada babak perempat final.

Prakiraan Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, T. Hernandez; Kone, Zaire Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps

Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Rogers, Bellingham, Gordon; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel

Timnas Spanyol akan bertemu Argentina di partai final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, AS, Senin (20-7-2026) mulai pukul 02.00 WIB.

Tim berjuluk La Furia Roja menatap partai final kedua di Piala Dunia, setelah memenangkan Piala Dunia edisi 2010 di Afrika Selatan.

Spanyol dalam tren memukau selama Piala Dunia 2026. Mereka selalu menang sejak ditahan imbang tim debutan, Tanjung Verde, di fase grup.

Rodri dkk. menghajar Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) sebelum bertemu Argentina di final.

Tak hanya itu, Spanyol cuma kemasukan satu gol di Piala Dunia kali ini, saat dijebol pemain Belgia, Charles De Ketelaere di perempat final.

Serangkaian hasil dan performa menawan tersebut menjadikan tim Matador juga diunggulkan untuk bisa mengalahkan Argentina di partai puncak.

Berikut tiga alasan utama Spanyol pantas menjadi penantang serius Argentina dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.

Kolektivitas Tim

Tidak ada pemain Spanyol yang menyedot perhatian penggemar dan media sebesar Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun ini punya andil mengantarkan Spanyol ke final Piala Dunia 2026.

Namun, pengaruhnya tidak sedominan peran Lionel Messi bagi Argentina, Harry Kane dan Jude Bellingham bagi Inggris, Erling Haaland bagi Norwegia, ataupun trio Prancis, yakni Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.

“Kami bertanding melawan salah satu tim nasional terbaik, tapi mereka harus menghadapi tim yang sesungguhnya. Kami adalah sebuah tim,” ujar Luis de la Fuente, pelatih Timnas Spanyol usai laga di semifinal.

Spanyol berhasil melaju ke final, meski Yamal hanya mencatatkan satu gol dan satu assist.

Sosok kunci dalam perjalanan menuju final ini justru ada pada Mikel Oyarzabal. Eksekusi penaltinya yang sukses saat melawan Prancis menjadi gol kelimanya di Piala Dunia 2026.

Padahal, penyerang Real Sociedad itu mungkin tidak akan masuk daftar sepuluh besar penyerang paling terkenal di dunia.

Begitu pula dengan Mikel Merino, supersub andalan tim Matador yang mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir saat melawan Portugal dan Belgia.

“Kami semua bekerja demi tujuan yang sama, bukan sekadar ambisi individu. Saya belum pernah merasakan kebersamaan dalam kelompok yang begitu luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan. Selama 47 hari bersama, kami tidak mengalami satu masalah pun,” ungkap de la Fuente.

Punya Pertahanan Kukuh

Hingga jelang laga final Piala Dunia 2026, Spanyol sejauh ini baru kebobolan satu gol.

Hasil imbang 0-0 pada laga pembuka melawan Tanjung Verde sempat menuai cemoohan. Namun, semua kini telah mengakui bahwa sang juara Eropa tersebut sedang menjalani turnamen dengan performa pertahanan yang luar biasa.

Hanya Belgia, di babak perempat final, yang berhasil memberikan tekanan kepada lini pertahanan Spanyol dalam beberapa kesempatan dan menjadi satu-satunya tim yang mampu mencetak gol ke gawang mereka.

Kiper Unai Simon mencatatkan rekor Piala Dunia dengan torehan 649 menit tanpa kebobolan, melampaui rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun dengan selisih yang cukup jauh.

Selain kehebatan kper Athletic Bilbao itu, di depannya juga ada peran Rodri sebagai jenderal lini tengah, dan Pau Cubarsi yang baru berusia 19 tahun, yang tidak membiarkan lawan menciptakan peluang di daerahnya.

Aura Juara Pelatih

Sejak mengambil alih jabatan pelatih pada Januari 2023, Luis de la Fuente telah memimpin 48 pertandingan internasional. Ia hanya menelan tiga kekalahan dan tidak satu pun terjadi di turnamen besar.

Sejak kekalahan 0–2 dari Skotlandia di kualifikasi Euro pada Maret 2023, Spanyol hanya kalah di final Nations League melawan Portugal musim panas tahun lalu, itu pun melalui adu penalti.

Dalam permainan terbuka, sang juara Eropa tetap tak terkalahkan selama lebih dari tiga tahun di bawah asuhan de la Fuente.

“Saya terus dibuat kagum oleh kemampuan tim ini. Kami terus berkembang, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya,” ujar de la Fuente.

“Ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah soal komitmen, bakat, pengorbanan, dan keinginan untuk menjadi versi diri kami yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

De la Fuente berperan besar dalam menanamkan pola pikir di timnya. Ia telah bekerja untuk Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) selama 13 tahun dan sebelumnya melatih banyak pemain timNAS saat ini di level usia muda. Ia menanamkan nilai-nilainya kepada mereka sejak mereka masih remaja.

Bersama Rodri dan Merino, misalnya, ia memenangkan Euro U-19 pada tahun 2015. Empat tahun kemudian, Oyarzabal dan Dani Olmo masuk susunan pemain utama saat tim U-21 Spanyol menjuarai kompetisi Eropa.

BolaIndonesia – Tanggal 17 Juli 2026 menjadi momen yang semakin memanaskan atmosfer Piala Dunia 2026. Setelah melalui perjalanan panjang sejak fase grup hingga semifinal, kini hanya tersisa dua tim terbaik dunia, yakni Spanyol dan Argentina, yang akan saling berhadapan di partai final. Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.

Laga ini diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia. Kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang turnamen dan diperkuat pemain-pemain kelas dunia yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan detik.

Spanyol Tampil Meyakinkan

Spanyol melaju ke final dengan performa yang impresif. Tim Matador menunjukkan permainan kolektif yang solid, penguasaan bola yang dominan, serta lini pertahanan yang disiplin.

Generasi muda Spanyol menjadi sorotan sepanjang turnamen. Permainan cepat dari lini tengah hingga lini depan membuat mereka mampu menyingkirkan lawan-lawan kuat dan memastikan tiket menuju partai puncak.

Meski demikian, menjelang final sempat muncul kabar bahwa salah satu pemain andalan menjalani latihan terpisah. Namun hingga kini tim pelatih masih optimistis seluruh pemain inti siap tampil saat laga final berlangsung.

Argentina Ingin Pertahankan Gelar

Di kubu Argentina, semangat mempertahankan gelar juara dunia menjadi motivasi terbesar. Tim Tango kembali menunjukkan mental juara dengan melewati laga-laga sulit sepanjang turnamen.

Kombinasi pemain senior dan generasi baru membuat Argentina tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya. Organisasi permainan yang rapi serta efektivitas serangan menjadi senjata utama mereka.

Jika berhasil menang di final nanti, Argentina akan kembali mencatat sejarah sebagai juara bertahan Piala Dunia.

Duel Bintang Dunia

Final nanti dipenuhi pemain berkualitas yang siap menjadi pembeda.

Beberapa nama yang diperkirakan menjadi sorotan antara lain:

  • Lamine Yamal (Spanyol)
  • Pedri (Spanyol)
  • Julián Álvarez (Argentina)
  • Enzo Fernández (Argentina)
  • Alexis Mac Allister (Argentina)

Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi kunci kemenangan. Siapa yang mampu menguasai permainan kemungkinan besar akan memiliki peluang lebih besar mengangkat trofi.

Hadiah Fantastis Menanti Sang Juara

Selain prestise sebagai juara dunia, pemenang final juga akan memperoleh hadiah terbesar dalam sejarah Piala Dunia. FIFA menyiapkan hadiah utama senilai 50 juta dolar AS bagi tim yang berhasil menjadi juara edisi 2026.

Nominal tersebut menunjukkan semakin besarnya nilai kompetisi sepak bola terbesar di dunia sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi kedua negara.

Prediksi Pertandingan

Di atas kertas, pertandingan berlangsung sangat seimbang.

Kelebihan Spanyol

  • Penguasaan bola sangat baik.
  • Regenerasi pemain berjalan sukses.
  • Serangan cepat dan efektif.

Kelebihan Argentina

  • Mental juara.
  • Pengalaman bermain di laga besar.
  • Penyelesaian akhir yang tajam.

Prediksi skor:
Spanyol 2-2 Argentina (Argentina menang melalui adu penalti).

Penutup

Final Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi pertandingan yang dinantikan jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Spanyol berambisi mengakhiri penantian panjang meraih gelar dunia, sementara Argentina ingin mempertahankan mahkota juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

Dengan kualitas pemain, strategi pelatih, dan gengsi yang dipertaruhkan, laga ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan. Dunia sepak bola kini tinggal menghitung hari untuk mengetahui siapa yang akan menjadi raja baru Piala Dunia 2026.

Davide Bartesaghi Tinggalkan AC Milan

BolaIndonesia – AC Milan dikabarkan akan segera melepas salah satu bek mudanya, Davide Bartesaghi, pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 20 tahun itu disebut tinggal selangkah lagi meninggalkan San Siro untuk memulai petualangan baru di kompetisi Inggris.

Menurut laporan dari sejumlah media Italia, proses negosiasi dengan klub peminat sudah memasuki tahap akhir. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak Rossoneri, sinyal perpisahan Bartesaghi semakin kuat setelah namanya tidak masuk dalam rencana utama pelatih untuk musim depan.

Bek kiri jebolan akademi Milan tersebut memang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di tim senior. Persaingan ketat di sektor pertahanan membuat peluangnya tampil sebagai starter sangat terbatas.

Klub Inggris Mulai Bergerak Cepat

Beberapa klub Championship dan tim papan bawah Premier League dikabarkan memantau situasi Bartesaghi sejak akhir musim lalu. Salah satu klub yang paling serius disebut telah mengajukan proposal peminjaman dengan opsi pembelian permanen.

Bagi Bartesaghi, pindah ke Inggris dianggap sebagai langkah ideal untuk mempercepat perkembangan kariernya. Gaya bermain sepak bola Inggris yang cepat dan fisik diyakini cocok dengan karakter permainannya yang agresif serta aktif membantu serangan dari sisi kiri.

Sumber internal Milan menyebutkan bahwa manajemen tidak ingin menghambat perkembangan sang pemain. Karena itu, opsi melepas Bartesaghi dengan status pinjaman lebih diprioritaskan dibanding mempertahankannya sebagai pelapis di bangku cadangan.

Sulit Menembus Tim Utama Rossoneri

Musim lalu Bartesaghi hanya tampil dalam beberapa pertandingan bersama tim senior AC Milan. Sebagian besar waktunya dihabiskan bersama tim Milan Futuro dan skuad Primavera.

Padahal, ia sempat digadang-gadang sebagai salah satu bek kiri muda terbaik yang dimiliki akademi Rossoneri. Kemampuannya dalam membaca permainan, melakukan overlap, dan mengirim umpan silang akurat membuatnya menarik perhatian sejak usia muda.

Namun, kehadiran pemain-pemain senior dengan pengalaman lebih matang membuat jalannya menuju tim utama tersendat. Milan kini juga dikabarkan sedang mencari tambahan bek kiri baru, sehingga peluang Bartesaghi semakin menipis.

Paolo Maldini Pernah Memuji Potensinya

Menariknya, Bartesaghi pernah mendapat pujian langsung dari legenda AC Milan, Paolo Maldini. Sang ikon klub menilai Bartesaghi memiliki kualitas teknik dan mentalitas yang baik untuk berkembang di level tertinggi.

Meski demikian, situasi sepak bola modern membuat banyak pemain muda harus mencari kesempatan bermain di tempat lain terlebih dahulu sebelum kembali bersaing di klub besar. Milan tampaknya mengambil pendekatan yang sama terhadap Bartesaghi.

Jika transfer ini benar-benar terwujud, Rossoneri kemungkinan akan menyertakan klausul buy-back atau persentase penjualan kembali untuk menjaga kendali atas masa depan sang pemain.

Pengumuman Resmi Tinggal Menunggu Waktu

Dengan negosiasi yang disebut berjalan positif, pengumuman resmi diperkirakan bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Bartesaghi pun berpotensi menjadi pemain Italia terbaru yang mencoba peruntungan di sepak bola Inggris pada musim 2026/2027.

Kepindahan ini mungkin bukan transfer besar dari sisi nilai, tetapi tetap menarik untuk diikuti. Banyak pengamat menilai Bartesaghi memiliki potensi berkembang pesat jika mendapatkan jam bermain yang konsisten.

Bagi AC Milan, keputusan melepas sang bek muda juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub dalam mengelola talenta akademi. Sementara bagi Davide Bartesaghi, ini bisa menjadi awal dari babak baru kariernya di negeri Ratu Elizabeth—dan mungkin jalan untuk kembali ke San Siro sebagai pemain yang lebih matang di masa depan.