30 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

BOLADONESIA – Penunjukan Juergen Klopp sebagai pelatih kepala timnas Jerman hanya tinggal menunggu waktu. Klopp mengatakan proses negosiasi berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apa pun.

Proses negosiasi antara Klopp dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah berlangsung di New York semenjak beberapa pekan lalu. Proses negosiasi berlangsung dengan lancar meski Klopp saat ini masih terikat kontrak dengan Red Bull.

“Belum ada yang sepenuhnya final. Namun, pembicaraan telah berjalan dengan baik, dan semuanya bergerak ke arah yang benar. Saya telah mencapai kesepakatan dan persetujuan dengan Red Bull. Jadi, secara praktis, tidak ada lagi yang menghalangi,” kata Klopp kepada Magenta TV.

“Kami sudah tidak jauh lagi dari waktu pengumuman. Ketika saatnya tiba, kami akan membuat pengumuman itu sendiri,” sambung pria berumur 59 tahun itu.

Penunjukan Juergen Klopp akan Diumumkan dalam Beberapa Hari ke Depan

Lebih lanjut, Klopp mengatakan DFB bakal mengumumkan penunjukannya dalam beberapa hari ke depan. Ia berharap punya waktu cukup untuk mempersiapkan tim untuk menjalani partai pekan pembuka UEFA Nations League pada September mendatang.

“Idealnya, hal ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Lagipula, hanya ada sekitar 60 hari hingga pertandingan internasional berikutnya. Pada titik tertentu, sebuah keputusan harus diambil, dan itu akan segera diputuskan,” tuntas Klopp.

Klopp dihadapkan dengan tugas berat bersama timnas Jerman. Ia diminta membangkitkan Die Mannschaft dari keterpurukan yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir.

Klopp bakal menjalani debutnya pada partai UEFA Nations League di markas Belanda. Laga tersebut rencananya mentas pada 25 September 2026.

Idnews.top – Spanyol kembali berada di puncak sepak bola dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.

Kemenangan itu menjadi penutup sempurna perjalanan tim asuhan Luis de la Fuente yang tampil konsisten sejak fase grup. Mereka menguasai jalannya laga final dan hanya membutuhkan satu momen untuk memastikan trofi berpindah tangan.

Keberhasilan tersebut langsung memicu gelombang apresiasi dari berbagai kalangan. Tokoh kerajaan, politik, olahraga, hingga dunia hiburan memberikan penghormatan atas pencapaian Spanyol.

Banyak pihak menilai gelar ini merupakan buah dari proses panjang pembinaan pemain muda dan konsistensi filosofi permainan. Dominasi Spanyol sepanjang turnamen menjadi alasan mengapa mereka pantas berdiri sebagai juara dunia.

Ferran Torres Jadi Penentu Gelar Dunia

Spanyol mendominasi pertandingan sejak menit awal meski Argentina bertahan sangat rapat. Emiliano Martinez berkali-kali menggagalkan peluang La Roja sepanjang waktu normal.

Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams menyundul umpan Pedro Porro sebelum Ferran Torres menyambar bola ke atap gawang tanpa mampu dihentikan Martinez.

Argentina kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu kuning kedua menjelang babak tambahan. Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap berjuang hingga akhir, tetapi gagal membendung tekanan Spanyol.

Raja Felipe VI hingga Gianni Infantino Beri Apresiasi

Raja Felipe VI memberikan penghormatan kepada para pemain atas perjuangan mereka sepanjang turnamen. Ia berkata, “Kalian telah menghadapi setiap tantangan dengan keyakinan sebagai tim besar dan membawa nama Spanyol ke titik tertinggi.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga memberikan ucapan selamat kepada sang juara. Ia berkata, “Selamat kepada Spanyol yang dinobatkan sebagai tim terbaik di dunia. Sebagai tim terbaik sepanjang turnamen, kalian pantas menjadi juara Piala Dunia FIFA!”

Perdana Menteri Pedro Sanchez turut merayakan keberhasilan tersebut melalui pesan singkat. Ia menulis, “Kita adalah juara dunia! Tim nasional kita luar biasa! Terima kasih, tim.”

Tokoh Olahraga dan Hiburan Ikut Merayakan
Petenis Carlos Alcaraz meluapkan kegembiraannya dengan kalimat singkat. Ia menulis, “Ayo, Spanyol!!!!!!!!!!!”

Legenda basket Pau Gasol menilai keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif yang dibangun selama bertahun-tahun. Ia berkata, “Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kerja bertahun-tahun, tumbuh bersama, dan membangun tim yang tidak pernah berhenti percaya.”

Aktor Javier Bardem juga memberikan penghormatan kepada skuad Spanyol. Ia menilai tim nasional menjadi contoh kerja sama, persatuan, sportivitas, dan semangat kebersamaan.

Fondasi Luis de la Fuente Berbuah Gelar

Direktur Teknik Federasi Sepak Bola Spanyol, Aitor Karanka, menganggap kesuksesan ini merupakan hasil kepercayaan terhadap pemain muda dan para pelatih. Menurutnya, Luis de la Fuente beserta staf mampu memperlihatkan identitas sepak bola Spanyol di panggung tertinggi.

Legenda Spanyol Carles Puyol memberikan ucapan singkat, “Selamat, Spanyol. Sangat pantas.” Mantan petenis Rafael Nadal juga ikut merayakan dengan kalimat, “Juara dunia untuk kedua kalinya!”

Rangkaian ucapan tersebut menjadi gambaran besarnya kebanggaan masyarakat terhadap pencapaian La Roja. Setelah tampil dominan sepanjang turnamen, Spanyol akhirnya mengukuhkan diri sebagai raja baru sepak bola dunia dengan cara yang benar-benar meyakinkan.

BOLADONESIA – Lionel Messi akhirnya angkat bicara soal kegagalan timnas Argentina mempertahankan gelar juara setelah kalah 0-1 dari timnas Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Dia mengakui kesedihan dan kekecewaan mendalam. Namun, dia juga mengenang banyak hal indah dari gelaran di Amerika Utara tersebut.

“Rasa sakitnya sangat besar dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini,” kata Lionel Messi mengungkapkan kepedihan hatinya saat membuka pernyataannya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Instagram-nya. “Namun, aku juga berpegang teguh pada semua hal baik.”

Dia lantas menambahkan, “Pertandingan-pertandingan kami menangi dengan membalikkan keadaan, dengan memberikan yang terbaik, akan tetap terukir dalam ingat kami, dukungan dari seluruh negeri yang, bersama dengan kerja keras dan upaya tim ini, membawa kali untuk sekali lagi menjadi yang terbaik di dunia.”

La Pulga pun mengungkapkan, dirinya tetap bangga karena, walaupun gagal juara, Argentina telah lolos ke final Piala Dunia dalam 2 edisi secara beruntun. Dia menyebut, mereka telah seklai lagi menyatukan seluruh negeri dan berbagi kebanggaan luar biasa sebagai orang Argentina.

Ketidakberdayaan Lionel Messi

Pada bagian akhir penyataan lewat unggahan di akun media sosialnya itu, Lionel Messi juga tak lupa menyampaikan selamat kepada timnas Spanyol yang telah mengalahkan timnas Argentina dan tampil sebagai juara Piala Dunia 2026. Namun, dia sama sekali tidak menyinggung soal performa dan perilaku buruk La Albiceleste pada laga final Piala Dunia 2026 itu.

Laga di Stadion MetLife, New York New Jersey, jadi penutup kisah yang sangat buruk bagi Argentina. Melaju ke final dengan berbagai cibiran karena dinilai mendapat perlakuan khusus dari FIFA dan para wasit, mereka gagal membungkam kritik. Alih-alih tampil penuh motivasi untuk menang, mereka memilih bermain defensif dan baru dapat melepaskan tembakan pada menit ke-117!

Messi yang jadi pahlawan pada semifinal dengan 2 assist yang membawa Argentina comeback dari tertinggal 0-1 menjadi menang 2-1 juga terlihat tak berdaya. Tak ada sentuhan ajaib apalagi aksi-aksi menawan seorang pemain yang disebut-sebut sebagai GOAT. Dia malah terlihat frustrasi dengan meminta wasit mengartu merah Marc Cucurella yang sempat bicara dengan menutup mulutnya.

La Pulga juga tidak berbuat apa-apa ketika Nahuel Molina, Leandro Paredes, Nicolas Otamendi, dan Thiago Almada menyerang pemain Spanyol saat laga usai. Lalu, megabintang Inter Miami juga ikut membalikkan badan bersama seluruh anggota tim saat Spanyol naik podium untuk menerima trofi juara dan merayakan kemenangan.

IDnew.top – Manajer Manchester United, Michael Carrick mengungkapkan situasi timnya di pra musim 2026/2027. Ia mengonfirmasi bahwa pemain-pemain yang berlaga di Piala Dunia akan segera memperkuat Setan Merah lagi.

Sejak dua pekan lalu, Manchester United sudah memulai pra musim mereka. Carrick mengumpulkan para penggawa Setan Merah di Carrington untuk mulai berlatih menyambut musim baru.

Namun sejauh ini skuad MU memang masih belum komplet. Ada beberapa pemain inti mereka yang belum bergabung dengan pra musim mereka karena mereka mendapatkan jatah libur usai tampil di Piala Dunia 2026.

Ketika ditanya kapan para pemain ini akan bergabung, begini kata Carric. “Ya, mereka yang bermain di Piala Dunia akan segera kembali ke tim kami,” ujar Carrick di MUTV.

Bakal Semakin Kuat

Carrick menyebut bahwa para pemain yang bertanding di Piala Dunia 2026 akan diintegrasikan secara perlahan menyesuiakan sampai di babak mana mereka bertanding.

Ia yakin bahwa ketika skuad Setan Merah sudah utuh, mereka bakal jadi tim yang lebih kuat kendati sang manajer menilai skuad MU yang tersedia saat ini sebenarnya sudah cukup bagus.

“Tim kami akan semakin kuat seiring waktu menjelang musim di mulai. Namun saya bisa bilang, kami punya grup yang bagus di pra musim saat ini,” sambung Carrick.

Bakal Terus Berkembang

Manchester United sendiri baru saja menggelar laga uji coba melawan Wrexham. Di pertandingan yang digelar di Helsinski, Finlandia itu, Setan Merah kalah dengan skor tipis 0-1.

Carrick berjanji bahwa timnya akan terus berbenah dan akan semakin membaik sehingga mereka akan siap menghadapi musim kompetisi 2026/2027 mendatang.

“Kami tidak sabar untuk memainkan pertandingan-pertandingan berikutnya. Kami akan terus berkembang, kami akan terus mendorong diri kami hingga datangnya musim baru,” pungkas pelatih 44 tahun tersebut.

Laga MU Berikutnya

Manchester United sendiri dijadwalkan akan mengadakan laga uji coba lagi di akhir pekan ini.

Mereka akan menantang tim asal Norwegia, Rosenborg pada hari Jumat (24/7) malam nanti dan Setan Merah bertekad untuk meraih kemenangan di partai ini.

Man of The Match Spanyol vs Argentina: Ferran Torres Bersinar

BolaIndonesia – Timnas Spanyol resmi mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Dalam laga final yang berlangsung penuh tensi, Ferran Torres muncul sebagai pahlawan kemenangan sekaligus layak menyandang predikat Man of The Match berkat gol tunggal yang memastikan La Roja meraih trofi dunia kedua sepanjang sejarah. Gol Ferran Torres tercipta pada menit ke-106 setelah memanfaatkan umpan matang dari Nico Williams. Momen tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang sebelumnya berlangsung sangat ketat selama 90 menit waktu normal.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Spanyol sejak mengangkat trofi Piala Dunia pertama pada 2010. Kini, generasi baru La Roja berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan terbaik dunia dengan permainan disiplin, efektif, dan penuh determinasi sepanjang turnamen.

Ferran Torres Tampil Sebagai Super Sub yang Menentukan

Masuk dari bangku cadangan, Ferran Torres langsung memberikan dampak besar bagi lini serang Spanyol. Ketika pertahanan Argentina mulai kehilangan konsentrasi akibat kelelahan, penyerang Barcelona itu memanfaatkan ruang kosong dengan sangat baik.

Gol yang dicetak Torres tidak hanya menunjukkan ketajaman insting mencetak gol, tetapi juga ketenangan luar biasa saat menghadapi tekanan di partai final. Ia menerima bola hasil sundulan Nico Williams sebelum melepaskan penyelesaian akurat yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.

Sepanjang laga, Ferran Torres memang tidak bermain sejak menit awal. Namun kontribusinya jauh melampaui durasi bermainnya. Kehadirannya membuat lini depan Spanyol lebih hidup dan akhirnya menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki babak tambahan.

Argentina Memberikan Perlawanan Sengit

Argentina datang sebagai juara bertahan dengan ambisi mempertahankan gelar. Lionel Messi bersama Julian Alvarez beberapa kali berusaha membongkar pertahanan Spanyol, namun lini belakang La Roja tampil sangat disiplin.

Situasi semakin sulit bagi Argentina setelah harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Enzo Fernandez. Bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit membuat Albiceleste semakin tertekan sepanjang babak tambahan.

Meski Emiliano Martinez berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang, satu momen dari Ferran Torres akhirnya tidak mampu dihalau. Gol tersebut menjadi akhir dari perjuangan Argentina yang tampil penuh semangat sepanjang turnamen.

Strategi Luis de la Fuente Berbuah Manis

Pelatih Luis de la Fuente kembali menunjukkan kecerdasannya dalam membaca jalannya pertandingan. Pergantian pemain yang dilakukan terbukti menjadi keputusan terbaik, termasuk memasukkan Ferran Torres dan Nico Williams yang langsung mengubah ritme permainan.

Spanyol tetap sabar menguasai bola meski Argentina bertahan rapat. Mereka terus mencari celah hingga akhirnya peluang emas muncul di babak perpanjangan waktu.

Keberhasilan ini juga menjadi bukti kedalaman skuad Spanyol. Tidak hanya mengandalkan pemain inti, para pemain pengganti mampu memberikan kontribusi maksimal ketika dibutuhkan.

Statistik Ferran Torres di Final Piala Dunia 2026

Penampilan Ferran Torres pantas mendapatkan apresiasi tertinggi berkat kontribusinya pada laga puncak.

  • Mencetak gol kemenangan pada menit ke-106.
  • Menjadi pencetak gol tunggal final.
  • Mengubah jalannya pertandingan setelah masuk sebagai pemain pengganti.
  • Membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
  • Dinobatkan sebagai Man of The Match berkat performa menentukan di partai final.

Gelar Kedua Spanyol Masuk dalam Sejarah

Keberhasilan mengalahkan Argentina menjadi pencapaian luar biasa bagi generasi baru Timnas Spanyol. Mereka menutup turnamen dengan pertahanan yang sangat solid sekaligus permainan kolektif yang konsisten sejak fase grup hingga final.

Meski penghargaan pemain terbaik turnamen (Golden Ball) diraih Rodri, nama Ferran Torres akan selalu dikenang sebagai sosok yang mencetak gol paling berharga di Piala Dunia 2026. Satu sentuhan penyelesaiannya menjadi pembeda antara kemenangan dan kegagalan.

Bagi para pendukung La Roja, malam final ini akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola Spanyol. Ferran Torres berhasil mengukir namanya di panggung terbesar dunia dengan gol emas yang memastikan trofi Piala Dunia kembali ke Negeri Matador untuk kedua kalinya.

Jurgen Klopp dikabarkan segera ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Jerman. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) disebut akan mengumumkan penunjukan mantan manajer Liverpool tersebut pada Jumat (24/7/2026).

Klopp akan menggantikan Julian Nagelsmann yang meninggalkan kursi pelatih setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Menurut laporan jurnalis Sky Germany, Florian Plettenberg, seluruh proses menuju penunjukan Klopp kini hampir rampung.

Klopp dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan DFB untuk menangani Timnas Jerman hingga Piala Dunia 2030.

Kesepakatan antara DFB dan Red Bull, tempat Klopp menjabat sebagai Head of Global Soccer, juga telah tercapai sehingga tidak ada lagi kendala terkait kepindahannya.

Era Baru Die Mannschaft

Plettenberg mengungkapkan Klopp dan CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, bahkan menggelar pertemuan tertutup di New York pada akhir pekan lalu guna menyelesaikan detail terakhir sebelum penandatanganan kontrak.

Jika tidak ada perubahan, Klopp akan menandatangani kontraknya di Frankfurt pada Jumat, bersamaan dengan konferensi pers resmi dari DFB.

Klopp belum kembali melatih sejak meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024. Selama hampir sembilan tahun di Anfield, ia sukses mempersembahkan gelar Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.

Jabatan Sekarang

Setelah meninggalkan Liverpool, pria berusia 59 tahun itu bergabung dengan Red Bull sebagai Head of Global Soccer. Selama Piala Dunia 2026, ia juga aktif sebagai analis di televisi Jerman.

Apabila resmi ditunjuk, Klopp akan memimpin Jerman pada dua turnamen besar berikutnya, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan Die Mannschaft ke jajaran elite sepak bola dunia setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Idnew.top – Nobar Piala Dunia itu bukan cuma soal datang, duduk, lalu teriak pas gol tercipta. Buat banyak pria, nobar juga jadi bagian dari momen kumpul yang dinanti. Ada obrolan sebelum kick-off, ada saling ejek tipis-tipis soal tim jagoan, ada juga suasana ramai yang bikin satu malam terasa lebih hidup dari biasanya.

Karena itu, persiapan sebelum nobar sebetulnya nggak cuma soal cari tempat atau pilih jersey. Ada detail lain yang sering kelihatan sepele, tapi ngaruh ke kenyamanan sepanjang acara tubuh yang terasa fresh, wajah yang nggak kusam, dan aroma yang bikin diri sendiri tetap nyaman saat duduk berdekatan dengan banyak orang. Di sinilah parfum pria nobar jadi relevan.

Bukan berarti nobar harus dibuat terlalu serius. Justru sebaliknya, persiapan yang simpel bisa bikin kamu lebih enjoy dari awal sampai pertandingan selesai.

Sebelum Nobar, Bukan Cuma Outfit yang Perlu Dipikirkan

Kalau mau jujur, outfit memang jadi hal pertama yang biasanya dipikirkan. Mau pakai jersey retro, kaus tim nasional, atau outfit santai yang tetap enak dilihat, semuanya bisa bantu membangun suasana. Tapi outfit yang oke akan terasa lebih maksimal kalau tubuhnya juga sudah siap.

Bayangin datang ke tempat nobar setelah seharian kerja atau kuliah, lalu langsung duduk di tengah keramaian. Baju sudah pas, tapi badan masih terasa gerah dan wajah kelihatan capek. Kesan keseluruhannya jadi kurang enak. Makanya, persiapan sebelum berangkat sebaiknya nggak berhenti di urusan baju saja.

Kadang yang bikin rasa pede naik justru hal-hal yang sederhana, mandi dulu, bersihin wajah, lalu pakai parfum yang pas. Dari situ, nobar terasa bukan sekadar datang nonton, tapi datang dalam kondisi yang lebih enak.

Grooming Simpel Biar Nggak Datang dalam Kondisi “Asal Berangkat”

Grooming sebelum nobar sebenarnya gampang. Nggak perlu ritual panjang atau banyak langkah. Yang penting tubuh terasa bersih dan wajah nggak kelihatan capek. Mandi sebelum berangkat jadi langkah paling dasar untuk ngilangin rasa gerah, debu, dan sisa aktivitas seharian.

Setelah itu, bagian wajah juga penting. Wajah yang terasa bersih bikin keseluruhan penampilan lebih siap. Untuk kebutuhan ini, FFAR Sigma Spirit 2 in 1 Face Wash & Shaving Foam cocok buat pria yang suka semuanya simpel. Produk ini bisa dipakai untuk membersihkan wajah sekaligus membantu proses bercukur, jadi nggak perlu ribet pakai banyak produk. Formulanya membantu membersihkan menyeluruh, menjaga kelembapan kulit, membantu menenangkan kulit setelah bercukur, dan memberi sensasi clean, fresh, masculine scent. Buat yang ingin tampil rapi tanpa banyak effort sebelum nobar, ini jadi langkah yang cukup masuk akal.

Yang menarik, hasil dari grooming sederhana kayak gini bukan cuma kelihatan di luar. Tubuh terasa lebih ringan, wajah lebih nyaman, dan mood biasanya ikut naik.

Parfum yang Tepat Bikin Nobar Lebih Enak Dijalanin

Setelah outfit sudah oke dan grooming dasar selesai, satu sentuhan terakhir yang sering bikin semuanya terasa lengkap adalah parfum. Dalam suasana nobar yang ramai, parfum yang tepat bisa bikin kamu merasa lebih nyaman tanpa harus terasa berlebihan.

Untuk momen seperti ini, tipe aroma yang fresh dan maskulin biasanya paling aman. FFAR Sigma Spirit EDP punya karakter seperti itu. Parfum ini dirancang untuk pria aktif yang penuh semangat dan suka kebebasan, dengan ketahanan hingga 8 jam. Bukaan aromanya datang dari ozone, lemon, bergamot, lavandin, dan italian orange yang langsung memberi kesan segar dan energik.

Setelah itu, aromanya berkembang ke melon, nutmeg, patchouli, geranium, dan white floral, lalu ditutup dengan vetiver, amber, musk, leather, dan cedar yang bikin wanginya tetap punya sisi maskulin yang rapi. Hasilnya, parfum ini terasa pas buat suasana nobar, nggak terlalu berat, tapi tetap punya karakter.

Aroma seperti ini cocok buat pria yang ingin hadir dengan kesan segar tanpa kelihatan terlalu “niat”. Nobar jadi lebih nyaman, ngobrol lebih pede, dan suasana ramai pun terasa lebih enak dijalani.

Pada akhirnya, nobar Piala Dunia bukan cuma tentang pertandingan besar, tapi juga soal menikmati momen kebersamaan dengan versi terbaik dari diri sendiri. Saat outfit sudah dipilih, tubuh sudah dibersihkan, wajah terasa segar, dan parfum yang dipakai mendukung keseluruhan vibe, rasa percaya diri biasanya muncul lebih natural. Dan dari situ, upgrade grooming routine bersama FFAR terasa seperti langkah simpel yang memang layak jadi bagian dari persiapan sebelum malam pertandingan dimulai.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi satu di antara tokoh yang hadir dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026 setelah Spanyol mengalahkan Argentina pada partai final, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.

Trump berada di atas panggung bersama sejumlah pejabat untuk menyerahkan medali dan trofi kepada kedua tim.

Tak lama setelah pertandingan berakhir, Trump memasuki stadion bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat berjalan keluar dari lorong menuju panggung sementara, ia mendapat sorakan cemooh dari penonton.

Di atas panggung, Trump dan Infantino didampingi Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.

Ketiga kepala negara tersebut mewakili tiga tuan rumah Piala Dunia.

Kendati penyerahan trofi dilakukan oleh pihak lain, Trump bertugas menyerahkan medali kepada para pemain dan mengalungkannya ke leher mereka.

Peran Trump

Keterlibatan Trump dalam seremoni penyerahan trofi sebenarnya telah dikonfirmasi sejak bulan lalu.

Saat itu, Gianni Infantino menyatakan bahwa dirinya dan Trump akan bersama-sama menikmati partai final sekaligus menyerahkan trofi kepada tim juara.

Secara teknis, Infantino yang menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Namun, Trump menjadi satu-satunya pemimpin dari tiga negara tuan rumah yang berada di panggung ketika momen tersebut berlangsung.

Peran serupa juga dijalani Trump dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia Antarklub pada musim panas tahun lalu. Ketika itu, ia berdiri di bagian depan saat Chelsea mengangkat trofi juara.

Tuai Kritik

Kedekatan Trump dengan Infantino serta pengaruhnya terhadap Presiden FIFA mendapat kritik, termasuk dari internal Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USFF) mdan sejumlah pihak dari negara lain.

Sebelumnya, Trump juga mengklaim berperan dalam pencabutan hukuman penangguhan terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Setelah mengalahkan Amerika Serikat pada babak 16 besar, Belgia sempat menyindir Timnas AS dan Trump.

Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.

Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.

Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.

Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.

Catatkan Hattrick

Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.

Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.

Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.

Hanya 3 Pemain yang Bisa

Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.

Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).

Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.

BOLADONESIA – Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris jadi salah satu laga terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Inggris menang dengan skor 6-4!

Inggris sudah berhasil mencetak gol pada menit kedua. Declan Rice merebut bola di tengah lapangan di saat Prancis mencoba membuat serangan. Dia maju sampai tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke pojok gawang.

Gol kedua didapatkan pada menit ke-18. Lewat sepak pojok, Rice memberi umpan lambung yang bisa ditanduk Ezri Konsa.

Prancis benar-benar terlihat tidak tertarik memainkan pertandingan ini. Pada menit ke-37, Ivan Toney dengan mudah memberi umpan terobosan ke Marcus Rashford yang kosong di sisi kanan karena Malo Gusto dan Michael Olise hanya berjalan saat serangan terjadi. Sepakan Rashford ditepis Mike Maignan, namun bola akhirnya tetap masuk berkat upaya Bukayo Saka.

Lalu Saka kembali mencetak gol dengan mudah di penghujung babak pertama.

Piala Dunia 2026: Prancis Hampir Lakukan Comeback

Pada pergantian babak, Didier Deschamps langsung memasukkan empat pemain sekaligus: Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Lucas Digne, dan Dayot Upamecano. Dan pergantian itu merubah permainan.

Pada menit ke-48, Upamecano berhasil merebut bola dari Ollie Watkins. Dia lalu memberi umpan ke Olise yang langsung meneruskannya ke Kylian Mbappe yang berhasil mencetak gol.

Enam menit kemudian, Mbappe memberi umpan terobosan ke Barcola yang langsung berhadapan satu lawan satu dengan Dean Henderson dan dengan tenang melepaskan tembakan ke sudut sempit.

Lalu Mbappe berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-66 lewat kerja sama apik dia, Olise dan Dembele. Gol ini adalah gol ke-10 Mbappe dan membuatnya menjadi topskorer sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol menyalip Lionel Messi.

Namun saat Prancis hampir melakukan comeback luar biasa, finishing mereka justru buruk, terutama dari Olise dan Dembele yang punya peluang emas dan gagal dimanfaatkan.

Mereka justru memberi Inggris penalti pada menit ke-86 setelah Malo Gusto melanggar Djed Spence. Saka yang maju sebagai eksekutor berhasil mencetak hat-trick.

Setelah itu, laga belum berakhir, Prancis kembali mencetak gol akhirnya lewat Dembele yang kini mampu menyelesaikan peluangnya pada menit 90+6. Namun taktik all out attack Prancis membuat Bellingham dengan mudah melancarkan serangan balik dan membuat laga berakhir 6-4.