28 Oktober 2026

MISIQQ

BOLADONESIA – Timnas Austria akan menghadapi timnas Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) pukul 02.00 WIB. Jelang pertandingan krusia itu, sebuah permohonan khusus disampaikan oleh Presiden Austria, Alexander van der Bellen, kepada para orang tua.

Van der Bellen meminta para orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka untuk begadang demi menonton laga Spanyol vs Austria. Karena perbedaan zona waktu, partai timnas Austria tersebut akan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) pukul 21.00 waktu Vienna. Itu artinya, anak-anak memang harus begadang.

“Para orang tuan yang terhormat, hari ini saya berbicara langsung kepada Anda sebagai Presiden Austria. Seperti yang mungkin Anda ketahui, Austria akan melawan Spanyol pada babak 32 besar pada Kamis ini. Karena ada perbedaan waktu yang signifikan, pertandingan akan disiarkan pukul 21.00 waktu kita,” urai Alexander van der Bellen seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Facebook-nya.

Dia menambahkan, “Sekarang, atas nama anak-anak Anda, saya meminta Anda untuk mengizinkan mereka begadang sedikit lebih lama pada hari ini. Ya, menonton TV hingga larut malam memang tidak idel. Saya tahu itu. Namun, mohon berikan pengecualian kali ini agar anak-anak yang mau dapat mendukung timnas kita secara langsung.”

Jejak Langka Timnas Austria

Bukan tanpa alasan Alexander van der Bellen menyampaikan permohonan khusus agar anak-anak diizinkan begadang demi menonton laga timnas Austria pada babak 32 besar. Itu adalah jejak langka. Kali terakhir Das Team tampil pada fase gugur Piala Dunia pada 1954. Ketika itu, mereka kalah pada semifinal, lalu kalah lagi pada perebutan tempat ketiga.

“Ini adalah kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Dan selain itu, ini adalah beberapa hari terakhir sebelum liburan sekolah. Semoga sukses!” kata Van der Bellen lagi dalam video di istananya dengan disertai beberapa orang anak-anal. “Dan untuk semua anak-anak: Selamat bersenang-senang mendukung!”

Laga nanti juga sangat menarik bagi Austria karena menghadapi Spanyol, salah satu favorit utama di Piala Dunia 2026. Bahkan, OPTA dan EASports memprediksi Lamine Yamal dkk. akan tampil sebagai juara. Tentu saja, akan jadi kejutan dan kenangan luar biasa bila tim asuhan Ralf Rangnick bisa menaklukkan La Furia Roja pada laga nanti.

Untuk pertandingan nanti, Austria dipastikan tak dapat diperkuat Phillipp Mwene. Fullback 1.FSV Mainz 05 itu harus menepi karena mengalami cedera otot paha kanan. Pada fase grup, bek kiri berumur 32 tahun itu diandalkan Rangnick saat melawan Yordania dan Aljazair, tapi tak diturunkan saat menghadapi Argentina.

Idnews.top – Sebuah langkah menarik dilakukan Chelsea beberapa waktu yang lalu. The Blues baru-baru ini merilis pernyataan dan kronologi kepergian Enzo Maresca dari Stamford Bridge yang mereka sebut sebagai akal bulus sang pelatih.

Di musim panas tahun 2024 kemarin, Chelsea menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala mereka yang baru. Mantan pelatih Leicester City itu diminta untuk menangani The Blues.

Setelah meraih kesuksesan di musim perdananya, banyak yang berekspektasi Maresca bakal membawa banyak kesuksesan bagi The Blues di musim 2025/2026. Namun nyatanya pelatih asal Italia itu secara mengejutkan berpisah dengan Chelsea di awal tahun kemarin.

Beberapa saat yang lalu, Enzo Maresca dikonfirmasi telah menjadi manajer baru Manchester City menggantikan Pep Guardiola. Namun Chelsea merilis sebuah pernyataan mengejutkan seputar penunjukkan tersebut.

Maresca Sudah Main Mata dengan City Sejak Akhir Tahun

Dalam keterangan resmi mereka, Chelsea mengungkapkan bahwa Enzo Maresca sebenarnya sudah sejak akhir tahun digoda Manchester City. Mereka menyebut sang pelatih tidak kuat iman dan jadi tidak fokus menangani The Blues.

“Pada musim gugur tahun lalu, mantan pelatih kepala Chelsea, Enzo Maresca memberi tahu klub bahwa terdapat kemungkinan dirinya akan menggantikan Pep Guardiola sebagai pelatih Manchester City pada akhir musim,” tulis pernyataan resmi Chelsea.

“Seiring berjalannya waktu, klub menyadari bahwa keinginan sang pelatih untuk menggantikan Guardiola sangat besar. Ia menunjukkan komitmen penuh untuk mengejar kesempatan tersebut, meskipun masih terikat kontrak jangka panjang dengan Chelsea dan tidak memiliki hak untuk mengakhiri kontrak tersebut secara sepihak.”

Bukan Dipecat Tapi Mengundurkan Diri

Chelsea juga meluruskan bahwa mereka tidak memecat Maresca di awal tahun kemarin. Sang pelatih memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya demi mengejar karir di Manchester City.

“Pada Desember 2025, Maresca secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Klub merasa sangat kecewa karena meyakini bahwa fokus dan komitmennya telah beralih kepada klub lain serta peluang baru tersebut, padahal ia baru bergabung dengan Chelsea pada tahun sebelumnya,” sambung Chelsea.

“Tidak ada klub yang menginginkan pergantian pelatih kepala di tengah musim. Namun, mengingat keputusannya untuk tidak lagi menjalankan tanggung jawab hingga akhir musim, Chelsea tidak memiliki pilihan selain melindungi para pemain, para pendukung, serta kehormatan klub dengan menerima pengunduran dirinya,” tutup pernyataan resmi Chelsea.

Manchester City Bayar Kompensasi

Dalam keterangan resmi mereka, Chelsea mengonfirmasi bahwa Manchester City membayar kompensasi kepada mereka untuk penunjukkan Maresca tersebut.

The Blues kabarnya menerima bayaran sekitar 17 juta pounds untuk melepas Maresca jadi juru taktik baru Manchester City.

BOLADONESIA – Timnas Jepang pincang saat menghadapi timnas Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Gelandang Takefusa Kubo dipastikan masih absen karena belum pulih dari cedera yang dialami saat melawan Belanda pada matchday pertama fase grup.

Kubo mengalami cedera pada lutut kirinya ketika Jepang imbang 2-2 dengan Belanda. Gara-gara cedera itu, pemain Real Sociedad tersebut absen pada dua laga sisa Samurai Blue pada fase grup. Kondisinya pun masih belum membalik jelang laga Brasil vs Jepang pada babak 32 besar. Hal itu diungkapkan pelatih Hajime Moriyasu pada konferensi pers pralaga.

“Kubo tak akan dapat bermain pada pertandingan melawan Brasil. Dia belum bergabung dengan latihan tim secara penuh. Sejauh ini, dia hanya dapat melakukan latihan lari secara individual. Jadi, dia sudah pasti tak akan bermain pada pertandingan besok,” kata Hajime Moriyasu soal kondisi Takefusa Kubo seperti dikutip Football5Star.net dari Gekisaka.

Pelatih berumur 57 tahun itu lebih lanjut mengungkapkan, “Kami semua berharap pemulihannya berlangsung cepat. Dia pun terus bekerja keras untuk meningkatkan kondisinya. Semoga saja dia akan segera dapat bermain kembali pada pertandingan berikutnya (jika lolos dari adangan Brasil).”

Kondisi Takefusa Kubo Kian Membaik

Harapan Hajime Moriyasu bukan tanpa alasan. Kondisi Takefusa Kubo kian membaik. Buktinya, dia ikut terbang ke Houston untuk laga Brasil vs Jepang meskipun dipastikan tak dapat tampil. Sebelumnya, saat Jepang melawan Tunisia dan swedia, pemain berumur 25 tahun itu ditinggal di Nashville untuk fokus pada pemulihan cederanya.

Sang pemain pun menunjukkan optimisme soal kondisinya. “Perasaanku baik. Aku baik-baik saja,” kata Kubo selepas latihan timnas Jepang jelang babak 32 besar meskipun tetap tak dapat menyembunyikan kemurungannya. Hal itu juga ditegaskan bek kanan Yukinari Sugawara. “Kondisinya bagus!” ujar dia.

Pada laga melawan Belanda, Kubo memang tidak mencetak gol. Namun, dialah pemberi assist bagi gol Keito Nakamura yang menjadikan kedudukan imbang 1-1. Itu juga merupakan assist ke-3 Kubo dalam 4 penampilan beruntun bersama Samurai Biru. Statistik tersebut menunjukkan arti penting sang pemain bagi tim asuhan Moriyasu.

Bagi Kubo, kepastian absen pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 jadi kenyataan pahit. Bukan apa-apa, itu mengulang kisah 4 tahun lalu. Ketika itu, dia juga tak ada di skuad Jepang saat menjelani laga pertama pada fase gugur Piala Dunia 2022. Hasilnya, Samurai Blue tersisih setelah kalah 2-4 dari Kroasia pada du penalti menyusul hasil imbang 1-1 dalam 120 menit

Idnews.top – Jadwal dan link streaming laga Piala Dunia 2026 antara RD Kongo vs Uzbekistan hari ini, Minggu 28 Juni 2026. Duel RD Kongo vs Uzbekistan akan dimainkan mulai pukul 06.30 pagi WIB, disiarkan di TVRI, Folaplay, dan MaxStream.

Situasi di Grup K membuat laga ini memiliki tekanan besar. Kolombia sudah memastikan tiket fase gugur, sementara Portugal berada dalam posisi kuat, sehingga RD Kongo dan Uzbekistan harus berburu kemenangan demi menjaga asa.

RD Kongo berada di posisi ketiga dengan koleksi satu poin setelah bermain imbang melawan Portugal dan kalah tipis dari Kolombia. Tim asuhan Sebastien Desabre membutuhkan tiga poin untuk membuka peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.

Sementara itu, Uzbekistan berada di posisi terbawah tanpa poin. Tim debutan Piala Dunia tersebut telah kebobolan delapan gol dalam dua pertandingan dan tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan.

RD Kongo datang ke turnamen dengan cerita besar setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 ketika masih bernama Zaire. Perjalanan mereka sejauh ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap karena mampu merepotkan Portugal dan Kolombia.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: RD Kongo vs Uzbekistan
Tempat: Atlanta Stadium
Hari, tanggal: Minggu, 28 Juni 2026
Jam kick-off: 06.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_gn1i0tf8/rd_kongo_vs_uzbekistan

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor

Pertandingan ini kemungkinan akan ditentukan oleh efektivitas dalam transisi. RD Kongo memiliki kecepatan melalui Wissa dan Meschak Elia, sedangkan Uzbekistan akan mencoba memanfaatkan kemampuan Shomurodov dan Fayzullaev dalam menyerang ruang.

Jika RD Kongo mampu mencetak gol lebih dulu, mereka berpotensi mengontrol pertandingan. Uzbekistan harus mengambil risiko untuk mengejar kemenangan, tetapi situasi tersebut bisa membuka ruang bagi serangan balik cepat lawan.

Sementara itu, Uzbekistan akan sangat bergantung pada Abdukodir Khusanov di lini belakang. Bek Manchester City tersebut harus mampu menjaga konsentrasi karena RD Kongo memiliki pemain depan yang agresif dan cepat.

Jika RD Kongo mampu membatasi pengaruh Fayzullaev, peluang mereka untuk meraih kemenangan akan semakin besar. Kualitas serangan balik melalui Wissa dan Elia dapat menjadi pembeda dalam pertandingan yang kemungkinan berjalan ketat.

Prediksi Skor Cape Verde vs Arab Saudi Grup H 2026

BolaIndonesia – Cape Verde akan menghadapi Arab Saudi dalam laga penentuan Grup H Piala Dunia 2026 yang diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 32 besar, sehingga pertandingan ini dipastikan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit pertama. Berdasarkan hasil dua laga sebelumnya, Cape Verde tampil sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen berkat performa disiplin dan semangat juang yang luar biasa.

Blue Sharks Jadi Kuda Hitam Grup H

Julukan Blue Sharks memang semakin pantas disematkan kepada Cape Verde. Tim debutan tersebut sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka sebelum kembali mencuri perhatian dengan hasil seri 2-2 melawan Uruguay.

Dua hasil itu membuat Cape Verde belum terkalahkan dan masih membuka peluang besar lolos ke fase gugur. Penampilan solid di lini belakang menjadi kekuatan utama pasukan Bubista, sementara serangan balik cepat beberapa kali mampu merepotkan lawan yang lebih diunggulkan.

Kepercayaan diri para pemain Cape Verde pun sedang berada di level tertinggi. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengukir sejarah sebagai debutan yang mampu menembus babak knockout Piala Dunia.

Arab Saudi Datang dengan Tekanan Besar

Di kubu lawan, Arab Saudi berada dalam tekanan untuk meraih kemenangan. Setelah bermain imbang melawan Uruguay dan mengalami kekalahan telak dari Spanyol, Green Falcons tidak memiliki banyak pilihan selain mengincar tiga poin.

Pelatih diperkirakan akan memainkan pendekatan lebih menyerang sejak awal pertandingan. Nama Salem Al-Dawsari masih menjadi tumpuan kreativitas di lini depan, sementara Mohamed Kanno diharapkan mampu menambah keseimbangan permainan di sektor tengah.

Namun, perubahan strategi tersebut juga menyimpan risiko besar. Jika terlalu agresif menyerang, lini pertahanan Arab Saudi berpotensi memberikan ruang bagi Cape Verde yang dikenal efektif memanfaatkan serangan balik cepat.

Pertarungan Taktik Diprediksi Berjalan Ketat

Cape Verde kemungkinan tetap mempertahankan pola permainan yang sama seperti dua pertandingan sebelumnya. Mereka akan mengandalkan organisasi pertahanan yang rapi sebelum melancarkan transisi cepat ketika berhasil merebut bola.

Sebaliknya, Arab Saudi diprediksi lebih banyak menguasai penguasaan bola karena tuntutan kemenangan. Duel di lini tengah akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pertandingan.

Apabila Cape Verde mampu meredam kreativitas Al-Dawsari dan memanfaatkan kelengahan lawan saat melakukan pressing tinggi, peluang menciptakan kejutan kembali terbuka lebar.

Statistik Berpihak pada Cape Verde

Secara performa, Cape Verde tampil lebih konsisten sepanjang fase grup. Mereka berhasil menahan dua lawan kuat tanpa mengalami kekalahan, sedangkan Arab Saudi sudah kebobolan cukup banyak gol saat menghadapi Spanyol.

Sejumlah analis juga mulai menjagokan Cape Verde untuk melanjutkan kisah sensasional mereka. Disiplin bertahan, efektivitas serangan balik, serta mental bertanding menjadi modal utama Blue Sharks menghadapi laga hidup-mati ini.

Prediksi Skor Cape Verde Vs Arab Saudi

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, Cape Verde memiliki momentum yang lebih baik. Meski Arab Saudi dipastikan tampil menyerang demi mengejar kemenangan, celah di lini belakang mereka berpotensi dimanfaatkan oleh Blue Sharks.

Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat, namun Cape Verde dinilai memiliki peluang sedikit lebih besar untuk mengamankan tiga poin sekaligus mencatat sejarah di Piala Dunia 2026.

BOLADONESIA – Timnas Pantai Gading memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Curacao di Philadelphia, Jumat (26/6) dinihari WIB. Pelatih kepala, Emerse Fae, pun mengajak para pemain dan suporter menikmati momen bersejarah tersebut, tetapi mengingatkan bahwa perjuangan timnya masih jauh dari selesai.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Les Elephants yang tampil dengan mayoritas pemain minim pengalaman di ajang Piala Dunia. Fae menilai hasil tersebut merupakan buah dari perkembangan tim yang terus menunjukkan kemajuan sepanjang turnamen.

“Nikmati momen bersejarah ini dan rayakan sebagaimana mestinya. Setelah itu, terus kirimkan energi positif, dukungan, dan doa agar kami bisa melangkah sejauh mungkin di kompetisi ini,” kata Fae seusai pertandingan.

“Kami sangat senang dengan hasil ini karena membawa kami lolos. Memang belum semuanya sempurna, tetapi kami menang 2-0 tanpa kebobolan. Itu sangat baik untuk moral dan kepercayaan diri menghadapi fase berikutnya,” sambung Fae.

Timnas Pantai Gading Semakin Solid

Fae menilai kekuatan terbesar Pantai Gading bukan hanya kualitas individu, melainkan kekompakan skuad yang terus berkembang selama turnamen berlangsung. Menurutnya, persaingan antarpemain berjalan sehat dan justru membantu meningkatkan performa tim.

“Ini adalah kelompok yang terus berkembang. Banyak pemain menjalani Piala Dunia pertama mereka, tetapi mereka bekerja dengan sangat baik dan memiliki solidaritas yang tinggi. Persaingan di dalam tim juga sehat sehingga semua pemain terdorong untuk memberikan kemampuan terbaik,” tuntas Fae.

Pantai Gading finis di posisi kedua klasemen grup E. Mereka bakal menghadapi tim penghuni posisi kedua grup I di babak 32 besar.

Saat ini, posisi kedua klasemen grup I ditempati oleh Norwegia dengan perolehan 6 poin. Penentuan juara serta runner-up grup I bakal terjadi pada pertandingan Norwegia vs Prancis di Boston pada Sabtu (27/6) dinihari WIB.

BOLADONESIA – Didier Deschamps meninggalkan sementara pemusatan latihan Prancis di Piala Dunia 2026 setelah mendapat kabar duka atas wafatnya sang ibu. Pelatih berusia 57 tahun itu akan pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Deschamps tidak akan memimpin sesi latihan maupun berada di bangku cadangan saat Prancis menghadapi Norwegia di Boston pada 27 Juni mendatang. Pertandingan tersebut akan menentukan siapa yang finis sebagai juara grup I.

“Didier Deschamps tidak akan dapat memimpin sesi latihan menjelang pertandingan Norwegia vs Prancis. Ia juga tidak akan berada di bangku cadangan untuk laga terakhir Les Bleus di grup I,” demikian pernyataan resmi FFF.

FFF menjelaskan bahwa Deschamps harus kembali ke Prancis setelah menerima kabar meninggalnya sang ibu. Federasi juga menyebut situasi tersebut sebagai momen yang sangat menyakitkan dan menyampaikan dukungan penuh kepada Deschamps beserta keluarganya.

Guy Stephan Dipercaya Gantikan Didier Deschamps

Selama Deschamps berada di Prancis, tugas memimpin tim akan diemban oleh asisten pelatih Guy Stephan. Keputusan tersebut telah disepakati bersama Presiden FFF Philippe Diallo.

Stephan bukan sosok asing bagi Deschamps. Keduanya telah bekerja bersama sejak 2009 ketika Deschamps menangani Olympique Marseille, sebelum kembali berkolaborasi di tim nasional Prancis sejak 2012.

Pelatih berusia 69 tahun itu juga memiliki hubungan panjang dengan Deschamps. Mereka pernah bekerja dalam staf timnas Prancis di bawah Roger Lemerre saat menjuarai Euro 2000, ketika Deschamps masih menjabat kapten tim.

Meski absen pada laga kontra Norwegia, Deschamps diperkirakan akan kembali memimpin Prancis setelah menghadiri pemakaman. Deschamps tetap diharapkan melanjutkan tugasnya bersama Les Bleus pada fase gugur turnamen.

Inggris vs Ghana: Declan Rice Puji Permainan Disiplin Black Stars

BolaIndonesia – Pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana menghadirkan duel penuh intensitas yang berakhir tanpa gol. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Inggris tampil dominan dalam penguasaan bola dan berupaya mengontrol tempo permainan melalui lini tengah. Sementara itu, Ghana memilih pendekatan yang lebih disiplin dengan bertahan rapat, memanfaatkan transisi cepat, dan sesekali mengancam lewat serangan balik. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meredam kreativitas lini depan The Three Lions.

Hasil ini membuat persaingan di Grup L semakin menarik. Inggris tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu favorit, tetapi Ghana membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

Declan Rice: Ghana Sangat Terorganisasi

Gelandang Inggris, Declan Rice, memberikan apresiasi tinggi kepada performa Black Stars setelah pertandingan. Menurutnya, Ghana menunjukkan organisasi permainan yang luar biasa sepanjang 90 menit.

Rice menilai para pemain Ghana tampil disiplin dalam menjaga bentuk pertahanan, menutup ruang antarlini, dan tidak memberikan banyak kesempatan bagi Inggris untuk menciptakan peluang bersih.

“Kami menghadapi tim yang sangat disiplin. Mereka bertahan sebagai satu kesatuan dan bekerja keras sepanjang pertandingan. Tidak mudah membongkar pertahanan seperti itu,” ungkap Rice seusai laga.

Pemain Arsenal tersebut juga menambahkan bahwa pertandingan seperti ini menjadi pelajaran penting bagi Inggris menjelang fase gugur. Menghadapi tim yang bermain rapat membutuhkan kesabaran, ketenangan, serta efektivitas yang lebih tinggi di depan gawang.

Black Stars Tampil Berani

Meski lebih banyak bertahan, Ghana sama sekali tidak bermain pasif. Tim asuhan Otto Addo beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang memaksa lini belakang Inggris bekerja keras.

Kecepatan para pemain sayap serta kemampuan gelandang Ghana dalam memutus aliran bola Inggris membuat pertandingan berlangsung seimbang. Bahkan, beberapa peluang berbahaya sempat tercipta melalui skema bola mati dan serangan langsung.

Solidnya koordinasi antarlini menjadi faktor utama keberhasilan Ghana mengamankan satu poin penting. Setiap pemain memahami perannya sehingga ruang gerak para bintang Inggris seperti Harry Kane, Jude Bellingham, hingga Bukayo Saka menjadi sangat terbatas.

Inggris Terus Menekan

Sepanjang pertandingan, Inggris sebenarnya mampu mendominasi penguasaan bola. Kombinasi umpan pendek dan pergantian sisi lapangan terus dilakukan demi membuka celah pertahanan Ghana.

Namun, setiap kali memasuki area sepertiga akhir lapangan, Inggris selalu dihadapkan pada blok pertahanan yang sangat rapat. Declan Rice bersama rekan-rekannya berusaha meningkatkan tempo permainan, tetapi penyelesaian akhir menjadi kendala utama.

Beberapa peluang emas berhasil diciptakan, namun penyelamatan gemilang penjaga gawang Ghana serta disiplin lini belakang membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga laga usai.

Mentalitas Ghana Mendapat Pujian

Rice juga menyoroti mentalitas para pemain Ghana yang tetap fokus sepanjang pertandingan. Menurutnya, Black Stars tidak pernah kehilangan konsentrasi meski terus mendapat tekanan.

Ia menilai keberhasilan Ghana mempertahankan organisasi permainan merupakan bukti bahwa tim asal Afrika tersebut memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara besar.

Pujian dari Rice semakin mempertegas bahwa hasil imbang ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kerja keras seluruh skuad Ghana yang tampil penuh determinasi.

Persaingan Grup L Semakin Ketat

Tambahan satu poin membuat peluang kedua tim untuk melangkah ke babak berikutnya masih terbuka lebar. Inggris tetap berada dalam posisi yang baik berkat kualitas skuad yang dimiliki, sedangkan Ghana menjaga asa lolos setelah mampu menahan salah satu favorit juara.

Pelatih kedua tim diperkirakan akan melakukan evaluasi menjelang pertandingan berikutnya. Inggris perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, sementara Ghana berusaha mempertahankan konsistensi organisasi permainan yang telah menjadi kekuatan utama mereka.

Dengan performa disiplin yang diperlihatkan Black Stars dan dominasi Inggris yang belum mampu menghasilkan gol, pertandingan ini menjadi salah satu laga paling taktis di Grup L. Apabila kedua tim mampu mempertahankan performa tersebut, peluang untuk melangkah ke babak 16 besar masih sangat terbuka.

idnews.top – Pertandingan Prancis vs Irak pada matchday kedua Grup I Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Les Bleus di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Selasa (23/6/2026) WIB. Hasil ini mengantar Prancis mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.

Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Prancis lewat dua gol yang tercipta pada menit ke-14 dan 54. Ousmane Dembele kemudian melengkapi pesta gol tim asuhan Didier Deschamps pada menit ke-66.

Laga berlangsung tidak biasa karena babak kedua sempat tertunda lebih dari dua jam akibat badai petir di sekitar stadion. Penundaan tersebut menjadi gangguan cuaca pertama yang menghentikan pertandingan di Piala Dunia.

Prancis kini memimpin klasemen Grup I dengan enam poin dari dua laga. Irak dipastikan tetap berada di dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun.

Pada pertandingan berikutnya, Prancis akan menghadapi Norwegia pada laga terakhir fase grup. Sementara itu, Irak akan menantang Senegal dalam upaya menutup turnamen dengan hasil positif.

Mbappe Buka Jalan Kemenangan Prancis

Prancis langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan dan beberapa kali mengancam pertahanan Irak. Mbappe sudah memperoleh peluang pada menit pertama meski gagal menjangkau umpan silang dari sisi kiri.

Penyerang Real Madrid itu akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-14. Mbappe melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang tetap masuk meski sempat disentuh kiper Ahmed Basil.

Irak mendapat pukulan tambahan pada menit ke-26 saat kapten tim Hussein harus meninggalkan lapangan karena mengalami masalah pada paha bagian dalam. Pergantian cepat tersebut memengaruhi stabilitas permainan wakil Asia itu.

Hujan deras mulai mengguyur Philadelphia menjelang akhir babak pertama. Kondisi lapangan yang licin membuat permainan kedua tim lebih berhati-hati hingga turun minum.

Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Irak masih berusaha bertahan sambil mencari celah untuk mencuri gol penyama kedudukan.

Badai Petir Hentikan Laga, Dembele Lengkapi Kemenangan

Memasuki jeda pertandingan, cuaca ekstrem memaksa ofisial menghentikan laga sementara waktu. Seluruh penonton diminta meninggalkan tribune dan mencari tempat perlindungan akibat aktivitas petir di sekitar stadion.

Setelah tertunda selama dua jam 15 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan. Kedua tim terlebih dahulu menjalani pemanasan ulang sebelum babak kedua dimulai.

Prancis menggandakan keunggulan pada menit ke-54 berkat kesalahan fatal lini belakang Irak. Dembele melakukan tekanan, lalu Mbappe memanfaatkan bola liar untuk mencetak gol keduanya malam itu.

Les Bleus terus menekan meski sudah unggul dua gol. Michael Olise hampir menambah keunggulan, tetapi tembakannya hanya membentur mistar gawang.

Gol ketiga lahir pada menit ke-66 melalui Dembele. Menerima umpan Olise di dalam kotak penalti, winger Prancis itu melepaskan tembakan keras mendatar yang bersarang di sudut bawah gawang.

Mbappe hampir melengkapi hat-trick pada menit ke-90. Namun, peluang emas yang diperolehnya melambung di atas mistar sehingga skor tidak berubah.

Kemenangan 3-0 membuat Prancis menjadi tim pertama dari Grup I yang memastikan tempat di babak 32 besar. Les Bleus kini menatap duel kontra Norwegia untuk menentukan posisi akhir klasemen, sementara Irak akan berhadapan dengan Senegal.

Klasemen Piala Dunia 2026

.blockspare-cfd66f2b-fd8e-4 > .blockspare-block-container-wrapper{background-color:#f9f9f9;padding-top:20px;padding-right:20px;padding-bottom:20px;padding-left:20px;margin-top:30px;margin-right:0px;margin-bottom:30px;margin-left:0px;border-radius:0}.blockspare-cfd66f2b-fd8e-4 .blockspare-image-wrap{background-image:none}