
BOLADONESIA – Juergen Klopp, pelatih timnas Jerman, membuat langkah kejutan. Untuk mengarungi 4 pertandingan pada jeda internasional September-Oktober, dia memanggil total 44 pemain yang terbagi ke dalam 2 tim. Meskipun ada risiko besar di dalamnya, langkah tersebut disikapi positif oleh banyak pihak.
Dari 44 pemain yang dipanggil Klopp, 16 di antaranya adalah muka baru yang namanya masih asing di telinga para pencinta sepak bola. Sebut saja Bambase Conte, Mika Baur, Felix Keidel, Max Rosenfelder, dan Philipp Treu. Menariknya lagi, hanya kiper Finn Dahmen yang berada dalam 2 tim yang dibuat Klopp.

“Ini memang tidak biasa, tapi saya sepenuhnya paham alasan Klopp memikirkan langkah ini. Dia tahu persis apa yang dilakukannya,” kata Stefan Effenberg, eks kapten Bayern Munich, soal langkah kejutan Juergen Klopp seperti dikutip Football5Star.net dari kolomnya di laman T-Online. “Sekarang, tak ada pemain yang bisa mengeluh soal tak mendapatkan kesempatan.”
Effenberg menambahkan, “Dia ingin mengenal karakteristik sebagai mungkin pemain dalam waktu secepatnya dan jeda internasional yang hampir 3 pekan ini adalah kesempatan unik untuk melakukan hal tersebut. Tentu saja, Klopp mengambil risiko dengan membuat dua tim. Jika tak berjalan sesuai harapan, akan ada kritik yang berhamburan.”
Langkah Lain Juergen Klopp
Lothar Matthaeus, kapten Jerman saat juara Piala Dunia 1990, juga punya pandangan serupa soal putusan Juergen Klopp memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim untuk 4 laga di Nations League A. Seperti Stefan Effenberg, dia menilai langkah tersebut diambil untuk mengenal sebanyak mungkin pemain secara lebih dekat. Itu adalah langkah biasa bagi seorang pelatih timnas.

“Ketika melatih timnas Hungaria, saya juga memanggil 3-4 pemain pada setiap pemusatan latihan hanya untuk mengenal lebih jauh. Jadi, ini bukan sesuatu yang benar-bear baru. Ini soal hak pelatih mengenal pemain lebih baik, bukan hanya saat menontonnya. Ini soal bisa bersama mereka, dapat berbicara dengan mereka, menujukkan hal-hal tertentu, menyampaikan cara mainnya,” kata Matthaeus.
Di samping memanggil 44 pemain dan membaginya ke dalam 2 tim, Klopp juga membuat langkah lain. Dia membuat topi khusus yang dikenakan saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya. Di sana tertulis kata-kata “Satu dari 83 juta”. Itu merujuk pada jumlah warga Jerman saat ini. Menurut DFB, topi itu murni gagasan Klopp, bukan gimmick pemasaran Adidas atau DFB.
“Anda lihat topi yang dipakai pelatih Juergen Klopp saat konferensi pers pengumuman skuad pertamanya? Tertulis ‘Satu dari 83 juta’. Itulah gayanya. Klopp tahu cara merebut hati banyak orang dan sekarang juga bagi timnas Jerman. Dia benar-benar tahu apa yang dilakukannya,” ucap Effenberg soal topi yang hanya dibuat 3 lusin dan dibagi-bagikan secara gratis tersebut.
