28 Oktober 2026

MISIQQ

BOLADONESIA – Roberto De Zerbi mengakui ingin mempertahankan Lucas Bergvall di Tottenham Hotspur. Namun, De Zerbi menegaskan tidak akan menghalangi Bergvall apabila memang ingin hengkang pada bursa transfer musim panas ini.

Masa depan Bergvall menjadi salah satu topik hangat di Tottenham dalam beberapa pekan terakhir. Pemain timnas Swedia tersebut dikabarkan telah meminta izin mencari klub baru demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Nottingham Forest, Newcastle United, dan Brighton disebut tertarik memboyongnya.

“Saya selalu sangat jelas kepadanya dan kepada kalian semua. Saya ingin dia tetap bersama kami. Saya pikir dia berpotensi menjadi pemain top,” jelas De Zerbi seperti dikutip IDNEWS dari TalkSport.

“Tetapi saya tidak ingin meyakinkan siapa pun untuk bertahan. Tottenham sudah menjadi klub besar tanpa saya dan kami tidak perlu membujuk siapa pun untuk tetap di sini,” kata De Zerbi menambahkan.

Lucas Bergvall Tak akan Jadi Starter di Tottenham

Meski ingin mempertahankan Bergvall, De Zerbi tidak bisa menjanjikan tempat utama bagi pemain berusia 20 tahun tersebut. Menurutnya, persaingan di skuad Tottenham akan semakin ketat pada musim 2026-27.

Situasi itu muncul setelah Spurs mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes untuk memperkuat lini tengah. Kedua pemain tersebut diperkirakan akan menjadi pesaing langsung Bergvall dalam perebutan tempat di tim utama.

“Dia bisa mendapatkan tempat jika bertahan bersama kami. Persaingan antarpemain akan sangat kuat karena kami adalah Tottenham dan harus membangun skuad yang kuat, bukan hanya sebelas pemain.”

Bergvall sendiri tampil dalam 33 pertandingan di semua kompetisi musim lalu. Namun, hanya 17 di antaranya yang dijalani sebagai starter.

IDnews. top – Real Madrid Bungkam Leganes 4-1, Tim Racikan Mourinho Kian Menjanjikan

Real Madrid kembali menunjukkan performa impresif dalam rangkaian laga pramusim. Los Blancos mengatasi perlawanan Leganes dengan skor 4-1 di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (29/7/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut memperpanjang tren positif skuad besutan Jose Mourinho. Sebelumnya, mereka juga berhasil mengalahkan Alcorcon dengan skor tipis 1-0.

Bukan hanya hasil akhir yang menjadi sorotan, tetapi juga perkembangan permainan Madrid. Intensitas pressing, transisi cepat, dan organisasi tim mulai terlihat semakin matang di bawah arahan Mourinho.

Empat gol Madrid dicetak Federico Valverde, Gonzalo Garcia, Franco Mastantuono, serta satu gol bunuh diri Ruben Pulido Penas. Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027.

Sejak awal pertandingan, Real Madrid langsung mengambil kendali permainan. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Mourinho membuat lini tengah Madrid mampu menguasai tempo pertandingan.

Gol pembuka hadir pada menit ke-22 melalui Federico Valverde. Gelandang asal Uruguay itu menuntaskan umpan terobosan Arda Guler dengan sepakan terarah yang gagal dihentikan kiper Leganes.

Madrid kemudian menggandakan keunggulan lima menit berselang lewat Gonzalo Garcia yang menyambut umpan silang Trent Alexander-Arnold. Leganes belum menyerah dan mampu memperkecil skor menjadi 2-1 pada menit ke-36 melalui sepakan keras Naim Garcia yang lebih dulu membentur tiang gawang.

Babak Kedua: Mastantuono Tambah Gol, Madrid Menutup Laga dengan Kemenangan Meyakinkan

Selepas turun minum, Real Madrid tetap tampil dominan dan terus menekan pertahanan lawan. Leganes kesulitan keluar dari tekanan sehingga lebih banyak bertahan di area sendiri.

Gol ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-58. Franco Mastantuono berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola liar hasil tembakan Trent Alexander-Arnold dan mengubah skor menjadi 3-1.

Keunggulan Madrid semakin besar hanya dua menit kemudian setelah Ruben Pulido Penas melakukan gol bunuh diri. Mourinho memanfaatkan sisa pertandingan untuk memainkan beberapa pemain muda, sementara Los Blancos sukses mempertahankan keunggulan 4-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Susunan Pemain

Real Madrid: Lunin; Trent, Asencio, Huijsen, Carreras; Valverde, Camavinga; Mastantuono, Guler, Ciria; Gonzalo.

Leganes: Raul Fernandez; Rubén Pena, Gueye, Ignasi Miquel, Marvel, Naim; Zico, Diawara, Kechta; Roberto Lopez y Goethler.

Idnews.top – Fenerbahce mulai mengambil langkah nyata untuk merekrut Rafael Leao dari AC Milan pada bursa transfer musim panas. Klub asal Turki itu dikabarkan telah mengirimkan tawaran perdana kepada Rossoneri.

Nilai proposal yang diajukan mencapai 40 juta euro ditambah bonus. Namun, AC Milan belum bersedia menerima penawaran tersebut karena menginginkan nilai dan skema transfer yang berbeda.

Negosiasi antara kedua klub diperkirakan masih akan terus berlangsung. Rafael Leao juga disebut tidak akan bertahan di San Siro untuk musim mendatang.

Laporan dari Sportitalia, Sport Mediaset, dan pakar transfer Turki Yagiz Sabuncuoglu mengungkap perkembangan terbaru dalam proses negosiasi tersebut.

Tawaran Perdana Fenerbahce Masih Belum Memenuhi Keinginan Milan

Fenerbahce mengirim direktur Cihan Kamer beserta rombongan ke Italia untuk membahas transfer Rafael Leao. Kehadiran mereka bahkan terlihat saat tiba di Bandara Malpensa.

Menurut Sportitalia dan Yagiz Sabuncuoglu, nilai proposal berada di kisaran 40 juta euro. Sementara itu, Sport Mediaset menjelaskan rincian tawaran tersebut mencapai 5 juta euro sebagai biaya peminjaman dan 35 juta euro sebagai kewajiban pembelian pada akhir musim.

Selain itu, terdapat bonus sebesar 2 juta euro yang bergantung pada performa pemain. Meski begitu, AC Milan tidak tertarik dengan skema pinjaman yang disertai kewajiban membeli.

AC Milan Tetap Ingin Transfer Permanen

AC Milan sebelumnya juga sudah menyampaikan sikap serupa kepada Galatasaray dan Benfica. Rossoneri hanya bersedia melepas Rafael Leao melalui transfer permanen.

Klub membutuhkan dana segar untuk melanjutkan aktivitas di bursa transfer musim panas. Sebab, AC Milan sudah mengeluarkan lebih dari 100 juta euro untuk mendatangkan Goncalo Ramos dan Mario Gila.

Karena itu, Milan mematok harga 50 juta euro untuk Rafael Leao. Negosiasi dengan Fenerbahce diperkirakan masih akan berlanjut hingga kedua klub menemukan titik temu.

Rafael Leao Siap Terima Kontrak Menggiurkan

Rafael Leao disebut siap menerima tawaran kontrak dari Fenerbahce apabila transfer terealisasi. Nilai gajinya mencapai sekitar 12 juta euro per musim.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pendapatan yang diterimanya selama membela AC Milan. Faktor finansial itu menjadi salah satu daya tarik dalam proses kepindahannya.

Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan antara kedua klub. Selama AC Milan belum mendapatkan penawaran sesuai keinginan, transfer Rafael Leao masih harus menunggu perkembangan berikutnya.

Idnews.top – Sebuah rumor baru beredar seputar pergerakan Arsenal di bursa transfer musim panas ini. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk mengamankan jasa Vinicius Junior dari Real Madrid.

Di musim panas ini, Arsenal memang dilaporkan ingin mengupgrade lini serang mereka, khususnya di sektor sayap. Mikel Arteta membutuhkan pemain top agar sektor sayapnya bisa tampil lebih mematikan di musim depan.

Juara Premier League itu awalnya ingin memboyong Morgan Rogers dari Aston Villa. Namun The Gunners gigit jari, karena Chelsea mampu menikung transfer tersebut dengan mahar yang sangat tinggi.

The Athletic baru-baru ini memberikan update seputar perburuan winger baru Arsenal. The Gunners kini dilaporkan berminat untuk membajak Vinicius Junior di musim panas ini..

Winger yang Teruji

Menurut laporan tersebut, Arsenal kini mempertimbangkan serius untuk memboyong Vinicius Junior dari Real Madrid. Sang winger dinilai bisa jadi upgrade yang bagus untuk lini serang Arsenal.

Vini memang punya reputasi yang apik di sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi salah satu pemain andalan Real Madrid di mana ia produktif dan konsisten mencetak gol dan assist bagi Los Blancos.

Mikel Arteta meyakini winger Timnas Brasil itu bakal membuat lini serang The Gunners semakin mematikan di musim depan. Itulah mengapa ia mulai berencana untuk mencoba mengamankan jasa sang winger di musim panas ini.

Pantau Situasi Vini

Menurut laporan yang sama, Arsenal belum bergerak untuk memboyong jasa Vinicius. Mereka masih mengamati situasi kontrak sang winger di Real Madrid.

Kontrak Vinicius di Real Madrid habis di tahun 2027 nanti. Sejauh ini Real Madrid dan sang winger masih belum kunjung mencapai kata sepakat terkait kontrka tersebut.

Jika situasi ini berlanjut, Arsenal akan mencoba menawar Vinicius ke Real Madrid. Karena mereka tahu Real Madrid ogah kehilangan sang pemain secara cuma-cuma di tahun depan.

Mahar Transfer Tinggi

Meski kontraknya tinggal satu tahun lagi, Real Madrid dilaporkan akan membanderol Vinicius dengan harga yang mahal di musim panas ini.

Los Blancos dilaporkan hanya mempertimbangkan melepas sang winger di kisaran 80-100 juta Euro di musim panas ini.

BOLADONESIA – Gelandang AC Milan, Luka Modric resmi belum mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola. Dia memperpanjang kontraknya bersama I Rossoneri selama setahun lagi.

“AC Milan dengan senang hati mengumumkan bahwa Luka Modric telah menandatangani kontrak untuk satu musim lagi, hingga 30 Juni 2027,” tulis peryataan I Rossoneri seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

Dengan begitu Modric akan bermain untuk I Rossoneri hingga usia 41 tahun. Musim lalu total dia mampu mencatatkan 37 penampilan dan mencetak dua gol.

“Sebagai figur kunci di lini tengah Rossoneri sejak kedatangannya, Luka telah membawa pengalaman dan kualitasnya untuk melayani tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, dengan kerendahan hati dan semangat yang besar,” lanjut pernyataan Milan.

“Salah satu pemain terbaik dan paling ikonik di dunia sepak bola, pemain Kroasia ini akan melanjutkan perjalanannya dengan jersi Rossoneri.”

Luka Modric Ungkap Alasannya Bertahan

Sebelumnya banyak yang menyebut bahwa Modric bisa meninggalkan klub atau pensiun karena gagal membawa I Rossoneri ke Liga Champions musim ini. Tapi Modric justru menyebut kekecewaan musim lalu jadi alasannya untuk ingin membawa Milan bangkit.

“Saya sangat senang bisa terus menjadi bagian dari AC Milan, tempat Anda membuat saya merasa diterima dan dicintai sejak hari pertama,” kata Modric.

“Setelah musim yang di bawah ekspektasi kami, keinginan untuk bangkit kembali sangat besar. Musim baru dan tantangan baru menanti kita; sebuah proyek yang saya yakini dan yang benar-benar memotivasi saya.

“Saya siap memberikan segalanya sekali lagi untuk jersi ini, dan saya sangat bangga terus mengenakan warna-warna ini. Saya tidak sabar untuk kembali ke San Siro dan mendengar sorak sorai Anda. Sampai jumpa. Forza Milan selalu!”

Idnews.top – Spanyol menutup Piala Dunia 2026 sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium. Kemenangan itu bukan hanya menghadirkan trofi dunia kedua bagi La Roja, tetapi juga pengakuan dari banyak tokoh sepak bola.

Salah satu apresiasi datang dari mantan penyerang Italia, Christian Vieri. Pemilik sembilan gol di dua edisi Piala Dunia itu menilai Spanyol tampil dominan sejak peluit pertama hingga pertandingan berakhir.

Bagi Vieri, final tersebut memperlihatkan bagaimana sepak bola modern tidak selalu ditentukan oleh deretan bintang terbesar. Ia melihat kekuatan utama Spanyol lahir dari kerja sama, organisasi permainan, dan disiplin taktik yang dijalankan seluruh pemain.

Penampilan konsisten sepanjang turnamen membuat Spanyol pantas berdiri di puncak dunia. Mereka hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan dan mampu mengendalikan hampir setiap laga yang dijalani.

Permainan Kolektif Jadi Kekuatan Utama

Vieri menilai Spanyol menguasai pertandingan sejak awal tanpa memberi banyak ruang kepada Argentina. Menurutnya, dominasi itu terlihat jelas sepanjang 120 menit final.

Ia berkata, “Sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir, yang terlihat hanya Spanyol, Spanyol, dan Spanyol. Mereka benar-benar luar biasa. Organisasi Spanyol, federasi, pelatih, dan seluruh staf melakukan pekerjaan yang fantastis bersama tim ini.”

Vieri juga percaya gelar dunia diraih berkat kekuatan kolektif, bukan semata kualitas individu. Ia mengatakan, “Hari ini, mereka memperlihatkan bahwa Anda tidak membutuhkan nama-nama besar untuk menjadi juara. Anda membutuhkan tim yang bagus. Spanyol memiliki tim yang luar biasa dan mereka bermain sebagai satu kesatuan. Argentina hampir tidak pernah menguasai bola, dan ketika mereka mendapatkannya, para pemain Spanyol langsung menekan hingga bola kembali direbut. Mereka mendominasi pertandingan dari awal sampai akhir.”

Pertahanan Kokoh Sulit Ditembus

Menurut Vieri, Argentina kesulitan mengembangkan permainan karena tekanan tinggi yang terus diterapkan Spanyol. Para pemain La Roja mampu menutup ruang dan memaksa lawan kehilangan bola dalam waktu singkat.

Ia berkata, “Setiap kali Argentina menguasai bola, mereka tidak mampu mempertahankannya. Itu sangat sulit karena Spanyol menekan dengan enam, tujuh, bahkan delapan pemain. Argentina kesulitan melewati garis tengah untuk menciptakan peluang. Saat menguasai bola Spanyol sangat bagus, dan ketika tidak menguasai bola, mereka bahkan lebih luar biasa.”

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas organisasi pertahanan Spanyol sepanjang turnamen. Mereka menutup Piala Dunia 2026 dengan rekor hanya kebobolan satu gol.

Masa Depan Cerah Bersama De la Fuente

Vieri melihat usia rata-rata skuad Spanyol yang masih sekitar 26 tahun menjadi modal besar untuk masa depan. Ia yakin La Roja memiliki peluang besar mempertahankan level permainan hingga Piala Dunia 2030.

Ia berkata, “Masih banyak hal yang akan datang dari tim Spanyol ini karena mereka sangat muda dan penuh semangat. Anda bisa membayangkan mereka bermain di Santiago Bernabeu atau Camp Nou dengan stadion penuh warna merah. Mereka tidak akan mudah kebobolan.”

Pujian juga diberikan kepada pelatih Luis de la Fuente yang dinilai berhasil membangun fondasi kuat sejak menangani kelompok usia muda. Pengalamannya bersama para pemain membuat proses pembentukan tim berjalan lebih cepat dan efektif.

Vieri tidak lupa mengapresiasi Rodri serta Pau Cubarsi yang tampil luar biasa sepanjang turnamen. Menurutnya, Rodri menjadi pusat permainan Spanyol, sedangkan Cubarsi mampu berkembang pesat karena berada dalam sistem tim yang saling memahami dan selalu percaya diri memainkan bola.

Bagi Vieri, gelar Piala Dunia 2026 bukan hasil yang datang secara kebetulan. Spanyol berhasil mencapai puncak karena memiliki identitas permainan yang jelas, organisasi yang solid, dan para pemain yang rela bekerja untuk kepentingan tim di atas segalanya.

BOLADONESIA – Spanyol berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di New York, Senin (20/7) dinihari WIB. Partai Spanyol vs Argentina usai dengan skor 1-0 berkat gol Ferran Torres di masa injury time.

Laga Spanyol vs Argentina berlangsung cukup alot semenjak babak pertama. La Furia Roja mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Argentina..

Lini pertahanan Argentina tampil sangat disiplin di babak pertama. Emiliano Martinez pun tidak perlu terlalu keras berjibaku mengamankan gawangnya. Paruh pertama usai dengan skor sama kuat, 0-0.

Di babak kedua, Spanyol masih enggan melepaskan kontrol permainan. Pelatih kepala, Luis de la Fuente memasukkan Pedri dan Ferran Torres untuk meningkatkan kreativitas di lini depan.

Akan tetapi, lagi-lagi La Furia Roja kesulitan membongkar rapatnya lini pertahanan Argentina. Di sisi lain, Argenitna bermain sangat defensif dan tidak mampu menciptakan peluang.

Argenitna mendapat bencana di masa injury time babak kedua. Enzo Fernandez diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua akibat telak keras kepada Pau Cubarsi. Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap belum berhasil memecah kebuntuan sehingga laga terpaksa berlanjut ke babak tambahan.

Di babak tambahan, Spanyol semakin bernafsu untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-99, Nico Williams akhirnya berhasil menjebol gawang Argentina. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Mikel Merino dinilai melakukan pelanggaran kepada Nicolas Otamendi sebelum bola bersarang di gawang kawalan Emiliano Martinez.

Empat menit berselang, Spanyol lagi-lagi mendapat peluang emas. Namun, sundulan Merino dari jarak dekat malah melenceng ke samping gawang Martinez.

Upaya keras Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-106. Memanfaatkan umpan sundulan Williams, Torres melepas tembakan keras yang tidak berhasil diselamatkan Martinez.

Di sisa waktu pertandingan, Argentina langsung keluar menyerang. Namun, mereka tidak berhasil menyamakan kedudukan dan skor 1-0 untuk Spanyol bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

Derita Argentina bertahambah parah setelah wasit meniup peluit akhir laga. Leandro Paredes mendapat kartu merah karena terlibat pertikaian dengan Eric Garcia.

SUSUNAN PEMAIN SPANYOL VS ARGENTINA:

Spanyol: 23-Unai Simon; 12-Pedro Porro, 22-Pau Cubarsi, 14-Aymeric Laporte (4-Eric Garcia 99′), 24-Marc Cucurella; 16-Rodri (18-Martin Zubimendi 99′); 10-Dani Olmo (6-Mikel Merino 75′), 8-Fabian Ruiz (20-Pedri 62′); 19-Lamine Yamal, 21-Mikel Oyarzabal (7-Ferran Torres 62′), 15-Alex Baena (17-Nico Williams 75′)

Pelatih: Luis de la Fuente

Argentina: 23-Emiliano Martinez; 4-Gonzalo Montiel (26-Nahuel Molina 58′) , 13-Cristian Romero (25-Facundo Medina 70′), 6-Lisandro Martinez (19-Nicolas Otamendi 44′), 3-Nicolas Tagliafico; 7-Rodrigo De Paul (17-Giuliano Simeone 70′), 24-Enzo Fernandez, 20-Alexis Mac Allister, 15-Nicolas Gonzalez (5-Leandro Paredes 46′); 9-Julian Alvarez (2-Marcos Senesi 102′), 10-Lionel Messi

Pelatih: Lionel Scaloni

Kartu kuning: L. Martinez 41′, Paredes 52′, E. Fernandez 82′, Romero 90′, Scaloni 105′, Mac Allister 111′

Kartu Merah: E. Fernandez 90′, Paredes 120′

Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.

Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.

Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.

Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.

Catatkan Hattrick

Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.

Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.

Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.

Hanya 3 Pemain yang Bisa

Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.

Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).

Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.

BOLADONESIA – Tan Cheng Hoe mengaku pusing dalam mempersiapkan timnas Malaysia ke Piala ASEAN 2026. Pasalnya, dia menghadapi dua persoalan rumit yang justru sangat krusial bagi Harimau Malaya untuk bernicara banyak dan nerprestasi di ajang 2 tahunan tersebut.

Ditunjuk sebagai pelatih sementara sebagai pengganti Peter Cklamovski, Cheng Hoe ibarat ketiban pulung. Dia langsung dihadapkan dengan Piala ASEAN yang selama bertahun-tahun jadi masalah bagi Malaysia karena resistensi klub-klub untuk melepas pemain. Dalihnya, ajang ini tak masuk kalender FIFA.

Resistensi itu memunculkan dua masalah besar. Pertama, sudah tentu materi pemain yang seadanya karena para pemain andalan tak dilepas. Kedua, waktu persiapan yang mepet. Kali ini pun, timnas Malaysia hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani laga pertama fase grup.

“Jika dilihat, tantangan kali ini agak berbeda dengan 2018 karena kala itu saya punya waktu lebih panjang untuk membentuk skuad. Kali ini, situasinya berbeda karena kebanyakan pemain masih mentah pada level internasional,” urai Tan Cheng Hoe soal kendala yang dihadapinya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Harian Metro.

Modal Tan Cheng Hoe

Meskipun demikian, Tan Cheng Hoe tak lantas pesimistis dan putus asa. Pelatih berumur 58 tahun itu menilai keberadaan pemain-pemain tanpa pengalaman di pentas internasional justru bisa jadi modal tersendiri bagi timnas Malaysia. Setidaknya, mereka punya semangat lebih besar untuk memperlihatkan kemampuan terbaik.

“Terlepas dari hal itu, saya melihat banyak pemain memiliki keinginan besar untuk mencapai sesuatu dalam kejuaraan kali ini. Tantangan terbesar adalah mencapai harmoni terbaik karena dalam sepak bola, kesepahaman dan semangat tim adalah hal terpenting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Cheng Hoe.

Secara pribadi, Cheng Hoe juga punya modal tersendiri. Itu adalah pengalaman berkiprah di Piala ASEAN. Sempat menangani Malaysia dari 2017 hingga 2022, dia berkiprah di Piala ASEAN 2018 dan 2020 yang digelar pada 2021. Total, 12 laga dijalaninya dengan rekor 5 kali menang, 3 kali seri, dan 4 kali kalah.

Pada 2 kesempatan terdahulu itu, Cheng Hoe pun punya satu memori indah. Pada 2018, dia mampu membawa Malaysia ke final. Kala itu, mereka kalah agregat 2-3 dari Vietnam pada laga final. Sebelumnya, pada semifinal, Harimau Malaya menyingkirkan Thailand dengan menang agresivitas gol tandang dengan 2 kali imbang.

BOLADONESIA – Dick Advocaat masih punya hasrat tinggi untuk melatih timnas Curacao. pelatih berumur 78 tahun itu sangat membuka diri jika Asosiasi Sepak Bola Curacao (FFK) memberikan kontrak baru. Dia menegaskan, dirinya tak pernah mengatakan tidak dan masih punya keinginan tinggi untuk membawa Curacao terbang lebih tinggi lagi.

Advocaat adalah sosok yang membuat sejarah dengan meloloskan Curacao untuk kali pertama ke putaran final Piala Dunia. Pada Februari lalu, dia sempat mundur karena urusan keluarga yang penting. Namun, dia kembali didapuk sebagai pelatih menggantikan Fred Rutten sekitar sebulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir.

Sesuai kontraknya, kerja sama Dick Advocaat dengan FFK akan berakhir pada 31 Juli nanti. Mengenai hal itu, pelatih asal Belanda itu punya sikap jelas. “Saya tidak pernah mengatakan tidak di awal,” ujar dia seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Curacao.nu. “Namun, saya masih butuh sedikit waktu lagi untuk membuat putusan definitif (karena menunggu kepastian FFK soal staf teknis).”

Soal umurnya yang sudah senja, Advocaat menilai tak ada masalah. “Saya merasa sangat baik secara fisik. Jadi, itu sama sekali tak masalah. Saya masih punya antusiasme tinggi. Anda sudah lihat itu di Piala Dunia lalu,” kata pelatih yang juga pernah menangani timnas Belanda tersebut.

Komitmen Dick Advocaat

Lebih lanjut, Dick Advocaat mengungkapkan komitmen kuatnya untuk timnas Curacao. Dia memastikan tak ada opsi lain bagi dirinya seperti rumor yang beredar belakangan ini. Bagi dia, satu-satunya tim yang akan dilatih adalah Curacao. Di luar itu, tidak ada klub atau timnas lain yang ada dalam opsinya.

“Ada seseorang yang melakukan hal itu,” ucap Advocaat soal rumor di media sosial yang menyatakan dirinya terbuka menangani tim di Belanda. “Saya sama sekali tak tahu-menahu mengenai hal itu. Jika ada yang terjadi, itu hanya akan terjadi di Curacao. Jika tidak begitu, ya tidak sama sekali.”

Andai kembali tercapai kesepakatan baru, Advocaat antusias menatap kiprah Curacao di Piala Emas Concacaf dan perjuangan menuju Piala Dunia 2030. Dia yakin Leandro Bacuna dkk. bisa bicara banyak dengan melihat perkembangan belakangan ini. Termasuk di Piala Dunia meskipun selalu kalah pada 3 laga fase grup.

“Terlepas dari pertandingan pertama, saya pikir kami sudah tampil bagus. Anda tidak dapat meremehkan negara-negara yang jadi lawan kami. Ketika melihat kami mampu mengimbangi lawan pada pertandingan kedua dan ketiga, saya melihat hal yang sangat positif,” ujar pelatih yang jadi penasihat Feyenoord sebelum kembali ke Curacao itu.