28 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

Bakal Tinggalkan AC Milan! Fikayo Tomori Siap Pulang ke Premier League

BolaIndonesia – Masa depan Fikayo Tomori bersama AC Milan tampaknya tinggal menghitung waktu. Bek asal Inggris tersebut dikabarkan semakin dekat meninggalkan San Siro pada bursa transfer musim panas setelah tidak lagi menjadi bagian utama dari proyek baru Rossoneri.

Sejumlah laporan dari Italia dan Inggris menyebutkan bahwa Newcastle United menjadi klub yang paling serius mengincar tanda tangan mantan bek Chelsea tersebut. Ketertarikan The Magpies muncul setelah mereka mencari tambahan bek tengah berpengalaman yang telah mengenal atmosfer Premier League.

Tomori sebenarnya masih memiliki kontrak bersama Milan, tetapi negosiasi perpanjangan kontrak tidak menunjukkan perkembangan berarti. Situasi tersebut membuat manajemen Rossoneri mulai membuka peluang melepas sang pemain jika ada tawaran yang sesuai dengan valuasi klub.

Kehilangan Tempat di Era Baru Milan

Perubahan di kursi pelatih membuat posisi Tomori ikut berubah. Dalam proyek baru AC Milan, persaingan di lini belakang semakin ketat setelah klub mendatangkan beberapa wajah baru untuk memperkuat sektor pertahanan.

Tomori yang sempat menjadi pilar penting ketika Milan menjuarai Serie A kini justru mulai kehilangan menit bermain. Hal itu menjadi sinyal bahwa waktunya di San Siro mungkin telah berakhir.

Beberapa media Italia melaporkan bahwa Milan tidak lagi menempatkan Tomori sebagai pemain yang tak tersentuh. Klub bahkan dikabarkan siap melepasnya apabila ada tawaran yang berada di kisaran 15 juta euro atau lebih.

Keputusan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya Milan menyeimbangkan neraca keuangan sekaligus memberi ruang bagi regenerasi skuad.

Newcastle United Bergerak Cepat

Newcastle United menjadi klub yang paling sering dikaitkan dengan Tomori dalam beberapa pekan terakhir. Manajer Eddie Howe disebut sangat menyukai karakter permainan sang bek yang agresif, cepat, dan nyaman membangun serangan dari lini belakang.

Selain Newcastle, Coventry City yang kini ditangani Frank Lampard juga sempat menunjukkan ketertarikan. Namun, Newcastle dinilai memiliki peluang lebih besar karena mampu menawarkan kesempatan bermain di kompetisi Eropa sekaligus bersaing di papan atas Premier League.

Bagi Tomori, kembali ke Inggris bukanlah langkah yang asing. Sebelum bersinar bersama Milan, ia merupakan produk akademi Chelsea dan pernah menjalani masa peminjaman di beberapa klub Inggris.

Pengalaman tersebut membuat proses adaptasi diyakini tidak akan menjadi masalah apabila transfer benar-benar terealisasi.

Premier League Dinilai Cocok untuk Tomori

Premier League dikenal memiliki intensitas permainan yang tinggi. Gaya bermain Tomori yang mengandalkan kecepatan, duel satu lawan satu, dan keberanian melakukan pressing dianggap sangat sesuai dengan karakter sepak bola Inggris.

Di usia yang masih berada dalam periode emas seorang bek tengah, Tomori diyakini masih mampu tampil konsisten selama beberapa musim

Bagi Newcastle, kehadiran pemain berpengalaman seperti Tomori juga akan memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk menghadapi padatnya jadwal domestik maupun

Milan Siapkan Pengganti

Jika Tomori benar-benar hengkang, AC Milan diperkirakan akan segera mempercepat perburuan bek tengah baru. Rossoneri telah beberapa kali dikaitkan dengan sejumlah nama yang dinilai mampu menjadi fondasi pertahanan dalam jangka panjang.

Dana hasil penjualan Tomori juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor lain yang menjadi prioritas klub pada bursa transfer musim panas ini.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Milan tengah membangun skuad dengan visi baru, sekaligus melakukan penyegaran setelah beberapa musim mengandalkan pemain yang sama.

Tinggal Menunggu Kesepakatan

Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari kedua klub mengenai transfer Fikayo Tomori. Namun, berbagai laporan menyebut pembicaraan terus berlangsung dan peluang kepindahan sang bek ke Premier League semakin terbuka lebar.

Apabila kesepakatan tercapai dalam waktu dekat, maka Tomori akan mengakhiri perjalanannya bersama AC Milan setelah menjadi salah satu sosok penting di era kebangkitan Rossoneri. Sementara itu, Newcastle berpotensi mendapatkan tambahan kualitas di lini pertahanan untuk menghadapi tantangan besar musim depan di kompetisi domestik maupun Eropa.

LARISBOLA – Kekalahan Inggris dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Thomas Tuchel. The Three Lions gagal menjaga keunggulan dan akhirnya menyerah 1-2, sehingga impian tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1966 kembali tertunda.

Hasil tersebut membuat Tuchel menjadi sasaran kritik, terutama terkait keputusan pergantian pemain pada fase akhir pertandingan. Setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul, Argentina mampu membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Meski tekanan publik meningkat, posisi Tuchel sebagai pelatih kepala ternyata tidak berada dalam ancaman. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) justru memastikan tetap memberikan kepercayaan kepada pelatih asal Jerman tersebut.

Dukungan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pelatih setelah Piala Dunia 2026. Tuchel diproyeksikan tetap memimpin Inggris dalam persiapan menuju Euro 2028 yang akan digelar di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia.

FA Tetap Percaya kepada Thomas Tuchel

Thomas Tuchel datang ke Inggris pada Januari 2025 dengan target utama membawa The Three Lions meraih gelar juara Piala Dunia. Sebulan kemudian, tepatnya pada Februari, ia menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun.

Meski gagal memenuhi target tersebut, FA tetap menilai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sebagai pencapaian yang layak diapresiasi. Inggris berhasil menembus empat besar setelah melewati serangkaian pertandingan yang tidak mudah sepanjang turnamen.

Dukungan kepada Tuchel juga datang langsung dari Chief Executive FA, Mark Bullingham. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa federasi masih percaya terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangun bersama mantan pelatih Chelsea itu.

Tuchel pun memastikan dirinya akan tetap melanjutkan pekerjaannya bersama Inggris. Fokus berikutnya adalah membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi Euro 2028 di hadapan publik sendiri.

“Kami akan melanjutkan kontrak hingga Euro di kandang sendiri,” kata Tuchel dikutip dari BBC Sport.

Euro 2028 Jadi Target Baru The Three Lions

Kegagalan di semifinal memang menjadi pukulan bagi Inggris. Namun, Tuchel menilai pencapaian hingga empat besar tetap menunjukkan bahwa timnya mampu bersaing dengan negara-negara terbaik dunia.

Dengan dukungan penuh dari FA, pelatih 52 tahun kini memiliki waktu lebih panjang untuk menyempurnakan proyeknya. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk melakukan regenerasi sekaligus membangun fondasi tim menuju Euro 2028.

“Saya menantikan itu meskipun saat ini sulit untuk melihat sejauh itu. Banyak negara sepak bola besar tersingkir sebelum semifinal, jadi itu adalah sebuah pencapaian,” kata Tuchel.

“Tidak ada yang ingin mendengar itu saat ini; saya juga tidak, karena kami menuntut yang terbaik dari diri kami sendiri. Itulah sifat dari persaingan,” ucap mantan manajer Chelsea.

Penyerang Manchester City, Erling Haaland, kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah tampil impresif bersama Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026.

Popularitas bomber berusia 23 tahun itu semakin meningkat usai sebuah video viral memperlihatkan seorang remaja perempuan di Amerika yang memiliki kemiripan wajah dengan Haaland.

Momen unik tersebut membuat nama sang striker semakin dikenal oleh publik Negeri Paman Sam.

Meningkatnya pamor Haaland di Amerika pun memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya mengikuti jejak sejumlah bintang Eropa yang memilih melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS).

Haaland Belum Memikirkan Hijrah ke MLS

Meski terus dikaitkan dengan kompetisi di Amerika Serikat (AS), Erling Haaland menegaskan bahwa dirinya belum pernah mempertimbangkan untuk bermain di MLS dalam waktu dekat.

Dalam wawancara yang dikutip talkSPORT, striker asal Norwegia itu mengaku memang beberapa kali mengunjungi Amerika untuk berlibur maupun menjalani tur pramusim. Namun, ia belum memiliki rencana meninggalkan sepak bola Eropa.

“Saya tidak pernah memikirkan itu. Saya baru dua kali ke sana,” kata Haaland.

Pernyataan tersebut sekaligus meredam spekulasi yang berkembang setelah popularitasnya terus meningkat di Amerika.

Masih Ingin Bersinar Bersama Manchester City

Erling Haaland menegaskan fokus utamanya saat ini adalah terus bermain di level tertinggi bersama Manchester City.

Menurutnya, usia yang masih 23 tahun membuatnya merasa belum saatnya memikirkan kompetisi seperti MLS, yang selama ini sering menjadi tujuan para pemain Eropa pada penghujung karier mereka.

“Saya masih muda. Banyak pemain pindah ke MLS untuk bermain di sana, tetapi saya bermain untuk Manchester City. Saya baru saja berada di sini,” ujar Haaland.

Ucapan itu memperlihatkan komitmennya untuk terus berkembang bersama klub Premier League tersebut.

Kontrak Panjang Bikin Masa Depan Haaland Tetap di Eropa

Peluang Haaland pindah ke Amerika Serikat dalam waktu dekat memang terlihat kecil. Selain masih berada di usia emas sebagai pesepak bola, ia juga masih terikat kontrak jangka panjang bersama Manchester City.

Meski tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti bermain di MLS, Haaland saat ini memilih memusatkan perhatian untuk meraih prestasi bersama The Citizens.

Dengan perkembangan pesat sepak bola di Amerika Serikat, MLS memang berpotensi menjadi destinasi menarik bagi para pemain top dunia di masa depan.

Namun, untuk saat ini, Haaland menegaskan bahwa seluruh fokusnya masih tertuju pada kariernya bersama Manchester City di kompetisi Eropa.

Bikin Fans Kecewa! Gelandang Incaran Manchester United Lebih Pilih Klub EPL Lain

BolaIndonesia – Manchester United harus menerima kenyataan pahit di bursa transfer musim panas 2026. Setelah berbulan-bulan dikaitkan dengan salah satu gelandang terbaik yang tampil impresif musim lalu, Setan Merah justru harus melihat target utamanya memilih bergabung dengan klub Premier League lain.

Keputusan tersebut menjadi pukulan telak bagi manajemen United yang sebelumnya diyakini telah melakukan pendekatan intensif. Namun, sang pemain akhirnya lebih tertarik menerima proyek yang ditawarkan rival sesama klub Liga Inggris.

Kegagalan ini membuat Manchester United kembali harus memutar otak untuk mencari alternatif sebelum jendela transfer ditutup.

Manchester United Sudah Lama Memantau

Manchester United memang sedang berburu gelandang baru demi memperkuat lini tengah mereka. Kehadiran pemain baru dianggap menjadi prioritas setelah performa sektor tersebut dinilai belum cukup konsisten sepanjang musim lalu.

Tim pencari bakat United bahkan sudah memantau perkembangan sang pemain sejak pertengahan musim 2025-26. Penampilannya yang stabil, kemampuan menjaga tempo permainan, serta visi mengalirkan bola membuatnya masuk dalam daftar prioritas.

Pelatih Manchester United juga dikabarkan telah memberikan lampu hijau agar klub segera menuntaskan transfer tersebut sebelum klub-klub lain ikut masuk dalam perburuan.

Sayangnya, proses negosiasi berjalan lebih lambat dari perkiraan. Situasi itu dimanfaatkan klub Premier League lain yang datang dengan proposal lebih menarik.

Tawaran Rival Dinilai Lebih Menjanjikan

Laporan dari berbagai media Inggris menyebutkan bahwa klub rival menawarkan proyek olahraga yang lebih jelas, termasuk jaminan menit bermain reguler dan peran penting dalam skuad utama.

Selain itu, klub tersebut juga bergerak lebih cepat dalam menyelesaikan negosiasi dengan pihak pemain maupun klub asalnya.

Faktor kepastian masa depan menjadi alasan utama sang gelandang mengambil keputusan. Ia ingin bergabung dengan tim yang mampu memberinya kesempatan berkembang sekaligus bersaing di papan atas Premier League.

Meski Manchester United memiliki nama besar, proyek yang ditawarkan rival dianggap lebih sesuai dengan ambisi sang pemain saat ini.

MU Harus Bergerak Cepat

Kegagalan mendapatkan target utama membuat Manchester United kini harus segera mengalihkan fokus kepada beberapa nama lain yang sudah masuk daftar incaran.

Manajemen tidak ingin mengulang kesalahan dengan terlalu lama menunggu negosiasi yang belum tentu berakhir positif.

Beberapa gelandang muda dari Liga Prancis, Bundesliga, hingga Serie A dikabarkan masuk radar klub. Selain itu, opsi pemain berpengalaman yang kontraknya hampir habis juga mulai dipertimbangkan.

Langkah cepat sangat diperlukan mengingat persaingan di bursa transfer semakin ketat dan harga pemain terus mengalami kenaikan menjelang penutupan jendela transfer.

Ruben Amorim Butuh Tambahan Tenaga

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, diyakini masih membutuhkan tambahan pemain di sektor tengah agar filosofi permainannya bisa berjalan maksimal.

Sistem yang mengandalkan penguasaan bola serta transisi cepat membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi dan kemampuan membaca permainan.

Tanpa tambahan kualitas di lini tengah, United dikhawatirkan akan kembali kesulitan bersaing dengan para pesaing utama di Premier League maupun kompetisi Eropa.

Karena itu, manajemen klub diperkirakan akan mempercepat negosiasi dengan target-target alternatif dalam beberapa hari ke depan.

Bursa Transfer Masih Panjang

Meski gagal mengamankan salah satu target utama, Manchester United sebenarnya masih memiliki waktu untuk memperbaiki situasi. Bursa transfer musim panas masih menyisakan beberapa pekan, sehingga peluang mendatangkan pemain baru tetap terbuka.

Namun, pengalaman kali ini menjadi pelajaran bahwa kecepatan mengambil keputusan sangat menentukan keberhasilan sebuah transfer. Klub-klub pesaing kini semakin agresif bergerak begitu pemain incaran tersedia di pasar.

Para pendukung Manchester United tentu berharap kegagalan ini tidak mengganggu rencana besar klub membangun skuad yang lebih kompetitif. Dengan kebutuhan yang masih cukup banyak, Setan Merah dituntut bergerak lebih efektif agar tidak kembali kehilangan target kepada rival langsung di Premier League.

Kini, sorotan tertuju pada langkah berikutnya dari Manchester United. Apakah mereka mampu menemukan pengganti yang sepadan, atau justru kembali mengalami kekecewaan di bursa transfer musim panas? Jawabannya akan segera terlihat dalam beberapa pekan mendatang.

Manchester United kembali merampungkan perekrutan pemain pada pekan ini. Setelah mengamankan tiga wajah baru, Setan Merah juga menyelesaikan transfer lain yang tidak banyak mendapat sorotan, seperti dilaporkan Manchester Evening News.

MU sempat membutuhkan waktu hampir satu bulan sejak dibukanya bursa transfer musim panas untuk menuntaskan transfer pertama. Namun, dalam sepekan terakhir, sejumlah kesepakatan berhasil diselesaikan secara beruntun.

Sebelumnya, Setan Merah hampir mendapatkan gelandang Atalanta, Ederson. Meski sudah mencapai kesepakatan biaya transfer dengan klub Serie A tersebut, proses kepindahannya batal terlaksana karena muncul kekhawatiran terkait hasil tes medis sang pemain.

Setelah itu, MU langsung mengalihkan fokus ke target lain di lini tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro setelah kontraknya berakhir, sekaligus menyusul cedera lutut serius yang dialami Manuel Ugarte saat membela Uruguay di Piala Dunia 2026.

Transfer Keempat

Pada akhir pekan lalu, MU berhasil merekrut Andrey Santos dan Youri Tielemans yang sama-sama memiliki pengalaman bermain di Premier League.

Nilai transfer keduanya mencapai total 85 juta paun, angka yang sama dengan biaya yang dikeluarkan Tottenham Hotspur untuk merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United.

Selain itu, MU mengamankan jasa kiper Karl Darlow dengan status bebas transfer.

Di balik perekrutan untuk tim utama, MU juga menyelesaikan transfer gelandang asal Kolombia, Cristian Orozco.

Menurut Manchester Evening News dilansir Give Me Sport, kesepakatan itu resmi dituntaskan pada Senin (13-7-2026) waktu setempat, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-18.

Orozco Resmi Gabung

Jurnalis transfer, Fabrizio Romano, sebelumnya mengungkapkan pada Oktober lalu bahwa MU telah menyepakati biaya transfer senilai satu juta dolar AS dengan Fortaleza untuk memboyong Orozco mulai musim panas 2026.

Kepindahan itu baru dapat diwujudkan setelah sang pemain genap berusia 18 tahun.

Orozco akan bergabung bersama skuad akademi Manchester United di Carrington. Ia juga berpeluang tampil dalam laga uji coba melawan TSV 1860 Munich dan FC Nurnberg di Jerman.

MU disebut akan memberikan waktu bagi Orozco untuk beradaptasi, termasuk mengikuti pelajaran bahasa Inggris.

Meski demikian, ia sudah mengenal beberapa pemain akademi setelah sempat berada di Carrington pada Desember lalu.

Bidik Tiga Pemain Lagi

Laporan Samuel Luckhurst menyebut MU belum berhenti bergerak di bursa transfer, meski telah merampungkan empat perekrutan pekan ini.

MU masih ingin mendatangkan seorang gelandang tengah menyusul cedera Ugarte. Sejumlah nama yang belakangan dikaitkan dengan Setan Merah, antara lain Manu Kone dari AS Roma, Eduardo Camavinga dari Real Madrid, serta Alex Scott dari Bournemouth.

Selain itu, MU ingin merekrut penyerang sayap kiri apabila Marcus Rashford meninggalkan Old Trafford. Nama Crysencio Summerville menjadi satu di antara yang paling sering disebut dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Give Me Sport melaporkan MU telah membuka pembicaraan antarklub dengan West Ham United terkait kemungkinan transfer pemain Timnas Belanda tersebut.

MU juga masih mengincar tambahan seorang penyerang. Langkah itu disebut berpotensi dipercepat apabila Joshua Zirkzee meninggalkan Old Trafford.

 KLIKBETS – Lionel Messi kembali menjadi sosok penting saat membawa Timnas Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026.

Dua assist yang ia ciptakan membantu Tim Tango bangkit dan mengalahkan Inggris pada laga semifinal, sekaligus mengamankan tiket ke partai puncak.

Usai pertandingan yang berlangsung di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB, Messi memuji mentalitas rekan-rekannya. Menurutnya, skuad Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan sepanjang pertandingan.

Dalam wawancara di lapangan bersama TyC Sports dan dikutip World Soccer Talk, Messi mengungkapkan besarnya makna laga tersebut bagi Argentina.

Saling Menguatkan

Messi menegaskan keyakinannya terhadap kualitas skuad Argentina sejak sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Ia merasa dirinya dan rekan satu tim memiliki kemampuan untuk bersaing hingga babak akhir turnamen.

“Rasanya luar biasa melihat semuanya berjalan seperti ini. Sejujurnya, sebelum Piala Dunia dimulai, saya sudah percaya kepada tim ini. Saya yakin kami bisa berada di empat besar dan berjuang sampai akhir. Saya tahu, dan kami semua tahu, apa yang mampu kami lakukan,” kata Messi.

Argentina sebelumnya harus melewati pertandingan yang menguras tenaga saat menyingkirkan Swiss melalui babak perpanjangan waktu. Meski kondisi fisik para pemain terkuras, Messi menilai timnya tetap mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi.

“Mungkin ada yang meragukan kami karena datang ke pertandingan ini dengan banyak pemain yang sudah berada di batas kemampuan mereka. Namun, ketika tim ini bersatu, kami saling menguatkan dan selalu menemukan tenaga tambahan untuk memberikan lebih banyak lagi,” ucap kapten Argentina tersebut.

Nikmatilah dan Serahkan kepada Tuhan

Di akhir wawancara, Messi menyampaikan pesan kepada para pendukung Argentina yang hadir di stadion maupun yang memberikan dukungan dari tanah air. Ia mengajak seluruh suporter menikmati keberhasilan Argentina melangkah ke final Piala Dunia, sekali lagi.

BOLADONESIA – Dick Advocaat masih punya hasrat tinggi untuk melatih timnas Curacao. pelatih berumur 78 tahun itu sangat membuka diri jika Asosiasi Sepak Bola Curacao (FFK) memberikan kontrak baru. Dia menegaskan, dirinya tak pernah mengatakan tidak dan masih punya keinginan tinggi untuk membawa Curacao terbang lebih tinggi lagi.

Advocaat adalah sosok yang membuat sejarah dengan meloloskan Curacao untuk kali pertama ke putaran final Piala Dunia. Pada Februari lalu, dia sempat mundur karena urusan keluarga yang penting. Namun, dia kembali didapuk sebagai pelatih menggantikan Fred Rutten sekitar sebulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir.

Sesuai kontraknya, kerja sama Dick Advocaat dengan FFK akan berakhir pada 31 Juli nanti. Mengenai hal itu, pelatih asal Belanda itu punya sikap jelas. “Saya tidak pernah mengatakan tidak di awal,” ujar dia seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Curacao.nu. “Namun, saya masih butuh sedikit waktu lagi untuk membuat putusan definitif (karena menunggu kepastian FFK soal staf teknis).”

Soal umurnya yang sudah senja, Advocaat menilai tak ada masalah. “Saya merasa sangat baik secara fisik. Jadi, itu sama sekali tak masalah. Saya masih punya antusiasme tinggi. Anda sudah lihat itu di Piala Dunia lalu,” kata pelatih yang juga pernah menangani timnas Belanda tersebut.

Komitmen Dick Advocaat

Lebih lanjut, Dick Advocaat mengungkapkan komitmen kuatnya untuk timnas Curacao. Dia memastikan tak ada opsi lain bagi dirinya seperti rumor yang beredar belakangan ini. Bagi dia, satu-satunya tim yang akan dilatih adalah Curacao. Di luar itu, tidak ada klub atau timnas lain yang ada dalam opsinya.

“Ada seseorang yang melakukan hal itu,” ucap Advocaat soal rumor di media sosial yang menyatakan dirinya terbuka menangani tim di Belanda. “Saya sama sekali tak tahu-menahu mengenai hal itu. Jika ada yang terjadi, itu hanya akan terjadi di Curacao. Jika tidak begitu, ya tidak sama sekali.”

Andai kembali tercapai kesepakatan baru, Advocaat antusias menatap kiprah Curacao di Piala Emas Concacaf dan perjuangan menuju Piala Dunia 2030. Dia yakin Leandro Bacuna dkk. bisa bicara banyak dengan melihat perkembangan belakangan ini. Termasuk di Piala Dunia meskipun selalu kalah pada 3 laga fase grup.

“Terlepas dari pertandingan pertama, saya pikir kami sudah tampil bagus. Anda tidak dapat meremehkan negara-negara yang jadi lawan kami. Ketika melihat kami mampu mengimbangi lawan pada pertandingan kedua dan ketiga, saya melihat hal yang sangat positif,” ujar pelatih yang jadi penasihat Feyenoord sebelum kembali ke Curacao itu.

Terungkap! Pelatih Mesir Jelaskan Arti Tanda ‘X’ dan Insiden dengan Lionel Messi

BolaIndonesia – Atmosfer panas mewarnai duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir. Meski The Pharaohs harus mengakhiri perjalanan setelah kalah tipis 2-3 dari sang juara bertahan, sorotan justru tertuju pada insiden yang melibatkan pelatih Mesir dengan kapten Argentina, Lionel Messi.

Beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan, kamera televisi menangkap momen adu mulut antara keduanya. Rekaman tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai penyebab perselisihan tersebut.

Kini, pelatih Mesir akhirnya buka suara. Ia menjelaskan makna dari gestur berbentuk huruf “X” yang sempat ia tunjukkan ke arah lapangan, sekaligus memberikan klarifikasi mengenai perdebatan singkat dengan Messi.

Tanda ‘X’ Bukan Sindiran untuk Lionel Messi

Dalam konferensi pers sehari setelah pertandingan, pelatih Mesir menegaskan bahwa gestur “X” sama sekali bukan ditujukan untuk mengejek Lionel Messi ataupun Argentina.

Menurutnya, tanda tersebut merupakan kode internal yang biasa digunakan staf pelatih Mesir untuk menginstruksikan perubahan sistem permainan ketika tim kehilangan penguasaan bola.

“Saya melihat banyak orang salah mengartikan gestur itu. Itu bukan pesan kepada Messi ataupun Argentina. Tanda ‘X’ adalah kode kami untuk mengubah bentuk pertahanan dan menghentikan ruang antarlini,” jelas sang pelatih.

Ia mengaku cukup terkejut ketika gestur tersebut kemudian menjadi bahan perdebatan di media sosial. Banyak pihak mengira dirinya sedang memberikan sindiran kepada Messi setelah beberapa keputusan wasit dianggap merugikan Mesir.

Padahal, menurutnya, kode tersebut telah digunakan sejak fase grup dan menjadi bagian dari komunikasi nonverbal antara staf pelatih dengan para pemain.

Mengapa Adu Mulut dengan Lionel Messi Terjadi?

Pelatih Mesir juga mengungkap penyebab adu argumen yang sempat terjadi dengan Lionel Messi seusai pertandingan.

Ia mengatakan situasi berlangsung dalam tensi yang sangat tinggi. Kedua tim baru saja menjalani pertandingan yang melelahkan dan penuh tekanan.

“Saya menghampiri area teknis sambil berbicara kepada ofisial. Messi mungkin mengira saya sedang mengomentari sesuatu tentang dirinya. Kami saling bertukar kata selama beberapa detik, tetapi semuanya selesai dengan cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada penghinaan ataupun tindakan yang melewati batas sportivitas.

Bahkan beberapa menit setelah suasana mereda, kedua pihak kembali berjabat tangan sebelum meninggalkan lapangan.

Lionel Messi Tetap Menunjukkan Jiwa Kepemimpinan

Di sisi lain, Lionel Messi kembali menjadi sosok penting bagi Argentina dalam pertandingan tersebut.

Kapten Albiceleste tampil sebagai motor serangan sekaligus memberikan ketenangan ketika Mesir beberapa kali mampu menyamakan kedudukan.

Selepas laga, Messi memilih tidak memperpanjang polemik yang berkembang.

Ia hanya mengatakan bahwa pertandingan sebesar babak gugur Piala Dunia memang selalu dipenuhi emosi dan ketegangan.

Bagi Messi, hal terpenting adalah kedua tim tetap menghormati satu sama lain setelah pertandingan berakhir.

Sikap tersebut mendapat banyak apresiasi karena dinilai menunjukkan kedewasaan seorang pemimpin di tengah tekanan kompetisi terbesar sepak bola dunia.

Mesir Tetap Pulang dengan Kepala Tegak

Walaupun tersingkir di babak 16 besar, performa Mesir sepanjang Piala Dunia 2026 mendapat banyak pujian.

Mereka mampu lolos dari fase grup yang berat sebelum memberikan perlawanan sengit kepada Argentina hingga menit-menit akhir.

Pelatih Mesir mengaku bangga terhadap perjuangan para pemainnya.

Menurutnya, pengalaman menghadapi tim sekelas Argentina akan menjadi modal penting bagi regenerasi sepak bola Mesir dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami memang kalah, tetapi kami menunjukkan karakter. Saya ingin publik mengingat perjuangan para pemain, bukan kontroversi setelah pertandingan,” katanya.

Fokus Argentina Beralih ke Babak Berikutnya

Sementara itu, Argentina berhasil mengamankan tiket ke perempat final dan menjaga peluang mempertahankan gelar Piala Dunia.

Pelatih Mesir pun menutup pembahasan mengenai insiden dengan Lionel Messi. Ia menegaskan tidak ada masalah pribadi di antara mereka dan berharap isu tersebut tidak terus dibesar-besarkan.

“Messi adalah pemain luar biasa. Kami sama-sama ingin menang sehingga emosi muncul sesaat. Setelah itu semua selesai. Saya menghormatinya sebagai legenda sepak bola,” tutupnya.

Dengan klarifikasi tersebut, polemik mengenai tanda “X” dan adu mulut dengan Lionel Messi tampaknya mulai menemukan titik terang. Kini perhatian publik kembali tertuju pada persaingan di lapangan, sementara Argentina melanjutkan langkah menuju perebutan gelar Piala Dunia 2026 dan Mesir pulang dengan kebanggaan atas perjuangan yang telah mereka tunjukkan.

LARISBOLA – Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Albiceleste bangkit dari ketertinggalan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia.

Laga berlangsung ketat sejak babak pertama dengan duel fisik yang mendominasi permainan. Kedua tim hanya menghasilkan total expected goals (xG) 0,08 hingga turun minum sehingga peluang bersih nyaris tidak terlihat.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul. Argentina merespons lewat tembakan spektakuler Enzo Fernandez sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa injury time berkat umpan Lionel Messi.

Kemenangan tersebut membawa Argentina ke final menghadapi Spanyol di New York/New Jersey Stadium. Berikut rapor para pemain Albiceleste berdasarkan performa mereka sepanjang pertandingan.

Kiper dan Lini Belakang Argentina

Emiliano Martinez memperoleh nilai 6 setelah menjalani babak pertama yang relatif tenang. Ia hanya kebobolan satu gol dari penyelesaian Anthony Gordon dan tidak banyak mendapat ancaman lain sepanjang laga.

Di lini belakang, Nicolas Tagliafico meraih nilai 6 meski sempat kesulitan menghadapi Morgan Rogers. Penampilannya membaik setelah Argentina tertinggal dan lebih sering membantu serangan.

Lisandro Martinez juga mendapat nilai 6 berkat beberapa intersep penting serta agresivitasnya membatasi ruang Harry Kane. Namun, bek Manchester United itu menerima kartu kuning setelah menghentikan serangan balik Inggris.

Cristian Romero memperoleh nilai 6 karena tampil solid dalam duel satu lawan satu. Bek tengah Tottenham itu juga bermain dengan intensitas tinggi meski harus menerima kartu kuning.

Nahuel Molina menjadi pemain dengan nilai terendah, yakni 3. Ia gagal mengawal Anthony Gordon pada proses gol Inggris dan beberapa kali kehilangan momentum saat membantu serangan.

Lini Tengah Argentina

Enzo Fernandez menjadi motor kebangkitan Argentina dengan nilai 8. Gelandang Chelsea itu mencetak gol penyama lewat tembakan jarak jauh yang tidak mampu dijangkau Jordan Pickford.

Alexis Mac Allister meraih nilai 7 setelah tampil tenang mengatur ritme permainan. Ia juga dua kali membentur tiang gawang sehingga nyaris mencatatkan namanya di papan skor.

Leandro Paredes mendapat nilai 5 usai menjalankan peran sebagai jangkar lini tengah. Ia tampil agresif menghadapi Jude Bellingham, tetapi pengaruhnya belum terlalu besar sebelum akhirnya ditarik keluar.

Giuliano Simeone juga memperoleh nilai 5. Kerja kerasnya dalam menekan pertahanan Inggris cukup terlihat, tapi kontribusinya di lini depan masih terbatas.

Julian Alvarez menerima nilai 6 setelah menjadi pencipta peluang terbaik Argentina pada awal babak kedua. Pergerakannya cukup merepotkan pertahanan Inggris walau gagal mencetak gol.

Lionel Messi menjadi pemain terbaik dengan nilai 9. Dua assist yang ia berikan kepada Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi pembeda, ditambah kemampuannya mengendalikan tempo permainan saat Argentina membutuhkan inspirasi.

Pemain Pengganti Argentina

Nico Gonzalez memperoleh nilai 6 berkat pergerakan tanpa bola yang membuka ruang di kotak penalti Inggris. Kehadirannya menambah ancaman melalui bola-bola udara.

Rodrigo De Paul juga meraih nilai 6 setelah langsung memberi dampak lewat umpan silang yang hampir berbuah gol Alexis Mac Allister. Energinya membantu Argentina menjaga tekanan hingga akhir laga.

Nicolas Otamendi mendapat nilai 6 meski tidak terlalu banyak menghadapi ancaman. Gonzalo Montiel juga meraih nilai 6 karena membantu memperlebar permainan di sisi lapangan.

Lautaro Martinez tidak mendapatkan nilai karena masuk pada menit ke-81. Meski demikian, penyerang Inter Milan itu menjadi pahlawan kemenangan lewat sundulan pada menit 90+2.

Rangkuman Rating Pemain Argentina

  • Emiliano Martinez: 6
  • Nicolas Tagliafico: 6
  • Lisandro Martinez: 6
  • Cristian Romero: 6
  • Nahuel Molina: 3
  • Enzo Fernandez: 8
  • Alexis Mac Allister: 7
  • Leandro Paredes: 5
  • Giuliano Simeone: 5
  • Julian Alvarez: 6
  • Lionel Messi: 9
  • Nico Gonzalez: 6
  • Rodrigo De Paul: 6
  • Nicolas Otamendi: 6
  • Gonzalo Montiel: 6
  • Lautaro Martinez: Tidak mendapat rating (masuk menit ke-81, tetapi mencetak gol kemenangan).

Idnews.top – Polemik yang muncul setelah laga Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Hossam Hassan. Pelatih Mesir itu mengungkap makna di balik gestur ‘X’ yang sempat memicu berbagai spekulasi usai pertandingan.

Momen tersebut terjadi pada menit ke-98 ketika Hassan menyilangkan kedua tangannya ke arah wasit Francois Letexier. Isyarat itu menjadi sorotan karena dalam beberapa kesempatan sebelumnya, gestur ‘X’ identik dengan laporan dugaan tindakan rasis di lapangan.

Situasi pertandingan memang berlangsung dalam tensi tinggi. Mesir yang sempat unggul 2-0 harus menerima kenyataan tersingkir setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 3-2 melalui gol Cristiano Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez dalam rentang 13 menit.

Kontroversi keputusan wasit turut memperkeruh suasana. Mesir memprotes pembatalan gol Mostafa Ziko serta menilai terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah dalam proses gol kemenangan yang dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-93.

Hossam Hassan Tegaskan Gestur ‘X’ Bukan Terkait Isu Rasisme

Lebih dari sepekan setelah pertandingan berakhir, Hossam Hassan akhirnya memberikan klarifikasi mengenai aksi yang dilakukannya di pinggir lapangan. Ia menegaskan bahwa gestur tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan dugaan tindakan rasis.

Menurut Hassan, isyarat itu merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya merugikan Mesir. Ia merasa beberapa keputusan penting sepanjang pertandingan tidak berpihak kepada timnya.

Ketegangan di bangku cadangan Mesir memang sempat meningkat setelah serangkaian keputusan kontroversial. Bahkan, tayangan pertandingan memperlihatkan saudara kembar Hossam Hassan yang juga menjadi asistennya, Ibrahim Hassan, sempat menurunkan tangan sang pelatih setelah gestur tersebut dilakukan.

“Isyarat itu bukan rasis. Saya memberi tahu , ‘Anda tidak adil’. datang kepada saya dan berkata, ‘Mengapa? Mengapa? Mengapa?’ Dan saya tidak tahu apa lagi,” ucap Hossam Hassan pada The Sun.

Hossam Hassan Ungkap Momen Adu Argumen dengan Lionel Messi

Selain menjelaskan maksud gestur tersebut, Hossam Hassan juga mengungkap adanya interaksi langsung dengan Lionel Messi seusai insiden itu. Menurutnya, kapten Argentina menghampiri dirinya dan mempertanyakan alasan di balik protes yang dilakukan kepada wasit.

Meski sempat terjadi adu argumen singkat, pelatih berusia 59 tahun itu mengaku memilih tidak memperpanjang perdebatan. Ia tetap menaruh rasa hormat kepada Messi sebagai salah satu pesepak bola terbaik dalam sejarah.

“Itu adalah salah satu dari sedikit momen ketika Messi terlibat adu mulut selama pertandingan. Dan dia akhirnya menangis karena sedang mengalami masa sulit secara emosional,” kata Hossam Hassan.

“Kami adalah tim yang sangat tangguh dan kami menempatkan mereka dalam posisi yang sulit. Saya mencoba untuk tidak menanggapinya dan menghindari gesekan verbal di antara kami, sebagai bentuk penghormatan terhadap kariernya,” tegasnya.