28 Oktober 2026

Bulan: Juli 2026

LARISBOLA – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan sang juara bertahan Timnas Argentina dan juara Euro 2024, Timnas Spanyol. Kedua tim akan bertarung di New York New Jersey Stadium pada hari Senin (20/7/2026) dini hari Pkl 02.00 WIB.

Final Piala Dunia 2026 ini memang bisa dikatakan final yang ideal. Pasalnya baik Spanyol dan Argentina sejak awal turnamen sudah dijagokan jadi kandidat juara dan kedua tim berhasil mencapai partai puncak dari turnamen empat tahunan ini.

Kedua tim sama-sama punya misi besar di final Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol mendambakan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, di mana mereka baru menjuarai Piala Dunia di tahun 2010 silam. Di sisi lain, Timnas Argentina mengincar trofi keempat mereka, di mana mereka juga mengejar rekor Italia dan Brasil sebagai negara yang mampu memenangkan gelar Piala Dunia back to back.

Perjalanan Spanyol hingga partai final Piala Dunia 2026 ini cukup mulus. Sempat ditahan imbang Cape Verde, La Furia Roja memenangkan semua pertandingan hingga babak semifinal, di mana mereka menyingkirkan beberapa tim top seperti Belgia, Portugal dan Prancis untuk mencapai final. Lebih mengesankan lagi, Spanyol baru kebobolan satu gol saja di Piala Dunia 2026 ini, sehingga lini serang Argentina benar-benar akan diuji di laga ini.

Di sisi lain, perjalanan Argentina relatif kurang mulus menuju partai final. La Albiceleste bebrapa kali berada dalam posisi yang sulit, namun mereka menunjukkan mentalitas juara yang kuat di mana mereka beberapa kali meraih comeback seperti yang terjadi di semifinal melawan Inggris. Mentalitas ini jadi modal berharga La Albiceleste di partai puncak nanti.

Kondisi Spanyol jelang partai final ini juga cukup apik. Lamine Yamal dan Pedro Porro yang dikabarkan mengalami masalah melawan Prancis dipastikan sudah fit untuk bermain. Di sisi lain, Argentina juga tidak mengalami masalah cedera berarti di tim mereka. Sehingga baik Spanyol maupun Argentina sama-sama bisa menurunkan tim terbaik mereka di final Piala Dunia 2026 ini.

Siapa yang akan dinobatkan jadi juara Dunia di New York New Jersey Stadium nanti?

Prakiraan Susunan Pemain Spanyol vs Argentina

Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Porro; Ruiz, Rodri; Baena, Olmo, Yamal; Oyarzabal

Pelatih: Luis De La Fuente

Argentina (4-1-4-1): E.Martinez; Tagliafico, L.Martinez, Romero, Molina; Paredes; Alvarez, Fernandez, Mac Allister, Simeone; Messi

Pelatih: Lionel Scaloni

Statistik Pertandingan

Head to Head

  • 28/03/18 Spanyol 6-1 Argentina (Uji Coba)
  • 08/09/10 Argentina 4-1 Spanyol (Uji Coba)
  • 15/11/09 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
  • 12/10/06 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)
  • 17/11/99 Spanyol 0-2 Argentina (Uji Coba)

5 Pertandingan Terakhir Spanyol (M-M-M-M-M)

  • 15/07/26 Prancis 0-2 Spanyol (PD 2026)
  • 11/07/26 Spanyol 2-1 Belgia (PD 2026)
  • 07/07/26 Portugal 0-1 Spanyol (PD 2026)
  • 03/07/26 Spanyol 3-0 Austria (PD 2026)
  • 27/06/26 Uruguay 0-1 Spanyol (PD 2026)

5 Pertandingan Terakhir Argentina (M-M-M-M-M)

  • 16/07/26 Inggris 1-2 Argentina (PD 2026)
  • 12/06/26 Argentina 3-1 Swiss (PD 2026)
  • 07/07/26 Argentina 3-2 Mesir (PD 2026)
  • 04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (PD 2026)
  • 28/06/26 Yordania 1-3 Argentina (PD 2026)

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina ini dipastikan bakal berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ciamik sejak fase grup dan keduanya memang layak berada di partai puncak.

Secara performa, Spanyol tampil lebih konsisten dan meyakinkan ketimbang Argentina sejak awal turnamen. Namun Argentina membuktikan bahwa mereka punya mental juara dan pantang menyerah dan aspek itu bakal jadi pembeda di partai final nanti.

Mempertimbangkan semua aspek yang ada, Redaksi Bola.net memprediksi laga ini akan dimenangkan Spanyol dengan skor 2-1. Bagaimana dengan prediksi kalian, Bolaneters?

Jadwal Siaran Langsung Spanyol vs Argentina

Head to Head Perancis vs Inggris Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Perancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami. Meski gagal melaju ke partai final, pertandingan ini tetap memiliki nilai prestisius karena menjadi kesempatan terakhir kedua tim untuk menutup turnamen dengan kemenangan.

Les Bleus datang ke laga ini setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2 di babak semifinal. Sementara itu, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 1-2 sehingga kembali gagal menembus final Piala Dunia. Kedua negara dipastikan tampil habis-habisan demi membawa pulang medali perunggu sekaligus mengakhiri turnamen dengan catatan positif.

Selain gengsi, pertandingan ini juga menjadi sorotan karena bisa menjadi laga perpisahan yang manis bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Perancis. Di sisi lain, Thomas Tuchel tentu ingin membuktikan bahwa Inggris tetap mampu bersaing di level tertinggi dunia meski gagal mencapai partai puncak.

Head to Head Perancis Vs Inggris

Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Inggris masih unggul secara keseluruhan. Dari 32 pertandingan di berbagai ajang, Three Lions mengoleksi 17 kemenangan, sedangkan Perancis meraih 10 kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir imbang.

Sementara itu, dalam sejarah Piala Dunia, kedua tim telah bertemu sebanyak tiga kali.

Rekor Pertemuan di Piala Dunia

  • Inggris 2-0 Perancis (Piala Dunia 1966)
  • Inggris 3-1 Perancis (Piala Dunia 1982)
  • Perancis 2-1 Inggris (Perempat Final Piala Dunia 2022)

Kemenangan Perancis pada edisi 2022 menjadi modal psikologis penting karena mereka mampu menghentikan langkah Inggris menuju semifinal. Namun, secara keseluruhan Inggris masih memegang keunggulan dalam rekor pertemuan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim

Perancis

  • Perancis 0-2 Spanyol
  • Perancis 2-0 Maroko
  • Paraguay 0-1 Perancis
  • Perancis 3-0 Swedia
  • Norwegia 1-4 Perancis

Les Bleus tetap menunjukkan produktivitas tinggi sepanjang turnamen. Sebelum dihentikan Spanyol di semifinal, mereka berhasil mencetak 10 gol dalam empat pertandingan terakhir.

Inggris

  • Inggris 1-2 Argentina
  • Norwegia 1-2 Inggris
  • Meksiko 2-3 Inggris
  • Inggris 2-1 RD Kongo
  • Panama 0-2 Inggris

Inggris juga tampil impresif hingga semifinal. Namun, kelemahan di sektor pertahanan mulai terlihat karena mereka kesulitan menjaga clean sheet saat memasuki fase gugur.

Mbappe dan Kane Jadi Pusat Perhatian

Laga ini juga menjadi ajang perebutan penghargaan individu. Kylian Mbappe masih berpeluang merebut Golden Boot setelah mengoleksi delapan gol, bersaing ketat dengan Lionel Messi. Sementara Harry Kane dan Jude Bellingham yang sama-sama mengemas enam gol masih memiliki peluang meski lebih kecil.

Di lini tengah, duel antara Jude Bellingham melawan Aurélien Tchouaméni diprediksi menjadi salah satu kunci pertandingan. Kedua pemain dikenal memiliki kemampuan menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu serangan.

Statistik Menarik Jelang Kick-off

Ada sejumlah fakta menarik yang membuat duel ini layak dinantikan.

  • Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan sepanjang sejarah.
  • Perancis memenangi pertemuan terakhir di Piala Dunia.
  • Kedua tim sama-sama gagal mencatat clean sheet pada semifinal.
  • Mbappe berpeluang mengamankan Golden Boot jika kembali mencetak gol.
  • Inggris berambisi mengakhiri penantian panjang finis di tiga besar Piala Dunia, sedangkan Perancis ingin menambah koleksi medali perunggu mereka.

Siapa Lebih Difavoritkan?

Secara kualitas skuad, pertandingan diprediksi berlangsung sangat seimbang. Perancis memiliki lini depan yang lebih tajam dengan kecepatan Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise. Sementara Inggris mengandalkan kreativitas Jude Bellingham, ketajaman Harry Kane, dan kekuatan lini tengah bersama Declan Rice.

Pengalaman Deschamps dalam turnamen besar juga menjadi nilai tambah bagi Perancis. Namun, Inggris memiliki motivasi besar untuk mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan sekaligus memperbaiki rekor buruk pada laga perebutan tempat ketiga.

Dengan kualitas pemain kelas dunia di kedua kubu serta rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun, duel Perancis kontra Inggris dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di penghujung Piala Dunia 2026. Pertandingan ini bukan sekadar memperebutkan posisi ketiga, tetapi juga menjadi pertarungan harga diri dua kekuatan besar sepak bola Eropa yang sama-sama ingin pulang dengan kepala tegak.

Prancis dan Inggris akan berhadapan dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB. Kedua tim sama-sama gagal melaju ke final setelah tersingkir pada partai semifinal.

Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan The Three Lions kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina di Atlanta.

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, sebelumnya menyebut Spanyol sebagai tim favorit sebelum semifinal dimulai. Prediksi tersebut terbukti setelah La Roja memastikan tiket ke final berkat kemenangan 2-0 atas tim asuhannya.

Gol penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian Pedro Porro membawa Spanyol melangkah ke partai puncak. Pada pertandingan itu, lini serang Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe hanya mampu membukukan nilai expected goals sebesar 0,31.

Pada laga tersebut, Deschamps memecahkan rekor sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia. Meski begitu, pendekatan taktiknya menuai kritik, termasuk dari Mbappe seusai pertandingan.

Kini Deschamps berpeluang menutup kiprahnya bersama Prancis dengan medali perunggu. Les Bleus memburu medali perunggu ketiga dari empat penampilan di laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, yang terakhir kali mereka jalani pada edisi 1986.

Prancis pernah mengalahkan Belgia 4-2 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1986 dan menang 6-3 atas Jerman Barat pada edisi 1958. Sementara pada 1982, Les Bleus harus puas finis di posisi keempat setelah kalah dari Polandia.

Inggris Kembali Dihantui Kegagalan

Di kubu Inggris, Thomas Tuchel juga mendapat sorotan setelah The Three Lions gagal melaju ke final.

Inggris sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon saat menghadapi Argentina. Namun, Lionel Messi menyumbang dua assist yang membantu Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengantarkan Argentina ke final.

Kekalahan tersebut membuat Inggris kembali gagal menembus level tertinggi di Piala Dunia. The Three Lions kini tercatat selalu kalah dalam tujuh laga fase gugur Piala Dunia saat menghadapi tim yang berada di 10 besar peringkat dunia.

Inggris juga menjadi satu-satunya tim yang dua kali gagal lolos ke final Piala Dunia setelah sempat unggul lebih dulu pada semifinal di abad ke-21. Sebelumnya, situasi serupa terjadi ketika menghadapi Kroasia pada 2018.

Meski gagal mencapai final, Tuchel masih berpeluang membawa Inggris meraih pencapaian terbaik kedua dalam sejarah mereka di Piala Dunia.

Dalam dua kesempatan sebelumnya tampil pada perebutan peringkat ketiga, Inggris kalah 0-2 dari Belgia pada edisi 2018 dan 1-2 dari Italia pada 1990.

Namun, hasil positif atas Prancis tidak akan mudah diraih. Inggris hanya mampu memenangi satu dari sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus. Terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 2022, Inggris juga disingkirkan Prancis pada babak perempat final.

Prakiraan Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, T. Hernandez; Kone, Zaire Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps

Inggris (4-2-3-1): Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Rogers, Bellingham, Gordon; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel

Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa yang Angkat Trofi Dunia?

BolaIndonesia – Panggung terbesar sepak bola dunia akhirnya menghadirkan laga yang sudah lama dinantikan. Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina pada 20 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Pertandingan ini bukan hanya menjadi perebutan trofi paling bergengsi, tetapi juga simbol pertemuan dua generasi yang berbeda.

Spanyol datang sebagai tim dengan permainan kolektif terbaik sepanjang turnamen. Sementara itu, Argentina kembali membuktikan mental juaranya dengan perjalanan yang penuh karakter hingga mencapai partai puncak. Final ini diprediksi berlangsung sangat ketat karena kedua tim memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Jadwal final pada 20 Juli 2026 juga telah dikonfirmasi oleh berbagai laporan menjelang laga puncak.

Spanyol Tampil Paling Meyakinkan Sepanjang Turnamen

La Roja menjadi salah satu tim paling konsisten di Piala Dunia 2026. Mereka menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia hingga Prancis tanpa kehilangan identitas permainan.

Dominasi penguasaan bola, pressing tinggi, serta pergerakan cepat di lini depan membuat Spanyol menjadi tim yang paling sulit ditembus sepanjang fase gugur. Kehadiran pemain muda seperti Lamine Yamal memberi warna baru bagi permainan Spanyol, sementara para pemain senior mampu menjaga keseimbangan tim.

Pelatih Spanyol juga sukses membangun transisi yang sangat rapi dari bertahan ke menyerang. Tidak mengherankan jika banyak pengamat menjadikan La Roja sebagai favorit tipis menjelang partai final.

Argentina Masih Mengandalkan Mental Juara

Di sisi lain, Argentina kembali menunjukkan mengapa mereka selalu berbahaya di turnamen besar. Albiceleste tidak selalu tampil dominan, tetapi mereka memiliki kemampuan memenangkan pertandingan-pertandingan penting.

Keberhasilan menyingkirkan Inggris di semifinal memperlihatkan karakter luar biasa skuad asuhan Lionel Scaloni. Pengalaman para pemain senior dipadukan dengan energi pemain muda membuat Argentina tetap menjadi lawan yang sangat sulit dikalahkan.

Selain itu, kreativitas lini tengah serta efektivitas serangan balik menjadi senjata utama Argentina sepanjang turnamen. Tim Tango juga terbukti mampu bangkit ketika berada di bawah tekanan, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Duel Lini Tengah Akan Menentukan Hasil Akhir

Pertarungan sebenarnya diperkirakan terjadi di sektor tengah lapangan. Spanyol akan berusaha mengontrol tempo pertandingan melalui penguasaan bola, sedangkan Argentina kemungkinan memilih bermain lebih sabar sambil menunggu celah untuk melakukan serangan cepat.

Jika Spanyol berhasil memutus distribusi bola Argentina sejak awal, peluang mereka untuk mendominasi pertandingan akan semakin besar. Namun apabila Argentina mampu keluar dari tekanan dan memanfaatkan ruang kosong di belakang garis pertahanan Spanyol, pertandingan bisa berubah dalam sekejap.

Selain aspek taktik, faktor pengalaman juga diprediksi memainkan peranan penting. Final Piala Dunia sering kali ditentukan oleh kesalahan kecil maupun momen individual dari pemain bintang.

Adu Strategi Dua Pelatih

Laga ini juga menjadi pertarungan kecerdasan di pinggir lapangan. Kedua pelatih dikenal piawai membaca jalannya pertandingan dan tidak ragu melakukan perubahan taktik ketika situasi berubah.

Spanyol kemungkinan tetap menggunakan pendekatan menyerang sejak menit pertama untuk menguasai permainan. Sebaliknya, Argentina diperkirakan lebih fleksibel dengan kombinasi pertahanan rapat dan serangan balik cepat.

Pergantian pemain pada babak kedua bisa menjadi faktor penentu. Kedalaman skuad kedua negara relatif seimbang sehingga duel diprediksi berlangsung hingga menit-menit akhir.

Prediksi Skor Final Piala Dunia 2026

Di atas kertas, Spanyol memiliki permainan yang lebih stabil selama turnamen. Namun Argentina mempunyai pengalaman, mental juara, dan kemampuan mencetak gol pada momen-momen penting.

Laga diperkirakan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling menciptakan peluang. Spanyol mungkin akan lebih banyak menguasai bola, sedangkan Argentina mengandalkan efektivitas penyelesaian akhir.

Prediksi skor: Spanyol 2-1 Argentina.

Meski demikian, final seperti ini sangat sulit diprediksi. Satu kesalahan kecil, kartu merah, atau momen magis dari pemain bintang bisa mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Yang pasti, dunia sepak bola akan menyaksikan salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia. Pertemuan antara kekuatan kolektif Spanyol melawan mental juara Argentina menjanjikan duel penuh drama yang layak dinantikan hingga peluit panjang berbunyi.

Timnas Spanyol akan bertemu Argentina di partai final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, AS, Senin (20-7-2026) mulai pukul 02.00 WIB.

Tim berjuluk La Furia Roja menatap partai final kedua di Piala Dunia, setelah memenangkan Piala Dunia edisi 2010 di Afrika Selatan.

Spanyol dalam tren memukau selama Piala Dunia 2026. Mereka selalu menang sejak ditahan imbang tim debutan, Tanjung Verde, di fase grup.

Rodri dkk. menghajar Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) sebelum bertemu Argentina di final.

Tak hanya itu, Spanyol cuma kemasukan satu gol di Piala Dunia kali ini, saat dijebol pemain Belgia, Charles De Ketelaere di perempat final.

Serangkaian hasil dan performa menawan tersebut menjadikan tim Matador juga diunggulkan untuk bisa mengalahkan Argentina di partai puncak.

Berikut tiga alasan utama Spanyol pantas menjadi penantang serius Argentina dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.

Kolektivitas Tim

Tidak ada pemain Spanyol yang menyedot perhatian penggemar dan media sebesar Lamine Yamal. Pemain berusia 19 tahun ini punya andil mengantarkan Spanyol ke final Piala Dunia 2026.

Namun, pengaruhnya tidak sedominan peran Lionel Messi bagi Argentina, Harry Kane dan Jude Bellingham bagi Inggris, Erling Haaland bagi Norwegia, ataupun trio Prancis, yakni Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.

“Kami bertanding melawan salah satu tim nasional terbaik, tapi mereka harus menghadapi tim yang sesungguhnya. Kami adalah sebuah tim,” ujar Luis de la Fuente, pelatih Timnas Spanyol usai laga di semifinal.

Spanyol berhasil melaju ke final, meski Yamal hanya mencatatkan satu gol dan satu assist.

Sosok kunci dalam perjalanan menuju final ini justru ada pada Mikel Oyarzabal. Eksekusi penaltinya yang sukses saat melawan Prancis menjadi gol kelimanya di Piala Dunia 2026.

Padahal, penyerang Real Sociedad itu mungkin tidak akan masuk daftar sepuluh besar penyerang paling terkenal di dunia.

Begitu pula dengan Mikel Merino, supersub andalan tim Matador yang mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir saat melawan Portugal dan Belgia.

“Kami semua bekerja demi tujuan yang sama, bukan sekadar ambisi individu. Saya belum pernah merasakan kebersamaan dalam kelompok yang begitu luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan. Selama 47 hari bersama, kami tidak mengalami satu masalah pun,” ungkap de la Fuente.

Punya Pertahanan Kukuh

Hingga jelang laga final Piala Dunia 2026, Spanyol sejauh ini baru kebobolan satu gol.

Hasil imbang 0-0 pada laga pembuka melawan Tanjung Verde sempat menuai cemoohan. Namun, semua kini telah mengakui bahwa sang juara Eropa tersebut sedang menjalani turnamen dengan performa pertahanan yang luar biasa.

Hanya Belgia, di babak perempat final, yang berhasil memberikan tekanan kepada lini pertahanan Spanyol dalam beberapa kesempatan dan menjadi satu-satunya tim yang mampu mencetak gol ke gawang mereka.

Kiper Unai Simon mencatatkan rekor Piala Dunia dengan torehan 649 menit tanpa kebobolan, melampaui rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun dengan selisih yang cukup jauh.

Selain kehebatan kper Athletic Bilbao itu, di depannya juga ada peran Rodri sebagai jenderal lini tengah, dan Pau Cubarsi yang baru berusia 19 tahun, yang tidak membiarkan lawan menciptakan peluang di daerahnya.

Aura Juara Pelatih

Sejak mengambil alih jabatan pelatih pada Januari 2023, Luis de la Fuente telah memimpin 48 pertandingan internasional. Ia hanya menelan tiga kekalahan dan tidak satu pun terjadi di turnamen besar.

Sejak kekalahan 0–2 dari Skotlandia di kualifikasi Euro pada Maret 2023, Spanyol hanya kalah di final Nations League melawan Portugal musim panas tahun lalu, itu pun melalui adu penalti.

Dalam permainan terbuka, sang juara Eropa tetap tak terkalahkan selama lebih dari tiga tahun di bawah asuhan de la Fuente.

“Saya terus dibuat kagum oleh kemampuan tim ini. Kami terus berkembang, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya,” ujar de la Fuente.

“Ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah soal komitmen, bakat, pengorbanan, dan keinginan untuk menjadi versi diri kami yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

De la Fuente berperan besar dalam menanamkan pola pikir di timnya. Ia telah bekerja untuk Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) selama 13 tahun dan sebelumnya melatih banyak pemain timNAS saat ini di level usia muda. Ia menanamkan nilai-nilainya kepada mereka sejak mereka masih remaja.

Bersama Rodri dan Merino, misalnya, ia memenangkan Euro U-19 pada tahun 2015. Empat tahun kemudian, Oyarzabal dan Dani Olmo masuk susunan pemain utama saat tim U-21 Spanyol menjuarai kompetisi Eropa.

BolaIndonesia – Tanggal 17 Juli 2026 menjadi momen yang semakin memanaskan atmosfer Piala Dunia 2026. Setelah melalui perjalanan panjang sejak fase grup hingga semifinal, kini hanya tersisa dua tim terbaik dunia, yakni Spanyol dan Argentina, yang akan saling berhadapan di partai final. Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.

Laga ini diprediksi menjadi salah satu final paling menarik dalam sejarah Piala Dunia. Kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang turnamen dan diperkuat pemain-pemain kelas dunia yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan detik.

Spanyol Tampil Meyakinkan

Spanyol melaju ke final dengan performa yang impresif. Tim Matador menunjukkan permainan kolektif yang solid, penguasaan bola yang dominan, serta lini pertahanan yang disiplin.

Generasi muda Spanyol menjadi sorotan sepanjang turnamen. Permainan cepat dari lini tengah hingga lini depan membuat mereka mampu menyingkirkan lawan-lawan kuat dan memastikan tiket menuju partai puncak.

Meski demikian, menjelang final sempat muncul kabar bahwa salah satu pemain andalan menjalani latihan terpisah. Namun hingga kini tim pelatih masih optimistis seluruh pemain inti siap tampil saat laga final berlangsung.

Argentina Ingin Pertahankan Gelar

Di kubu Argentina, semangat mempertahankan gelar juara dunia menjadi motivasi terbesar. Tim Tango kembali menunjukkan mental juara dengan melewati laga-laga sulit sepanjang turnamen.

Kombinasi pemain senior dan generasi baru membuat Argentina tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya. Organisasi permainan yang rapi serta efektivitas serangan menjadi senjata utama mereka.

Jika berhasil menang di final nanti, Argentina akan kembali mencatat sejarah sebagai juara bertahan Piala Dunia.

Duel Bintang Dunia

Final nanti dipenuhi pemain berkualitas yang siap menjadi pembeda.

Beberapa nama yang diperkirakan menjadi sorotan antara lain:

  • Lamine Yamal (Spanyol)
  • Pedri (Spanyol)
  • Julián Álvarez (Argentina)
  • Enzo Fernández (Argentina)
  • Alexis Mac Allister (Argentina)

Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi kunci kemenangan. Siapa yang mampu menguasai permainan kemungkinan besar akan memiliki peluang lebih besar mengangkat trofi.

Hadiah Fantastis Menanti Sang Juara

Selain prestise sebagai juara dunia, pemenang final juga akan memperoleh hadiah terbesar dalam sejarah Piala Dunia. FIFA menyiapkan hadiah utama senilai 50 juta dolar AS bagi tim yang berhasil menjadi juara edisi 2026.

Nominal tersebut menunjukkan semakin besarnya nilai kompetisi sepak bola terbesar di dunia sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi kedua negara.

Prediksi Pertandingan

Di atas kertas, pertandingan berlangsung sangat seimbang.

Kelebihan Spanyol

  • Penguasaan bola sangat baik.
  • Regenerasi pemain berjalan sukses.
  • Serangan cepat dan efektif.

Kelebihan Argentina

  • Mental juara.
  • Pengalaman bermain di laga besar.
  • Penyelesaian akhir yang tajam.

Prediksi skor:
Spanyol 2-2 Argentina (Argentina menang melalui adu penalti).

Penutup

Final Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi pertandingan yang dinantikan jutaan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Spanyol berambisi mengakhiri penantian panjang meraih gelar dunia, sementara Argentina ingin mempertahankan mahkota juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

Dengan kualitas pemain, strategi pelatih, dan gengsi yang dipertaruhkan, laga ini diprediksi berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan. Dunia sepak bola kini tinggal menghitung hari untuk mengetahui siapa yang akan menjadi raja baru Piala Dunia 2026.

Davide Bartesaghi Tinggalkan AC Milan

BolaIndonesia – AC Milan dikabarkan akan segera melepas salah satu bek mudanya, Davide Bartesaghi, pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 20 tahun itu disebut tinggal selangkah lagi meninggalkan San Siro untuk memulai petualangan baru di kompetisi Inggris.

Menurut laporan dari sejumlah media Italia, proses negosiasi dengan klub peminat sudah memasuki tahap akhir. Meski belum ada pengumuman resmi dari pihak Rossoneri, sinyal perpisahan Bartesaghi semakin kuat setelah namanya tidak masuk dalam rencana utama pelatih untuk musim depan.

Bek kiri jebolan akademi Milan tersebut memang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di tim senior. Persaingan ketat di sektor pertahanan membuat peluangnya tampil sebagai starter sangat terbatas.

Klub Inggris Mulai Bergerak Cepat

Beberapa klub Championship dan tim papan bawah Premier League dikabarkan memantau situasi Bartesaghi sejak akhir musim lalu. Salah satu klub yang paling serius disebut telah mengajukan proposal peminjaman dengan opsi pembelian permanen.

Bagi Bartesaghi, pindah ke Inggris dianggap sebagai langkah ideal untuk mempercepat perkembangan kariernya. Gaya bermain sepak bola Inggris yang cepat dan fisik diyakini cocok dengan karakter permainannya yang agresif serta aktif membantu serangan dari sisi kiri.

Sumber internal Milan menyebutkan bahwa manajemen tidak ingin menghambat perkembangan sang pemain. Karena itu, opsi melepas Bartesaghi dengan status pinjaman lebih diprioritaskan dibanding mempertahankannya sebagai pelapis di bangku cadangan.

Sulit Menembus Tim Utama Rossoneri

Musim lalu Bartesaghi hanya tampil dalam beberapa pertandingan bersama tim senior AC Milan. Sebagian besar waktunya dihabiskan bersama tim Milan Futuro dan skuad Primavera.

Padahal, ia sempat digadang-gadang sebagai salah satu bek kiri muda terbaik yang dimiliki akademi Rossoneri. Kemampuannya dalam membaca permainan, melakukan overlap, dan mengirim umpan silang akurat membuatnya menarik perhatian sejak usia muda.

Namun, kehadiran pemain-pemain senior dengan pengalaman lebih matang membuat jalannya menuju tim utama tersendat. Milan kini juga dikabarkan sedang mencari tambahan bek kiri baru, sehingga peluang Bartesaghi semakin menipis.

Paolo Maldini Pernah Memuji Potensinya

Menariknya, Bartesaghi pernah mendapat pujian langsung dari legenda AC Milan, Paolo Maldini. Sang ikon klub menilai Bartesaghi memiliki kualitas teknik dan mentalitas yang baik untuk berkembang di level tertinggi.

Meski demikian, situasi sepak bola modern membuat banyak pemain muda harus mencari kesempatan bermain di tempat lain terlebih dahulu sebelum kembali bersaing di klub besar. Milan tampaknya mengambil pendekatan yang sama terhadap Bartesaghi.

Jika transfer ini benar-benar terwujud, Rossoneri kemungkinan akan menyertakan klausul buy-back atau persentase penjualan kembali untuk menjaga kendali atas masa depan sang pemain.

Pengumuman Resmi Tinggal Menunggu Waktu

Dengan negosiasi yang disebut berjalan positif, pengumuman resmi diperkirakan bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Bartesaghi pun berpotensi menjadi pemain Italia terbaru yang mencoba peruntungan di sepak bola Inggris pada musim 2026/2027.

Kepindahan ini mungkin bukan transfer besar dari sisi nilai, tetapi tetap menarik untuk diikuti. Banyak pengamat menilai Bartesaghi memiliki potensi berkembang pesat jika mendapatkan jam bermain yang konsisten.

Bagi AC Milan, keputusan melepas sang bek muda juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub dalam mengelola talenta akademi. Sementara bagi Davide Bartesaghi, ini bisa menjadi awal dari babak baru kariernya di negeri Ratu Elizabeth—dan mungkin jalan untuk kembali ke San Siro sebagai pemain yang lebih matang di masa depan.

BOLADONESIA – Tan Cheng Hoe mengaku pusing dalam mempersiapkan timnas Malaysia ke Piala ASEAN 2026. Pasalnya, dia menghadapi dua persoalan rumit yang justru sangat krusial bagi Harimau Malaya untuk bernicara banyak dan nerprestasi di ajang 2 tahunan tersebut.

Ditunjuk sebagai pelatih sementara sebagai pengganti Peter Cklamovski, Cheng Hoe ibarat ketiban pulung. Dia langsung dihadapkan dengan Piala ASEAN yang selama bertahun-tahun jadi masalah bagi Malaysia karena resistensi klub-klub untuk melepas pemain. Dalihnya, ajang ini tak masuk kalender FIFA.

Resistensi itu memunculkan dua masalah besar. Pertama, sudah tentu materi pemain yang seadanya karena para pemain andalan tak dilepas. Kedua, waktu persiapan yang mepet. Kali ini pun, timnas Malaysia hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani laga pertama fase grup.

“Jika dilihat, tantangan kali ini agak berbeda dengan 2018 karena kala itu saya punya waktu lebih panjang untuk membentuk skuad. Kali ini, situasinya berbeda karena kebanyakan pemain masih mentah pada level internasional,” urai Tan Cheng Hoe soal kendala yang dihadapinya seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Harian Metro.

Modal Tan Cheng Hoe

Meskipun demikian, Tan Cheng Hoe tak lantas pesimistis dan putus asa. Pelatih berumur 58 tahun itu menilai keberadaan pemain-pemain tanpa pengalaman di pentas internasional justru bisa jadi modal tersendiri bagi timnas Malaysia. Setidaknya, mereka punya semangat lebih besar untuk memperlihatkan kemampuan terbaik.

“Terlepas dari hal itu, saya melihat banyak pemain memiliki keinginan besar untuk mencapai sesuatu dalam kejuaraan kali ini. Tantangan terbesar adalah mencapai harmoni terbaik karena dalam sepak bola, kesepahaman dan semangat tim adalah hal terpenting untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Cheng Hoe.

Secara pribadi, Cheng Hoe juga punya modal tersendiri. Itu adalah pengalaman berkiprah di Piala ASEAN. Sempat menangani Malaysia dari 2017 hingga 2022, dia berkiprah di Piala ASEAN 2018 dan 2020 yang digelar pada 2021. Total, 12 laga dijalaninya dengan rekor 5 kali menang, 3 kali seri, dan 4 kali kalah.

Pada 2 kesempatan terdahulu itu, Cheng Hoe pun punya satu memori indah. Pada 2018, dia mampu membawa Malaysia ke final. Kala itu, mereka kalah agregat 2-3 dari Vietnam pada laga final. Sebelumnya, pada semifinal, Harimau Malaya menyingkirkan Thailand dengan menang agresivitas gol tandang dengan 2 kali imbang.

 KLIKBETS – Timnas Spanyol diterpa kabar yang bikin waswas jelang final Piala Dunia 2026. Bintang muda mereka, Lamine Yamal, absen dalam sesi latihan pada Kamis (16/7/2026).

Kabar ini memunculkan kekhawatiran terkait kondisi kebugarannya hanya beberapa hari sebelum menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026. 

La Furia Roja dijadwalkan menantang Argentina pada final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Namun, mereka berpotensi kehilangan satu di antara pemain kuncinya jika Yamal belum pulih tepat waktu.

Sepanjang Piala Dunia 2026, pemain Barcelona itu selalu tampil dalam setiap pertandingan Spanyol. Bahkan, ia bermain penuh di seluruh laga fase gugur dan telah menyumbang satu gol.

Akan tetapi, peluang Yamal tampil di final kini mulai dipertanyakan setelah ia tidak mengikuti sesi latihan tim. Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, pemain berusia 19 tahun itu terlihat mengenakan perban besar di paha kiri, beberapa hari setelah bermain penuh saat Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal.

Masalah Kebugaran Sejak Musim Lalu

Laporan Diario AS, seperti dikutip Standard, memperlihatkan Yamal hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih dari pinggir lapangan. Ia duduk di matras yoga sambil memegang foam roller dan sempat berbincang dengan pelatih Luis de la Fuente serta asistennya, Juan Jose Gonzalez.

Dalam video tersebut, Yamal juga beberapa kali tampak meringis ketika mengubah posisi duduknya, yang semakin memicu spekulasi mengenai kondisi cederanya.

Masalah kebugaran sebenarnya sudah menghantui Yamal sejak akhir musim lalu. Ia sempat beberapa kali menepi karena pubalgia atau cedera pada area selangkangan yang dikenal sulit disembuhkan.

Tak lama kemudian, Yamal juga mengalami cedera hamstring saat Barcelona menghadapi Celta Vigo pada akhir Mei. Cedera itulah yang dibawanya hingga ke Piala Dunia 2026 dan sempat membatasi penampilannya pada laga pembuka Spanyol melawan Tanjung Verde.

Tunggu Konfirmasi Pelatih

Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih disebut menjadi satu di antara penyebab performa Yamal di turnamen kali ini belum seimpresif biasanya. Meski begitu, Spanyol tetap mampu melangkah hingga final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada edisi 2010.

Pelatih Luis de la Fuente diperkirakan akan memberikan perkembangan terbaru mengenai kondisi Yamal dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Meski baru berusia 19 tahun, Yamal telah mengoleksi 32 penampilan dan tujuh gol bersama Timnas Spanyol. Ia juga menjadi sosok penting saat La Furia Roja menjuarai Euro 2024, termasuk menyumbang assist untuk gol Nico Williams pada kemenangan 2-1 atas Inggris di partai final.

Kini, publik Spanyol berharap Yamal kembali pulih tepat waktu agar bisa memainkan peran penting saat menghadapi Argentina dalam laga terbesar di Piala Dunia 2026.

BOLADONESIA – Kapten timnas Inggris, Harry Kane masih belum memutuskan apakah ini akan jadi Piala Dunia terakhirnya. Namun dia melihat Lionel Messi yang masih bisa bermain pada usia 39 tahun.

Inggris gagal lolos ke final Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Argentina dengan skor 1-2, menandakan mereka masih juga bisa belum lolos ke final sejak juara pada 1966.

Kane akan berusia 36 tahun saat Piala Dunia berikutnya tiba, dan mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya bersama Inggris.

“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” ucap Kane seperti dilansir IDNNEWS dari ESPN.

“Itulah yang paling saya sukai. Jelas empat tahun masih lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini tetapi itu tidak pernah berakhir dengan Leo (Messi) di sana, dia masih tampil di level tertinggi.

“Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini. Saya akan mengatasi situasi saat itu terjadi, tetapi untuk saat ini, ini hanya tentang memproses kekalahan yang berat.”

Harry Kane Bela Taktik Timnya

Hampir semua tokoh sampai media Inggris mengecam taktik The Three Lions yang justru bermain sangat bertahan sejak mencetak gol pada menit ke-55. Namun Kane membela permainan timnya.

“Ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen sebelumnya, menurut saya. Kami mengelola momentum permainan dengan sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan unggul,” ujar Kane.

“Dan kemudian karena satu dan lain hal, kami kesulitan menguasai bola, kami kesulitan memberikan tekanan pada bola dan itu memungkinkan mereka untuk menciptakan momentum lebih besar dan menciptakan lebih banyak serangan bagi mereka di sepertiga akhir lapangan kami.

“Merupakan pola pikir yang wajar untuk mencoba bertahan dan mempertahankan keunggulan satu gol, tetapi Anda tahu, masih ada 20 menit lagi, jadi akan ada cukup waktu (bagi Argentina untuk mencetak gol).

“Kami harus menonton ulang pertandingan dan mencari tahu persis bagaimana kami dapat meningkatkan diri dalam situasi tersebut, tetapi mungkin itulah bagian yang hilang selama empat turnamen terakhir.”