28 Oktober 2026

MISIQQ

BOLADONESIA – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel tak menyesal dengan pemilihan taktiknya pasca dikalahkan Argentina 1-2 (16/7/26). Dia bahkan menyebut Inggris mungkin memainkan performa terbaiknya di laga ini.

Inggris terlihat akan melaju ke babak final Piala Dunia 2026 setelah Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55. Namun Tuchel memutuskan untuk bermain parkir bis dengan memasukkan dua bek tengah Dan Burn dan Ezri Konsa.

Dan Argentina berhasil melakukan comeback lewat Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2. Tuchel ditanya apakah dia menyesali keputusannya.

“Saat ini tidak ada penyesalan. Tim telah memberikan segalanya dan kami sangat, sangat dekat. Kami pantas unggul 1-0. Kami memainkan salah satu pertandingan terbaik kami, mungkin pertandingan terbaik kami dalam keadaan seperti ini. Tim berada di puncak, kami tidak bisa menyelesaikannya,” ucapnya seperti dilansir IDNEWS dari The Guardian.

“Yang merugikan kami hari ini adalah kurangnya aktivitas kami dalam struktur permainan apa pun. Saya mengerti diskusi-diskusi ini ada di luar sana dan tentu saja jutaan pelatih setelah pertandingan lebih mengetahuinya.

“Anda bisa mendiskusikan ini dengan jutaan pelatih. Saya harus membuat keputusan di lapangan. Ini adalah bagaimana saya menganalisis pertandingan dan saya bertanggung jawab atas hal itu.”

Thomas Tuchel Jelaskan Taktiknya

Tuchel menjelaskan lebih rinci mengapa dirinya memutuskan untuk bermain dengan lima bek.

“Kami memutuskan untuk menggunakan formasi lima bek karena celah di antara mereka terlalu terbuka,” kata Tuchel.

“Argentina bermain lebih berisiko, bermain dengan ritme yang lebih baik, dan bermain dengan perasaan bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, yang membuat mereka lebih leluasa dan membuat kami tertekan.

“Karena kami jelas tiba-tiba bermain dengan perasaan bahwa kami memiliki banyak hal untuk dipertaruhkan. Tentu saja tanggung jawab ada pada pelatih dan jika hasilnya tidak baik, mudah untuk mengatakan bahwa itu salah.”

Idnews.top – Mike Maignan akan menjadi salah satu tumpuan Prancis saat menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) pukul 02.00 WIB itu menjadi panggung berikutnya bagi kiper AC Milan tersebut.

Penjaga gawang berusia 31 tahun itu datang dengan catatan yang sangat meyakinkan sepanjang turnamen. Dari 46 penampilan bersama tim nasional, Maignan telah membukukan empat clean sheet di Piala Dunia 2026 dan baru kebobolan dua gol.

Performa konsisten sebagai tembok terakhir itu membuat Prancis memiliki fondasi pertahanan yang sulit ditembus lawan. Ketenangan, kepemimpinan, dan kemampuan mengatur lini belakang menjadi modal penting Les Bleus dalam perburuan tiket menuju final.

Mike Maignan Jadi Pilar Pertahanan Prancis

Julukan “Magic Mike” semakin melekat berkat kontribusinya setelah mengambil peran yang sebelumnya dipegang Hugo Lloris. Ia membantu Prancis mencapai semifinal Euro 2024 dan kini kembali mengantar tim melangkah hingga empat besar Piala Dunia 2026.

Maignan juga mencatat tiga pertandingan fase gugur secara beruntun tanpa kebobolan. Rangkaian performa tersebut diawali penyelamatan penalti penting saat Prancis mengunci posisi teratas Grup I melalui kemenangan atas Norwegia.

Kemampuan fisik, refleks, teknik, serta distribusi bola menjadi keunggulan utama sang penjaga gawang. Selain piawai menggagalkan peluang lawan, ia juga berperan besar dalam membangun serangan dari lini belakang.

Unggul dalam Catatan Penyelamatan

Menjelang semifinal, Spanyol memang memiliki jumlah clean sheet lebih banyak dibanding Prancis. Namun, Mike Maignan tampil lebih sibuk dengan membukukan 11 penyelamatan, unggul satu dari kiper Spanyol yang mencatat 10 penyelamatan.

Catatan tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Maignan ketika tim berada dalam tekanan. Keputusan cepat dan posisi yang tepat membuatnya mampu menjaga gawang Prancis tetap aman pada momen-momen krusial.

Maignan lahir di Guyana Prancis yang berada di pesisir timur laut Amerika Selatan sebelum tumbuh besar di kawasan utara Paris. Perjalanan hidupnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter hingga berkembang menjadi salah satu kiper terbaik dunia.

Kualitas Maignan juga mendapat pengakuan dari penjaga gawang Brasil, Alisson Becker. “Dia kuat secara fisik, cepat, memiliki teknik yang bersih. Dia sangat tangguh. Dia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Alisson.

BOLADONESIA – Yotsakon Burapha optimistis menatap gelaran Piala ASEAN 2026 yang akan digelar mulai 25 Juli mendatang. Striker timnas Thailand itu merasa dalam kondisi prima untuk tampil apik dalam gelaran rutin dua tahunan tersebut.

“Kondisi fisikku sekarang sangat bagus, siap membantu timnas Thailand di Piala ASEAN. Aku sudah berlatih dengan tim di Chonburi selama hampir tiga pekan ini,” urai Yotsakon Burapha seperti dikutip Football5Star.net dari Siam Sport.

Penyerang Chonburi FC itu menambahkan, “Pada kesempatan akhir, aku menyesal berada di timnas dalam kondisi fisik tidak bagus. Namun, aku sekarang sangat siap, baik fisik maupun mental.”

Bukan tanpa alasan striker berumur 21 tahun itu sangat bersemangat untuk berlaga di Piala ASEAN nanti. Bukan apa-apa, dia baru 5 kali dipanggil ke skuad Changsuek dan hanya turun pada 2 laga awal, yakni dalan lawatan ke Eropa pada Oktober 2023.

Target Yotsakon Burapha

Jadi salah satu dari hanya empat striker yang dibawa pelatih Anthony Hudson ke skuad timnas Thailand untuk Piala ASEAN 2026, Yotsakon Burapha punya target jelas. Dia ingin mencetak gol sebanyak mungkin bagi Changsuek.

“Targetku adalah mencetak gol dan mebantu tim meraih kemenangan. Namun, itu hanya target kedua. Target utama adalah berkontribusi kepada tim, membuktikan diri sebaik mungkin karena aku melihat kembali ke timnas lagi ini sebagai tantangan,” ujar dia.

Sebelum bisa mencetak gol di gawang lawan, Yotsakon memang harus terlebih dahulu berebut tempat di tim utama dengan Teerasak Poeiphimai, Patrik Gustavsson, dan Jehhanafee Mamah. Soal pengalaman, dia jelas kalah dari Teerasak dan Gustavsson.

Dari keempat striker yang dibawa Hudson, Teerasak dan Gustavsson termasuk pemain yang tampil pada Piala ASEAN 2024. Kala itu, Gustavsson menjaringkan 4 gol dan membuat 2 assist, sementara Teerasak mencetak 3 assist.

Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.

Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.

Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.

Bola Kena Kabel

Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.

Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.

Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.

Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming

Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.

Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.

Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum

Laga Berikutnya

Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.

Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.

BOLADONESIA – Mohamed Ouahbi, pelatih timnas Maroko, tak mau mencari-cari dalih atas kekalahan 0-2 dari timnas Prancis pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Dia mengakui Les Bleus memang tim yang sangat tangguh dan kelasnya berbeda dengan timnya.

“Sulit untuk mengatakan kami menyesal setelah para pemain memberikan segalanya. Kami menghadapi negara yang mencapai dua final Piala Dunia terakhir. Mereka jarang punya begitu banyak talenta yang bermain. Mereka punya para pemain yang mengerahkan usaha maksimal. Mereka adalah tim yang solid,” urai Mohamed Ouahbi seperti dikutip IDNEWS.TOP dari L’Equipe.

Dia menambahkan, “Babak pertaam sulit karena mereka sangat bagus dengan bola. Ketika kami mendapatkannya, justru tak terlalu efektif dalam transisi. Pada babak kedua agak lebih baik. Namun, kami tahu bahwa mereka adalah tim yang sangat bagus. Kami ingin bertahan lebih lama untuk melihat bagaimana reaksi Prancis. Namun, mereka sangat bagus, sementara kami kekuarangan ide.”

Ouahbi tidak berbasa-basi. Statistik menunjukkan betapa inferior Maroko terhadap Prancis. Satu parameter yang paling menentukan adalah jumlah tembakan. Achraf Hakimi dkk. hanya dapat melepaskan 5 tembakan dan hanya 1 yang sempat mengancam gawang Mike Maignan. Bandingkan dengan Les Bleus yang melepaskan total 22 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran.

Keluhan Mohamed Ouahbi

Meskipun demikian, bukan berarti tak ada yang mengganjal di hati Mohamed Ouahbi. Dia menilai gol pertama yang dilesakkan Kylian Mbappe seharusnya dianulir wasit Facundo Tello karena tidak sah. Menurut pelatih berdarah Belgia tersebut, ada handball sebelum Mbappe melepaskan tembakan terukur yang tak dapat dijangkau Yassine Bounou.

“Gol itu tercipta dari perebutan bola. Beberapa pemain kami berhenti karena menilai telah terjadi handball dan faktanya memang demikian, Ada handball. Saya tak mengerti mengapa wasit tidak mengecek lewat teknologi video,” ujar Ouahbi mengenai gol Mbappe pada menit ke-60 yang jadi titik awal kekalahan Maroko.

Klaim Ouahbi diperkuat pengamatan eks wasit FIFA asal Mesir, Gamal Ghandour. Dia menyebut memang telah terjadi handball sebelum gol tercipta. Alhasil, seharusnya gol Mbappe tersebut dianulir oleh wasit. Pria yang pernah memimpin 6 laga di Piala Dunia itu pun mempertanyakan petugas VAR yang tak meminta wasit melakukan peninjauan ulang.

Di luar gol Mbappe yang membuka skor itu, putusan-putusan lain yang diambil wasit Facundo Tello dinilai Ghandour sudah tepat. Termasuk saat Tello menunjuk titik putih pada babak pertama setelah Mbappe dilanggar di kotak penalti dan kartu kuning yang diberikan kepada bek Issa Diop.

BOLADONESIA – Wasit Piala Dunia 2026 ternyata menghadapi tuntutan fisik yang tak kalah berat dibanding para pemain. Di setiap pertandingan, mereka harus berlari hingga 13 kilometer demi selalu berada di posisi terbaik untuk mengambil keputusan.

Di balik setiap peluit yang memicu sorak maupun kontroversi, Wasit Piala Dunia 2026 dituntut mengikuti tempo permainan selama 90 menit. Menurut FIFA, seorang wasit rata-rata menempuh jarak 12 hingga 13 kilometer dalam satu pertandingan, angka yang hampir setara dengan jarak tempuh sebagian besar pemain di lapangan.

Beban tersebut membuat Wasit Piala Dunia 2026 wajib memiliki kebugaran layaknya atlet elite. Mereka tak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga mampu menjaga konsentrasi dan mengambil keputusan akurat di bawah tekanan pertandingan.

FIFA mengungkapkan persiapan menuju turnamen sudah dimulai hampir empat tahun sebelum sepak mula. Sebanyak 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 petugas pertandingan video dari 50 asosiasi anggota FIFA menjalani program latihan khusus.

“Persiapan para wasit untuk Piala Dunia 2026 dimulai hampir empat tahun lalu,” demikian keterangan FIFA kepada Reuters.

Wasit Piala Dunia 2026 Jalani Latihan Berat

Selama proses tersebut, Wasit Piala Dunia 2026 menjalani berbagai latihan yang mencakup daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, hingga akselerasi melalui simulasi pertandingan. FIFA juga memanfaatkan teknologi seperti GPS tracker, sensor detak jantung, dan tes asam laktat untuk memantau kondisi fisik serta proses pemulihan masing-masing wasit.

Tantangan mereka tak berhenti di lapangan. Para pengadil pertandingan juga harus beradaptasi dengan cuaca panas dan kelembapan tinggi di Miami, bermain di ketinggian lebih dari 2.200 meter di Mexico City, hingga menghadapi perjalanan jauh dan perbedaan zona waktu selama turnamen berlangsung.

Pengalaman bertugas pada Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat pun menjadi bekal penting dalam menyusun program persiapan. Setelah setiap pertandingan, Wasit Piala Dunia 2026 juga menjalani masa pemulihan khusus berupa latihan ringan, pijat, hingga krioterapi agar tetap berada dalam kondisi terbaik.

Meski jarang menjadi pusat perhatian, peran wasit tetap sangat vital. Satu peluit atau satu keputusan dari Wasit Piala Dunia 2026 bisa mengubah jalannya pertandingan, bahkan menentukan nasib sebuah negara di panggung sepak bola terbesar dunia.

Idnews.top – Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Rabu (8/7) mulai pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui TVRI dan MaxStream.

Duel ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam tren positif. Amerika Serikat melangkah ke fase gugur setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0, sedangkan Belgia memastikan tiket babak 16 besar lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal setelah melalui babak perpanjangan waktu.

Bagi Amerika Serikat, pertandingan ini menjadi peluang untuk memperbaiki catatan mereka di fase gugur Piala Dunia. Sebaliknya, Belgia bertekad menjaga asa generasi emas mereka untuk melangkah lebih jauh pada turnamen yang diyakini menjadi Piala Dunia terakhir bagi sejumlah pemain senior.

Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil konsisten sejak fase grup. Amerika Serikat berhasil menjadi juara grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2010 sebelum melanjutkan performa impresif dengan menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina.

Sementara itu, Belgia menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Senegal. Sempat tertinggal dua gol, Setan Merah bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 3-2 melalui babak tambahan waktu.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Amerika Serikat vs Belgia
Tempat: Seattle Stadium
Hari, tanggal: Selasa, 7 Juli 2026
Jam kick-off: 07.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_55ojjboj/amerika_serikat_vs_belgia
DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia

Belgia memiliki modal psikologis yang cukup baik menjelang pertandingan ini. Pada laga uji coba yang berlangsung pada Maret lalu, mereka sukses mengalahkan Amerika Serikat dengan skor meyakinkan 5-2.

Di sisi lain, Amerika Serikat memperlihatkan perkembangan signifikan di bawah arahan Mauricio Pochettino. Kehadiran Folarin Balogun di lini depan membuat variasi serangan mereka semakin berbahaya dan sulit diprediksi.

Meski belum selalu tampil dominan sepanjang turnamen, Belgia memiliki keunggulan dari sisi pengalaman. Para pemain senior mereka beberapa kali mampu menjadi pembeda ketika tim berada dalam situasi sulit.

Pertandingan diperkirakan berjalan ketat karena Amerika Serikat akan mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah. Namun, kualitas individu Belgia, terutama di sektor lini tengah dan lini depan, dinilai masih memberi mereka sedikit keunggulan.

Prediksi skor: Amerika Serikat 1-2 Belgia.

BOLAONESIA – Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi yang terakhir untuknya. Namun dia belum sepenuhnya memutuskan pensiun.

Ronaldo sudah berusia 41 tahun, namun masih bisa membawa Portugal lolos sampai babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan mencetak tiga gol.

Pada 2030, Portugal akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia dan Ronaldo akan berusia 45 tahun. CR7 mengonfirmasi bahwa ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, tapi dia belum memutuskan pensiun.

“Ini tentang menikmatinya semaksimal mungkin. Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi mari kita berharap besok bukanlah pertandingan terakhir saya,” ucap Ronaldo seperti dilansir IDNNEWS dari ESPN.

“Hari itu akan tiba (ketika saya pensiun dari sepak bola internasional). Tapi saya akan jujur. Apa pun yang terjadi besok, Cristiano akan pergi dengan hati nurani yang bersih, tidak 100%, tetapi 1000%. Karena saya telah memberikan segalanya dalam sepak bola.

“Saya tidak membutuhkannya, saya memiliki kehidupan yang baik, tetapi ini tentang gairah. Saya bermain sepak bola karena saya mencintainya… Anda harus menikmati setiap hari. Dan saya telah mencetak tiga gol (di Piala Dunia ini), saya tidak terlalu buruk, kan?”

Cristiano Ronaldo Sebut Dirinya Tak Butuh Piala Dunia

Ronaldo, yang meraih juara Euro 2016, menegaskan bahwa dirinya tidak diwajibkan memenangkan trofi Piala Dunia.

“Saya tidak kekurangan apa pun dalam hidup. Saya tidak akan menjadi lebih baik, atau lebih buruk, dari Cristiano karena saya memenangkan Piala Dunia. Kami memiliki kualitas untuk menang, tetapi hanya satu negara yang dapat memenangkannya… Usia memberi Anda kedewasaan dan pengalaman,” katanya.

“Saya bersyukur bahkan atas serangan yang saya terima, memasuki usia 40 tahun, dan saya berharap dapat hidup 40 tahun lagi, dengan kritik, itulah cara Anda tumbuh paling banyak sebagai pribadi, dan saya berterima kasih kepada para jurnalis untuk itu.”

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.

BOLADONESIA – Kemenangan timnas Spanyol atas timnas Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 diwarnai sebuah torehan rekor oleh sang kiper, Unai Simon. Clean sheet pada laga yang dimenangi Spanyol dengan 3-0 itu, dia mematahkan rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun.

Tak kebobolan oleh pemain Austria, Simon kini membukukan clean sheet selama 519 menit di Piala Dunia. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1990, Walter Zenga membukukan rekor tak kebobolan selama 517 menit. Selama 36 tahun, tak ada kiper yang mampu memecahkan rekor clean sheet terlama itu hingga akhirnya Simon melakukannya.

Kali terakhir gawang Unai Simon jebol saat Spanyol kalah 1-2 dari Jepang pada matchday III fase grup Piala Dunia 2022. Jala gawangnya digetarkan Ao Tanaka saat pertandingan berjalan 51 menit. Setelah itu, dia membukukan clean sheet meskipun Spanyol tersingkir oleh Maroko lewat adu penalti pada babak 16 besar. Lalu, di Piala Dunia 2026, dia tak kebobolan dalam 4 laga.

Kesuksesan Simon memecahkan rekor Zenga bisa dibilang di luar radar. Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, wacana soal pemecahan rekor selalu berkisar pada nama Lionel Messi, Kylian Mbappe, Cristiano Ronaldo, hingga Thibuat Courtois dan Manuel Neuer. Maklum saja, dia memasuki turnamen kali ini hanya berbekal clean sheet 159 menit.

Tantangan Khusus Unai Simon

Seiring kesuksesan timnas Spanyol lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tentu saja Unai Simon punya peluang untuk terus mempertajam rekor clean sheet yang kini dipegangnya. Pada babak itu, lawan yang akan dihadapi La Furia Roja adalah pemenang laga Portugal vs Kroasia yang berlangsung hanya 2 jam setelah Spanyol memulangkan Austria.

Berbekal clean sheet dalam 5 laga beruntun, Simon kini punya tantangan baru. Itu adalah menyamai atau bahkan mematahkan rekor clean sheet terbanyak. Hingga saat ini, rekor tersebut masih dipegang Peter Shilton (Inggris) dan Fabien Barthez (Prancis). Keduanya sama-sama tak kebobolan dalam 10 laga.

Akan tetapi, Simon dipastikan tak akan bisa melakukan hal itu pada edisi kali ini. Pasalnya, jikapun Spanyol lolos ke final, dia hanya bisa tampil dalam 4 laga lagi. Artinya, kiper berumur 29 tahun itu harus menanti 4 tahun lagi untuk menyamai atau memecahkan rekor Shilton dan Barthez.

Meskipun demikian, Simon tetap punya peluang untuk membukukan rekor lain. Syaratnya, dia harus terus tak kebobolan hingga La Furia Roja juara. Jika itu mampu dilakukan, kiper Athletic BIlbao tersebut akan tercatat sebagai orang pertama yang gawangnya tak kebobobolan dalam satu edisi Piala Dunia, dari fase grup hingga final.