28 Oktober 2026

KLIKBETS

BOLADONESIA – Gianni Infantino, Presiden FIFA, terus mendapatkan tekanan. Terbaru, dia diminta mundur oleh Presiden LaLiga, Javier Tebas, karena dinilai sudah mengambil langkah-langkah kontroversial, terutama selama gelaran Piala Dunia 2026, yang justru merusak sepak bola itu sendiri.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Tebas adalah adanya hydration break yang membuat sepak bola seperti basket yang memiliki 4 quarter, jeda babak pada final yang diperpanjang demi menggelar acara hiburan, penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun, dan rencana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

“Menurut saya, iya, saya pikir waktunya sudah habis,” kata Javier Tebas saat ditanya soal apakah Gianni Infantino harus mundur seperti dikutip IDNEWS.TOP dari La Gazzetta dello Sport. “FIFA mengatur segalanya sesuka hati, untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika ingin 27 menit jeda laga, jadilah. Hydrations break adalah kebohongan. Di LaLiga, itu hanya dilakukan jika cuaca benar-benar panas.”

Dia menambahkan, “Penangguhan sanksi pemain AS benar-benar serius. Mereka beruntung karena Belgia menang atas AS. Jika tidak, kasus ini bisa saja membuat Infantino kehilangan jabatannya. Karena Belgia menang, mereka bisa mengubur masalah ini. Namun, ini semua hanyalah puncak gunung es.”

Sulit Jatuhkan Gianni Infantino

Berbagai hal negatif yang mewarnai Piala Dunia 2026, plus rencana penambahan peserta jadi 64 tim pada edisi berikutnya menambah muak Javier Tebas. Dia meminta Gianni Infantino untuk menghentikan semua kegilaan itu dan mundur. Pasalnya, dia tahu betul tak mungkin sang Presiden FIFA tumbang lewat pemilihan.

“Masalahnya, dia didukung sitem, federasi-federasi,” ucap Tebas setengah putus asa. “Tak ada kandidat oposisi karena tak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, sisten yang sudah busuk dari akarnya. Dia tak seharusnya bertahan, tapi situasi saat ini berarti dia tak akan pergi.”

Dia menambahkan, “Dalam beberapa haris terakhir di AS, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, tak setuju dengan apa yang dilakukannya. Mereka mengatakan itu, tapi tak melakukan apa pun. Saya tak tahu apa yang lebih buruk, sikap diam itu atau keterlibatan karena mereka yang tetap diam sepenuhnya tahu kerusakan yang dialami sepak bola.”

Masa jabatan Infantino akan segera berakhir. Namun, dia sudah menyatakan niat untuk kembali maju dan menjadi presiden untuk periode ke-4. Menurut rencana, pemilihan Presiden FIFA akan digelar di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027. Ditengarai, wacana menambah peserta Piala Dunia 2030 ditujukan untuk mengamankan suara dari banyak anggota FIFA, terutama dari Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.

KLIKBETS – Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina di partai final. Gelar itu dianggap pantas diraih La Furia Roja setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.

Namun, kesuksesan Spanyol bukan satu-satunya sorotan. Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta.

Sebelum turnamen dimulai, banyak pihak meragukan format baru tersebut karena dikhawatirkan menurunkan kualitas pertandingan.

Kenyataannya justru sebaliknya. Bertambahnya jumlah peserta menghadirkan lebih banyak cerita menarik, mulai dari penampilan negara debutan hingga munculnya kejutan dari tim-tim nonunggulan.

Salah satu kisah paling mencuri perhatian datang dari Cape Verde yang berhasil menahan imbang Spanyol dan Uruguay, bahkan memaksa Argentina bermain hingga babak tambahan.

Keberhasilan format 48 tim membuat wacana ekspansi menjadi 64 peserta pada Piala Dunia 2030 semakin menguat. Jika terealisasi, FIFA diyakini tetap bisa menjaga jumlah pertandingan fase gugur tanpa membebani tim finalis secara signifikan.

Hydration Break Masih Menuai Perdebatan

Salah satu kebijakan yang paling banyak menuai pro dan kontra selama turnamen adalah penerapan hydration break atau jeda minum.

Di stadion, keputusan tersebut kerap disambut sorakan dari penonton karena dianggap mengganggu ritme pertandingan. Sebagian kalangan bahkan menduga jeda itu dimanfaatkan untuk menambah durasi iklan televisi.

Sementara di sisi lain, FIFA bersama ilmuwan olahraga dan pelatih menilai hydration break tetap penting, terutama karena Piala Dunia digelar pada musim panas dengan suhu yang berpotensi membahayakan kesehatan pemain.

Hingga kini belum ada rencana menerapkan aturan serupa di kompetisi domestik, tetapi penggunaannya pada turnamen internasional di masa depan masih menjadi bahan evaluasi.

FIFA Diminta Tegas Soal Aturan dan Fair Play

Kontroversi terbesar sepanjang Piala Dunia 2026 muncul ketika FIFA menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Balogun sebelumnya diusir keluar lapangan saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.

Namun, sanksinya kemudian ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kasus tersebut.

Keputusan itu memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Belgia, sejumlah mantan pejabat FIFA, hingga para eks pemain.

Meski polemik mereda setelah Amerika Serikat tersingkir di babak 16 besar, banyak pihak menilai FIFA harus memastikan regulasi lebih jelas agar kontroversi serupa tidak terulang pada Piala Dunia berikutnya.

Selain itu, FIFA juga didorong untuk lebih tegas terhadap praktik dark arts atau taktik curang yang digunakan sejumlah tim untuk mengganggu ritme permainan lawan.

Argentina menjadi salah satu tim yang disorot karena beberapa kali melakukan pelanggaran keras sejak awal pertandingan, baik di semifinal maupun final.

Banyak pengamat berharap wasit kembali menerapkan kepemimpinan tegas seperti era Pierluigi Collina agar kualitas permainan tetap terjaga.

Warisan bagi Amerika Utara dan Masa Depan Sepak Bola

Sebagai tuan rumah bersama, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga meninggalkan sejumlah catatan penting.

Kanada menunjukkan perkembangan signifikan setelah berhasil menembus babak 16 besar. Investasi terhadap sepak bola di negara tersebut mulai menunjukkan hasil positif, ditandai meningkatnya jumlah penonton dan antusiasme masyarakat.

Meksiko tetap membuktikan diri sebagai kekuatan sepak bola kawasan CONCACAF. Atmosfer pertandingan berlangsung meriah, terutama ketika tim nasional mereka bermain.

Namun, kemenangan pertama Meksiko di fase gugur Piala Dunia dalam 40 tahun terakhir juga diwarnai tragedi setelah empat orang meninggal dunia akibat berdesakan saat perayaan kemenangan.

Sementara itu, Amerika Serikat kembali gagal melangkah lebih jauh setelah tersingkir di babak 16 besar.

Meski demikian, turnamen ini dinilai berhasil meningkatkan popularitas sepak bola di Negeri Paman Sam, terlebih dengan terus berkembangnya Major League Soccer (MLS) yang kini diperkuat Lionel Messi.

Ke depan, banyak pihak percaya sepak bola baru benar-benar akan meledak di Amerika Serikat apabila negara tersebut mampu melahirkan seorang superstar yang bisa membawa tim nasional bersaing hingga perebutan gelar juara dunia.

Sumber: Aljazeera

 KLIKBETS – Ferran Torres menjadi penentu gelar Piala Dunia 2026 untuk Timnas Spanyol dan menyebut kemenangan itu sebagai buah dari takdir. Penyerang La Furia Roja tersebut mencetak gol tunggal yang memastikan trofi dunia berlabuh ke negaranya.

Beberapa jam yang lalu, Spanyol menghadapi Argentina pada partai final. Pertarungan sengit itu baru diputuskan di babak tambahan waktu kedua, saat Torres memecah kebuntuan dan mengamankan mahkota dunia kedua bagi Spanyol.

Menariknya, Torres tidak memulai laga sebagai starter. Luis De La Fuente sejak awal memilih Mikel Oyarzabal, sebelum kemudian memasukkan Torres pada babak kedua untuk menggantikan Oyarzabal.

Usai laga, kebahagiaan Torres pecah. Kepada BBC Sports, ia menegaskan bahwa momen di final memang berpihak kepada Spanyol dan dirinya.

Gol Penentu di Babak Tambahan Waktu

Eks penyerang Barcelona itu masuk di paruh kedua dan menjadi pembeda. Di babak tambahan waktu kedua, ia mencetak satu-satunya gol di partai puncak tersebut. Gol itu memastikan Argentina tak mampu membalas hingga peluit panjang.

Dengan torehan tersebut, Spanyol mengukuhkan gelar Piala Dunia kedua mereka. Bagi Torres, momen ini terasa lengkap karena hadir pada fase paling krusial dan dalam tensi pertandingan setinggi final.

Ia menyebut jalannya laga seakan mengarah pada satu konklusi: Spanyol memang harus menang hari itu. “Hari ini takdir telah tertulis dan kami memang ditakdirkan untuk menang,” buka Torres yang dikutip BBC Sports.

Pada laga tersebut, Torres menuntaskan peluang emas ke gawang Emiliano Martinez pagi tadi. Kontribusinya menjadi penentu di tengah duel yang berlangsung ketat sejak menit awal.

Persembahan Untuk Rakyat Spanyol

Torres menegaskan gol yang ia ciptakan bukan semata miliknya atau rekan setim di lapangan. Ia mempersembahkan gol penentu gelar itu kepada seluruh warga Spanyol.

Menurutnya, dukungan publik menjadi bahan bakar mental Spanyol melewati tekanan final dan perlawanan Argentina. Doa serta dorongan dari rumah membuat skuad De La Fuente tetap tegak pada momen-momen penentuan.

“Menurut saya, pada akhirnya gol itu berasal dari 47 juta orang masyarakat Spanyol, bukan hanya kami yang berada di sini. Kami memang jauh dari rakyat kami hari ini, tetapi kami berusaha sedekat mungkin dengan mereka,” sambung Torres.

Menjawab Kritik Sepanjang Turnamen

Torres tidak menutup mata terhadap kritik yang mengiringi performanya sepanjang turnamen. Gol di final memberinya pelepasan emosional sekaligus jawaban di atas lapangan.

Ia meyakini setiap fase memiliki waktunya sendiri. Di partai puncak ini, kesempatan itu datang, dan ia menuntaskannya dengan cara paling efektif: mencetak gol kemenangan.

“Rasanya sangat melegakan bisa mencetak gol. Saya mendapat kritik sepanjang turnamen, tetapi seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, takdir sudah tertulis,” ia menandaskan.

Dengan kontribusi tersebut, Spanyol menutup rangkaian Piala Dunia 2026 dengan gelar, sementara Torres pulang sebagai pahlawan yang menentukan hasil akhir di babak tambahan waktu kedua atas Argentina.

KLIKBETS – Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, mencetak dua gol saat Les Bleus kalah 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026) pagi WIB. Mbappe kini sudah mencetak 22 gol dalam sepanjang sejarah Piala Dunia dan torehan itu menjadi rekor tersendiri.

Dalam kondisi tertinggal 0-4 dari Inggris, Mbappe mengawali babak kedua dengan menjebol gawang Jordan Pickford pada menit ke-48, kemudian memberikan assist untuk Bradley Barcola pada menit ke-54, dan kembali mencetak gol lagi pada menit ke-66.

Catatan dua gol di pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 itu membuat Kylian Mbappe kukuh di puncak daftar top scorer Piala Dunia 2026 dengan 10 gol, unggul dua gol atas Lionel Messi yang masih bisa menambah gol di pertandingan final pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Namun, 10 gol yang dicetak Kylian Mbappe sudah cukup untuk menorehkan rekor Piala Dunia. Penyerang Real Madrid itu kini sudah mengemas 22 gol yang dicetaknya dalam tiga edisi Piala Dunia dan membuatnya menjadi top scorer sepanjang masa Piala Dunia.

Masih Bisa Digeser Lagi oleh Lionel Messi

Rekor top scorer sepanjang masa itu memang baru dipecahkannya di pertandingan ini, di mana dengan tambahan dua gol yang membuatnya sudah mencetak 22 gol di tiga edisi Piala Dunia, Mbappe kini unggul satu gol saja dari Lionel Messi.

Bintang Argentina itu tercatat sudah mencetak 21 gol di Piala Dunia, mulai dari 2006 hingga 2026. Artinya, Messi pun masih bisa kembali mengambil alih rekor top scorer sepanjang masa itu jika mampu mencetak minimal dua gol di pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

Lionel Messi akan memimpin Timnas Argentina menghadapi Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

KLIKBETS – Bek Timnas Spanyol, Marc Cucurella, membuat pengakuan mengejutkan menjelang final Piala Dunia 2026.

Di saat usianya baru 27 tahun, pemain anyar Real Madrid itu menyatakan siap mengakhiri karier internasionalnya apabila berhasil membawa La Furia Roja mengalahkan Argentina dan merebut gelar juara dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Cucurella dalam wawancara dengan saluran televisi berbayar Spanyol, Movistar+.

“Jika saya memenangi Piala Dunia, saya akan pensiun dari tim nasional,” ujar Cucurella.

Sontak, pernyataan tersebut menarik perhatian publik sepak bola global.

Alasan Cucurella

Menurut mantan bek kiri Chelsea tersebut, tidak ada pencapaian yang lebih tinggi daripada menjadi juara Eropa dan juara dunia bersama negaranya.

Itulah mengapa, ia merasa kariernya bersama Timnas Spanyol akan mencapai titik yang sempurna apabila mampu mengangkat trofi Piala Dunia.

Sebelumnya, Cucurella sudah lebih dulu merasakan sukses bersama La Furia Roja di Euro 2024.

Spanyol tampil sebagai juara setelah mengalahkan Inggris di partai final, sementara Cucurella menjadi satu di antara pemain yang tampil konsisten sepanjang turnamen itu.

Sementara di level klub, Cucurella juga sudah menikmatinya manisnya gelar Conference League hingga Piala Dunia Antarklub.

Yakin Akan Pensiun?

Kini, ia hanya tinggal selangkah lagi untuk melengkapi koleksi gelarnya bersama Timnas Spanyol.

La Furia Roja dijadwalkan menghadapi Argentina pada laga puncak Piala Dunia 2026 yang akan menentukan siapa penguasa sepak bola dunia, Senin (2-7-2026) dini hari WIB.

Apabila berhasil mewujudkan ambisinya, Cucurella bisa jadi akan menutup kiprahnya bersama Timnas Spanyol.

Jika benar, keputusan itu tentu mengejutkan mengingat pada usia 27 tahun, sebagian besar pesepak bola masih menikmati periode terbaik dalam karier mereka dan masih berpeluang tampil di berbagai turnamen besar bersama La Furia Roja pada masa mendatang.

 KLIKBETS – Timnas Spanyol diterpa kabar yang bikin waswas jelang final Piala Dunia 2026. Bintang muda mereka, Lamine Yamal, absen dalam sesi latihan pada Kamis (16/7/2026).

Kabar ini memunculkan kekhawatiran terkait kondisi kebugarannya hanya beberapa hari sebelum menghadapi Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026. 

La Furia Roja dijadwalkan menantang Argentina pada final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Namun, mereka berpotensi kehilangan satu di antara pemain kuncinya jika Yamal belum pulih tepat waktu.

Sepanjang Piala Dunia 2026, pemain Barcelona itu selalu tampil dalam setiap pertandingan Spanyol. Bahkan, ia bermain penuh di seluruh laga fase gugur dan telah menyumbang satu gol.

Akan tetapi, peluang Yamal tampil di final kini mulai dipertanyakan setelah ia tidak mengikuti sesi latihan tim. Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, pemain berusia 19 tahun itu terlihat mengenakan perban besar di paha kiri, beberapa hari setelah bermain penuh saat Spanyol mengalahkan Prancis di semifinal.

Masalah Kebugaran Sejak Musim Lalu

Laporan Diario AS, seperti dikutip Standard, memperlihatkan Yamal hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih dari pinggir lapangan. Ia duduk di matras yoga sambil memegang foam roller dan sempat berbincang dengan pelatih Luis de la Fuente serta asistennya, Juan Jose Gonzalez.

Dalam video tersebut, Yamal juga beberapa kali tampak meringis ketika mengubah posisi duduknya, yang semakin memicu spekulasi mengenai kondisi cederanya.

Masalah kebugaran sebenarnya sudah menghantui Yamal sejak akhir musim lalu. Ia sempat beberapa kali menepi karena pubalgia atau cedera pada area selangkangan yang dikenal sulit disembuhkan.

Tak lama kemudian, Yamal juga mengalami cedera hamstring saat Barcelona menghadapi Celta Vigo pada akhir Mei. Cedera itulah yang dibawanya hingga ke Piala Dunia 2026 dan sempat membatasi penampilannya pada laga pembuka Spanyol melawan Tanjung Verde.

Tunggu Konfirmasi Pelatih

Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih disebut menjadi satu di antara penyebab performa Yamal di turnamen kali ini belum seimpresif biasanya. Meski begitu, Spanyol tetap mampu melangkah hingga final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada edisi 2010.

Pelatih Luis de la Fuente diperkirakan akan memberikan perkembangan terbaru mengenai kondisi Yamal dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Meski baru berusia 19 tahun, Yamal telah mengoleksi 32 penampilan dan tujuh gol bersama Timnas Spanyol. Ia juga menjadi sosok penting saat La Furia Roja menjuarai Euro 2024, termasuk menyumbang assist untuk gol Nico Williams pada kemenangan 2-1 atas Inggris di partai final.

Kini, publik Spanyol berharap Yamal kembali pulih tepat waktu agar bisa memainkan peran penting saat menghadapi Argentina dalam laga terbesar di Piala Dunia 2026.

 KLIKBETS – Lionel Messi kembali menjadi sosok penting saat membawa Timnas Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026.

Dua assist yang ia ciptakan membantu Tim Tango bangkit dan mengalahkan Inggris pada laga semifinal, sekaligus mengamankan tiket ke partai puncak.

Usai pertandingan yang berlangsung di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB, Messi memuji mentalitas rekan-rekannya. Menurutnya, skuad Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan sepanjang pertandingan.

Dalam wawancara di lapangan bersama TyC Sports dan dikutip World Soccer Talk, Messi mengungkapkan besarnya makna laga tersebut bagi Argentina.

Saling Menguatkan

Messi menegaskan keyakinannya terhadap kualitas skuad Argentina sejak sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Ia merasa dirinya dan rekan satu tim memiliki kemampuan untuk bersaing hingga babak akhir turnamen.

“Rasanya luar biasa melihat semuanya berjalan seperti ini. Sejujurnya, sebelum Piala Dunia dimulai, saya sudah percaya kepada tim ini. Saya yakin kami bisa berada di empat besar dan berjuang sampai akhir. Saya tahu, dan kami semua tahu, apa yang mampu kami lakukan,” kata Messi.

Argentina sebelumnya harus melewati pertandingan yang menguras tenaga saat menyingkirkan Swiss melalui babak perpanjangan waktu. Meski kondisi fisik para pemain terkuras, Messi menilai timnya tetap mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi.

“Mungkin ada yang meragukan kami karena datang ke pertandingan ini dengan banyak pemain yang sudah berada di batas kemampuan mereka. Namun, ketika tim ini bersatu, kami saling menguatkan dan selalu menemukan tenaga tambahan untuk memberikan lebih banyak lagi,” ucap kapten Argentina tersebut.

Nikmatilah dan Serahkan kepada Tuhan

Di akhir wawancara, Messi menyampaikan pesan kepada para pendukung Argentina yang hadir di stadion maupun yang memberikan dukungan dari tanah air. Ia mengajak seluruh suporter menikmati keberhasilan Argentina melangkah ke final Piala Dunia, sekali lagi.

BOLADONESIA – Anthony Hudson, pelatih timnas Thailand, mengungkapkan sebuah impian besar dalam hidupnya. Dia mengaku, sebelum meninggal, sangat ingin melihat Changsuek berlaga di gelaran akbar Piala Dunia. Dalam pandangannya, impian itu tidaklah mustahil.

“Saya benar-benar ingin melihat timnas Thailand lolos ke Piala Dunia setidaknya sekali dalam hidup saya,” ujar Anthony Hudson seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Siam Sport. “Sebelum meninggal, saya ingin melihat timnas Thailand di Piala Dunia. Itu benar-benar kata hari saya dan saya yakin kami dapat melakukannya.”

Hal yang membuat pelatih asal Inggris itu sangat yakin adalah rencana penambahan lagi jumlah peserta dari 48 menjadi 64 tim. Meskipun baru sekadar usulan, Hudson menilai hal itu sebagai peluang emas bagi negara-negara kecil yang selama ini merasakan tampil di Piala Dunia adalah impian mustahil.

“Langkah atau regulasi seperti itu akan menguntungkan bagi timnas seperti kita (Thailand). Setelah bekerja sama dengan berbagai asosiasi dan negara, penambahan jumlah tim peserta menciptakan peluang positif bagi banyak timnas, entah soal nilai nasional, investasi atau gambaran keseluruhan negara dalam hudungan dengan turnamen,” ujar Hudson.

Ajakan Anthony Hudson

Atas dasar itu, Anthony Hudson mengajak seluruh pemangku kepentingan di sepak bola Thailand untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Visi dan misi menuju Piala Dunia harus lebih ditingkatkan dengan langkah-langkah nyata. Tanpa itu, penambahan jumlah peserta tidak akan berarti apa-apa.

“Tentu saja, itu seharusnya memotivasi timnas dengan peringkat lebih bawah dari rata-rata dan tidak lolos ke Piala Dunia untuk lebih berkembang lagi. Itu seharusnya memendorong lebih banyak perkembangan di liga dan program-program usia muda yang sangat bagus bagi banyak timnas,” urai pelatih berumur 45 tahun itu.

Dalam konteks Thailand, dia berujar, “Dari sekarang, kami akan fokus pada pemanduan bakat dan pengecekan performa pemain. Pada September, kami akan punya 23 pemain. Lalu, kami akan menggunakan kelompok ini ini untuk menjalani TC jangka panjang. Saya yakin kami punya potensi untuk mencapai titik itu. Jika melihat beberapa tim yang masuk Piala Dunia terakhir ini, kami juga bisa sama baiknya.”

Hudson didapuk sebagai pelatih Thailand pada 22 Oktober 2025 setelah pemecatan Masatada Ishii yang membuat tim sulit lolos ke ke Piala Asia 2027. Saat itu, dia kurang dari 4 bulan menjabat Direktur Teknik FA Thailand. Di tangannya, Changsuek masih unbeaten dengan meraih 3 kemenangan dan 2 kali imbang.

KLIKBETS – Performa Jude Bellingham bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan.

Dua gol yang dicetaknya ke gawang Norwegia pada perempat final makin mengukuhkan perannya sebagai satu di antara pemain paling berpengaruh di skuad The Three Lions.

Penampilan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai peluang Bellingham meraih Ballon d’Or apabila Inggris berhasil menjuarai Piala Dunia 2026.

Piala Dunia memang kerap menjadi faktor penting dalam perebutan Ballon d’Or. Lionel Messi meraihnya pada 2023 setelah membawa Argentina menjadi juara dunia pada 2022, sementara Luka Modric memenangkan penghargaan itu pada 2018 setelah membawa Kroasia melaju jauh di Piala Dunia.

Meski begitu, dalam ulasan Planet Football, peluang Bellingham dinilai tidak semudah itu.

Penilaian Ballon d’Or

Meningkatnya performa Bellingham di Piala Dunia 2026 juga menunjukkan bahwa ia baru menemukan permainan terbaiknya menjelang akhir musim.

Penilaian Ballon d’Or didasarkan pada penampilan sepanjang musim 2025/2026 bersama klub dan timnas. Di level klub, musim ketiga Bellingham bersama Real Madrid justru menjadi yang paling minim kontribusi gol.

Pemain berusia 23 tahun itu mencetak enam gol dan empat assist di La Liga. Real Madrid juga mengakhiri musim sebagai runner-up dan gagal meraih satu pun gelar.

Fakta tersebut menjadi hambatan tersendiri. Pemenang Ballon d’Or terakhir yang tidak meraih trofi utama di level klub pada musim yang sama adalah Cristiano Ronaldo pada musim 2012/2013.

Itulah mengapa, performa impresif Bellingham di Piala Dunia 2026 dinilai datang pada waktu yang cukup terlambat untuk memperkuat peluangnya memenangkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut.

Kane Dinilai Lebih Berpeluang

Jika Inggris berhasil menjadi juara dunia, peluang Bellingham memang akan meningkat. Namun, Inggris masih harus melewati Argentina, lalu berpotensi menghadapi Spanyol atau Prancis.

Di sisi lain, Harry Kane dinilai memiliki peluang yang lebih besar untuk memenangkan Ballon d’Or.

Kapten Timnas Inggris itu menjalani musim yang impresif bersama Bayern Munchen dengan mencetak 61 gol dan membantu timnya menyapu bersih gelar domestik di Jerman.

Bayern juga berhasil melangkah hingga semifinal Liga Champions, satu putaran lebih jauh dibanding Real Madrid.

Dengan catatan tersebut, ditambah kontribusinya bersama Inggris di Piala Dunia 2026, Kane dinilai berada di posisi terdepan dalam persaingan Ballon d’Or.

Meski demikian, performa inspiratif Bellingham di Piala Dunia 2026 tetap menjadi nilai tersendiri.

Hanya, peluangnya untuk benar-benar memenangkan Ballon d’Or dinilai masih belum sebesar para pesaingnya, meski situasi itu kemungkinan tidak akan terlalu dipermasalahkan apabila ia berhasil membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 2026.

 KLIKBETS – Lionel Messi terlibat adu argumen dengan wasit Joao Pinheiro saat Timnas Argentina menaklukkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Minggu (12-7-2026).

Penyerang berusia 39 tahun itu terlihat meluapkan emosinya kepada wasit asal Portugal tersebut, tepatnya pada menit ke-42.

Momen ketegangan itu terekam kamera, meski secara keseluruhan Messi menjalani laga yang relatif lebih tenang dalam urusan mencetak gol.

Penyebab pasti perselisihan tersebut belum diketahui. Namun, media Argentina, Ole, seperti dilansir Give Me Sport mengungkap isi ucapan Messi kepada Pinheiro.

“Berbicaralah dengan baik, jangan tidak menghormati saya. Berbicaralah kepada saya dengan baik, saya berbicara kepada Anda dengan baik.”

Dugaan Penyebab

Insiden itu diduga bermula ketika Pinheiro meminta Messi mengubah posisinya di pagar hidup menjelang tendangan bebas Swiss.

Messi tampaknya mempermasalahkan cara sang wasit menyampaikan instruksi tersebut, bukan isi ucapannya.

Setelah kejadian itu, Messi tidak berlarut-larut memikirkannya dan kembali memusatkan perhatian untuk membantu serangan Argentina hingga pertandingan berakhir.

Kendati sempat bersitegang dengan wasit, Messi tetap menjadi satu di antara motor kreativitas Argentina sepanjang 120 menit pertandingan.

Berdasarkan penilaian Opta, ia memperoleh rating 7,79, menyumbang satu assist, tetapi gagal mencetak gol. Itu menjadi laga pertama Messi di Piala Dunia 2026 tanpa mencatatkan namanya di papan skor.

Akurasi umpannya juga tetap terjaga dengan mencatatkan tingkat keberhasilan 86 persen dari 65 operan yang dilepaskan.

Selain itu, Messi turut membantu fase bertahan dengan merebut kembali penguasaan bola di area depan serta terus merepotkan lini belakang Swiss melalui pergerakannya.

Penampilan Messi memang tidak termasuk yang paling menonjol menurut standarnya sendiri. Namun, kontribusinya tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan Argentina meraih kemenangan yang memastikan langkah ke semifinal menghadapi Inggris.