28 Oktober 2026

#SepakBolaHariIni

Neymar Resmi Pensiun dari Timnas Brasil: Akhir Era Sang Ikon Selecao di Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Dunia sepak bola menyaksikan berakhirnya salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah Timnas Brasil. Neymar Jr. resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah Brasil tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar.

Kekalahan tersebut bukan hanya mengakhiri perjalanan Selecao di turnamen, tetapi juga menutup lembaran karier internasional sang pemilik nomor punggung 10 yang telah menjadi wajah sepak bola Brasil selama lebih dari satu dekade. Pengumuman Neymar disampaikan dengan penuh emosi sesaat setelah peluit panjang berbunyi di MetLife Stadium, stadion yang secara kebetulan juga menjadi lokasi debutnya bersama Timnas Brasil pada 2010.

Tangis Neymar Warnai Perpisahan yang Mengharukan

Suasana penuh haru menyelimuti lapangan ketika Neymar terduduk sambil menitikkan air mata usai pertandingan. Rekan-rekan setim berusaha menghiburnya, sementara ribuan pendukung Brasil memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan kepada pemain yang telah menjadi ikon Selecao selama 16 tahun terakhir.

Dalam wawancara singkat setelah pertandingan, Neymar mengucapkan kalimat yang langsung menjadi sorotan dunia.

“Saya sudah mencoba. Saya mencoba lagi. Semua dimulai di sini dan semuanya berakhir di sini. Sekarang semuanya sudah selesai.”

Ucapan tersebut sekaligus menjadi konfirmasi bahwa laga melawan Norwegia merupakan penampilan terakhirnya bersama Timnas Brasil.

Gol Terakhir Tak Mampu Selamatkan Brasil

Ironisnya, Neymar masih sempat mencatatkan namanya di papan skor. Ia mencetak gol melalui titik penalti pada penghujung laga, namun gol tersebut hanya memperkecil ketertinggalan Brasil menjadi 1-2.

Norwegia tampil efektif sepanjang pertandingan dengan Erling Haaland menjadi pembeda. Hasil tersebut memastikan Brasil tersingkir lebih cepat, sekaligus mencatatkan pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak edisi 1990.

Bagi Neymar, gol penalti itu menjadi gol terakhirnya dengan seragam kuning kebanggaan Brasil. Sebuah akhir yang pahit bagi pemain yang selama bertahun-tahun memikul ekspektasi besar membawa negaranya kembali menjadi juara dunia.

Menutup Karier Sebagai Raja Gol Brasil

Meski gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia, Neymar tetap meninggalkan warisan luar biasa.

Pemain berusia 34 tahun tersebut mengakhiri karier internasional dengan catatan:

  • 130 penampilan bersama Timnas Brasil.
  • 80 gol internasional.
  • 58-59 assist (bergantung pencatatan resmi).
  • Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil.
  • Juara Piala Konfederasi FIFA 2013.
  • Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Rekor golnya bahkan melampaui legenda seperti Pele, Ronaldo Nazario, Romario hingga Zico. Statistik tersebut menempatkan Neymar sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Brasil.

Karier yang Dipenuhi Talenta dan Cobaan

Perjalanan Neymar bersama Timnas Brasil selalu menghadirkan kisah yang emosional.

Ia menjalani debut pada usia muda dan langsung diproyeksikan sebagai penerus generasi emas Brasil. Namun perjalanan menuju kejayaan dunia tidak pernah mudah.

Cedera punggung membuatnya absen pada semifinal Piala Dunia 2014 ketika Brasil dihancurkan Jerman 7-1. Empat tahun kemudian Brasil disingkirkan Belgia di Rusia, lalu kandas dari Kroasia melalui adu penalti pada edisi 2022.

Di Piala Dunia 2026, harapan terakhir itu kembali pupus setelah Brasil gagal melewati hadangan Norwegia di babak 16 besar.

Rangkaian kegagalan tersebut menjadi luka terbesar dalam perjalanan Neymar bersama tim nasional, meski kualitas individunya hampir tidak pernah diragukan.

Carlo Ancelotti Hadapi Awal Generasi Baru

Pelatih Carlo Ancelotti kini menghadapi pekerjaan besar membangun generasi baru Brasil tanpa Neymar.

Sejumlah nama muda seperti Vinicius Junior, Rodrygo, Endrick hingga Estevao diperkirakan akan menjadi tulang punggung baru Selecao menuju Copa America berikutnya dan Piala Dunia 2030.

Kepergian Neymar sekaligus menjadi simbol pergantian generasi, di mana Brasil harus menemukan sosok baru yang mampu memikul beban besar sebagai pemimpin di lapangan.

Legenda yang Tak Pernah Mengangkat Trofi Piala Dunia

Bagi sebagian penggemar, Neymar akan selalu dikenang sebagai salah satu talenta paling luar biasa yang pernah dimiliki Brasil.

Kemampuan menggiring bola, kreativitas, kecepatan, dan naluri mencetak gol menjadikannya pemain yang mampu menghibur jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Namun, karier internasionalnya juga menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak selalu memberikan akhir yang sempurna. Meski mengukir berbagai rekor individu, satu impian terbesar—mengangkat trofi Piala Dunia bersama Brasil—tetap tidak pernah terwujud.

Kini, setelah 16 tahun membela Selecao, Neymar resmi menutup babak terindah dalam karier internasionalnya. Brasil kehilangan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, sementara dunia sepak bola mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu ikon terbesar generasinya.

Piala Dunia 2026: Brasil Kalah dari Norwegia, Bruno Guimaraes Tetap Didukung

BolaIndonesia – Kekalahan Timnas Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 meninggalkan kekecewaan besar. Selecao harus mengakhiri langkah mereka lebih cepat setelah takluk 1-2 dalam laga yang berlangsung sengit, Minggu (5/7/2026) waktu setempat.

Sorotan tajam sempat mengarah kepada Bruno Guimaraes yang gagal mengeksekusi tendangan penalti pada babak pertama. Namun, pelatih Carlo Ancelotti menolak menjadikan gelandang Newcastle United tersebut sebagai penyebab utama tersingkirnya Brasil.

Menurut Ancelotti, sepak bola adalah permainan tim dan hasil akhir tidak pernah ditentukan oleh satu momen saja. Ia justru memuji keberanian Bruno yang bersedia mengambil tanggung jawab pada situasi penuh tekanan.

Ancelotti Pasang Badan untuk Bruno Guimaraes

Bruno Guimaraes sebenarnya memiliki kesempatan membawa Brasil unggul lebih dulu. Namun, eksekusi penaltinya berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Kegagalan tersebut langsung memicu berbagai komentar di media sosial. Tidak sedikit yang menilai momentum pertandingan berubah setelah penalti itu gagal berbuah gol.

Meski demikian, Ancelotti memilih memberikan pembelaan kepada anak asuhnya.

Pelatih asal Italia itu menegaskan keputusan menunjuk Bruno sebagai algojo penalti telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk statistik latihan dan performa sang pemain dalam sesi internal tim. Baginya, kegagalan tersebut merupakan bagian dari risiko yang harus diterima setiap penendang penalti.

Kekalahan Bukan Tanggung Jawab Satu Pemain

Ancelotti juga menegaskan Brasil sebenarnya mampu menciptakan cukup banyak peluang sepanjang pertandingan. Hanya saja penyelesaian akhir masih menjadi persoalan utama yang gagal diatasi.

Selain penalti Bruno yang digagalkan Nyland, Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, hingga Endrick juga beberapa kali memperoleh kesempatan mencetak gol, tetapi seluruh peluang tersebut mampu dimentahkan oleh pertahanan disiplin Norwegia.

Sebaliknya, Norwegia tampil sangat efektif. Erling Haaland hanya membutuhkan sedikit peluang untuk mencetak dua gol yang memastikan negaranya melaju ke babak perempat final.

Bruno Guimaraes Tetap Mendapat Dukungan Rekan Setim

Ruang ganti Brasil juga memperlihatkan solidaritas tinggi seusai pertandingan. Para pemain memilih tetap memberikan dukungan kepada Bruno Guimaraes.

Mereka menilai gelandang berusia 28 tahun tersebut justru menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang turnamen. Kontribusinya dalam mengatur tempo permainan dan membantu transisi menyerang dinilai tetap sangat penting meski gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti.

Pendekatan tersebut menunjukkan budaya tim Brasil yang enggan mencari kambing hitam ketika mengalami kegagalan. Para pemain sepakat bahwa kekalahan merupakan tanggung jawab seluruh skuad, bukan individu tertentu.

Norwegia Tampil Sangat Efektif

Di sisi lain, Norwegia kembali membuktikan diri sebagai salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026. Disiplin bertahan, organisasi permainan yang rapi, serta efektivitas lini depan menjadi pembeda dalam duel melawan Brasil.

Penampilan gemilang Orjan Nyland di bawah mistar juga layak mendapat apresiasi. Selain menggagalkan penalti Bruno Guimaraes, ia melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga keunggulan timnya hingga peluit panjang berbunyi.

Sementara itu, Haaland kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu striker terbaik dunia. Dua gol yang dicetaknya menjadi pembeda dalam pertandingan sekaligus mengantar Norwegia ke babak delapan besar.

Brasil Diminta Bangkit

Bagi Ancelotti, kegagalan di Piala Dunia 2026 harus menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk saling menyalahkan. Ia menilai Brasil memiliki fondasi skuad yang kuat, namun tetap membutuhkan regenerasi terutama di sektor lini tengah agar mampu bersaing pada turnamen besar berikutnya.

Pelatih berpengalaman tersebut berharap para pemain muda dapat terus berkembang sehingga Brasil kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Meski pulang lebih awal, sikap Selecao yang tetap memberikan dukungan kepada Bruno Guimaraes memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi nilai utama di dalam skuad. Kekalahan dari Norwegia memang menyakitkan, tetapi Brasil memilih menatap masa depan tanpa mencari kambing hitam atas kegagalan mereka di Piala Dunia 2026.

Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City, mengalami penundaan selama satu jam akibat cuaca buruk yang melanda Mexico City.

FIFA mengambil keputusan tersebut demi alasan keselamatan setelah terdeteksi adanya risiko sambaran petir di sekitar stadion.

Awalnya, pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 18.00 waktu setempat, atau Senin (6/7/2026) pukul 07.00 pagi WIB. Namun, kemudian diundur menjadi pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 08.00 pagi WIB.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan pertandingan baru dapat dimulai apabila tidak ada sambaran petir dalam radius sekitar 13 kilometer selama 30 menit. Jika kembali terjadi petir, hitungan waktu akan diulang dari awal.

“Karena kondisi cuaca buruk di Mexico City, termasuk risiko petir di sekitar stadion, kick-off pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris ditunda hingga pukul 19.00 waktu setempat,” bunyi pernyataan tersebut.

“Keselamatan dan keamanan semua pihak menjadi prioritas FIFA,” lanjut pernyataan itu.

Inggris Tetap Antusias Hadapi Meksiko

Meski harus menunggu lebih lama untuk bertanding, kapten Timnas Inggris Harry Kane memastikan suasana di dalam skuad tetap positif.

Menurut Harry Kane, para pemain sudah siap menghadapi salah satu laga terpenting di turnamen melawan tuan rumah Meksiko.

“Ini adalah pertandingan sebesar mungkin di Piala Dunia, laga besar melawan lawan yang tangguh. Kami siap dan tidak sabar untuk turun ke lapangan,” ujar Kane kepada BBC Sport.

Harry Kane juga mengungkapkan bahwa atmosfer yang dirasakan tim di Mexico City sangat baik.

“Respons yang kami terima sangat positif. Mereka antusias menyambut pertandingan ini. Suasananya sama sekali tidak bermusuhan, ini akan menjadi momen yang luar biasa,” tambahnya.

Eks Pemain Inggris Soroti Dampak Penundaan

Mantan bek timnas Inggris, Micah Richards, menilai penundaan pertandingan bisa memengaruhi persiapan fisik para pemain, terutama terkait pola makan dan asupan energi sebelum bertanding.

Ia menjelaskan pemain biasanya memiliki jadwal nutrisi yang sangat terstruktur menjelang kick-off.

“Yang paling berpengaruh adalah sisi nutrisi. Dulu saya selalu memastikan mendapat asupan yang tepat sekitar tiga jam sebelum pertandingan. Penundaan satu jam mungkin tidak terlalu berdampak, tetapi menjelang akhir laga para pemain bisa membutuhkan tambahan energi,” kata Richards.

Sementara itu, legenda Inggris, Wayne Rooney, menilai para pemain profesional seharusnya mampu beradaptasi dengan perubahan jadwal tersebut.

Pemenang Akan Tantang Norwegia di Perempat Final

Pertandingan Inggris kontra Meksiko menjadi salah satu laga penentu menuju babak perempat final. Tim pemenang akan menghadapi Norwegia, yang sebelumnya menyingkirkan Brasil dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Erling Haaland.

Rooney pun yakin perubahan jadwal tidak akan mengganggu fokus para pemain Inggris.

“Saat mempersiapkan pertandingan, tentu Anda berharap laga dimulai sesuai jadwal. Namun para pemain hanya perlu tetap fokus dan tidak terlalu memikirkan penundaan ini,” ujar Rooney.

“Mereka cukup profesional dan memiliki staf yang baik di sekeliling mereka, jadi saya rasa hal ini tidak akan terlalu memengaruhi performa mereka,” lanjutnya.

Idnews.top – Ada kabar mengejutkan datang dari Piala Dunia 2026. Kick off pertandingan 16 besar antara Meksiko vs Inggris resmi diundur.

Azteca Stadium, Meksiko akan menggelar sebuah laga panas. Tuan rumah, Timnas Meksiko akan memainkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Lawan yang mereka hadapi adalah wakil Eropa, Timnas Inggris. The Three Lions sendiri merupakan salah satu unggulan juara di turnamen ini sehingga banyak yang antusias untuk menyaksikan pertandingan seru tersebut.

Namun ada kabar kurang baik bagi mereka yang menantikan pertandingan ini. Kick Off pertandingan ini resmi diundur oleh FIFA karena ada kondisi yang mendesak.

Cuaca Ekstrim

Kepastian kick off laga Meksiko vs Inggris ini diundur disampaikan langsung oleh Timnas Inggris melalui akun media sosial mereka.

Pertandingan ini sedianya dimulai pada Pkl 07.00 WIB. Namun FIFA dan kedua tim sepakat untuk memundurkan kick off pertandingan ini selama satu jam, sehingga laga baru dimulai pada Pkl 08.00 WIB.

Keputusan ini diambil karena Stadion Azteca saat ini diguyur hujan yang sangat deras dan sesekali ada petir. Jadi demi keselamatan kedua tim, pertandingan ditunda sejam dengan harapan hujan sudah reda saat kick off.

Timnas Inggris dalam Kondisi Kurang Ideal

Di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini, Timnas Inggris dianggap berada dalam kondisi yang kurang ideal.

Pasalnya Azteca Stadium berada di dataran tinggi. Alhasil stok oksigen lebih tipis dari kondisi normal, sehingga Inggris bakal kesulitan beradaptasi dengan situasi tersebut.

Di sisi lain, Azteca Stadium akan dipenuhi oleh puluhan ribu pendukung setia Timnas Meksiko, sehingga mereka akan berada dalam tekanan besar sepanjang laga.

Susunan Pemain Meksiko vs Inggris

Meksiko (4-3-3): Rangel; Gallardo, Vasquez, Montes, Sanchez; Romo, Lira, Mora; Quinones, Jimenez, Alvarado

Pelatih: Javier Aguirre

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Quansah; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Saka; Kane

Pelatih: Thomas Tuchel

Timnas Brasil harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 di babak 16 besar. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB, di mana Erling Haaland sukses mencetak brace.

Pertarungan di antara kedua tim begitu seru, di mana pada 45 menit pertama pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Namun, pada babak kedua, Norwegia lebih dulu mengejutkan Brasil.

Erling Haaland membuka keunggulan Norwegia setelah tandukan memaksimalkan umpan Andreas Schejelderup berhasil mengoyak jala gawang Timnas Brasil yang dikawal Alisson Becker pada menit ke-79.

Andreas Schejelderup kemudian kembali mengirimkan umpan yang membuat Erling Haaland memastikan brace pada menit ke-90. Norwegia pun di atas angin untuk memenangkan laga dan lolos ke perempat final.

Namun, Brasil memperkecil peluang lewat eksekusi penalti Neymar pada menit 90’+10. Berawal dari Casemiro yang dilanggar Ostigard di kotak penalti, Neymar maju sebagai eksekutor dan dengan tenang menaklukkan Orjan Nyland.

Skor 2-1 untuk keunggulan Norwegia bertahan hingga laga usai. Norwegia pun ini menanti lawan di perempat final, yaitu antara Meksiko dan Inggris yang baru akan bertanding pada Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Susunan Pemain

Brasil (4-1-2-3): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Gabriel Martinelli; Rayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior

Pelatih: Carlo Ancelotti

Norwegia (4-1-2-3): Orjan Nyland; Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, Moller Wolfe; Sander Berge; Martin Odegaard, Patrick Berg; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa

Pelatih: Stale Solbakken

Idnews.top – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe sangat senang melihat timnya mengalahkan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif La Albirroja di laga ini.

Beberapa saat yang lalu, Timnas Prancis berhadapan dengan Timnas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan di Philadelphia Stadium itu berlangsung dengan sangat alot sejak awal laga.

Pasalnya Paraguay bermain dengan sangat pragmatis sejak awal laga. Wakil Amerika Selatan itu juga tidak sungkan untuk melakukan pelanggaran demi menghentikan pergerakan Prancis.

Namun Les Bleus berhasil keluar sebagai pemenang laga ini setelah Kylian Mbappe mencetak gol dari titik putih di babak kedua. Mbappe sendiri sangat senang melihat timnya memenangkan laga alot ini.

Taktik Negatif Paraguay

Dalam wawancaranya seusai laga, Kylian Mbappe menilai timnya sangat layak untuk lolos ke babak perempat final. Ia menilai Prancis berhasil menghancurkan taktik negatif Paraguay di laga ini.

“Paraguay tidak mau bermain sepak bola di pertandingan tadi, dan kami menunjukkan kepada mereka caranya bermain bola,” buka Mbappe.

“Kami memenangkan pertandingan ini dan kami tim yang lebih bagus daripada mereka.”

Prancis Juga Bisa Main Kotor

Lebih lanjut, Mbappe juga mengomentari permainan kasar yang diperagakan Paraguay sepanjang laga. Ia menyebut bahwa timnya juga bisa melakukan hal yang serupa.

“Jika kami harus mengotori tangan kami, maka kami akan melakukan itu. Mereka (Paraguay) mengira kami akan bermain sambil menggunakan tuxedo di pertandingan tadi, namun kami juga tahu bagaimana cara bermain kotor juga,” sambung Mbappe.

“Kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa kami bukan hanya tim yang mampu memainkan sepak bola menyerang,” pungkasnya.

Laga Berikutnya

Timnas Prancis saat ini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena mereka ditunggu laga berat di perempat final nanti.

Mereka akan menghadapi Timnas Maroko, di mana wakil Afrika itu menghancurkan Kanada dengan skor 3-0 di babak 16 besar pada dini hari tadi.

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan penuh drama pada 4 Juli 2026. Argentina berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah melewati laga sengit, sedangkan Prancis bersiap menghadapi tantangan berat dari Paraguay pada fase gugur.

Selain itu, Kanada juga akan menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi berlangsung ketat. Dengan demikian, persaingan menuju perempat final semakin menarik untuk disaksikan para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Argentina Selamat dari Kejutan Cape Verde

Argentina harus bekerja ekstra keras saat menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar. Tim asuhan Lionel Scaloni sempat unggul lebih dulu, tetapi lawannya mampu memberikan perlawanan luar biasa hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol dan memberikan assist yang membantu Argentina meraih kemenangan 3-2. Berkat hasil tersebut, La Albiceleste memastikan langkah ke babak 16 besar setelah melalui pertandingan yang menguras tenaga.

Meski menang, performa Cape Verde mendapatkan banyak pujian. Tim debutan tersebut tampil disiplin dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan sang juara dunia.

Prancis Waspadai Kejutan Paraguay

Sementara itu, Prancis akan menjalani pertandingan penting melawan Paraguay. Les Bleus tetap diunggulkan karena memiliki kualitas pemain yang lebih merata. Namun, Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu menyingkirkan lawan tangguh pada fase sebelumnya.

Pelatih Prancis meminta para pemainnya untuk tidak menganggap remeh Paraguay. Sebab, fase gugur tidak memberikan kesempatan kedua bagi tim yang kalah.

Kanada Tantang Maroko

Di pertandingan lainnya, Kanada akan menghadapi Maroko dalam perebutan tiket menuju perempat final. Kanada mengandalkan kecepatan lini serang, sedangkan Maroko tetap mengusung permainan disiplin seperti saat mereka menciptakan kejutan pada turnamen-turnamen sebelumnya.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi besar untuk mencetak sejarah di Piala Dunia 2026

Cuaca Panas Jadi Tantangan Baru

Selain persaingan di lapangan, kondisi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Beberapa kota tuan rumah diperkirakan mengalami suhu sangat tinggi sehingga FIFA menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk jeda minum dan peningkatan layanan medis bagi pemain maupun penonton.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini (4 Juli)

  • Kanada vs Maroko
  • Paraguay vs Prancis

Selain dua pertandingan tersebut, hasil dramatis Argentina atas Cape Verde menjadi salah satu sorotan utama hari ini setelah juara bertahan berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 terus menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi. Argentina sukses melewati ujian berat dan melaju ke babak berikutnya. Di sisi lain, Prancis wajib tampil maksimal saat menghadapi Paraguay, sedangkan Kanada dan Maroko siap menyuguhkan duel yang tak kalah menarik.

Dengan semakin dekatnya babak perempat final, setiap pertandingan kini menjadi penentu nasib masing-masing negara dalam perburuan gelar juara dunia.

Idnews.Top – Tempat menonton pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia vs Ghana. Bolaneters bisa menonton laga mendebarkan ini melalui sejumlah saluran berikut ini.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Kolombia dan Ghana di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (4/7) pukul 08.30 WIB. Di atas kertas, Kolombia diunggulkan berkat kualitas individu dan performa konsisten sepanjang turnamen.

Kelebihan utama Los Cafeteros terletak di sektor sayap, dengan Daniel Munoz dan Luis Diaz sebagai motor serangan. Kecepatan dan agresivitas mereka diprediksi akan menyulitkan pertahanan Ghana yang terkenal kokoh. Sebelumnya, tim kuat seperti Inggris dan Kroasia kesulitan membongkar pertahanan Ghana karena terlalu fokus menyerang dari tengah. Kolombia hadir dengan strategi berbeda, memaksimalkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Daniel Munoz sendiri datang dengan momentum positif setelah mencetak gol ke gawang RD Kongo di fase grup. Performa apiknya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Nestor Lorenzo.

Meski tidak diunggulkan, Ghana tetap menyimpan peluang kejutan. Organisasi pertahanan disiplin menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan. Di lini depan, kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordan Ayew menjadi senjata mematikan dalam skema serangan balik, terutama saat pemain Kolombia terlalu asyik menyerang ke depan.

Dengan Kolombia yang mengandalkan sayap dan Ghana yang siap menunggu di belakang, laga ini menjanjikan duel taktik menarik antara serangan agresif dan pertahanan terorganisir.

Tempat Menonton Kolombia vs Ghana

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Kolombia vs Ghana
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
Jam kick-off: 08.30 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Link Streaming: https://maxstream.tv/live/0_t2lownf9/kolombia_vs_ghana

DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prakiraan Susunan Pemain Kolombia vs Ghana

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Lucumi, Sanchez, Mojica; Puerta, Lerma, Arias; Rodriguez, Suarez, Diaz

Pelatih: Nestor Lorenzo

Ghana (4-5-1): Asare; Senaya, Adjetey, Luckassen, Mensah; Sulemana, Partey, Owusu, Sibo, Semenyo; Ayew

Pelatih: Carlos Queiroz

Idnews.Top – Sebuah catatan kurang baik datang bagi sepak bola Asia. Tidak ada satu-pun perwakilan AFC yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Seperti yang sudah diketahui, Piala Dunia 2026 mengubah format turnamennya. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti oleh 32 tim, namun mulai edisi 2026 ini jumlah pesertanya meningkat menjadi 48.

Peningkatan kuota tersebut membuat jatah AFC di Piala Dunia 2026 jadi naik. Total Asia mengirimkan sembilan wakil ke Piala Dunia 2026, di mana ada dua tim debutan yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di awal turnamen, banyak yang memprediksi ada setidaknya satu atau dua wakil Asia yang melaju jauh di turnamen ini. Namun sayang, apa yang terjadi di lapangan tidak seindah harapan.

Sudah Berguguran di Fase Grup

Jangankan melaju jauh di Piala Dunia 2026, wakil-wakil Asia justru berguguran di fase grup.

Korea Selatan dan Iran finish di peringkat ketiga namun gagal mengamankan status peringkat ketiga terbaik untuk lolos ke babak 32 besar. Sementara Uzbekistan, Yordania, Qatar, Irak dan Arab Saudi sukses jadi juru kunci di masing-masing grup.

Alhasil hanya dua wakil Asia yang lolos ke babak gugur, yaitu Timnas Jepang yang jadi runner up grup F dan Australia yang jadi runner up grup D.

Tersingkir di 32 Besar

Ada harapan yang besar bahwa Jepang dan Australia bisa membawa Asia melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun sayang kenyataan di lapangan lebih pahit dari yang kita duga.

Di babak 32 besar, Jepang langsung bertemu dengan salah satu unggulan juara, Brasil. Sempat mengimbangi permainan Brasil, namun The Samurai Blue harus menelan kekecewaan usai Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan Brasil di masa injury time.

Sementara Australia juga harus menelan kekalahan di babak 32 besar. Sempat mengimbangi Mesir dengan skor 1-1 di waktu normal, Socceroos tumbang di babak adu penalti dengan skor 2-4.

Tersingkirnya Australia membuat Asia sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026. AFC menjadi konfederasi kedua yang sudah tidak punya wakil di Piala Dunia 2026 setelah OFC, di mana satu-satunya wakil OFC, Selandia Baru tumbang di fase gurp.

Tangis Mohamed Salah! Panenka Ikonik Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Mohamed Salah kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi ikon sepak bola Mesir. Sang kapten tampil sebagai sosok sentral saat membawa The Pharaohs melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti yang mendebarkan.

Laga yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir dengan skor 1-1 sebelum Mesir memastikan kemenangan 4-2 lewat adu penalti. Salah menjadi sorotan utama berkat eksekusi penalti bergaya Panenka yang berani sekaligus penuh ketenangan, sebuah momen yang langsung menjadi perbincangan dunia sepak bola. Kemenangan tersebut juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Mesir yang sukses memenangkan pertandingan fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Pertandingan Penuh Tekanan Sejak Menit Awal

Mesir sebenarnya membuka keunggulan lebih dahulu melalui sundulan Emam Ashour pada menit ke-13 setelah memanfaatkan rangkaian serangan yang dibangun dari sisi kiri lapangan. Australia kemudian meningkatkan intensitas permainan dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua.

Setelah skor kembali imbang, kedua tim saling berhati-hati. Peluang emas memang tercipta, termasuk beberapa kesempatan yang melibatkan Salah, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat pertandingan harus berlanjut hingga babak tambahan waktu.

Meski tampil dominan dalam beberapa fase pertandingan, Mesir gagal mencetak gol kemenangan sehingga drama adu penalti tak dapat dihindari.

Panenka Salah Jadi Simbol Kepercayaan Diri

Ketika tekanan mencapai titik tertinggi, Mohamed Salah justru memperlihatkan ketenangan luar biasa.

Sebagai algojo ketiga Mesir, pemain berusia 34 tahun itu memilih melakukan tendangan Panenka, yakni sebuah teknik penalti dengan mencungkil bola pelan ke tengah gawang ketika kiper telah menjatuhkan diri.

Keputusan tersebut sangat berisiko. Jika gagal, Salah akan menjadi sasaran kritik. Namun sang kapten memperlihatkan mental kelas dunia. Bola meluncur mulus ke tengah gawang sementara penjaga gawang Australia sudah bergerak ke sisi lain.

Sorak sorai pendukung Mesir pun pecah. Eksekusi tersebut langsung menjadi salah satu momen paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus menunjukkan kualitas mental seorang pemimpin di bawah tekanan.

Tangis Haru Setelah Peluit Akhir

Usai Hossam Abdelmaguid memastikan kemenangan Mesir melalui penalti penentu, emosi Mohamed Salah akhirnya tak lagi terbendung.

Kapten Mesir terlihat berkaca-kaca bahkan nyaris menangis ketika merayakan keberhasilan bersama rekan-rekannya. Momen itu menggambarkan betapa besar arti kemenangan tersebut bagi Salah yang telah bertahun-tahun membawa harapan jutaan rakyat Mesir.

Dalam wawancaranya setelah pertandingan, Salah menyebut kemenangan ini sebagai bagian dari sejarah baru sepak bola Mesir. Ia mengaku bangga karena generasi saat ini berhasil mencatatkan pencapaian yang selama puluhan tahun sulit diraih negaranya.

Strategi Australia Justru Berbalik Menjadi Bumerang

Australia sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus menghadapi kemungkinan adu penalti. Pelatih Tony Popovic melakukan pergantian penjaga gawang menjelang babak tos-tosan dengan harapan mendapatkan keuntungan psikologis.

Namun keputusan tersebut justru tidak membuahkan hasil. Keempat penendang Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara Australia gagal memanfaatkan momentum dan harus menerima kenyataan tersingkir dari turnamen.

Tantangan Berat Menanti Mesir

Lolos ke babak 16 besar menjadi pencapaian luar biasa bagi Mesir, tetapi perjalanan mereka belum selesai. Selanjutnya The Pharaohs dijadwalkan menghadapi Argentina yang telah memastikan tiket ke fase berikutnya usai mengalahkan Cape Verde dalam pertandingan babak 32 besar. Duel tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik karena mempertemukan Mohamed Salah dengan Lionel Messi di panggung Piala Dunia.

Panenka yang Akan Selalu Dikenang

Di luar hasil pertandingan, malam di Texas akan selalu dikenang sebagai malam milik Mohamed Salah. Bukan karena jumlah gol yang dicetaknya, melainkan karena keberanian mengambil keputusan yang tidak semua pemain berani lakukan dalam situasi paling menegangkan.

Panenka yang dingin, tangis haru setelah peluit akhir, serta keberhasilan membawa Mesir mencetak sejarah baru menjadikan pertandingan melawan Australia sebagai salah satu bab paling emosional dalam perjalanan karier Mohamed Salah. Di usia yang telah memasuki penghujung karier internasionalnya, sang “Raja Mesir” sekali lagi membuktikan bahwa pemain besar selalu hadir ketika negaranya paling membutuhkan.