27 Oktober 2026

#SepakBolaHariIni

Idnews.top – Jadwal dan link streaming laga Swiss vs Argentina pada babak 8 Besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) mulai pukul 08.00 pagi WIB. Laga Swiss vs Argentina akan disiarkan di TVRI dan MaxStream.

Perjalanan Argentina menuju delapan besar jauh dari kata mulus. Tim asuhan Lionel Scaloni dipaksa bekerja ekstra dalam dua laga fase gugur.

Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir. Lionel Messi yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti akhirnya mengubah jalannya pertandingan lewat assist untuk Cristian Romero dan gol penyeimbang sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis 3-2.

Di sisi lain, Swiss kembali membuktikan konsistensinya di level internasional. Di bawah arahan Murat Yakin, mereka memang tidak selalu tampil atraktif, tetapi mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik.

Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Meski Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti, Ruben Vargas memastikan kemenangan yang membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Argentina vs Swiss
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Minggu, 12 Juli 2026
Jam kick-off: 08.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_ty7vb3rh/argentina_vs_swiss

Prediksi Skor

Argentina memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi, terutama ketika Messi mampu menentukan jalannya pertandingan dalam situasi paling sulit. Pengalaman mereka di laga-laga besar juga menjadi modal penting menghadapi tekanan babak gugur.

Namun, pertahanan Argentina belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka sudah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, sedangkan Swiss memiliki cukup banyak opsi di lini depan untuk mengeksploitasi ruang yang tersedia.

Swiss kemungkinan akan bermain disiplin sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Jika efektivitas penyelesaian akhir mereka lebih baik dibanding saat menghadapi Kolombia, peluang mencetak gol tetap terbuka.

Meski begitu, sulit mengabaikan faktor Messi yang berkali-kali menjadi pembeda. Argentina diprediksi kembali lolos, tetapi mungkin harus melalui pertandingan yang berlangsung ketat.

Prediksi skor akhir: Argentina 2-1 Swiss

BolaIndonesia – Timnas Inggris memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan perempat final yang berlangsung dramatis. Kemenangan ini menjadi salah satu laga paling menarik pada turnamen tahun ini dan kembali menegaskan status The Three Lions sebagai kandidat kuat juara.

Norwegia sempat mengejutkan publik dengan membuka keunggulan lebih dahulu melalui Andreas Schjelderup. Gol tersebut membuat Inggris berada dalam tekanan karena sepanjang babak pertama permainan mereka belum menunjukkan performa terbaik.

Namun, Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci. Gelandang muda tersebut sukses mencetak gol penyeimbang sebelum turun minum sehingga menghidupkan kembali peluang Inggris untuk lolos ke semifinal.

Jude Bellingham Jadi Pembeda

Babak kedua berlangsung ketat dengan kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang emas. Erling Haaland berusaha membawa Norwegia kembali unggul, tetapi lini pertahanan Inggris tampil semakin disiplin.

Ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Ia mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Norwegia sehingga membawa Inggris berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut sekaligus memastikan Inggris mengamankan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Penampilan Bellingham pun mendapat banyak pujian karena kembali menjadi sosok penentu di pertandingan besar.

Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak

Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan Norwegia layak mendapat apresiasi. Tim asuhan Ståle Solbakken berhasil mencatat sejarah dengan tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk kemenangan mengejutkan atas Brasil pada babak 16 besar.

Pelatih Solbakken mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh pemainnya. Ia menilai skuad Norwegia telah memberikan segalanya hingga menit terakhir meski akhirnya harus mengakui keunggulan Inggris.

Inggris Semakin Percaya Diri

Keberhasilan mencapai semifinal semakin meningkatkan kepercayaan diri skuad Inggris. Selain memiliki lini depan yang tajam, mereka juga menunjukkan mental juara dengan mampu bangkit setelah tertinggal.

Jude Bellingham kini menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas berkat kontribusi golnya yang terus bertambah selama turnamen. Bersama Harry Kane, Inggris memiliki duet yang menjadi ancaman bagi siapa pun di fase berikutnya.

Dengan kemenangan ini, Inggris tinggal selangkah lagi menuju partai final Piala Dunia 2026. Para pendukung The Three Lions kini berharap momentum positif tersebut dapat terus berlanjut hingga mengangkat trofi juara dunia.

Skor Akhir

  • Inggris 2-1 Norwegia (AET)
  • Pencetak gol Inggris: Jude Bellingham (2)
  • Pencetak gol Norwegia: Andreas Schjelderu
Skor Norwegia vs Inggris 1-1, Duel Sengit Berlanjut

BolaIndonesia – Norwegia dan Inggris masih belum mampu menentukan pemenang hingga 90 menit waktu normal pada laga perempat final Piala Dunia 2026. Kedua tim bermain imbang 1-1 setelah babak kedua berlangsung sengit namun tanpa tambahan gol, sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.

Pertemuan dua tim Eropa ini sejak awal memang diprediksi berlangsung ketat. Norwegia yang tampil penuh percaya diri berusaha melanjutkan kejutan mereka di turnamen, sementara Inggris datang dengan status salah satu favorit juara. Hasilnya, duel berjalan seimbang dengan tempo tinggi dan intensitas yang terus meningkat hingga peluit panjang berbunyi.

Jalannya Babak Pertama Berlangsung Sengit

Sejak menit-menit awal pertandingan, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan melalui penguasaan bola. Kombinasi lini tengah mereka beberapa kali membuka ruang di sisi sayap, tetapi disiplin pertahanan Norwegia membuat peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.

Norwegia tidak tinggal diam. Mengandalkan kecepatan serangan balik dan kekuatan fisik para pemain depan, mereka beberapa kali merepotkan lini belakang The Three Lions. Setiap kali kehilangan bola, skuad Norwegia langsung melakukan transisi cepat untuk mengincar ruang kosong yang ditinggalkan para bek Inggris.

Gol pembuka akhirnya tercipta setelah salah satu tim berhasil memanfaatkan kelengahan lawan. Namun Inggris mampu merespons dengan cepat melalui serangan terorganisasi yang berujung gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum dan membuat pertandingan semakin terbuka pada babak kedua.

Babak Kedua Didominasi Adu Taktik

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah penyesuaian strategi. Inggris mencoba meningkatkan intensitas tekanan dengan memasukkan pemain yang memiliki karakter lebih menyerang. Sementara Norwegia memilih tetap disiplin dan mengandalkan efektivitas serangan balik.

Laga berjalan semakin keras. Duel-duel di lini tengah terjadi hampir di setiap menit, membuat kedua tim kesulitan membangun serangan yang benar-benar bersih. Meski penguasaan bola lebih banyak dimiliki Inggris, Norwegia justru beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui transisi cepat.

Penjaga gawang dari kedua kubu tampil luar biasa. Beberapa penyelamatan penting menggagalkan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah papan skor. Ketenangan para kiper menjadi salah satu alasan mengapa pertandingan tetap berakhir imbang hingga menit ke-90.

Di sisi lain, para pemain bertahan juga tampil disiplin. Blok pertahanan yang rapat membuat para penyerang kesulitan mendapatkan ruang tembak yang ideal. Umpan-umpan silang maupun percobaan dari luar kotak penalti belum mampu menembus kokohnya lini belakang masing-masing tim.

Tempo Meningkat Menjelang Akhir Laga

Memasuki 15 menit terakhir, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim mulai berani mengambil risiko demi mencari gol kemenangan sebelum laga memasuki babak tambahan.

Inggris beberapa kali menggempur pertahanan Norwegia melalui kombinasi permainan cepat di area sayap. Sementara Norwegia hampir mencuri gol lewat serangan balik yang memanfaatkan ruang kosong ketika Inggris terlalu banyak mengirim pemain ke depan.

Sayangnya, penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Beberapa peluang emas hanya melebar tipis ataupun mampu diamankan oleh penjaga gawang lawan.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal dengan skor tetap 1-1. Sesuai regulasi fase gugur Piala Dunia 2026, pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak extra time selama dua kali 15 menit.

Extra Time Jadi Penentu Tiket Semifinal

Babak tambahan dipastikan menjadi ujian besar bagi kondisi fisik kedua tim. Setelah bermain dalam tempo tinggi selama 90 menit, faktor kebugaran diprediksi akan sangat menentukan jalannya pertandingan.

Inggris masih memiliki kedalaman skuad yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga intensitas permainan. Sebaliknya, Norwegia diyakini tetap mengandalkan semangat juang tinggi serta efektivitas serangan balik yang sejauh ini cukup merepotkan pertahanan lawan.

Selain stamina, ketenangan dalam mengambil keputusan juga akan menjadi faktor krusial. Satu kesalahan kecil saja dapat berujung pada gol yang menentukan nasib kedua negara di ajang Piala Dunia 2026.

Jika hingga extra time skor masih tidak berubah, pertandingan akan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal.

Seluruh perhatian kini tertuju pada 30 menit tambahan yang dipastikan berlangsung penuh drama. Baik Norwegia maupun Inggris sama-sama masih memiliki peluang yang sama besar untuk mengamankan tiket menuju empat besar, sementara para pendukung kedua tim berharap tim kesayangannya mampu tampil lebih efektif pada momen-momen penentuan.

Brasil tersingkir secara mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Norwegia. Dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melaju ke perempat final.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Neymar tampil lebih jauh di Piala Dunia. Penyerang berusia 34 tahun itu tampak sangat terpukul setelah pertandingan berakhir.

Bagi Brasil, hasil itu menjadi pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak disingkirkan rival abadinya, Argentina, pada edisi 1990.

Tim berjuluk Selecao juga kini telah 24 tahun tidak mampu mengangkat trofi Piala Dunia.

Prestasi terbaik mereka dalam periode tersebut terjadi pada 2014 ketika mencapai semifinal sebelum kalah telak 1-7 dari Jerman, Die Mannschaft kemudian menjadi juara.

Ancaman Romario

Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 dengan harapan mampu mengangkat performa tim. Namun, setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, desakan agar pelatih asal Italia itu dicopot dari jabatannya mulai bermunculan.

Satu di antara sosok yang menyuarakan kritik keras adalah Romario, anggota skuad juara dunia Brasil 1994.

Mantan striker Selecao itu bahkan mengatakan dirinya akan “membawa Ancelotti ke pengadilan” setelah Brasil tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.

“Dia tidak bisa tetap menjadi pelatih Brasil,” kata Romario, seperti dikutip talkSPORT.

“Kalau saya yang memimpin federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka, lalu langsung merobek kontraknya.”

“Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan. Nanti kita lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak boleh bertahan,” cetus legenda sepak bola Brasil itu.

Belum Akan Lengser

Meski begitu, masa depan Ancelotti belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pelatih yang memiliki kontrak hingga 2030 itu diperkirakan tetap melanjutkan pekerjaannya, meski mendapat kritik keras setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.

“Dia adalah pelatih kami dan akan tetap bersama kami sepanjang siklus ini,” ujar koordinator tim nasional Brasil, Rodrigo Caetano, setelah kekalahan dari Norwegia.

“Satu di antara penyebab utama kegagalan kami di Piala Dunia ini adalah tidak adanya arahan jangka panjang yang stabil untuk mempersiapkan tim nasional sebagaimana mestinya menghadapi Piala Dunia. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi,” tambah Caetano.

Pernyataan tersebut mengindikasikan Ancelotti masih akan dipertahankan sebagai pelatih Brasil, meski kritik terhadap mantan pelatih Real Madrid itu terus berdatangan.

Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai membekuk Norwegia 2-1 melalui extra time pada perempat final di Hard Rock Stadium, Amerika Serikat, Minggu (12/6/2026) dini hari WIB.

Dua gol Jude Bellingham menjadi pembeda. Gelandang itu menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama lalu memastikan kemenangan pada perpanjangan waktu.

Hasil ini mengakhiri dongeng Norwegia di turnamen. Pasukan Thomas Tuchel kini menunggu pemenang Argentina melawan Swiss yang baru berlangsung beberapa jam mendatang.

Laga berjalan hati-hati di awal. Peluang bersih baru hadir setelah menit ke-20, sebelum drama berlangsung hingga tambahan waktu.

Babak Pertama: Norwegia Memimpin, Inggris Menjawab

Kedua tim membuka pertandingan dengan tempo terukur sehingga minim peluang pada 20 menit awal. Inggris memiliki kesempatan pertama pada menit 28 melalui tendangan bebas Harry Kane yang masih meleset.

Tak lama berselang, Norwegia membalas lewat Erling Haaland. Sundulannya mengarah tepat sasaran tetapi mampu diamankan Jordan Pickford.

Tim Skandinavia unggul lebih dahulu pada menit 36. Tendangan Andreas Schjelderup dari sudut sempit gagal dibendung Pickford, membentur tiang jauh lalu bergulir masuk.

Norwegia hampir menggandakan skor ketika tembakan Alexander Sortloth melayang tipis di atas mistar gawang Inggris.

Inggris menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama. Jude Bellingham menyambar umpan tarik winger Anthony Gordon untuk membuat skor 1-1.

Beberapa detik jelang jeda, Harry Kane sempat menceploskan bola untuk membalikkan keadaan. Namun wasit menganulir karena offside. Interval berakhir 1-1.

Babak Kedua: Tekanan Skandinavia, VAR, dan Perubahan Tuchel

Selepas turun minum, Norwegia masih berbahaya. Pada menit 53, sundulan Erling Haaland memaksa Pickford melakukan penyelamatan krusial.

Dua menit kemudian, kiper Inggris kembali sigap menggagalkan upaya Patrick Berg dari jarak menengah.

Norwegia sempat merayakan gol pada menit 56 saat Torbjorn Lysaker Heggem menyambar bola kemelut di kotak penalti. Setelah meninjau VAR, wasit menganulir karena Haaland melakukan pelanggaran kepada Elliot Anderson dalam prosesnya.

Inggris kesulitan menciptakan peluang bersih di paruh kedua. Thomas Tuchel memasukkan Eberechi Eze dan Bukayo Saka, tetapi perubahan itu belum langsung berdampak.

Norwegia lebih menguasai permainan dan nyaris unggul lagi pada menit 76. Sundulan David Wolfe sudah tak terjangkau Pickford, namun bola membentur mistar.

Sampai 90 menit, skor 1-1 tak berubah dan laga dilanjutkan ke extra time.

Extra Time: Brace Bellingham Menentukan, Upaya Norwegia Mentok

Memasuki perpanjangan waktu, Inggris tancap gas. Pada menit 93, peluang Harry Kane ditepis Orjan Nyland.

Beberapa saat kemudian, Nyland tak sempurna menepis tendangan jarak jauh Morgan Rogers. Bola muntah langsung disontek Jude Bellingham untuk membawa Inggris berbalik unggul 2-1.

Menit 99, wasit sempat menunjuk titik putih untuk Inggris usai duel Oscar Bobb dengan Djed Spence. Keputusan itu dibatalkan setelah peninjauan VAR.

Norwegia merespons lewat dua kesempatan, masing-masing melalui sepakan Antonio Nusa yang diblok Marc Guehi dan tembakan Patrick Berg yang meleset.

Inggris juga punya dua peluang untuk menjauh. Nyland melakukan dua tepisan beruntun untuk menggagalkan usaha Spence dan sambaran Bukayo Saka.

Pelatih Stale Solbakken mengambil keputusan berani dengan menarik Erling Haaland pada menit 106 dan memasukkan Jorgen Larsen. Haaland mati kutu di laga ini oleh Guehi, dan perjudian tersebut tidak membuahkan hasil.

Sampai peluit panjang, Norwegia tak mampu menyamakan skor. Inggris menang 2-1 dan memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026, menanti pemenang Argentina vs Swiss.

Susunan Pemain dan Pergantian

Norwegia: Orjan Nyland; Julian Ryerson (Aursnes 60′), Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem (Ostigard 91′), David Wolfe (Pedersen 90′); Sander Berge, Martin Odegaard, Patrick Berg, Alexander Sorloth, Andreas Schjelderup (Nusa 68′); Erling Haaland (Larsen 106′)
Inggris: Jordan Pickford; Ezri Konsa (Rogers 89′), John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elija Anderson, Declan Rice (Eze 46′), Jude Bellingham (Burn 111′); Noni Madueke (Saka 46′), Anthony Gordon (James 71′), Harry Kane.

Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.

Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.

Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.

Bola Kena Kabel

Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.

Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.

Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.

Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming

Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.

Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.

Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum

Laga Berikutnya

Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.

Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.

Fabian Ruiz Antar Spanyol ke Semifinal, Golnya Dipersembahkan untuk Sang Anak

BolaIndonesia – Fabian Ruiz tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan Timnas Spanyol saat menyingkirkan Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang milik Paris Saint-Germain itu tidak hanya dipercaya tampil sebagai starter, tetapi juga sukses mencetak gol penting yang membuka jalan La Furia Roja menuju semifinal. Di balik selebrasinya yang penuh emosi, Fabian mengungkapkan bahwa gol tersebut ia persembahkan khusus untuk sang anak.

Penampilan impresif Fabian Ruiz menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol. Kepercayaan pelatih dibayar lunas dengan permainan disiplin, distribusi bola yang akurat, serta kontribusi nyata berupa gol yang membuat Spanyol semakin percaya diri menghadapi tekanan Belgia.

Kepercayaan Pelatih Dibayar dengan Penampilan Gemilang

Sejak menit pertama pertandingan, Fabian Ruiz langsung menunjukkan kualitasnya sebagai motor permainan Spanyol. Ia aktif menghubungkan lini belakang dengan lini depan, menjaga tempo permainan, dan beberapa kali memutus serangan Belgia melalui intersep yang bersih.

Keputusan pelatih untuk menempatkannya sebagai starter sempat dipertanyakan oleh sebagian pengamat. Namun Fabian membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangannya menjadi faktor penting dalam laga sebesar ini.

Gol yang ia cetak lahir dari pergerakan cerdas tanpa bola. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan, Fabian muncul dari lini kedua sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Belgia. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh sekaligus mengangkat moral seluruh pemain Spanyol.

Momentum itu menjadi titik balik pertandingan karena Belgia dipaksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Selebrasi Penuh Makna untuk Sang Buah Hati

Usai mencetak gol, Fabian Ruiz langsung berlari ke tepi lapangan sambil membentuk gestur menggendong bayi. Selebrasi sederhana itu ternyata memiliki makna yang sangat emosional.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Fabian mengaku gol tersebut dipersembahkan untuk sang anak yang selalu menjadi sumber motivasinya.

“Gol ini untuk anak saya. Dia adalah alasan terbesar saya terus bekerja keras setiap hari. Ketika saya mencetak gol, yang pertama terlintas di pikiran saya adalah keluarga,” ungkap Fabian.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para pendukung Spanyol. Banyak yang menilai selebrasi itu menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang turnamen.

Bagi Fabian, keluarga menjadi penyemangat utama di tengah padatnya jadwal kompetisi bersama klub dan tim nasional.

Dominasi Spanyol Berkat Lini Tengah yang Solid

Selain gol Fabian Ruiz, kekuatan terbesar Spanyol kembali terlihat pada dominasi lini tengah mereka. Kombinasi penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, serta transisi cepat membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.

Fabian menjadi pusat keseimbangan tim. Ia tidak hanya berperan dalam membangun serangan, tetapi juga disiplin membantu pertahanan ketika Belgia melancarkan serangan balik.

Akurasi umpannya yang tinggi membuat Spanyol mampu mempertahankan ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan. Performa tersebut kembali memperlihatkan mengapa Fabian menjadi salah satu gelandang paling komplet yang dimiliki Spanyol saat ini.

Belgia Memberikan Perlawanan Sengit

Meski kalah, Belgia tidak menyerah begitu saja. Tim berjuluk Setan Merah beberapa kali mengancam melalui serangan cepat dan bola mati.

Namun lini belakang Spanyol tampil disiplin sehingga peluang-peluang Belgia dapat dipatahkan. Setelah sempat menyamakan kedudukan, Belgia kembali tertinggal ketika Spanyol berhasil mencetak gol kemenangan di babak kedua.

Fabian Ruiz menjadi pemain yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol, ia juga memenangkan banyak duel di lini tengah dan menjadi pemain dengan kontribusi umpan progresif terbanyak untuk Spanyol.

Modal Berharga Menuju Semifinal

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Performa kolektif tim semakin matang, sementara para pemain kunci menunjukkan performa terbaiknya pada saat yang tepat.

Fabian Ruiz berharap kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.

“Kami masih memiliki pekerjaan yang belum selesai. Target kami adalah terus melaju dan memberikan yang terbaik untuk Spanyol,” ujarnya.

Dengan permainan yang semakin solid serta mental juara yang mulai terlihat, La Furia Roja kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Jika Fabian Ruiz mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Belgia, peluang Spanyol untuk kembali menjadi kampiun dunia tentu semakin terbuka lebar.

Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Piala AFF 2026 dengan menggelar pemusatan latihan (TC) di Bali United Training Center. Program yang dimulai sejak 5 Juli itu akan berlangsung hingga 20 Juli 2026.

Sebanyak 23 pemain mengikuti pemusatan latihan tahap pertama. Di antaranya terdapat Nadeo Argawinata, Thom Haye, Mauro Zijlstra, Eliano Reijnders, Beckham Putra, hingga Sandy Walsh. Sementara itu, Shayne Pattynama masih menjalani program pemulihan bersama tim fisioterapi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan fokus utama TC kali ini adalah mengembalikan kondisi fisik para pemain setelah menjalani masa libur kompetisi. Selain itu, tim pelatih juga melakukan evaluasi terhadap seluruh pemain yang dipanggil.

Herdman menjelaskan pemusatan latihan akan memasuki fase berikutnya pada pekan depan. Beberapa pemain baru berpeluang bergabung, sedangkan sebagian lainnya bisa tersingkir karena persaingan di dalam skuad sengaja diciptakan sejak awal melalui menu latihan yang cukup berat.

Selama berada di Bali, Timnas Indonesia belum memiliki agenda laga uji coba. Sebagai gantinya, tim pelatih menggelar pertandingan internal untuk mengukur perkembangan para pemain sekaligus menentukan komposisi terbaik jelang Piala AFF 2026.

Timnas Indonesia di Grup A

Grup A

Vietnam
Singapura
Timnas Indonesia
Kamboja
Brunei/Timor Leste

Grup B

Thailand
Malaysia
Filipina
Myanmar
Laos

Jadwal Timnas Indonesia

Matchday 1

Senin, 27 Juli 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Kamboja, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 2

Jumat, 31 Juli 2026, 18.00 WIB
Timor-Leste vs Indonesia, Chonburi Stadium, Chonburi, Thailand

Matchday 3

Senin, 3 Agustus 2026, 20.30 WIB
Indonesia vs Vietnam, Stadion Pakansari, Bogor

Matchday 4

Jumat, 7 Agustus 2026, 20.00 WIB (21.00 waktu Singapura)
Singapura vs Indonesia, Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura

Lamine Yamal Tantang Prancis: Mereka yang Seharusnya Takut kepada Spanyol!

BolaIndonesia – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengirim pesan tegas kepada Prancis jelang bentrok panas semifinal Piala Dunia 2026. Alih-alih merasa tertekan menghadapi salah satu favorit juara, pemain Barcelona berusia 18 tahun itu justru menegaskan bahwa Spanyol sama sekali tidak gentar.

Menurut Yamal, jika ada tim yang harus merasa khawatir menjelang pertandingan besar tersebut, maka tim itu adalah Prancis. Pernyataan berani tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini menyelimuti skuad asuhan Luis de la Fuente setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

Spanyol melangkah ke semifinal dengan modal kemenangan meyakinkan atas Belgia, sementara Prancis mengamankan tiket empat besar usai menyingkirkan Maroko. Pertemuan dua raksasa Eropa itu pun diprediksi menjadi salah satu laga terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.


Yamal: Kami Tidak Datang untuk Bertahan

Dalam sesi wawancara menjelang pertandingan, Yamal menolak anggapan bahwa Spanyol akan bermain hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.

“Kami sama sekali tidak takut menghadapi siapa pun. Justru mereka yang seharusnya memikirkan bagaimana cara menghentikan permainan kami,” tegas Yamal.

Ucapan tersebut bukan sekadar psywar. Sepanjang turnamen, Spanyol memang memperlihatkan gaya bermain yang agresif dengan penguasaan bola tinggi, transisi cepat, dan kreativitas luar biasa di lini depan.

Yamal sendiri menjadi salah satu motor serangan La Roja. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan berkali-kali kerepotan.

Kepercayaan dirinya pun semakin meningkat setelah tampil konsisten di setiap pertandingan knockout.


Spanyol Datang dengan Modal Besar

La Roja memasuki semifinal sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang yang disiplin dan lini depan yang produktif.

Selain Yamal, sejumlah pemain seperti Nico Williams, Pedri, Gavi, hingga Dani Olmo juga tampil dalam performa terbaiknya. Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan Spanyol terlihat matang sekaligus dinamis.

Pelatih Luis de la Fuente berhasil membangun tim yang tidak lagi bergantung pada satu pemain. Hampir setiap pertandingan menghadirkan pahlawan berbeda, membuat lawan kesulitan menentukan fokus penjagaan.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Yamal begitu percaya diri menghadapi Prancis.


Prancis Tetap Menjadi Lawan Berbahaya

Meski optimistis, Yamal tetap mengakui bahwa Prancis merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Les Bleus memiliki kedalaman skuad luar biasa serta dipenuhi pemain kelas dunia di setiap lini.

Kecepatan serangan balik, pengalaman bermain di laga-laga besar, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi senjata utama Prancis sepanjang turnamen.

Namun, menurut Yamal, kualitas tersebut bukan alasan bagi Spanyol untuk mengubah identitas permainan mereka.

La Roja diyakini tetap akan tampil menyerang sejak menit pertama sambil berusaha mendominasi penguasaan bola seperti yang selama ini menjadi ciri khas mereka.


Duel Yamal vs Lini Belakang Prancis Jadi Sorotan

Salah satu duel paling dinantikan dalam pertandingan nanti adalah aksi Lamine Yamal menghadapi lini pertahanan Prancis.

Pemain muda Barcelona itu dikenal memiliki kemampuan menciptakan peluang dari situasi yang tampak mustahil. Pergerakannya di sisi kanan kerap memancing lebih dari satu pemain bertahan lawan untuk melakukan penjagaan.

Jika berhasil mendapatkan ruang, Yamal mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu umpan matang ataupun aksi individu.

Tak heran bila banyak pengamat memprediksi Prancis akan memberikan perhatian khusus kepada pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia tersebut.


Semifinal Sarat Gengsi dan Aroma Final Lebih Cepat

Pertandingan Spanyol melawan Prancis disebut banyak pihak sebagai “final sebelum final”. Kedua negara memiliki kualitas skuad yang relatif seimbang dan sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Pemenang laga ini akan selangkah lebih dekat menuju trofi Piala Dunia 2026, sementara tim yang kalah harus mengubur mimpi menjadi juara dunia.

Bagi Lamine Yamal, pertandingan tersebut bukan hanya soal tiket menuju final, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa generasi baru Spanyol telah siap mengambil alih panggung sepak bola dunia.

Dengan penuh keyakinan, Yamal menegaskan bahwa La Roja tidak akan mengubah pendekatan mereka hanya karena menghadapi Prancis.

“Kalau ada yang harus merasa takut, itu bukan kami. Mereka yang harus takut kepada Spanyol,” tutup Yamal penuh percaya diri.

Idnews.top – Sebuah kejutan dibuat oleh Manchester United terkait Ederson. Setan Merah memutuskan batal untuk merekrut sang gelandang di musim panas ini.

Seperti yang sudah diketahui, MU memang aktif belanja gelandang baru di musim panas ini. Setan Merah butuh beberapa pemain baru di lini tengah mereka pasca kepergian Casemiro dan cedera panjang yang dialami Manuel Ugarte.

MU sendiri sebenarnya bergerak cepat di bursa transfer ini. Di bulan Juni yang lalu mereka mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer Ederson, namun transfer ini tertunda karena Ederson harus membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.

Fabrizio Romano melaporkan bahwa MU mengambil keputusan yang mengejutkan terkait transfer ini. Mereka memutuskan untuk membatalkan kesepakatan yang sudah terjalin dengan Atalanta untuk transfer Ederson.

MU Batal Rekrut Ederson

Menurut laporan Romano, Manchester United memutuskan batal merekrut Ederson setelah pemeriksaan medis yang mereka lakukan pada sang gelandang baru-baru ini.

Dalam pemeriksaan medis tersebut, MU menemukan bahwa sang gelandang punya masalah di bagian lututnya. Masalah ini berpotensi menjadi masalah di kemudian hari karena ia bakal rentan cedera.

MU tidak mau mengambil resiko akan hal tersebut dan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer sang gelandang di bursa transfer musim panas ini.

Atalanta Kecewa dengan Keputusan MU

Menurut laporan yang sama, Atalanta sangat kecewa dengan keputusan Manchester United yang membatalkan transfer Ederson ini.

Di mata La Dea, Ederson berada dalam kondisi yang segar bugar. Ia juga tidak mengalami masalah cedera selama bermain di Piala Dunia 2026 kemarin.

Alhasil sang gelandang akan kembali ke Bergamo di musim panas ini, di mana ia masih terikat kontrak satu tahun lagi di Atalanta. Jadi kedua pihak akan duduk bersama untuk mencari solusi.

MU Rekrut Gelandang Lain

Setelah kegagalan transfer Ederson, Manchester United dilaporkan akan segera mengesahkan pembelian pertama mereka di musim panas ini.

Setan Merah berhasil mendatangkan sosok Andrey Santos dari Chelsea dengan mahar mencapai total 50 juta pounds.