27 Oktober 2026

#SepakBolaHariIni

Timnas Prancis akan menghadapi Timnas Maroko dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB, dalam laga yang sekaligus menjadi ulangan semifinal edisi 2022

Pemenang pertandingan ini dipastikan melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang duel Timnas Spanyol kontra Timnas Belgia.

Prancis datang dengan modal lima kemenangan beruntun sejak penyisihan grup hingga babak 16 besar. Tim berjuluk Les Bleus lebih dulu menjadi juara Grup I sebelum menyingkirkan Timnas Swedia dan Timnas Paraguay untuk mengamankan tiket ke delapan besar.

Perjalanan terakhir Prancis tidak berjalan mudah karena harus menunggu gol penalti Kylian Mbappe untuk mengalahkan Paraguay. Armada Didier Deschamps telah mengoleksi 13 gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Dominasi Prancis

Produktivitas Prancis tidak lepas dari kontribusi lini depan yang dihuni Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola. Desire Doue juga menjadi pemain penting setelah aksinya menghasilkan penalti yang menentukan kemenangan atas Paraguay.

Deschamps berpeluang mencatat sejarah pada pertandingan ini. Pelatih yang akan mengakhiri masa baktinya setelah Piala Dunia 2026 itu dijadwalkan menjalani laga ke-25 di putaran final sehingga menyamai rekor milik Helmut Schon.

Selain membidik rekor tersebut, Deschamps juga berpotensi membukukan kemenangan ke-20 sebagai pelatih di Piala Dunia. Sebelumnya, Prancis sempat bermain di Boston dan meraih kemenangan 4-1 atas Timnas Norwegia.

Di sisi lain, Maroko bertekad memutus catatan buruk saat menghadapi Prancis. Tim berjuluk Atlas Lions itu belum pernah mengalahkan Les Bleus dalam waktu normal dari enam pertemuan sebelumnya dengan rincian empat kekalahan dan dua hasil imbang.

Konsistensi Maroko

Satu-satunya pertemuan kedua kesebelasan di kejuaraan kompetitif terjadi pada semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu, Maroko harus mengakui keunggulan Prancis 0-2 sehingga gagal melangkah ke partai final.

Pada Piala Dunia 2026, Maroko kembali menunjukkan konsistensi dengan melewati lima pertandingan pertama tanpa kekalahan. Pasukan Mohamed Ouahbi itu lolos sebagai runner-up Grup C sebelum menyingkirkan Timnas Belanda melalui adu penalti dan mengalahkan tuan rumah bersama, Timnas Kanada, pada 16 besar.

Azzedine Ounahi menjadi bintang kemenangan Maroko atas Kanada setelah mencetak dua gol pada babak kedua. Sementara itu, Soufiane Rahimi yang masuk dari bangku cadangan turut menyumbang satu gol pada masa injury time.

Hasil tersebut membuat Maroko memperpanjang catatan tidak terkalahkan menjadi sepuluh pertandingan di berbagai kejuaraan sejak final Piala Afrika awal tahun ini. Namun, menghadapi Prancis diprediksi menjadi ujian terberat untuk menjaga tren positif tersebut.

Prakiraan Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola; Kylian Mbappe

Pelatih: Didier Deschamps

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Mouhamadou Diarra Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Soufiane Rahimi

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Idnews.top – Jadwal dan link streaming Swiss vs Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan tersaji di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) pukul 03.00 WIB. Duel Swiss vs Kolombia disiarkan langsung di TVRI, TVRI Sport, serta dapat disaksikan melalui layanan streaming FolaPlay dan MaxStream.

Pertandingan ini menjadi kesempatan berharga bagi kedua tim untuk kembali menembus babak perempat final Piala Dunia. Swiss terakhir kali mencapai fase delapan besar pada edisi 1954, sedangkan pencapaian terbaik Kolombia terjadi di Piala Dunia 2014.

Swiss melaju ke babak 16 besar dengan performa yang meyakinkan setelah mengalahkan Aljazair 2-0. Sementara itu, Kolombia memastikan tiket ke fase gugur berikutnya usai menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0.

Sepanjang turnamen, Swiss tampil konsisten. Tim asuhan Murat Yakin belum tersentuh kekalahan dan memperlihatkan keseimbangan antara pertahanan yang solid serta penyelesaian akhir yang efektif.

Pengalaman Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez menjadi salah satu kekuatan utama Swiss. Di lini depan, Johan Manzambi juga tampil tajam dengan koleksi tiga gol yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi pertahanan Kolombia.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Swiss vs Kolombia
Tempat: BC Place Vancouver
Hari, tanggal: Rabu, 8 Juli 2026
Jam kick-off: 03.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_fhyth65l/swiss_vs_kolombia
DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor

Rekor pertemuan sedikit berpihak kepada Kolombia. Dari empat perjumpaan sebelumnya, Kolombia meraih dua kemenangan, termasuk kemenangan 2-0 pada fase grup Piala Dunia 1994. Swiss hanya sekali menang, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang.

Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi faktor penentu. Granit Xhaka akan berhadapan langsung dengan Jefferson Lerma dalam duel memperebutkan kendali permainan.

Apabila Xhaka mampu mengatur tempo dan distribusi bola seperti pada laga-laga sebelumnya, Swiss berpeluang lebih banyak menguasai pertandingan. Namun, jika Lerma sukses mematahkan aliran serangan lawan, Kolombia bisa mengandalkan kecepatan Luis Díaz untuk melancarkan serangan balik.

Melihat performa kedua tim sepanjang turnamen, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dan seimbang. Meski Swiss memiliki organisasi permainan yang lebih rapi, efektivitas serangan balik Kolombia membuat wakil Amerika Selatan itu sedikit lebih diunggulkan.

Pelatih Swiss Ungkap Strategi Jitu Taklukkan Kolombia 4-3

BolaIndonesia – Timnas Swiss memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati duel dramatis kontra Kolombia pada babak 16 besar. Laga yang berlangsung sengit selama 120 menit itu berakhir tanpa gol sebelum Swiss akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena membawa Swiss melaju ke delapan besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Usai pertandingan, pelatih Swiss Murat Yakin mengungkap faktor utama yang membuat timnya mampu mengatasi tekanan Kolombia yang tampil agresif sejak awal pertandingan. Menurutnya, kemenangan bukan hanya ditentukan keberuntungan dalam adu penalti, melainkan hasil dari kesabaran, disiplin, serta keputusan taktis yang tepat sepanjang laga.

Kesabaran Jadi Senjata Utama Swiss

Yakin menilai Kolombia merupakan salah satu lawan paling sulit yang dihadapi timnya sepanjang turnamen. Skuad Amerika Selatan tersebut mampu menguasai bola dalam beberapa fase pertandingan dan beberapa kali mengancam gawang Gregor Kobel.

Meski demikian, Swiss tidak terpancing bermain terbuka. Mereka tetap mempertahankan organisasi pertahanan yang rapat sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.

“Kami tahu pertandingan akan berlangsung sangat ketat. Kuncinya adalah tetap sabar dan tidak kehilangan struktur permainan,” ungkap Yakin setelah pertandingan.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Kolombia kesulitan menemukan ruang di area pertahanan Swiss meski beberapa kali menciptakan peluang melalui Luis Diaz dan Daniel Munoz.

Pergantian Pemain Jadi Pembeda

Selain disiplin bertahan, Yakin mengaku pergantian pemain menjadi salah satu keputusan terbaik yang diambil sepanjang pertandingan.

Masuknya tenaga baru membuat Swiss mampu menjaga intensitas permainan hingga babak tambahan waktu. Pergantian tersebut juga memberikan energi ketika para pemain mulai mengalami kelelahan.

Yakin menyebut dirinya sengaja menyiapkan beberapa pemain yang memiliki karakter berbeda agar mampu mengubah ritme permainan ketika diperlukan.

Menurutnya, momentum pertandingan berubah setelah para pemain pengganti mampu memberikan tekanan lebih besar terhadap lini belakang Kolombia. Keputusan tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor penting sebelum pertandingan ditentukan lewat adu penalti.

Mental Baja di Adu Penalti

Setelah gagal mencetak gol selama dua jam pertandingan, Swiss harus menentukan nasib melalui adu penalti.

Yakin mengaku sudah mempersiapkan situasi tersebut sejak sesi latihan beberapa hari sebelum pertandingan. Para pemain diminta tetap tenang dan fokus meski tekanan sangat besar.

Swiss akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 setelah Ruben Vargas sukses mengeksekusi penalti penentu. Gregor Kobel juga tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting yang menjaga harapan negaranya tetap hidup.

Pelatih berusia 51 tahun itu memuji mental seluruh pemainnya yang mampu menjaga konsentrasi hingga tendangan terakhir.

Pertahanan Solid Redam Ketajaman Kolombia

Sepanjang turnamen, Kolombia dikenal sebagai salah satu tim paling produktif dengan permainan menyerang yang cepat.

Namun, Swiss berhasil mematahkan kekuatan tersebut melalui koordinasi pertahanan yang disiplin.

Yakin menegaskan seluruh pemain menjalankan instruksi dengan sangat baik. Gelandang ikut membantu pertahanan, sementara lini belakang selalu menjaga jarak antarpemain sehingga Kolombia kesulitan menciptakan peluang bersih.

Strategi tersebut membuat Swiss mampu mencatat clean sheet hingga pertandingan selesai meski lawan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.

Fokus Hadapi Argentina di Perempat Final

Keberhasilan menyingkirkan Kolombia membawa Swiss menghadapi tantangan jauh lebih berat di babak perempat final, yakni melawan Argentina.

Yakin mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya, tetapi meminta seluruh skuad segera mengalihkan fokus karena perjalanan masih panjang.

Ia menilai kemenangan atas Kolombia memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar, namun menghadapi Argentina membutuhkan level permainan yang lebih tinggi lagi.

Swiss kini memiliki kesempatan menorehkan sejarah baru apabila mampu melanjutkan kejutan di babak delapan besar. Sementara itu, Argentina datang dengan modal kemenangan dramatis atas Mesir sehingga duel kedua tim diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik pada fase perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil Swiss vs Kolombia Hari Ini: Drama Adu Penalti Antar Nati Tantang Argentina

BolaIndonesia – Timnas Swiss memastikan diri menjadi tim terakhir yang melengkapi daftar peserta perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti. Duel babak 16 besar yang berlangsung di BC Place Stadium berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu penalti.

Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi skuad berjulukan Nati. Selain mengakhiri perlawanan sengit Kolombia, Swiss juga mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954. Selanjutnya, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di babak delapan besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain disiplin. Kolombia tampil lebih agresif dengan mengandalkan kecepatan Luis Díaz serta kreativitas Juan Fernando Quintero dalam membangun serangan.

Swiss tidak tinggal diam. Pasukan Murat Yakin mencoba menguasai bola lebih lama dan mengandalkan kombinasi Ardon Jashari bersama Granit Xhaka untuk mengatur tempo permainan. Meski begitu, rapatnya lini pertahanan kedua kubu membuat peluang bersih sangat minim.

Peluang terbaik justru datang dari Kolombia. Gregor Kobel dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Swiss tetap aman hingga turun minum. Skor 0-0 bertahan sampai jeda pertandingan.

Extra Time Penuh Ketegangan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Swiss mulai berani menekan pertahanan Kolombia melalui pergerakan Ruben Vargas dan Zeki Amdouni yang masuk sebagai pemain pengganti.

Di sisi lain, Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumí mengenai mistar gawang. Beberapa menit sebelumnya, Gustavo Puerta juga sempat mengancam, namun Kobel kembali menunjukkan kualitasnya di bawah mistar.

Hingga 90 menit berakhir, papan skor masih menunjukkan angka kacamata sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Pada extra time, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi menjaga intensitas permainan. Swiss sempat memperoleh beberapa peluang melalui bola mati, sedangkan Kolombia lebih mengandalkan serangan balik cepat. Namun, tidak ada gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Adu Penalti Menentukan Nasib

Babak tos-tosan berlangsung penuh tekanan. Kedua tim sama-sama tampil percaya diri pada eksekutor awal.

Swiss sempat dibuat cemas ketika Manuel Akanji gagal menjalankan tugasnya. Namun situasi berubah setelah Davinson Sánchez melepaskan tendangan yang membentur mistar gawang.

Momen penentu datang ketika Gregor Kobel berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernández. Kesempatan emas itu kemudian dimanfaatkan Ruben Vargas yang dengan tenang menaklukkan Camilo Vargas untuk memastikan kemenangan Swiss 4-3.

Para pemain Swiss langsung berhamburan ke lapangan merayakan keberhasilan yang mengantar mereka ke delapan besar Piala Dunia. Sementara itu, para pemain Kolombia tampak terpukul setelah perjuangan panjang mereka harus berakhir melalui adu penalti.

Murat Yakin Puji Mental Pemain Swiss

Pelatih Swiss, Murat Yakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap mental anak asuhnya. Menurutnya, pertandingan seperti ini ditentukan oleh kesabaran, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan di momen-momen krusial.

Yakin juga menilai pergantian pemain yang dilakukan pada penghujung laga memberi energi baru bagi tim. Ruben Vargas yang masuk dari bangku cadangan akhirnya menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan dalam adu penalti.

Swiss Tantang Argentina di Perempat Final

Dengan hasil ini, Swiss resmi menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya tentu jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Argentina yang sebelumnya sukses melewati hadangan Mesir dalam pertandingan dramatis.

Laga tersebut dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi Swiss. Di satu sisi, mereka memiliki kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Kolombia. Di sisi lain, Argentina datang dengan pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang membuat duel ini layak dinantikan oleh pecinta sepak bola dunia.

Bintang Argentina, Lionel Messi, tak berhenti menambah panjang koleksi rekornya di kancah sepak bola dunia. Sejarah baru kembali ditorehkan La Pulga saat Argentina melibas Mesir secara dramatis dengan skor 3-2 pada 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).

Messi mencetak menyumbang satu gol pada laga tersebut, tepatnya di menit ke-83. Gol tersebut bukan hanya menjadi penanda kebangkitan Tim Tango yang sempat tertinggal, tetapi juga memastikan rekor baru bagi pemain Inter Miami tersebut.

Menurut Squawka, Messi kini resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun di fase gugur. Tak ada pemain lain yang pernah melakukannya.

Selain itu, La Pulga juga membukukan rekor lain yang mentereng. Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Gol-gol Messi tersebut dimulai saat melawan Australia di Piala Dunia 2022. Dia juga kemudian membobol gawang Belanda, Kroasia, dan Prancis di Piala Dunia 2022 yang berujung tropi juara.

Di Piala Dunia 2026, Messi beruntun membobol gawang Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir.

Remontada Argentina

Argentina mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini lahir lewat remontada setelah Tim Tango tertinggal dua gol lebih dulu.

Mesir sempat memimpin melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan kembali mendapatkan momentum di babak kedua lewat Mostafa Ziko pada menit ke-67. Argentina membalas dan menutup laga dengan keunggulan berkat respons di fase akhir pertandingan.

Babak pertama diwarnai kegagalan penalti Lionel Messi, yang dimentahkan Mostafa Shobeir. Kiper Mesir itu juga menepis peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sebelum jeda.

Selepas turun minum, VAR membatalkan gol Ziko pada menit ke-59 karena pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelumnya. Meski demikian, Ziko akhirnya mencatatkan gol kedua Mesir yang disahkan pada menit ke-67, sebelum Argentina berbalik menguasai laga hingga menutupnya 3-2.

Bintang Argentina, Lionel Messi, tak berhenti menambah panjang koleksi rekornya di kancah sepak bola dunia. Sejarah baru kembali ditorehkan La Pulga saat Argentina melibas Mesir secara dramatis dengan skor 3-2 pada 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026).

Messi mencetak menyumbang satu gol pada laga tersebut, tepatnya di menit ke-83. Gol tersebut bukan hanya menjadi penanda kebangkitan Tim Tango yang sempat tertinggal, tetapi juga memastikan rekor baru bagi pemain Inter Miami tersebut.

Menurut Squawka, Messi kini resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun di fase gugur. Tak ada pemain lain yang pernah melakukannya.

Selain itu, La Pulga juga membukukan rekor lain yang mentereng. Lionel Messi menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Gol-gol Messi tersebut dimulai saat melawan Australia di Piala Dunia 2022. Dia juga kemudian membobol gawang Belanda, Kroasia, dan Prancis di Piala Dunia 2022 yang berujung tropi juara.

Di Piala Dunia 2026, Messi beruntun membobol gawang Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir.

Remontada Argentina

Argentina mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini lahir lewat remontada setelah Tim Tango tertinggal dua gol lebih dulu.

Mesir sempat memimpin melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan kembali mendapatkan momentum di babak kedua lewat Mostafa Ziko pada menit ke-67. Argentina membalas dan menutup laga dengan keunggulan berkat respons di fase akhir pertandingan.

Babak pertama diwarnai kegagalan penalti Lionel Messi, yang dimentahkan Mostafa Shobeir. Kiper Mesir itu juga menepis peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sebelum jeda.

Selepas turun minum, VAR membatalkan gol Ziko pada menit ke-59 karena pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelumnya. Meski demikian, Ziko akhirnya mencatatkan gol kedua Mesir yang disahkan pada menit ke-67, sebelum Argentina berbalik menguasai laga hingga menutupnya 3-2.

Kontroversi Piala Dunia 2026! Pelatih Timnas Mesir Sebut FIFA Selamatkan Argentina demi Messi

BolaIndonesia – Kontroversi besar mewarnai babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tudingan keras kepada FIFA usai timnya disingkirkan Argentina. Menurut Hassan, sejumlah keputusan yang terjadi selama pertandingan menguntungkan sang juara bertahan demi memastikan Lionel Messi tetap tampil selama mungkin di turnamen.

Mesir harus mengubur mimpi melangkah ke perempat final setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Padahal, wakil Afrika tersebut sempat unggul dua gol dan berada di atas angin hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan sebelum Albiceleste membalikkan keadaan secara luar biasa.

Hossam Hassan Pertanyakan Keputusan Wasit

Selepas pertandingan, Hossam Hassan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai beberapa keputusan wasit dan VAR sangat merugikan timnya, mulai dari gol yang dianulir hingga insiden yang menurutnya layak menghasilkan penalti bagi Mesir.

Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menilai rangkaian keputusan tersebut bukan sekadar kebetulan. Ia menuding ada kepentingan yang lebih besar di balik keberhasilan Argentina lolos ke babak berikutnya.

Menurut Hassan, FIFA memiliki alasan komersial untuk mempertahankan Argentina dan Lionel Messi tetap berada di Piala Dunia 2026 selama mungkin. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan media internasional karena merupakan salah satu kritik paling keras terhadap penyelenggara turnamen sepanjang kompetisi berlangsung.

Singgung Faktor Komersial Lionel Messi

Dalam pernyataannya, Hassan menyebut kehadiran Lionel Messi memiliki nilai yang sangat besar bagi Piala Dunia. Ia menilai FIFA tentu menginginkan salah satu ikon terbesar sepak bola dunia itu terus tampil agar perhatian publik global terhadap turnamen tetap tinggi.

Meski demikian, hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pengaturan hasil pertandingan maupun intervensi terhadap perangkat pertandingan.

Karena itu, tuduhan Hassan masih sebatas opini dan kekecewaan dari kubu Mesir setelah tersingkir secara dramatis.

Mesir Pulang dengan Kepala Tegak

Di balik kekalahan tersebut, penampilan Mesir tetap mendapat banyak pujian. Wakil Afrika itu mampu membuat Argentina berada di ujung kekalahan dan hanya terpaut beberapa menit dari tiket menuju perempat final.

Hossam Hassan menegaskan anak asuhnya telah memberikan segalanya di lapangan. Ia mengaku bangga terhadap perjuangan para pemain, meski hasil akhirnya sangat menyakitkan.

Kontroversi yang muncul seusai pertandingan diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Argentina kini bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final dengan harapan terus menjaga asa mempertahankan trofi Piala Dunia 2026.

Saatnya Portugal Memulai Era Baru Tanpa Cristiano Ronaldo?

BolaIndonesia – Kekalahan Portugal dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali memunculkan perdebatan yang sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pertanyaan yang terus bergema adalah: apakah Cristiano Ronaldo sudah waktunya mengakhiri perjalanan bersama Timnas Portugal?

Di usia yang telah menginjak 41 tahun, Ronaldo memang masih menjadi simbol sepak bola Portugal. Mentalitas, dedikasi, dan produktivitasnya sepanjang karier hampir mustahil ditandingi. Namun, sepak bola internasional terus berkembang dengan tempo permainan yang semakin cepat. Banyak pengamat mulai menilai bahwa Portugal perlu membuka lembaran baru tanpa terus bergantung kepada sang megabintang.

Meski demikian, jasa Ronaldo kepada negaranya tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia telah mengubah sejarah Portugal dari tim yang kerap menjadi kuda hitam menjadi salah satu kekuatan utama di dunia.


Penampilan yang Mulai Dipertanyakan

Dalam beberapa pertandingan terakhir di turnamen besar, kontribusi Ronaldo mulai menjadi bahan evaluasi. Ia memang masih mampu menciptakan peluang dan menjadi ancaman di kotak penalti, tetapi mobilitasnya tidak lagi seperti beberapa tahun silam.

Portugal kini dihuni generasi emas baru seperti Rafael Leao, Goncalo Ramos, Joao Neves, Vitinha, hingga Nuno Mendes. Mereka memiliki kecepatan, kreativitas, dan energi tinggi yang membuat gaya bermain Portugal semakin dinamis.

Ketika Ronaldo tetap menjadi titik utama serangan, sebagian pengamat menilai ritme permainan Portugal justru menjadi lebih mudah dibaca lawan. Serangan yang seharusnya mengalir cepat kerap berhenti demi mencari posisi terbaik sang kapten.

Bukan berarti Ronaldo bermain buruk. Namun, standar yang melekat pada namanya memang selalu luar biasa tinggi.


Legenda yang Sulit Digantikan

Jika berbicara soal warisan, hampir tidak ada pemain Portugal yang mampu menyamai Cristiano Ronaldo.

Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional, pemegang rekor penampilan terbanyak bersama Portugal, sekaligus sosok yang mempersembahkan trofi Euro 2016 dan UEFA Nations League.

Selama lebih dari dua dekade, Ronaldo menjadi wajah sepak bola Portugal. Generasi muda tumbuh dengan menjadikannya panutan.

Bahkan ketika performanya mulai menurun, kehadiran Ronaldo tetap memberi pengaruh besar di ruang ganti. Pengalaman, kepemimpinan, dan mental juaranya masih menjadi aset berharga yang tidak mudah digantikan pemain lain.

Karena itulah, keputusan mengenai masa depannya tidak bisa dinilai hanya dari statistik semata.


Portugal Harus Berani Melangkah

Sepak bola selalu mengalami regenerasi. Semua legenda pada akhirnya harus memberikan ruang bagi generasi berikutnya.

Portugal sebenarnya memiliki skuad yang cukup matang untuk memasuki era baru. Roberto Martinez memiliki banyak pilihan di hampir setiap lini. Kecepatan Rafael Leao, kreativitas Bruno Fernandes, visi Vitinha, hingga penyelesaian akhir Goncalo Ramos menjadi modal penting menuju masa depan.

Apabila Ronaldo terus menjadi pilihan utama, proses regenerasi dikhawatirkan berjalan lebih lambat.

Sebaliknya, apabila ia bersedia mengambil peran sebagai pemain pelapis atau mentor, transisi Portugal bisa berlangsung jauh lebih mulus tanpa kehilangan sosok pemimpin di dalam tim.


Pensiun Bukan Berarti Menghilang

Mengakhiri karier bersama tim nasional bukan berarti menghapus semua kontribusi yang telah diberikan.

Justru pensiun di momen yang tepat sering kali membuat seorang legenda dikenang dengan lebih indah. Ronaldo tetap bisa terus bermain di level klub apabila masih merasa mampu bersaing.

Selain itu, ia juga berpotensi mengambil peran baru bagi sepak bola Portugal, baik sebagai duta federasi, mentor pemain muda, maupun figur inspiratif bagi generasi berikutnya.

Warisan yang telah ia bangun tidak akan berkurang hanya karena memutuskan berhenti membela negaranya.


Masih Menunggu Keputusan Sang Kapten

Hingga kini Cristiano Ronaldo belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depannya bersama Timnas Portugal. Seperti biasa, ia memilih fokus pada turnamen sebelum membahas keputusan besar tersebut.

Banyak pendukung berharap sang kapten masih bertahan karena pengalaman dan kharismanya. Namun, tidak sedikit pula yang menilai inilah saat terbaik bagi Portugal untuk benar-benar memulai era baru.

Apapun keputusan yang nantinya diambil, satu hal tidak akan berubah. Cristiano Ronaldo telah menorehkan sejarah yang sulit disamai siapa pun. Ia bukan sekadar pencetak gol atau pemecah rekor, melainkan ikon yang mengangkat nama Portugal ke panggung sepak bola dunia.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Ronaldo adalah legenda terbesar Portugal. Jawabannya sudah jelas. Pertanyaan sesungguhnya adalah kapan waktu terbaik bagi sang legenda untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Portugal?

Idnews.top – Amerika Serikat akan menghadapi Belgia pada babak 16 Besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Rabu (8/7) mulai pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini dapat disaksikan secara langsung melalui TVRI dan MaxStream.

Duel ini diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam tren positif. Amerika Serikat melangkah ke fase gugur setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0, sedangkan Belgia memastikan tiket babak 16 besar lewat kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal setelah melalui babak perpanjangan waktu.

Bagi Amerika Serikat, pertandingan ini menjadi peluang untuk memperbaiki catatan mereka di fase gugur Piala Dunia. Sebaliknya, Belgia bertekad menjaga asa generasi emas mereka untuk melangkah lebih jauh pada turnamen yang diyakini menjadi Piala Dunia terakhir bagi sejumlah pemain senior.

Tim asuhan Mauricio Pochettino tampil konsisten sejak fase grup. Amerika Serikat berhasil menjadi juara grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2010 sebelum melanjutkan performa impresif dengan menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina.

Sementara itu, Belgia menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Senegal. Sempat tertinggal dua gol, Setan Merah bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang 3-2 melalui babak tambahan waktu.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Amerika Serikat vs Belgia
Tempat: Seattle Stadium
Hari, tanggal: Selasa, 7 Juli 2026
Jam kick-off: 07.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_55ojjboj/amerika_serikat_vs_belgia
DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia

Belgia memiliki modal psikologis yang cukup baik menjelang pertandingan ini. Pada laga uji coba yang berlangsung pada Maret lalu, mereka sukses mengalahkan Amerika Serikat dengan skor meyakinkan 5-2.

Di sisi lain, Amerika Serikat memperlihatkan perkembangan signifikan di bawah arahan Mauricio Pochettino. Kehadiran Folarin Balogun di lini depan membuat variasi serangan mereka semakin berbahaya dan sulit diprediksi.

Meski belum selalu tampil dominan sepanjang turnamen, Belgia memiliki keunggulan dari sisi pengalaman. Para pemain senior mereka beberapa kali mampu menjadi pembeda ketika tim berada dalam situasi sulit.

Pertandingan diperkirakan berjalan ketat karena Amerika Serikat akan mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah. Namun, kualitas individu Belgia, terutama di sektor lini tengah dan lini depan, dinilai masih memberi mereka sedikit keunggulan.

Prediksi skor: Amerika Serikat 1-2 Belgia.

Cristiano Ronaldo Menitikkan Air Mata usai Portugal Tersingkir, Doakan Spanyol Raih Tiket Final

BolaIndonesia – Tangis Cristiano Ronaldo menjadi salah satu momen paling emosional di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Megabintang Portugal itu tak mampu menahan air mata setelah timnya kalah tipis 0-1 dari Spanyol dalam laga yang berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir. Gol telat Mikel Merino memupus harapan Portugal melangkah ke perempat final sekaligus mengakhiri perjalanan Ronaldo di turnamen yang diyakini menjadi Piala Dunia terakhirnya.

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, Ronaldo tampak berdiri beberapa detik di tengah lapangan sebelum berjalan perlahan sambil menitikkan air mata. Ia kemudian memberikan tepuk tangan kepada para pendukung Portugal yang tetap memenuhi stadion sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas dukungan mereka sepanjang turnamen.

Gol Menit Akhir Menghancurkan Harapan Portugal

Pertandingan berjalan sangat ketat sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga peluang bersih sangat minim. Portugal sempat beberapa kali mengancam lewat Cristiano Ronaldo dan Bruno Fernandes, namun penyelesaian akhir masih belum mampu menaklukkan lini pertahanan Spanyol.

Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Spanyol justru menemukan celah. Pada masa injury time, Mikel Merino berhasil memanfaatkan umpan Ferran Torres dan melepaskan penyelesaian yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Portugal. Gol tersebut langsung mengubah suasana stadion sekaligus memastikan kemenangan La Roja dengan skor 1-0.

Bagi Portugal, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena mereka mampu mengimbangi permainan Spanyol hampir sepanjang pertandingan.

Cristiano Ronaldo Tetap Bangga dengan Portugal

Meski kecewa berat, Ronaldo memilih menunjukkan sikap sportif usai pertandingan. Dalam pernyataannya, ia mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya. Menurutnya, Portugal telah memberikan segalanya di lapangan meskipun hasil akhirnya tidak berpihak kepada mereka.

Ronaldo juga mengisyaratkan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di ajang empat tahunan tersebut. Namun, ia belum ingin mengambil keputusan tergesa-gesa mengenai masa depannya bersama tim nasional Portugal.

“Saya tidak ingin membuat keputusan dalam keadaan emosional. Yang pasti, ini adalah Piala Dunia terakhir saya,” ungkap Ronaldo seusai pertandingan.

Mendoakan Spanyol Melaju ke Final

Menariknya, rasa kecewa tidak membuat Ronaldo kehilangan respek terhadap rivalnya. Ia mengakui kualitas permainan Spanyol dan berharap mereka mampu melangkah jauh hingga partai puncak.

Ucapan tersebut mencerminkan hubungan emosional Ronaldo dengan banyak pemain Spanyol yang pernah menjadi rival sekaligus rekan selama bertahun-tahun di kompetisi Eropa. Bagi sang kapten, kemenangan harus dihormati dan tim yang tampil lebih baik pantas memperoleh kesempatan melanjutkan perjalanan di Piala Dunia.

Dukungan Ronaldo kepada Spanyol juga menunjukkan sportivitas seorang pemain yang telah merasakan berbagai momen besar sepanjang kariernya.

Akhir Sebuah Era di Panggung Piala Dunia

Tangisan Ronaldo seolah menjadi simbol berakhirnya sebuah era sepak bola dunia. Pemain berusia 41 tahun itu telah mencatat sejarah sebagai salah satu pesepak bola paling berpengaruh sepanjang masa dengan berbagai rekor individu bersama Portugal.

Meski gagal mengangkat trofi Piala Dunia, warisan Ronaldo tetap akan dikenang. Ia membawa Portugal meraih gelar Euro 2016 dan UEFA Nations League, serta menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Portugal.

Bagi jutaan penggemarnya, kekalahan dari Spanyol memang menyisakan luka. Namun, perjalanan Ronaldo di panggung internasional telah menginspirasi generasi pesepak bola di seluruh dunia.

Kini Portugal harus menatap masa depan dengan regenerasi skuad, sementara Spanyol melangkah ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Satu hal yang pasti, air mata Cristiano Ronaldo setelah peluit akhir menjadi salah satu gambar paling ikonik di Piala Dunia 2026—sebuah penutup emosional bagi perjalanan legenda hidup sepak bola di kompetisi terbesar dunia.