26 Oktober 2026

#SepakBolaDunia

Bek asing Persib Bandung, Danijel Loncar, mengaku antusias menyambut laga perdana Maung Bandung di BRI Super League 2026/2027.

Persib akan menghadapi PSM Makassar pada laga pembuka. Pertandingan kedua tim digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (6-9-2026).

Laga ini jadi momentum bagi Persib untuk memulai kompetisi dengan meraih hasil positif.

Bagi Loncar, laga kontra PSM jadi kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu Bobotoh yang memadati Stadion GBLA.

Sejak pertama kali bergabung, Loncar mengaku terkesan dengan dukungan yang diberikan para suporter.

Dia melihat Persib memiliki basis suporter yang sangat besar dan menjadi energi tambahan untuk tim.

“Saya sangat antusias berada di sini, terutama saat melihat begitu banyak pendukung dan betapa besar dukungan yang mereka berikan. Saya juga tidak sabar menunggu di pekan depan untuk melihat mereka di stadion, dan kami bisa merayakannya bersama-sama,” ungkap Loncar di Bandung.

Keputusan Mudah

Loncar merupakan rekrutan anyar Persib musim ini. Pemain berusia 27 tahun asal Krosia tersebut diproyeksikan untuk menambah kekuatan di lini pertahanan Maung Bandung.

Sebelum memutuskan berlabuh ke Persib, Loncar sempat menjalin komunikasi dengan tim pelatih Persib yang juga berasal dari Kroasia.

Dia mendapat informasi tentang klub dari dua pemain Persib asal Balkan, yakni Balsa Sekulic dan Luka Menalo.

“Saya berbicara dengan para pelatih, juga dengan Luka dan Balsa, mereka menceritakan segalanya kepada saya, bahwa semuanya berada di tingkat tinggi, seperti di Eropa. Bagi saya, ini adalah keputusan yang mudah untuk datang ke sini secepat mungkin,” jelasnya.

Jalani Recovery

Menjelang laga kontra PSM, Loncar memastikan ia dan rekan-rekannya mulai bersiap untuk pertandingan tersebut.

Tim Maung Bandung saat ini sedang menjalani recovery setelah melawan Manila Digger pada laga play-off AFC Champions League Two.

“Kami mulai bersiap untuk pertandingan berikutnya. Hari ini masih hari pemulihan bagi para pemain yang bermain paling banyak menit pada pertandingan terakhir, dan kami akan bekerja keras,” kata Loncar, Rabu kemarin.

Timnas Indonesia U-20 dalam posisi terjepit di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Tim berjuluk Garuda Muda itu harus menyapu bersih dua pertandingan tersisa Grup H demi lolos ke putaran final.

Kegagalan mengalahkan Timnas Malaysia U-20 setelah bermain imbang 0-0 membuat rumit keadaan Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Di klasemen sementara Grup H, Timnas Indonesia U-20 memang menempati peringkat kedua dengan satu poin dari satu laga, sama seperti Malaysia U-20 di posisi ketiga.

Namun, Timnas Indonesia U-20 tertinggal dua angka dari Timnas Australia U-20 di puncak. Hanya juara Grup A-H dan tujuh runner-up terbaik yang akan mendapatkan tiket ke putaran final.

Waspadai Laos

Terdekat, Timnas Indonesia U-20 akan menantang tuan rumah Timnas Laos U-20 dalam partai kedua Grup H di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3-9-2026).

Saat ini, Laos terpuruk di dasar klasemen Grup H dengan nol poin dari satu pertandingan buntut kekalahan 0-2 dari Australia.

“Sebagai tuan rumah, pastinya Laos akan bermain ngotot dan mereka punya kecepatan,” ujar pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, kepada Bola.com.

“Kami akan mencoba mengantisipasinya sambil melihat kondisi pemain,” jelas arsitek tim berusia 46 tahun tersebut.

Berhitung

Nova perlu berhitung terhadap peluang Timnas Indonesia U-20 lolos dari Grup H karena poin melawan peringkat keempat klasemen akhir tidak bakal dihitung.

Penyebabnya karena pengunduran diri Timnas Filipina U-20 dari Grup A Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, yang memengaruhi persaingan seluruh grup.

“Sebab, penghitungan poin untuk peringkat keempat tidak akan dihitung sehingga bakal menjadi penghitungan kami,” imbuh Nova.

“Karena apakah kami akan mengambil di saat melawan Laos atau kami persiapkan pemain untuk menghadapi Australia sehingga kami masih melihat situasinya, dan semoga apa pun yang kami persiapkan bisa membuat kami lolos kualifikasi,” imbuh Nova.

Prakiraan Susunan Pemain

Timnas Laos U-20 (4-2-3-1): Souksamone Vethita; Bounpaseut Sengsavang, Ki Mounkunya, Souknillah Syomvang, Okhal Latsachachk; Chansamone Phetsomphone, Odin Siphanit; Ketsada Detkhoummane, Thavisok Latsavong, Seng Athit Manilay; Alounxay Thepsouvan

Pelatih: Jung Jae-kwon

Timnas Indonesia U-20 (3-4-3): Dafa Al Gasemi; Algazani Dwi, Ibrah Ohorella, Putu Panji: Fabio Azkairawan, Welber Jardim, Nazriel Alvaro, Amar Brkic; Theo Leeming, Arkhan Kaka, Reno Salampessy

Pelatih: Nova Arianto

Idnews.top – Juventus resmi merekrut Nick Woltemade dari Newcastle United pada hari terakhir bursa transfer Serie A. Penyerang Timnas Jerman itu bergabung dengan status pinjaman hingga 30 Juni 2027.

Woltemade datang ke Turin setelah menjalani satu musim di Premier League bersama Newcastle. Sebelumnya, Newcastle mengeluarkan sekitar 75 juta euro termasuk bonus untuk memboyongnya dari VfB Stuttgart pada musim panas 2025.

Juventus membayar biaya peminjaman sebesar 2,8 juta euro untuk mendapatkan Woltemade. Kesepakatan tersebut juga mencakup bonus hingga 500 ribu euro serta biaya tambahan sebesar 800 ribu euro.

Kehadiran Woltemade menjadi bagian dari aktivitas Juventus pada hari terakhir bursa transfer. Ia diproyeksikan menjadi tambahan opsi Luciano Spalletti di lini depan setelah kepergian Lois Openda dan Jonathan David.

Juventus Resmi Datangkan Woltemade

Woltemade telah menjalani pemeriksaan medis bersama Juventus pada Selasa sebelum merampungkan kepindahannya. Pemain yang telah mengoleksi 12 caps dan mencetak empat gol untuk Timnas Jerman itu kemudian bersiap mengikuti latihan bersama rekan-rekan barunya.

Juventus sebelumnya sempat mengeksplorasi kemungkinan merekrut Jonathan Zirkzee dari Manchester United dan Alexander Sorloth dari Atletico Madrid. Namun, Bianconeri akhirnya memilih Woltemade untuk menambah opsi di posisi penyerang tengah.

Woltemade mencetak delapan gol dari 34 penampilan di Liga Inggris bersama Newcastle pada musim lalu. Ia juga mencatat 12 gol dari 29 pertandingan Bundesliga bersama Stuttgart pada musim 2024/25.

Sebelum bergabung dengan Newcastle, Woltemade mencatat 18 gol dari 36 penampilan bersama Stuttgart dan membantu tim tersebut meraih Piala Jerman. Ia kemudian pindah ke Newcastle pada 2025 dan mencetak 11 gol serta enam assist dalam 53 penampilan.

Woltemade Jadi Tambahan Baru di Lini Depan

Kedatangan Woltemade memberikan Spalletti pilihan tambahan untuk mengisi lini depan Juventus. Penyerang jangkung tersebut akan bersaing dengan Randal Kolo Muani dan Jeff Ekhator untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Woltemade menjadi salah satu dari sejumlah pemain baru yang didatangkan Juventus pada musim panas ini. Bianconeri sebelumnya juga merekrut Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, Jhon Lucumi, Guglielmo Vicario, Jeff Ekhator, dan Zeki Celik.

Juventus juga mendatangkan Pape Matar Sarri dari Tottenham pada hari terakhir bursa transfer. Gelandang tersebut bergabung dengan status pinjaman yang disertai opsi pembelian.

Woltemade kini akan bergabung dalam persiapan Juventus menghadapi AC Milan. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari WIB di Allianz Stadium.

Kobbie Mainoo kembali menjadi salah satu pemain penting Manchester United (MU) setelah sempat kehilangan tempat di tim utama di bawah asuhan Ruben Amorim.

Gelandang berusia 21 tahun itu menikmati musim terobosan bersama MU pada 2023/2024. Performa apiknya bahkan ditutup dengan gol kemenangan pada final Piala FA, sebelum Mainoo menjadi starter Timnas Inggris pada final Euro 2024.

Namun, situasinya berubah drastis setelah Erik ten Hag dipecat dan Manchester United menunjuk Ruben Amorim pada November 2024. Pelatih asal Portugal itu menerapkan formasi favoritnya, 3-4-2-1, dan memilih Bruno Fernandes serta Casemiro sebagai duet di lini tengah.

Amorim menilai Mainoo memiliki kemampuan untuk mengontrol permainan, tetapi masih harus meningkatkan pemahaman terhadap posisi yang dimainkannya.

“Kobbie sangat bagus dalam mengontrol permainan, tetapi jika dia bermain sebagai nomor delapan, dia harus masuk ke kotak penalti dan kembali. Terkadang dia harus menutupi area yang luas hanya dengan dua pemain,” ujar Amorim saat itu.

Amorim juga menganggap Mainoo bisa bermain sebagai nomor enam akan tetapi bukan pemain yang ideal di posisinya.

“Kami harus menyeimbangkan semuanya. Dia memiliki kemampuan teknis, tetapi dia perlu lebih memahami posisinya. Dia harus bermain dengan kecepatan yang berbeda, terkadang lebih lambat dan terkadang lebih cepat. Dia masih bisa berkembang dalam hal itu,” tutur pelatih asal Portugal itu.

Mainoo kemudian tidak menjadi starter dalam satu pun pertandingan Liga Inggris bersama Amorim pada paruh pertama musim lalu. Kondisi tersebut bahkan membuka kemungkinan bagi sang gelandang untuk meninggalkan Manchester United pada bursa transfer Januari jika Amorim tidak lebih dulu dipecat.

Kembali Jadi Pilihan Utama

Kedatangan Michael Carrick mengubah situasi Mainoo di Manchester United. Setan Merah kembali menggunakan formasi empat bek dan Mainoo langsung dikembalikan ke starting XI.

Ia kemudian tampil impresif ketika MU mengalahkan Manchester City dengan skor 2-0. Sejak Carrick ditunjuk, Mainoo menjadi starter dalam 17 dari 19 pertandingan Liga Inggris.

Dalam dua pertandingan ketika Mainoo tidak menjadi starter, Manchester United menelan kekalahan. Setan Merah kalah 1-2 di kandang Leeds United dan takluk 0-2 saat bertandang ke markas Hull City.

Mainoo juga tampil gemilang ketika MU menghadapi Ipswich Town. Ia berduet dengan Youri Tielemans di lini tengah dan membantu MU bangkit dari ketertinggalan untuk meraih kemenangan 5-2 di Old Trafford.

Carrick memberikan pujian khusus kepada Mainoo setelah pertandingan tersebut. Menurutnya, sang gelandang memainkan peran penting dalam menopang performa Manchester United.

“Saya memahami Bruno akan mendapat banyak pujian hari ini dan dia memang layak mendapatkannya. Namun, saya pikir Kobbie tampil luar biasa di lini tengah dan menjadi fondasi performa tim kami,” ujar Carrick setelah pertandingan, Senin (31/8/2026).

Rekor MU dengan dan Tanpa Mainoo

Saat Kobbie Mainoo Sebagai Starter

Pertandingan: 17
Menang: 13
Seri: 3
Kalah: 1
Gol dicetak: 37
Gol per pertandingan: 2,17
Gol kebobolan: 18
Gol kebobolan per pertandingan: 1,05
Poin per pertandingan: 2,47
Persentase kemenangan: 76,4%
Persentase kekalahan: 5,8%
Tanpa Kobbie Mainoo

Pertandingan: 23
Menang: 8
Seri: 8
Kalah: 7
Gol dicetak: 37
Gol per pertandingan: 1,60
Gol kebobolan: 36
Gol kebobolan per pertandingan: 1,56
Poin per pertandingan: 1,39
Persentase kemenangan: 34,7%
Persentase kekalahan: 30,4%

Persib Bandung akan melakoni laga krusial melawan Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31-8-2026).

Pertandingan ini sangat menentukan bagi Maung Bandung untuk mendapatkan tiket melangkah ke fase Grup E ACL 2. Persib wajib meraih kemenangan demi terus bermain di kompetisi kasta kedua Asia.

Persib lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan karena bermain di kandang sendiri. Selain itu, tim besutan Igor Tolic tersebut banyak bermaterikan pemain berlabel bintang.

Kendati begitu, Persib tidak boleh memandang sebelah mata kekuatan Manila Digger. Klub juara Filipina tersebut bisa saja menghadirkan kejutan dan membuat Persib terlempar dari ACL 2.

Manila Digger juga melakukan perombakan di setiap lini. Dengan kehadiran amunisi baru, Persib tentu wajib waspada dengan ancaman yang ditunjukkan tim besutan Joan Esteva.

Tanpa mengesampingkan pemain lain, ada sejumlah pemain di kubu Manila Digger yang perlu mendapat perhatian lebih dari skuad Persib. Berikut ini ulasannya.

Modou Joof

Bek asal Gambia ini merupakan pilar penting Manila Digger di lini belakang. Modou Joof selalu jadi andalan tim berjuluk The Diggers itu dalam setiap pertandingan yang telah dilalui.

Pemain berusia 23 tahun itu memiliki pengalaman menghadapi Persib. Modou Joof pernah berjumpa Maung Bandung pada laga play-off ACL 2 musim lalu sehingga sudah mengetahui gaya bermain Persib.

Pengalaman tersebut tentu menjadi modal berharga bagi Modou Joof. Yap, ia sudah pernah merasakan atmosfer pertandingan ketika menghadapi Persib.

Baboucarr Touray

Selain Modou Joof, Baboucarr Touray merupakan pemain Manila Digger yang patut diwaspadai. Sama seperti Modou Joof, pemain asal Gambia tersebut juga pernah menghadapi Persib pada musim lalu.

Baboucarr Touray biasanya diplot sebagai penyerang sayap. Keunggulan fisik menjadi senjata utama pemain berusia 20 tahun itu ketika berduel dengan pemain lawan.

Pemain asal Gambia ini berpotensi berhadapan langsung dengan bek sayap Persib, yakni Eliano Reijnders atau Kakang Rudianto.

Rico Andes

Pemain berusia 28 tahun tersebut merupakan penyerang anyar Manila Digger musim ini. Kehadiran Rico Andes pastinya untuk menambah daya gedor The Diggers musim ini.

Rico Andes didatangkan Manila Digger dari klub kasta kedua Liga Thailand, Pattani FC.

Musim lalu, dia berhasil mencetak dua gol dari lima pertandingan yang dijalani.

Idnews.top – Liverpool harus puas bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest pada laga Premier League 2026/2027 di Anfield, Sabtu (29/8/2026) malam WIB. Hasil tersebut diwarnai insiden kontroversial yang melibatkan manajer Andoni Iraola, ofisial keempat, hingga Alisson Becker.

Iraola merasa kesal karena tiga pergantian pemain yang hendak dilakukan Liverpool tidak bisa segera diproses. Situasi tersebut terjadi sesaat sebelum Nottingham Forest mendapatkan lemparan ke dalam yang berujung pada gol kedua mereka.

Forest kemudian memperoleh hadiah penalti setelah Alisson melakukan pelanggaran terhadap Neco Williams di kotak terlarang. Morgan Gibbs-White menjalankan tugasnya dengan baik untuk membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1.

Kemarahan Iraola tidak berhenti setelah pertandingan berakhir. Alisson juga terlihat meluapkan emosinya dengan menendang papan pergantian pemain hingga rusak setelah sebelumnya menerima kartu kuning karena memprotes keputusan penalti.

Iraola Pertanyakan Profesionalisme Ofisial Keempat

Liverpool sebenarnya sedang berupaya melakukan tiga pergantian pemain sebelum momen yang berujung pada penalti tersebut. Namun, ofisial keempat Tim Robinson dinilai belum menyiapkan papan pergantian pemain ketika Liverpool ingin memasukkan pemain baru.

Keterlambatan itu membuat Nottingham Forest bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Pertahanan Liverpool kemudian berada dalam situasi tidak ideal hingga Alisson keluar dari sarangnya untuk menghadang Neco Williams dan berujung pelanggaran.

“Saya tentu akan menganalisis penalti itu, tetapi seorang ofisial keempat yang profesional tidak seharusnya menghabiskan waktu tiga menit untuk pergantian pemain,” ujar Iraola kepada TNT Sports.

“Kami sudah mengajukan pergantian pemain dua atau tiga menit sebelumnya. Saya marah karena pada kesempatan berhenti sebelumnya kami tidak bisa melakukannya. Lalu sebelum lemparan ke dalam, saya berkata ‘ayo lakukan sekarang’, tapi entah bagaimana menjelaskannya, butuh waktu sangat lama hanya untuk menyiapkan dua papan pergantian,” sambungnya.

Alisson Ikut Meluapkan Kemarahan

Di lapangan, Alisson juga menunjukkan kekecewaannya terhadap keputusan penalti. Kiper Liverpool itu menerima kartu kuning setelah memprotes wasit Sam Barrott atas keputusan memberikan hadiah penalti kepada Nottingham Forest.

Emosi Alisson bahkan belum mereda setelah pertandingan berakhir. Kiper veteran tersebut terlihat menendang salah satu papan pergantian pemain dengan keras hingga papan itu pecah dan berlubang.

Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Victor Munoz mencetak gol penyama kedudukan pada fase akhir pertandingan. Namun, insiden papan pergantian pemain menjadi salah satu sorotan utama setelah duel sengit di Anfield tersebut.

PSM punya misi besar dengan penunjukan Darije Kalezic sebagai nakhoda tim di BRI Super League 2026/2027.

Juku Eja ingin merajut kembali prestasi tinggi bersama pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu, yang pernah mengukir memori indah membawa trofi juara Piala Indonesia ke Makassar pada 2019.

PSM tetap menjaga tradisi mengikat pelatihnya dengan durasi panjang. Sebelumnya, Robert Rene Alberts pernah menukangi PSM pada Liga 1 2016-2018. Berikutnya disusul Bernardo Tavares di periode 2022-2025.

Darije Kalezic pun telah sepakat teken kontrak selama tiga tahun mulai 2026 hingga 2029.

Di tangan Robert Albert dan Bernardo Tavares, PSM menunjukkan kekuatan sebagai tim tradisional yang punya daya saing kuat di kasta tertinggi Indonesia.

Kendati tanpa gelar juara, selama dua musim beruntun, Robert Albert membawa PSM menghuni posisi tiga besar. Prestasi Bernardo Tavares lebih cemerlang dengan mempersembahkan gelar juara Liga 1 2022/2023.

Kembalikan Marwah

Kehadiran Darije Kalezic diharapkan mengembalikan marwah PSM ke posisi teratas kembali karena musim lalu, mereka harus susah payah untuk finis di urutan ke-15.

Pergerakan PSM di bursa transfer musim relatif lamban bila dibandingkan dengan kontestan lainnya. Gerak lambat ini ternyata mereka ingin membangun kekuatan dengan cermat.

Per 28 Agustus 2026, PSM masih memiliki total 29 pemain.

Sikap tak tergesa-gesa ini diperlihatkan PSM saat mengimpor satu per satu pemain asing. Total sudah tujuh sosok asing baru yang telah bergabung untuk melengkapi dua pemain lawas, Aloisio Neto dan Victor Luiz.

Dari tujuh awak asing baru itu cukup heboh adalah perekrutan Navarone Foor dan Sergio Aguero. Nama pertama merupakan gelandang asal Belanda yang memiliki darah keturunan Toraja.

Tampaknya PSM masih lekat dengan gelandang dari Negeri Kincir Angin. Sebelumnya dua nama Belanda yang sangat lekat dengan PSM adalah Wiljan Pluim dan Marc Klok.

Tak Asing Karakter PSIM

Navarone Foor lama berkarier di Eredivisie Belanda. Klub terakhirnya adalah VVV-Venlo. Namun, dia juga pernah bertualang bermain di Liga Siprus, Latvia, Uni Emirat Arab hingga Thailand.

Sergio Aguero yang resmi bergabung 1 Agustus. Dia diganjar kontrak hingga 2028. Ini sebuah apresiasi sangat pantas untuk seorang gelandang versatile andalan Timnas Malaysia.

Darije Kalezic sudah tak asing lagi dengan karakter khas PSM karena pada musim 2018/2019, dia menyelesaikan 53 pertandingan dengan catatan 24 menang, tujuh imbang, dan 22 kekalahan.

Jumlah laga itu terjadi di Liga 1, Piala Indonesia, dan Piala AFC.

Juru taktik berusia 56 tahun itu juga beruntung karena dia masih memiliki lima mantan anak asuhnya di PSM tujuh tahun silam.

Mereka adalah kiper Hilmansyah dan Syaiful Syamsuddin. Tiga sosok lainnya Rasyid Bakri, Abdul Rahman, dan Muhammad Arfan. Dari jajaran staf pelatih, Ahmad Amiruddin juga masih setia mendampingi sebagai asisten.

Kental Eropa Timur

Skuat PSM musim ini sangat kental aroma Eropa, terutama dari belahan Timur.

PSM tak risau tinggalkan kapten timnya, Yuran Fernandes, yang hijrah ke Persebaya. Darije Kalezic mendaratkan dua bek tengah, Dusan Lagator (Montenegro) dan Nenad Lalic (Serbia).

Stefan Jevtoski (Makedonia Utara) akan berkolaborasi dengan Aloisio Neto dan Sergio Aguero di sektor tengah.

PSM juga punya duet penyerang berpaspor Serbia dengan nama depan Luka yang masih berusia emas, yakni Luka Bulatovic dan Luka Cumic.

Dengan komposisi pemain di atas, PSM bakal meramaikan persaingan Super League musim ini. Setidaknya, minimal PSM bisa mengulang kembali sebagai juara Piala Indonesia yang kini bertajuk League Cup.

Daftar Pemain PSM untuk Kompetisi Musim 2026/2027

Kiper: Hilmansyah, Ardiansyah, Syaiful Syamsuddin, Poetro Negoro, Agus Al Faris.

Belakang: Dusan Lagator, Nenad Lalic, Aloísio Neto, Agung Mannan, Victor Luiz, Henhen Herdiana, Mufli Hidayat, Stefan Jevtoski, Akbar Tanjung, Ananda Raehan.

Tengah: Muhammad Arfan, Resky Fandi, Navarone Foor, Rasyid Bakri, Sergio Aguero.

Depan: Fahrul Aditia, Kaka Amrullah, Rizky Eka Pratama, Luka Bulatovic, Abdul Rahman, Gala Pagamo, Muhammad Fahrul, Luka Cumic, Arham Darmawan.

Inter Milan akan bertandang ke Unipol Domus untuk menghadapi Cagliari pada pekan kedua Serie A 2026/2027, Senin (31/8) dini hari nanti. Kedua tim sama-sama mengawali musim dengan kemenangan, tetapi rekor pertemuan membuat Nerazzurri tetap menjadi favorit utama untuk meraih tiga poin di laga ini.

Cagliari membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Parma. Alessandro Romano menjadi pahlawan lewat gol spektakuler dari jarak jauh pada debutnya sebagai starter di Serie A. Hasil tersebut terasa spesial karena menjadi kemenangan pembuka musim yang langka bagi Rossoblu, yang sebelumnya hanya sekali menang dalam 12 laga perdana Serie A.

Pasukan Fabio Pisacane juga sebelumnya menang 1-0 atas Arezzo di Coppa Italia. Artinya, Cagliari datang dengan modal dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat.

Inter memulai misi mempertahankan Scudetto dengan kemenangan telak 4-1 atas Monza. Hakan Calhanoglu, Yann Bisseck, Piotr Zielinski, dan Francesco Pio Esposito bergantian mencetak gol, dengan gol backheel spektakuler Esposito menjadi salah satu sorotan pertandingan.

Menariknya, Lautaro Martinez gagal mencetak gol pada laga tersebut, sementara Marcus Thuram memulai pertandingan dari bangku cadangan. Kondisi itu membuka peluang bagi Thuram untuk kembali ke starting XI dan berduet dengan Lautaro di lini depan.

Cagliari kemungkinan akan mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat sebelum menyerang melalui transisi cepat. Daniel Maldini, yang baru bergabung dari Atalanta, berpotensi menjadi kreator utama di belakang Paul Mendy.

Absennya Sebastiano Esposito tentu menjadi kehilangan bagi tuan rumah. Pisacane harus mencari alternatif untuk menjaga daya gedor tim, terutama menghadapi Inter yang memiliki kualitas tinggi dalam mengontrol permainan.

Inter, di sisi lain, akan tetap mengandalkan permainan menyerang yang agresif. Nerazzurri mencetak 89 gol di Serie A musim lalu, menjadi tim paling produktif, dan melanjutkan ketajaman tersebut dengan empat gol ke gawang Monza.

Kembalinya Thuram ke lini depan berpotensi memberikan dimensi berbeda. Jika ia dipasangkan dengan Lautaro, Inter akan memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan pergerakan yang bisa menyulitkan pertahanan Cagliari.

Kunci bagi Inter adalah memanfaatkan sisi lapangan dan menciptakan ruang untuk duet penyerang mereka. Sementara itu, Cagliari harus mampu menjaga disiplin blok pertahanan serta memanfaatkan setiap kesempatan saat Inter kehilangan bola.

Prakiraan Susunan Pemain Cagliari vs Inter Milan

Cagliari (4-3-2-1): Caprile; Pedro, Mina, Rodriguez, Obert; Adopo, Winks, Romano; Maldini, Fazzini; Mendy

Pelatih: Fabio Pisacane

Inter Milan (3-5-2): J. Martinez; Bisseck, Akanji, Bastoni; Diouf, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Esposito, L. Martinez

Pelatih: Cristian Chivu

Prediksi Skor Cagliari vs Inter Milan

Ketangguhan Cagliari yang tidak terkalahkan sejak pra musim 2026 ini akan diuji di laga ini. Mereka harus berhadapan dengan sang juara bertahan Serie A, Inter Milan.

Cagliari menunjukkan gaya bermain yang disiplin dan mampu mengancam dengan serangan balik cepat. Namun dominasi Inter akan jadi ujian berat bagi mereka di laga ini, terutama Inter kini punya lini serang yang sangat mematikan.

I Rossoblu juga punya sejarah buruk saat berjumpa dengan Inter. Jadi pasukan Fabio Pisacane bakal diuji hingga batas tertinggi mereka untuk meredam sang juara bertahan.

Prediksi Skor: Cagliari 1-3 Inter Milan

Link Streaming dan Siaran Langsung Cagliari vs Inter

Cagliari vs Inter Milan

Jadwal: Senin, 31 Agustus 2026

Kick Off: Pkl 01.45 WIB

Venue: Stadio Unipol Domus, Sardinia

Live Streaming: Vidio

PSG Comeback di Markas Lille, 2 Gol Injury Time

BolaIndonesia – PSG comeback di markas Lille dengan cara dramatis pada pekan kedua Ligue 1 2026/2027. Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, Paris Saint-Germain akhirnya mampu bangkit dan memaksakan hasil imbang 2-2.

Pertandingan yang berlangsung di Decathlon Arena-Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB, menghadirkan drama hingga detik terakhir. Lille bahkan sudah berada di ambang kemenangan sebelum PSG mencetak dua gol pada masa injury time.

Hasil ini membuat PSG kembali harus puas dengan satu poin setelah sebelumnya meraih hasil imbang pada laga pembuka Ligue 1.

Sementara itu, Lille gagal mempertahankan keunggulan dua gol yang sudah mereka bangun hingga penghujung pertandingan.

PSG Comeback di Markas Lille

Lille langsung memberikan tekanan sejak pertandingan dimulai. Tuan rumah mampu membuat PSG kesulitan mengembangkan permainan, terutama melalui serangan cepat dan pergerakan para pemain depan.

PSG sebenarnya sempat mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan. Achraf Hakimi memiliki kesempatan setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Lille. Namun, tembakannya masih melebar dan hanya mengenai sisi luar tiang gawang.

Sebaliknya, Lille berhasil memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan. Pada menit ke-21, Hakon Arnar Haraldsson membuka keunggulan tuan rumah.

PSG berusaha meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Namun, hingga babak pertama berakhir, pertahanan Lille tetap mampu menjaga keunggulan.

PSG Bangkit dan Samakan Kedudukan

Memasuki babak kedua, PSG comeback mengubah situasi dengan meningkatkan intensitas serangan. Khvicha Kvaratskhelia dimainkan untuk menambah kreativitas di lini depan.

Pemain asal Georgia itu langsung memberikan ancaman. Namun, upayanya melalui tembakan melengkung masih belum tepat sasaran.

Lille kemudian memilih bermain lebih bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi tersebut cukup efektif karena PSG kesulitan menemukan ruang di sekitar kotak penalti.

Ketika PSG semakin gencar menyerang, Lille justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-85. Dilane Bakwa menerima ruang dan melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut jauh gawang PSG.

Safonov tidak mampu menjangkau bola tersebut. Skor berubah menjadi 2-0 dan Lille semakin dekat dengan kemenangan.

PSG Comeback di Injury Time

Dalam kondisi tertinggal dua gol hingga memasuki menit ke-90, peluang PSG untuk mendapatkan poin terlihat sangat kecil.

Namun, Les Parisiens tidak menyerah.

Vitinha menjadi pemain yang menghidupkan kembali harapan PSG. Pada menit pertama masa tambahan waktu, gelandang Portugal tersebut melepaskan tembakan indah yang berhasil menembus gawang Lille.

Skor berubah menjadi 2-1. PSG kini hanya membutuhkan satu gol untuk menyelamatkan satu poin.

Momentum pun sepenuhnya berpindah kepada tim tamu. Para pemain PSG terus menekan pertahanan Lille dan memanfaatkan setiap kesempatan bola mati.

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-95. PSG mendapatkan situasi bola mati yang kemudian menghasilkan kemelut di kotak penalti.

Vitinha kembali memainkan peran penting. Umpannya diarahkan ke area berbahaya dan Marquinhos muncul sebagai penyelamat.

Sang kapten PSG menyambut bola dengan sundulan keras yang mengarah ke sudut gawang. Bola akhirnya bersarang di gawang Lille dan mengubah skor menjadi 2-2.

Mental Juara PSG Kembali Terlihat

Setelah gol Marquinhos, tidak ada lagi gol yang tercipta. PSG pun membawa pulang satu poin dari markas Lille setelah melakukan comeback luar biasa.

Dua gol pada masa injury time menjadi bukti bahwa PSG masih memiliki mental untuk berjuang sampai peluit akhir. Vitinha tampil sebagai tokoh utama dengan satu gol dan satu assist, sedangkan Marquinhos menjadi pencetak gol penyama kedudukan yang menyelamatkan Les Parisiens dari kekalahan.

Namun, hasil imbang tersebut juga menunjukkan bahwa PSG masih memiliki pekerjaan rumah. Sang juara bertahan kembali kehilangan poin setelah sebelumnya ditahan Rennes pada pertandingan pembuka musim.

Bagi Lille, hasil ini tentu terasa sangat mengecewakan. Mereka sudah unggul 2-0 hingga waktu normal berakhir, tetapi akhirnya harus berbagi poin setelah PSG mencetak dua gol secara beruntun di masa injury time.

Dengan demikian, comeback dramatis PSG di markas Lille menjadi salah satu cerita terbesar dari pekan kedua Ligue 1. Les Parisiens belum tampil sempurna, tetapi karakter mereka untuk terus berjuang sampai akhir kembali menjadi pembeda.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku telah menjalani percakapan sulit dengan Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus di tengah kemungkinan kedua pemain itu meninggalkan Emirates Stadium.

Masa depan Martinelli dan Jesus menjadi sorotan menjelang penutupan bursa transfer. Martinelli disebut masuk radar klub Arab Saudi, Al Hilal.

Sementara Jesus makin tersisih dari persaingan di lini depan Arsenal setelah mengalami serangkaian cedera.

Mikel Arteta tidak menampik dirinya harus mengambil keputusan sulit terkait sejumlah pemain dalam skuad Arsenal.

Menurutnya, situasi itu merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam pengelolaan tim.

“Pada akhirnya, itu tidak terhindarkan. Pada suatu titik, Anda harus melakukan pembicaraan tertentu dan mengatakan hal-hal tertentu yang terkadang sulit,” ujar Mikel Arteta.

Martinelli menjadi pemain yang masa depannya paling banyak diperbincangkan. Pemain berusia 24 tahun itu meninggalkan sesi latihan lebih awal ketika rumor kepindahan ke Al Hilal semakin menguat.

Klub Arab Saudi tersebut dilaporkan siap mengajukan paket transfer yang nilainya mencapai 50 juta pound atau sekitar Rp1,1 triliun.

Meski demikian, Arteta menegaskan Martinelli tetap memiliki tempat khusus di Arsenal.

“Saya pikir semua orang tahu dan mengakui betapa kami mencintai Gabi. Apa pun hasilnya, itu akan terjadi karena semua pihak menyetujuinya,” kata Arteta.

Gabriel Jesus Semakin Tersisih

Situasi Gabriel Jesus sedikit berbeda. Penyerang berusia 28 tahun itu semakin kehilangan tempat dalam persaingan lini depan Arsenal setelah periode panjang yang terganggu cedera.

Jesus bahkan tidak mengikuti sesi latihan Arsenal pada Kamis (27/8/2026). Kondisinya semakin rumit karena kontraknya bersama The Gunners hanya menyisakan 12 bulan.

Arteta menjelaskan absennya Jesus berkaitan dengan jumlah pemain yang dimiliki Arsenal serta bagaimana klub menangani situasi setiap pemain secara individual.

“Ini berkaitan dengan jumlah pemain yang kami miliki di skuad saat ini dan bagaimana kami mengelola situasi semacam itu secara individual dengan semua pemain. Mereka memiliki situasi pribadi masing-masing,” jelas Arteta.

Jesus bergabung dengan Arsenal dari Manchester City pada 2022 dan sempat menjadi salah satu pemain penting dalam proyek Arteta.

Namun, berbagai masalah kebugaran membuat kontribusinya dalam beberapa musim terakhir tidak maksimal.

Arsenal Dikaitkan dengan Julian Alvarez

Di tengah kemungkinan kepergian Martinelli dan Jesus, Arsenal justru dikaitkan dengan upaya memperkuat lini depan. Salah satu nama yang muncul adalah penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez.

Penyerang Argentina itu sedang berada dalam situasi pelik setelah Atletico menolak melepasnya ke Barcelona.

Kondisi itu kemudian memunculkan spekulasi Arsenal dapat memanfaatkan situasi tersebut untuk mencoba mendatangkannya. Namun, Arteta enggan memberikan komentar mengenai Alvarez.

“Jangan ke sana. Saya tidak akan memberikan komentar apa pun mengenai pemain yang bukan bagian dari kami,” tegasnya.

Jika Martinelli dan Jesus benar-benar pergi, kebutuhan Arsenal untuk menambah opsi di lini depan tentu akan semakin besar.

Terlebih, Arteta ingin membawa The Gunners bersaing dalam berbagai kompetisi sepanjang musim.

Konsa dan Guimaraes Bisa Jadi Kabar Baik

Di tengah kabar mengenai masa depan sejumlah pemain depan, Arsenal mendapatkan perkembangan positif dari sektor lain.

Ezri Konsa berpeluang menjalani debut setelah bergabung dengan Arsenal dari Aston Villa dengan nilai transfer 51 juta pound.

Menariknya, debut tersebut berpotensi terjadi di Villa Park saat Arsenal menghadapi mantan klubnya pada Senin.

Konsa diperkirakan berpotensi mendapatkan sambutan kurang bersahabat dari suporter tuan rumah.

Namun, Arteta menegaskan hal itu tidak akan memengaruhi keputusannya untuk memainkan bek asal Inggris tersebut.

“Jika saya melihat sesuatu yang berbeda dari pemain itu, mungkin saya mempertanyakannya. Namun, sejak hari pertama, melihat Ezri dan mengetahui kepribadiannya dengan sangat baik, serta melalui orang-orang yang pernah bekerja dengannya, saya tidak memiliki kekhawatiran,” ujar Arteta.

Selain Konsa, Bruno Guimaraes juga berpeluang tampil dalam pertandingan itu. Gelandang Brasil itu sebelumnya absen ketika Arsenal menang 3-0 atas Coventry karena mengalami masalah pada pangkal paha.

Dengan bursa transfer yang semakin mendekati penutupan, Arteta kini menghadapi sejumlah keputusan penting.

Kepergian Martinelli dan Jesus dapat mengubah komposisi lini depan Arsenal, dan kedatangan pemain baru akan menentukan seberapa kuat skuad The Gunners menghadapi tantangan musim ini.