Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke markas Sunderland, Stadium of Light, Minggu (13/9/2026). Dalam laga pekan keempat Premier League itu, Arsenal menang 2-0 di markas Sunderland.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam 45 menit pertama pertandingan. Pertandingan berjalan alot sepanjang babak pertama berlangsung.
Pada babak kedua, tim tuan rumah sempat mendapatkan kans untuk unggul lebih dulu. Sayangnya, eksekusi penalti Enzo Le Fee pada menit ke-56 gagal dan tak mengubah keadaan.
Justru Arsenal berhasil membuka keunggulan dua menit kemudian. Bruno Guimaraes mencetak gol pembuka kemenangan the Gunners pada menit ke-58 setelah menerima umpan dari Declan Rice.
Skor 0-1 untuk keunggulan Arsenal seakan bakal menjadi akhir dari pertandingan. Namun, pada masa injury time, The Gunners mendapatkan penalti dari wasit, di mana di sisi lain Sunderland kehilangan pemainnya, Reinildo, karena kartu kuning kedua.
Bukayo Saka yang mengambil eksekusi penalti pada menit 90’+7 itu berhasil menggandakan keunggulan bagi The Gunners yang sukses mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0 dan membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland.
Susunan Pemain
Sunderland (4-2-3-1): Robin Roefs; Nordi Mukiele, Kevin Danso, Daniel Ballard, Reinildo; Granit Xhaka, Noah Sadiki; Thomas Meunier, Enzo Le Fee, Nilson Angulo; Brian Brobbey Pelatih: Regis Le Bris Arsenal (4-2-3-1): David Raya; Ben White, Ezri Konsa, Gabriel, Riccardo Calafiori; Declan Rice, Myles Lewis-Skelly; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Christos Tzolis; Kai Havertz Pelatih: Mikel Arteta
PSIM Yogyakarta bersiap menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam WIB.
Laga ini menjadi momen yang dinantikan pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Arsitek asal Belanda tersebut antusias membawa timnya kembali tampil di GBT.
“Ya, pertama-tama saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus untuk memulai kembali pertandingan tandang pertama kami di Surabaya seperti musim lalu,” ujar Van Gastel pada Sabtu (12/9/2026).
“Saya sangat menantikannya untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali pendukung. Jadi saya sangat bersemangat untuk berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik,” lanjutnya.
Punya Memori Positif
PSIM punya kenangan manis saat bertandang ke markas Persebaya pada musim lalu. Laskar Mataram berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 1-0 berkat gol Ezequiel Vidal.
Bek PSIM, Jop van der Avert, juga mendapat cerita dari beberapa rekan setim yang bermain pada pertandingan tersebut. Ia mendapat gambaran mengenai atmosfer GBT yang begitu meriah.
“Ya, jadi ketika kami melakukan perjalanan ke sini saya bertanya kepada beberapa rekan yang bermain di pertandingan pertama di sini musim lalu saat liga dimulai,” kata Van der Avert.
“Mereka memberi tahu saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa. Jadi saya pikir ya, bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Mudah-mudahan bisa meraih tiga poin,” sambungnya.
Sama-sama Raih Satu Poin
Kedua tim kompak mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan hasil imbang. PSIM bermain 1-1 kontra Persita Tangerang, sedangkan Persebaya juga ditahan Bhayangkara FC dengan skor identik.
Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin. PSIM berada di peringkat ke-11, adapun Persebaya tepat berada satu tingkat di bawahnya.
Di sisi lain, PSIM memboyong 25 pemain untuk berhadapan dengan Bajul Ijo. Hanya penjaga gawang muda Athaullah Daib yang tidak ikut dalam rombongan Laskar Mataram.
Idnews.top – Lamine Yamal mencetak sejarah baru bersama Barcelona setelah mengenakan ban kapten dalam pertandingan melawan Feyenoord di Liga Champions. Menurut SPORT, pemain berusia 19 tahun itu menjadi pemain termuda yang memimpin Barcelona sebagai kapten dalam pertandingan kompetitif pada era modern.
Yamal mengambil alih ban kapten setelah Raphinha ditarik keluar dalam pertandingan tersebut. Ia mencatatkan pencapaian itu pada usia 19 tahun dan 58 hari, mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang Bojan Krkic dan Gavi.
Sebelum Yamal, Bojan dan Gavi sama-sama pernah menjadi kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif ketika berusia 20 tahun. Bojan melakukannya pada usia 20 tahun dan 61 hari, sedangkan Gavi mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya 15 hari lebih tua.
Pencapaian tersebut menambah daftar panjang tonggak penting dalam perkembangan karier Yamal. Ia sebelumnya sudah dipercaya menjadi salah satu kapten Barcelona dan kini mendapat kesempatan memimpin tim utama di panggung Liga Champions.
Yamal Ungguli Rekor Bojan dan Gavi
Joan Gamper menjadi kapten pertama dalam sejarah Barcelona setelah mengenakan ban kapten pada usia 21 tahun. Dalam era modern, Bojan dan Gavi menjadi dua pemain muda yang sebelumnya tercatat sebagai kapten Barcelona dalam pertandingan kompetitif.
Bojan pertama kali memimpin Barcelona pada usia 20 tahun dan 61 hari. Sementara itu, Gavi melakukannya 15 hari lebih tua dari Bojan, dengan kesempatan pertamanya juga menjadi bentuk penghargaan dari rekan-rekan setim setelah ia kembali dari cedera serius.
Yamal kini melewati kedua pemain tersebut dengan selisih hampir satu tahun. Tidak ada catatan yang diketahui mengenai kapten Barcelona yang lebih muda darinya, meski sumber tersebut tidak menutup kemungkinan seorang pemain muda pernah mengenakan ban kapten pada dua dekade pertama sejarah klub.
Yamal Nikmati Tanggung Jawab sebagai Kapten
Sebelum pertandingan melawan Feyenoord, Yamal sudah berbicara mengenai arti kepercayaan rekan-rekan setim yang memilihnya sebagai salah satu kapten Barcelona. Ia mengaku kehormatan tersebut memberinya rasa tanggung jawab yang lebih besar sekaligus membuatnya bangga.
Yamal menjalani debut bersama Barcelona pada usia 15 tahun setelah berkembang melalui akademi La Masia. Sebelum berusia 20 tahun, ia sudah menjadi bagian dari jajaran kapten tim utama dan sebelumnya juga pernah mendapat pengalaman mengenakan ban kapten di level akademi.
Pencapaian bersama Barcelona dan Spanyol membuat peran tersebut menjadi bagian lain dari perkembangan pesat kariernya. Yamal telah meraih tiga gelar La Liga dan satu Copa del Rey bersama Barcelona, serta memiliki gelar Piala Eropa dan Piala Dunia bersama Spanyol.
Laga panas langsung tersaji di pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (12/9/2026) sore WIB.
Laga ini menjadi laga yang paling dinantikan dari BRI Super League. Banyak pihak yang melabeli duel Persija Jakarta Vs Persib Bandung sebagai Derby DÍndonesia. Ada pula yang menyebutnya El Clasico Indonesia.
Persija Jakarta dan Persib Bandung hadir dengan modal yang sama. Mereka sama-sama meraih kemenangan di pekan pertama BRI Super League 2026/2027 yang lalu.
Laga ini juga sangat spesial bagi kedua tim. Sebab, untuk kali pertama sejak 2019, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung bisa digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Ingin Akhiri Tren Buruk
Pertandingan melawan Persib Bandung kali ini sangat spesial bagi Persija Jakarta. Mereka sudah lama tidak menjamu rivalnya itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Terakhir kali hal itu terjadi pada musim 2019.
Motivasi Persija Jakarta pun semakin besar. Data terkini menunjukkan Macan Kemayoran tidak pernah menang atas Persib Bandung sejak 2023.
“Sebenarnya, saya juga baru mendengar itu pertama kali bahwa kami berhasil memenangkan pertandingan di Kalimantan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dan saya cukup terkejut,” kata pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dalam sesi konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (11/9/2026).
“Sekarang, setelah saya tahu bahwa kita belum pernah mengalahkan Persib Bandung sejak 2023 juga, saya merasa semakin bertekad untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan bermain lebih kuat agar kita bisa menang. Jadi, saya akan memastikan kita mempersiapkan diri dengan baik untuk bisa menang di laga besok,” tegasnya.
Bikin Bobotoh Bangga
Sementara itu pelatih Persib Bandung sadar betul betapa pentingnya laga melawan Persija Jakarta. Ini adalah laga terbesar di sepak bola Indonesia belakangan ini.
Pentingnya laga melawan Persija Jakarta pun sudah tertanam dalam diri para pemain Persib Bandung. Mereka bertekad untuk meraih kemenangan di kandang Macan Kemayoran dan membuat Bobotoh bahagia.
“Persaingan antara Persib Bandung dan Persija adalah pertandingan sangat penting. Saya pikir semua pemain tahu pentingnya laga ini bagi para penggemar dan saya berharap kami bisa membuat para fans bangga setelah pertandingan,” jelas Igor Tolic.
Persib akan melakoni laga berat melawan Persija Jakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Laga kedua tim berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Laga ini dipastikan bakal menyedot perhatian publik pencinta sepak bola Indonesia. Rivalitas panjang kedua tim akan membuat pertandingan berjalan dengan tensi panas sejak menit awal.
Persib datang dengan modal positif setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor 3-1 di Bandung. Sementara itu, Persija dalam motivasi tinggi setelah mengalahkan tuan rumah Borneo FC dengan skor 1-0.
Dengan hasil ini, Persib dan Persija tentu berambisi mempertahankan tren positif, sekaligus mengamankan posisi di papan atas klasemen.
Secara statistik, Persib memang unggul atas Macan Kemayoran dalam lima pertemuan terakhir. Persib mencatatkan empat kemenangan dan satu kali hasil imbang.
Raihan positif tersebut tentunya ingin kembali dilanjutkan Skuad Maung dipertandingan nanti. Pelatih Persib, Igor Tolic bakal menyiapkan strategi khusus untuk meredam perlawanan Persija.
Igor juga bakal mengandalkan beberapa pemain yang berpotensi menjadi pembeda pada pertandingan nanti.
Mariano Peralta
Mariano Peralta bakal mendapat sorotan khusus dipertandingan nanti. Penyerang asal Argentina ini dikenal memiliki kecepatan serta pergerakan lincah yang dapat memberikan masalah bagi lini belakang Persija.
Kualitas tersebut sudah diperlihatkan Peralta dalam beberapa laga bersama Maung Bandung. Peralta bahkan menjadi penentu kemenangan Persib atas Manila Digger pada babak play-off AFC Champions League Two 2026/2027.
Peralta merupakan rekrutan anyar Persib musim ini. Dia datang ke Bandung dengan reputasi mentereng sebagai pemain terbaik BRI Super League 2025/2026 bersama Borneo FC.
Bersama Pesut Etam, Peralta sukses mencetak 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan yang telah dijalani.
Balsa Sekulic
Selain Mariano Peralta, Balsa Sekulic juga berpotensi menghadirkan ancaman berbahaya bagi Persija Jakarta. Pemain asal Montenegro tersebut dikenal memiliki naluri gol yang tinggi.
Ketajaman Balsa Sekulic bersama Persib sudah dibuktikan sejak awal musim. Dia sukses menyumbangkan satu gol ketika Maung Bandung mengalahkan PSM Makassar.
Gol tersebut lahir melalui pergerakan ciamik Balsa Sekulic dalam mencari ruang kosong untuk melepas tembakan.
Adam Alis
Duel Persib kontra Persija punya arti spesial bagi Adam Alis. Gelandang berusia 32 tahun tersebut akan menghadapi mantan klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Adam sempat menjadi bagian dari Skuad Macan Kemayoran pada musim 2015. Namun, kebersamaan Adam Alis bersama Persija hanya bertahan selama satu musim.
Meski menghadapi mantan klubnya, Adam tetap bakal bersikap profesional. Dia akan berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk membantu Persib mengamankan tiga poin di kandang lawan.
Adam bahkan pernah menjadi mimpi buruk untuk Persija musim lalu. Dua golnya ke gawang Persija menjadi penentu kemenangan Persib dengan skor akhir 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda.
Bayern Munchen menunjukkan performa luar biasa saat mengawali kiprah di Liga Champions. Menghadapi Bodo/Glimt, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, raksasa Jerman itu tampil dominan dan akhirnya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak.
Meski Bodo/Glimt sempat memberikan perlawanan sengit pada babak pertama, Bayern Munchen perlahan meningkatkan intensitas permainan.
Penguasaan bola, peluang berkualitas, dan tekanan tanpa henti akhirnya membuat pertahanan tim asal Norwegia tersebut runtuh.
Harry Kane menjadi salah satu pemain yang berperan besar dalam pesta gol Bayern Munchen. Michael Olise juga tampil impresif dan menjadi bagian penting dari kemenangan besar Die Roten.
Usai pertandingan, Kane mengungkapkan satu karakter yang membuat Bayern semakin berbahaya: mereka justru semakin kuat ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Bodo/Glimt Sempat Merepotkan Bayern
Bodo/Glimt sebenarnya tidak datang ke Allianz Arena untuk sekadar menjadi korban. Pada babak pertama, mereka mampu menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin.
Tim asal Norwegia itu menjaga blok pertahanan dengan baik sembari tetap berani melakukan serangan balik. Beberapa kali bahkan mampu menguji pertahanan Bayern melalui transisi cepat.
Namun, Bayern Munchen tetap memegang kendali pertandingan. Die Roten menguasai sebagian besar bola dan terus menciptakan peluang berbahaya.
Kiper Bodo/Glimt tampil gemilang dan beberapa kali menggagalkan peluang Bayern Munchen. Kane mengakui bahwa timnya memang harus bersabar untuk membongkar pertahanan lawan.
“Kami harus bersabar, tetapi saya pikir kami juga lebih baik pada babak pertama. Kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan bagus. Kami tetap tenang dan terus menggedor,” ujar Kane kepada DAZN.
Kesabaran tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Gol Awal Jadi Titik Balik
Menurut Harry Kane, gol pertama menjadi momen penting yang membuat Bayern Munchen semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Setelah berhasil memecah kebuntuan, Bayern bermain dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi. Tempo permainan pun meningkat dan Bodo/Glimt semakin kesulitan keluar dari tekanan.
Kane melihat fenomena tersebut bukan sesuatu yang kebetulan. Ia menilai Bayern memang memiliki karakter untuk berkembang seiring berjalannya pertandingan.
“Gol awal membantu kami. Musim lalu kami memperlihatkan bagaimana menjadi semakin kuat seiring pertandingan berjalan,” kata Kane.
Karakter tersebut menjadi salah satu ciri permainan Bayern di bawah asuhan Vincent Kompany.
Ketika pertandingan memasuki fase akhir, intensitas Bayern justru meningkat. Tekanan demi tekanan akhirnya membuat pertahanan Bodo/Glimt tidak mampu bertahan lebih lama.
Kane dan Olise Jadi Motor Pesta Gol Bayern Munchen
Kemenangan besar Bayern tidak lepas dari kontribusi sejumlah pemain kunci.
Kane kembali menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak, sementara Olise memberikan energi dan kreativitas yang membuat lini belakang Bodo/Glimt semakin kerepotan.
Kombinasi keduanya menjadi salah satu alasan Bayern mampu mengubah pertandingan yang awalnya cukup ketat menjadi sebuah pesta gol.
Bodo/Glimt memang mampu bertahan dengan baik pada awal laga. Namun, menghadapi Bayern yang terus meningkatkan tempo selama 90 menit merupakan tantangan yang sangat berat.
Begitu ruang mulai terbuka, Bayern Munchen langsung menghukum lawannya.
Kane pun menilai kemenangan tersebut sebagai hasil dari kerja keras tim yang mampu menjaga ketenangan dan terus memberikan tekanan hingga akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan.
Harry Kane Puas, Bayern Awali Liga Champions dengan Sempurna
Kemenangan atas Bodo/Glimt menjadi pembuka yang sangat positif bagi Bayern Munchen di Liga Champions.
Bukan hanya tiga poin yang berhasil diamankan, tetapi juga sebuah pernyataantim asuhan Kompany memiliki kemampuan untuk meningkatkan performa ketika pertandingan semakin berjalan. Kane pun mengaku sangat puas dengan hasil tersebut.
“Kami ingin menampilkan performa yang bagus dan mendapatkan tiga poin di depan para penggemar kami. Saya senang kami berhasil melakukannya,” tegas Kane.
Bayern kini kembali menunjukkan salah satu karakter terkuat mereka: semakin lama pertandingan berlangsung, semakin sulit dihentikan.
Bagi lawan-lawan berikutnya di Liga Champions, kemenangan atas Bodo/Glimt sekaligus menjadi peringatan.
Menghadapi Bayern selama 90 menit bukan hanya soal bertahan dari tekanan awal, tetapi juga harus mampu bertahan ketika Die Roten mulai menaikkan tempo permainan.
Dan jika Harry Kane serta Michael Olise terus tampil seperti ini, Bayern bisa menjadi salah satu tim yang paling menakutkan di kompetisi Eropa musim ini.
Bintang Napoli, Kevin De Bruyne, memberikan pujian tinggi kepada Arsenal setelah timnya takluk 0-1 pada laga pembuka Liga Champions 2026/2027.
Arsenal tampil impresif dan mengalahkan Napoli dengan skor 1-0 di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan tim asuhan Mikel Arteta dicetak Martin Odegaard pada menit ke-75.
Meski kecewa karena Napoli gagal mendapatkan poin, De Bruyne menilai timnya sudah memberikan perlawanan yang cukup baik. Ia bahkan menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di dunia saat ini.
Dalam wawancara dengan CBS Sports setelah pertandingan, De Bruyne mendapat pertanyaan mengenai penampilan Napoli sekaligus kekuatan Arsenal.
Mantan pemain Manchester City itu tidak ragu memberikan penilaian tinggi kepada lawannya.
“Mari kita membahas pertandingan,” ujar reporter CBS Sports kepada De Bruyne seusai laga. “Menurut saya, Napoli sudah bermain sangat baik, tetapi lawan yang Anda hadapi mungkin adalah tim terbaik di dunia saat ini?”
“Saya setuju. Mereka adalah juara Inggris dan kalah di final Liga Champions terakhir melalui adu penalti. Jadi, kami tahu betapa kuatnya mereka,” ujar De Bruyne, seperti dilansir dari Metro.
Tetap Apresiasi Perjuangan Napoli
Arsenal memang memasuki musim ini dengan kepercayaan diri tinggi. The Gunners berhasil mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar Premier League musim lalu dan juga melaju hingga final Liga Champions, sebelum kalah dari PSG melalui adu penalti.
Kemenangan atas Napoli juga memperpanjang start sempurna Arsenal menjadi lima pertandingan pada awal musim ini.
De Bruyne tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan Napoli. Menurutnya, tim asal Italia tersebut mampu menciptakan sejumlah momen positif ketika mencoba bermain menyerang.
“Saya pikir kami sebenarnya melakukan pekerjaan yang bagus. Ketika mencoba bermain, kami memiliki beberapa momen ketika mampu menciptakan peluang,” katanya.
Namun, De Bruyne mengakui Napoli sempat harus bermain lebih dalam menghadapi tekanan Arsenal.
“Kami memang terkadang harus bertahan lebih rendah. Pada babak kedua, kami memberikan mereka sedikit terlalu banyak ruang dan bermain terlalu dalam.”
De Bruyne Melihat Perkembangan Napoli
Kekalahan tersebut tetap memberikan sisi positif bagi De Bruyne. Ia menilai permainan Napoli menunjukkan perkembangan dibandingkan beberapa pertandingan awal musim.
“Setelah itu, kami kembali memiliki beberapa momen. Bagi saya, ini merupakan peningkatan dari apa yang saya lihat dalam beberapa pertandingan pertama,” tutur De Bruyne.
“Kami mulai bermain lebih baik, jadi itu adalah hal yang bagus.”
Di sisi lain, Arsenal pulang dari Naples dengan tiga poin berkat gol Odegaard. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi pasukan Arteta dalam upaya kembali bersaing di dua kompetisi utama musim ini.
Idnews.top – Playmaker Chelsea, Cole Palmer membeberkan rahasia di balik comeback timnya melawan Leeds United pada dini hari tadi. Ia mengakui ada instruksi khusus dari Xabi Alonso sehingga The Blues bisa memenangkan laga itu.
Dini hari tadi, Chelsea menggelar pertandingan babak ketiga Carabao Cup di Stamford Bridge. Mereka menghadapi salah satu tim kuda hitam Inggris, Leeds United.
Di laga ini, Chelsea menutup babak pertama dengan tertinggal 0-1 dari tim tamu. Di awal babak kedua, The Whites justru menambah keunggulan mereka menjadi 0-2 atas Chelsea.
Namun The Blues tiba-tiba mengamuk. Mereka berhasil menutup pertandingan ini dengan kemenangan besar 6-3 atas The Whites di laga tersebut dan memastikan diri lolos ke babak keempat Carabao Cup 2026/2027.
Instruksi Khusus Alonso
Diwawancarai seusai laga, Cole Palmer, pencetak dua gol Chelsea di laga ini membeberkan resep di balik comeback spektakuler Chelsea di laga ini.
Ia menyebut bahwa Alonso meminta Chelsea menaikkan intensitas mereka di babak kedua, dan instruksi sang pelatih itu membawa hasil yang bagus.
“Manajer meminta kami untuk menaikkan intensitas kami di babak kedua. Ia merasa permainan kami terlalu datar di babak pertama, jadi kami harus menaikkan tempo permainan kami,” buka Palmer kepada Sky Sports.
Masih Perlu Berbenah
Palmer sendiri senang Chelsea bisa mengamankan kemenangan di laga ini dan melaju ke babak berikutnya. Namun ia tidak ingin skuad The Blues berleha-leha atas kemenangan ini.
Menurutnya masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan dari tim mereka sehingga mereka perlu bekerja keras untuk itu.
“Saya menikmati bermain di tim ini, meski memang ada banyak hal yang berbeda di tim kami musim ini. Saya rasa kami masih perlu banyak berbenah, namun yang terpenting adalah kami meraih kemenangan hari ini,” pungkas sang playmaker.
Laga Berikutnya
Chelsea sendiri kini mulai mempersiapkan diri untuk pertandingan di akhir pekan nanti.
The Blues dijadwalkan akan berhadapan dengan Hull City di Stamford Bridge dan mereka bertekad melanjutkan momentum positif ini.
Bayern Munchen langsung mendapat ujian menarik pada matchday pertama fase liga Liga Champions 2026-27 dengan menghadapi Bodo/Glimt. Laga Bayern vs Bodo/Glimt berlangsung di Allianz Arena, Jumat, 11 September 2026 pukul 02.00 WIB.
Tuan rumah membawa reputasi besar sekaligus catatan kandang yang sangat meyakinkan sepanjang 2026. Namun, Bodo/Glimt tidak datang hanya untuk bertahan karena wakil Norwegia tersebut sedang menjalani periode terbaiknya.
Bayern tentu menjadi favorit berdasarkan kualitas skuad dan pengalaman di kompetisi Eropa. Meski demikian, performa Bodo/Glimt yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir membuat laga ini berpotensi lebih sulit dari perkiraan.
Bayern Ingin Langsung Tancap Gas
Bayern memulai musim dengan tiga kemenangan berturut-turut sebelum ditahan 0-0 oleh Schalke 04 pada pertandingan terakhir. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa tim asuhan Vincent Kompany masih memiliki sejumlah pekerjaan sebelum mencapai performa terbaiknya.
Kendati demikian, rekor Bayern di pertandingan pembuka Liga Champions sangat mengesankan. Mereka selalu memenangkan laga pertama dalam 22 partisipasi terakhir sehingga target tiga poin kembali menjadi tuntutan utama.
Kekuatan Bayern juga semakin terlihat ketika bermain di Allianz Arena. Sepanjang 2026, mereka mencatat 15 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan di kandang.
Bodo/Glimt Punya Modal Besar
Perjalanan Bodo/Glimt menuju fase liga tidak mudah karena mereka harus melewati dua ronde kualifikasi. Setelah menang agregat 6-5 atas Union Saint-Gilloise, mereka tampil lebih meyakinkan dengan mengalahkan NEC Nijmegen 6-1 secara agregat.
Tim besutan Kjetil Knutsen kemudian melanjutkan tren positif tersebut di kompetisi domestik. Kemenangan 2-1 atas Fredrikstad membuat Bodo/Glimt mencatat enam kemenangan beruntun sekaligus memperpanjang rekor tanpa kekalahan menjadi 20 pertandingan.
Bodo/Glimt juga bukan pendatang baru yang minim pengalaman di Liga Champions. Musim lalu, mereka mampu melangkah hingga babak 16 besar dan menyingkirkan Inter Milan pada playoff fase gugur.
Prediksi Bayern Vs Bodo/Glimt
Bayern diperkirakan langsung mengambil kendali permainan dengan mengandalkan penguasaan bola dan kualitas pemain depan. Jamal Musiala berpeluang beroperasi di belakang Harry Kane, sementara Michael Olise dan Luis Diaz dapat memberikan ancaman dari sisi sayap.
Bodo/Glimt kemungkinan mencoba meredam tekanan melalui permainan kolektif dan serangan balik cepat. Rekor produktif mereka membuat peluang mencetak gol di Allianz Arena tetap terbuka, terutama jika Bayern kehilangan konsentrasi ketika melakukan transisi bertahan.
Namun, kedalaman skuad dan kualitas individu Bayern tetap menjadi pembeda utama. Dengan dukungan publik Allianz Arena, tim tuan rumah diprediksi mampu membuka Liga Champions dengan kemenangan.
Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona langsung tancap gas pada matchday pertama League Phase Liga Champions 2026/2027.
Juara bertahan dan satu di antara kandidat juara musim ini tersebut menghajar lawan mereka. PSG menang telak 6-1 atas Slovan Bratislava, sedangkan Barcelona melumat Feyenord 5-1.
Dua pertandingan tadi menjadi bagian dari enam laga yang dimainkan pada Rabu malam hingga Kamis (10-9-2026) dini hari WIB.
Selain PSG dan Barcelona, empat tim lain juga mencatatkan kemenangan.
Runner-up musim lalu, Arsenal, menaklukkan tuan rumah, Napoli, dengan skor 1-0, Liverpool juga mengirim pulang Atletico Madrid tanpa poin setelah menang 2-1.
Pada pertandingan lain, VfB dan Sporting CP menang dengan skor identik 3-1, masing-masing melawan Viking dan Galatasaray.
PSG Melumat Lawan
Bermain di Parc des Princes, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB, Ousmane Dembele membuka keunggulan PSG pada menit ke-17.
Penyerang asal Prancis itu kembali mencatatkan namanya di papan skor enam menit berselang untuk membawa tuan rumah unggul 2-0.
Ferran Torres kemudian menambah keunggulan PSG pada menit ke-31. Slovan Bratislava sempat memperkecil ketertinggalan melalui Suleiman Camara pada menit ke-58.
Torres kembali mencetak dua gol setelah turun minum, masing-masing pada menit ke-47 dan 57. Hattrick tersebut membuat PSG makin nyaman mengendalikan pertandingan.
Fabian Ruiz melengkapi pesta gol PSG pada menit ke-88. Kemenangan 6-1 sekaligus menjadi awal meyakinkan bagi sang juara bertahan dalam upaya mempertahankan gelar Liga Champions.
Arsenal Menang di Naples
Arsenal meraih kemenangan penting pada laga pembuka Liga Champions 2026/2027. Bertandang ke markas Napoli di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB, Meriam London menang tipis 1-0.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Arsenal lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengancam pertahanan Napoli, tetapi kedua tim belum mampu memecah kebuntuan hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Napoli juga memberikan perlawanan melalui Kevin De Bruyne dan Rasmus Hojlund. Namun, pertahanan Arsenal yang dikawal Gabriel Magalhaes dan David Raya mampu meredam sejumlah peluang tuan rumah.
Gol yang ditunggu Arsenal akhirnya hadir pada menit ke-75. Martin Odegaard melakukan kombinasi dengan Christos Tzolis sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengenai tiang dan bersarang di gawang Napoli.
Napoli berusaha mengejar pada sisa pertandingan, tetapi Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Liverpool Bangkit untuk Menang
Menjamu Atletico Madrid di Anfield, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB, Liverpool bangkit untuk menang 2-1.
Atletico Madrid lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-17. Marcos Llorente memanfaatkan umpan terobosan Julian Alvarez sebelum menaklukkan Alisson Becker dengan penyelesaian yang tenang.
Liverpool baru mampu menyamakan skor menjelang turun minum. Dominik Szoboszlai mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-40 setelah memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Atletico.
Memasuki babak kedua, Liverpool langsung berbalik unggul. Alexis Mac Allister mencetak gol pada menit ke-50 melalui tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Jan Oblak.
Atletico berusaha mencari gol penyeimbang pada sisa pertandingan, tetapi Liverpool mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.