27 Oktober 2026

#PremierLeague

Myles Lewis-Skelly Ditolak Man United dan Chelsea

BolaIndonesia – Myles Lewis-Skelly kembali menjadi sorotan dalam bursa transfer. Bek sekaligus gelandang muda tersebut ditawarkan kepada kedua klub setelah masa depannya di Emirates Stadium mulai dipertanyakan menyusul kedatangan Bruno Guimaraes.

Situasi Myles Lewis-Skelly menjadi salah satu cerita menarik pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 19 tahun itu sebelumnya dianggap sebagai salah satu prospek penting Arsenal. Namun, persaingan di skuad Mikel Arteta membuat masa depannya kembali menjadi bahan pembicaraan.

Menurut laporan terbaru, seorang perantara telah menghubungi sejumlah klub Premier League untuk menawarkan Lewis-Skelly. Manchester United dan Chelsea termasuk klub yang mendapat kesempatan tersebut. Namun, kedua klub tersebut memilih tidak melanjutkan pendekatan tersebut untuk saat ini.

Myles Lewis-Skelly dan Situasi Transfer Arsenal

Manchester United sebenarnya pernah menunjukkan ketertarikan terhadap Myles Lewis-Skelly. Posisi bek kiri menjadi salah satu area yang ingin diperkuat Setan Merah, sehingga fleksibilitas Lewis-Skelly menjadi daya tarik tersendiri.

Lewis-Skelly mampu bermain sebagai bek kiri maupun gelandang tengah. Kemampuan tersebut membuatnya terlihat seperti pemain yang dapat memberikan dua solusi sekaligus bagi Manchester United.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Manchester United tidak menjadikan Lewis-Skelly sebagai prioritas utama.

United disebut lebih fokus mengejar Lewis Hall dari Newcastle untuk posisi bek kiri. Nama David Raum dari RB Leipzig juga masuk dalam opsi yang sedang dipertimbangkan klub.

Keputusan tersebut juga tidak terlalu mengejutkan. Sebelumnya, Manchester United dikabarkan pernah menolak peluang untuk mendapatkan Lewis-Skelly dengan nilai sekitar £60 juta. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi untuk pemain yang belum menjadi pilihan utama Arsenal secara konsisten.

Myles Lewis-Skelly Ditolak Manchester United

Chelsea berada dalam situasi yang sedikit berbeda. The Blues memang membutuhkan tambahan di sektor bek kiri setelah Marc Cucurella pindah ke Real Madrid.

Karena itu, muncul laporan bahwa Chelsea telah mendapatkan informasi mengenai kemungkinan Lewis-Skelly tersedia pada bursa transfer kali ini.

Namun, ketertarikan tersebut belum berubah menjadi langkah konkret.

Chelsea disebut telah ditawari kesempatan untuk merekrut pemain Arsenal tersebut melalui perantara. Meski memiliki ketertarikan jangka panjang terhadap Lewis-Skelly, Chelsea belum mengambil keputusan untuk mengejar transfer tersebut.

Padatnya persaingan di skuad Chelsea juga menjadi salah satu pertimbangan. Lewis-Skelly sendiri lebih menyukai peran di lini tengah setelah mulai mendapatkan pengalaman di posisi tersebut bersama Arsenal.

Chelsea Juga Tak Mengejar Myles Lewis-Skelly

Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan keputusan Manchester United dan Chelsea untuk tidak langsung mengejar Lewis-Skelly.

Pertama adalah harga. Lewis-Skelly sebelumnya disebut memiliki nilai sekitar £45 juta, sementara laporan lain menyebut angka yang lebih tinggi pernah dibicarakan. Manchester United bahkan dikabarkan pernah menghadapi permintaan sekitar £60 juta.

Kedua adalah situasi pemain.

Lewis-Skelly memang memiliki potensi besar, tetapi musim 2025/26 menunjukkan bahwa dirinya belum selalu menjadi starter reguler Arsenal. Ia hanya mencatat lima kali sebagai starter di Premier League dan tampil 36 kali di seluruh kompetisi.

Ketiga, posisi terbaik Lewis-Skelly masih menjadi bahan diskusi. Arsenal menggunakan pemain muda tersebut di bek kiri, tetapi perkembangan terbarunya justru mengarah ke lini tengah.

Premier League sendiri sebelumnya mencatat bahwa Lewis-Skelly mulai berlatih sebagai gelandang sejak Desember dan kemudian mendapatkan kesempatan bermain di posisi tersebut pada akhir musim.

Lewis-Skelly Justru Ingin Bertahan di Arsenal

Menariknya, penolakan Manchester United dan Chelsea bukan satu-satunya perkembangan terbaru mengenai masa depan Lewis-Skelly.

Sang pemain sendiri dikabarkan masih ingin bertahan di Arsenal.

Lewis-Skelly disebut fokus memperjuangkan tempatnya dalam rencana Mikel Arteta dan tidak secara aktif mencari klub baru. Situasi tersebut membuat kemungkinan transfer menjadi semakin rumit meskipun Arsenal bisa saja mempertimbangkan penjualan untuk mendapatkan pemasukan setelah mendatangkan pemain baru.

Artinya, apabila Arsenal benar-benar ingin menjual Lewis-Skelly, keputusan tersebut belum tentu datang dari keinginan sang pemain.

Kedatangan Bruno Guimaraes Mengubah Situasi

Salah satu faktor utama yang membuat rumor transfer Lewis-Skelly kembali mencuat adalah kedatangan Bruno Guimaraes ke Arsenal.

Transfer tersebut membuat persaingan di lini tengah Arsenal semakin ketat. Selain Bruno, Arteta juga memiliki Declan Rice, Martin Zubimendi, Mikel Merino dan Martin Odegaard sebagai pilihan di sektor tengah.

Kondisi itu membuka pertanyaan mengenai seberapa besar menit bermain yang bisa didapatkan Lewis-Skelly.

Namun, pemain berusia 19 tahun tersebut telah menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi. Setelah sempat kesulitan mendapatkan kesempatan bermain, ia justru mendapatkan peran penting pada periode akhir musim dan bahkan tampil sebagai starter di final Liga Champions.

Arsenal Masih Memegang Kendali

Untuk saat ini, Arsenal masih memiliki posisi tawar yang kuat.

Lewis-Skelly merupakan produk akademi klub dan telah menandatangani kontrak jangka panjang. Arsenal juga tidak berada dalam posisi wajib menjual sang pemain hanya karena mendapatkan tawaran dari klub lain.

Bahkan, laporan terbaru menyebut Arsenal tidak ingin menjual Lewis-Skelly kepada rival lokal seperti Chelsea karena mereka dapat bertemu dalam persaingan papan atas Premier League.

Dengan kondisi tersebut, transfer ke Manchester United maupun Chelsea terlihat sulit terjadi dalam waktu dekat.

Kesimpulan: Masa Depan Lewis-Skelly Masih di Arsenal?

Untuk sementara, Manchester United dan Chelsea kompak menolak peluang merekrut Myles Lewis-Skelly. United lebih memilih mengejar target lain untuk posisi bek kiri, sedangkan Chelsea belum mengubah ketertarikannya menjadi langkah konkret.

Di sisi pemain, Lewis-Skelly juga dikabarkan ingin bertahan di Arsenal dan memperjuangkan tempatnya di bawah Mikel Arteta.

Situasi ini membuat saga transfer Myles Lewis-Skelly masih jauh dari selesai. Arsenal mungkin tergoda melepas pemain muda tersebut jika mendapatkan tawaran yang tepat, tetapi keputusan akhir juga harus mempertimbangkan keinginan sang pemain.

Jika Lewis-Skelly mampu mempertahankan performanya dan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di lini tengah, bukan tidak mungkin Arsenal justru memilih mempertahankannya sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Idnews.top – Bruno Guimaraes resmi datang untuk menjadi penggerak baru di lini tengah Arsenal. Transfer senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle menjadi simbol ambisi The Gunners untuk langsung bersaing memperebutkan trofi sejak pekan-pekan awal musim.

Mikel Arteta kini memiliki lebih banyak opsi di sektor tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes diproyeksikan memperkuat struktur permainan agar lebih agresif sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter pertandingan.

Pada usia 28 tahun, Guimaraes bukan pembelian jangka panjang. Namun, Arsenal memang mencari profil yang dapat memberi pengaruh segera dalam perburuan Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Bruno Guimaraes: Investasi Mahal yang Sudah Teruji

Nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) terhitung besar, tetapi Arsenal mendapatkan gelandang yang telah membuktikan kualitasnya di Premier League. Guimaraes datang bukan dengan janji potensi, melainkan rekam jejak sebagai pemimpin dan pemain yang tampil konsisten di level tertinggi.

Keandalan fisiknya memberi keuntungan tambahan. Sejak debut, ia telah tampil dalam 195 pertandingan bersama Newcastle, menghadirkan ketahanan untuk melalui musim panjang yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam satu musim.

Lebih dari sekadar menambah kualitas teknis, Guimaraes membawa karakter kompetitif yang dapat memperkuat mental tim. Transfer ini mempertegas niat Arsenal untuk tidak menunggu kesempatan berikutnya dalam perburuan gelar.

Guimaraes hadir untuk membantu memenangkan pertandingan besar sekarang. Dengan pengalaman, agresivitas, kreativitas, dan kemampuan bertahan, ia berpeluang menjadi kepingan penting dalam upaya Arteta mengangkat The Gunners ke level berikutnya.

Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama

Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian vital sejak Februari 2022. Ia sempat mengenakan ban kapten, tampil lebih banyak dibanding pemain Newcastle lain sejak debut, dan berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.

Kontribusinya menghadirkan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan. Ia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, mengatur ritme, serta mengirim umpan pembuka ruang bagi rekan setim.

Arsenal membutuhkan profil tersebut untuk menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi. Pengalaman Guimaraes di pertandingan besar membuat Arteta mendapatkan pemain yang tidak memerlukan waktu panjang untuk memenuhi tuntutan Premier League.

Kombinasi Ideal Bersama Rice, Bukan Sekadar Gelandang Bertahan

Selama berkostum Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif merebut bola. Namun, perkembangan beberapa musim terakhir menunjukkan kontribusinya jauh melampaui label gelandang bertahan semata.

Musim lalu, ia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League, sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas ini menunjukkan ancaman dari lini kedua tanpa mengorbankan tanggung jawab defensif.

Pergerakan ke area yang lebih tinggi membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Martin Odegaard atau Bukayo Saka.

Dipadukan dengan Declan Rice, karakter keduanya saling melengkapi. Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit, serta 5,0 recovery per 90 menit—hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Arteta mengubah struktur permainan: Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan ke depan atau sebaliknya, menjaga kans bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengungkap alasan di balik keputusan manajemen melanjutkan kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk BRI Super League 2026/2027.

Liana Tasno menyebut ada kesamaan visi dan nilai antara dirinya dengan Van Gastel. Salah satu yang paling utama ialah soal integritas dalam menjalankan tugas dan membawa PSIM menjadi lebih baik.

“Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas,” ujar Liana Tasno.

“Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas,” imbuh wanita berusia 43 tahun itu.

Integritas Jadi Dasar Utama

Menurut Liana, Integritas yang dimaksud bukan sekadar nilai yang tertulis, melainkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi PSIM. Ia ingin elemen tim memiliki tujuan sama ketika menghadapi kompetisi.

“Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak,” katanya.

Kesamaan visi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen PSIM memberikan kepercayaan kepada Jean-Paul van Gastel untuk semusim ke depan. Pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa mengantar Naga Jawa terbang lebih tinggi.

Bagi Liana, kesamaan nilai adalah modal penting untuk membangun kerja sama dalam jangka panjang. Terlebih, PSIM akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Melibatkan Banyak Pihak

Selain itu, Liana juga menjelaskan bahwa pembentukan skuad PSIM bukan merupakan hasil keputusan satu orang. Proses perekrutan pemain dilakukan melalui diskusi dan komunikasi yang melibatkan sejumlah pihak.

“Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah,” papar Liana Tasno.

“Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap.”

“Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim,” pungkasnya.

Kabar Gembira MU! Matthijs de Ligt Kembali Berlatih

BolaIndonesia – Manchester United mendapat kabar positif menjelang bergulirnya musim 2026/27. Matthijs de Ligt kembali menjalani latihan setelah melewati periode panjang pemulihan akibat cedera punggung. Kembalinya bek asal Belanda tersebut menjadi angin segar bagi Michael Carrick yang membutuhkan kedalaman di lini pertahanan.

De Ligt sebelumnya harus menepi dalam waktu lama setelah mengalami masalah punggung yang membuatnya absen sejak akhir November 2025. Kondisi tersebut bahkan membuat sang pemain harus menjalani operasi pada Mei 2026 setelah proses pemulihan konservatif tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Kini, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa proses pemulihan De Ligt berjalan ke arah yang lebih positif. Ia sudah kembali melakukan aktivitas latihan dan terus meningkatkan kondisi fisiknya untuk menyambut musim baru.

Matthijs De Ligt Kembali Berlatih

Kabar mengenai Matthijs de Ligt tentu menjadi perhatian besar bagi para pendukung Manchester United. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan cedera punggung, sang bek akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama lingkungan tim.

Sebelumnya, De Ligt juga sudah terlihat menjalani program rehabilitasi secara bertahap. Manchester United sempat mengonfirmasi bahwa pemain tersebut melakukan latihan individu di lapangan dengan pengawasan tim medis klub.

Perkembangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang De Ligt untuk kembali ke level terbaiknya. Setelah menjalani operasi pada Mei, pemain berusia 26 tahun itu memang diproyeksikan kembali pada awal musim 2026/27.

Perjalanan Cedera De Ligt Tidak Mudah

Cedera punggung menjadi masalah serius bagi De Ligt sepanjang musim lalu. Ia sempat menjadi salah satu pemain penting Manchester United pada awal musim 2025/26, bahkan tampil dalam setiap pertandingan Premier League klub hingga akhirnya harus menepi.

De Ligt terakhir kali bermain untuk Manchester United pada kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada 30 November 2025. Setelah itu, masalah punggung membuatnya harus menjalani proses pemulihan yang panjang.

Situasi tersebut tentu sangat mengecewakan bagi De Ligt. Selain kehilangan banyak pertandingan bersama Manchester United, cedera tersebut juga memengaruhi peluangnya untuk tampil bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.

Namun, sang pemain tidak menyerah. Ia terus menjalani rehabilitasi sebelum akhirnya menjalani operasi sebagai langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kabar Ini Jadi Angin Segar untuk Michael Carrick

Kembalinya De Ligt ke sesi latihan juga menjadi kabar positif bagi Michael Carrick. Manchester United membutuhkan pilihan berkualitas di posisi bek tengah untuk menghadapi musim yang panjang.

Carrick saat ini memiliki beberapa opsi seperti Harry Maguire, Lisandro Martinez, Leny Yoro, Ayden Heaven, dan De Ligt. Namun, kondisi kebugaran para pemain tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan komposisi lini belakang.

Dengan pengalaman dan kemampuan membaca permainan yang dimilikinya, De Ligt bisa menjadi salah satu pilihan utama jika mampu kembali ke kondisi terbaik.

Persaingan di lini belakang Manchester United pun diprediksi semakin menarik. Kehadiran De Ligt memberikan opsi tambahan bagi Carrick untuk melakukan rotasi, terutama ketika jadwal pertandingan mulai semakin padat.

Belum Berarti Langsung Tampil di Pertandingan

Meski kabar De Ligt sudah kembali berlatih sangat menggembirakan, Manchester United tentu tidak akan terburu-buru memaksanya bermain.

Cedera punggung yang dialaminya berlangsung cukup lama dan bahkan membutuhkan tindakan operasi. Karena itu, proses mengembalikan kondisi fisik kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

De Ligt perlu membangun kembali kekuatan, kebugaran, serta ritme pertandingan sebelum benar-benar siap tampil kompetitif. Hal tersebut penting agar proses comeback tidak justru menimbulkan masalah baru.

Manchester United juga memiliki kepentingan untuk memastikan De Ligt benar-benar pulih sebelum memberikan menit bermain penuh kepadanya.

Target Besar De Ligt Bersama MU

Bagi De Ligt, kembali berlatih menjadi langkah penting untuk membuka lembaran baru. Musim lalu merupakan periode yang sangat sulit karena ia kehilangan sebagian besar musim akibat cedera.

Kini, fokus sang pemain adalah kembali mendapatkan kebugaran dan memperjuangkan tempatnya di skuad utama Manchester United.

Jika proses pemulihannya berjalan lancar, De Ligt berpotensi menjadi tambahan penting bagi lini belakang Setan Merah pada musim 2026/27. Pengalaman bermain di level tertinggi Eropa juga menjadi aset berharga bagi tim.

Kabar kembalinya Matthijs de Ligt ke latihan jelas memberikan alasan bagi fans Manchester United untuk optimistis. Setelah melewati masa panjang penuh perjuangan, sang bek akhirnya semakin dekat dengan comeback yang sudah lama dinantikan.

Kini tinggal menunggu kapan De Ligt benar-benar mendapatkan lampu hijau untuk kembali bermain dalam pertandingan resmi. Jika mampu kembali ke performa terbaik, kehadirannya bisa menjadi salah satu kunci kekuatan pertahanan Manchester United musim ini.

Ronald Araujo ke Liverpool: Langsung Siap Tempur di Premier League

BolaIndonesia – Ronald Araujo akhirnya mengambil keputusan besar dalam kariernya. Bek asal Uruguay tersebut resmi menerima pinangan Liverpool dan meninggalkan Barcelona untuk menjalani petualangan baru di Premier League. Kepindahan ini menjadi salah satu kabar penting pada bursa transfer musim panas 2026.

Liverpool mendatangkan Araujo dengan status pinjaman selama satu musim dari Barcelona. Dalam kesepakatan tersebut, The Reds juga memiliki opsi untuk mempermanenkan sang pemain dengan nilai sekitar £47 juta atau sekitar 55 juta euro.

Keputusan Araujo bergabung dengan Liverpool datang setelah situasinya di Barcelona mengalami perubahan. Bek berusia 27 tahun tersebut sebelumnya merupakan salah satu pemain penting sekaligus kapten klub. Namun, persaingan di lini belakang membuat kesempatan bermainnya tidak selalu konsisten.

Ronald Araujo Sambut Antusias Pinangan Liverpool

Ronald Araujo tidak membutuhkan waktu lama untuk menyambut kesempatan bermain bersama Liverpool. Setelah transfer disepakati, sang pemain mengungkapkan antusiasmenya menjalani tantangan baru di Inggris.

Liverpool merupakan klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Eropa. Bagi Araujo, kesempatan tersebut menjadi peluang untuk membuktikan kembali kualitasnya di salah satu kompetisi paling kompetitif di dunia.

Araujo juga menilai Premier League sangat cocok dengan karakter permainannya. Kekuatan fisik, kemampuan duel, kecepatan, serta fleksibilitas menjadi modal penting bagi sang pemain untuk beradaptasi dengan sepak bola Inggris.

Liverpool Butuh Ronald Araujo

Kedatangan Ronald Araujo ke Liverpool juga tidak terlepas dari masalah di lini pertahanan. The Reds sedang menghadapi situasi sulit karena sejumlah pemain belakang mengalami cedera.

Joe Gomez, Giovanni Leoni, dan Jeremy Jacquet termasuk pemain yang berada dalam masalah kebugaran. Sementara itu, Conor Bradley juga belum tersedia untuk memperkuat sisi kanan pertahanan.

Kondisi tersebut membuat Liverpool membutuhkan pemain yang bisa langsung memberikan kedalaman skuad. Araujo menjadi pilihan menarik karena mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan.

Kehadiran pemain Uruguay itu diharapkan dapat memberikan solusi instan bagi lini belakang Liverpool yang membutuhkan pengalaman serta kekuatan fisik.

Araujo Bisa Jadi Partner Van Dijk

Salah satu daya tarik terbesar bagi Araujo di Liverpool adalah kesempatan bermain bersama Virgil van Dijk. Bek asal Belanda tersebut masih menjadi sosok penting di lini belakang sekaligus kapten The Reds.

Araujo bahkan mengakui bahwa Van Dijk merupakan salah satu pemain yang ingin ia temui. Pengalaman bermain bersama bek berkelas seperti Van Dijk diyakini bisa membantu Araujo berkembang lebih jauh.

Kombinasi keduanya juga menarik untuk dinantikan. Araujo memiliki karakter agresif dan kuat dalam duel, sedangkan Van Dijk dikenal dengan ketenangan, positioning, serta kemampuan membaca permainan.

Jika keduanya bisa membangun chemistry dengan cepat, Liverpool berpotensi memiliki duet bek tengah yang sangat tangguh.

Tantangan Baru di Premier League

Kepindahan Ronald Araujo ke Liverpool tentu bukan sekadar perpindahan klub. Premier League menawarkan tantangan berbeda dibandingkan LaLiga.

Intensitas pertandingan yang tinggi, duel fisik, jadwal padat, serta tekanan dari suporter membuat Araujo harus segera beradaptasi. Namun, karakter permainannya membuat banyak pihak menilai sang pemain memiliki modal yang cukup untuk sukses di Inggris.

Araujo juga datang dalam kondisi yang relatif siap setelah menjalani pramusim bersama Barcelona. Karena itu, ia berpeluang langsung menjadi bagian penting dari rencana Liverpool pada awal musim 2026/2027.

Liverpool Berpeluang Mempermanenkan Araujo

Menariknya, Liverpool tidak hanya mendapatkan kesempatan menggunakan jasa Araujo selama satu musim. The Reds memiliki opsi pembelian permanen sekitar £47 juta.

Situasi tersebut membuat musim 2026/2027 menjadi periode penting bagi Araujo. Jika mampu tampil konsisten dan memberikan dampak besar, Liverpool memiliki kesempatan untuk menjadikannya bagian permanen dari proyek klub.

Sebaliknya, Araujo juga mempunyai peluang untuk menghidupkan kembali kariernya setelah periode yang tidak mudah di Barcelona.

Pada akhirnya, transfer ini bisa menjadi solusi bagi kedua pihak. Liverpool mendapatkan bek berkualitas untuk mengatasi krisis pertahanan, sementara Ronald Araujo memperoleh panggung baru untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di level tertinggi sepak bola Eropa.

Kini, perhatian tertuju kepada debut Araujo bersama Liverpool. Tantangan Premier League sudah menanti, dan sang bek Uruguay memiliki kesempatan besar untuk membuka lembaran baru dalam kariernya di Anfield.

Idnews.top – Ronald Araujo mengungkapkan kebahagiaannya usai bergabung dengan Liverpool. Ia menilai The Reds adalah salah satu klub terbaik di dunia dan ia tidak sabar berkarir di Anfield.

Araujo sebenarnya merupakan sosok andalan di jantung pertahanan Barcelona. Namun di musim lalu ia mengalami masalah mental dan juga beberapa kali mengalami cedera sehingga ia kerap absen dari skuad Barcelona.

Di musim panas ini, Araujo memutuskan untuk membuka lembaran baru dalam karirnya. Ia memutuskan untuk membela Liverpool dengan status peminjaman hingga bulan Juni 2027 mendatang.

Araujo sendiri sangat antusias dengan kepindahannya ke Inggris ini. “Saya benar-benar bahagia. Saya tidak sabar untuk memulai karir saya di sini,” ujar Araujo di laman resmi Liverpool.

Bukan Klub Sembarangan

Menurut Araujo, ia tidak berpikir dua kali ketika Liverpool menginginkan jasanya. Ia menilai Liverpool adalah salah satu klub terbaik di dunia.

ia menyebut The Reds punya sejarah yang kaya dan ia ingin menjadi bagian dari klub asal Merseyside tersebut.

“Saya sangat antusias bergabung dengan klub yang punya sejarah yang luar biasa ini. Saya antusias untuk bertemu rekan-rekan setim saya, saya antusias untuk bermain dan saya sangat termotivasi untuk terlibat di dalam tim ini,” sambung sang bek.

Langkah yang Dibutuhkan

Menurut Araujo, pindah ke Liverpool merupakan transfer yang tepat untuk karirnya. Ia sudah beberapa tahun menuai banyak kesuksesan di Barcelona sehingga ia butuh tantangan baru dalam karirnya.

“Saya rasa ini kepindahan yang ideal dalam fase karir saya saat ini dan saya rasa kepindahan ini memang harus saya lakukan. Sesaat setelah saya mendengar ketertarikan Liverpool, segalanya berlangsung dengan cepat,” sambung Araujo.

“Seperti yang saya bilang, saya sangat senang bisa berada di klub ini dan saya antusais untuk memulai segalanya. Syaa senang dengan ketertarikan klub pada saya, karena ketertarikan itu datang di waktu yang tepat,” pungkasnya.

Nomor Punggung Araujo di Liverpool

Araujo sendiiri telah menentukan nomor punggunya di skuad Liverpool.

Sang bek memilih nomor punggung 33 di Liverpool, karena nomor punggung 4 yang identik dengan dirinya masih dikenakan oleh kapten klub, Virgil van Dijk.

Liverpool menelan kekalahan 2-3 dari AS Monaco pada laga pramusim di Anfield. Hasil ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Andoni Iraola setelah timnya gagal menjaga keunggulan yang sempat berdiri dua gol. Pola yang sama kembali muncul seperti saat menghadapi Leeds United pada tur Amerika Serikat.

Tim tuan rumah sempat memimpin lewat gol Alexander Isak dan Florian Wirtz pada babak pertama. Monaco membalas melalui penalti Aleksandr Golovin, sebelum Mika Biereth dan Paris Brunner menyelesaikan pembalikan skor. Momentum pertandingan berubah setelah jeda dan menguras kepercayaan diri The Reds.

Kekalahan ini datang di fase akhir pramusim ketika persiapan memasuki tahapan krusial. Oleh karena itu, Iraola membutuhkan respons cepat dari para pemainnya sebelum kompetisi resmi dimulai. Perbaikan di beberapa sektor menjadi fokus utama dalam beberapa hari ke depan.

Keunggulan Dua Gol Terbuang di Anfield

Liverpool mengawali pertandingan dengan meyakinkan lewat gol Isak pada menit ke-16 setelah menerima umpan Ryan Gravenberch. Wirtz kemudian menggandakan keunggulan sebelum Monaco memperkecil jarak melalui penalti Golovin menjelang turun minum.

Monaco tampil lebih leluasa setelah jeda dan berhasil menyamakan kedudukan. Biereth memanfaatkan bola muntah dari Giorgi Mamardashvili untuk mengubah skor menjadi 2-2 dan mematahkan kontrol permainan tuan rumah.

Petaka datang pada dua menit terakhir ketika Brunner menuntaskan umpan dengan sundulan yang berakhir menjadi gol penentu. Pola kehilangan keunggulan setelah jeda kembali terjadi, selaras dengan performa saat menghadapi Leeds United pada tur Amerika Serikat. Tren ini mempertegas kebutuhan Liverpool untuk menjaga intensitas dan konsentrasi hingga laga berakhir.

Kebutuhan Skuad Liverpool Belum Tuntas

Kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona melalui skema peminjaman diharapkan menambah tenaga di lini belakang. Akan tetapi, kebutuhan skuad belum selesai karena masalah kebugaran Jeremy Jacquet masih mengganggu opsi rotasi.

Di sisi lain, kendala izin kerja Ifeanyi Ndukwe turut memengaruhi ketersediaan pemain di sektor tertentu. Situasi ini membuat perencanaan pramusim tidak sepenuhnya ideal bagi Iraola dalam membangun fondasi tim.

Posisi sayap kanan juga belum memiliki penerus jangka panjang Mohamed Salah. Bradley Barcola masuk pertimbangan, namun negosiasi dengan PSG belum berjalan maksimal sehingga alternatif tetap perlu dipersiapkan.

Masa Depan Curtis Jones Makin Kabur

Curtis Jones tidak masuk skuad saat Liverpool menghadapi Monaco di tengah ketidakpastian masa depannya di Anfield. Inter Milan masih menunjukkan minat, tetapi tawaran mereka belum memenuhi valuasi Liverpool sebesar £35 juta (sekitar Rp840,35 miliar).

Iraola sejatinya masih ingin mempertahankan gelandang jebolan akademi tersebut. Absennya pada laga melawan Monaco dikaitkan dengan langkah pencegahan demi menghindari risiko di tengah situasi transfer.

Kendati demikian, peluang kepergian Jones tetap terbuka apabila penawaran yang sesuai datang sebelum bursa ditutup. Liverpool akan kembali bermain di Anfield dalam tujuh hari untuk menghadapi Como pada laga persahabatan terakhir. Laga itu menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki masalah setelah dua kali kehilangan keunggulan dalam pramusim.

Paolo Maldini mengungkapkan betapa seriusnya Pep Guardiola mempertimbangkan tawaran untuk menjadi pelatih Timnas Italia.

Menurut Maldini, Guardiola bahkan sudah mulai menyusun kemungkinan formasi dan mempelajari skuad Italia dari level junior.

Maldini menceritakan proses tersebut dalam wawancara dengan Corriere della Sera.

Ketika itu, Maldini masih menjabat sebagai Direktur Teknis FIGC dan bersama penasihatnya, Leonardo, berupaya mendatangkan Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia.

Maldini dan Leonardo menemui Guardiola di Barcelona untuk membicarakan proyek tersebut. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana serius dan membahas kemungkinan Guardiola mengambil alih Timnas Italia.

Sangat Tertarik

Guardiola disebut sangat tertarik dengan kesempatan tersebut. Maldini bahkan mengklaim mantan pelatih Barcelona dan Manchester City itu sudah mulai memikirkan komposisi serta formasi yang mungkin digunakan.

“Dia sempat menyampaikan kepada beberapa temannya bahwa ingin melatih sebuah tim nasional. Kami pergi menemuinya di Barcelona, makan siang bersama, lalu berbicara sepanjang hari,” ujar Maldini.

“Dia sangat tergoda. Dia hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menuliskan formasi di beberapa lembar kertas,” lanjutnya.

Namun, Guardiola akhirnya tidak mengambil pekerjaan tersebut. Maldini menegaskan bahwa persoalannya bukan tuntutan gaji seperti yang sebelumnya diberitakan di Italia.

Kelelahan

Sejumlah laporan menyebut Guardiola meminta gaji 20 juta euro per musim untuk menangani Timnas Italia. Maldini membantah kabar tersebut.

“Sama sekali tidak. Uang tidak pernah menjadi masalah. Pep berkata dengan jelas kepada kami: Beri saya satu euro lebih sedikit dari yang diterima pelatih sebelumnya dan saya tidak masalah,” kata Maldini.

Menurut Maldini, faktor yang membuat Guardiola urung menerima tawaran tersebut adalah kelelahan setelah menjalani periode panjang di Premier League.

“Karena kelelahan. Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia juga menjalani operasi punggung dan ingin beristirahat,” ungkapnya.

Akhirnya Pilih Mancini

Kendati pada akhirnya Guardiola tidak menjadi pelatih Italia, Maldini menegaskan pembicaraan tersebut berlangsung dengan sangat serius.

Mereka bahkan sudah mempelajari pemain-pemain Italia dari kelompok usia U-17 ke atas sebagai bagian dari pembahasan proyek tersebut.

“Namun, pembicaraan itu sangat serius. Kami mempelajari skuad mulai dari U-17 dan seterusnya,” tutur Maldini.

Setelah pendekatan kepada Guardiola tidak berlanjut, Maldini dan Leonardo kemudian memilih Andrea Pirlo sebagai opsi berikutnya. Maldini juga menyebut Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengetahui proses tersebut dan mendapat informasi secara bertahap.

“Jadi, kemudian kami memilih Andrea (Pirlo). Malago mengetahui semuanya, kami memberitahunya langkah demi langkah,” kata Maldini.

Hanya, proses dengan Pirlo juga gagal setelah Malago lebih memilih Roberto Mancini untuk kembali melatih Timnas Italia.

Liverpool semakin dekat mendapatkan Ronald Araujo dari Barcelona dengan status pinjaman. Bek asal Uruguay tersebut diproyeksikan menjadi tambahan penting untuk memperkuat lini belakang The Reds menjelang musim baru.

Ronald Araujo akan menjadi rekrutan ketiga Liverpool pada bursa transfer musim panas ini. Pemain berusia 27 tahun itu menyusul Jeremy Jacquet dan Victor Munoz yang lebih dulu bergabung.

Kedatangan Araujo menjadi solusi untuk persoalan kedalaman skuad Liverpool di lini pertahanan. Ia bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan, dua posisi yang sedang mengalami keterbatasan pemain selama pramusim.

Di posisi bek tengah, Liverpool kehilangan beberapa opsi akibat cedera. Sementara di sektor kanan, Conor Bradley masih proses pemulihan dari cedera lutut serius. Jeremie Frimpong menjadi pilihan lain, tetapi performanya belum maksimal.

Jalani Tes Medis dan Segera Bergabung

Transfer Araujo kini memasuki tahap akhir. Menurut laporan, sang pemain dijadwalkan menjalani tes medis pada Minggu sebelum resmi menjadi bagian dari skuad Liverpool.

Setelah menyelesaikan proses tersebut, Araujo akan bergabung dengan rekan-rekan barunya. Kesepakatan ini juga dinilai menguntungkan Liverpool dari sisi finansial karena klub hanya perlu menanggung gaji sang pemain selama peminjaman.

Liverpool bahkan memiliki opsi untuk mempermanenkan Araujo pada musim panas tahun depan. Jika mampu tampil impresif sepanjang musim, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi bisnis yang sangat menguntungkan bagi The Reds.

Tidak Bisa Tampil Lawan AS Monaco

Meski segera bergabung, Araujo dipastikan belum bisa tampil dalam pertandingan persahabatan Liverpool melawan AS Monaco di Anfield pada Minggu.

Namun, peluang debut terbuka ketika Liverpool menghadapi klub Serie A, Como, pada pekan berikutnya. Laga itu bisa menjadi kesempatan pertama bagi para pendukung The Reds untuk melihat langsung kemampuan bek Uruguay itu.

Araujo sebenarnya sudah mengikuti persiapan pramusim bersama Barcelona setelah Uruguay tersingkir lebih awal dari Piala Dunia. Kondisi itu membuatnya relatif siap secara fisik ketika tiba di Liverpool.

Gaya Bermain Flick Bisa Bantu Adaptasi

Salah satu keuntungan bagi Liverpool adalah Ronald Araujo sudah terbiasa dengan gaya bermain intens yang diterapkan Hansi Flick di Barcelona.

Pelatih asal Jerman tersebut mengandalkan pressing tinggi, sehingga Araujo tidak perlu memulai dari nol dalam memahami tuntutan permainan intens yang kemungkinan juga diterapkan di bawah pelatih Liverpool, Andoni Iraola.

Dengan kemampuan bermain di dua posisi serta kondisi fisik yang relatif siap, Araujo berpeluang menjadi tambahan penting bagi Liverpool.

Jika mampu beradaptasi dengan cepat, pemain Uruguay itu bisa memberikan kedalaman sekaligus kualitas yang sangat dibutuhkan The Reds sepanjang musim.

Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, mengaku terkesan dengan atmosfer yang tercipta dalam laga melawan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (8-8-2026) malam WIB.

Menurut Xabi, dukungan yang diberikan para suporter menjadi satu di antara keadaan paling berkesan dari pertandingan pramusim tersebut.

Chelsea berhasil meraih kemenangan 3-0 atas AC Milan. Joao Pedro menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Moises Caicedo.

Xabi menyoroti sambutan yang diterima Chelsea di Jakarta. Dia menilai atmosfer yang tercipta sejak sebelum partai dimulai sudah terasa istimewa.

Xabi mengatakan suporter terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan. Bahkan, sorakan sudah terdengar sejak para pemain belum memasuki lapangan.

“Dukungan yang kami terima sangat fantastis. Mereka terus memberikan dukungan setelah pertandingan dan bahkan sebelum kick-off dimulai,” ujar Xabi dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pujian Xabi Alonso

Pelatih asal Spanyol itu juga memuji antusiasme pendukung dari kedua kesebelasan. Menurutnya, baik suporter Chelsea maupun AC Milan sama-sama menciptakan suasana yang meriah di stadion.

“Tribune pendukung kami, tribune biru, sangat berisik. Pendukung AC Milan juga sama berisiknya sehingga atmosfer di Jakarta malam ini benar-benar luar biasa,” ungkap Xabi.

Alonso merasa pertandingan di SUGBK menghadirkan atmosfer sepak bola yang sesungguhnya. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang hadir dan ikut memeriahkan laga tersebut.

“Kami harus mengucapkan terima kasih karena atmosfer yang tercipta benar-benar atmosfer sepak bola yang sesungguhnya,” tutur Xabi.

Pengalaman Penting

Mantan gelandang Timnas Spanyol itu juga senang melihat para pendukung Chelsea menikmati pertandingan yang berlangsung di Jakarta.

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari tur pramusim.

“Kami juga senang karena para pendukung kami menikmati pertandingan ini,” ucap mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid tersebut.