
BolaIndonesia – Myles Lewis-Skelly kembali menjadi sorotan dalam bursa transfer. Bek sekaligus gelandang muda tersebut ditawarkan kepada kedua klub setelah masa depannya di Emirates Stadium mulai dipertanyakan menyusul kedatangan Bruno Guimaraes.
Situasi Myles Lewis-Skelly menjadi salah satu cerita menarik pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 19 tahun itu sebelumnya dianggap sebagai salah satu prospek penting Arsenal. Namun, persaingan di skuad Mikel Arteta membuat masa depannya kembali menjadi bahan pembicaraan.
Menurut laporan terbaru, seorang perantara telah menghubungi sejumlah klub Premier League untuk menawarkan Lewis-Skelly. Manchester United dan Chelsea termasuk klub yang mendapat kesempatan tersebut. Namun, kedua klub tersebut memilih tidak melanjutkan pendekatan tersebut untuk saat ini.
Myles Lewis-Skelly dan Situasi Transfer Arsenal
Manchester United sebenarnya pernah menunjukkan ketertarikan terhadap Myles Lewis-Skelly. Posisi bek kiri menjadi salah satu area yang ingin diperkuat Setan Merah, sehingga fleksibilitas Lewis-Skelly menjadi daya tarik tersendiri.
Lewis-Skelly mampu bermain sebagai bek kiri maupun gelandang tengah. Kemampuan tersebut membuatnya terlihat seperti pemain yang dapat memberikan dua solusi sekaligus bagi Manchester United.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Manchester United tidak menjadikan Lewis-Skelly sebagai prioritas utama.
Keputusan tersebut juga tidak terlalu mengejutkan. Sebelumnya, Manchester United dikabarkan pernah menolak peluang untuk mendapatkan Lewis-Skelly dengan nilai sekitar £60 juta. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi untuk pemain yang belum menjadi pilihan utama Arsenal secara konsisten.
Myles Lewis-Skelly Ditolak Manchester United
Chelsea berada dalam situasi yang sedikit berbeda. The Blues memang membutuhkan tambahan di sektor bek kiri setelah Marc Cucurella pindah ke Real Madrid.
Karena itu, muncul laporan bahwa Chelsea telah mendapatkan informasi mengenai kemungkinan Lewis-Skelly tersedia pada bursa transfer kali ini.
Namun, ketertarikan tersebut belum berubah menjadi langkah konkret.
Chelsea disebut telah ditawari kesempatan untuk merekrut pemain Arsenal tersebut melalui perantara. Meski memiliki ketertarikan jangka panjang terhadap Lewis-Skelly, Chelsea belum mengambil keputusan untuk mengejar transfer tersebut.
Padatnya persaingan di skuad Chelsea juga menjadi salah satu pertimbangan. Lewis-Skelly sendiri lebih menyukai peran di lini tengah setelah mulai mendapatkan pengalaman di posisi tersebut bersama Arsenal.
Chelsea Juga Tak Mengejar Myles Lewis-Skelly
Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan keputusan Manchester United dan Chelsea untuk tidak langsung mengejar Lewis-Skelly.
Pertama adalah harga. Lewis-Skelly sebelumnya disebut memiliki nilai sekitar £45 juta, sementara laporan lain menyebut angka yang lebih tinggi pernah dibicarakan. Manchester United bahkan dikabarkan pernah menghadapi permintaan sekitar £60 juta.
Kedua adalah situasi pemain.
Lewis-Skelly memang memiliki potensi besar, tetapi musim 2025/26 menunjukkan bahwa dirinya belum selalu menjadi starter reguler Arsenal. Ia hanya mencatat lima kali sebagai starter di Premier League dan tampil 36 kali di seluruh kompetisi.
Ketiga, posisi terbaik Lewis-Skelly masih menjadi bahan diskusi. Arsenal menggunakan pemain muda tersebut di bek kiri, tetapi perkembangan terbarunya justru mengarah ke lini tengah.
Premier League sendiri sebelumnya mencatat bahwa Lewis-Skelly mulai berlatih sebagai gelandang sejak Desember dan kemudian mendapatkan kesempatan bermain di posisi tersebut pada akhir musim.
Lewis-Skelly Justru Ingin Bertahan di Arsenal
Menariknya, penolakan Manchester United dan Chelsea bukan satu-satunya perkembangan terbaru mengenai masa depan Lewis-Skelly.
Sang pemain sendiri dikabarkan masih ingin bertahan di Arsenal.
Lewis-Skelly disebut fokus memperjuangkan tempatnya dalam rencana Mikel Arteta dan tidak secara aktif mencari klub baru. Situasi tersebut membuat kemungkinan transfer menjadi semakin rumit meskipun Arsenal bisa saja mempertimbangkan penjualan untuk mendapatkan pemasukan setelah mendatangkan pemain baru.
Artinya, apabila Arsenal benar-benar ingin menjual Lewis-Skelly, keputusan tersebut belum tentu datang dari keinginan sang pemain.
Kedatangan Bruno Guimaraes Mengubah Situasi
Salah satu faktor utama yang membuat rumor transfer Lewis-Skelly kembali mencuat adalah kedatangan Bruno Guimaraes ke Arsenal.
Transfer tersebut membuat persaingan di lini tengah Arsenal semakin ketat. Selain Bruno, Arteta juga memiliki Declan Rice, Martin Zubimendi, Mikel Merino dan Martin Odegaard sebagai pilihan di sektor tengah.
Kondisi itu membuka pertanyaan mengenai seberapa besar menit bermain yang bisa didapatkan Lewis-Skelly.
Namun, pemain berusia 19 tahun tersebut telah menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi. Setelah sempat kesulitan mendapatkan kesempatan bermain, ia justru mendapatkan peran penting pada periode akhir musim dan bahkan tampil sebagai starter di final Liga Champions.
Arsenal Masih Memegang Kendali
Untuk saat ini, Arsenal masih memiliki posisi tawar yang kuat.
Lewis-Skelly merupakan produk akademi klub dan telah menandatangani kontrak jangka panjang. Arsenal juga tidak berada dalam posisi wajib menjual sang pemain hanya karena mendapatkan tawaran dari klub lain.
Bahkan, laporan terbaru menyebut Arsenal tidak ingin menjual Lewis-Skelly kepada rival lokal seperti Chelsea karena mereka dapat bertemu dalam persaingan papan atas Premier League.
Dengan kondisi tersebut, transfer ke Manchester United maupun Chelsea terlihat sulit terjadi dalam waktu dekat.
Kesimpulan: Masa Depan Lewis-Skelly Masih di Arsenal?
Untuk sementara, Manchester United dan Chelsea kompak menolak peluang merekrut Myles Lewis-Skelly. United lebih memilih mengejar target lain untuk posisi bek kiri, sedangkan Chelsea belum mengubah ketertarikannya menjadi langkah konkret.
Di sisi pemain, Lewis-Skelly juga dikabarkan ingin bertahan di Arsenal dan memperjuangkan tempatnya di bawah Mikel Arteta.
Situasi ini membuat saga transfer Myles Lewis-Skelly masih jauh dari selesai. Arsenal mungkin tergoda melepas pemain muda tersebut jika mendapatkan tawaran yang tepat, tetapi keputusan akhir juga harus mempertimbangkan keinginan sang pemain.
Jika Lewis-Skelly mampu mempertahankan performanya dan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di lini tengah, bukan tidak mungkin Arsenal justru memilih mempertahankannya sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang klub.
