Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi satu di antara tokoh yang hadir dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia 2026 setelah Spanyol mengalahkan Argentina pada partai final, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Trump berada di atas panggung bersama sejumlah pejabat untuk menyerahkan medali dan trofi kepada kedua tim.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Trump memasuki stadion bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Saat berjalan keluar dari lorong menuju panggung sementara, ia mendapat sorakan cemooh dari penonton.
Di atas panggung, Trump dan Infantino didampingi Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, serta Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Ketiga kepala negara tersebut mewakili tiga tuan rumah Piala Dunia.
Kendati penyerahan trofi dilakukan oleh pihak lain, Trump bertugas menyerahkan medali kepada para pemain dan mengalungkannya ke leher mereka.
Peran Trump
Keterlibatan Trump dalam seremoni penyerahan trofi sebenarnya telah dikonfirmasi sejak bulan lalu.
Saat itu, Gianni Infantino menyatakan bahwa dirinya dan Trump akan bersama-sama menikmati partai final sekaligus menyerahkan trofi kepada tim juara.
Secara teknis, Infantino yang menyerahkan trofi kepada kapten Spanyol, Rodri. Namun, Trump menjadi satu-satunya pemimpin dari tiga negara tuan rumah yang berada di panggung ketika momen tersebut berlangsung.
Peran serupa juga dijalani Trump dalam seremoni penyerahan trofi Piala Dunia Antarklub pada musim panas tahun lalu. Ketika itu, ia berdiri di bagian depan saat Chelsea mengangkat trofi juara.
Tuai Kritik
Kedekatan Trump dengan Infantino serta pengaruhnya terhadap Presiden FIFA mendapat kritik, termasuk dari internal Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (USFF) mdan sejumlah pihak dari negara lain.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim berperan dalam pencabutan hukuman penangguhan terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Setelah mengalahkan Amerika Serikat pada babak 16 besar, Belgia sempat menyindir Timnas AS dan Trump.
Usai Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Datangi dan Hibur Lionel Messi
BolaIndonesia – Ada pemandangan mengharukan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Di tengah pesta kemenangan La Furia Roja, Lamine Yamal menunjukkan sikap penuh respek kepada Lionel Messi yang baru saja merasakan pahitnya kekalahan di partai puncak.
Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford. Kemenangan tersebut memastikan Spanyol menjadi juara dunia, sementara Argentina harus menerima kenyataan gagal mempertahankan trofi yang mereka raih pada Piala Dunia sebelumnya.
Namun, perhatian kemudian tertuju kepada sebuah momen emosional antara Yamal dan Messi. Setelah pertandingan berakhir, Yamal terlihat menghampiri Messi dan memberikan pelukan kepada sang legenda Argentina. Pemain muda Spanyol tersebut juga berusaha menghibur Messi yang tampak kecewa setelah perjuangan panjang Argentina berakhir dengan kekalahan.
Lamine Yamal Tunjukkan Rasa Hormat kepada Messi
Sikap Lamine Yamal tersebut mendapat perhatian besar dari para pencinta sepak bola. Di usia yang masih sangat muda, Yamal menunjukkan bahwa persaingan di atas lapangan tidak menghilangkan rasa hormat kepada lawan.
Yamal sendiri memiliki hubungan simbolis yang sangat kuat dengan Messi. Jauh sebelum menjadi salah satu bintang terbesar sepak bola dunia, Yamal pernah berada dalam satu sesi pemotretan dengan Messi ketika masih bayi. Foto tersebut kemudian kembali viral menjelang Piala Dunia 2026 karena keduanya akhirnya bertemu sebagai lawan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pertemuan itu terasa semakin istimewa karena Messi berada di penghujung kariernya, sedangkan Yamal sedang memulai era baru sebagai salah satu pemain paling menjanjikan di generasinya.
Kini, sebuah foto lama yang memperlihatkan Messi bersama bayi Yamal seolah mendapatkan penutup cerita yang luar biasa. Hampir dua dekade berselang, keduanya kembali berada di satu lapangan. Bedanya, kali ini Yamal berdiri sebagai bintang utama Spanyol yang baru saja mengangkat trofi Piala Dunia.
Messi Gagal Pertahankan Gelar Juara Dunia
Bagi Lionel Messi, kekalahan tersebut tentu menjadi pukulan berat. Messi datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan setelah sebelumnya membawa Argentina menjadi kampiun pada 2022.
Argentina juga berhasil melewati perjalanan panjang menuju final. Mereka menyingkirkan Inggris di semifinal dan kemudian bertemu Spanyol dalam laga puncak. Akan tetapi, Argentina tidak mampu mencetak gol hingga pertandingan berakhir.
Sebaliknya, Spanyol tampil disiplin dan berhasil mencetak gol kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat. La Roja akhirnya keluar sebagai juara dan menambah koleksi gelar Piala Dunia mereka.
Bagi Messi, laga final tersebut juga terasa sangat emosional karena turnamen ini berpotensi menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Sang megabintang kini telah berusia 39 tahun dan masa depannya di level internasional menjadi salah satu pertanyaan terbesar setelah turnamen berakhir.
Momen yang Menggambarkan Pergantian Generasi
Pelukan Yamal kepada Messi memiliki makna lebih dari sekadar gestur setelah pertandingan. Momen tersebut seakan menggambarkan pergantian generasi dalam sepak bola dunia.
Messi telah menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai salah satu pemain paling dominan di dunia. Bersama Barcelona dan Argentina, ia memenangkan berbagai gelar bergengsi dan menciptakan banyak momen bersejarah.
Kini, nama Yamal mulai muncul sebagai salah satu pemain yang dipercaya dapat menjadi wajah baru sepak bola dunia. Pemain Spanyol tersebut bahkan telah menghadapi Messi dalam pertandingan terbesar yang bisa dimainkan seorang pesepak bola.
Namun, Yamal menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya memiliki kemampuan luar biasa di atas lapangan. Pelukannya kepada Messi memperlihatkan sisi kemanusiaan dan rasa hormat yang membuat momen tersebut semakin berkesan.
Respect untuk Lamine Yamal dan Lionel Messi
Kemenangan Spanyol memang menjadi milik Yamal dan rekan-rekannya. Namun, momen setelah pertandingan juga menjadi milik Messi yang mendapatkan penghormatan dari generasi berikutnya.
Pelukan Yamal kepada Messi menjadi salah satu gambaran paling indah dari olahraga. Ada kemenangan dan kekalahan, tetapi tetap ada rasa hormat kepada seorang legenda.
Bagi Yamal, malam tersebut mungkin menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan. Sementara bagi Messi, kekalahan di final bisa menjadi salah satu halaman terakhir dari perjalanan panjangnya di Piala Dunia.
Dua generasi sepak bola akhirnya bertemu dalam satu panggung. Messi mungkin harus meninggalkan lapangan dengan rasa kecewa, tetapi Yamal memastikan sang legenda tidak meninggalkan pertandingan tanpa mendapatkan penghormatan.
Respect! Lamine Yamal dan Lionel Messi menghadirkan satu momen emosional yang kemungkinan akan terus dikenang oleh para penggemar sepak bola dunia.
Idnews.top – Bukayo Saka telah membuat pembuktian bahwa dirinya bukan pemain sembarangan. Winger Timnas Inggris itu membuktikan bahwa dirinya adalah pemain elit seusai laga Prancis vs Inggris baru-baru ini.
Bukayo Saka merupakan salah satu pemain andalan Timnas Inggris. Namun ia tidak selalu menjadi starter selama Piala Dunia 2026 ini karena ia mengalami sejumlah masalah cedera.
Namun di laga perebutan juara 3 Piala Dunia antara Prancis vs Inggris yang digelar pagi tadi, Saka menjadi starter. Ia diplot Thomas Tuchel tampil di sisi kanan lini serang The Three Lions.
Di laga ini, Saka membantu Timnas Inggris mengalahkan Prancis dengan skor akhir 4-6. Di laga ini, Saka berhasil mendaulatkan diri jadi pemain elit di Piala Dunia 2026.
Catatkan Hattrick
Di pertandingan ini, Saka berhasil mencetak hattrick ke gawang Timnas Prancis.
Dua gol ia cetak di babak pertama. Ia mencetak gol ketiga dan gol keempat Inggris sehingga The Three Lions unggul 0-4 di babak pertama.
Di babak kedua, Prancis membuat perlawanan dan sempat memperkecil keduudkan menjadi 3-4. Namun Saka berhasil memperlebar keunggulan Inggris melalui eksekusi penaltinya, di mana gol penalti itu membuatnya resmi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026.
Hanya 3 Pemain yang Bisa
Catatan Hattrick Saka itu merupakan catatan yang spesial. Karena tidak banyak pemain yang mampu mencetak hattrick di Piala Dunia.
Di edisi tahun 2026 ini, hanya ada tiga pemain sebelum Saka yang mampu mencetak hattrick. Mereka adalah Lionel Messi (vs Aljair), Jonathan David (vs Qatar), dan Ousmane Dembele (vs Norwegia).
Catatan hattrick Saka semakin spesial karena tiga pemain tersebut mencetak hattrick di fase grup. Sementara Saka satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di fase gugur, dan itu membuat sang winger layak mendapatkan status sebagai pemain elit.
KLIKBETS – Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, mencetak dua gol saat Les Bleus kalah 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026) pagi WIB. Mbappe kini sudah mencetak 22 gol dalam sepanjang sejarah Piala Dunia dan torehan itu menjadi rekor tersendiri.
Dalam kondisi tertinggal 0-4 dari Inggris, Mbappe mengawali babak kedua dengan menjebol gawang Jordan Pickford pada menit ke-48, kemudian memberikan assist untuk Bradley Barcola pada menit ke-54, dan kembali mencetak gol lagi pada menit ke-66.
Catatan dua gol di pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 itu membuat Kylian Mbappe kukuh di puncak daftar top scorer Piala Dunia 2026 dengan 10 gol, unggul dua gol atas Lionel Messi yang masih bisa menambah gol di pertandingan final pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Namun, 10 gol yang dicetak Kylian Mbappe sudah cukup untuk menorehkan rekor Piala Dunia. Penyerang Real Madrid itu kini sudah mengemas 22 gol yang dicetaknya dalam tiga edisi Piala Dunia dan membuatnya menjadi top scorer sepanjang masa Piala Dunia.
Masih Bisa Digeser Lagi oleh Lionel Messi
Rekor top scorer sepanjang masa itu memang baru dipecahkannya di pertandingan ini, di mana dengan tambahan dua gol yang membuatnya sudah mencetak 22 gol di tiga edisi Piala Dunia, Mbappe kini unggul satu gol saja dari Lionel Messi.
Bintang Argentina itu tercatat sudah mencetak 21 gol di Piala Dunia, mulai dari 2006 hingga 2026. Artinya, Messi pun masih bisa kembali mengambil alih rekor top scorer sepanjang masa itu jika mampu mencetak minimal dua gol di pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
Lionel Messi akan memimpin Timnas Argentina menghadapi Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
BOLADONESIA – Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris jadi salah satu laga terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia. Inggris menang dengan skor 6-4!
Inggris sudah berhasil mencetak gol pada menit kedua. Declan Rice merebut bola di tengah lapangan di saat Prancis mencoba membuat serangan. Dia maju sampai tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke pojok gawang.
Gol kedua didapatkan pada menit ke-18. Lewat sepak pojok, Rice memberi umpan lambung yang bisa ditanduk Ezri Konsa.
Prancis benar-benar terlihat tidak tertarik memainkan pertandingan ini. Pada menit ke-37, Ivan Toney dengan mudah memberi umpan terobosan ke Marcus Rashford yang kosong di sisi kanan karena Malo Gusto dan Michael Olise hanya berjalan saat serangan terjadi. Sepakan Rashford ditepis Mike Maignan, namun bola akhirnya tetap masuk berkat upaya Bukayo Saka.
Lalu Saka kembali mencetak gol dengan mudah di penghujung babak pertama.
Piala Dunia 2026: Prancis Hampir Lakukan Comeback
Pada pergantian babak, Didier Deschamps langsung memasukkan empat pemain sekaligus: Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Lucas Digne, dan Dayot Upamecano. Dan pergantian itu merubah permainan.
Pada menit ke-48, Upamecano berhasil merebut bola dari Ollie Watkins. Dia lalu memberi umpan ke Olise yang langsung meneruskannya ke Kylian Mbappe yang berhasil mencetak gol.
Enam menit kemudian, Mbappe memberi umpan terobosan ke Barcola yang langsung berhadapan satu lawan satu dengan Dean Henderson dan dengan tenang melepaskan tembakan ke sudut sempit.
Lalu Mbappe berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-66 lewat kerja sama apik dia, Olise dan Dembele. Gol ini adalah gol ke-10 Mbappe dan membuatnya menjadi topskorer sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol menyalip Lionel Messi.
Namun saat Prancis hampir melakukan comeback luar biasa, finishing mereka justru buruk, terutama dari Olise dan Dembele yang punya peluang emas dan gagal dimanfaatkan.
Mereka justru memberi Inggris penalti pada menit ke-86 setelah Malo Gusto melanggar Djed Spence. Saka yang maju sebagai eksekutor berhasil mencetak hat-trick.
Setelah itu, laga belum berakhir, Prancis kembali mencetak gol akhirnya lewat Dembele yang kini mampu menyelesaikan peluangnya pada menit 90+6. Namun taktik all out attack Prancis membuat Bellingham dengan mudah melancarkan serangan balik dan membuat laga berakhir 6-4.
Timnas Argentina menyatakan siap menerima sanksi dari FIFA menyusul kontroversi yang terjadi setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, Minggu waktu setempat atau Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris di Atlanta, Kamis dini hari WIB lalu. Lionel Messi turut berperan dalam kemenangan tersebut.
Usai pertandingan, para pemain Timnas Argentina merayakan keberhasilan mereka di lapangan. Namun, perhatian kemudian tertuju pada sebuah spanduk bertuliskan “The Falklands are Argentine” yang dibentangkan para pemain.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak di Inggris.
Pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, meminta agar para pemain Argentina dijatuhi sanksi sehingga tidak bisa tampil pada laga final hari Minggu. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mendukung penyelidikan FIFA terhadap insiden tersebut.
Bahkan, sempat muncul usulan agar Argentina dicoret dari partai final sehingga Inggris kembali mendapat tempat. Namun, hingga kini belum ada keputusan seperti itu.
Siap Terima Sanksi
Presiden Argentina, Javier Milei, menyatakan negaranya siap menerima konsekuensi atas insiden tersebut. Menurutnya, tindakan para pemain dipengaruhi oleh luapan emosi setelah pertandingan.
“Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina. Apa yang dilakukan para pemain bisa dimengerti karena mereka terbawa emosi,” kata Milei dalam sebuah pernyataan.
“Mereka melakukannya dan kemungkinan akan muncul pembahasan mengenai sanksi finansial. Sangat sah bagi para pemain untuk menyampaikan pendapat mereka.”
Milei menilai apa yang dilakukan para pemain di lapangan tidak berkaitan dengan urusan diplomasi.
“Dalam skenario terburuk, Argentina akan menerima sanksi finansial sebesar 20.000 paun dari FIFA. Kami akan merebut kembali Malvinas melalui jalur diplomasi dan dengan tindakan yang cerdas,” ujar Milei.
FIFA Masih Pelajari Insiden
FIFA menyatakan komite disiplin independennya masih mempelajari laporan pertandingan dan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Seperti prosedur standar, komite disiplin independen FIFA saat ini sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan kemungkinan langkah lebih lanjut berdasarkan kode disiplin FIFA,” bunyi pernyataan FIFA.
Jarak waktu yang singkat antara semifinal pada Rabu dan final pada Minggu membuat proses tersebut menjadi sorotan.
Kepulauan Falkland Ikut Bersuara
Di tengah kontroversi tersebut, anggota Majelis Legislatif Kepulauan Falkland, Jack Ford, turut menyampaikan tanggapannya.
Ia mengatakan video yang memperlihatkan skuad Argentina menyanyikan lagu mengenai Kepulauan Falkland di ruang ganti setelah pertandingan melawan Mesir juga sempat beredar.
“Kami kecewa, meski sayangnya tidak terkejut, dengan tindakan seperti ini karena ini bukan pertama kalinya terjadi,” ujar Ford.
Ia juga menegaskan Kepulauan Falkland merupakan Wilayah Seberang Laut Britania Raya yang memiliki pemerintahan sendiri serta membiayai wilayahnya secara mandiri.
Ford menambahkan bahwa dalam referendum mengenai status politik wilayah tersebut pada 2013, sebanyak 99,8 persen warga Kepulauan Falkland memilih tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania Raya dengan tingkat partisipasi sekitar 92 persen.
Referendum itu, menurutnya, dipantau oleh pengamat internasional independen.
Idnews.top – Pemain Timnas Prancis, Michael Olise membuat sejarah baru di pentas Piala Dunia. Ia berhasil memecahkan rekor legenda Timnas Brasil, Pele di turnamen ini.
Seperti yang sudah diketahui, Olise merupakan pemain andalan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 ini. Ia kerap menjadi starter di lini serang Les Bleus.
Pada pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Inggris tadi pagi, Olise masuk sebagai pemain pengganti. Ia menggantikan Rayan Cherki di awal babak kedua.
Di laga ini, Olise berhasil membuat satu assist untuk gol Kylian Mbappe. Assist tersebut menjadi sebuah catatan bersejarah bagi Olise.
Jadi Pencetak Asisst Terbanyak
Assist Olise untuk gol Mbappe itu membuatnya jadi raja asssist di Piala Dunia 2026.
Assist itu merupakan assist ketujuhnya di Piala Dunia 2026. Jumlah assistnya unggul jauh dari para pesaing terdekatnya.
Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard dan Brahim Diaz tercatat hanya mampu menciptakan empat assist selama Piala Dunia 2026 ini. Alhasil pemain Bayern Munchen itu dinobatkan sebagai raja assist di turnamen ini.
Lampaui Rekor Pele
Catatan tujuh assist Olise di Piala Dunia 2026 ini juga menjadikannya sebagai raja assist Piala Dunia sepanjang masa.
Rekor assist terbanyak di satu edisi Piala Dunia itu dipegang oleh Pele. Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan total enam assist dalam satu turnamen.
Selama 56 tahun rekor tersebut tidak terpecahkan. Baru di edisi Piala Dunia 2026 ini Olise berhasil jadi pemain pertama yang melampaui rekor abadi Pele tersebut.
LARISBOLA – Pertandingan perebutan juara tiga Piala Dunia 2026 berakhir klimaks dan seru. Duel antara Timnas Prancis vs Inggris ini berakhir menjadi drama 10 gol.
Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu memang berjalan seru. Pertandingan yang diprediksi berjalan sengit ini justru berubah menjadi pesta gol.
Di babak pertama, Inggris secara mengejutkan mampu mencetak empat gol ke gawang Prancis. Les Bleus bangkit di babak kedua, di mana mereka berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-4.
Bukayo Saka mencetak gol melalui titik putih sehingga Inggris menjauh 3-5 atas Prancis. Di masa injury time, Ousmane Dembele mencetak gol sehingga skor berubah menjadi 4-5.
Namun Jude Bellingham sukses memastikan kemenangan Inggris di laga ini berkat golnya di detik-detik akhir. ALhasil pertandingan perebutan juara tiga ini berakhir dengan skor 4-6 untuk kemenangan Inggris.
Pesta Gol Terbesar di Piala Dunia 2026
Laga Prancis vs Inggris ini dipastikan menjadi laga dengan jumlah gol terbanyak selama Piala Dunia 2026.
Dengan total 10 gol yang tercipta di laga ini, laga Prancis vs Inggris sejauh ini jadi laga dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, laga dengan gol terbanyak di Piala Dunia 2026 terjadi di fase grup saat Jerman menang 7-1 atas Curacao. Namun catatan delapan gol itu berhasil dilampaui oleh laga Prancis vs Inggris di laga perebutan juara tiga Piala Dunia ini.
Bukan yang Terbanyak Sepanjang Sejarah
Meski berhasil mencatatkan 10 gol, laga Prancis vs Inggris ini bukan laga Piala Dunia dengan jumlah gol terbanyak di sejarah Piala Dunia.
Catatan ini menyamai rekor yang terjadi di tahun 1958. Pada saat itu Prancis mengalahkan Paraguay dengan skor 7-3.
Sementara rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia terjadi di tahun 1954. Pada saat itu Austria mengalahkan Swiss dengan skor 7-5.
Catatan Gol Terbanyak di Sejarah Piala Dunia
12 Gol
Austria 7-5 Swiss – 1954
11 Gol
Brazil 6-5 Polandia – 1938
Hungara 8-3 Jerman Barat – 1954
Hungaria 10-1 El Salvador – 1982
10 Gol
Prancis 7-3 Paraguay – 1958 Prancis 4-6 Inggris – 2026
Penyelenggara Ballon d’Or, France Football, menegaskan tidak ada aturan yang menghalangi pemain yang berkarier di luar Eropa untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Pernyataan itu membuat Lionel Messi tetap berpeluang meraih Ballon d’Or kesembilannya.
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, France Football menerbitkan sebuah artikel di rubrik press room di situs resmi Ballon d’Or dengan judul, “Can you win the Ballon d’Or without playing for a European club?” atau “Bisakah memenangkan Ballon d’Or tanpa bermain untuk klub Eropa?”
Artikel tersebut menggunakan foto Cristiano Ronaldo sebagai gambar utama. Namun, pembahasan di dalamnya menyoroti peluang pemain yang kini tidak lagi berkarier di Eropa, termasuk Messi.
Penjelasan Penyelenggara
Kapten Timnas Argentina itu telah bermain di Major League Soccer (MLS) selama tiga musim.
Meski begitu, France Football menegaskan tidak ada lagi pembatasan terkait kompetisi tempat seorang pemain berkarier untuk bisa memenangkan Ballon d’Or.
“Untuk menjawab pertanyaan itu, mari melihat sedikit sejarah,” tulis France Football.
“Ballon d’Or yang dibuat pada 1956 awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Aturan itu bertahan hingga 1995, ketika penghargaan tersebut menjadi berskala global, tetapi masih terbatas untuk pemain yang bermain di liga Eropa. Namun, sejak 2007 tidak ada lagi pembatasan. Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia.”
Di Luar Eropa
France Football juga mengingatkan bahwa Messi pernah memenangkan Ballon d’Or saat berstatus sebagai pemain MLS. Ia menjadi pemain putra pertama yang meraih penghargaan tersebut tanpa membela klub Eropa.
Messi memperoleh Ballon d’Or kedelapannya pada Oktober 2023, beberapa bulan setelah bergabung dengan Inter Miami.
Namun, France Football juga menjelaskan bahwa periode penilaian saat itu masih mengacu pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain.
“Sejak 2022, Ballon d’Or dinilai berdasarkan satu musim, dari Agustus hingga Juli, bukan lagi tahun kalender,” tulis France Football.
“Itu berarti, untuk penilaian di level klub, para juri mendasarkan keputusan mereka pada penampilan Messi bersama Paris Saint-Germain, klub yang ditinggalkannya pada musim panas 2023 setelah menjadi juara dunia.”
Nominasi Ballon d’Or
Sejak saat itu, Messi belum lagi masuk daftar nominasi Ballon d’Or. France Football juga menyebut Neymar menjadi pemain pria terakhir yang masuk nominasi, meski menghabiskan seluruh periode penilaian di luar Eropa, yakni saat masih membela Santos pada 2011.
Sementara itu, pada kategori putri, Megan Rapinoe yang saat itu bermain untuk Seattle Reign FC berhasil memenangkan Ballon d’Or pada 2019.
Terlepas dari hasil final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi dinilai berpeluang meraih Golden Ball ketiganya sebagai pemain terbaik turnamen.
Tempatnya dalam daftar nominasi Ballon d’Or tahun ini juga disebut hampir pasti.
Apabila kembali tampil gemilang dan membawa Argentina menjadi juara dunia, Messi disebut akan menjadi kandidat terdepan untuk memenangkan Ballon d’Or kesembilan. Menurut artikel tersebut, France Football telah menegaskan bahwa peluang itu tetap terbuka.
BOLADONESIA – Timnas Vietnam menuai pujian setelah menutup persiapan jelang Piala ASEAN 2026 secara sempurna. The Golden Star Warriors menang 4-0 atas timnas Myanmar dalam uji tanding pamungkas, Sabtu (18/7/2026).
Kemenangan 4-0 atas Myanmar membuat Vietnam membukukan hasil sempurna. Sebelumnya, saat pemusatan latihan di Korea Selatan, mereka membantai Siheung FC dengan skor 6-0, menang 2-1 atas Yongin FC dan unggul 2-1 pula atas Gangwon FC.
Selepas laga, Vietnam disebut pelatih Myanmar, Joern Andersen, memang beda kelas. “Vietnam punya peringkat FIFA jauh lebih baik dari Myanmar,” kata dia seperti dikutip Football5Star.net dari Thanh Nien. “Di Asia Tenhgara, mereka juga salah satu yang terbaik.”
Pelatih asal Norwegja itu mena.bahkan, “Selamat kepada Vietnam atas kemenangan 4-0. Ini laga sulit bagi kami. Ada perbedaan signifikan dalam level kemampuan antara Vietnam dan Myanmar. Berdasar peringkat FIFA, kita bisa melihat Vietnam punya kualitas lebih tinggi.”
Peringatan untuk Timnas Vietnam
Meskipun demikian, timnas Vietnam tak boleh jemawa. Pasalnya, menang telak atas timnas Myanmar adalah hal biasa. Thanh Nien mengingatkan, The Golden Star Warriors sebelumnya juga menang 5-0 dan 3-0 pada 2 pertemuan terakhir. Jadi, skor 4-0 sama sekali tak istimewa.
Di samping itu, Myanmar kali ini juga bisa dikatakan tidak siap. Laga melawan Vietnam adalah debut bagi Joern Andersen yang baru sepekan lalu resmi jadi pelatih menggantikan Myo Hlaing Win. Andersen mengakui hal itu sebagai kendala tersendiri bagi Myanmar.
“Waktu sepekan memang sangat pendek. Saya menilai 3 dari 4 gol tercipta terlalu mudah. Saya harus menganalisis, belajar, dan mengambil pelajaran. Saya ingin para pemain tampil dengan semangat juang lebih tinggi,” ucap pria yang pernah jadi top scorer Bundesliga itu.
Kekalahan telak dari Vietnam jadi bekal buruk dan menambah beban di pundak Andersen. Bukan apa-apa, dia hanya punya waktu sepekan lagi sebelum menghadapi Malaysia pada laga pertana fase grup. Jikapun ada kabaf baik, Harimau Malaya juga tak dalam kondisi bagus.