25 Oktober 2026
Tim Nasional Spanyol mengenakan jersey merah khas mereka di atas panggung juara bertuliskan “SPAIN”, merayakan kemenangan dengan trofi Piala Dunia serta hujan konfeti emas.

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi juara usai mengalahkan Argentina pada partai final. Sehari setelah laga puncak, FIFA merilis Team of the Tournament atau Tim Terbaik Piala Dunia 2026 yang berisi para pemain dengan performa paling konsisten sepanjang kompetisi.

Pengumuman tersebut langsung menjadi perhatian publik sepak bola dunia. Susunan pemain terbaik tidak hanya diisi oleh bintang-bintang yang sudah mapan, tetapi juga beberapa nama yang tampil luar biasa selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Spanyol dan Prancis Mendominasi Tim Terbaik

Sebagai juara dunia, Spanyol mendominasi daftar pemain terbaik dengan tiga wakil. Prancis juga mengirim tiga pemain berkat penampilan impresif mereka hingga fase akhir turnamen.

FIFA memilih formasi 4-3-3 yang dianggap paling mewakili keseimbangan antara lini pertahanan, tengah, dan serangan selama Piala Dunia 2026. Sementara itu, pemain dari Inggris, Norwegia, Argentina, dan Tanjung Verde turut melengkapi susunan sebelas terbaik tersebut.

Messi, Mbappe, Haaland dan Bellingham Masuk Daftar

Meski Argentina gagal mempertahankan gelar juara, Lionel Messi tetap mendapatkan tempat berkat kontribusinya sepanjang turnamen. Bersama Messi, nama-nama besar seperti Erling Haaland, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham juga masuk dalam daftar pemain terbaik FIFA.

Kehadiran para pemain elite tersebut menunjukkan kualitas tinggi yang tersaji sepanjang Piala Dunia 2026. Banyak pertandingan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi hingga babak tambahan waktu.

Kejutan Terjadi di Posisi Penjaga Gawang

Salah satu keputusan yang paling banyak diperbincangkan adalah pemilihan kiper terbaik dalam Team of the Tournament.

FIFA memilih Vozinha dari Tanjung Verde sebagai penjaga gawang terbaik dalam susunan tim, meskipun Unai Simon sukses membawa Spanyol menjadi juara dunia sekaligus meraih penghargaan Golden Glove. Keputusan tersebut memunculkan beragam reaksi dari penggemar sepak bola di berbagai negara.

Turnamen Sarat Gol Spektakuler

Selain menghasilkan banyak kejutan, Piala Dunia 2026 juga menghadirkan kualitas gol yang sangat tinggi.

Laporan FIFA Technical Study Group mencatat peningkatan efektivitas tembakan jarak jauh dibandingkan edisi sebelumnya. Sepanjang turnamen tercipta puluhan gol dari luar kotak penalti yang menjadi salah satu daya tarik utama kompetisi kali ini.

Penutup

Berakhirnya Piala Dunia 2026 menjadi awal dari persaingan baru di level internasional. Pengumuman Tim Terbaik FIFA sekaligus menjadi penghargaan atas kerja keras para pemain yang tampil luar biasa selama turnamen.

Dengan kombinasi pemain muda dan bintang berpengalaman, Team of the Tournament mencerminkan perubahan generasi sepak bola dunia. Para pemain tersebut diprediksi masih akan menjadi sorotan utama dalam berbagai kompetisi internasional maupun liga domestik pada musim mendatang.

Sejumlah negara telah mengumumkan komposisi skuadnya untuk mengarungi Piala AFF 2026. Dari nama-nama yang muncul, ada sederet pemain bintang yang layak dinantikan aksinya di kejuaraan ini.

Setiap kontestan memang tak bisa menurunkan amunisi terbaiknya di Piala AFF 2026. Pasalnya, kejuaraan antarnegara Asia Tenggara ini digelar di luar kalender FIFA, sehingga ada banyak pemain yang tidak dilepas oleh klubnya.

Meskipun demikian, masih ada beberapa amunisi bintang yang tetap akan terjun di kejuaraan ini. Para pemain ini tidak hanya meliputi pemain-pemain lokal dari setiap tim, tetapi juga amunisi naturalisasi.

Para pemain bintang ini diyakini bakal memberikan dampak yang signifikan terhadap timnya masing-masing. Mereka punya kemampuan dan pengalaman untuk menjadi pembeda.

Sarach Yooyen (Thailand)

Timnas Thailand bakal kembali menghadirkan satu pemain seniornya yang punya prestasi mentereng. Ya, siapa lagi kalau bukan Sarach Yooyen. Gelandang berusia 34 tahun ini punya catatan yang impresif di ajang ini.

Saat ini, dia berstatus sebagai pemain dengan caps tertinggi di skuad Gajah Perang. Sebab, sejak debut pada November 2013, gelandang BG Pathum itu sudah mengukir total 83 penampilan dengan sumbangsih tujuh gol plus enam assist.

Yang spesial dari pemain ini adalah koleksi gelar empat gelar juaranya di Piala AFF. Masing-masing trofi itu diraih pada edisi 2014, 2016, 2020, dan 2022. Rekor inilah yang tampaknya tak dimiliki pemain lain pada edisi 2026 ini.

Nguyen Xuan Son (Vietnam)

Di Piala AFF 2026 ini, Timnas Vietnam memanggil sejumlah pemain berpengalaman seperti Nguyen Quang Hai hingga Nguyen Hoang Duc. Namun, satu nama yang paling layak dinanti aksinya ialah Nguyen Xuan Son.

Sebab, striker naturalisasi asal Brasil ini belakangan menjadi andalan utama The Golden Star di lini serang. Pemain dengan nama lengkap Rafaelson Bezerra Fernandes itu mampu menyumbangkan 11 gol dari 9 laga.

Bagi Xuan Son, ini bakal menjadi penampilan keduanya di Piala AFF. Sebelumnya, dia berhasil mengantarkan Vietnam menjuarai Piala AFF 2024. Di ajang itu, dia sukses mencetak tujuh gol dan dua assist hanya dari lima laga.

Paulo Josue (Malaysia)

Setelah tersandung skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi, Timnas Malaysia akhirnya harus kembali mengandalkan wajah-wajah lamanya untuk menjadi amunisi andalan di Piala AFF 2026. Salah satu nama yang layak dinantikan aksinya ialah Paulo Josue.

Selama hadirnya pemain-pemain naturalisasi yang tidak sah itu, Josue memang harus terdepak dari posisi utama skuad Harimau Malaya. Dia baru bisa bermain ketika para amunisi tersebut terkena skorsing dari FIFA.

Sejauh ini, dialah sosok pemain yang punya caps yang cukup melimpah bersama Harimau Malaya. Sejak debut pada Maret 2023, striker asal Brasil itu sudah mengepak 30 penampilan dengan kontribusi sembilan gol.

Harhys Stewart (Singapura)

Salah satu pemain bintang yang namanya tengah naik daun bersama Timnas Singapura dalam beberapa tahun terakhir ialah Harhys Stewart. Gelandang berusia 25 tahun bakal jadi andalan The Lions di Piala AFF 2026.

Saat ini, Stewart berstatus sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Singapura. Status itu tak mengejutkan mengingat pemain kelahiran 20 Maret 2001 itu berkarier di Liga Thailand bersama Chiangrai United.

Selama dua tahun terakhir, dia telah membuktikan kualitasnya sebagai pemain andalan Timnas Singapura, termasuk mengantarkan skuad The Lions itu lolos ke Piala Asia 2027. Dia jadi salah satu nama yang layak diantisipasi di Piala AFF 2026.

Thom Haye (Indonesia)

Setelah sempat melewatkan sejumlah pertandingan internasional Timnas Indonesia karena terkena skorsing dari AFC, Thom Haye akhirnya bisa kembali mencatatkan penampilannya di Piala AFF 2026.

Ajang ini akan menjadi kali pertama bagi gelandang kelahiran Belanda itu bekerja di bawah asuhan John Herdman. Itulah sebabnya, layak dinantikan bagaimana peran Thom Haye bersama nakhoda baru tersebut.

Menariknya, ini juga akan menjadi debut pemain berusia 31 tahun itu di Piala AFF. Ada banyak alasan mengapa pemain Persib Bandung ini berpotensi tampil meledak dan mengukuhkan namanya di kejuaraan antarnegara ASEAN ini.

LARISBOLA – Robert Lewandowski menilai Lamine Yamal belum memperlihatkan performa terbaiknya bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Menurutnya, cedera yang dialami sebelum turnamen membuat pemain muda Barcelona itu kesulitan mencapai kondisi ideal.

Meski demikian, Yamal tetap menjadi bagian penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Penyerang berusia 19 tahun tersebut mampu memberikan kontribusi besar sepanjang turnamen.

Yamal sempat menepi akibat cedera sebelum kembali tepat waktu untuk memperkuat Spanyol. Namun, minimnya menit bermain sebelum turnamen dinilai berdampak pada performanya di lapangan.

Lewandowski juga menilai kualitas Yamal tetap terlihat sepanjang kompetisi. Ia yakin pemain muda tersebut masih memiliki masa depan yang sangat panjang bersama Timnas Spanyol.

Lewandowski Nilai Cedera Menghambat Performa Lamine Yamal

Robert Lewandowski menilai Lamine Yamal belum mampu menampilkan permainan terbaiknya selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, kondisi fisik Yamal belum sepenuhnya pulih setelah absen cukup lama akibat cedera.

Striker asal Polandia itu menilai situasi tersebut membuat Yamal sulit menemukan ritme permainan. Meski begitu, ia tetap melihat kualitas luar biasa yang dimiliki rekan setimnya di Barcelona tersebut.

“Sejujurnya, tidak, kami belum melihat versi terbaiknya di turnamen ini. Penampilan terbaik Lamine bagi saya bukan musim lalu, melainkan dua musim lalu. Itulah versi terbaik Lamine Yamal yang pernah saya lihat,” ucap Lewandowski kepada ESPN.

“Dia masih sangat muda. Dia datang ke Piala Dunia setelah cedera dan tidak bermain selama sekitar delapan pekan. Sangat sulit jika Anda tidak bermain selama delapan pekan lalu langsung tampil di Piala Dunia, karena tidak ada waktu berlatih dan hanya berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya,” lanjut Lewandowski.

Tetap Memuji Kontribusi Lamine Yamal untuk Spanyol

Meski menilai Yamal belum mencapai performa terbaik, Lewandowski tetap memberikan pujian atas kontribusinya. Ia menyebut kerja sama antara Yamal dan rekan-rekan setimnya menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol.

Menurut Lewandowski, kualitas individu Yamal tetap terlihat meski belum berada di level terbaiknya. Ia juga menganggap dukungan dari seluruh skuad membantu sang pemain berkembang selama turnamen.

“Namun, dia tetap menunjukkan kualitas yang sangat baik. Para pemain Spanyol membantu Lamine dan Lamine juga membantu seluruh tim. Saya pikir kerja sama itu berjalan dengan sempurna,” tutur Lewandowski.

“Saya senang karena mereka benar-benar siap memenangkan Piala Dunia. Mereka masih sangat muda dan masa depan yang luar biasa masih terbentang di depan mereka,” pungkas Lewandowski.

Lewandowski Dukung Spanyol karena Mantan Rekan Setimnya

Lewandowski mengaku memberikan dukungan kepada Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Keputusan itu dipengaruhi banyaknya pemain Spanyol yang pernah menjadi rekan setimnya di Barcelona.

Ia mengaku mengenal sebagian besar pemain Spanyol dengan sangat baik. Sementara dari kubu Argentina, ia hanya memiliki kedekatan pribadi dengan Lionel Messi.

“Saya mengenal banyak pemain Spanyol karena menghabiskan waktu yang panjang bersama mereka di Barcelona. Karena itu, saya sangat mendukung mereka,” jelas Lewandowski.

“Tentu saja, dari Argentina saya hanya mengenal Leo secara pribadi dan saya tahu dia memenangkan Piala Dunia sebelumnya. Namun, ketika Anda pernah bermain bersama para pemain Spanyol dan menghabiskan banyak waktu dengan mereka, akan lebih mudah untuk mendukung tim tersebut,” imbuh Lewandowski.

Aston Villa Dapatkan Alejandro Garnacho, Chelsea Harus Kehilangan Bintang

BolaIndonesia – Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer Liga Inggris. Alejandro Garnacho disebut telah mencapai kesepakatan untuk meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Aston Villa. Kepindahan pemain muda asal Argentina tersebut menjadi salah satu cerita menarik yang mewarnai aktivitas transfer klub-klub Premier League.

Garnacho merupakan pemain yang memiliki kemampuan individu di atas rata-rata. Kecepatan, keberanian melakukan duel satu lawan satu, serta kemampuannya bermain di sektor sayap membuat namanya terus menjadi perhatian. Jika benar bergabung dengan Aston Villa, pemain Argentina itu akan mendapatkan tantangan baru dalam perjalanan kariernya di kompetisi sepak bola Inggris.

Alejandro Garnacho Siap Tinggalkan Chelsea

Keputusan Alejandro Garnacho untuk meninggalkan Chelsea tentu menarik perhatian besar. Selama beberapa musim terakhir, Chelsea aktif membangun skuad dengan mengandalkan pemain-pemain muda berbakat.

Namun, persaingan untuk mendapatkan tempat utama di skuad The Blues tetap sangat ketat. Banyaknya pemain berkualitas membuat setiap pesepak bola harus berjuang keras untuk mendapatkan menit bermain secara konsisten.

Karena itu, situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Garnacho mempertimbangkan masa depannya. Pemain berusia muda tentu membutuhkan kesempatan bermain secara reguler untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Aston Villa kemudian muncul sebagai klub yang dinilai mampu memberikan ruang lebih besar bagi Garnacho. Klub asal Birmingham tersebut memiliki ambisi untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris dan membutuhkan pemain kreatif yang bisa memberikan perbedaan di lini serang.

Aston Villa Melihat Potensi Besar Garnacho

Kehadiran Alejandro Garnacho akan memberikan tambahan kekuatan bagi lini depan Aston Villa. Gaya bermainnya yang agresif dapat menjadi senjata penting ketika tim membutuhkan pemain yang mampu membuka pertahanan lawan.

Garnacho dikenal sebagai pemain yang tidak ragu mengambil risiko ketika menguasai bola. Ia mampu bergerak dari sisi lapangan, menusuk ke area pertahanan lawan, kemudian menciptakan peluang melalui umpan maupun tembakan.

Karakter seperti itu sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern. Ketika menghadapi lawan yang bermain bertahan, pemain dengan kemampuan dribel dan akselerasi dapat menjadi pembeda.

Aston Villa tentu berharap kedatangan Garnacho bisa meningkatkan kreativitas tim. Dengan dukungan pemain-pemain lain di sekelilingnya, Garnacho berpotensi mendapatkan peran penting dalam skema permainan klub barunya.

Transfer Garnacho Jadi Perhatian Penggemar Premier League

Kabar kepindahan Alejandro Garnacho ke Aston Villa juga menarik perhatian karena melibatkan dua klub Premier League. Transfer antarklub Inggris biasanya menjadi sorotan karena pemain tidak membutuhkan waktu adaptasi yang terlalu panjang terhadap atmosfer kompetisi.

Garnacho sendiri sudah memahami karakter sepak bola Inggris. Pengalamannya bermain di Premier League menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan baru bersama Aston Villa.

Jika transfer ini benar-benar terealisasi, Garnacho akan dituntut untuk menunjukkan konsistensi. Bakat besar saja tidak cukup untuk menjadi pemain penting di Premier League. Ia harus mampu menjaga performa, meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan, dan memberikan kontribusi nyata bagi tim.

Bagi Aston Villa, merekrut Garnacho juga dapat menjadi investasi jangka panjang. Usianya yang masih muda membuat sang pemain masih memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu winger terbaik di kompetisi Inggris.

Tantangan Baru Menanti Alejandro Garnacho

Kepindahan klub tentu akan membawa tantangan baru bagi Garnacho. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, rekan-rekan setim baru, serta tuntutan taktik dari pelatih.

Namun, pengalaman tersebut juga bisa menjadi momentum penting dalam kariernya. Bermain untuk Aston Villa dapat memberikan kesempatan kepada Garnacho untuk mendapatkan peran yang lebih besar sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pemain utama di level tertinggi.

Tekanan tentu akan tetap ada. Setiap penampilan Garnacho akan menjadi perhatian suporter dan media. Karena itu, konsistensi menjadi kunci jika ia ingin sukses bersama Aston Villa.

Di sisi lain, Chelsea harus memikirkan kembali komposisi lini serang apabila Garnacho benar-benar meninggalkan klub. Kepergian pemain dengan karakter eksplosif seperti Garnacho dapat membuat Chelsea membutuhkan alternatif baru untuk menjaga keseimbangan skuad.

Aston Villa Berharap Garnacho Jadi Pembeda

Jika kesepakatan transfer ini akhirnya diresmikan, Aston Villa akan mendapatkan pemain dengan potensi besar. Garnacho memiliki kualitas untuk menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

Kemampuan menciptakan peluang, melakukan penetrasi, dan bermain agresif di area pertahanan lawan bisa menjadi aset berharga bagi Aston Villa. Tantangannya adalah bagaimana pelatih mampu memaksimalkan kemampuan tersebut dalam sistem permainan tim.

Bagi Garnacho, transfer ini juga bisa menjadi awal dari babak baru. Setelah meninggalkan Chelsea, ia memiliki kesempatan untuk membangun kembali kariernya dan membuktikan kualitasnya di klub baru.

Kini, perhatian publik tertuju pada perkembangan transfer tersebut. Jika semua proses berjalan sesuai rencana, Alejandro Garnacho akan segera memulai petualangan baru bersama Aston Villa.

Kepindahan ini berpotensi menjadi salah satu transfer menarik di Premier League. Garnacho memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pemain muda berbakat, tetapi juga sosok yang mampu menjadi pemain penting dan menentukan bagi klub yang diperkuatnya.

Idnews.top – William Saliba dipastikan harus menepi dalam waktu yang cukup lama setelah mengalami cedera punggung saat membela Prancis di Piala Dunia 2026. Arsenal mengonfirmasi bek berusia 25 tahun itu akan menjalani proses pemulihan yang diperkirakan memakan waktu panjang.

Cedera tersebut sebenarnya sudah dirasakan Saliba selama beberapa pekan sebelum turnamen dimulai. Meski begitu, ia tetap memutuskan bermain untuk membantu Prancis di Piala Dunia.

Masalah pada punggungnya akhirnya memburuk saat Prancis menghadapi Spanyol di semifinal. Saliba hanya mampu bermain selama 30 menit sebelum ditarik keluar dari lapangan.

Setelah kembali ke London dan menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis memutuskan operasi tidak diperlukan. Sebagai gantinya, Saliba akan menjalani program rehabilitasi yang diawasi secara bertahap.

Arsenal Pastikan Saliba Jalani Rehabilitasi

Dalam pernyataannya, Arsenal memastikan Saliba akan memulai program pemulihan secepat mungkin. Klub berharap proses tersebut dapat membantunya kembali ke kondisi terbaik tanpa harus menjalani operasi.

Cedera yang dialami Saliba juga membuatnya tidak bisa tampil pada pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Prancis akhirnya kalah dari Inggris pada laga tersebut.

Sebelum mengalami cedera, Saliba sempat mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan gangguan pada punggung selama beberapa bulan. Ia tetap bertahan karena ingin membantu Arsenal di Liga Champions dan Premier League, serta membela Prancis di Piala Dunia yang hanya berlangsung sekali dalam empat tahun.

Arsenal Kehilangan Bek Andalan

Musim lalu, Saliba menjadi salah satu pemain paling penting dalam skuad Arsenal. Ia mencatatkan 50 penampilan di semua kompetisi.

Kontribusinya membantu Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Premier League. The Gunners juga berhasil melaju hingga final Liga Champions.

Absennya Saliba menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Mikel Arteta menjelang musim baru. Arsenal dijadwalkan menghadapi Manchester City di Community Shield pada 16 Agustus sebelum membuka perjuangan mempertahankan gelar Premier League melawan Coventry City lima hari kemudian.

Persib Bandung akan memulainya kiprahnya di turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Ajang ini jadi momentum bagi Maung Bandung untuk membangun chemistry antar pemain dan pembentukan tim.

Persib berada di Grup A bersama Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers FC. Persib dijadwalkan menghadapi Arema FC pada laga pembuka di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).

Skuad Persib musim ini tampil dengan wajah baru. Maung Bandung bergerak agresif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain yang berkualitas dan berlabel bintang

Musim ini Persib mendatangkan Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Sandy Walsh, Gakuto Notsuda, Ragnar Oratmangoen, Balsa Sekulic, dan Mariano Peralta.

Namun, Persib dipastikan tanpa kekuatan penuh di Piala Presiden. Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen dipastikan absen pada ajang tersebut karena tengah membela Timnas Indonesia yang akan berjuang di Piala AFF 2026.

Selain Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen, Persib juga kemungkinan tanpa diperkuat Beckham Putra Nugraha, Saddil Ramdani, Thom Haye, dan Eliano Reijnders.

Meski tanpa sejumlah pemain inti, tim besutan Igor Tolic ini tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Sejumlah pemain baru maupun lama diyakini mampu menjadi pembeda pada turnamen tersebut.

Mariano Peralta

Pemain asal Argentina ini jadi sosok yang paling ditunggu performanya bersama Persib Bandung. Peralta datang dengan status mentereng setelah dinobatkan menjadi pemain terbaik BRI Super League musim lalu.

Peralta dikenal memiliki kecepatan, kreativitas, dan kemampuan melawati lawan dalam situasi satu lawan satu. Pergerakannya di sisi sayap diyakini menjadi ancaman bahaya bagi pertahanan lawan.

Peralta dikenal memiliki kecepatan, kreativitas, serta kemampuan melewati lawan dalam situasi satu lawan satu. Permainannya dari sisi sayap diprediksi akan menjadi salah satu senjata utama Persib pada musim ini.

Dengan performa mengesankan itu, tidak heran Peralta sukses mencetak 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC musim lalu.

Adam Alis

Adam Alis diprediksi kembali menjadi pilar penting di lini tengah Persib. Gelandang berusia 32 tahun tersebut memiliki pengalaman dan mampu menjaga keseimbangan antar lini.

Adam juga kerap muncul sebagai pemecah kebuntuan. Kemampuannya membaca ruang dan melakukan penyelesaian akhir menjadi keuntungan bagi tim Maung Bandung.

Bobotoh tentu tidak akan lupa dengan penampilan gemilang Adam Alis saat menghadapi Persija Jakarta musim lalu. Ketika itu, ia memborong dua gol sekaligus memvan/membawa Persib meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1.

Gabriel Mutombo

Gabriel Mutombo merupakan rekrutan menarik Persib awal musik ini. Manajemen mendatangkan bek asal Prancis itu setelah kontraknya dengan klub Thailand Ratchaburi FC, berakhir.

Mutombo diplot mengisi kekosongan yang ditinggalkan Federico Barba. Dengan postur yang ideal, Mutombo diharapkan mampu menjadi pemimpin baru di lini belakang Persib.

Mutombo sebenarnya bukan sosok asing di mata Bobotoh. Dia sempat merasakan atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ketika Ratchaburi FC menghadapi Persib pada laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two.

Balsa Sekulic

Pemain berusia 28 tahun di plot mengisi lini depan Persib setelah Persib kehilangan Andrew Jung. Sekulic diharapkan mampu membuat lini serang Persib makin tajam.

Pemain asal Montenegro ini datang dengan modal yang tidak main-main. Sebelum berlabuh ke Persib, Balsa merupakan top skor Liga Montenegro musim lalu saat memperkuat Mornar Bar.

Piala Presiden pun menjadi panggung Sekulic di hadapan Bobotoh. Jika performanya sesuai ekspektasi, Sekulic bisa menjadi idola baru Bobotoh.

Transfer Chelsea Terhambat, Bournemouth Tepis Tawaran Fantastis untuk Alex Scott

BolaIndonesia – Chelsea kembali menemui jalan buntu di bursa transfer musim panas 2026. Ambisi The Blues untuk mendatangkan gelandang muda berbakat Alex Scott harus tertunda setelah Bournemouth dikabarkan menolak tawaran senilai 64 juta pounds yang diajukan klub asal London Barat tersebut. Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bournemouth tidak ingin kehilangan salah satu aset terbaiknya, meski mendapat godaan dana fantastis.

Kegagalan Chelsea mengamankan Scott menjadi sorotan besar, mengingat klub besutan Enzo Maresca tengah berupaya memperkuat lini tengah demi menghadapi musim 2026/2027 yang dipenuhi target tinggi.

Bournemouth Tegas Pertahankan Bintang Mudanya

Alex Scott telah berkembang menjadi salah satu gelandang muda terbaik di Liga Inggris sejak bergabung dari Bristol City. Penampilannya musim lalu bersama Bournemouth menuai banyak pujian berkat kemampuannya mengatur tempo permainan, visi yang matang, serta kontribusi dalam menyerang maupun bertahan.

Tidak mengherankan jika Chelsea menjadikan pemain berusia 22 tahun itu sebagai target utama.

Laporan dari sejumlah media Inggris menyebutkan bahwa Chelsea mengajukan proposal senilai 64 juta pounds, angka yang sebenarnya sudah jauh di atas nilai pasar sang pemain. Namun Bournemouth tetap bergeming.

Manajemen The Cherries percaya Alex Scott merupakan bagian penting dari proyek jangka panjang klub. Mereka bahkan disebut hanya akan mempertimbangkan tawaran dengan nilai yang jauh lebih tinggi,

Keputusan tersebut menunjukkan ambisi Bournemouth untuk terus bersaing di papan tengah Premier League tanpa harus melepas pemain terbaik setiap musim.

Chelsea Masih Haus Gelandang Berkualitas

Chelsea memang sedang aktif berburu pemain di sektor tengah.

Meski telah memiliki sejumlah nama seperti Moises Caicedo, Enzo Fernandez, Romeo Lavia, hingga Andrey Santos, Enzo Maresca diyakini masih menginginkan satu gelandang dengan karakter kreatif sekaligus energik.

Alex Scott dinilai cocok dengan filosofi permainan Maresca yang mengandalkan penguasaan bola, mobilitas tinggi, dan kemampuan membangun serangan dari lini kedua.

Scott juga memiliki fleksibilitas tinggi. Ia mampu bermain sebagai gelandang tengah, gelandang serang, bahkan winger apabila dibutuhkan.

Usianya yang masih muda membuat Chelsea melihatnya sebagai investasi jangka panjang, sesuai kebijakan transfer klub dalam beberapa tahun terakhir.

Namun penolakan Bournemouth memaksa manajemen Chelsea mengevaluasi langkah berikutnya.

Bournemouth Berada di Posisi Menguntungkan

Berbeda dengan beberapa musim sebelumnya, Bournemouth kini tidak berada dalam tekanan finansial.

Pendapatan dari hak siar Premier League membuat mereka memiliki posisi tawar yang kuat saat bernegosiasi dengan klub-klub besar.

Selain itu, kontrak Alex Scott masih cukup panjang sehingga Bournemouth tidak memiliki alasan untuk menjualnya dalam waktu dekat.

Pelatih Bournemouth juga menjadikan Scott sebagai poros permainan tim.

Statistik musim lalu memperlihatkan kontribusi impresifnya dalam menciptakan peluang, progresi bola, hingga efektivitas duel di lini tengah.

Faktor tersebut membuat Bournemouth yakin nilai Scott bisa meningkat lebih tinggi apabila ia terus berkembang selama satu atau dua musim ke depan.

Chelsea Punya Dua Pilihan Sulit

Setelah tawaran pertama ditolak, Chelsea kini menghadapi dua pilihan.

Pilihan pertama adalah kembali dengan proposal yang lebih besar. Namun langkah tersebut tentu akan membuat total belanja mereka semakin membengkak, sesuatu yang mulai mendapat perhatian terkait aturan Profit and Sustainability Rules (PSR).

Pilihan kedua adalah mengalihkan perhatian kepada target lain yang memiliki profil serupa tetapi dengan harga lebih realistis.

Beberapa nama mulai dikaitkan dengan Chelsea sebagai alternatif, meski hingga kini belum ada negosiasi resmi yang berkembang secepat pembicaraan mengenai Alex Scott.

Manajemen klub diperkirakan akan terus memantau situasi hingga akhir jendela transfer.

Alex Scott Tetap Tenang

Di tengah derasnya rumor transfer, Alex Scott sendiri dikabarkan tetap fokus menjalani persiapan musim bersama Bournemouth.

Belum ada pernyataan resmi dari sang pemain yang mengindikasikan keinginannya untuk memaksa pindah ke Stamford Bridge.

Sikap profesional tersebut justru membuat Bournemouth semakin percaya diri mempertahankannya.

Meski demikian, dinamika bursa transfer selalu bisa berubah dalam hitungan hari. Tawaran baru dengan nilai lebih besar atau keinginan pribadi pemain bisa saja mengubah arah negosiasi.

Chelsea Belum Menyerah

Ditolaknya tawaran 64 juta pounds menjadi pukulan kecil bagi Chelsea, tetapi bukan berarti peluang mendapatkan Alex Scott telah sepenuhnya tertutup.

The Blues masih memiliki waktu sebelum jendela transfer ditutup untuk menyusun strategi baru, baik dengan meningkatkan nilai tawaran maupun mencari alternatif lain.

Sementara itu, Bournemouth berhasil mengirim pesan tegas kepada klub-klub besar bahwa mereka tidak lagi menjadi tim yang mudah melepas pemain andalannya.

Apakah Chelsea akan kembali dengan tawaran yang lebih besar, atau justru mengalihkan perhatian ke target lain? Bursa transfer musim panas 2026 masih menyimpan banyak kejutan, dan saga transfer Alex Scott diprediksi akan menjadi salah satu cerita yang paling menarik untuk diikuti hingga hari terakhir penutupan transfer.

AC Milan Pertahankan Luka Modric, Sang Maestro Bertahan hingga 2027

BolaIndonesia – Luka Modric dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk melanjutkan kariernya bersama AC Milan. Gelandang veteran asal Kroasia tersebut sepakat memperpanjang kontraknya selama satu musim lagi dan akan tetap mengenakan seragam Rossoneri hingga 2027.

Kabar ini menjadi angin segar bagi AC Milan yang tengah mempersiapkan diri menghadapi musim baru. Modric sebelumnya memiliki kontrak yang berlaku hingga akhir Juni 2026, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Setelah sempat mempertimbangkan masa depannya, sang pemain akhirnya memilih untuk terus bermain dan menunda rencana pensiun.

Kesepakatan antara kedua pihak disebut telah tercapai secara verbal. Modric tinggal menyelesaikan proses administratif dan menandatangani kontrak sebelum AC Milan memberikan pengumuman resmi kepada publik.

Luka Modric Pilih Bertahan di San Siro

Keputusan Modric untuk bertahan di AC Milan menjadi salah satu kabar menarik pada bursa transfer musim panas 2026. Di usia yang sudah menginjak 40 tahun, pemain yang dikenal dengan julukan maestro lini tengah tersebut masih memiliki keinginan untuk melanjutkan perjalanan sebagai pesepak bola profesional.

Modric sebelumnya belum memberikan kepastian mengenai masa depannya setelah menjalani perjalanan bersama tim nasional Kroasia di Piala Dunia 2026. Opsi pensiun sempat menjadi pertimbangan, tetapi pada akhirnya ia memilih untuk kembali melanjutkan kariernya di level klub.

AC Milan menjadi pilihan Modric untuk setidaknya satu musim tambahan. Pengalaman dan kualitas teknis yang dimilikinya dianggap masih sangat dibutuhkan oleh klub, terutama dalam membangun keseimbangan antara pemain senior dan talenta muda.

Keberadaan Modric juga diharapkan bisa memberikan ketenangan di lini tengah. Kemampuan membaca permainan, mengontrol tempo, serta pengalaman menghadapi pertandingan besar menjadi aset penting bagi skuad Rossoneri.

Rúben Amorim Ingin Modric Tetap di Milan

Salah satu faktor yang turut mendorong kelanjutan karier Modric di San Siro adalah keinginan pelatih baru AC Milan, Rúben Amorim. Sang pelatih sebelumnya secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya ingin mempertahankan pemain asal Kroasia tersebut.

Amorim menilai Modric merupakan sosok penting bagi proyek baru AC Milan. Pengalaman sang gelandang dianggap dapat membantu tim, khususnya dalam menguasai bola dan mengatur jalannya pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu juga mengakui bahwa Modric mungkin tidak akan dimainkan dalam setiap pertandingan. Namun, perannya tetap dianggap sangat penting, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Amorim bahkan telah melakukan komunikasi langsung dengan Modric untuk membicarakan masa depannya. Keinginan klub dan pelatih tersebut akhirnya mendapatkan respons positif dari sang pemain.

Pengalaman Modric Jadi Senjata Penting AC Milan

Jika perpanjangan kontrak tersebut resmi diumumkan, AC Milan akan kembali memiliki salah satu gelandang paling berpengalaman di sepak bola dunia.

Modric datang ke Milan pada 2025 setelah menghabiskan 13 musim luar biasa bersama Real Madrid. Selama berada di Santiago Bernabéu, ia memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk enam trofi Liga Champions dan lima gelar LaLiga.

Prestasi individu terbesar Modric terjadi pada 2018 ketika ia memenangkan Ballon d’Or. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dirinya pernah mencapai level tertinggi sebagai seorang gelandang.

Kini, pengalaman panjang tersebut akan kembali menjadi modal penting untuk membantu AC Milan membangun proyek baru bersama Amorim.

Tantangan Baru Menanti Luka Modric

Bertahan di AC Milan berarti Modric masih memiliki kesempatan untuk menambah catatan prestasinya di sepak bola Italia. Musim depan, Rossoneri tentu berharap pengalaman sang maestro dapat membantu tim kembali bersaing di papan atas.

AC Milan juga memiliki ambisi untuk kembali tampil di kompetisi Eropa dan memperbaiki posisi mereka di kompetisi domestik. Dalam situasi tersebut, kehadiran Modric bisa menjadi faktor penting, terutama ketika tim menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Meski usianya tidak lagi muda, kemampuan Modric dalam mengatur tempo permainan membuatnya tetap menjadi pemain yang sulit digantikan. Ia tidak selalu membutuhkan kecepatan untuk memberikan pengaruh besar karena visi, kecerdasan, dan kualitas umpannya menjadi kekuatan utama.

Bagi para penggemar AC Milan, bertahannya Modric juga menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Sang legenda sepak bola Kroasia masih memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi lebih lama bersama klub yang telah menjadi bagian baru dari perjalanan panjang kariernya.

Kesepakatan untuk memperpanjang kontrak hingga 2027 menjadi tanda bahwa cerita Luka Modric bersama AC Milan belum berakhir. Setelah melewati masa penuh pertimbangan, sang maestro akhirnya memilih untuk terus bermain.

Kini, para pendukung Rossoneri hanya perlu menunggu penandatanganan kontrak dan pengumuman resmi. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Luka Modric akan kembali menjadi bagian dari AC Milan untuk satu musim tambahan dan bersiap menghadapi tantangan baru di bawah arahan Rúben Amorim.

Idnews.top – Chelsea resmi mengumumkan perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai transfer mencapai 117 juta poundsterling. Nilai tersebut menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah sekaligus rekrutan anyar The Blues dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Sebelum bergabung ke Stamford Bridge, Rogers sempat dikaitkan dengan Arsenal. Namun, Chelsea berhasil membajak proses transfer pada akhir pekan lalu dan mengamankan tanda tangan gelandang berusia 23 tahun itu.

Rogers datang ke London setelah tampil bersama Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Penampilannya bersama Aston Villa membuatnya dipercaya masuk skuad asuhan Thomas Tuchel.

Selama membela Aston Villa, Rogers mencatatkan 125 penampilan dengan torehan 31 gol dan 29 assist. Ia juga pernah menimba ilmu di akademi Manchester City sebelum berkarier di Middlesbrough, Lincoln City, Bournemouth, dan Blackpool.

Morgan Rogers Ungkap Alasan Memilih Chelsea

Rogers mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya bersama Chelsea. Ia menyebut The Blues sebagai klub yang sudah lama dikaguminya sejak masih kecil.

Selain itu, Rogers tertarik dengan proyek yang sedang dibangun klub bersama pelatih baru. Menurutnya, arah perkembangan Chelsea menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut.

“Saya sangat bersemangat. Bagi saya, Chelsea adalah klub terbesar di London dan klub yang selalu saya kagumi sejak masih kecil,” ujar Rogers.

“Saya juga sangat antusias dengan proyek bersama pelatih baru, para pemain yang kami miliki, dan arah yang sedang dituju klub ini. Itulah alasan saya berada di sini dan saya sudah tidak sabar untuk segera memulai,” lanjut Rogers.

Xabi Alonso Jadi Faktor Penting

Morgan Rogers mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso sebelum transfer diselesaikan. Pembicaraan tersebut membuatnya semakin yakin memilih Chelsea.

Ia merasa filosofi permainan yang diterapkan Alonso sangat sesuai dengan gaya bermainnya. Rogers pun berharap bisa berkembang di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut.

“Saya sudah beberapa kali berbicara dengan Xabi Alonso. Bagi saya, sangat penting memahami seperti apa karakter pelatih, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana dia ingin tim bermain,” kata Rogers.

“Semua itu sangat sesuai dengan cara saya memandang sepak bola, cara saya ingin bermain, menjadi diri sendiri, bermain dengan bebas, dan mengekspresikan kemampuan saya. Kehadirannya menjadi salah satu alasan terbesar saya memilih bergabung ke sini,” tutup Rogers.

BOLADONESIA – – Chelsea secara resmi perekrutan Morgan Rogers dari Aston Villa. Untuk mendatangkan gelandang serang berumur 23 tahun itu, The Blues harus mengeluarkan uang 137,3 juta euro. Pemain yang baru saja memperkuat timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tersebut diganjar kontrak hingga 2033.

Rogers kini tercatat sebagai rekor pembelian termahal dalam sejarah The Blues. Sebelumnya, rekor dipegang Enzo Fernandez yang diangkut dari Benfica pada 2022 dengan biaya transfer sebesar 121 juta euro. Tak hanya itu, pembelian Rogers memecahkan rekor transfer di Inggris Raya. Rekor sebelumnya dipegang Elliot Anderson yang diangkut Manchester City dari Nottingham Forest dengan dana 135 juta euro.

Jumlah uang yang dikeluarkan Chelsea untuk mendatangkan pemain berdarah Jamaika itu juga ternyata lebih dari 1,5 kali lipat dari nilai pasarnya. Menurut Transfermarkt, nilai pasar sang pemain saat ini adalah 90 juta euro. Nilai tersebut sesuai valuasi terakhir yang dilakukan pada awal Juni. Sebelumnya, pada Maret 2026, nilai pasar Rogers hanya 80 juta euro.

Dalam sejarah The Blues, Morgan Rogers tercatat sebagai pemain ke-5 yang dibeli dengan harga setidaknya 100 juta euro. Selain Enzo Fernandez, tiga pemain lainnya adalah Moises Caicedo (116 juta euro), Romelu Lukaku (113 juta euro), dan Kai Havertz (100 juta euro). Dari kelima pemain itu, Lukaku dan Havertz sudah tak lagi berada di klub asal London Barat.

Kagumi Chelsea Sejak Kecil

Bagi Morgan Rogers, kesepakatan transfer yang jadi rekor adalah perwujudan impian masa kecilnya. Dalam pernyataan pertamanya setelah resmi menjadi pemain baru Chelsea, Rogers mengaku sudah sejak lama mengagumi klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge tersebut.

“Aku sangat senang. Bagiku, Chelsea adalah klub terbesar di LOndon dan klub yang selalu kukagumi sejak masih anak-anak,” urai Rogers seperti dikutip IDNEWS.TOP dari laman resmi klub barunya. “Aku sangat antusias dengan proyek dari manajer baru, para pemain yang ada, dan arah yang dituju klub ini. Itu sebabnya aku ada di sini dan aku tak sabar untuk memulai.”

Dia lantas mengungkapkan, “Aku sudah beberapa kali berbicara dengan dia (Xabi ALonso) dan kupikir penting bagiku untuk berada di sini. Aku perlu memahami seperti apa sang manajer, bagaimana dia dan apa yang diiinginkannya. Semuanya sangat cocok dengan caraku melihat permainan, cara bermain yang kuinginkan. Dia jadi faktor penting yang membuatku berada di sini.”

Rogers juga tak sabar untuk bereuni dengan Cole Palmer, mantan rekannya saat di tim junior Inggris dan Manchester City. “Aku sudah mengenal Cole sejak aku berumur 14 tahun. Pertama di timnas junior Inggris, lalu ketika kami sama-sama di Man. City. Kami sudah bicara soal ini beberapa kali. Kami sangat senang bermain bersama. Kesepekatan ini membuat kami senang,” kata dia lagi.