23 Oktober 2026

Real Madrid akan menjalani laga tandang pertama yang benar-benar menantang pada musim 2026/27 ketika menghadapi Real Betis. Duel pekan ke-4 Liga Spanyol tersebut berlangsung di La Cartuja, Sabtu, 5 September 2026 pukul 02.00 WIB.

Los Blancos datang dengan catatan sempurna dari tiga pertandingan pertama. Setelah menundukkan Espanyol, pasukan Jose Mourinho kemudian meraih kemenangan meyakinkan atas Real Sociedad dan Malaga.

Betis berpotensi menjadi penghalang bagi laju sempurna Madrid karena klub Andalusia itu belum pernah kalah dari Los Blancos dalam empat pertemuan terakhir. Mourinho juga perlu memikirkan rotasi karena Madrid akan bertemu Inter Milan di Liga Champions hanya empat hari kemudian.

Huijsen dan Konate Jadi Benteng

Thibaut Courtois diperkirakan kembali berdiri di bawah mistar setelah mencatat clean sheet pada pertandingan melawan Malaga. Kiper Belgia tersebut ingin mempertahankan momentum positif dengan kembali menjaga gawangnya tanpa kebobolan.

Trent Alexander-Arnold berpeluang melanjutkan perannya sebagai bek kanan. Ia tampil sejak awal ketika menghadapi Malaga dan memberikan assist kepada Kylian Mbappe melalui kontribusinya dari sisi kanan.

Ibrahima Konate kemungkinan mendapatkan kesempatan mengisi salah satu posisi bek tengah. Antonio Rudiger tersedia sebagai alternatif, tetapi Mourinho bisa memilih mengatur menit bermainnya untuk persiapan menghadapi Inter.

Dean Huijsen akan menjadi pasangan Konate di pusat pertahanan. Pemain berusia 21 tahun tersebut memperlihatkan kemampuan distribusi bola yang membuatnya semakin nyaman sebagai bek tengah yang berperan dalam fase awal serangan.

Marc Cucurella diperkirakan tetap menjadi pilihan di bek kiri. Pemain asal Spanyol itu baru menjalani debut kandang pada laga sebelumnya dan berpeluang mempertahankan tempatnya meski jadwal Liga Champions sudah menanti.

Valverde, Bernardo, dan Bellingham

Federico Valverde kembali menjadi kandidat kuat untuk mengisi salah satu slot gelandang tengah. Kapten Madrid tersebut selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan pertama sejak Mourinho kembali menangani tim.

Bernardo Silva berpeluang kembali ke starting XI setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti ketika Madrid menghancurkan Malaga. Rotasi diperlukan Mourinho agar lini tengah tetap segar untuk menghadapi rangkaian pertandingan penting.

Jude Bellingham akan beroperasi di belakang striker dalam formasi 4-2-3-1. Penampilannya melawan Malaga sangat impresif hingga Mourinho mulai mengaitkannya dengan persaingan Ballon d’Or 2027.

Diomande Temani Vinicius dan Mbappe

Yan Diomande menjadi kandidat menarik untuk mengisi posisi winger kanan. Pemain tersebut belum pernah menjadi starter sejak pindah dengan nilai €125 juta (sekitar Rp2,56 triliun), sehingga pertandingan melawan Betis dapat menjadi kesempatan pertamanya sejak menit awal.

Vinicius Junior kemungkinan tetap berada di sisi kiri meski catatannya menghadapi Betis tidak terlalu produktif. Dalam 14 pertandingan kontra klub Andalusia tersebut, Vinicius baru menghasilkan dua gol dan satu assist.

Kylian Mbappe akan kembali menjadi ujung tombak Madrid. Empat gol dari tiga pertandingan membuat penyerang Prancis itu mengawali musim dengan sangat baik dalam upayanya mengejar gelar Pichichi ketiga secara beruntun.

Prediksi susunan pemain Real Madrid (4-2-3-1): Courtois; Alexander-Arnold, Konate, Huijsen, Cucurella; Valverde, Bernardo Silva; Diomande, Bellingham, Vinicius Junior; Mbappe.

Arda Güler Mulai Lampaui Pedri, Bintang Baru Real Madrid

BolaIndonesia – Persaingan pemain muda terbaik LaLiga kembali memanas. Nama Arda Güler mulai mencuri perhatian setelah gelandang serang Real Madrid tersebut menunjukkan perkembangan signifikan pada awal musim 2026/27. Bahkan, muncul penilaian bahwa performa Güler kini mulai membuat Pedri berada di bawah levelnya dalam sejumlah aspek permainan.

Perbandingan tersebut memang masih menjadi perdebatan. Pedri memiliki pengalaman lebih banyak bersama Barcelona dan dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Namun, Güler perlahan memperlihatkan bahwa dirinya bukan sekadar pemain muda berbakat yang menunggu kesempatan di Real Madrid.

Awal musim ini menjadi bukti bahwa pemain asal Turki tersebut semakin siap mengambil peran penting di bawah asuhan Jose Mourinho.

Arda Güler Tampil Menjanjikan Bersama Real Madrid

Güler mengawali musim dengan peran yang cukup menarik. Ia tidak selalu dimainkan sebagai gelandang nomor 10 karena posisi tersebut masih dipercayakan kepada Jude Bellingham.

Meski demikian, Güler mampu memberikan kontribusi ketika ditempatkan lebih melebar di sisi kanan. Pergerakannya sebagai inverted winger membuat pemain berusia 21 tahun itu tetap memiliki kebebasan untuk masuk ke area tengah dan menjadi kreator serangan.

Dalam dua pertandingan awal LaLiga, Güler bahkan disebut mencatat tujuh dan lima umpan kunci, sebuah angka yang menunjukkan betapa besarnya pengaruhnya dalam menciptakan peluang.

Catatan resmi Real Madrid juga memperlihatkan Güler sudah tampil dalam tiga pertandingan LaLiga musim ini dengan total 145 menit, mencetak satu gol dan memberikan satu assist.

Arda Güler Cetak Gol dan Perkuat Momentum Real Madrid

Momentum Güler semakin besar setelah Real Madrid menghancurkan Malaga dengan skor 4-0 pada 30 Agustus 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Güler masuk sebagai pemain pengganti. Ia kemudian mencetak gol pada masa tambahan waktu setelah bekerja sama dengan Vinicius Junior dalam sebuah rangkaian serangan yang apik.

Gol tersebut menjadi penutup sempurna kemenangan Real Madrid sekaligus menunjukkan bahwa Güler mampu memberikan dampak meskipun tidak selalu mendapatkan kesempatan sebagai starter.

Real Madrid sendiri mengawali musim dengan sempurna dan berada di puncak klasemen setelah meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan.

Statistik Arda Güler Mulai Dibandingkan dengan Pedri

Perbandingan Güler dan Pedri tentu tidak bisa hanya berdasarkan tiga pertandingan. Namun, angka awal musim memberikan bahan menarik untuk melihat perkembangan keduanya.

Salah satu aspek yang paling mencolok adalah kreativitas. Güler disebut memiliki rata-rata sekitar empat umpan kunci per pertandingan, sedangkan Pedri berada di angka sekitar 1,7. Keduanya juga sudah sama-sama mengoleksi satu assist pada awal musim.

Perbandingan musim 2025/26 juga menunjukkan Güler sebenarnya sudah memberikan kontribusi ofensif yang sangat baik. Menurut data FBref, Güler mencatat empat gol dan sembilan assist dalam 33 penampilan LaLiga. Pedri membukukan dua gol dan sembilan assist dari 29 pertandingan.

Namun, statistik tersebut tidak otomatis berarti Güler sudah menjadi pemain yang lebih baik secara keseluruhan. Pedri tetap mempunyai keunggulan dalam distribusi bola, kontrol tempo, pengalaman, dan kemampuan mengatur permainan dari lini tengah.

Gaya Bermain Güler Menjadi Pembeda

Hal yang membuat Güler semakin menarik adalah kemampuannya menggabungkan kreativitas dengan keberanian membawa bola.

Pemain Turki tersebut tidak hanya mengandalkan umpan pendek. Ia juga mampu mencari celah di antara lini lawan, melakukan dribel, serta melepaskan umpan progresif untuk membuka pertahanan.

Karakter tersebut membuat Güler memiliki profil yang sedikit berbeda dibandingkan Pedri.

Pedri lebih dikenal sebagai pengontrol permainan yang mampu menjaga sirkulasi bola Barcelona tetap hidup. Sementara itu, Güler semakin terlihat sebagai pemain yang bisa langsung mengubah situasi melalui umpan terakhir, dribel, maupun penyelesaian akhir.

Pedri Tetap Bukan Lawan yang Mudah Dikalahkan

Meski Güler sedang mendapatkan banyak pujian, terlalu dini untuk mengatakan bahwa Pedri sudah benar-benar berada di bawah levelnya.

Pedri masih menjadi bagian penting dari Barcelona dan memiliki pengalaman besar di level klub maupun tim nasional Spanyol. Ia juga telah membuktikan kualitasnya selama beberapa musim terakhir.

Karena itu, perbandingan Güler dan Pedri lebih tepat disebut sebagai gambaran perkembangan dua gelandang kreatif dengan karakter berbeda.

Namun, satu hal mulai terlihat jelas: Arda Güler semakin dekat dengan level elite Eropa.

Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin perdebatan Güler versus Pedri akan menjadi salah satu duel individual paling menarik di LaLiga dalam beberapa musim mendatang.

Untuk saat ini, Güler memiliki momentum. Ia mulai mendapatkan kepercayaan, memberikan kontribusi nyata, dan menunjukkan bahwa Real Madrid mempunyai salah satu talenta paling menarik di sepak bola Eropa.

Arda Güler belum tentu sudah melewati Pedri secara keseluruhan, tetapi performanya saat ini membuat klaim tersebut semakin sulit untuk diabaikan.

BOLADONESIA – Davide Frattesi langsung memasang target pribadi setelah resmi bergabung dengan Lazio. Gelandang berusia 26 tahun itu ingin mencetak sebanyak mungkin gol dan assist demi membantu Gli Aquile meraih hasil terbaik pada musim 2026-27.

Frattesi berhasil memulai perjalanannya bersama Lazio dengan cara terbaik. Ia sukses menciptakan dua gol dalam dua penampilan bersama Gli Aquile di Serie A.

“Yang terpenting adalah target tim. Kalau kami finis di posisi ke-15, kami tidak akan mencapai apa-apa,” ujar Frattesi dilansir Football5Star dari laman Tuttomercatoweb.

“Saya tentu ingin mencetak sebanyak mungkin gol dan memberikan assist sebanyak mungkin untuk membantu tim mencapai posisi terbaik,” kata Frattesi menambahkan.

Davide Frattesi Ingin Lupakan Pengalaman Musim 2025-26

Frattesi mengaku musim terakhirnya bersama Inter berjalan sulit. Selain persaingan ketat di lini tengah, Frattesi juga sempat mengalami cedera serius. Ia pun merasa kedatangannya ke pangkuan Gli Aquile merupakan kesempatan yang tepat untuk kembali berkembang.

“Saya memulai musim lalu dengan cedera serius. Secara mental saya baik-baik saja, tetapi kaki saya tidak. Ini klub besar dan kesempatan yang tepat untuk mengejar hal-hal besar di sini,” tegas Frattesi.

Frattesi juga punya ikatan kuat dengan Lazio karena pernah menjadi ball boy sejak usia 11 tahun. Kini, ia akhirnya kembali sebagai pemain dan berharap bisa menikmati perjalanan tersebut bersama klub masa kecilnya.

Frattesi bakal berupaya menambah pundi-pundi golnya pada pertandingan pekan ke-3 Serie A. Gli Aquile dijadwalkan melawat ke markas Udinese pada Selasa (8/9) dinihari WIB.

BRI Super League 2026/2027 resmi dimulai pada Jumat (4-9-2026). Bali United langsung mendapat tantangan dari PSS Sleman dalam pertandingan pembuka yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Bali United memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Sebanyak 15 ribu tiket yang disediakan panitia pelaksana dilaporkan sudah habis terjual.

Dukungan penuh suporter pun akan menjadi bagian dari pertandingan perdana Serdadu Tridatu musim ini.

Namun, bermain di Stadion Dipta tidak serta-merta menjamin kemenangan bagi Bali United.

Dalam Dewata Challenge Series 2026 beberapa waktu lalu, Bali United justru menelan kekalahan dari Sabah FC dan Persib Bandung di stadion yang sama.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, juga menyadari pertandingan pertama tidak akan berjalan mudah. Musim lalu, Bali United mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu Persik Kediri di Stadion Dipta.

Pertama Selalu Sulit

PSS bahkan pernah memberikan hasil buruk bagi Bali United pada pekan pembuka tiga musim lalu. Meski demikian, Jansen memilih tidak menjadikan hasil-hasil tersebut sebagai fokus utama.

“Pertandingan pertama selalu menjadi laga yang sulit karena ini awal yang baru. Semua orang sudah bersiap sepanjang pramusim untuk fokus pada pertandingan ini, begitu pula dengan kami. Kami sangat senang bisa berlaga besok,” ujar Jansen dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (3-9-2026).

Jansen menyadari PSS akan menjadi lawan yang berat, terlebih pertandingan berlangsung di hadapan banyak suporter.

Itulah mengapa ia berharap skuadnya bisa berjuang bersama pendukung mereka untuk mengamankan tiga poin.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang berat dan akan dihadiri banyak suporter. Jadi, kami ingin berjuang bersama para suporter untuk mengamankan tiga poin di Dipta. Kami sangat tidak sabar untuk bertanding besok,” imbuhnya.

Catatan Pertemuan

Jansen juga mengetahui catatan pertemuan Bali United kontra PSS. Dalam lima perjumpaan terakhir, Bali United meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Menurut Jansen, catatan tersebut menunjukkan kekuatan kedua tim relatif berimbang. Karena itu, ia menilai persiapan dan dukungan suporter akan menjadi bagian penting dalam pertandingan nanti.

“Artinya, Sleman dan Bali United punya kekuatan yang sangat berimbang. Namun, kami sudah bersiap dengan sangat baik untuk besok. Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan tiga poin di Stadion Dipta,” kata Jansen.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, kami semua tahu itu. Namun, dengan dukungan suporter dan koneksi antarpemain yang coba kami bangun besok, semoga kami bisa mengamankan tiga poin di sini,” lanjutnya.

Berharap Awal Baik

Di kubu PSS, pelatih Pieter Huistra juga sudah mengetahui kekuatan Bali United. Ia menyambut positif dimulainya kembali kompetisi setelah PSS menjalani musim lalu di Championship.

Ya, PSS baru saja promosi dan Huistra berharap timnya bisa mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan suasana serta hasil yang positif.

“Kemarin PSS main di Championship dan kami baru promosi. Kami berharap PSS bisa mulai dengan atmosfer positif dan juga dengan hasil yang positif,” ujar Huistra.

Huistra menyebut timnya sudah mempelajari kekuatan Bali United. Namun, fokus utama PSS tetap diarahkan kepada kesiapan tim sendiri, termasuk kondisi pemain dan mental sebelum menjalani pertandingan perdana.

“Untuk Bali United, kami sudah tahu kekuatan mereka. Ini adalah pertandingan perdana kami. Sekarang kami harus fokus ke tim kami terlebih dahulu. Kami ingin melihat kondisi para pemain, mental, dan semuanya,” jelasnya.

“Kami sudah siap dan pasti kami sudah melihat kekuatan tim lawan seperti apa,” imbuh Huistra.

Prakiraan Susunan Pemain

Bali United (4-1-2-3): Mike Hauptmeijer; Ricky Fajrin, Thomas Lam, Joao Ferrari, Thijmen Goppel; Brandon Wilson, Kadek Agung, Teppei Yachida; Rahmat Arjuna, Remco Balk, Jort van der Sande

Pelatih: Johnny Jansen

PSS Sleman (4-3-3): Ega Rizky; Saiful Djoge, Christophe Nduwarugira, Cleberson, Kevin Gomes; Frederic Injay, Moussa Bagayoko, Hiromu Tanaka; Melvin Lorenzo, Matheus Fornazari, Riko Simanjuntak

Pelatih: Pieter Huistra

KLIKBETS – Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina. Legenda sepak bola Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin (31/8/2026).

Messi, yang kini berusia 39 tahun, menutup karier internasional setelah meraih pencapaian terbesar dengan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.

“Saya tahu ini adalah keputusan yang tepat, tetapi keputusan ini menyakitkan dan masih terasa begitu dalam di jiwa saya,” tulis Messi melalui Instagram.

“Saya bersumpah selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan untuk jersey ini.”

Keputusan Messi menjadi akhir dari sebuah era. Selama hampir tiga dekade berkarier di level internasional, La Pulga meninggalkan sederet rekor yang sulit ditandingi.

Messi tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Timnas Argentina, yakni 207 caps. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Albiceleste dengan koleksi 125 gol.

Ia melewati rekor Gabriel Batistuta yang sebelumnya mencetak 54 gol untuk Argentina pada Copa America Centenario 2016.

Messi kemudian mencatat penampilan ke-200 bersama Argentina saat menghadapi Aljazair pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, ia juga mencetak hattrick pertamanya di ajang Piala Dunia.

Rekor Lionel Messi Bersama Argentina

Di Piala Dunia, Messi juga mengukir sederet rekor luar biasa.

  • Penampilan terbanyak di Piala Dunia: 34 pertandingan.
  • Menit bermain terbanyak di Piala Dunia.
  • Satu-satunya pemain yang mencetak gol di fase grup, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final Piala Dunia.
  • Pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun, dengan rentang rekor dari Piala Dunia 2022 hingga 2026. Ia melewati rekor enam laga yang sebelumnya dipegang Just Fontaine dan Jairzinho.
  • Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia: 21 gol.
  • Pemberi assist terbanyak di Piala Dunia: 12 assist.
  • Kontribusi gol terbanyak di Piala Dunia: 33 gol dan assist dalam enam edisi.
  • Pemain outfield tertua yang tampil di final Piala Dunia, yakni pada usia 39 tahun 25 hari.
  • Pemain tertua yang mencetak hattrick di Piala Dunia, pada usia 38 tahun 357 hari.
  • Meraih lima penghargaan Player of the Match dalam satu edisi Piala Dunia, sebuah rekor yang dicatat pada 2026.

Dominasi di Copa America

Bukan hanya di Piala Dunia, Messi juga menjadi sosok sentral dalam sejarah Copa America.

La Pulga tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah Copa America. Ia juga menjadi pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Di era Messi, Argentina meraih sejumlah trofi penting, termasuk Piala Dunia 2022, dua gelar Copa America, dan Finalissima.

Kini, setelah menghabiskan puluhan tahun membela negaranya, Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan warisan yang luar biasa.

Rekor demi rekor telah ditorehkannya. Bukan berlebihan jika perjalanan Messi bersama Argentina disebut sebagai salah satu kisah paling spektakuler dalam sejarah sepak bola internasional.

LARISBOLA – Manchester United telah memulai rangkaian pramusim menjelang musim 2026/2027. Era baru di bawah pelatih Michel Carrick menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Tiga pemain baru telah bergabung untuk memperkuat skuad Setan Merah. Namun, perhatian utama tetap tertuju kepada para pemain lama yang harus membuktikan diri di hadapan sang pelatih.

Musim depan akan menjadi tantangan besar karena Manchester United kembali tampil di Liga Champions. Persaingan memperebutkan tempat utama pun dipastikan semakin ketat di semua lini.

Selain pemain senior yang sedang berjuang mempertahankan posisinya, sejumlah talenta akademi juga berusaha mencuri perhatian. Jadwal pramusim yang padat menjadi panggung ideal untuk menunjukkan kualitas mereka.

Berikut tujuh pemain Manchester United yang paling membutuhkan penampilan impresif sepanjang pramusim. Performa mereka bisa menentukan peran masing-masing pada musim kompetisi mendatang.

1. Joshua Zirkzee

Karier Joshua Zirkzee di Manchester United sejauh ini belum berjalan sesuai harapan. Setelah mencetak gol penentu kemenangan pada debutnya di Premier League, kontribusinya terus menurun.

Penyerang asal Belanda itu hanya mencetak delapan gol tambahan sejak bergabung. Pada musim 2025/2026, ia bahkan hanya mampu mencetak dua gol di semua kompetisi.

Persaingan kini semakin berat setelah hadirnya Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo. Pramusim menjadi kesempatan terbaik bagi Zirkzee untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus meyakinkan Michel Carrick agar tetap mempertahankannya.

2. Mason Mount

Cedera masih menjadi hambatan terbesar bagi Mason Mount sejak bergabung dengan Manchester United. Dalam tiga musim, gelandang Inggris itu belum pernah mencapai 30 penampilan dalam satu musim.

Padahal saat masih membela Chelsea, Mount dikenal sebagai gelandang kreatif yang produktif mencetak gol dan assist. Musim 2021/2022 menjadi bukti kualitas terbaik yang pernah ia tampilkan.

Dengan hadirnya Andrey Santos dan Youri Tielemans, persaingan di lini tengah semakin sengit. Mount harus memanfaatkan pramusim untuk membangun kembali ritme permainan dan kebugarannya.

3. Leny Yoro

Manchester United sempat memenangkan persaingan dengan Liverpool dan Real Madrid untuk mendapatkan Leny Yoro. Bek muda Prancis itu datang dengan status sebagai salah satu talenta bertahan terbaik di Eropa.

Namun, perkembangan Yoro dalam dua musim terakhir belum sesuai ekspektasi. Ia kesulitan menembus persaingan dengan Harry Maguire, Matthijs de Ligt, dan Lisandro Martinez.

Beberapa kesalahan individu juga membuat penampilannya mendapat sorotan. Pramusim menjadi momentum penting bagi Yoro untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi bagian utama lini belakang Manchester United.

4. Patrick Dorgu

Patrick Dorgu sempat kehilangan tempat pada era Ruben Amorim. Padahal, ia direkrut untuk mengisi peran wingback kiri dalam skema favorit pelatih asal Portugal tersebut.

Situasi berubah setelah Michel Carrick datang dan memberinya kesempatan bermain lebih menyerang. Dorgu tampil menjanjikan sebelum cedera panjang menghentikan performa apiknya.

Kini ia memiliki peluang besar untuk merebut tempat utama kembali. Penampilan konsisten selama pramusim akan memperkuat posisinya meski Manchester United masih berpeluang merekrut winger baru.

5. Harry Amass

Harry Amass merupakan salah satu bek kiri muda yang mulai mencuri perhatian. Ia sempat tampil bersama tim utama sebelum dipinjamkan ke Sheffield Wednesday dan Norwich City.

Sayangnya, cedera hamstring membuat proses perkembangannya terhambat. Kini ia kembali dan sudah mendapatkan menit bermain pada laga pramusim melawan Wrexham.

Peluang Amass cukup terbuka karena stok bek kiri Manchester United sangat terbatas. Jika mampu tampil meyakinkan, pemain berusia 19 tahun itu bisa menjadi pelapis utama Luke Shaw musim depan.

6. Toby Collyer

Toby Collyer tampil menjanjikan saat menembus tim utama pada musim 2024/2025. Gelandang bertahan itu dikenal memiliki etos kerja tinggi dan berani memenangkan duel.

Musim lalu, ia menjalani masa peminjaman di West Bromwich Albion dan Hull City. Namun, cedera membuat kesempatan menunjukkan kemampuannya menjadi sangat terbatas.

Kontrak Collyer akan berakhir pada 2027 sehingga masa depannya masih menjadi tanda tanya. Pramusim menjadi kesempatan emas untuk membuktikan bahwa ia masih layak masuk rencana Michel Carrick.

7. Shea Lacey

Shea Lacey sudah lama disebut sebagai salah satu lulusan akademi paling berbakat milik Manchester United. Winger berusia 19 tahun itu bahkan telah menjalani debut bersama tim utama musim lalu.

Lacey tampil impresif di level akademi, terutama bersama tim U-21. Penampilannya membuat sejumlah klub mulai tertarik meminjam jasanya demi memberi pengalaman bermain reguler.

Meski harus bersaing dengan Bryan Mbeumo dan Amad Diallo, peluangnya belum tertutup. Jika mampu tampil menonjol pada laga-laga pramusim, Lacey bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bersama tim utama musim depan.

Idnews.top – Klub Serie A, AS Roma mengomentari rumor yang beredar bahwa mereka memblokir kepindahan Manu Kone ke Chelsea. Ia menegaskan bahwa rumor yang beredar itu sama sekali tidak benar.

Di deadline day kemarin, Chelsea mengambil langkah besar. Mereka memutuskan untuk menjual gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez ke Manchester City dengan bayaran 125 juta pounds.

Kepergian Enzo Fernandez menyisakan lubang besar di lini tengah The Blues. Itulah mengapa mereka mencari penggantinya, dan salah satu nama yang dikaitkan dengan Chelsea adalah Manu Kone.

Namun kabarnya, AS Roma memblokir kepindahan Kone di deadline day kemarin. Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, dikabarkan sampai melakukan veto untuk mencegah sang gelandang pindah ke London Barat.

Tidak Ada Tawaran Masuk

Baru-baru ini, direktur AS Roma, Tony D’Amico resmi membantah kabar bahwa klubnya menghalangi kepindahan Kone ke Chelsea.

Ia menyebut bahwa Chelsea tidak benar-benar serius untuk mendatangkan Kone, bahkan ia mengonfirmasi tim besutan Xabi Alonso tidak mengajukan tawaran apapun untuk transfer sang gelandang.

“Manu Kone tidak pernah nyaris bergabung dengan Chelsea, dan saya bisa bilang kami sama sekali tidak menerima penawaran resmi untuknya dari Chelsea,” buka D’Amico.

Tidak Ada Veto Pelatih

D’Amico juga meluruskan rumor bahwa Gasperini melakukan veto sehingga transfer Kone ke Inggris gagal terlaksana. Ia memastikan kabar itu sama sekali tidak benar.

Ia menyebut bahwa Chelsea tidak melakukan pendekatan yang serius pada Kone, sehingga sejak awal kepindahan sang gelandang ke Stamford Bridge itu murni spekulatif semata.

“Gasperini bahkan tidak melakukan veto karena tidak ada apa-apa. Mereka (Chelsea) hanya menghubungi kami, dan itu sesuatu yang biasa di bursa transfer. Namun satu yang jelas, mekrea tidak mengajukan tawaran apapun,” pungkas sang Direktur.

Gagal Transfer

Selain Kone, ada satu gelandang lain yang sempat dikaitkan dengan Chelsea di deadline day kemarin, yaitu Lamine Camara.

The Blues dikabarkan sudah bersepakat dengan AS Monaco untuk transfer itu, namun tiba-tiba klub asal Prancis itu membatalkan kesepakatan dan Chelsea tidak mendatangkan gelandang baru di deadline day.

AS Roma Bantah Halangi Manu Kone ke Chelsea

BolaIndonesia – AS Roma akhirnya angkat bicara mengenai rumor transfer Manu Kone ke Chelsea yang ramai pada deadline day bursa transfer musim panas 2026. Giallorossi membantah kabar bahwa mereka sengaja menghalangi kepindahan gelandang asal Prancis tersebut ke Stamford Bridge.

Rumor transfer Manu Kone ke Chelsea mencuat setelah The Blues kehilangan Enzo Fernandez yang pindah ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai £125 juta. Chelsea kemudian dikaitkan dengan sejumlah gelandang, termasuk Kone yang bermain untuk AS Roma.

Namun, cerita yang berkembang di media kemudian menyebut AS Roma melakukan veto terhadap transfer tersebut. Bahkan, muncul kabar bahwa pelatih Gian Piero Gasperini tidak mengizinkan Kone pergi.

Kini, direktur olahraga Roma Tony D’Amico memberikan klarifikasi. Menurutnya, cerita tersebut jauh dari kenyataan.

Manu Kone Tetap di AS Roma

D’Amico mengakui memang terdapat komunikasi antara Chelsea dan AS Roma terkait Manu Kone. Namun, menurut sang direktur olahraga, komunikasi tersebut hanya sebatas penjajakan awal.

Dengan kata lain, belum pernah terjadi negosiasi serius yang kemudian berujung pada penawaran resmi.

“Lebih dari sekadar negosiasi, itu hanya sebuah penjajakan. Ada kontak informatif dengan Chelsea, tetapi tidak ada pendekatan resmi,” jelas D’Amico dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa Chelsea sudah datang dengan tawaran konkret untuk membawa Kone ke Inggris.

Roma, menurut D’Amico, tidak berada dalam posisi harus menolak tawaran karena memang tidak ada tawaran resmi yang masuk.

Nawar Aja Kagak!

Inilah bagian yang membuat rumor transfer Manu Kone semakin menarik.

D’Amico secara tegas menyebut Chelsea tidak pernah mengajukan proposal resmi kepada AS Roma. Kontak yang terjadi hanya berupa penjajakan untuk mengetahui kemungkinan transfer sang pemain.

“Tidak ada tawaran resmi,” tegas D’Amico.

Sebelumnya, laporan Fabrizio Romano juga menyebut Chelsea memang melakukan kontak dengan pihak agen Kone sebagai salah satu opsi untuk memperkuat lini tengah. Namun ketika itu, transfer belum berkembang menjadi sesuatu yang serius dan Roma masih ingin mempertahankan pemainnya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa rumor mengenai Kone hampir bergabung dengan Chelsea tampaknya berkembang jauh lebih besar dibandingkan proses sebenarnya.

Gasperini Tidak Pernah Melakukan Veto

Selain persoalan tawaran, D’Amico juga membantah rumor bahwa Gian Piero Gasperini melakukan veto terhadap transfer Manu Kone.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa sang pelatih tidak ingin kehilangan gelandang Prancis tersebut pada penghujung bursa transfer.

Rumor Manu Kone ke Chelsea kembali menjadi perhatian.

Menurutnya, tidak pernah ada ultimatum dari Gasperini kepada manajemen Roma. Bahkan, tidak ada ancaman pengunduran diri dari sang pelatih akibat potensi kepergian Kone.

“Dengan demikian, kabar Manu Kone ke Chelsea belum menunjukkan adanya kesepakatan resmi.”

Klarifikasi tersebut sekaligus memperjelas bahwa Kone tidak benar-benar berada di ambang kepindahan ke Chelsea.

Manu Kone Tetap di AS Roma

Pada akhirnya, Manu Kone tetap menjadi bagian penting dari skuad AS Roma untuk musim 2026/2027.

Sebelum klarifikasi D’Amico, Gasperini juga sudah memberikan sinyal kuat bahwa dirinya tidak melihat kemungkinan Kone meninggalkan klub. Sang pelatih menyatakan tidak mendapat informasi bahwa pemain tersebut akan pergi dan menegaskan klub tidak memiliki rencana menjual pemain pada penghujung bursa transfer.

Keputusan mempertahankan Kone tentu masuk akal mengingat perannya di lini tengah Roma. Gelandang asal Prancis itu memiliki karakter permainan yang agresif, kuat dalam duel, serta mampu membantu tim dalam fase bertahan maupun menyerang.

Roma pun membutuhkan kedalaman skuad karena mereka harus menghadapi kompetisi domestik dan Eropa sepanjang musim.

Chelsea Gagal Dapat Pengganti Enzo Fernandez

Sementara itu, Chelsea menghadapi situasi yang cukup pelik setelah kepergian Enzo Fernandez.

The Blues membutuhkan gelandang baru untuk mengisi ruang yang ditinggalkan pemain Argentina tersebut. Manu Kone menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan bersama Lamine Camara dari AS Monaco.

Namun, upaya Chelsea juga mengalami kendala ketika mengejar Camara. Laporan terbaru menyebut kesepakatan tersebut akhirnya gagal terealisasi menjelang penutupan bursa transfer.

Alhasil, Chelsea harus menutup bursa transfer tanpa mendapatkan pengganti baru yang benar-benar setara dengan Enzo Fernandez.

Kesimpulan

Jadi, rumor bahwa AS Roma menghalangi Manu Kone ke Chelsea ternyata tidak sepenuhnya sesuai kenyataan.

Roma memang menerima kontak dari Chelsea dan mengetahui ketertarikan The Blues terhadap Kone. Namun, tidak pernah ada tawaran resmi yang masuk ke meja manajemen Giallorossi.

Tidak ada veto Gasperini, tidak ada ultimatum, dan tidak ada negosiasi besar yang gagal. Chelsea hanya melakukan penjajakan, sementara Manu Kone akhirnya tetap bertahan di Olimpico.

Dengan bursa transfer musim panas 2026 telah ditutup, Kone kini akan melanjutkan perjalanannya bersama AS Roma. Jika Chelsea kembali mengincarnya pada bursa transfer berikutnya, situasinya tentu bisa berbeda—terutama jika The Blues benar-benar datang membawa proposal resmi.

Bek asing Persib Bandung, Danijel Loncar, mengaku antusias menyambut laga perdana Maung Bandung di BRI Super League 2026/2027.

Persib akan menghadapi PSM Makassar pada laga pembuka. Pertandingan kedua tim digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (6-9-2026).

Laga ini jadi momentum bagi Persib untuk memulai kompetisi dengan meraih hasil positif.

Bagi Loncar, laga kontra PSM jadi kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu Bobotoh yang memadati Stadion GBLA.

Sejak pertama kali bergabung, Loncar mengaku terkesan dengan dukungan yang diberikan para suporter.

Dia melihat Persib memiliki basis suporter yang sangat besar dan menjadi energi tambahan untuk tim.

“Saya sangat antusias berada di sini, terutama saat melihat begitu banyak pendukung dan betapa besar dukungan yang mereka berikan. Saya juga tidak sabar menunggu di pekan depan untuk melihat mereka di stadion, dan kami bisa merayakannya bersama-sama,” ungkap Loncar di Bandung.

Keputusan Mudah

Loncar merupakan rekrutan anyar Persib musim ini. Pemain berusia 27 tahun asal Krosia tersebut diproyeksikan untuk menambah kekuatan di lini pertahanan Maung Bandung.

Sebelum memutuskan berlabuh ke Persib, Loncar sempat menjalin komunikasi dengan tim pelatih Persib yang juga berasal dari Kroasia.

Dia mendapat informasi tentang klub dari dua pemain Persib asal Balkan, yakni Balsa Sekulic dan Luka Menalo.

“Saya berbicara dengan para pelatih, juga dengan Luka dan Balsa, mereka menceritakan segalanya kepada saya, bahwa semuanya berada di tingkat tinggi, seperti di Eropa. Bagi saya, ini adalah keputusan yang mudah untuk datang ke sini secepat mungkin,” jelasnya.

Jalani Recovery

Menjelang laga kontra PSM, Loncar memastikan ia dan rekan-rekannya mulai bersiap untuk pertandingan tersebut.

Tim Maung Bandung saat ini sedang menjalani recovery setelah melawan Manila Digger pada laga play-off AFC Champions League Two.

“Kami mulai bersiap untuk pertandingan berikutnya. Hari ini masih hari pemulihan bagi para pemain yang bermain paling banyak menit pada pertandingan terakhir, dan kami akan bekerja keras,” kata Loncar, Rabu kemarin.

Federico Gatti Dikejar FC Porto, Juventus Buka Pintu Keluar

BolaIndonesia – Juventus berpotensi melepas salah satu bek andalannya pada bursa transfer musim panas 2026. Federico Gatti kini dikabarkan masuk radar serius FC Porto, yang ingin memboyong sang pemain ke Portugal.

Situasi Gatti di Juventus memang tengah menjadi sorotan. Bek asal Italia tersebut disebut tidak mendapatkan jaminan menit bermain yang cukup di bawah arahan Luciano Spalletti. Kondisi itu membuat peluang dirinya meninggalkan Allianz Stadium semakin terbuka.

Menurut laporan terbaru, FC Porto menjadi salah satu klub yang paling serius mengejar tanda tangan Gatti. Klub Portugal tersebut bahkan telah melakukan pendekatan awal kepada Juventus.

Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan final. Juventus masih mempertimbangkan formula transfer yang paling menguntungkan bagi klub.

FC Porto Serius Kejar Gatti

FC Porto membutuhkan tambahan tenaga di posisi bek tengah. Pelatih Francesco Farioli disebut tertarik dengan karakter permainan Gatti yang kuat dalam duel fisik serta memiliki pengalaman bermain di level tertinggi Italia dan kompetisi Eropa.

Gatti dianggap bisa menjadi tambahan penting bagi lini belakang Porto. Selain memiliki kemampuan bertahan yang cukup solid, pemain tersebut juga dikenal berani dalam melakukan duel dan tidak ragu membantu tim ketika membangun serangan dari belakang.

Bagi Gatti sendiri, tawaran dari Porto bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Persaingan di lini belakang Juventus membuat posisi Gatti tidak lagi seaman sebelumnya. Karena itu, kepindahan ke Portugal berpotensi menjadi jalan keluar bagi sang pemain untuk menghidupkan kembali kariernya sekaligus menjaga peluang memperkuat Timnas Italia.

Tawaran Pertama Porto Ditolak Juventus

Meski ketertarikan Porto cukup serius, transfer Federico Gatti belum menemui titik akhir.

Laporan yang beredar menyebut tawaran awal Porto telah ditolak Juventus. Salah satu masalah utama berada pada formula transfer yang ditawarkan.

Porto disebut menginginkan skema peminjaman dengan opsi pembelian. Juventus kabarnya tidak terlalu tertarik dengan formula tersebut karena klub membutuhkan pemasukan dari penjualan pemain.

Bianconeri lebih terbuka terhadap opsi pinjaman dengan kewajiban membeli atau transfer permanen. Karena itu, masih ada kemungkinan Porto mengajukan proposal baru sebelum bursa transfer Portugal ditutup.

Situasi tersebut membuat saga Gatti masih sangat menarik untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan.

Gatti Ingin Pergi dari Juventus

Keinginan pemain juga menjadi faktor penting dalam proses negosiasi.

Gatti dikabarkan memahami bahwa persaingan mendapatkan tempat utama di Juventus semakin sulit. Karena itu, sang bek disebut terbuka terhadap kemungkinan melanjutkan karier di luar Italia.

Bermain untuk FC Porto dapat memberikan Gatti kesempatan tampil lebih reguler. Selain itu, pengalaman di Portugal juga bisa menjadi tantangan baru dalam karier profesionalnya.

Keinginan mendapatkan menit bermain secara konsisten juga berkaitan dengan ambisinya mempertahankan tempat di Timnas Italia. Dengan kompetisi yang semakin ketat, bermain secara reguler di level klub tentu menjadi salah satu faktor penting.

Galatasaray dan Klub Arab Saudi Ikut Memantau

FC Porto bukan satu-satunya klub yang dikaitkan dengan Federico Gatti.

Bek Juventus tersebut juga disebut menarik perhatian Galatasaray dan salah satu klub dari Arab Saudi. Artinya, Juventus masih memiliki beberapa opsi apabila negosiasi dengan Porto tidak mencapai kesepakatan.

Kondisi ini juga bisa membuat persaingan mendapatkan Gatti semakin menarik. Juventus tentu akan mempertimbangkan proposal yang paling sesuai dengan kebutuhan klub.

Bagi Bianconeri, melepas Gatti dapat membantu mengurangi jumlah pemain di sektor pertahanan sekaligus membuka ruang finansial untuk pergerakan transfer lainnya.

Belum Resmi, tetapi Peluang Terbuka

Untuk saat ini, Federico Gatti belum resmi menjadi pemain FC Porto. Negosiasi masih berlangsung dan proposal awal Porto telah ditolak Juventus.

Namun, peluang transfer tersebut belum tertutup. Porto masih dapat mengajukan tawaran baru dengan formula yang lebih sesuai dengan keinginan Juventus.

Jika kesepakatan berhasil tercapai, Gatti akan memulai petualangan baru di luar Italia. Sementara bagi Juventus, kepergiannya akan menjadi salah satu perubahan penting dalam komposisi lini belakang.

Perkembangan saga Juventus dan Federico Gatti masih layak dinantikan hingga penutupan bursa transfer Portugal. Semua kini bergantung pada proposal berikutnya yang akan diajukan FC Porto dan keputusan akhir Juventus terkait masa depan sang bek.