
BolaIndonesia – Masa depan Santiago Gimenez di AC Milan kembali menjadi sorotan. Striker asal Meksiko tersebut kini dikaitkan dengan dua klub yang sama-sama tertarik membawanya pergi dari San Siro, yakni Lazio dan FC Porto.
Kedua klub dilaporkan telah melakukan pendekatan terkait kemungkinan merekrut Gimenez. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan karena AC Milan masih mempertimbangkan skema transfer yang ditawarkan. Persoalan utamanya adalah apakah Rossoneri bersedia melepas sang striker dengan status pinjaman.
Situasi tersebut membuat masa depan Gimenez semakin menarik untuk dinantikan. Apalagi, AC Milan memiliki kepentingan sendiri dalam menentukan langkah terbaik untuk pemain yang mereka datangkan dengan investasi cukup besar.
Lazio dan FC Porto Mulai Bergerak
Lazio menjadi salah satu klub yang cukup serius memantau situasi Santiago Gimenez. Klub asal ibu kota Italia tersebut kembali melakukan kontak terkait kemungkinan membawa penyerang Meksiko itu ke Olimpico.
Lazio disebut menginginkan kesepakatan awal berupa peminjaman. Dalam skema yang dibicarakan, terdapat kemungkinan opsi pembelian pada akhir masa peminjaman. Akan tetapi, Milan dikabarkan lebih menginginkan klausul kewajiban membeli agar kepergian Gimenez memberikan kepastian finansial bagi klub.
Perbedaan keinginan tersebut menjadi salah satu hambatan utama. Lazio membutuhkan penyerang baru, tetapi belum tentu siap melakukan investasi permanen sejak awal. Di sisi lain, Milan ingin menghindari situasi yang membuat mereka harus kembali menghadapi persoalan Gimenez pada musim berikutnya.
FC Porto kemudian ikut masuk dalam persaingan. Klub Portugal tersebut memiliki alasan tersendiri untuk mengejar Gimenez karena kebutuhan di lini depan mereka meningkat setelah muncul persoalan cedera yang melibatkan Samu Omorodion.
AC Milan Masih Bimbang soal Peminjaman
AC Milan sendiri belum memberikan lampu hijau untuk transfer tersebut. Rossoneri harus mempertimbangkan dengan matang apakah peminjaman merupakan solusi terbaik bagi Gimenez dan klub.
Milan mendatangkan Gimenez dari Feyenoord pada Januari 2025 dengan nilai sekitar €30,2 juta ditambah bonus. Karena itu, melepasnya secara permanen maupun melalui peminjaman harus diperhitungkan dari sisi olahraga dan keuangan.
Laporan terbaru menyebut Milan membutuhkan pemasukan dari penjualan pemain untuk membantu membiayai aktivitas transfer mereka. Situasi ini membuat opsi pinjaman tanpa kewajiban membeli menjadi kurang ideal bagi Rossoneri.
Milan tentu tidak ingin kehilangan pemain yang mereka beli dengan harga tinggi tanpa mendapatkan kepastian bahwa sang striker pada akhirnya akan menghasilkan pemasukan signifikan.
Gimenez Belum Maksimal di San Siro
Salah satu alasan munculnya rumor transfer adalah performa Gimenez yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sejak bergabung dengan Milan.
Striker berusia 25 tahun tersebut memang sempat menunjukkan kualitasnya, tetapi konsistensinya belum seperti yang diharapkan. Cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada musim lalu bahkan membuat perjalanan Gimenez semakin sulit.
Laporan yang tersedia mencatat Gimenez telah membukukan tujuh gol dan enam assist dalam 37 penampilan kompetitif bersama Milan. Namun, cedera serius yang membutuhkan operasi pada Desember membuatnya harus menepi cukup lama.
Kondisi tersebut tentu memengaruhi persaingan Gimenez untuk mendapatkan tempat utama. Sang pemain membutuhkan menit bermain reguler agar bisa kembali menemukan ritme, kepercayaan diri, dan ketajaman di depan gawang.
Lazio Bisa Menjadi Jalan Keluar
Jika Milan akhirnya menerima tawaran peminjaman, Lazio bisa menjadi salah satu tujuan yang menarik bagi Gimenez.
Keuntungan terbesar adalah Gimenez tidak perlu beradaptasi dengan kompetisi baru. Ia tetap bermain di Serie A, tetapi memperoleh kesempatan untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak bersama Lazio.
Lazio sendiri membutuhkan tambahan kekuatan di lini serang. Kehadiran Gimenez dapat memberikan opsi berbeda di lini depan karena sang striker memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa dan dikenal memiliki naluri mencetak gol.
Namun, masalahnya kembali kepada struktur transfer. Lazio dikabarkan lebih nyaman dengan skema pinjaman plus opsi membeli, sedangkan Milan menginginkan kepastian lebih besar melalui kewajiban membeli.
FC Porto Punya Keunggulan dari Masa Lalu
FC Porto juga menawarkan daya tarik berbeda bagi Gimenez. Sebelum bersinar bersama Feyenoord dan kemudian pindah ke Milan, sang striker pernah memperkuat klub Portugal tersebut.
Karena itu, kemungkinan kembali ke Porto bukan sekadar transfer biasa. Gimenez sudah mengenal lingkungan klub dan sepak bola Portugal sehingga proses adaptasi secara teori bisa lebih mudah.
Porto juga memiliki kebutuhan mendesak di lini depan. Kondisi tersebut membuat Gimenez berpotensi langsung mendapatkan peran penting jika kesepakatan berhasil diwujudkan. Laporan terbaru bahkan menyebut pendekatan Porto kepada Milan mulai mendapatkan perhatian serius.
Bola Ada di Tangan AC Milan
Untuk sekarang, keputusan utama berada di tangan AC Milan. Lazio dan FC Porto sama-sama menunjukkan ketertarikan, tetapi transfer belum dapat dianggap selesai.
Rossoneri harus memilih antara mempertahankan Gimenez dan memberinya kesempatan kembali membuktikan kemampuan, atau melepasnya melalui skema yang dianggap paling menguntungkan klub.
Sementara itu, Gimenez juga membutuhkan kepastian mengenai masa depannya. Setelah periode yang tidak mudah di Milan, sang striker membutuhkan klub yang mampu memberinya kesempatan bermain secara konsisten.
Dengan bursa transfer musim panas 2026 yang masih berjalan, persaingan Lazio dan FC Porto untuk mendapatkan Santiago Gimenez diperkirakan akan terus berkembang.
Satu hal yang jelas, masa depan Gimenez belum menemui titik akhir. Lazio sudah bergerak, FC Porto ikut memburu, sementara AC Milan masih harus menentukan apakah peminjaman menjadi solusi atau justru menjual sang striker secara permanen merupakan pilihan yang lebih tepat.
