
BolaIndonesia – Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat dari yang diperkirakan. Die Mannschaft secara mengejutkan tersingkir setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada laga babak 32 besar.
Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur turnamen. Paraguay, yang tidak banyak diunggulkan sebelum pertandingan dimulai, justru mampu menunjukkan mental luar biasa ketika menghadapi tekanan dari salah satu raksasa sepak bola dunia.
Kemenangan tersebut memastikan La Albirroja melaju ke babak 16 besar, sementara Jerman kembali gagal memenuhi ekspektasi publik sepak bola dunia. Kekalahan ini juga memperpanjang catatan kurang memuaskan Der Panzer di ajang Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir.
Paraguay Unggul Lebih Dulu Lewat Julio Enciso
Sejak peluit pertama dibunyikan, Jerman langsung mencoba mengambil alih penguasaan bola. Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Kai Havertz bergantian membangun serangan dari lini tengah.
Namun justru Paraguay yang mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu. Melalui sebuah serangan efektif, Julio Enciso berhasil menyundul bola menjadi gol dan membuat pendukung Paraguay bersorak.
Gol tersebut membuat pertandingan berubah drastis. Paraguay semakin disiplin bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Sebaliknya, Jerman terus meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.
Meski menciptakan sejumlah peluang emas, penyelesaian akhir Die Mannschaft belum mampu menembus pertahanan rapat Paraguay hingga babak pertama berakhir.
Kai Havertz Menjaga Asa Jerman
Memasuki babak kedua, Jerman tampil jauh lebih agresif. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-52.
Kai Havertz sukses mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Julian Nagelsmann. Mereka terus mengurung pertahanan Paraguay melalui kombinasi serangan dari kedua sisi lapangan.
Sementara itu Paraguay memilih bermain lebih sabar. Mereka tetap berbahaya melalui serangan balik cepat yang beberapa kali membuat lini belakang Jerman bekerja keras mengamankan situasi.
Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Drama Extra Time dan Keputusan VAR
Pada babak tambahan, Jerman sebenarnya sempat merasa berhasil membalikkan keadaan setelah mencetak gol.
Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, dinilai terjadi sebelum bola masuk ke gawang sehingga skor tetap bertahan 1-1.
Keputusan tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Jerman kehilangan momentum, sementara Paraguay semakin percaya diri mampu membawa laga hingga adu penalti.
Beberapa peluang kembali tercipta dari kedua kubu, namun ketangguhan lini pertahanan dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tidak berubah hingga peluit akhir extra time dibunyikan.
Adu Penalti Jadi Penentu Nasib
Babak adu penalti berlangsung penuh ketegangan. Paraguay tampil lebih tenang ketika menjadi algojo.
Sebaliknya, Jerman justru kehilangan ritme pada momen paling krusial. Orlando Gill tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan tendangan Kai Havertz, sementara Jonathan Tah gagal memanfaatkan kesempatan setelah eksekusinya melambung.
Jose Canale kemudian menjadi penendang penentu kemenangan Paraguay. Eksekusinya yang tenang memastikan Paraguay menang 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tiket menuju babak 16 besar.
Para pemain Paraguay langsung merayakan kemenangan bersejarah tersebut bersama para pendukung yang memenuhi stadion.
Jerman Pulang Lebih Cepat, Paraguay Lanjutkan Mimpi
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu kandidat juara. Dominasi penguasaan bola dan banyaknya peluang ternyata belum cukup untuk membawa mereka melewati perlawanan disiplin Paraguay.
Sebaliknya, Paraguay kembali membuktikan bahwa semangat juang dan organisasi permainan mampu mengalahkan perbedaan kualitas di atas kertas. Keberhasilan ini menjadi kemenangan fase gugur Piala Dunia pertama mereka sejak 2010 sekaligus membuka peluang mencatat sejarah baru di turnamen edisi kali ini.
Di babak 16 besar, Paraguay akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis melawan Swedia dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses menumbangkan salah satu kekuatan utama Eropa. Sementara bagi Jerman, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar untuk membangun kembali kekuatan tim menuju turnamen internasional berikutnya.
