30 Oktober 2026

> BERITA BOLA VIRAL

Berita sepak bola sajian Info Berita BOLA VIRAL, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

BolaIndonesia – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertandingan menarik pada 3 Juli 2026. Spanyol sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah tampil dominan atas Austria. Di sisi lain, Portugal akan menghadapi Kroasia dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.

Selain persaingan di lapangan, bursa transfer Eropa juga semakin memanas. Sejumlah klub besar mulai bergerak untuk memperkuat skuad jelang musim baru.

Spanyol Tampil Meyakinkan ke Babak 16 Besar

Timnas Spanyol menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara. Sejak menit awal, La Furia Roja menguasai jalannya pertandingan dan mampu menciptakan banyak peluang.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya. Sementara itu, Lamine Yamal kembali memperlihatkan performa luar biasa sehingga mendapat banyak pujian.

Berkat kemenangan tersebut, Spanyol melangkah ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Kini mereka menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai di fase gugur.

Portugal vs Kroasia Jadi Sorotan Dunia

Selanjutnya, perhatian pecinta sepak bola tertuju pada duel Portugal kontra Kroasia.

Portugal masih mengandalkan Cristiano Ronaldo sebagai pemimpin di lini depan. Sebaliknya, Kroasia membawa pengalaman serta organisasi permainan yang solid sehingga diyakini mampu memberikan perlawanan sengit.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki target lolos ke babak berikutnya. Oleh sebab itu, setiap peluang sekecil apa pun akan sangat menentukan hasil akhir.

Bursa Transfer Eropa Ikut Memanas

Selain Piala Dunia, kabar dari bursa transfer juga menjadi perhatian.

Tottenham Hotspur resmi menyelesaikan transfer gelandang muda Portugal, Mateus Fernandes. Kehadiran pemain berusia 21 tahun tersebut menjadi salah satu pembelian terbesar klub pada musim panas ini.

Di sisi lain, Manchester City terus aktif memperkuat skuad. Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan Liga Inggris musim depan dipastikan semakin menarik.

Peluang Juara Semakin Terbuka

Memasuki fase gugur, persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat. Setiap pertandingan kini menjadi laga hidup dan mati sehingga tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan.

Spanyol telah mengirim pesan kuat kepada para rivalnya. Namun demikian, Portugal masih berpeluang menyusul apabila mampu mengatasi perlawanan Kroasia.

Dengan kualitas pemain yang dimiliki masing-masing tim, para penggemar sepak bola dipastikan akan kembali disuguhkan pertandingan kelas dunia sepanjang babak gugur Piala Dunia 2026.

Man of the Match Spanyol vs Austria: Lamine Yamal Bersinar, La Roja Menang 3-0

BolaIndonesia – Timnas Spanyol sukses melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0. Meski Mikel Oyarzabal mencetak dua gol dan Pedro Porro turut menyumbang satu gol, penghargaan Man of the Match justru jatuh kepada bintang muda berusia 18 tahun, Lamine Yamal.

Penampilan Yamal kembali membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu pemain paling berbahaya di turnamen ini. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menggiring bola membuat lini pertahanan Austria terus berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Laga yang berlangsung di SoFi Stadium itu memperlihatkan dominasi penuh La Roja sejak menit awal. Austria nyaris tidak mampu mengembangkan permainan karena agresivitas pressing dan penguasaan bola Spanyol yang sangat efektif. Meski tidak mencetak gol, kontribusi Yamal dalam membangun serangan menjadi salah satu faktor utama kemenangan telak tersebut.

Kreativitas Yamal Membongkar Pertahanan Austria

Sejak peluit pertama dibunyikan, Lamine Yamal langsung menjadi pusat perhatian. Bermain di sisi kanan, winger Barcelona tersebut berkali-kali memenangi duel satu lawan satu dan memaksa bek Austria bekerja ekstra keras.

Beberapa kali aksinya menghasilkan peluang emas. Salah satu momen terbaik terjadi ketika ia melewati dua pemain sekaligus sebelum melepaskan tembakan keras yang masih mampu diamankan Alexander Schlager. Sepanjang pertandingan, Yamal terus menjadi pemain yang paling aktif menusuk ke kotak penalti lawan.

Pergerakannya juga membuka ruang bagi rekan-rekan setim. Austria kesulitan menentukan siapa yang harus dikawal karena fokus mereka terus tertuju kepada pemain muda tersebut. Situasi itu dimanfaatkan Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro untuk masuk ke area berbahaya dan mencetak gol.

Meski statistik gol dan assist tidak berpihak kepadanya, pengaruh Yamal terhadap ritme permainan Spanyol sangat terasa. Ia menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan, sekaligus memaksa Austria bermain jauh lebih bertahan dari rencana awal mereka.

Layak Menjadi Man of the Match

FIFA akhirnya menetapkan Lamine Yamal sebagai pemain terbaik pertandingan. Penghargaan tersebut dinilai tepat karena kontribusinya jauh melampaui angka statistik.

Yamal berhasil menciptakan banyak peluang, memenangkan duel individu, dan menjadi sumber inspirasi serangan Spanyol selama 90 menit. Setiap kali menguasai bola, pemain muda itu mampu menghidupkan atmosfer stadion sekaligus membuat lini belakang Austria kehilangan keseimbangan.

Penampilan ini juga menunjukkan bahwa kondisi fisiknya semakin membaik setelah sempat mengalami masalah hamstring sebelum turnamen dimulai. Kini, Yamal tampil semakin percaya diri dan menjadi ancaman nyata bagi setiap lawan yang dihadapi Spanyol.

Spanyol Kian Percaya Diri Menuju Babak 16 Besar

Kemenangan atas Austria memperpanjang catatan impresif Spanyol yang belum terkalahkan dalam 34 pertandingan internasional. Lebih hebat lagi, mereka masih belum kebobolan sepanjang Piala Dunia 2026.

Pelatih Luis de la Fuente memuji performa kolektif timnya, namun menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai. Babak gugur akan menghadirkan lawan-lawan yang lebih berat sehingga konsistensi menjadi faktor penting.

Dengan performa seperti saat menghadapi Austria, Spanyol kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia. Kombinasi pengalaman para pemain senior dan ledakan talenta muda seperti Lamine Yamal membuat La Roja memiliki keseimbangan yang sulit dihentikan.

Yamal sendiri usai pertandingan menyebut bahwa “Piala Dunia dimulai sekarang”, sebuah pernyataan yang menggambarkan keyakinan tinggi skuad Spanyol memasuki fase penentuan. Jika sang winger mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.

BOLADONESIA – Kemenangan timnas Spanyol atas timnas Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 diwarnai sebuah torehan rekor oleh sang kiper, Unai Simon. Clean sheet pada laga yang dimenangi Spanyol dengan 3-0 itu, dia mematahkan rekor milik Walter Zenga yang telah bertahan selama 36 tahun.

Tak kebobolan oleh pemain Austria, Simon kini membukukan clean sheet selama 519 menit di Piala Dunia. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1990, Walter Zenga membukukan rekor tak kebobolan selama 517 menit. Selama 36 tahun, tak ada kiper yang mampu memecahkan rekor clean sheet terlama itu hingga akhirnya Simon melakukannya.

Kali terakhir gawang Unai Simon jebol saat Spanyol kalah 1-2 dari Jepang pada matchday III fase grup Piala Dunia 2022. Jala gawangnya digetarkan Ao Tanaka saat pertandingan berjalan 51 menit. Setelah itu, dia membukukan clean sheet meskipun Spanyol tersingkir oleh Maroko lewat adu penalti pada babak 16 besar. Lalu, di Piala Dunia 2026, dia tak kebobolan dalam 4 laga.

Kesuksesan Simon memecahkan rekor Zenga bisa dibilang di luar radar. Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, wacana soal pemecahan rekor selalu berkisar pada nama Lionel Messi, Kylian Mbappe, Cristiano Ronaldo, hingga Thibuat Courtois dan Manuel Neuer. Maklum saja, dia memasuki turnamen kali ini hanya berbekal clean sheet 159 menit.

Tantangan Khusus Unai Simon

Seiring kesuksesan timnas Spanyol lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, tentu saja Unai Simon punya peluang untuk terus mempertajam rekor clean sheet yang kini dipegangnya. Pada babak itu, lawan yang akan dihadapi La Furia Roja adalah pemenang laga Portugal vs Kroasia yang berlangsung hanya 2 jam setelah Spanyol memulangkan Austria.

Berbekal clean sheet dalam 5 laga beruntun, Simon kini punya tantangan baru. Itu adalah menyamai atau bahkan mematahkan rekor clean sheet terbanyak. Hingga saat ini, rekor tersebut masih dipegang Peter Shilton (Inggris) dan Fabien Barthez (Prancis). Keduanya sama-sama tak kebobolan dalam 10 laga.

Akan tetapi, Simon dipastikan tak akan bisa melakukan hal itu pada edisi kali ini. Pasalnya, jikapun Spanyol lolos ke final, dia hanya bisa tampil dalam 4 laga lagi. Artinya, kiper berumur 29 tahun itu harus menanti 4 tahun lagi untuk menyamai atau memecahkan rekor Shilton dan Barthez.

Meskipun demikian, Simon tetap punya peluang untuk membukukan rekor lain. Syaratnya, dia harus terus tak kebobolan hingga La Furia Roja juara. Jika itu mampu dilakukan, kiper Athletic BIlbao tersebut akan tercatat sebagai orang pertama yang gawangnya tak kebobobolan dalam satu edisi Piala Dunia, dari fase grup hingga final.

BOLADONESIA – Keisuke Honda membuat sebuah tawaran menarik kepada Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Dia terang-terangan mengaku siap menggantikan Hajime Moriyasu sebagai pelatih timnas Jepang.

Honda tak meminta kontrak jangka panjang. Dia hanya minta diberi kesempatan setahun dan meminta dievaluasi setelah gelaran Piala Asia 2027. Jika Samurai Blue gagal, dia siap untuk meninggalkan posnya.

“Saya tahu ini mungkin kontroversial, tapi izinkan saya mengungkapkannya. Saya melihat berita bahwa pelatih Hajime Moriyasu ditawari perpanjangan kontrak setahun,” ujar Keisuke Honda seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun X-nya.

Dia menambahkan, “Namun, jika itu hanya sementara karena mereka tak menemukan kandidat pelatih berikutnya, kenapa tak mencoba saya selama setahun? Jika kami kalah di Piala Asia, Anda bisa memecat saya tanpa perlu basa-basi. Saya siap dengan tantangan itu.”

Kendala Keisuke Honda

Tantangan yang disampaikan Keisuke Honda itu disikapi tenang oleh petinggi JFA. Direktur Teknik Masakumi Yamamoto mengakui eks bintang timnas Jepang itu bisa jadi salah satu opsi menarik. Namun, bukan untuk saat ini.

“Antusiasme itu penting dan kami akan memenelaahnya dari berbagai sudut pandang. Piala Dunia berikut dan penunjukan pelatih akan diputuskan setahap demi setahap,” ujar Yamamoto seperti dikutip Gekisaka.

Dia menambahkan, “Saya menyikapi serius pernyataannya dan saya pikir dia adalah orang berbakat. Sangat bagus bagi dunia sepak bola ketika Anda punya sikap seperti itu. Saya menilai dia sebagai salah satu talenta yang ingin saya lihat kiprahnya pada masa depan.”

Untuk saat ini, tak mungkin bagi JFA menerima tantangan Honda. Ada satu kendala besar. Honda belum memiliki lisensi kepelatihan resmi. Dia memang sempat bertugas menangani timnas Kamboja dari 2018 hingga 2023. Namun, posisi resminya sebagai manajer umum. Adapun posisi pelatih dipegang Ryu Hirose.

Belgia menyingkirkan Senegal 3-2 lewat extra time di Seattle (2/7/2026) WIB. Ini comeback kedua Red Devils dari tertinggal dua gol di fase gugur setelah Jepang

Belgia kembali membalikkan keadaan di ajang empat tahunan tersebut. Red Devils menyingkirkan Senegal 3-2 lewat perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat tertinggal dua gol.

Laga di Lumen Field, Seattle, Kamis (2/7/2026) WIB, sempat mengarah ke kemenangan Senegal hingga menit-menit akhir waktu normal. Belgia memaksa extra time dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Hasil ini menambah daftar comeback Belgia dari ketertinggalan 0-2 pada fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa saat melawan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Dua momen itu menempatkan Jepang dan Senegal sebagai korban kebangkitan dramatis Belgia di panggung Piala Dunia.

Lolos 16 Besar Usai Drama di Seattle

Senegal tampil lebih efektif di sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka unggul lebih dulu melalui Habib Diarra pada menit ke-24, dan memperlebar jarak lewat Ismaila Sarr pada menit ke-51.

Belgia berada di ambang eliminasi ketika waktu normal memasuki fase krusial. Harapan skuad berjuluk Red Devils muncul saat Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86.

Tiga menit berselang, Youri Tielemans menyundul umpan Leandro Trossard untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut memaksa duel berlanjut ke perpanjangan waktu.

Ketika laga tampak menuju adu penalti, keputusan VAR menghadirkan babak baru. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan menyatakan Tielemans dilanggar di kotak penalti.

Tielemans mengeksekusi sendiri kesempatan itu dan sukses pada menit 120+5. Belgia menang 3-2, mengamankan tempat di babak 16 besar dan mengakhiri laju Senegal dengan cara yang menyakitkan.

Jejak 2018: Jepang dan Awal Kebangkitan Red Devils

Delapan tahun sebelumnya, Belgia mencatat salah satu kebangkitan paling diingat di Piala Dunia. Pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, lawannya kala itu adalah Jepang.

Samurai Biru mengejutkan lewat gol Genki Haraguchi pada menit ke-48. Empat menit kemudian, Takashi Inui menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Belgia merespons melalui Jan Vertonghen yang memperkecil skor. Tekanan berlanjut, dan Marouane Fellaini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit kemudian.

Memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli menuntaskan peluang untuk memastikan kemenangan 3-2.

Dua Momen, Satu Pola di Fase Gugur

Kemenangan atas Jepang pada 2018 tercatat sebagai comeback pertama Belgia dari ketertinggalan dua gol pada fase gugur Piala Dunia. Di edisi 2026, Senegal menjadi korban terbaru skenario serupa.

Kali ini, Belgia melakukannya di babak 32 besar dan berujung tiket ke babak 16 besar. Polanya sama: tertinggal 0-2, menyamakan kedudukan jelang akhir, lalu menuntaskan kemenangan 3-2.

Dua catatan tersebut menegaskan kemampuan Belgia untuk bangkit pada momen paling menentukan, dengan Jepang dan Senegal sama-sama merasakan pahitnya comeback Red Devils di Piala Dunia.

Idnews.top – Belgia seperti memiliki hubungan khusus dengan pertandingan yang tampak nyaris berakhir dengan kekecewaan. Ketika harapan mulai menipis, tim berjuluk Red Devils itu justru mampu menemukan jalan untuk membalikkan keadaan.

Pemandangan tersebut kembali terlihat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle. Belgia tertinggal dua gol dari Senegal dan hanya beberapa menit lagi dari kepulangan lebih cepat.

Namun, sejarah ternyata belum selesai ditulis. Delapan tahun setelah membungkam Jepang lewat comeback ikonik, Belgia kembali menghadirkan cerita serupa dengan Senegal sebagai korban terbaru.

Saat Senegal Merasa Tiket Sudah di Tangan

Sepanjang sebagian besar pertandingan, Senegal tampil sebagai tim yang lebih dekat dengan kemenangan. Habib Diarra membuka keunggulan pada menit ke-24 sebelum Ismaila Sarr menggandakan skor pada awal babak kedua.

Skor 2-0 bertahan hingga laga memasuki fase akhir. Para pendukung Senegal mulai melihat babak 16 besar di depan mata, sementara Belgia tampak kehabisan waktu.

Keadaan berubah pada menit ke-86 ketika Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan harapan. Tiga menit kemudian, Youri Tielemans menyundul bola ke gawang Senegal dan membuat pertandingan kembali seimbang.

Perpanjangan waktu tidak langsung menghasilkan pemenang. Ketika adu penalti mulai terasa sebagai akhir yang paling mungkin, drama terakhir muncul pada masa tambahan waktu extra time.

Tinjauan VAR menghadirkan penalti untuk Belgia setelah Tielemans dijatuhkan di kotak penalti. Gelandang itu kemudian berdiri di depan bola dan mengirim tendangan yang memastikan kemenangan 3-2 pada menit 120+5.

Jepang yang Lebih Dulu Merasakan Luka yang Sama

Bagi banyak pendukung Belgia, comeback atas Senegal langsung mengingatkan pada malam bersejarah di Rusia pada 2018. Saat itu, Jepang sempat membuat Belgia berada di tepi jurang eliminasi.

Genki Haraguchi membuka keunggulan Jepang pada menit ke-48. Empat menit berselang, Takashi Inui melepaskan tembakan jarak jauh yang membawa Jepang memimpin 2-0.

Belgia perlahan menemukan jalan keluar dari tekanan. Jan Vertonghen memperkecil ketertinggalan sebelum Marouane Fellaini menyamakan skor menjadi 2-2.

Ketika laga memasuki detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Belgia melancarkan serangan cepat yang berawal dari area pertahanan sendiri. Nacer Chadli muncul di posisi yang tepat untuk menuntaskan umpan Thomas Meunier dan memastikan kemenangan 3-2.

Jepang menjadi korban pertama comeback dua gol Belgia di fase gugur Piala Dunia. Kini, delapan tahun kemudian, Senegal merasakan pengalaman yang hampir identik.

Dua pertandingan itu dipisahkan oleh waktu yang panjang. Namun, keduanya memiliki pesan yang sama bahwa Belgia adalah tim yang tetap berbahaya hingga peluit akhir benar-benar berbunyi.

BOLADONESIA – Timnas Austria akan menghadapi timnas Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat (3/7/2026) pukul 02.00 WIB. Jelang pertandingan krusia itu, sebuah permohonan khusus disampaikan oleh Presiden Austria, Alexander van der Bellen, kepada para orang tua.

Van der Bellen meminta para orang tua untuk mengizinkan anak-anak mereka untuk begadang demi menonton laga Spanyol vs Austria. Karena perbedaan zona waktu, partai timnas Austria tersebut akan berlangsung pada Kamis (2/7/2026) pukul 21.00 waktu Vienna. Itu artinya, anak-anak memang harus begadang.

“Para orang tuan yang terhormat, hari ini saya berbicara langsung kepada Anda sebagai Presiden Austria. Seperti yang mungkin Anda ketahui, Austria akan melawan Spanyol pada babak 32 besar pada Kamis ini. Karena ada perbedaan waktu yang signifikan, pertandingan akan disiarkan pukul 21.00 waktu kita,” urai Alexander van der Bellen seperti dikutip IDNEWS.TOP dari akun Facebook-nya.

Dia menambahkan, “Sekarang, atas nama anak-anak Anda, saya meminta Anda untuk mengizinkan mereka begadang sedikit lebih lama pada hari ini. Ya, menonton TV hingga larut malam memang tidak idel. Saya tahu itu. Namun, mohon berikan pengecualian kali ini agar anak-anak yang mau dapat mendukung timnas kita secara langsung.”

Jejak Langka Timnas Austria

Bukan tanpa alasan Alexander van der Bellen menyampaikan permohonan khusus agar anak-anak diizinkan begadang demi menonton laga timnas Austria pada babak 32 besar. Itu adalah jejak langka. Kali terakhir Das Team tampil pada fase gugur Piala Dunia pada 1954. Ketika itu, mereka kalah pada semifinal, lalu kalah lagi pada perebutan tempat ketiga.

“Ini adalah kenangan yang akan bertahan seumur hidup. Dan selain itu, ini adalah beberapa hari terakhir sebelum liburan sekolah. Semoga sukses!” kata Van der Bellen lagi dalam video di istananya dengan disertai beberapa orang anak-anal. “Dan untuk semua anak-anak: Selamat bersenang-senang mendukung!”

Laga nanti juga sangat menarik bagi Austria karena menghadapi Spanyol, salah satu favorit utama di Piala Dunia 2026. Bahkan, OPTA dan EASports memprediksi Lamine Yamal dkk. akan tampil sebagai juara. Tentu saja, akan jadi kejutan dan kenangan luar biasa bila tim asuhan Ralf Rangnick bisa menaklukkan La Furia Roja pada laga nanti.

Untuk pertandingan nanti, Austria dipastikan tak dapat diperkuat Phillipp Mwene. Fullback 1.FSV Mainz 05 itu harus menepi karena mengalami cedera otot paha kanan. Pada fase grup, bek kiri berumur 32 tahun itu diandalkan Rangnick saat melawan Yordania dan Aljazair, tapi tak diturunkan saat menghadapi Argentina.

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1

Timnas Inggris akhirnya mengakhiri kutukan yang telah membayangi selama 60 tahun setelah mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (2/7/2026) dini hari WIB.

Timnas Inggris tak meraih kemenangan ini dengan mudah. Bahkan, fans The Three Lions dipaksa waswas hampir sepanjang pertandingan.

Tim besutan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain DR Kongo, Brian Cipenga, mencetak gol cepat pada menit ketujuh.

Inggris baru mampu bangkit selepas jeda minum pada babak kedua. Kapten Tiga Singa, Harry Kane, tampil sebagai penyelamat lewat dua gol. Itu memastikan pasukan Thomas Tuchel membalikkan keadaan sekaligus mengamankan tiket ke 16 besar.

Dua gol tersebut juga mengantar Kane menorehkan catatan istimewa. Penyerang Bayern Munchen itu menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya saat menghadapi Kamerun pada perempat final Piala Dunia 1990.

Sudahi Rekor Buruk

Meski lolos, penampilan Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Lini pertahanan mereka beberapa kali tampak rapuh dan menjadi sorotan jelang duel melawan Meksiko pada babak berikutnya.

Performa yang kurang meyakinkan tentu tidak sepenuhnya memuaskan para pendukung Inggris. Namun, hasil akhir menjadi hal terpenting mengingat mereka berstatus favorit sebelum pertandingan dimulai.

Kemenangan comeback atas Republik Demokratik Kongo juga mengukir sejarah baru bagi Inggris. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi pertandingan Piala Dunia setelah tertinggal saat turun minum.

Catatan tersebut mengakhiri rekor sembilan pertandingan tanpa kemenangan setiap kali Inggris memasuki jeda babak pertama dalam posisi tertinggal.

Tak hanya itu, Inggris juga memutus rekor buruk yang telah bertahan selama enam dekade. Ini merupakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu, mengakhiri rangkaian 13 pertandingan tanpa mampu membalikkan keadaan ketika lawan mencetak gol pembuka.

Terakhir kali Inggris berhasil memenangi laga Piala Dunia setelah tertinggal lebih dulu terjadi pada final Piala Dunia 1966 saat menghadapi Jerman Barat.

Rekor Sempurna Kontra Wakil Afrika

Kemenangan atas Republik Demokratik Kongo juga memperpanjang rekor sempurna Inggris menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.

Sebelumnya, mereka menaklukkan Kamerun 3-2 pada perempat final Piala Dunia 1990 dan mengalahkan Senegal 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.

Pada 16 besar, Inggris akan menghadapi Meksiko di Stadion Azteca. Menariknya, stadion legendaris tersebut bukan tempat yang asing bagi The Three Lions. Dalam 88 pertandingan terakhir yang mereka lakoni di sana, Inggris hanya menelan dua kekalahan.

Idnews.top – Prancis vs Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan telak Les Bleus. Bermain di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB, Prancis menang 3-0 atas Swedia.

Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan Prancis setelah mencetak dua gol pada menit ke-45 dan 74. Satu gol lainnya lahir melalui Bradley Barcola pada menit ke-53.

Keunggulan pertama Prancis hadir tepat sebelum turun minum melalui aksi Mbappe. Setelah itu, Barcola memperlebar jarak pada awal babak kedua sebelum Mbappe memastikan kemenangan lewat gol keduanya.

Hasil ini mengantarkan Prancis melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Swedia harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen tersebut.

Pada fase berikutnya, Prancis akan menghadapi Paraguay. Paraguay sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.

Mbappe Pecah Kebuntuan Jelang Turun Minum

Prancis tampil dominan sejak awal pertandingan dan terus menekan pertahanan Swedia. Mbappe bahkan sempat menjebol gawang lawan pada menit ke-20, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.

Peluang demi peluang terus diciptakan Les Bleus sepanjang babak pertama. Mbappe sempat membentur tiang gawang pada menit ke-32, sedangkan tendangan akrobatik Michael Olise pada menit ke-36 juga mengenai tiang.

Tekanan Prancis berlanjut hingga penghujung babak pertama. Olise kembali mengancam pada menit ke-42, tetapi sepakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-45. Kombinasi Olise, Ousmane Dembele, dan Mbappe dari situasi sepak pojok pendek dituntaskan sang kapten dengan penyelesaian akurat ke pojok gawang untuk membawa Prancis unggul 1-0.

Skor 1-0 bertahan hingga jeda pertandingan. Swedia kesulitan keluar dari tekanan dan minim peluang berbahaya sepanjang 45 menit pertama.

Barcola dan Mbappe Pastikan Tiket 16 Besar

Prancis langsung menambah keunggulan delapan menit setelah babak kedua dimulai. Kesalahan umpan pemain Swedia dimanfaatkan Aurelien Tchouameni sebelum Olise mengirim umpan matang kepada Barcola yang mengubah skor menjadi 2-0.

Gol tersebut membuat Prancis semakin percaya diri dalam mengendalikan permainan. Swedia berupaya bangkit, tetapi lini belakang Les Bleus tampil disiplin dan jarang memberikan ruang.

Pada menit ke-74, Mbappe kembali menunjukkan kualitasnya. Menerima umpan terobosan presisi dari Olise, penyerang Prancis itu berlari tepat waktu sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut gawang untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Tambahan dua gol membuat Mbappe kini mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026. Jumlah itu membuatnya sejajar dengan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas turnamen.

Olise juga melanjutkan performa impresifnya. Gelandang serang tersebut kini memimpin daftar assist Piala Dunia 2026 dengan lima assist.

Swedia memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-89 melalui Viktor Gyokeres. Namun, kiper Mike Maignan mampu menggagalkan tembakan keras sang penyerang sehingga gawang Prancis tetap aman.

Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Prancis menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0 dan melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Paraguay.

BOLADONESIA – Kylian Mbappe menjadi bintang timnas Prancis saat menang 3-0 atas timnas Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Pada partai itu, dia mencetak brace. Setelah mebuka skor pada pengujung babak pertama, dia berlari ke arah sang pelatih, Didier Deschamps.

Soal selebrasinya itu, Mbappe mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan persembahan bagi Deschamps yang tengah berduka. Sepekan lalu, Deschamps harus meninggalkan kamp Les Bleus karena ibundanya meninggal dunia. Dia sampai tak mendampingi tim saat laga melawan Norwegia pada matchday pamungkas di fase grup.

“Inilah DNA tim ini. Kami semua bersama-sama. Pelatih baru saja melewati masa sulit yang, sayangnya, akan dialami pula oleh semua orang. Ada hal-hal yang lebih penting dari sepak bola. Melalui isyarat ini, dia tahu bahwa dia tak akan peranh sendirian. Apa pun yang terjadi, kami akan mndukung dia,” kata Kylian Mbappe seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Le Figaro.

Menariknya, Deschamps juga menunjukkan respek kepada sang penyerang. Saat keluar dari lapangan untuk digantikan Jean-Philippe Mateta, Mbappe mendapat sambutan tak terduga. Sang pelatih terlihat menjura dengan merentangkan tangannya ke depan. Berkat brace-nya, Mbappe memang mencapai milestone dengan melewati torehan 16 gol Miroslav Klose. Kini, dia hanya kalah dari Lionel Messi.

Kylian Mbappe Merendah

Mampu mencetak 2 dari 3 gol yang membawa timnas Prancis menang 3-0 atas timnas Swedia, Kylian Mbappe juga menyamai koleksi 6 gol Lionel Messi dalam perburuan top scorer Piala Dunia 2026. Meskipun demikian, pemain Real Madrid tersebut tetap merendah. Dia menyebut torehan gol memang tugasnya. Performa apik pun sudah menjadi ekspektasi publik dari dirinya.

“Aku tahu berada di mana dan apa yang perlu dilakukan. Namun, ini bukan hanya tentang aku, ini tentang tim juga. Hari ini adalah kompetisi baru. Kami bermain baik meskipun agak ragu-ragu pada awal pertandingan. Kami bisa saja punya start lebih baik, tapi kami cepat beradaptasi. Kami punya beberapa peluang yang gagal berbuah gol, tapi itu memang bagian dari sepak bola,” ucap dia.

Penyerang berumur 27 tahun itu pun tak lantas menatap ke depan, yakni laga melawan timnas Paraguay pada babak 16 besar. Dia memasang kewaspadaan tinggi karena kejutan yang dibuat La Albirroja pada 32 besar. Dia mengungkapkan, “Kami akan mengalihkan perhatian kepada Paraguay. Mereka tim yang harus diwaspadai. Mereka mengalahkan Jerman dan tak ada laga mudah di Piala Dunia.”

Berkat brace yang dibuat di gawang Swedia, Mbappe kini tercatat sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak pada fase gugur Piala Dunia. Total, dia mengemas 10 gol. Itu melebihi dua legenda Brasil, Leonidas da Silva dan Ronaldo Luis Nazario de Lima. Keduanya sama-sama hanya mencetak 8 gol.