28 Oktober 2026

> BERITA LIGA CHAMPIONS

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA CHAMPIONS, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.

Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.

Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.

Beberapa Pemain Inti Absen

Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.

Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.

Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.

Tiga Pemain Siap Beraksi

Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.

Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.

Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.

Daftar Lengkap

Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:

Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.

Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.

Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.

Penyerang: Amad, Bryan Mbeumo, JJ Gabriel, Joshua Zirkzee, Marcus Rashford, Matheus Cunha, Shea Lacey.

KLIKBETS – Legenda Premier League asal Wales, Craig Bellamy, pernah berada di titik terendah hingga harus menyatakan dirinya bangkrut setelah gantung sepatu.

Padahal, Bellamy memiliki karier yang mungkin diimpikan banyak pemain. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Newcastle United, Liverpool, Manchester City, hingga West Ham United.

Bellamy mengawali perjalanan profesionalnya bersama Bristol Rovers sebelum namanya mulai dikenal ketika membela Norwich City.

Bersama Norwich, ia mencetak 32 gol dalam 85 pertandingan. Potensinya membuat sejumlah klub Premier League tertarik, tetapi perjalanan kariernya sempat terhambat cedera ACL yang membuatnya menepi hampir sepanjang musim.

Pada periode tersebut, Bellamy juga mengaku mengalami depresi. Namun, ia mampu bangkit dan kemudian bergabung dengan Coventry City pada awal 2000-an.

Setelah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Inggris, Bellamy mendapat kesempatan memperkuat Newcastle United. Di St James’ Park, ia merasakan atmosfer Liga Champions dan persaingan memperebutkan trofi bergengsi.

Namun, Bellamy juga mulai dikenal sebagai pemain yang memiliki karakter keras. Hubungannya dengan manajer Newcastle saat itu, Graeme Souness, bahkan berakhir dengan perselisihan yang membuat masa baktinya selama empat tahun bersama The Magpies berakhir.

Setelah meninggalkan Newcastle, Bellamy melanjutkan karier bersama Celtic, Blackburn Rovers, dan West Ham United.

Berkarier Dua Dekade

Ia kemudian mendapat kesempatan memperkuat Liverpool. Bellamy hanya semusim berada di Anfield, tetapi berhasil membantu The Reds mencapai final Liga Champions.

Bellamy juga sempat terlibat insiden kontroversial dengan rekan setimnya, John Arne Riise. Keduanya terlibat perselisihan yang bahkan berujung pada Bellamy menyerang Riise menggunakan tongkat golf.

Karier Bellamy kemudian berlanjut dengan beberapa kali berpindah klub. Ia kembali memperkuat West Ham dan Liverpool, serta sempat bermain untuk Manchester City.

Pada 2014, Bellamy akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama Cardiff City. Ia menutup perjalanan hampir dua dekade sebagai pesepak bola profesional.

Sepanjang kariernya, Bellamy hanya berhasil meraih dua trofi utama, yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris.

Di level internasional, Bellamy mencatatkan 78 caps bersama Timnas Wales. Ia juga menjadi bagian dari skuad Britania Raya pada Olimpiade London 2012, satu-satunya tim sepak bola Team GB yang pernah tampil di Olimpiade.

Bellamy Sempat Bangkrut

Setelah pensiun, Bellamy menghadapi persoalan finansial serius. Dalam wawancara dengan Daily Mail pada 2023, ia mengungkapkan bagaimana bisa berada di ambang kebangkrutan.

Berbeda dengan sejumlah mantan pesepak bola yang mengalami masalah keuangan akibat kecanduan alkohol atau perjudian, Bellamy mengatakan masalahnya bukan berasal dari dua hal tersebut.

Ia mengaku terlalu naif dalam mengambil keputusan finansial dan mempercayai orang yang salah.

“Saya menjalani lima atau enam tahun terakhir seperti berada di Death Row. Saya hanya menunggu seseorang datang dan mengakhiri semuanya,” ujar Bellamy.

“Saya tidak bisa menantikan apa pun. Semua uang yang saya hasilkan, saya bahkan tidak bisa mendapatkan hipotek. Secara finansial, saya tidak punya masa depan. Saya tidak bisa memiliki apa pun. Semuanya sudah hilang.”

Saat menceritakan kisah tersebut, Bellamy bahkan tinggal di sebuah apartemen yang tidak bisa ia miliki. Tempat tinggal itu disewa oleh Burnley, klub yang saat itu mempekerjakannya sebagai bagian dari staf kepelatihan.

Bellamy mengakui dirinya memang tidak pernah menghindari kewajiban pajak secara sengaja. Namun, ia terlalu percaya kepada orang-orang yang menangani keuangannya.

“Saya bukan pengemplang pajak. Namun, saya sangat naif dan HMRC sudah mengejar saya karena pajak yang belum dibayarkan,” katanya.

“Jika Anda mendapatkan orang yang salah untuk memberikan nasihat, semuanya bisa terkuras sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya, kebangkrutan justru menjadi sebuah kelegaan. Itu berarti saya bisa mulai hidup lagi.”

Ingatkan Pesepak Bola Muda

Bellamy mengungkapkan persoalan tersebut bermula dari sejumlah investasi yang gagal, penasihat keuangan yang memalsukan tanda tangannya, hingga keterlambatan dalam mengurus laporan pajak.

Ia juga mengaku sulit menolak ketika ada orang yang meminta bantuan finansial.

“Orang-orang menganggap Anda seperti mesin ATM berjalan. Saya merasa bersalah ketika mengatakan tidak kepada orang yang menelepon meminta bantuan, jadi saya tidak pernah mengatakan tidak,” tutur Bellamy.

Namun, setelah mengalami kebangkrutan, Bellamy mendapat pelajaran berharga. Ia pun mengingatkan para pesepak bola muda agar lebih berhati-hati dalam mengelola kekayaan.

“Saya ingin ini menjadi peringatan bagi pemain lain. Periksa semuanya dan pastikan orang yang memberikan nasihat kepada Anda memiliki izin resmi,” katanya.

“Periksa keuangan Anda dengan orang independen, seperti mendapatkan opini kedua. Saya berasal dari generasi pesepak bola ketika semuanya dilakukan klub untuk Anda. Tagihan, keuangan, semuanya. Menurut saya, itu sebuah kesalahan.”

Bangkit hingga Mendapat Pekerjaan Impian

Setelah melewati masa sulit tersebut, Bellamy perlahan kembali membangun kehidupannya lewat dunia sepak bola.

Kesempatan besar datang dari mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany.

Bellamy bergabung dengan Kompany di Anderlecht sebagai asistennya. Keduanya kemudian kembali bekerja sama di Burnley pada 2022.

Bellamy turut membantu Kompany membawa Burnley promosi ke Premier League. Meski akhirnya The Clarets kembali terdegradasi, Kompany mendapatkan kesempatan besar untuk menangani Bayern Munchen.

Bellamy sempat diperkirakan mengikuti Kompany ke Jerman. Namun, kesempatan yang jauh lebih spesial justru datang kepadanya.

Pada Juli 2024, Bellamy resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wales.

Posisi tersebut merupakan pekerjaan impian bagi Bellamy. Ia bahkan menyebut jabatan sebagai manajer Wales sebagai pekerjaan tertinggi yang ingin diraihnya.

Perjalanan Bellamy pun menjadi kisah tentang kebangkitan. Dari seorang pesepak bola Premier League, terpuruk hingga bangkrut, lalu kembali menemukan jalannya di dunia sepak bola dengan mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia impikan.

LARISBOLA – Ferran Torres selangkah lagi mengakhiri kariernya bersama Barcelona setelah PSG mencapai kesepakatan prinsip untuk merekrutnya. Informasi tersebut disampaikan oleh ESPN, yang menyebut proses kepindahan sang penyerang akan segera memasuki tahap akhir.

Torres akan bertolak ke Paris untuk menjalani tes medis sebelum meresmikan kepindahannya ke klub juara Eropa tersebut. PSG sebelumnya mengajukan tawaran awal 40 juta euro, tetapi proposal itu sempat ditolak Barcelona.

Negosiasi kemudian berlanjut hingga kedua klub mencapai titik temu dengan nilai transfer sekitar 50 juta euro. Barcelona akhirnya memilih melepas Torres setelah sang pemain meminta izin untuk mencari tantangan baru, meski klub sempat mempertimbangkan perpanjangan kontraknya.

Transfer tersebut sekaligus membuka kembali kerja sama Torres dengan Luis Enrique. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Enrique masih menjadi pelatih Timnas Spanyol.

Kesepakatan Barcelona dan PSG
ESPN melaporkan Barcelona telah menyetujui kepindahan Torres ke PSG dengan nilai sekitar 50 juta euro. Transfer tersebut diperkirakan akan segera dirampungkan setelah pemain berusia 26 tahun itu menyelesaikan pemeriksaan medis.

Proposal pertama PSG senilai 40 juta euro sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan Barcelona. Klub asal Prancis itu kemudian meningkatkan tawarannya hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan prinsip dengan raksasa Catalan tersebut.

Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk mempertahankan Torres karena kontraknya belum berakhir. Namun, keinginan sang pemain untuk meninggalkan klub membuat Barcelona akhirnya memilih membuka jalan bagi kepindahannya.

Torres Bereuni dengan Luis Enrique

PSG akan menjadi klub berikutnya bagi Torres setelah Barcelona, sekaligus mempertemukannya kembali dengan Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut mengenal kemampuan Torres sejak menangani Timnas Spanyol.

Torres tidak hanya mampu bermain sebagai winger, tetapi juga semakin sering beroperasi sebagai penyerang tengah. Di PSG, ia diperkirakan mendapat peran sebagai penyerang utama setelah Goncalo Ramos pindah ke AC Milan.

Performa Torres musim lalu menjadi modal penting sebelum memulai petualangan baru di Prancis. Ia mencetak 21 gol untuk Barcelona dan sebelumnya menjadi penentu kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia melawan Argentina.

Barcelona Harus Cari Penyerang Baru

Kepergian Torres membuat pilihan Barcelona di lini depan semakin terbatas. Kondisi tersebut semakin terasa setelah Robert Lewandowski juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Chicago Fire.

Julian Alvarez masih menjadi pemain yang diincar Barcelona untuk mengisi posisi penyerang. Namun, proses transfer pemain Atletico Madrid tersebut belum berjalan mudah sehingga klub perlu menyiapkan alternatif.

Jika Alvarez gagal didatangkan, Barcelona dapat mempertimbangkan sejumlah opsi lain dari dalam maupun luar skuad. Sementara itu, PSG mendapatkan tambahan pemain serbabisa untuk memperkuat lini serang mereka.

FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).

“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Bukan Hanya Kualitas Pemain

Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.

“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.

“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.

Harus Punya Plan B

Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?

“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.

Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.

“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.

Real Madrid kini punya lima opsi sayap kanan: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Mourinho lebih fleksibel memilih sesuai

Real Madrid kini memiliki kedalaman luar biasa di posisi sayap kanan. Setelah beberapa musim kesulitan menemukan pemain yang benar-benar cocok, Jose Mourinho kini punya lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.

Lima nama menjadi kandidat utama untuk sektor tersebut: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Masing-masing menawarkan solusi berbeda, mulai dari kontrol permainan, kemampuan teknis, kekuatan fisik, hingga pressing agresif.

Posisi ini sebelumnya menjadi salah satu titik lemah Real Madrid, terutama setelah era terbaik Gareth Bale berakhir. Dengan pilihan yang melimpah, penentuan peran akan menjadi pekerjaan penting sepanjang musim.

Kedalaman Baru di Sisi Kanan Real Madrid

Real Madrid sekarang memiliki lima opsi berkualitas di sisi kanan setelah periode panjang mencari profil yang tepat. Perkembangan ini menutup celah yang muncul usai berakhirnya masa terbaik Gareth Bale.

Jose Mourinho memperoleh keleluasaan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan. Tim tidak lagi bergantung pada satu sosok untuk mengisi posisi tersebut.

Lima pemain berada dalam daftar opsi itu: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Setiap nama membawa karakter dan keunggulan berbeda.

Profil Opsi: Dari Winger Natural hingga Mesin Pressing

Yan Diomande adalah pilihan yang natural untuk peran sayap kanan. Kehadirannya memberikan spesialis di posisi tersebut setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang harus beradaptasi.

Bernardo Silva memiliki pengalaman panjang bermain di sisi kanan bersama Manchester City. Jika dibutuhkan kontrol permainan dan kemampuan teknis tinggi, gelandang Portugal itu menjadi pilihan ideal bagi Mourinho.

Federico Valverde menawarkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang sangat baik. Ia bisa memberikan perlindungan tambahan di sisi kanan ketika Real Madrid membutuhkan keseimbangan lebih besar.

Endrick mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan permainan langsung sebagai pembeda. Naluri mencetak golnya sebagai penyerang menambah ancaman saat ia bergerak dari area sayap menuju kotak penalti.

Brahim Diaz melengkapi kedalaman dengan kemampuan teknis dan energi tinggi. Kualitas tersebut mendukung permainan pressing dari sektor sayap ketika dibutuhkan pemain yang aktif mengejar lawan sejak area depan.

Langkah Mourinho dan Persaingan di Sektor Kanan

Rodrygo dan Arda Guler secara teknis juga dapat dimainkan di sisi kanan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan tertentu untuk posisi tersebut.

Dengan banyaknya pilihan, Mourinho dapat menentukan komposisi berdasarkan kebutuhan setiap pertandingan. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain untuk mengisi sektor kanan.

Kedalaman ini menjadi perkembangan penting bagi Real Madrid karena tiap opsi menawarkan kelebihan yang berbeda. Tantangan berikutnya adalah menentukan siapa yang paling sering mendapatkan kesempatan sekaligus menjaga seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.

Désiré Doué Bidik Semua Trofi usai PSG Juara Super Eropa

BolaIndonesia – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan mentalitas sebagai salah satu klub terkuat Eropa setelah sukses menjuarai Piala Super Eropa 2026. Di balik kemenangan 2-1 atas Aston Villa, Désiré Doué tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan. Winger muda asal Prancis itu mencetak gol kemenangan sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Kesuksesan tersebut membuat ambisi Désiré Doué semakin besar. Ia tidak ingin PSG berhenti hanya pada satu trofi. Setelah membawa timnya mengangkat Piala Super Eropa, Doué membidik seluruh gelar yang tersedia dan berharap PSG kembali menciptakan musim luar biasa.

Désiré Doué Jadi Penentu Kemenangan PSG

Pertandingan melawan Aston Villa berlangsung sengit. PSG lebih dulu membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20. Namun, Aston Villa mampu memberikan respons sebelum babak pertama berakhir dan membuat skor kembali imbang.

PSG kemudian meningkatkan tekanan setelah turun minum. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Désiré Doué mencetak gol pada menit ke-61. Gol tersebut menjadi pembeda dan memastikan Les Parisiens menang 2-1 sekaligus mempertahankan gelar Piala Super Eropa.

Penampilan Doué semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain muda penting dalam skuad Luis Enrique. Ia bukan hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga tampil menentukan ketika pertandingan membutuhkan sosok yang mampu mengubah keadaan.

PSG Tidak Mau Berhenti di Piala Super Eropa

Bagi PSG, kemenangan atas Aston Villa bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Gelar tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.

Doué pun melihat kesuksesan tersebut sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ambisinya jelas: PSG ingin mengejar seluruh trofi yang bisa mereka menangkan musim ini.

Target tersebut tentu bukan perkara mudah. PSG harus menjaga konsistensi di Ligue 1, Coupe de France, Liga Champions, serta kompetisi lainnya yang mereka ikuti. Namun, keberhasilan meraih Piala Super Eropa memberikan sinyal bahwa tim asuhan Luis Enrique masih memiliki mental juara.

PSG bahkan kini mulai membidik gelar Liga Champions ketiga dalam sejarah klub setelah keberhasilan mereka mempertahankan Piala Super Eropa.

Mentalitas Juara Mulai Terlihat

Kemenangan atas Aston Villa juga memperlihatkan karakter PSG ketika berada dalam situasi sulit. Setelah kehilangan keunggulan sebelum jeda, mereka tidak kehilangan kendali dan mampu menemukan gol kemenangan pada babak kedua.

Luis Enrique menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari mentalitas para pemainnya. Menurutnya, PSG mampu meraih trofi karena memiliki keyakinan dan karakter untuk terus berjuang sampai akhir pertandingan.

Bagi pemain muda seperti Doué, situasi tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia semakin terbiasa menghadapi pertandingan besar dan tekanan tinggi. Perkembangan tersebut membuat perannya di PSG semakin penting.

Ambisi Besar Désiré Doué

Désiré Doué kini tidak sekadar ingin menjadi pemain muda berbakat. Ia ingin menjadi bagian dari generasi PSG yang mampu mendominasi Eropa.

Kemenangan di Piala Super Eropa menjadi bukti bahwa ambisi tersebut bukan sekadar mimpi. Doué sudah memainkan peran penting dalam keberhasilan PSG dan menunjukkan bahwa dirinya mampu tampil ketika tim membutuhkan kontribusi terbesar.

Dengan skuad yang memiliki banyak pemain berkualitas serta Luis Enrique sebagai pelatih, PSG memiliki alasan untuk percaya diri. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi sepanjang musim.

Bagi Doué, satu trofi sudah berada di tangan. Namun, perjalanan masih panjang. Sang pemain ingin PSG terus berburu gelar dan mengubah kemenangan Piala Super Eropa menjadi awal dari musim yang jauh lebih bersejarah.

Jika performa Doué terus meningkat, bukan tidak mungkin pemain muda tersebut kembali menjadi tokoh utama dalam perburuan trofi PSG berikutnya. Untuk saat ini, pesan yang terlihat jelas adalah satu: PSG belum puas, dan Désiré Doué ingin semua trofi.

Luis Enrique memuji karakter Paris Saint-Germain (PSG) setelah mempertahankan Piala Super Eropa. Les Parisiens menaklukkan Aston Villa 2-1 di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. PSG hanya punya waktu singkat untuk mempersiapkan laga karena sebagian besar pemain baru kembali dari liburan usai membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026.

Meski begitu, PSG tetap menunjukkan mentalitas juara. Enrique meminta skuadnya menikmati keberhasilan ini sekaligus menjaga ambisi untuk kembali memburu banyak trofi pada musim baru.

PSG Juara, Luis Enrique Soroti Persiapan Singkat

Hasil 2-1 atas Aston Villa memastikan PSG mengangkat trofi Piala Super Eropa untuk tahun kedua secara beruntun. Kemenangan di Salzburg itu menegaskan konsistensi sang juara bertahan di ajang antarklub Eropa tersebut.

Enrique sebelumnya menyoroti minimnya waktu persiapan. Banyak pemain baru menyelesaikan tugas internasional dan kembali dari liburan, membuatnya harus memaksimalkan sisa hari latihan sebelum jumpa wakil Inggris itu.

“Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dan mengetahui kemampuan mereka. Pertandingan ini sangat rumit, sama seperti musim lalu,” tutur Enrique.

“Kami harus menyoroti apa yang dilakukan tim karena sama sekali tidak mudah ketika Anda hanya memiliki beberapa hari untuk berlatih,” tegas Enrique.

Mentalitas Kompetitif Jadi Kekuatan PSG

Di luar persoalan teknis, Enrique menekankan motivasi skuadnya. Dengan waktu persiapan terbatas, intensitas dan kecintaan para pemain terhadap sepak bola menjadi fondasi untuk menjaga level kompetitif.

“Sangat mudah memotivasi para pemain ini karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Saya pikir situasinya hampir ideal,” ungkap Enrique.

Kondisi tersebut membantu PSG tetap tajam di laga penting seperti Piala Super Eropa. Sang pelatih melihatnya sebagai modal positif untuk memasuki musim yang menuntut konsistensi tinggi di berbagai kompetisi.

Ambisi Berlanjut Usai Trofi Beruntun

Enrique menegaskan standar klub tidak boleh turun setelah meraih gelar berturut-turut. “Sangat sulit memenangkan trofi secara beruntun. Karena itu, kami harus menikmati apa yang telah kami capai, tetapi pada saat yang sama kami harus tetap ambisius dan profesional untuk mencoba memenangkan semuanya lagi,” lanjut Enrique.

Keberhasilan mempertahankan Piala Super Eropa menambah koleksi trofi PSG dalam beberapa musim terakhir. Namun, ia tidak ingin ruang ganti cepat puas karena masih banyak target yang menanti dan standar yang wajib dijaga.

“Inilah ambisi yang kami miliki,” kata Enrique.

Premier League mungkin merupakan liga terkaya di dunia. Tetapi La Liga menggaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi lebih besar secara rata-rata.

Vinicius Jr. sebenarnya bisa menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua di Premier League jika benar-benar serius untuk bergabung dengan Arsenal. Namun, alih-alih pindah ke Inggris, penghargaan tersebut justru ia dapatkan di La Liga.

Kondisi itu membuat La Liga berada di atas Premier League jika berbicara mengenai rata-rata gaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi di masing-masing kompetisi.

Sebagai perbandingan, berikut adalah 10 pemain dengan gaji tertinggi di masing-masing dari lima liga top Eropa. Seluruh data gaji bersumber dari Capology, dengan angka dari semua liga, kecuali Premier League.

Pemain Bergaji Tertinggi di La Liga (Per Pekan)

Kylian Mbappe (Real Madrid): £513.000 (Rp10,61 miliar)
Vincius Jr (Real Madrid): £513.000 (Rp10,61 miliar)
Jan Oblak (Atletico Madrid): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Jude Bellingham (Real Madrid): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Lamine Yamal (Barcelona): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Nico Williams (Athletic Bilbao): £282.000 (Rp5,83 miliar)
Ibrahima Konate (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Raphinha (Barcelona): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Rodrygo (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Trent Alexander-Arnold (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain berbayaran tertinggi di La Liga: £343.000 (Rp7,10 miliar)

10 Pemain Bergaji Tertinggi di Premier League

Erling Haaland (Manchester City): £525.000 (Rp10,86 miliar)
Virgil van Dijk (Liverpool): £350.000 (Rp7,24 miliar)
Marcus Rashford (Manchester United): £300,000 (Rp6,21 miliar)
Bruno Fernandes (Manchester United): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Jack Grealish (Manchester City): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Bukayo Saka (Arsenal): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Omar Marmoush (Manchester City): £295.000 (Rp6,10 miliar)
Alexander Isak (Liverpool): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Phil Foden (Manchester City): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Kai Havertz (Arsenal): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Premier: £321.000 (Rp6,64 miliar)

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Bundesliga

Harry Kane (Bayern Munchen): £411.000 (Rp8,50 miliar)
Jamal Musiala (Bayern Munchen): £375.000 (Rp7,76 miliar)
Joshua Kimmich (Bayern Munchen): £329.000 (Rp6,81 miliar)
Dayot Upamecano (Bayern Munchen): £263.000 (Rp5,44 miliar)
Manuel Neuer (Bayern Munchen): £248.000 (Rp5,13 miliar)
Alphonso Davies (Bayern Munchen): £246.000 (Rp5,09 miliar)
Luis Diaz (Bayern Munchen): £230.000 (Rp4,76 miliar)
Michael Olise (Bayern Munchen): £222.000 (Rp4,59 miliar)
Serge Gnabry (Bayern Munchen): £214.000 (Rp4,42 miliar)
Min-jae Kim (Bayern Munchen): £197.000 (Rp4,07 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Bundesliga: £273.500 (Rp5,66 miliar)

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Ligue 1

Ousmane Dembele (PSG): £299.000 (Rp6,18 miliar)
Khvicha Kvaratskhelia (PSG): £269.000 (Rp5,56 miliar)
Achraf Hakimi (PSG): £224.000 (Rp4,63 miliar)
Marquinhos (PSG): £221.000 (Rp4,57 miliar)
Lucas Hernandez (PSG): £218.000 (Rp4,51 miliar)
Vitinha (PSG): £194.000 (Rp4,01 miliar)
Warren Zaire-Emery (PSG): £188.000 (Rp3,89 miliar)
Nuno Mendes (PSG): £179.000 (Rp3,70 miliar)
Willian Pacho (PSG): £149.000 (Rp3,08 miliar)
Joao Neves (PSG): £149.000 (Rp3,08 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Ligue 1 adalah £209.000 (Rp4,32 miliar).

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Serie A

Lautaro Martinez (Inter Milan): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Nicolo Barella (Inter Milan): £198.000 (Rp4,09 miliar)
Hakan Calhanoglu (Inter Milan): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Jonathan David (Juventus): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Kenan Yildiz (Juventus): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Kevin De Bruyne (Napoli): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Randal Kolo Muani (Juventus): £167.000 (Rp3,45 miliar)
Alessandro Bastoni (Inter Milan): £167.000 (Rp3,45 miliar)
Christopher Nkunku (AC Milan): £152.000 (Rp3,14 miliar)
Rasmus Hojlund (Napoli): £152.000 (Rp3,14 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A: £184.000 (Rp3,80 miliar)

Idnews.top – Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 melawan Como dalam laga pramusim di Emirates Stadium. The Gunners kemudian mengamankan kemenangan 4-3 lewat adu penalti setelah pertandingan berakhir tanpa pemenang.

Laga ini menjadi panggung debut Bruno Guimaraes setelah didatangkan dari Newcastle dengan nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,81 triliun).

Di sisi lain, Myles Lewis-Skelly mencetak gol ketika masa depannya bersama Arsenal tengah dikaitkan dengan kemungkinan hengkang.

Lewis-Skelly Buka Keunggulan Arsenal

Lewis-Skelly membawa Arsenal unggul pada menit ke-33 setelah memanfaatkan kesalahan kiper Como, Jean Butez. Ia memotong umpan buruk sang penjaga gawang sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang ke dalam gawang.

Gol tersebut memiliki arti tersendiri karena Lewis-Skelly tengah berada dalam pembicaraan mengenai masa depannya. Setelah mencetak gol, pemain muda Inggris itu merayakannya dengan membuat gestur hati menggunakan kedua tangannya.

Como mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui Martin Baturina. Gelandang tersebut melewati Theo Julienne dan Max Dowman sebelum melepaskan penyelesaian keras yang tidak mampu dihentikan Kepa Arrizabalaga.

Bruno Guimaraes Jalani Debut

Bruno Guimaraes mendapatkan sambutan hangat dari pendukung tuan rumah ketika masuk pada awal babak kedua. Gelandang Brasil itu menjadi salah satu rekrutan baru Arsenal yang menjalani penampilan pertamanya bersama klub.

Kehadiran Bruno belum mampu membawa Arsenal mencetak gol kedua sepanjang 45 menit terakhir. Martin Odegaard sempat menciptakan peluang matang untuk Fabio Vieira pada menit ke-53, tetapi tembakan pemain Portugal tersebut masih dapat diamankan kiper Como.

Mikel Arteta juga memberikan kesempatan tampil pertama pada pramusim kepada Eberechi Eze, David Raya, Mikel Merino, dan Noni Madueke. Sementara itu, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Martin Zubimendi belum dimainkan setelah baru kembali dari tugas bersama Timnas masing-masing.

Arsenal Menang Adu Penalti 4-3

Pertandingan akhirnya dilanjutkan ke adu penalti setelah skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Arsenal menang 4-3 dengan Bruno Guimaraes dan rekrutan anyar lainnya, Christos Tzolis, ikut mencetak gol dari titik putih.

Madueke menjadi satu-satunya pemain Arsenal yang gagal menjalankan tugasnya dalam drama tersebut. Kemenangan ini memberikan hasil positif bagi tim Arteta meski performa selama babak kedua belum menghasilkan gol tambahan.

Arsenal kini mengalihkan perhatian ke Community Shield menghadapi Manchester City di Wembley pada Minggu. Setelah itu, The Gunners akan membuka perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Coventry pada Jumat, 21 Agustus.

Idnews.top – Bruno Guimaraes resmi datang untuk menjadi penggerak baru di lini tengah Arsenal. Transfer senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle menjadi simbol ambisi The Gunners untuk langsung bersaing memperebutkan trofi sejak pekan-pekan awal musim.

Mikel Arteta kini memiliki lebih banyak opsi di sektor tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes diproyeksikan memperkuat struktur permainan agar lebih agresif sekaligus fleksibel menghadapi berbagai karakter pertandingan.

Pada usia 28 tahun, Guimaraes bukan pembelian jangka panjang. Namun, Arsenal memang mencari profil yang dapat memberi pengaruh segera dalam perburuan Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Bruno Guimaraes: Investasi Mahal yang Sudah Teruji

Nilai transfer £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) terhitung besar, tetapi Arsenal mendapatkan gelandang yang telah membuktikan kualitasnya di Premier League. Guimaraes datang bukan dengan janji potensi, melainkan rekam jejak sebagai pemimpin dan pemain yang tampil konsisten di level tertinggi.

Keandalan fisiknya memberi keuntungan tambahan. Sejak debut, ia telah tampil dalam 195 pertandingan bersama Newcastle, menghadirkan ketahanan untuk melalui musim panjang yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam satu musim.

Lebih dari sekadar menambah kualitas teknis, Guimaraes membawa karakter kompetitif yang dapat memperkuat mental tim. Transfer ini mempertegas niat Arsenal untuk tidak menunggu kesempatan berikutnya dalam perburuan gelar.

Guimaraes hadir untuk membantu memenangkan pertandingan besar sekarang. Dengan pengalaman, agresivitas, kreativitas, dan kemampuan bertahan, ia berpeluang menjadi kepingan penting dalam upaya Arteta mengangkat The Gunners ke level berikutnya.

Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama

Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian vital sejak Februari 2022. Ia sempat mengenakan ban kapten, tampil lebih banyak dibanding pemain Newcastle lain sejak debut, dan berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.

Kontribusinya menghadirkan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan. Ia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, mengatur ritme, serta mengirim umpan pembuka ruang bagi rekan setim.

Arsenal membutuhkan profil tersebut untuk menghadapi jadwal padat dan laga-laga berintensitas tinggi. Pengalaman Guimaraes di pertandingan besar membuat Arteta mendapatkan pemain yang tidak memerlukan waktu panjang untuk memenuhi tuntutan Premier League.

Kombinasi Ideal Bersama Rice, Bukan Sekadar Gelandang Bertahan

Selama berkostum Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif merebut bola. Namun, perkembangan beberapa musim terakhir menunjukkan kontribusinya jauh melampaui label gelandang bertahan semata.

Musim lalu, ia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League, sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas ini menunjukkan ancaman dari lini kedua tanpa mengorbankan tanggung jawab defensif.

Pergerakan ke area yang lebih tinggi membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Martin Odegaard atau Bukayo Saka.

Dipadukan dengan Declan Rice, karakter keduanya saling melengkapi. Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit, serta 5,0 recovery per 90 menit—hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Fleksibilitasnya memungkinkan Arteta mengubah struktur permainan: Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan ke depan atau sebaliknya, menjaga kans bersaing di Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.