28 Oktober 2026

> BERITA LIGA CHAMPIONS

Berita sepak bola sajian Info Berita LIGA CHAMPIONS, Tentang Tim, Pemain, dan Topik Hangat update yang sedang trending untuk para penggemar dunia sepak bola.

Rodri memulai babak baru dalam kariernya. Ia resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung ke Barcelona, Rabu (19/8/2026) dini hari WIB.

Gelandang Timnas Spanyol itu mengaku sudah tidak sabar memulai babak baru dalam kariernya bersama klub raksasa Catalunya.

Barcelona merekrut Rodri dengan nilai transfer sekitar 65 juta poundsterling atau setara Rp1,57 triliun. Pemain berusia 30 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Camp Nou.

Transfer tersebut sekaligus menandai kembalinya Rodri ke sepak bola Spanyol. Ia terakhir bermain di La Liga bersama Atletico Madrid sebelum meninggalkan klub tersebut pada 2019 untuk bergabung dengan Manchester City.

“Saya sangat bahagia dan antusias dengan tahap baru dalam karier saya ini. Ini tantangan baru, kesempatan untuk merasakan hal-hal baru dan kembali merasakan kegembiraan itu,” ujar Rodri, seperti dikutip dari BBC.

“Saya datang ke klub yang sangat ambisius dan benar-benar cocok dengan kepribadian saya. Saya akan berusaha membantu dengan segala cara untuk mencapai target kami musim ini.”

Rodri juga menyambut antusias kesempatan bekerja sama dengan pelatih Barcelona, Hansi Flick. Menurutnya, gaya permainan yang diterapkan pelatih asal Jerman itu akan memberikan pengalaman baru sekaligus membantu perkembangan dirinya.

“Saya senang memiliki pelatih yang menurut saya akan memberikan banyak hal dalam karier saya. Ini gaya yang sedikit berbeda dari apa yang pernah saya alami sebelumnya,” kata Rodri.

“Hal itu akan memperkaya pengalaman saya dan membantu saya berkembang sebagai pemain.”

Sepak Terjang Rodri di Manchester City

Rodri meninggalkan Manchester City setelah tujuh musim membela klub tersebut. Ia mencatatkan 298 penampilan dan mempersembahkan 12 trofi utama.

Koleksi tersebut di antaranya empat gelar Premier League, dua Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, serta trofi Liga Champions 2023.

Dua musim terakhirnya di Manchester City memang terganggu cedera. Namun, Rodri mampu kembali ke performa terbaik pada Piala Dunia 2026.

Ia bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 setelah membantu Spanyol mengangkat trofi untuk kedua kalinya.

Sempat Didekati Real Madrid

Sempat Dikaitkan dengan Real MadridTransfer Rodri ke Barcelona sebenarnya tidak langsung terjadi. Sang gelandang sebelumnya memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya bersama Manchester City.

City sempat berusaha memperpanjang kontraknya, tetapi negosiasi tidak membuahkan hasil. Real Madrid kemudian disebut sebagai klub yang paling berpeluang mendapatkan tanda tangannya.

Namun, Barcelona akhirnya berhasil mendapatkan persetujuan Rodri untuk membuka negosiasi dengan Manchester City.

Barcelona sempat mengajukan tawaran awal sebesar 38,5 juta poundsterling (sekitar Rp830 miliar), tetapi ditolak City. Kedua klub akhirnya mencapai kesepakatan dengan nilai yang jauh lebih besar, yakni sekitar 65 juta poundsterling.

Rodri pun mengaku kepindahan ke Barcelona merupakan sebuah impian.

“Sebuah mimpi bisa bermain untuk klub sebesar Barcelona,” ujar Rodri saat tiba di Barcelona pada Senin.

Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.

Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.

Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.

Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.

Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.

Jadi yang Keempat

Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.

Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.

Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.

Sampaikan Terima Kasih

Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.

“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.

Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.

Idnews.top – Legenda Manchester United, Patrice Evra memberikan penilaiannya mengenai situasi Marcus Rashford di Manchester United. Ia menilai sang winger tidak akan diberikan kesempatan cuma-cuma untuk membela Setan Merah sekali lagi.

Marcus Rashford merupakan pemain didikan akademi Manchester United. Meski sudah berada di klub sejak usia tujuh tahun, penyerang Timnas Inggris itu kini kembali ke Old Trafford setelah menjalani masa peminjaman bersama Aston Villa dan Barcelona dalam satu setengah tahun terakhir.

Rashford sebelumnya sempat membuka peluang untuk meninggalkan Manchester United secara permanen. Namun rencananya itu meleset, karena Barcelona memutuskan untuk tidak mempermanenkannya di musim panas ini.

Kabar yang tersiar menyebutkan bahwa Rashford kemungkinan besar akan tetap bertahan di Manchester United pada musim 2026/2027 ini. Evra sendiri tidak ada salahnya bagi MU untuk menerima kembali Rashford di dalam tim mereka.

Layak Diberi Kesempatan Kedua

Mantan bek Manchester United, Patrice Evra, menilai Rashford masih memiliki kesempatan untuk memulai kembali kariernya di Old Trafford. Menurutnya, para suporter United pada dasarnya bersedia memberikan kesempatan kedua kepada sang penyerang.

“Saya pikir fans United itu pemaaf. Mereka memaafkan apa yang sudah terjadi. Namun, setelah itu ada semua tekanan di media sosial dan sebagainya. Saya pikir Matheus Cunha tampil sangat baik,” ujar Evra kepada Goal International.

Evra kemudian menilai Rashford harus siap menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat utama. Ia meminta sang pemain menerima kemungkinan bahwa dirinya tidak selalu menjadi pilihan pertama.

“Ini tergantung Marcus untuk menerima bahwa mungkin dia bukan pilihan pertama. Saya juga bukan pilihan pertama, tetapi saya akan membuktikan kepada kalian bahwa ketika saya berada di lapangan, saya akan berjuang mati-matian untuk Manchester United,” lanjut Evra.

Tunjukkan Komitmen

Menurut Evra, Rashford harus jujur kepada dirinya sendiri dan menunjukkan komitmen ketika mendapatkan kesempatan bermain.

Ia ingin sang winger bekerja keras untuk merebut kembali tempatnya di skuad Manchester United, karena baginya Michael Carrick tidak akan membiarkan Rashford begitu saja bermain di skuad Setan Merah.

“Jadi, dia hanya perlu jujur kepada dirinya sendiri. Namun, fans bisa memaafkan. Sebagian dari mereka mungkin akan membuat keributan di media sosial, tetapi fans United yang sebenarnya benar-benar ingin Marcus Rashford sukses di Manchester United,” tegas Evra.

Laga Berikutnya

Manchester United saat ini sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan pertama mereka di Premier League 2026/2027.

Setan Merah akan bertandang ke MKM Stadium untuk menantang tim promosi EPL, Hull City di pekan pertama EPL musim ini.

LARISBOLA – Sebuah pernyataan menarik dilontarkan Jamie Carragher baru-baru ini. Eks Liverpool itu mengklaim bahwa Michael Carrick bukan sosok yang akan membawa Manchester United jadi juara.

Carrick yang merupakan legenda Manchester United kembali ke Old Trafford di awal tahun kemarin. Ia menerima pekerjaan sebagai caretaker Setan Merah seusai manajemen MU memecat Ruben Amorim.

Carrick sukses membawa Manchester United finish di peringkat ketiga klasemen akhir EPL musim lalu. Alhasil manajemen MU memutuskan untuk memberikan pelatih 45 tahun itu kontrak permanen.

Banyak yang optimistis bahwa Carrick bakal jadi sosok yang membawa Manchester United menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions usai mereka puasa lama. Namun Carragher tidak sepakat dengan anggapan tersebut.

Berikan Kestabilan

Dalam wawancaranya di The Daily Mail baru-baru ini, Carragher menyebut bahwa Carrick adalah pelatih yang bagus. Namun ia tidak melihat eks gelandang MU itu adalah sosok yang bisa menyudahi puasa gelar Setan Merah.

“Saya tidak percaya bahwa Michael Carrick akan memenangkan Premier League atau Liga CHampions bersama Manchester United, namun dia telah melakukan pekerjaan yang bagus di sana,” ujar Carragher.

“Saya tidak bilang bahwa dia pelatih yang buruk. Selama enam bulan terakhir, ia membuat Manchester United tidak lagi menjadi sirkus, tidak menjadi buah bibir sepanjang waktu. Manchester United butuh situasi seperti ini lagi untuk 12 bulan ke depan.”

Tidak Punya Magis

Menurut Carragher, hanya pelatih-pelatih dengan aura magis yang bisa memenangkan gelar Premier League. Ia menilai Carrick tidak memiliki itu dalam karirnya saat ini.

“Sejujurnya, saya merasa Michael Carrick tidak memiliki ‘magis’ untuk memenangkan Liga Champions atau Premier League di Manchester United,” sambung Carragher.

“Dia bisa membawa Manchester United menjalani musim yang bagus untuk menjadi penantang gelar juara. Baru setelah itu ia bisa pergi dan United bisa mendatangkan manajer yang sanggup membawa mereka menjuarai Liga Champions,” pungkasnya.

Laga Perdana

Michael Carrick sendiri saat ini sedang fokus untuk mempersiapkan Manchester United memainkan pertandingan pertama mereka di Premier League musim ini.

Ia akan memboyong skuad Setan Merah ke MKM Stadium untuk berhadapan dengan Hull City di akhir pekan ini.

Idnews.top – Inter Milan memasuki musim baru dengan tekad mempertahankan dominasi di Serie A setelah melewati periode penuh tekanan. Hakan Calhanoglu menilai mentalitas kuat menjadi alasan timnya mampu bangkit setelah kekalahan telak 0-5 dari PSG di final Liga Champions.

Kegagalan di Eropa sempat membuat banyak pihak meragukan masa depan Nerazzurri. Namun, Calhanoglu menegaskan para pemain memiliki pengalaman dan kebersamaan yang cukup untuk menghadapi situasi sulit serta kembali meraih hasil positif.

Musim lalu, Inter berhasil mengamankan gelar Serie A dan Coppa Italia. Kini, mereka ingin kembali menguasai kompetisi domestik sekaligus mencoba memperbaiki catatan di Liga Champions.

Calhanoglu Bicara Mentalitas Inter

Calhanoglu mengakui banyak pihak mengira Inter akan terpuruk setelah kekalahan dari PSG. “Semua orang berpikir bahwa Inter, katakanlah, sedang sekarat setelah apa yang terjadi,” ujar Calhanoglu kepada beIN Sports Australia.

Gelandang asal Turki itu menegaskan timnya memiliki karakter kuat ketika berada dalam situasi sulit. “Namun, tim ini memiliki mentalitas yang kuat. Setiap kali kami mengalami momen atau situasi sulit, kami merespons,” lanjutnya.

Chivu Jadi Sosok Penting

Cristian Chivu mengambil alih posisi Simone Inzaghi dan langsung memberikan pengaruh besar meski sebelumnya minim pengalaman sebagai pelatih kepala di level senior. Calhanoglu menilai pendekatan Chivu berbeda karena sang pelatih lebih banyak memperhatikan kondisi pribadi pemain.

“Dengan Chivu sekarang, sesuatu yang berbeda, dia lebih peduli kepada pribadi, bukan sepak bola. Yang lebih penting adalah bagaimana perasaan Anda, dan dia terbuka terhadap segala sesuatu,” kata Calhanoglu.

Menurut Calhanoglu, hubungan tersebut membuat pemain lebih mudah berkomunikasi dengan Chivu di luar urusan taktik. “Di luar sepak bola, dia seperti saudara atau teman, Anda selalu bisa berbicara dengannya tentang apa pun,” tuturnya.

Inter Bidik Dominasi Serie A

Calhanoglu menegaskan target Inter tidak berubah setelah keberhasilan meraih dua trofi domestik pada musim sebelumnya. “Tujuannya selalu untuk terus mendominasi liga, saya sudah di sini selama lima tahun, memenangkan delapan trofi dan mencapai dua final Liga Champions,” ujarnya.

Inter juga tetap memiliki ambisi memperkuat posisi Serie A sebagai salah satu kompetisi terbaik Eropa. Calhanoglu menilai kualitas klub-klub Italia terus berkembang dan menempatkan Serie A di tiga besar bersama Premier League serta La Liga.

Bagi Calhanoglu, kegagalan di Liga Champions bukan alasan untuk kehilangan keyakinan terhadap proyek Inter. Dengan Chivu yang semakin dekat dengan para pemain dan mentalitas yang telah teruji, Nerazzurri bertekad kembali mengejar Scudetto sekaligus mencoba melangkah lebih jauh di Eropa.

Idnews.top – Bekuk Manchester City di Community Shield, Performa Arsenal Mendekati Sempurna

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, puas dengan penampilan timnya dalam laga Community Shield baru-baru ini. Ia menilai pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi The Gunners untuk menunjukkan mentalitas setelah apa yang mereka lalui pada musim sebelumnya.

Selaku juara bertahan Premier League, Arsenal ikut serta dalam laga bertajuk Community Shield. Mereka berhadapan dengan juara FA Cup musim lalu, Manchester City.

Pertandingan yang seharusnya digelar di Wembley Stadium ini berlangsung satu arah. Arsenal tampil dominan sejak awal dan mampu memenangkan laga dengan skor akhir 3-0.

Calafiori mengaku senang dengan kemenangan yang diraih Arsenal di laga ini. “Ini pertandingan yang sangat penting dan juga menjadi ujian penting bagi kami. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mentalitas kami setelah musim lalu,” ujar Calafiori kepada TNT Sports.

Calafiori turut mencetak gol cepat yang membantu Arsenal mengawali pertandingan dengan positif. Pemain asal Italia itu mengakui gol tersebut memberikan keuntungan besar bagi tim.

“Menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol sedini itu, hal tersebut sangat membantu tim,” katanya.

Secara keseluruhan, Calafiori menilai performa Arsenal sudah mendekati sempurna. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi The Gunners untuk menghadapi musim yang panjang.

“Performa seperti ini sudah mendekati kesempurnaan,” tegas Calafiori.

Berikan Kredit untuk 2 Pemain Arsenal

Calafiori juga memberikan kredit kepada Myles Lewis-Skelly atas assist yang mengantarkannya mencetak gol. Ia menilai umpan tersebut sangat sempurna.

“Saya selalu berusaha memberikan solusi kepada rekan-rekan setim. Umpannya luar biasa. Myles memberikan saya bola yang sempurna. Ini 70 persen jasanya dan 30 persen saya,” ujar Calafiori.

Ia juga memberikan pujian kepada Christos Tzolis yang menurutnya menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam pertandingan tersebut.

“Christos adalah salah satu pemain terbaik di lapangan hari ini,” lanjutnya.

Trofi ke-18

Dengan kemenangan atas Manchester City itu, Arsenal kini telah mengoleksi total 18 trofi Community Shield.

Mereka kini jadi tim kedua dengan trofi terbanyak di ajang tersebut, hanya kalah dari Manchester United yang memiliki 21 trofi juara.

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, puas dengan penampilan timnya dalam laga Community Shield baru-baru ini. Ia menilai pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi The Gunners untuk menunjukkan mentalitas setelah apa yang mereka lalui pada musim sebelumnya.

Selaku juara bertahan Premier League, Arsenal ikut serta dalam laga bertajuk Community Shield. Mereka berhadapan dengan juara FA Cup musim lalu, Manchester City.

Pertandingan yang seharusnya digelar di Wembley Stadium ini berlangsung satu arah. Arsenal tampil dominan sejak awal dan mampu memenangkan laga dengan skor akhir 3-0.

Calafiori mengaku senang dengan kemenangan yang diraih Arsenal di laga ini. “Ini pertandingan yang sangat penting dan juga menjadi ujian penting bagi kami. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mentalitas kami setelah musim lalu,” ujar Calafiori kepada TNT Sports.

Calafiori turut mencetak gol cepat yang membantu Arsenal mengawali pertandingan dengan positif. Pemain asal Italia itu mengakui gol tersebut memberikan keuntungan besar bagi tim.

“Menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol sedini itu, hal tersebut sangat membantu tim,” katanya.

Secara keseluruhan, Calafiori menilai performa Arsenal sudah mendekati sempurna. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi The Gunners untuk menghadapi musim yang panjang.

“Performa seperti ini sudah mendekati kesempurnaan,” tegas Calafiori.

Berikan Kredit untuk 2 Pemain Arsenal

Calafiori juga memberikan kredit kepada Myles Lewis-Skelly atas assist yang mengantarkannya mencetak gol. Ia menilai umpan tersebut sangat sempurna.

“Saya selalu berusaha memberikan solusi kepada rekan-rekan setim. Umpannya luar biasa. Myles memberikan saya bola yang sempurna. Ini 70 persen jasanya dan 30 persen saya,” ujar Calafiori.

Ia juga memberikan pujian kepada Christos Tzolis yang menurutnya menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam pertandingan tersebut.

“Christos adalah salah satu pemain terbaik di lapangan hari ini,” lanjutnya.

Trofi ke-18

Dengan kemenangan atas Manchester City itu, Arsenal kini telah mengoleksi total 18 trofi Community Shield.

Mereka kini jadi tim kedua dengan trofi terbanyak di ajang tersebut, hanya kalah dari Manchester United yang memiliki 21 trofi juara.

KLIKBETS – Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

Sumber: Opta Joe, Sports Ilustrated.

Idnews.top – Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada ajang Community Shield di Cardiff. Hasil ini menjadi awal ideal bagi tim Mikel Arteta untuk menatap kompetisi yang padat.

Kemenangan tersebut menghadirkan modal penting dalam misi mempertahankan gelar Premier League, sekaligus memberi pesan tegas kepada para pesaing. Arsenal tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak menit awal.

Di balik performa kolektif yang solid, empat pemain berkontribusi besar: David Raya, Gabriel Magalhaes, Cristhian Mosquera, dan Christos Tzolis. Tzolis langsung mencetak dua assist pada debut kompetitifnya bersama The Gunners.

David Raya Mengamankan Momentum

David Raya kembali tampil meyakinkan meski hanya bermain 45 menit sepanjang pramusim dan tidak mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia bersama Spanyol. Ia tetap tenang mengawal gawang Arsenal.

Kiper asal Spanyol itu mencatat empat penyelamatan, termasuk dua aksi penting pada babak pertama yang menjaga keunggulan tim tetap aman.

Pada menit ke-20, ia menggagalkan tembakan jarak jauh Phil Foden dari sekitar 30 meter melalui tepisan tangan kanan yang kuat. Respons tersebut mencegah momentum berbalik.

Dua puluh menit kemudian, Raya kembali sigap dengan penyelamatan reaktif untuk menggagalkan peluang Erling Haaland dari dalam kotak penalti. Intervensi itu kembali menjaga kontrol pertandingan di pihak Arsenal.

Rangkaian aksi tersebut mempertegas perannya sebagai fondasi penting di lini belakang, memastikan dominasi Arsenal tidak terganggu hingga peluit akhir.

Gabriel dan Mosquera Menutup Ruang

Gabriel Magalhaes dan Cristhian Mosquera baru dua kali bermain bersama sebelum Community Shield. Namun, duet ini langsung memperlihatkan koordinasi yang solid di jantung pertahanan.

Keduanya membantu Arsenal membatasi Manchester City hanya menghasilkan nilai expected goals 0,77 dari 12 tembakan. The Citizens dibuat kesulitan menembus area berbahaya.

Selain rapat dalam bertahan, keduanya aktif membangun serangan dengan tingkat keberhasilan umpan mencapai 87 persen. Sirkulasi bola dari belakang berjalan efektif.

Performa Mosquera semakin penting karena William Saliba masih mengalami cedera. Arteta mendapatkan alternatif yang meyakinkan di posisi bek tengah tanpa mengorbankan stabilitas.

Kokohnya lini belakang menjadi landasan kemenangan, membuat upaya City meraih momentum kerap terhenti di area pertahanan Arsenal.

Debut Christos Tzolis Bernilai Dua Assist

Christos Tzolis langsung memberi dampak pada debut kompetitifnya. Winger asal Yunani itu didatangkan dari Club Brugge dengan biaya 34 juta poundsterling (Rp745,7 miliar) dan menjawab kepercayaan dengan kontribusi nyata.

Tzolis mencatat dua assist yang membantu Arsenal mencetak gol kedua dan ketiga. Dampaknya terasa di momen krusial saat tim berusaha menutup laga.

Assist pertama hadir melalui sundulan yang mengarahkan bola ke Kai Havertz di tiang jauh. Pergerakan tanpa bola dan eksekusinya tepat sasaran.

Umpan keduanya mengarah tepat ke kaki Martin Odegaard yang kemudian melewati beberapa pemain City sebelum mencetak gol ketiga Arsenal. Akurasi servisnya menjadi pembeda.

Tzolis juga menunjukkan etos kerja tinggi, aktif mengejar bola lepas dan berduel dengan pemain bertahan. Gaya bermain tersebut membuatnya cepat mendapat sambutan positif dari pendukung Arsenal.

Namun, pemain berusia 24 tahun itu masih perlu meningkatkan keberanian saat mendapatkan peluang mencetak gol. Meski begitu, performa debutnya mengindikasikan Tzolis berpeluang menjadi bagian penting dalam rencana Arteta musim ini.

LARISBOLA – BRI menyiapkan hadiah spesial bagi pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) BRI Youth Champions League 2026. Pemain terbaik turnamen U-14 tersebut akan mendapat kesempatan mengunjungi Spotify Camp Nou, markas Barcelona di Spanyol.

BRI Youth Champions League 2026 diikuti 108 tim dari berbagai daerah dalam fase penyisihan regional. Persaingan kemudian mengerucut menjadi empat semifinalis, yakni Akademi Persib Cimahi Team (APC) dari Bandung, SSB Cahaya Muda Pamekasan dari Surabaya, Taji Malela Biru dari Bekasi, dan Lampung First Class dari Lampung.

Keempat juara regional tersebut sebelumnya mendapat kesempatan mengikuti coaching clinic bersama pelatih Akademi Barcelona. Program tersebut mencakup latihan langsung, pembelajaran teknik dan taktik, serta praktik di lapangan.

Dua pelatih Akademi Barcelona, Oriol Font dan Daniel Gonzalez, juga memberikan pembinaan kepada keempat tim sebelum semifinal.

“Tanamkan nilai-nilai yang kalian dapatkan di pertandingan hari ini,” pesan Oriol Font.

MVP Bakal Terbang ke Barcelona

Retail Funding Group Head BRI, Andreas Hassim, menyampaikan hadiah tersebut saat semifinal BRI Youth Champions League 2026 di BRILian Stadium, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Ia menyebut untuk pemain terbaik dari turnamen ini akan berkesempatan langsung mengunjungi markas FC Barcelona.

“Most Valuable Player akan kami berangkatkan ke Spotify Camp Nou,” ujar Andreas.

Selain MVP, tim yang menjadi juara juga akan mendapat kesempatan berkunjung ke markas Barcelona. Program BRI x Barcelona tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus motivasi bagi talenta muda berprestasi.

Nasabah BRI Berpeluang ke Barcelona

Pengalaman menyaksikan pertandingan langsung di Barcelona juga dapat dirasakan nasabah BRI melalui program VIP Trip.

Nasabah dapat mengikuti program tersebut dengan membuat Kartu BRI Debit FC Barcelona melalui kantor cabang BRI atau aplikasi BRImo, kemudian menempatkan dana baru minimal Rp10 juta.

Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti pengundian melalui bbri.id/brifcbarcelona. Pemenang akan memperoleh tiket penerbangan pulang-pergi ke Barcelona, akomodasi, tiket VIP pertandingan di Camp Nou, serta tur eksklusif ke Museum FC Barcelona.

BRI juga menyiapkan hadiah hiburan berupa jersey resmi dan merchandise Barcelona bagi nasabah yang berpartisipasi.

Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.