27 Oktober 2026

By: KADOQQ

Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.

Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.

Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.

Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.

Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.

Jadi yang Keempat

Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.

Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.

Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.

Sampaikan Terima Kasih

Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.

“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.

Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.

Bayern Munchen belum memberikan kabar terbaru apa pun mengenai kondisi Jamal Musiala setelah sang pemain ambruk saat menghadapi RB Leipzig dalam laga uji coba, Sabtu (15-8-2026).

Musiala terjatuh di lapangan beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Kejadian tersebut membuat rekan-rekannya panik sebelum tim medis Bayern Munchen segera menghampirinya.

Salah satu petugas medis kemudian memberi isyarat jempol yang membuat situasi sedikit lebih tenang.

Menurut kantor berita DPA, Musiala akhirnya bisa meninggalkan lapangan tanpa bantuan dan berjalan sendiri menuju lorong pemain melalui tangga.

Meski demikian, pemain berusia 23 tahun itu masih terlihat linglung.

Belum Ada Info Lanjutan

Beberapa jam setelah pertandingan, seorang anggota dewan Bayern Munchen yang menangani bidang olahraga menyatakan bahwa kondisi Musiala baik-baik saja.

Namun, Bayern belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi pemain asal Jerman tersebut maupun penyebab dirinya tiba-tiba terjatuh.

Suhu tinggi juga disebut mungkin berperan dalam insiden tersebut. Suhu di Munchen saat pertandingan berlangsung berada di atas 30 derajat Celsius.

Associated Press telah meminta Bayern Munchen memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Musiala.

Pernah Cedera Serius

Musiala sebelumnya mengalami patah kaki pada musim panas tahun lalu ketika Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub 2025.

Ia kemudian kembali bermain di Bundesliga pada awal 2026.

Musiala juga menjadi satu di antara pemain penting Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman secara mengejutkan tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.

Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.

Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.

Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.

Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.

  1. Axel Disasi

Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.

Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.

Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.

Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.

Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.

  1. Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya

Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.

Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.

Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.

Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.

  1. Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya

Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.

Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.

Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.

Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.

  1. Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya

Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.

Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.

Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.

Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.

Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.

FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).

“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Bukan Hanya Kualitas Pemain

Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.

“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.

“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.

Harus Punya Plan B

Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?

“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.

Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.

“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.

Luis Enrique memuji karakter Paris Saint-Germain (PSG) setelah mempertahankan Piala Super Eropa. Les Parisiens menaklukkan Aston Villa 2-1 di Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. PSG hanya punya waktu singkat untuk mempersiapkan laga karena sebagian besar pemain baru kembali dari liburan usai membela negara masing-masing di Piala Dunia 2026.

Meski begitu, PSG tetap menunjukkan mentalitas juara. Enrique meminta skuadnya menikmati keberhasilan ini sekaligus menjaga ambisi untuk kembali memburu banyak trofi pada musim baru.

PSG Juara, Luis Enrique Soroti Persiapan Singkat

Hasil 2-1 atas Aston Villa memastikan PSG mengangkat trofi Piala Super Eropa untuk tahun kedua secara beruntun. Kemenangan di Salzburg itu menegaskan konsistensi sang juara bertahan di ajang antarklub Eropa tersebut.

Enrique sebelumnya menyoroti minimnya waktu persiapan. Banyak pemain baru menyelesaikan tugas internasional dan kembali dari liburan, membuatnya harus memaksimalkan sisa hari latihan sebelum jumpa wakil Inggris itu.

“Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dan mengetahui kemampuan mereka. Pertandingan ini sangat rumit, sama seperti musim lalu,” tutur Enrique.

“Kami harus menyoroti apa yang dilakukan tim karena sama sekali tidak mudah ketika Anda hanya memiliki beberapa hari untuk berlatih,” tegas Enrique.

Mentalitas Kompetitif Jadi Kekuatan PSG

Di luar persoalan teknis, Enrique menekankan motivasi skuadnya. Dengan waktu persiapan terbatas, intensitas dan kecintaan para pemain terhadap sepak bola menjadi fondasi untuk menjaga level kompetitif.

“Sangat mudah memotivasi para pemain ini karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan. Saya pikir situasinya hampir ideal,” ungkap Enrique.

Kondisi tersebut membantu PSG tetap tajam di laga penting seperti Piala Super Eropa. Sang pelatih melihatnya sebagai modal positif untuk memasuki musim yang menuntut konsistensi tinggi di berbagai kompetisi.

Ambisi Berlanjut Usai Trofi Beruntun

Enrique menegaskan standar klub tidak boleh turun setelah meraih gelar berturut-turut. “Sangat sulit memenangkan trofi secara beruntun. Karena itu, kami harus menikmati apa yang telah kami capai, tetapi pada saat yang sama kami harus tetap ambisius dan profesional untuk mencoba memenangkan semuanya lagi,” lanjut Enrique.

Keberhasilan mempertahankan Piala Super Eropa menambah koleksi trofi PSG dalam beberapa musim terakhir. Namun, ia tidak ingin ruang ganti cepat puas karena masih banyak target yang menanti dan standar yang wajib dijaga.

“Inilah ambisi yang kami miliki,” kata Enrique.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengungkap alasan di balik keputusan manajemen melanjutkan kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel untuk BRI Super League 2026/2027.

Liana Tasno menyebut ada kesamaan visi dan nilai antara dirinya dengan Van Gastel. Salah satu yang paling utama ialah soal integritas dalam menjalankan tugas dan membawa PSIM menjadi lebih baik.

“Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas,” ujar Liana Tasno.

“Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas,” imbuh wanita berusia 43 tahun itu.

Integritas Jadi Dasar Utama

Menurut Liana, Integritas yang dimaksud bukan sekadar nilai yang tertulis, melainkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi PSIM. Ia ingin elemen tim memiliki tujuan sama ketika menghadapi kompetisi.

“Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak,” katanya.

Kesamaan visi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen PSIM memberikan kepercayaan kepada Jean-Paul van Gastel untuk semusim ke depan. Pelatih asal Belanda itu diharapkan bisa mengantar Naga Jawa terbang lebih tinggi.

Bagi Liana, kesamaan nilai adalah modal penting untuk membangun kerja sama dalam jangka panjang. Terlebih, PSIM akan menghadapi persaingan yang lebih ketat di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Melibatkan Banyak Pihak

Selain itu, Liana juga menjelaskan bahwa pembentukan skuad PSIM bukan merupakan hasil keputusan satu orang. Proses perekrutan pemain dilakukan melalui diskusi dan komunikasi yang melibatkan sejumlah pihak.

“Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah,” papar Liana Tasno.

“Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap.”

“Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim,” pungkasnya.

Paolo Maldini mengungkapkan betapa seriusnya Pep Guardiola mempertimbangkan tawaran untuk menjadi pelatih Timnas Italia.

Menurut Maldini, Guardiola bahkan sudah mulai menyusun kemungkinan formasi dan mempelajari skuad Italia dari level junior.

Maldini menceritakan proses tersebut dalam wawancara dengan Corriere della Sera.

Ketika itu, Maldini masih menjabat sebagai Direktur Teknis FIGC dan bersama penasihatnya, Leonardo, berupaya mendatangkan Guardiola sebagai pelatih Timnas Italia.

Maldini dan Leonardo menemui Guardiola di Barcelona untuk membicarakan proyek tersebut. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana serius dan membahas kemungkinan Guardiola mengambil alih Timnas Italia.

Sangat Tertarik

Guardiola disebut sangat tertarik dengan kesempatan tersebut. Maldini bahkan mengklaim mantan pelatih Barcelona dan Manchester City itu sudah mulai memikirkan komposisi serta formasi yang mungkin digunakan.

“Dia sempat menyampaikan kepada beberapa temannya bahwa ingin melatih sebuah tim nasional. Kami pergi menemuinya di Barcelona, makan siang bersama, lalu berbicara sepanjang hari,” ujar Maldini.

“Dia sangat tergoda. Dia hampir menerimanya. Dia bahkan mulai menuliskan formasi di beberapa lembar kertas,” lanjutnya.

Namun, Guardiola akhirnya tidak mengambil pekerjaan tersebut. Maldini menegaskan bahwa persoalannya bukan tuntutan gaji seperti yang sebelumnya diberitakan di Italia.

Kelelahan

Sejumlah laporan menyebut Guardiola meminta gaji 20 juta euro per musim untuk menangani Timnas Italia. Maldini membantah kabar tersebut.

“Sama sekali tidak. Uang tidak pernah menjadi masalah. Pep berkata dengan jelas kepada kami: Beri saya satu euro lebih sedikit dari yang diterima pelatih sebelumnya dan saya tidak masalah,” kata Maldini.

Menurut Maldini, faktor yang membuat Guardiola urung menerima tawaran tersebut adalah kelelahan setelah menjalani periode panjang di Premier League.

“Karena kelelahan. Guardiola baru saja melewati 10 tahun yang sangat melelahkan di Premier League. Dia juga menjalani operasi punggung dan ingin beristirahat,” ungkapnya.

Akhirnya Pilih Mancini

Kendati pada akhirnya Guardiola tidak menjadi pelatih Italia, Maldini menegaskan pembicaraan tersebut berlangsung dengan sangat serius.

Mereka bahkan sudah mempelajari pemain-pemain Italia dari kelompok usia U-17 ke atas sebagai bagian dari pembahasan proyek tersebut.

“Namun, pembicaraan itu sangat serius. Kami mempelajari skuad mulai dari U-17 dan seterusnya,” tutur Maldini.

Setelah pendekatan kepada Guardiola tidak berlanjut, Maldini dan Leonardo kemudian memilih Andrea Pirlo sebagai opsi berikutnya. Maldini juga menyebut Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengetahui proses tersebut dan mendapat informasi secara bertahap.

“Jadi, kemudian kami memilih Andrea (Pirlo). Malago mengetahui semuanya, kami memberitahunya langkah demi langkah,” kata Maldini.

Hanya, proses dengan Pirlo juga gagal setelah Malago lebih memilih Roberto Mancini untuk kembali melatih Timnas Italia.

Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, mengaku terkesan dengan atmosfer yang tercipta dalam laga melawan AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (8-8-2026) malam WIB.

Menurut Xabi, dukungan yang diberikan para suporter menjadi satu di antara keadaan paling berkesan dari pertandingan pramusim tersebut.

Chelsea berhasil meraih kemenangan 3-0 atas AC Milan. Joao Pedro menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh Moises Caicedo.

Xabi menyoroti sambutan yang diterima Chelsea di Jakarta. Dia menilai atmosfer yang tercipta sejak sebelum partai dimulai sudah terasa istimewa.

Xabi mengatakan suporter terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan. Bahkan, sorakan sudah terdengar sejak para pemain belum memasuki lapangan.

“Dukungan yang kami terima sangat fantastis. Mereka terus memberikan dukungan setelah pertandingan dan bahkan sebelum kick-off dimulai,” ujar Xabi dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pujian Xabi Alonso

Pelatih asal Spanyol itu juga memuji antusiasme pendukung dari kedua kesebelasan. Menurutnya, baik suporter Chelsea maupun AC Milan sama-sama menciptakan suasana yang meriah di stadion.

“Tribune pendukung kami, tribune biru, sangat berisik. Pendukung AC Milan juga sama berisiknya sehingga atmosfer di Jakarta malam ini benar-benar luar biasa,” ungkap Xabi.

Alonso merasa pertandingan di SUGBK menghadirkan atmosfer sepak bola yang sesungguhnya. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang hadir dan ikut memeriahkan laga tersebut.

“Kami harus mengucapkan terima kasih karena atmosfer yang tercipta benar-benar atmosfer sepak bola yang sesungguhnya,” tutur Xabi.

Pengalaman Penting

Mantan gelandang Timnas Spanyol itu juga senang melihat para pendukung Chelsea menikmati pertandingan yang berlangsung di Jakarta.

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari tur pramusim.

“Kami juga senang karena para pendukung kami menikmati pertandingan ini,” ucap mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid tersebut.

Timnas Singapura memastikan langkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7-8-2026).

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif The Lions yang kembali mampu bangkit setelah lebih dulu tertinggal.

Untuk pertama kalinya di Piala AFF, Singapura harus mengejar keunggulan lawan. Namun, seperti yang mereka tunjukkan saat menghadapi India dan Hong Kong pada Kualifikasi Piala Asia 2027, tim asuhan Gavin Lee itu kembali mampu membalikkan keadaan dengan meraih hasil yang dibutuhkan.

Singapura sempat berada dalam situasi sulit pada menit ke-58 ketika Song Ui-young, yang sudah mengantongi satu kartu kuning, terlibat insiden tanpa bola dengan Ivar Jenner.

Wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, awalnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. Keputusan itu membuat Song menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.

Namun, setelah melakukan peninjauan VAR selama sekitar enam menit, wasit membatalkan kartu kuning kedua untuk Song. Sebaliknya, kartu kuning diberikan kepada Ivar Jenner sehingga Singapura tetap bermain dengan 11 pemain.

Momentum tersebut dimanfaatkan Singapura untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-66.

Tendangan sudut Song gagal disapu bersih lini belakang Indonesia. Bola kemudian diteruskan Shah Shahiran ke depan gawang dan tidak mampu diantisipasi Cahya Supriadi, sebelum akhirnya diselesaikan Ilhan Fandi menjadi gol.

Gol tersebut menjadi gol ketiga Ilhan sepanjang Piala AFF 2026.

Bangga

Didukung penuh suporter tuan rumah, Singapura mampu mempertahankan hasil imbang hingga pertandingan berakhir.

Seusai laga, para pemain turut bernyanyi bersama pendukung membawakan lagu kebangsaan “Majulah Singapura” dan lagu “Home” yang dipopulerkan Kit Chan.

Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang mampu berjuang hingga akhir pertandingan.

“Saya sangat bangga kepada para pemain dan staf. Perjalanan kami tidak mudah karena tidak banyak yang memberi kami peluang untuk lolos dari grup ini. Namun, kami benar-benar ingin memberikan kenangan indah lagi untuk para suporter,” ujar Lee.

“Sebagai pelatih, rasanya menyenangkan melihat tim terus berjuang dan mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Mereka fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan, mengabaikan keputusan wasit, kesalahan, maupun momen-momen besar dalam pertandingan, lalu terus melangkah,” imbuhnya, dikutip dari The Straits Times.

Lee juga mengungkapkan, tim pelatih sempat mendiskusikan berbagai kemungkinan ketika keputusan wasit terhadap Song masih ditinjau melalui VAR.

“Kami harus tetap tenang agar bisa memberikan dukungan terbaik kepada tim. Para pemain, termasuk Hariss Harun, juga saling menenangkan sehingga situasi tetap terkendali,” ungkapnya.

Perkembangan Positif

Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Singapura dalam dua tahun terakhir. Bersama Gavin Lee dan pendahulunya, Tsutomu Ogura, The Lions membangun semangat tim dan mentalitas yang membantu mereka lolos ke Piala Asia 2027.

Sejak Kualifikasi Piala Asia 2027 dimulai pada 2025, Singapura hanya dua kali kalah dalam 16 pertandingan, yakni saat menghadapi Thailand dengan skor 2-3 dan China 1-2.

Penampilan melawan Timnas Indonesia kembali memperlihatkan daya saing Singapura. Meski menghadapi tim peringkat ke-118 dunia yang memiliki lebih dari 10 pemain kelahiran luar negeri dalam skuadnya, The Lions mampu mengamankan hasil yang dibutuhkan.

Singapura juga tampil tanpa bek Safuwan Baharudin dan penyerang Ikhsan Fandi, yang tidak dilepas klub masing-masing karena pertandingan berlangsung di luar kalender resmi FIFA.

Keberhasilan melaju ke semifinal menjadi pencapaian istimewa bagi Singapura. Dalam tujuh edisi terakhir Piala AFF, mereka baru tiga kali berhasil lolos dari fase grup.

Kini, pada turnamen besar pertama Gavin Lee sebagai pelatih kepala, Singapura berpeluang mencatatkan pencapaian berikutnya, termasuk menembus final Piala AFF untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.