28 Oktober 2026

> BERITA BOLA INDONESIA

Berita sepak bola sajian Info Berita Lokal, Tarkam, Liga Domestik, liga 3, liga 2, Hingga Liga 1 Indonesia.

Idnews.top – Jadwal dan link streaming laga Swiss vs Argentina pada babak 8 Besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7) mulai pukul 08.00 pagi WIB. Laga Swiss vs Argentina akan disiarkan di TVRI dan MaxStream.

Perjalanan Argentina menuju delapan besar jauh dari kata mulus. Tim asuhan Lionel Scaloni dipaksa bekerja ekstra dalam dua laga fase gugur.

Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir. Lionel Messi yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti akhirnya mengubah jalannya pertandingan lewat assist untuk Cristian Romero dan gol penyeimbang sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis 3-2.

Di sisi lain, Swiss kembali membuktikan konsistensinya di level internasional. Di bawah arahan Murat Yakin, mereka memang tidak selalu tampil atraktif, tetapi mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik.

Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Meski Manuel Akanji gagal mengeksekusi penalti, Ruben Vargas memastikan kemenangan yang membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: Piala Dunia 2026
Pertandingan: Argentina vs Swiss
Tempat: Arrowhead Stadium, Kansas City
Hari, tanggal: Minggu, 12 Juli 2026
Jam kick-off: 08.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_ty7vb3rh/argentina_vs_swiss

Prediksi Skor

Argentina memiliki kualitas individu yang sulit ditandingi, terutama ketika Messi mampu menentukan jalannya pertandingan dalam situasi paling sulit. Pengalaman mereka di laga-laga besar juga menjadi modal penting menghadapi tekanan babak gugur.

Namun, pertahanan Argentina belum sepenuhnya meyakinkan. Mereka sudah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, sedangkan Swiss memiliki cukup banyak opsi di lini depan untuk mengeksploitasi ruang yang tersedia.

Swiss kemungkinan akan bermain disiplin sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Jika efektivitas penyelesaian akhir mereka lebih baik dibanding saat menghadapi Kolombia, peluang mencetak gol tetap terbuka.

Meski begitu, sulit mengabaikan faktor Messi yang berkali-kali menjadi pembeda. Argentina diprediksi kembali lolos, tetapi mungkin harus melalui pertandingan yang berlangsung ketat.

Prediksi skor akhir: Argentina 2-1 Swiss

BolaIndonesia – Timnas Inggris memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan perempat final yang berlangsung dramatis. Kemenangan ini menjadi salah satu laga paling menarik pada turnamen tahun ini dan kembali menegaskan status The Three Lions sebagai kandidat kuat juara.

Norwegia sempat mengejutkan publik dengan membuka keunggulan lebih dahulu melalui Andreas Schjelderup. Gol tersebut membuat Inggris berada dalam tekanan karena sepanjang babak pertama permainan mereka belum menunjukkan performa terbaik.

Namun, Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci. Gelandang muda tersebut sukses mencetak gol penyeimbang sebelum turun minum sehingga menghidupkan kembali peluang Inggris untuk lolos ke semifinal.

Jude Bellingham Jadi Pembeda

Babak kedua berlangsung ketat dengan kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang emas. Erling Haaland berusaha membawa Norwegia kembali unggul, tetapi lini pertahanan Inggris tampil semakin disiplin.

Ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Ia mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Norwegia sehingga membawa Inggris berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut sekaligus memastikan Inggris mengamankan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Penampilan Bellingham pun mendapat banyak pujian karena kembali menjadi sosok penentu di pertandingan besar.

Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak

Meski gagal melangkah lebih jauh, perjalanan Norwegia layak mendapat apresiasi. Tim asuhan Ståle Solbakken berhasil mencatat sejarah dengan tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk kemenangan mengejutkan atas Brasil pada babak 16 besar.

Pelatih Solbakken mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh pemainnya. Ia menilai skuad Norwegia telah memberikan segalanya hingga menit terakhir meski akhirnya harus mengakui keunggulan Inggris.

Inggris Semakin Percaya Diri

Keberhasilan mencapai semifinal semakin meningkatkan kepercayaan diri skuad Inggris. Selain memiliki lini depan yang tajam, mereka juga menunjukkan mental juara dengan mampu bangkit setelah tertinggal.

Jude Bellingham kini menjadi salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas berkat kontribusi golnya yang terus bertambah selama turnamen. Bersama Harry Kane, Inggris memiliki duet yang menjadi ancaman bagi siapa pun di fase berikutnya.

Dengan kemenangan ini, Inggris tinggal selangkah lagi menuju partai final Piala Dunia 2026. Para pendukung The Three Lions kini berharap momentum positif tersebut dapat terus berlanjut hingga mengangkat trofi juara dunia.

Skor Akhir

  • Inggris 2-1 Norwegia (AET)
  • Pencetak gol Inggris: Jude Bellingham (2)
  • Pencetak gol Norwegia: Andreas Schjelderu

Brasil tersingkir secara mengejutkan pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Norwegia. Dua gol Erling Haaland membawa Norwegia melaju ke perempat final.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri harapan Neymar tampil lebih jauh di Piala Dunia. Penyerang berusia 34 tahun itu tampak sangat terpukul setelah pertandingan berakhir.

Bagi Brasil, hasil itu menjadi pencapaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak disingkirkan rival abadinya, Argentina, pada edisi 1990.

Tim berjuluk Selecao juga kini telah 24 tahun tidak mampu mengangkat trofi Piala Dunia.

Prestasi terbaik mereka dalam periode tersebut terjadi pada 2014 ketika mencapai semifinal sebelum kalah telak 1-7 dari Jerman, Die Mannschaft kemudian menjadi juara.

Ancaman Romario

Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih Brasil pada Mei 2025 dengan harapan mampu mengangkat performa tim. Namun, setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, desakan agar pelatih asal Italia itu dicopot dari jabatannya mulai bermunculan.

Satu di antara sosok yang menyuarakan kritik keras adalah Romario, anggota skuad juara dunia Brasil 1994.

Mantan striker Selecao itu bahkan mengatakan dirinya akan “membawa Ancelotti ke pengadilan” setelah Brasil tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan.

“Dia tidak bisa tetap menjadi pelatih Brasil,” kata Romario, seperti dikutip talkSPORT.

“Kalau saya yang memimpin federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka, lalu langsung merobek kontraknya.”

“Pertandingan melawan Norwegia adalah sebuah aib. Saya bahkan akan membawanya ke pengadilan. Nanti kita lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak boleh bertahan,” cetus legenda sepak bola Brasil itu.

Belum Akan Lengser

Meski begitu, masa depan Ancelotti belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Pelatih yang memiliki kontrak hingga 2030 itu diperkirakan tetap melanjutkan pekerjaannya, meski mendapat kritik keras setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.

“Dia adalah pelatih kami dan akan tetap bersama kami sepanjang siklus ini,” ujar koordinator tim nasional Brasil, Rodrigo Caetano, setelah kekalahan dari Norwegia.

“Satu di antara penyebab utama kegagalan kami di Piala Dunia ini adalah tidak adanya arahan jangka panjang yang stabil untuk mempersiapkan tim nasional sebagaimana mestinya menghadapi Piala Dunia. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama lagi,” tambah Caetano.

Pernyataan tersebut mengindikasikan Ancelotti masih akan dipertahankan sebagai pelatih Brasil, meski kritik terhadap mantan pelatih Real Madrid itu terus berdatangan.

Idnews.top – Ada insiden menarik di pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Norwegia yang baru saja selesai digelar. Gol pertama Jude Bellingham di laga ini diperdebatkan keabsahannya.

Pertandingan yang digelar di Miami Stadium itu berjalan sengit. Norwegia yang tampil agresif sejak awal laga mampu mencetak gol terlebih dahulu berkat gol Andreas Schjelderup.

Namun keunggulan Norwegia itu tidak bertahan lama. Beberapa detik jelang buyaran babak pertama, Jude Bellingham mampu mencetak gol ke gawang Norwegia.

Gol tersebut membuat kedudukan kembali sama kuat 1-1 sebelum memasuki jeda pertandingan. Namun gol Bellingham tersebut menimbulkan kontroversi, terutama dari pihak Norwegia.

Bola Kena Kabel

Dalam proses terjadinya gol tersebut, ada indikasi bahwa gol ini seharusnya tidak sah.

Ini disebabkan proses gol ini diawali dari tendangan gawang dari Jordan Pickford. Bola terlihat mengenai kabel spider cam di atas lapangan sehingga bola berubah arah.

Bola kemudian berhasil diamankan Harry Kane sehingga ia memberikan umpan kunci kepada Anthony Gordon sebelum sang winger akhirnya melepaskan umpan tarik yang diselesaikan Bellingham menjadi gol penyama kedudukan Inggris.

Norwegia Protes Keras, Wasit Tak Bergeming

Setelah gol tersebut, para pemain dan staff Timnas Norwegia melancarkan protes kepada wasit Clement Turpin.

Mereka menilai gol itu seharusnya tidak sah. Karena jika bola tidak mengenai kabel spidercam tersebut, maka bola kemungkinan besar akan out dan gol itu tidak akan pernah terjadi.

Nmaun wasit asal Prancis itu tidak bergeming akan protes tersebut. Ia tetap mengesahkan gol tersebut dan skor 1-1 tetap bertahan hingga turun minum

Laga Berikutnya

Timnas Inggris sendiri berhasil menjadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.

Lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah pemenang dari laga Swiss vs Argentina yang akan digelar beberapa saat lagi.

Fabian Ruiz Antar Spanyol ke Semifinal, Golnya Dipersembahkan untuk Sang Anak

BolaIndonesia – Fabian Ruiz tampil sebagai salah satu pahlawan kemenangan Timnas Spanyol saat menyingkirkan Belgia di babak perempat final Piala Dunia 2026. Gelandang milik Paris Saint-Germain itu tidak hanya dipercaya tampil sebagai starter, tetapi juga sukses mencetak gol penting yang membuka jalan La Furia Roja menuju semifinal. Di balik selebrasinya yang penuh emosi, Fabian mengungkapkan bahwa gol tersebut ia persembahkan khusus untuk sang anak.

Penampilan impresif Fabian Ruiz menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol. Kepercayaan pelatih dibayar lunas dengan permainan disiplin, distribusi bola yang akurat, serta kontribusi nyata berupa gol yang membuat Spanyol semakin percaya diri menghadapi tekanan Belgia.

Kepercayaan Pelatih Dibayar dengan Penampilan Gemilang

Sejak menit pertama pertandingan, Fabian Ruiz langsung menunjukkan kualitasnya sebagai motor permainan Spanyol. Ia aktif menghubungkan lini belakang dengan lini depan, menjaga tempo permainan, dan beberapa kali memutus serangan Belgia melalui intersep yang bersih.

Keputusan pelatih untuk menempatkannya sebagai starter sempat dipertanyakan oleh sebagian pengamat. Namun Fabian membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangannya menjadi faktor penting dalam laga sebesar ini.

Gol yang ia cetak lahir dari pergerakan cerdas tanpa bola. Memanfaatkan umpan matang dari sisi kanan, Fabian muncul dari lini kedua sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper Belgia. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh sekaligus mengangkat moral seluruh pemain Spanyol.

Momentum itu menjadi titik balik pertandingan karena Belgia dipaksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Selebrasi Penuh Makna untuk Sang Buah Hati

Usai mencetak gol, Fabian Ruiz langsung berlari ke tepi lapangan sambil membentuk gestur menggendong bayi. Selebrasi sederhana itu ternyata memiliki makna yang sangat emosional.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Fabian mengaku gol tersebut dipersembahkan untuk sang anak yang selalu menjadi sumber motivasinya.

“Gol ini untuk anak saya. Dia adalah alasan terbesar saya terus bekerja keras setiap hari. Ketika saya mencetak gol, yang pertama terlintas di pikiran saya adalah keluarga,” ungkap Fabian.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para pendukung Spanyol. Banyak yang menilai selebrasi itu menjadi salah satu momen paling menyentuh sepanjang turnamen.

Bagi Fabian, keluarga menjadi penyemangat utama di tengah padatnya jadwal kompetisi bersama klub dan tim nasional.

Dominasi Spanyol Berkat Lini Tengah yang Solid

Selain gol Fabian Ruiz, kekuatan terbesar Spanyol kembali terlihat pada dominasi lini tengah mereka. Kombinasi penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, serta transisi cepat membuat Belgia kesulitan mengembangkan permainan.

Fabian menjadi pusat keseimbangan tim. Ia tidak hanya berperan dalam membangun serangan, tetapi juga disiplin membantu pertahanan ketika Belgia melancarkan serangan balik.

Akurasi umpannya yang tinggi membuat Spanyol mampu mempertahankan ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan. Performa tersebut kembali memperlihatkan mengapa Fabian menjadi salah satu gelandang paling komplet yang dimiliki Spanyol saat ini.

Belgia Memberikan Perlawanan Sengit

Meski kalah, Belgia tidak menyerah begitu saja. Tim berjuluk Setan Merah beberapa kali mengancam melalui serangan cepat dan bola mati.

Namun lini belakang Spanyol tampil disiplin sehingga peluang-peluang Belgia dapat dipatahkan. Setelah sempat menyamakan kedudukan, Belgia kembali tertinggal ketika Spanyol berhasil mencetak gol kemenangan di babak kedua.

Fabian Ruiz menjadi pemain yang paling menonjol sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol, ia juga memenangkan banyak duel di lini tengah dan menjadi pemain dengan kontribusi umpan progresif terbanyak untuk Spanyol.

Modal Berharga Menuju Semifinal

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Performa kolektif tim semakin matang, sementara para pemain kunci menunjukkan performa terbaiknya pada saat yang tepat.

Fabian Ruiz berharap kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.

“Kami masih memiliki pekerjaan yang belum selesai. Target kami adalah terus melaju dan memberikan yang terbaik untuk Spanyol,” ujarnya.

Dengan permainan yang semakin solid serta mental juara yang mulai terlihat, La Furia Roja kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Jika Fabian Ruiz mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Belgia, peluang Spanyol untuk kembali menjadi kampiun dunia tentu semakin terbuka lebar.

Lamine Yamal Tantang Prancis: Mereka yang Seharusnya Takut kepada Spanyol!

BolaIndonesia – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, mengirim pesan tegas kepada Prancis jelang bentrok panas semifinal Piala Dunia 2026. Alih-alih merasa tertekan menghadapi salah satu favorit juara, pemain Barcelona berusia 18 tahun itu justru menegaskan bahwa Spanyol sama sekali tidak gentar.

Menurut Yamal, jika ada tim yang harus merasa khawatir menjelang pertandingan besar tersebut, maka tim itu adalah Prancis. Pernyataan berani tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini menyelimuti skuad asuhan Luis de la Fuente setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

Spanyol melangkah ke semifinal dengan modal kemenangan meyakinkan atas Belgia, sementara Prancis mengamankan tiket empat besar usai menyingkirkan Maroko. Pertemuan dua raksasa Eropa itu pun diprediksi menjadi salah satu laga terbaik sepanjang Piala Dunia 2026.


Yamal: Kami Tidak Datang untuk Bertahan

Dalam sesi wawancara menjelang pertandingan, Yamal menolak anggapan bahwa Spanyol akan bermain hati-hati menghadapi kekuatan Prancis.

“Kami sama sekali tidak takut menghadapi siapa pun. Justru mereka yang seharusnya memikirkan bagaimana cara menghentikan permainan kami,” tegas Yamal.

Ucapan tersebut bukan sekadar psywar. Sepanjang turnamen, Spanyol memang memperlihatkan gaya bermain yang agresif dengan penguasaan bola tinggi, transisi cepat, dan kreativitas luar biasa di lini depan.

Yamal sendiri menjadi salah satu motor serangan La Roja. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menghadapi duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan berkali-kali kerepotan.

Kepercayaan dirinya pun semakin meningkat setelah tampil konsisten di setiap pertandingan knockout.


Spanyol Datang dengan Modal Besar

La Roja memasuki semifinal sebagai salah satu tim dengan performa paling stabil. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang yang disiplin dan lini depan yang produktif.

Selain Yamal, sejumlah pemain seperti Nico Williams, Pedri, Gavi, hingga Dani Olmo juga tampil dalam performa terbaiknya. Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan Spanyol terlihat matang sekaligus dinamis.

Pelatih Luis de la Fuente berhasil membangun tim yang tidak lagi bergantung pada satu pemain. Hampir setiap pertandingan menghadirkan pahlawan berbeda, membuat lawan kesulitan menentukan fokus penjagaan.

Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Yamal begitu percaya diri menghadapi Prancis.


Prancis Tetap Menjadi Lawan Berbahaya

Meski optimistis, Yamal tetap mengakui bahwa Prancis merupakan salah satu tim terbaik di dunia. Les Bleus memiliki kedalaman skuad luar biasa serta dipenuhi pemain kelas dunia di setiap lini.

Kecepatan serangan balik, pengalaman bermain di laga-laga besar, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi senjata utama Prancis sepanjang turnamen.

Namun, menurut Yamal, kualitas tersebut bukan alasan bagi Spanyol untuk mengubah identitas permainan mereka.

La Roja diyakini tetap akan tampil menyerang sejak menit pertama sambil berusaha mendominasi penguasaan bola seperti yang selama ini menjadi ciri khas mereka.


Duel Yamal vs Lini Belakang Prancis Jadi Sorotan

Salah satu duel paling dinantikan dalam pertandingan nanti adalah aksi Lamine Yamal menghadapi lini pertahanan Prancis.

Pemain muda Barcelona itu dikenal memiliki kemampuan menciptakan peluang dari situasi yang tampak mustahil. Pergerakannya di sisi kanan kerap memancing lebih dari satu pemain bertahan lawan untuk melakukan penjagaan.

Jika berhasil mendapatkan ruang, Yamal mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu umpan matang ataupun aksi individu.

Tak heran bila banyak pengamat memprediksi Prancis akan memberikan perhatian khusus kepada pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia tersebut.


Semifinal Sarat Gengsi dan Aroma Final Lebih Cepat

Pertandingan Spanyol melawan Prancis disebut banyak pihak sebagai “final sebelum final”. Kedua negara memiliki kualitas skuad yang relatif seimbang dan sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Pemenang laga ini akan selangkah lebih dekat menuju trofi Piala Dunia 2026, sementara tim yang kalah harus mengubur mimpi menjadi juara dunia.

Bagi Lamine Yamal, pertandingan tersebut bukan hanya soal tiket menuju final, tetapi juga kesempatan membuktikan bahwa generasi baru Spanyol telah siap mengambil alih panggung sepak bola dunia.

Dengan penuh keyakinan, Yamal menegaskan bahwa La Roja tidak akan mengubah pendekatan mereka hanya karena menghadapi Prancis.

“Kalau ada yang harus merasa takut, itu bukan kami. Mereka yang harus takut kepada Spanyol,” tutup Yamal penuh percaya diri.

Idnews.top – Sebuah kejutan dibuat oleh Manchester United terkait Ederson. Setan Merah memutuskan batal untuk merekrut sang gelandang di musim panas ini.

Seperti yang sudah diketahui, MU memang aktif belanja gelandang baru di musim panas ini. Setan Merah butuh beberapa pemain baru di lini tengah mereka pasca kepergian Casemiro dan cedera panjang yang dialami Manuel Ugarte.

MU sendiri sebenarnya bergerak cepat di bursa transfer ini. Di bulan Juni yang lalu mereka mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer Ederson, namun transfer ini tertunda karena Ederson harus membela Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.

Fabrizio Romano melaporkan bahwa MU mengambil keputusan yang mengejutkan terkait transfer ini. Mereka memutuskan untuk membatalkan kesepakatan yang sudah terjalin dengan Atalanta untuk transfer Ederson.

MU Batal Rekrut Ederson

Menurut laporan Romano, Manchester United memutuskan batal merekrut Ederson setelah pemeriksaan medis yang mereka lakukan pada sang gelandang baru-baru ini.

Dalam pemeriksaan medis tersebut, MU menemukan bahwa sang gelandang punya masalah di bagian lututnya. Masalah ini berpotensi menjadi masalah di kemudian hari karena ia bakal rentan cedera.

MU tidak mau mengambil resiko akan hal tersebut dan mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan transfer sang gelandang di bursa transfer musim panas ini.

Atalanta Kecewa dengan Keputusan MU

Menurut laporan yang sama, Atalanta sangat kecewa dengan keputusan Manchester United yang membatalkan transfer Ederson ini.

Di mata La Dea, Ederson berada dalam kondisi yang segar bugar. Ia juga tidak mengalami masalah cedera selama bermain di Piala Dunia 2026 kemarin.

Alhasil sang gelandang akan kembali ke Bergamo di musim panas ini, di mana ia masih terikat kontrak satu tahun lagi di Atalanta. Jadi kedua pihak akan duduk bersama untuk mencari solusi.

MU Rekrut Gelandang Lain

Setelah kegagalan transfer Ederson, Manchester United dilaporkan akan segera mengesahkan pembelian pertama mereka di musim panas ini.

Setan Merah berhasil mendatangkan sosok Andrey Santos dari Chelsea dengan mahar mencapai total 50 juta pounds.

Resmi! Kylian Mbappe Tempel Lionel Messi dalam Perburuan Top Skor Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Kylian Mbappe kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia. Bintang Timnas Prancis itu sukses menambah koleksi golnya di Piala Dunia 2026 setelah membawa Les Bleus menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 pada babak perempat final. Tambahan gol tersebut membuat Mbappe kini menyamai torehan Lionel Messi di puncak daftar top skor sementara turnamen.

Persaingan memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 kini semakin memanas. Dengan babak semifinal yang sudah di depan mata, Mbappe memiliki peluang besar untuk melampaui rekor sementara yang dipegang bersama Messi. Ketajamannya sepanjang turnamen menjadi salah satu alasan utama Prancis kembali difavoritkan untuk mengangkat trofi juara.

Mbappe Terus Menunjukkan Mental Juara

Sejak fase grup, Mbappe tampil konsisten sebagai ujung tombak serangan Prancis. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang tajam membuat pertahanan lawan kesulitan menghentikannya.

Pada laga melawan Maroko, pemain berusia 27 tahun tersebut kembali menjadi pembeda. Ia membuka keunggulan Prancis melalui penyelesaian klinis yang memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Gol tersebut bukan hanya membawa Prancis unggul, tetapi juga membuat Mbappe menyamai jumlah gol Lionel Messi di daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026.

Pelatih Didier Deschamps pun memberikan pujian kepada sang penyerang. Menurutnya, Mbappe selalu mampu tampil dalam pertandingan besar dan memberikan dampak yang luar biasa bagi tim.

Performa konsisten itu menjadi bukti bahwa Mbappe kini telah berkembang menjadi sosok pemimpin di skuad Prancis, bukan sekadar pemain muda berbakat seperti pada edisi-edisi sebelumnya.

Lionel Messi Masih Memimpin Bersama Mbappe

Meski kini sudah tersamai, nama Lionel Messi tetap menjadi sorotan besar di Piala Dunia 2026. Kapten Argentina tersebut tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi motor permainan Albiceleste hingga membawa timnya melaju ke babak perempat final.

Messi menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap bersaing di level tertinggi. Visi bermain, umpan-umpan matang, serta ketajamannya di depan gawang masih menjadi senjata utama Argentina.

Kini, persaingan antara dua generasi berbeda itu menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026. Di satu sisi ada Messi, legenda hidup sepak bola yang terus menambah sejarah. Di sisi lain terdapat Mbappe, penerus takhta yang perlahan membangun dominasinya di panggung dunia.

Perebutan Sepatu Emas Makin Sengit

Dengan masih tersisanya babak semifinal dan final, peluang kedua pemain untuk menambah koleksi gol masih sangat terbuka. Bahkan sejumlah nama lain juga belum menyerah dalam perburuan gelar top skor.

Namun melihat performa yang diperlihatkan Mbappe, banyak pengamat menilai striker Real Madrid tersebut memiliki peluang sedikit lebih besar. Prancis dikenal memiliki lini tengah yang kreatif sehingga mampu terus memasok peluang bagi sang penyerang.

Selain itu, Mbappe hampir selalu tampil penuh dalam setiap pertandingan penting. Kondisi fisik yang prima membuatnya tetap menjadi ancaman hingga menit-menit akhir.

Jika mampu kembali mencetak gol pada semifinal, Mbappe akan berdiri sendiri di puncak daftar pencetak gol sementara sekaligus semakin dekat dengan gelar Sepatu Emas.

Prancis Semakin Percaya Diri Menuju Semifinal

Keberhasilan menembus semifinal semakin mempertegas status Prancis sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Selain memiliki lini depan tajam, pertahanan Les Bleus juga tampil semakin solid sepanjang fase gugur.

Kolaborasi antara Mbappe, para gelandang kreatif, serta lini belakang yang disiplin membuat keseimbangan permainan Prancis semakin sulit ditandingi.

Momentum positif tersebut menjadi modal berharga menghadapi pertandingan semifinal yang dipastikan berlangsung jauh lebih berat. Namun selama Mbappe terus berada dalam performa terbaiknya, peluang Prancis melangkah ke partai final tetap terbuka lebar.

Mbappe Semakin Dekat Mengukir Sejarah Baru

Ketajaman Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026 bukan hanya membawa Prancis melangkah jauh di turnamen, tetapi juga menempatkannya sejajar dengan Lionel Messi dalam daftar top skor sementara. Persaingan keduanya menjadi salah satu daya tarik utama menjelang babak semifinal.

Apabila Mbappe mampu mempertahankan konsistensinya dalam dua pertandingan terakhir, bukan tidak mungkin ia akan menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus mengantarkan Prancis meraih gelar juara dunia.

Bagi para pecinta sepak bola, duel tidak langsung antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas menjadi kisah yang layak dinantikan hingga peluit panjang final Piala Dunia 2026 berbunyi.

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengungkapkan bahwa timnya tidak berekspektasi tinggi di Piala Presiden 2026 yang menjadi turnamen pramusim.

Persib akan menjadi tuan rumah Grup A Piala Presiden 2026. Tim berjuluk Maung Bandung itu bakal menghadapi Arema FC, DPMM FC dari Brunei Darussalam, dan Tampines Rovers dari Singapura.

“Kami tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden,” ujar Tolic dinukil dari laman klub.

“Kami akan mencoba menjadikannya sebagai bagian dari periode persiapan kebugaran fisik pemain,” ucap arsitek yang baru promosi menjadi nakhoda Persib itu.

Makna Piala Presiden bagi Persib

Pada musim depan, Persib akan menjalani empat kejuaraan sekaligus. Selain Super League, Maung Bandung juga bakal berkancah di AFC Champions League (ACL) Two, ASEAN Club Championship (ACC), dan League Cup.

League Cup adalah turnamen baru yang bakal dimulai pada musim depan dan diikuti oleh 38 klub dari Super League dan Championship.

“Target utama bagi kami adalah untuk siap menghadapi pertandingan-pertandingan AFC Champions League Two, yaitu untuk siap menghadapi empat kompetisi lainnya,” tutur Tolic.

“Kami menggunakan Piala Presiden agar para pemain bisa mengenal klub, Bobotoh, sekaligus menjadi lebih bugar dan siap menghadapi bulan September,” ungkapnya.

Terancam Tanpa Kekuatan Terbaik

Di Piala Presiden 2026, Persib juga terancam tanpa kekuatan terbaiknya. Sebab, banyak pemain Maung Bandung dipanggil ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026.

“Tahun ini ada keadaan khusus karena tim nasional sedang bersiap-siap untuk untuk kompetisi mereka. Jadi, pada dasarnya kami ingin membantu Indonesia, kami ingin membantu tim nasional. Dan kami memiliki jumlah pemain yang besar di tim nasional,” kata Tolic.

“Jadi, kami mencoba berkomunikasi dengan mereka juga untuk beberapa pemain agar agar tersedia bagi kami. Mereka akan membuat pilihan, kami perlu tahu siapa siapa yang kami miliki untuk pertandingan. Jadi kami sebenarnya masih belum tahu berapa banyak pemain yang yang akan kami miliki. Kami akan menjadi kombinasi dari para pemain asing dan pemain-pemain muda. Jadi, kita tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden,” paparnya.

Timnas Prancis Percaya Diri ke Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe: Kami Tidak Pilih Lawan

BolaIndonesia – Timnas Prancis memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan penuh percaya diri. Setelah menyingkirkan Maroko 2-0 di perempat final, Les Bleus kini tinggal menunggu pemenang duel Spanyol kontra Belgia untuk mengetahui lawan berikutnya. Namun, di mata Kylian Mbappe, siapa pun lawan yang datang tidak akan mengubah fokus timnya. Ia menegaskan Prancis siap menghadapi siapa saja demi menjaga peluang merebut trofi juara dunia.

Mbappe: Kami Siap Menghadapi Siapa Pun

Kapten Timnas Prancis itu menolak memilih calon lawan di semifinal. Menurutnya, baik Spanyol maupun Belgia sama-sama memiliki kualitas untuk melangkah ke empat besar sehingga tidak ada alasan bagi Les Bleus untuk berharap menghadapi salah satu tim tertentu.

Mbappe menegaskan bahwa tugas Prancis saat ini hanyalah memulihkan kondisi fisik setelah laga berat melawan Maroko. Setelah itu, mereka akan mempelajari kekuatan lawan yang berhasil lolos dari duel perempat final berikutnya.

“Kami siap menghadapi siapa pun. Sekarang kami akan memulihkan kondisi, lalu melihat siapa lawan kami di semifinal,” ujar Mbappe seusai pertandingan.

Fokus ke Semifinal, Bukan Gelar Juara

Meski kini menjadi salah satu favorit kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026, Mbappe meminta seluruh rekan setimnya tidak terbawa suasana.

Menurut penyerang berusia 27 tahun tersebut, perjalanan Prancis masih jauh dari selesai. Babak semifinal akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Ia menilai terlalu dini membicarakan gelar juara ketika masih ada satu laga besar yang harus dimenangkan sebelum mencapai final. Karena itu, seluruh perhatian tim kini diarahkan sepenuhnya kepada persiapan menghadapi semifinal.

“Kami sangat senang berada di semifinal, tetapi perjalanan belum selesai. Kami tahu tantangan berikutnya akan lebih sulit dan kami harus benar-benar siap,” kata Mbappe.

Les Bleus Tampil Semakin Matang

Perjalanan Prancis sepanjang turnamen memperlihatkan konsistensi yang luar biasa. Tim asuhan Didier Deschamps mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang yang disiplin dan lini depan yang sangat produktif.

Keberhasilan mengalahkan Maroko kembali menunjukkan kedewasaan permainan Les Bleus. Mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan sekaligus memanfaatkan peluang secara efektif ketika kesempatan datang.

Selain Mbappe yang terus mencetak gol, kontribusi pemain seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola hingga lini tengah membuat permainan Prancis semakin sulit dihentikan. Kombinasi pengalaman dan energi para pemain muda menjadi kekuatan utama yang membuat mereka layak disebut sebagai kandidat juara.

Menanti Spanyol atau Belgia

Satu tiket semifinal lainnya akan diperebutkan Spanyol dan Belgia. Kedua negara sama-sama memiliki kualitas untuk merepotkan Prancis.

Spanyol datang dengan permainan berbasis penguasaan bola yang rapi dan kolektif, sementara Belgia mengandalkan fisik, pengalaman, serta efektivitas dalam menyerang.

Meski demikian, kubu Prancis tidak ingin membuang energi memikirkan siapa lawan yang lebih menguntungkan. Bagi Deschamps dan para pemainnya, setiap tim yang berhasil mencapai semifinal sudah pasti memiliki kualitas luar biasa sehingga tidak ada pertandingan yang mudah.

Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa Les Bleus memilih fokus pada peningkatan performa sendiri dibanding sibuk menghitung peluang berdasarkan calon lawan.

Rekor Impresif di Piala Dunia

Keberhasilan lolos ke semifinal juga menambah catatan istimewa bagi Timnas Prancis. Les Bleus berhasil mencapai semifinal dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah pencapaian yang hanya mampu diraih oleh sedikit negara dalam sejarah turnamen.

Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa regenerasi pemain di tubuh Prancis berjalan sangat baik. Pergantian generasi tidak membuat kualitas mereka menurun, bahkan justru melahirkan skuad yang semakin lengkap di setiap lini.

Kini tantangan berikutnya tinggal satu langkah lagi menuju final. Apakah lawannya nanti Spanyol atau Belgia, Prancis telah mengirim pesan tegas kepada seluruh pesaingnya: Les Bleus tidak memilih lawan dan siap menghadapi siapa saja demi menjaga mimpi menjadi juara Piala Dunia 2026.