28 Oktober 2026

> BERITA BOLA INDONESIA

Berita sepak bola sajian Info Berita Lokal, Tarkam, Liga Domestik, liga 3, liga 2, Hingga Liga 1 Indonesia.

Idnews.top – Manchester United terus bergerak mencari gelandang baru pada bursa transfer musim panas 2026. Nama Aurelien Tchouameni kini muncul sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah Setan Merah.

Ketertarikan itu muncul setelah Manchester United kehilangan Casemiro yang memutuskan bergabung dengan Inter Miami. Kondisi tersebut membuat klub asal Old Trafford harus segera mencari pengganti yang sepadan.

Di sisi lain, Tchouameni justru menjadi salah satu pemain Real Madrid yang tampil paling konsisten sepanjang musim lalu. Meski demikian, masa depannya di Santiago Bernabeu tetap menjadi bahan pembicaraan.

Laporan terbaru menyebut Manchester United tidak hanya serius mendekati gelandang timnas Prancis tersebut. Klub juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang sebagai bagian dari upaya memboyongnya ke Liga Inggris.

Manchester United Siap Bergerak

Menurut jurnalis Jose Felix Diaz dalam siaran langsung bersama Ruben Martin, Manchester United siap mengajukan tawaran besar untuk mendapatkan Tchouameni. Klub juga disebut telah menyiapkan kontrak berdurasi lima tahun bagi gelandang berusia 26 tahun itu.

Sebelumnya, Manchester United menjadikan Mateus Fernandes sebagai target utama. Namun, gelandang asal Portugal tersebut memilih bergabung dengan Tottenham setelah meninggalkan West Ham.

Situasi itu membuat fokus Setan Merah beralih kepada Tchouameni. Kontak awal dengan Real Madrid mengenai potensi transfer tersebut dikabarkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Jika terealisasi, kepindahan Tchouameni diperkirakan menjadi salah satu transfer terbesar pada bursa musim panas ini. Manchester United menilai pemain asal Prancis itu sebagai sosok ideal untuk membangun kembali kekuatan lini tengah mereka.

Tchouameni Masih Ingin Bertahan

Meski diminati Manchester United, Tchouameni dikabarkan masih ingin melanjutkan karier bersama Real Madrid. Ia tetap menjadi salah satu gelandang yang dipercaya setelah tampil cukup konsisten sepanjang musim lalu.

Namun, peluang bermain di Liga Inggris disebut tetap memiliki daya tarik tersendiri. Bersama Manchester United, Tchouameni berpotensi mendapatkan peran yang lebih sentral dalam permainan tim.

Di sisi lain, Real Madrid juga dikabarkan berencana merekrut gelandang baru pada musim panas ini. Enzo Fernandez disebut menjadi salah satu target utama Los Blancos untuk memperkuat sektor tengah.

Untuk saat ini, fokus Tchouameni adalah memulihkan kondisi fisiknya. Gelandang timnas Prancis tersebut mengalami cedera menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay.

BolaIndonesia – 9 Juli 2026 menjadi awal pertarungan sengit di babak perempat final Piala Dunia 2026. Delapan tim terbaik dunia kini bersaing memperebutkan empat tiket menuju semifinal, dan pertandingan pembuka mempertemukan Prancis melawan Maroko dalam laga yang diprediksi berlangsung panas sejak menit pertama.

Timnas Prancis datang dengan status salah satu favorit juara. Skuad asuhan Didier Deschamps tampil konsisten sejak fase grup hingga babak 16 besar. Kecepatan lini depan, kreativitas di lini tengah, dan pengalaman para pemain menjadi modal utama Les Bleus untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Di sisi lain, Maroko kembali membuktikan bahwa keberhasilan mereka beberapa tahun terakhir bukan sekadar kejutan. Tim berjuluk Singa Atlas menunjukkan organisasi permainan yang disiplin, pertahanan kokoh, dan serangan balik cepat yang mampu merepotkan lawan mana pun.

Prancis Ingin Lanjutkan Dominasi

Prancis diperkirakan tetap mengandalkan permainan menyerang dengan penguasaan bola tinggi. Kualitas individu para pemain membuat mereka mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Meski demikian, pelatih Didier Deschamps meminta anak asuhnya tidak meremehkan Maroko. Ia menilai lawannya memiliki semangat juang tinggi serta kemampuan bertahan yang sangat solid.

Lini depan Prancis diharapkan menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Efektivitas penyelesaian akhir akan sangat menentukan hasil pertandingan, mengingat Maroko dikenal sulit ditembus sepanjang turnamen.

Maroko Siap Ciptakan Kejutan Lagi

Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menyingkirkan lawan-lawan kuat pada fase sebelumnya. Permainan kolektif menjadi kekuatan utama mereka.

Selain mengandalkan disiplin bertahan, Maroko juga memiliki transisi menyerang yang sangat cepat. Strategi tersebut beberapa kali terbukti efektif menghadapi tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola.

Apabila mampu mempertahankan konsentrasi selama 90 menit, peluang Maroko menciptakan kejutan tetap terbuka lebar.

Babak Perempat Final Diprediksi Semakin Sengit

Babak delapan besar menghadirkan persaingan yang jauh lebih ketat dibanding fase sebelumnya. Setiap kesalahan kecil dapat menjadi penentu hasil pertandingan.

Selain laga Prancis kontra Maroko, pertandingan perempat final lainnya juga akan mempertemukan sejumlah tim unggulan yang masih berpeluang besar mengangkat trofi juara dunia. Persaingan menuju semifinal dipastikan berlangsung menarik hingga akhir pekan ini.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Prancis diprediksi lebih mendominasi penguasaan bola sejak awal laga. Namun, Maroko kemungkinan memilih bermain lebih sabar sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat.

Jika Prancis mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan berpotensi terbuka. Sebaliknya, apabila Maroko berhasil mempertahankan skor tetap imbang hingga babak kedua, tekanan justru akan beralih kepada Prancis.

Pertandingan ini diperkirakan berlangsung dengan tempo tinggi, duel fisik yang ketat, serta kualitas permainan yang layak dinantikan para pecinta sepak bola dunia.

Penutup

Piala Dunia 2026 kini memasuki fase paling menentukan. Duel Prancis vs Maroko menjadi pembuka babak perempat final yang akan menentukan siapa yang melangkah ke semifinal. Dengan kualitas kedua tim yang sama-sama impresif sepanjang turnamen, pertandingan ini diprediksi menghadirkan drama, tensi tinggi, dan aksi-aksi menarik hingga peluit panjang berbunyi.

Bahaya Kartu Kuning! 17 Pemain Bisa Absen di Semifinal Piala Dunia 2026

BolaIndonesia – Babak perempat final Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi pertaruhan hidup-mati bagi delapan negara yang masih bertahan. Sejumlah pemain bintang juga harus menghadapi ancaman lain yang tak kalah besar, yakni akumulasi kartu kuning yang bisa membuat mereka gagal tampil di semifinal.

Berdasarkan regulasi FIFA, kartu kuning yang diperoleh pada fase gugur baru akan dihapus setelah babak perempat final selesai. Artinya, pemain yang sudah mengoleksi satu kartu kuning akan otomatis terkena skorsing satu pertandingan apabila kembali menerima kartu kuning di laga perempat final. Situasi ini membuat banyak pelatih harus memutar otak agar para pemainnya tetap bermain agresif tanpa kehilangan kendali.

Inggris Punya Risiko Terbesar

Timnas Inggris menjadi salah satu tim yang paling dipusingkan oleh ancaman hukuman tersebut. The Three Lions memiliki lima pemain yang berada di ujung tanduk.

Nama-nama seperti Jude Bellingham, Declan Rice, Marc Guehi, Harry Kane, dan Nico O’Reilly harus ekstra hati-hati saat menghadapi Norwegia. Satu pelanggaran yang berbuah kartu kuning saja dapat membuat mereka kehilangan kesempatan tampil apabila Inggris berhasil menembus semifinal.

Kehilangan pemain-pemain tersebut jelas akan menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Declan Rice merupakan motor lini tengah, sementara Bellingham menjadi pemain yang kerap menentukan jalannya pertandingan melalui kreativitas dan agresivitasnya.

Michael Olise Jadi Sorotan Prancis

Prancis juga menghadapi persoalan serupa. Michael Olise menjadi salah satu pemain yang terancam absen jika kembali menerima kartu kuning saat Les Bleus menghadapi Maroko.

Bahkan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dikabarkan telah mengajukan banding kepada FIFA terkait kartu kuning yang diterima Olise pada babak sebelumnya. Mereka menilai kartu tersebut tidak layak diberikan sehingga berharap hukuman disiplin itu dapat dibatalkan sebelum pertandingan perempat final berlangsung.

Selain Olise, gelandang Manu Koné juga masuk dalam daftar pemain Prancis yang harus menjaga disiplin selama pertandingan berlangsung.

Hakimi hingga Xhaka Juga Masuk Daftar

Maroko tentu tidak ingin kehilangan Achraf Hakimi yang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen. Bek kanan Paris Saint-Germain itu sudah mengoleksi satu kartu kuning sehingga harus tampil lebih disiplin ketika menghadapi Prancis.

Sementara itu, Swiss memiliki kapten sekaligus pemimpin lini tengah, Granit Xhaka, yang juga berada dalam situasi serupa menjelang duel melawan Argentina.

Di kubu Belgia terdapat Brandon Mechele, sedangkan Spanyol harus mewaspadai kemungkinan kehilangan Ferran Torres. Norwegia juga menghadapi ancaman dengan Antonio Nusa yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Daftar 17 Pemain yang Terancam Skorsing

Berikut daftar 17 pemain yang akan absen di semifinal apabila menerima kartu kuning pada laga perempat final:

  • Jude Bellingham (Inggris)
  • Declan Rice (Inggris)
  • Marc Guehi (Inggris)
  • Harry Kane (Inggris)
  • Nico O’Reilly (Inggris)
  • Michael Olise (Prancis)
  • Manu Koné (Prancis)
  • Achraf Hakimi (Maroko)
  • Granit Xhaka (Swiss)
  • Ricardo Rodríguez (Swiss)
  • Ferran Torres (Spanyol)
  • Antonio Nusa (Norwegia)
  • Brandon Mechele (Belgia)
  • Leandro Trossard (Belgia)
  • Nicolás Otamendi (Argentina)
  • Rodrigo De Paul (Argentina)
  • Cristian Romero (Argentina)

Adu Strategi Jelang Perebutan Tiket Semifinal

Ancaman kartu kuning dipastikan akan memengaruhi pendekatan setiap pelatih. Di satu sisi mereka membutuhkan performa terbaik dari para pemain inti untuk memenangkan pertandingan. Namun di sisi lain, kehilangan pemain kunci di semifinal tentu bisa menjadi kerugian yang jauh lebih besar.

Karena itu, duel perempat final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung tidak hanya sengit dari sisi kualitas permainan, tetapi juga penuh pertarungan taktik dan pengendalian emosi. Para pemain dituntut bermain maksimal tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

Jika mampu melewati ujian tersebut, mereka bukan hanya membawa negaranya melangkah ke empat besar, tetapi juga memastikan diri tetap tersedia untuk membantu tim mengejar mimpi mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026: Bukan Argentina, Spanyol Jadi Ancaman Terbesar Prancis

BolaIndonesia – Timnas Prancis kini menjelma sebagai favorit utama untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Performa impresif Les Bleus sejak fase grup hingga babak 16 besar membuat banyak pengamat mulai menempatkan mereka di posisi terdepan dalam bursa juara.

Menariknya, ancaman terbesar bagi Prancis justru dinilai bukan datang dari juara bertahan Argentina. Sebaliknya, Spanyol disebut sebagai satu-satunya tim yang memiliki kualitas, keseimbangan permainan, dan kedalaman skuad untuk menggagalkan ambisi Kylian Mbappe dan kolega.

Sejumlah simulasi superkomputer serta bursa taruhan terbaru bahkan menempatkan Prancis sebagai kandidat nomor satu juara, sementara Spanyol berada tepat di belakang mereka sebagai pesaing paling berbahaya.

Prancis Tampil Nyaris Sempurna

Prancis melaju ke perempat final dengan modal yang sangat meyakinkan. Lini depan mereka produktif, sementara pertahanan tampil disiplin dan sulit ditembus.

Kehadiran Kylian Mbappe tetap menjadi pembeda terbesar. Kecepatan, penyelesaian akhir, hingga kemampuannya membuka ruang membuat pertahanan lawan selalu berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.

Namun kekuatan Prancis bukan hanya berada pada Mbappe. Ousmane Dembele, Desire Doue, Eduardo Camavinga, Aurélien Tchouaméni hingga William Saliba memberikan keseimbangan di setiap lini.

Kedalaman skuad inilah yang membuat Prancis tetap berbahaya meski harus menghadapi jadwal padat di fase gugur. Tidak mengherankan jika berbagai model prediksi kini menempatkan Les Bleus sebagai favorit kuat untuk menjadi kampiun dunia.

Argentina Tetap Berbahaya, Tetapi…

Argentina memang masih memiliki Lionel Messi yang tampil luar biasa sepanjang turnamen. Albiceleste juga menunjukkan mental juara ketika menyingkirkan Mesir dan berhasil menjaga asa mempertahankan gelar.

Namun secara keseluruhan, perjalanan Argentina menuju final berada di sisi bagan yang berbeda dengan Prancis. Artinya kedua tim hanya mungkin bertemu apabila sama-sama berhasil mencapai partai puncak.

Selain itu, beberapa analis menilai permainan Argentina musim ini lebih mengandalkan pengalaman serta efektivitas dibanding dominasi penuh selama 90 menit.

Jika dibandingkan dengan Prancis yang memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan kedalaman pemain lebih merata, Argentina dinilai sedikit berada di bawah level Les Bleus dalam aspek intensitas permainan.

Spanyol Punya Senjata yang Tidak Dimiliki Tim Lain

Berbeda dengan Argentina, Spanyol memiliki karakter permainan yang sangat merepotkan Prancis.

Tim asuhan Luis de la Fuente tampil disiplin dalam bertahan sekaligus sabar menguasai bola. Mereka mampu memperlambat tempo ketika dibutuhkan, tetapi juga dapat menyerang dengan sangat cepat saat menemukan celah.

Keunggulan terbesar Spanyol adalah organisasi permainan yang sangat rapi. Mereka tidak bergantung pada satu pemain bintang sehingga ancaman bisa datang dari berbagai sektor.

Lini tengah menjadi kekuatan utama La Roja. Dominasi penguasaan bola mampu mengurangi peluang lawan untuk mengembangkan permainan, sesuatu yang sangat penting ketika menghadapi tim secepat Prancis.

Selain itu, pertahanan Spanyol juga menjadi salah satu yang paling solid sepanjang turnamen sehingga membuat mereka layak disebut sebagai lawan paling sulit bagi Les Bleus.

Jalur Menuju Final Bisa Mempertemukan Keduanya

Skenario paling menarik justru berada di bagan semifinal.

Apabila Prancis mampu mengatasi Maroko dan Spanyol berhasil melewati hadangan Belgia, kedua raksasa Eropa tersebut akan saling bertemu untuk memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026.

Banyak pihak bahkan menilai laga tersebut berpotensi menjadi “final sebelum final” mengingat kualitas kedua tim yang sama-sama berada di level tertinggi.

Pemenang duel itu diyakini akan menjadi favorit mutlak untuk mengangkat trofi pada partai final.

Duel yang Dinanti Pecinta Sepak Bola Dunia

Prancis memang masih menjadi kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Mereka memiliki skuad lengkap, pengalaman besar, dan pemain-pemain yang mampu menentukan pertandingan kapan saja.

Namun jika ada satu tim yang benar-benar mampu menghentikan langkah Les Bleus, banyak indikator saat ini mengarah kepada Spanyol.

Kombinasi penguasaan bola, disiplin taktik, pertahanan kokoh, dan efektivitas serangan membuat La Roja menjadi lawan yang paling berpotensi merusak mimpi Prancis meraih gelar juara dunia.

Apabila duel tersebut benar-benar terjadi di semifinal, pertandingan itu berpeluang menjadi laga terbaik sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus menentukan siapa yang paling pantas berdiri di podium tertinggi dunia sepak bola.

Legenda Timnas Prancis, Patrice Evra, memberikan pujian kepada performa Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Namun, ia mengingatkan para pendukung The Three Lions agar tidak terlalu cepat percaya diri dengan menyanyikan slogan legendaris “It’s Coming Home”.

Inggris tampil impresif sepanjang fase gugur. Setelah menyingkirkan Republik Demokratik Kongo, pasukan Thomas Tuchel membuat kejutan besar dengan mengalahkan tuan rumah Meksiko untuk melaju ke perempat final.

Kini, Harry Kane dan kolega akan menghadapi Norwegia di Miami pada Sabtu (11/7/2026) demi memperebutkan tiket ke semifinal Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir.

Evra: Inggris Punya Kualitas Juara

Dalam wawancaranya bersama Stake, Evra menilai Inggris memiliki kualitas untuk menjadi juara dunia. Namun, menurutnya, perjalanan menuju trofi masih panjang sehingga para suporter sebaiknya tidak terlalu cepat larut dalam euforia.

“Inggris bermain sangat baik, tetapi tolong jangan mulai menyanyikan ‘It’s Coming Home’ terlalu cepat. Mungkin jika kali ini kalian tetap tenang, trofi itu benar-benar bisa pulang,” ujar Evra.

Mantan bek Manchester United itu juga memuji peran kapten Inggris, Harry Kane. Menurut Evra, kontribusi Kane tidak hanya diukur dari jumlah gol yang dicetaknya.

“Harry Kane tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Orang-orang hanya membicarakan golnya, padahal saya menyukai kecerdasannya. Dia mampu menghubungkan permainan, melibatkan rekan-rekannya, dan benar-benar memahami sepak bola.”

Tantangan Sesungguhnya Ada di Momen Krusial

Evra menegaskan Inggris memiliki materi pemain yang cukup untuk melangkah hingga final. Namun, ia menilai keberhasilan di Piala Dunia lebih ditentukan oleh kemampuan menghadapi tekanan pada laga-laga besar.

“Inggris punya kualitas untuk melangkah sampai akhir. Tidak diragukan lagi. Pertanyaannya bukan soal bakat, melainkan apakah mereka mampu menghadapi momen-momen besar ketika pertandingan menjadi sangat berat. Itulah yang menentukan juara Piala Dunia, bukan hanya permainan indah.”

Inggris Kehilangan Dua Pemain

Menjelang duel melawan Norwegia, Inggris dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh.

Bek muda Jarell Quansah harus menjalani hukuman larangan bermain setelah menerima kartu merah saat menghadapi Meksiko. Sementara itu, gelandang senior Jordan Henderson juga absen karena mengalami patah tulang lengan setelah pertandingan tersebut.

Meski kehilangan dua pemain, Inggris tetap difavoritkan untuk melangkah ke semifinal dan berpotensi menghadapi Argentina apabila mampu melewati hadangan Norwegia.

Idnews.top – Jadwal dan link streaming Swiss vs Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan tersaji di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) pukul 03.00 WIB. Duel Swiss vs Kolombia disiarkan langsung di TVRI, TVRI Sport, serta dapat disaksikan melalui layanan streaming FolaPlay dan MaxStream.

Pertandingan ini menjadi kesempatan berharga bagi kedua tim untuk kembali menembus babak perempat final Piala Dunia. Swiss terakhir kali mencapai fase delapan besar pada edisi 1954, sedangkan pencapaian terbaik Kolombia terjadi di Piala Dunia 2014.

Swiss melaju ke babak 16 besar dengan performa yang meyakinkan setelah mengalahkan Aljazair 2-0. Sementara itu, Kolombia memastikan tiket ke fase gugur berikutnya usai menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0.

Sepanjang turnamen, Swiss tampil konsisten. Tim asuhan Murat Yakin belum tersentuh kekalahan dan memperlihatkan keseimbangan antara pertahanan yang solid serta penyelesaian akhir yang efektif.

Pengalaman Granit Xhaka dan Ricardo Rodriguez menjadi salah satu kekuatan utama Swiss. Di lini depan, Johan Manzambi juga tampil tajam dengan koleksi tiga gol yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi pertahanan Kolombia.

Jadwal, Siaran Langsung, dan Link Streaming

Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026
Pertandingan: Swiss vs Kolombia
Tempat: BC Place Vancouver
Hari, tanggal: Rabu, 8 Juli 2026
Jam kick-off: 03.00 WIB
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream
Link streaming: https://maxstream.tv/live/0_fhyth65l/swiss_vs_kolombia
DISCLAIMER: Semua informasi mengenai jadwal siaran TV yang disajikan disusun berdasarkan data yang tersedia untuk umum pada saat penulisan. Stasiun televisi terkait berhak melakukan perubahan jadwal, penundaan, atau pembatalan program siaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Prediksi Skor

Rekor pertemuan sedikit berpihak kepada Kolombia. Dari empat perjumpaan sebelumnya, Kolombia meraih dua kemenangan, termasuk kemenangan 2-0 pada fase grup Piala Dunia 1994. Swiss hanya sekali menang, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang.

Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi faktor penentu. Granit Xhaka akan berhadapan langsung dengan Jefferson Lerma dalam duel memperebutkan kendali permainan.

Apabila Xhaka mampu mengatur tempo dan distribusi bola seperti pada laga-laga sebelumnya, Swiss berpeluang lebih banyak menguasai pertandingan. Namun, jika Lerma sukses mematahkan aliran serangan lawan, Kolombia bisa mengandalkan kecepatan Luis Díaz untuk melancarkan serangan balik.

Melihat performa kedua tim sepanjang turnamen, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat dan seimbang. Meski Swiss memiliki organisasi permainan yang lebih rapi, efektivitas serangan balik Kolombia membuat wakil Amerika Selatan itu sedikit lebih diunggulkan.

Hasil Swiss vs Kolombia Hari Ini: Drama Adu Penalti Antar Nati Tantang Argentina

BolaIndonesia – Timnas Swiss memastikan diri menjadi tim terakhir yang melengkapi daftar peserta perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti. Duel babak 16 besar yang berlangsung di BC Place Stadium berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu penalti.

Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi skuad berjulukan Nati. Selain mengakhiri perlawanan sengit Kolombia, Swiss juga mencatatkan pencapaian bersejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954. Selanjutnya, mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di babak delapan besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain disiplin. Kolombia tampil lebih agresif dengan mengandalkan kecepatan Luis Díaz serta kreativitas Juan Fernando Quintero dalam membangun serangan.

Swiss tidak tinggal diam. Pasukan Murat Yakin mencoba menguasai bola lebih lama dan mengandalkan kombinasi Ardon Jashari bersama Granit Xhaka untuk mengatur tempo permainan. Meski begitu, rapatnya lini pertahanan kedua kubu membuat peluang bersih sangat minim.

Peluang terbaik justru datang dari Kolombia. Gregor Kobel dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Swiss tetap aman hingga turun minum. Skor 0-0 bertahan sampai jeda pertandingan.

Extra Time Penuh Ketegangan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Swiss mulai berani menekan pertahanan Kolombia melalui pergerakan Ruben Vargas dan Zeki Amdouni yang masuk sebagai pemain pengganti.

Di sisi lain, Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumí mengenai mistar gawang. Beberapa menit sebelumnya, Gustavo Puerta juga sempat mengancam, namun Kobel kembali menunjukkan kualitasnya di bawah mistar.

Hingga 90 menit berakhir, papan skor masih menunjukkan angka kacamata sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Pada extra time, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi menjaga intensitas permainan. Swiss sempat memperoleh beberapa peluang melalui bola mati, sedangkan Kolombia lebih mengandalkan serangan balik cepat. Namun, tidak ada gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Adu Penalti Menentukan Nasib

Babak tos-tosan berlangsung penuh tekanan. Kedua tim sama-sama tampil percaya diri pada eksekutor awal.

Swiss sempat dibuat cemas ketika Manuel Akanji gagal menjalankan tugasnya. Namun situasi berubah setelah Davinson Sánchez melepaskan tendangan yang membentur mistar gawang.

Momen penentu datang ketika Gregor Kobel berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernández. Kesempatan emas itu kemudian dimanfaatkan Ruben Vargas yang dengan tenang menaklukkan Camilo Vargas untuk memastikan kemenangan Swiss 4-3.

Para pemain Swiss langsung berhamburan ke lapangan merayakan keberhasilan yang mengantar mereka ke delapan besar Piala Dunia. Sementara itu, para pemain Kolombia tampak terpukul setelah perjuangan panjang mereka harus berakhir melalui adu penalti.

Murat Yakin Puji Mental Pemain Swiss

Pelatih Swiss, Murat Yakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap mental anak asuhnya. Menurutnya, pertandingan seperti ini ditentukan oleh kesabaran, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan di momen-momen krusial.

Yakin juga menilai pergantian pemain yang dilakukan pada penghujung laga memberi energi baru bagi tim. Ruben Vargas yang masuk dari bangku cadangan akhirnya menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan dalam adu penalti.

Swiss Tantang Argentina di Perempat Final

Dengan hasil ini, Swiss resmi menjadi tim terakhir yang mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya tentu jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Argentina yang sebelumnya sukses melewati hadangan Mesir dalam pertandingan dramatis.

Laga tersebut dipastikan menjadi ujian sesungguhnya bagi Swiss. Di satu sisi, mereka memiliki kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan Kolombia. Di sisi lain, Argentina datang dengan pengalaman, kualitas individu, dan mental juara yang membuat duel ini layak dinantikan oleh pecinta sepak bola dunia.

Persebaya Surabaya kian agresif dalam menyusun komposisi tim jelang bergulirnya Super League 2026/27. Terkini, mereka secara resmi meresmikan perekrutan gelandang asal Portugal, Diogo Ramalho, untuk memperkuat sektor sentral pada, Selasa (7/7/2026) malam.

Ramalho tampak begitu bergairah menyambut babak baru dalam petualangannya bersama Persebaya. Baginya, mengenakan panji kebesaran Green Force adalah milestone krusial dalam karier profesionalnya.

“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah kesempatan besar untuk membela salah satu klub terbesar di Indonesia dengan dukungan suporter yang luar biasa. Saya sangat antusias menyambut musim baru,” kata Ramalho.

Kedatangan sosok yang karib disapa Ramalho ini diproyeksikan untuk meningkatkan level kualitas serta kedalaman materi pemain Bajol Ijo.

Memiliki gaya main yang eksplosif, Ramalho dikenal sebagai gelandang box-to-box dengan mobilitas tinggi, tangguh saat transisi permainan, serta mampu memerankan berbagai posisi di area tengah.

Multiposisi

Tak sebatas gelandang sentral, pemain berusia 27 tahun ini bisa pula dimaksimalkan sebagai jangkar pertahanan maupun menyisir sisi sayap sesuai instruksi taktik tim.

Sebelum memutuskan hijrah ke Kota Pahlawan, Ramalho merupakan bagian dari skuad FCV Farul Constanța yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Rumania.

Catatan statistik sepanjang musim kemarin menunjukkan ia tampil sebanyak 29 kali dengan sumbangsih satu gol. Pengalaman merumput di panggung Eropa tentu menjadi bekal berharga yang akan ia tularkan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Lebih lanjut, Ramalho membeberkan bahwa ketertarikannya menerima pinangan Persebaya didasari oleh testimoni positif mengenai Indonesia dan klub kebanggaan warga Surabaya tersebut.

“Saya memiliki banyak teman yang pernah bermain atau tinggal di Indonesia. Mereka selalu berbicara hal-hal baik tentang negara ini, tentang masyarakatnya, dan terutama tentang Persebaya sebagai klub besar. Setelah berdiskusi dengan keluarga, saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah baru dalam karier saya,” ujarnya.

Kuasai 5 Bahasa

Pemain yang menguasai lima bahasa ini pun datang dengan tekad yang bulat. Ia menargetkan performa optimal guna mendongkrak posisi Persebaya agar konsisten bersaing di papan atas klasemen musim depan.

“Target utama saya adalah mewakili klub dan kota ini dengan sebaik mungkin. Saya ingin membantu tim meraih kemenangan sebanyak mungkin,” tegasnya.

“Secara pribadi tentu saya ingin mencetak gol dan membuat assist, tetapi yang paling penting adalah membawa tim meraih hasil terbaik,” imbuhnya.

Di luar daya tarik proyek ambisius yang dicanangkan manajemen Persebaya, Ramalho mengaku sangat terkesima dengan militansi pendukung setia mereka, Bonek. Melalui berbagai rekaman video yang ia amati, ia terpukau dengan besarnya fanatisme serta loyalitas suporter terhadap klub.

“Saya tahu Bonek dan Bonita adalah suporter yang luar biasa. Mereka selalu hadir memberikan dukungan untuk tim. Percayalah, kami akan memberikan segalanya di lapangan untuk membanggakan mereka,” jelasnya.

Ramalho bakal menjadi bagian dari skuad Persebaya dengan ikatan kontrak berdurasi multi-musim. Kehadirannya diharapkan menjadi suntikan tenaga baru yang memberikan keseimbangan serta kreativitas bagi lini tengah Green Force saat menantang kerasnya kompetisi Super League 2026/27.

Berbekal jam terbang mumpuni serta motivasi tinggi untuk menjawab tantangan baru, Diogo Ramalho diprediksi akan menjadi kepingan penting dalam upaya Persebaya mengukir prestasi gemilang di musim mendatang.

Kontroversi Piala Dunia 2026! Pelatih Timnas Mesir Sebut FIFA Selamatkan Argentina demi Messi

BolaIndonesia – Kontroversi besar mewarnai babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tudingan keras kepada FIFA usai timnya disingkirkan Argentina. Menurut Hassan, sejumlah keputusan yang terjadi selama pertandingan menguntungkan sang juara bertahan demi memastikan Lionel Messi tetap tampil selama mungkin di turnamen.

Mesir harus mengubur mimpi melangkah ke perempat final setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Padahal, wakil Afrika tersebut sempat unggul dua gol dan berada di atas angin hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan sebelum Albiceleste membalikkan keadaan secara luar biasa.

Hossam Hassan Pertanyakan Keputusan Wasit

Selepas pertandingan, Hossam Hassan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai beberapa keputusan wasit dan VAR sangat merugikan timnya, mulai dari gol yang dianulir hingga insiden yang menurutnya layak menghasilkan penalti bagi Mesir.

Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menilai rangkaian keputusan tersebut bukan sekadar kebetulan. Ia menuding ada kepentingan yang lebih besar di balik keberhasilan Argentina lolos ke babak berikutnya.

Menurut Hassan, FIFA memiliki alasan komersial untuk mempertahankan Argentina dan Lionel Messi tetap berada di Piala Dunia 2026 selama mungkin. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan media internasional karena merupakan salah satu kritik paling keras terhadap penyelenggara turnamen sepanjang kompetisi berlangsung.

Singgung Faktor Komersial Lionel Messi

Dalam pernyataannya, Hassan menyebut kehadiran Lionel Messi memiliki nilai yang sangat besar bagi Piala Dunia. Ia menilai FIFA tentu menginginkan salah satu ikon terbesar sepak bola dunia itu terus tampil agar perhatian publik global terhadap turnamen tetap tinggi.

Meski demikian, hingga kini FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pengaturan hasil pertandingan maupun intervensi terhadap perangkat pertandingan.

Karena itu, tuduhan Hassan masih sebatas opini dan kekecewaan dari kubu Mesir setelah tersingkir secara dramatis.

Mesir Pulang dengan Kepala Tegak

Di balik kekalahan tersebut, penampilan Mesir tetap mendapat banyak pujian. Wakil Afrika itu mampu membuat Argentina berada di ujung kekalahan dan hanya terpaut beberapa menit dari tiket menuju perempat final.

Hossam Hassan menegaskan anak asuhnya telah memberikan segalanya di lapangan. Ia mengaku bangga terhadap perjuangan para pemain, meski hasil akhirnya sangat menyakitkan.

Kontroversi yang muncul seusai pertandingan diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Argentina kini bersiap menghadapi Swiss pada babak perempat final dengan harapan terus menjaga asa mempertahankan trofi Piala Dunia 2026.

Idnews.Top – Presiden FIFA, Gianni Infantino buka suara terkait polemik pemutihan kartu merah penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Ia menyebut bahwa keputusan itu merupakan keputusan yang dibuat Komite Disipin FIFA dan bukan dirinya.

Perjalanan Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi besar setelah FIFA secara mengejutkan mengizinkan penyerang andalannya, Folarin Balogun, tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia, meski sebelumnya menerima kartu merah pada pertandingan babak 32 besar kontra Bosnia dan Herzegovina.

Sebelumnya, kartu merah yang diterima Balogun secara otomatis membuatnya harus menjalani larangan bermain satu pertandingan. Namun, FIFA kemudian mengumumkan bahwa hukuman tersebut ditangguhkan, sehingga striker AS Monaco itu tetap bisa memperkuat Amerika Serikat.

Keputusan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali kasus Balogun.

Langkah FIFA langsung menuai gelombang kritik dari berbagai pihak, mulai dari Federasi Sepak Bola Belgia, otoritas sepak bola Eropa, mantan petinggi FIFA, sejumlah mantan pemain ternama, hingga berbagai kalangan lainnya. Mereka menilai pencabutan sanksi kartu merah setelah adanya intervensi politik berpotensi merusak integritas turnamen sekaligus menciptakan preseden yang berbahaya bagi dunia sepak bola.

Menanggapi polemik tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan penjelasan mengenai posisinya terkait keputusan Komite Disiplin FIFA.

“Saya telah melihat berbagai komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun. Saya ingin kembali menegaskan salah satu prinsip dasar tata kelola FIFA.”

“Seluruh badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, serta memutuskan setiap perkara berdasarkan regulasi yang berlaku dan fakta-fakta yang ada. Independensi mereka merupakan fondasi penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan prinsip itu harus selalu dihormati.”

Memang Dihubungi Trump

Infantino juga mengonfirmasi bahwa dirinya memang menerima panggilan telepon dari Presiden Donald Trump. Namun, ia menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.

“Ya, saya memang secara rutin membahas berbagai hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat. Dalam kasus ini saya juga menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya sering menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintahan, pelaku sepak bola, maupun pemimpin dunia usaha dari berbagai negara mengenai banyak persoalan.”

“Dalam percakapan itu saya menjelaskan bahwa terdapat proses hukum yang sedang berlangsung di badan peradilan independen FIFA dan kasus tersebut akan diputuskan sesuai prosedur oleh lembaga yang berwenang. Begitulah sistem FIFA bekerja dan prinsip itu akan selalu saya pertahankan.”

Tidak Sepenuhnya Setuju

Infantino menambahkan bahwa dirinya baru mengetahui isi keputusan Komite Disiplin setelah putusan resmi diterbitkan. Ia mengaku tidak selalu sependapat dengan setiap keputusan yang diambil badan tersebut.

“Saya membaca setiap keputusan Komite Disiplin FIFA setelah diterbitkan. Terkadang saya terkejut, terkadang saya setuju, dan terkadang saya juga tidak setuju.”

“Namun, apa pun keputusan yang diambil, saya selalu menghormati keputusan tersebut serta otonomi lembaga yang membuatnya. Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak bukanlah hal yang penting. Menghormati lembaga independen dan supremasi aturan hukum adalah hal yang menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA setiap saat,” tutup Infantino.