31 Oktober 2026

> ARTIKEL

Jelajahi Semua mulai dari berita artikel terbaru, analisis pertandingan, profil pemain, hingga jadwal pertandingan. Blog ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi terpercaya dan terkini bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan perkembangan dunia sepak bola, baik liga domestik maupun internasional.

Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.

Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.

Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.

Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.

Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.

  1. Axel Disasi

Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.

Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.

Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.

Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.

Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.

  1. Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya

Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.

Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.

Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.

Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.

  1. Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya

Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.

Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.

Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.

Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.

  1. Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya

Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.

Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.

Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.

Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.

Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.

KLIKBETS – Pedro Porro kembali bergabung dengan Tottenham setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

Bek kanan itu mendapat sambutan istimewa saat kembali mengikuti latihan bersama klub pada Kamis waktu setempat.

Para pemain tim utama, staf pelatih, karyawan klub, hingga pemain akademi Tottenham membentuk guard of honor untuk menyambut Porro.

Pemain berusia 26 tahun itu berjalan melewati barisan tersebut diiringi tepuk tangan, jabat tangan, dan sambutan hangat.

Porro menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026. Ia tampil sebagai starter dalam lima dari tujuh pertandingan Spanyol sepanjang turnamen dan turut berkontribusi lewat dua gol.

Gol pertama Porro tercipta saat menghadapi Austria. Ia kemudian kembali mencetak gol pada semifinal melawan Prancis yang membantu Spanyol melaju ke partai final sebelum akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia.

Jadi yang Keempat

Kesuksesan tersebut membuat Porro menjadi pemain Tottenham keempat yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Sebelumnya, Jimmy Greaves melakukannya bersama Inggris pada 1966, Hugo Lloris bersama Prancis pada 2018, dan Cristian Romero bersama Argentina pada 2022.

Sambutan untuk Porro berlangsung di fasilitas latihan Tottenham. Ia terlihat tersenyum sembari berjabat tangan dengan rekan-rekannya saat melewati guard of honor.

Satu di antara momen yang menarik terjadi ketika Porro bertemu pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya kemudian berpelukan hangat.

Sampaikan Terima Kasih

Setelah mendapat sambutan tersebut, Porro menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir. Ia juga menyoroti kuatnya hubungan di dalam keluarga besar Tottenham.

“Sangat istimewa ketika melihat semua orang di sini setelah memenangkan Piala Dunia. Yang terpenting adalah hubungan yang kami miliki, keluarga ini. Terima kasih banyak atas semuanya. Jadi, mari berjuang untuk segalanya karena ini akan menjadi tahun yang hebat bagi kami,” ujar Porro.

Setelah merayakan pencapaian terbesar dalam kariernya bersama Spanyol, Porro kini kembali fokus menjalani tugas bersama Tottenham yang sedang bersiap menghadapi musim baru.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea, Deadline Transfer Terlewati

BolaIndonesia – Masa depan Enzo Fernandez di Chelsea akhirnya mendapat kejelasan. Setelah tenggat waktu bursa transfer terlewati, gelandang asal Argentina tersebut dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad The Blues untuk musim 2026/2027.

Kabar tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Fernandez meninggalkan Stamford Bridge. Dalam beberapa waktu terakhir, nama pemain berusia 25 tahun itu sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.

Namun, hingga deadline transfer berakhir, tidak ada kesepakatan yang membuat Enzo Fernandez angkat kaki dari Chelsea.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea

Enzo Fernandez tetap di Chelsea setelah tidak adanya transfer yang terealisasi hingga batas akhir bursa. Situasi tersebut membuat sang gelandang kini dapat sepenuhnya mengalihkan perhatian kepada persiapan menghadapi kompetisi musim baru.

Chelsea sendiri masih menaruh kepercayaan besar kepada Fernandez. Kehadirannya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan lini tengah sekaligus membantu tim membangun permainan dari area tengah lapangan.

Sejak bergabung dengan Chelsea, Fernandez memang mendapatkan sorotan besar. Nilai transfernya yang tinggi membuat ekspektasi terhadap sang pemain juga ikut meningkat.

Meski perjalanan kariernya di London tidak selalu berjalan mulus, Fernandez tetap menjadi salah satu pemain penting dalam proyek jangka panjang Chelsea.

Rumor Transfer Akhirnya Berakhir

Spekulasi mengenai masa depan Enzo Fernandez sempat menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian selama periode bursa transfer.

Rumor tersebut semakin ramai karena Chelsea terus melakukan perubahan dalam komposisi skuad. Aktivitas transfer klub yang agresif membuat masa depan beberapa pemain ikut dipertanyakan.

Fernandez pun tidak luput dari pemberitaan tersebut.

Akan tetapi, deadline transfer kini sudah terlewati. Tidak ada transfer yang terjadi. Dengan demikian, Fernandez dipastikan tetap mengenakan seragam Chelsea setidaknya untuk melanjutkan musim ini.

Situasi tersebut tentu menjadi kabar penting bagi pelatih Chelsea. Mempertahankan pemain seperti Fernandez memberikan opsi tambahan di lini tengah.

Peran Penting di Lini Tengah Chelsea

Fernandez memiliki kemampuan untuk bermain dalam beberapa peran di lini tengah. Ia dapat membantu membangun serangan, mengalirkan bola dari lini belakang, sekaligus memberikan kreativitas ketika Chelsea memasuki sepertiga akhir lapangan.

Karakter tersebut membuatnya menjadi pemain yang cukup fleksibel.

Selain kemampuan teknis, pengalaman Fernandez di level internasional juga menjadi modal penting. Ia telah merasakan tekanan pertandingan besar bersama tim nasional Argentina.

Pengalaman itu diharapkan bisa membantu Fernandez tampil lebih konsisten bersama Chelsea.

Kini, setelah masa depan Enzo Fernandez lebih jelas, perhatian akan beralih kepada performanya di lapangan. Fans Chelsea tentu ingin melihat sang gelandang memberikan kontribusi maksimal setelah melewati periode penuh spekulasi.

Chelsea Ingin Fernandez Fokus ke Musim Baru

Bursa transfer yang telah ditutup membuat Fernandez tidak perlu lagi menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan pindah klub dalam waktu dekat.

Kondisi ini dapat menjadi keuntungan bagi pemain maupun Chelsea.

Fernandez kini bisa fokus meningkatkan performa, beradaptasi dengan kebutuhan taktik tim, dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan rekan-rekannya.

Bagi Chelsea, mempertahankan Fernandez juga berarti mereka tetap memiliki salah satu gelandang dengan pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi.

Persaingan internal di skuad tentu tetap akan berlangsung. Namun, Fernandez memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran penting apabila mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Deadline Terlewati, Fernandez Tetap di Stamford Bridge

Pada akhirnya, deadline transfer telah memberikan jawaban mengenai masa depan Enzo Fernandez.

Tidak ada kepindahan yang terjadi. Fernandez tetap menjadi pemain Chelsea dan siap melanjutkan perjuangannya bersama klub London tersebut.

Kini, tantangan sebenarnya dimulai.

Fernandez harus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari rencana Chelsea. Sementara itu, klub juga berharap sang gelandang mampu memberikan kontribusi besar untuk mengejar target yang telah ditetapkan pada musim 2026/2027.

Bagi para pendukung The Blues, berakhirnya rumor transfer tentu membawa kelegaan. Mereka tidak perlu lagi menunggu kabar mengenai kepindahan Fernandez.

Enzo Fernandez tetap di Chelsea. Deadline telah terlewati, dan fokus sang pemain kini sepenuhnya tertuju pada lapangan hijau.

Jhon Lucumi ke Juventus: Sepakat dengan Bologna, Segera Resmi

BolaIndonesia – Juventus semakin dekat mendapatkan bek tengah baru untuk memperkuat lini belakang. Jhon Lucumi dikabarkan selangkah lagi meninggalkan Bologna dan bergabung dengan Juventus setelah negosiasi kedua klub memasuki tahap akhir. Kehadiran bek asal Kolombia tersebut menjadi bagian dari upaya Bianconeri membangun pertahanan yang lebih tangguh di bawah arahan Luciano Spalletti.

Juventus dan Bologna Makin Dekat Capai Kesepakatan

Perburuan Juventus terhadap Jhon Lucumi memang bukan cerita baru. Sejak beberapa waktu lalu, bek berusia 28 tahun itu sudah masuk dalam daftar pemain yang diinginkan Spalletti untuk memperkuat sektor pertahanan.

Kini, situasinya semakin positif bagi Juventus. Laporan terbaru menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Bologna hampir tercapai. Sebelumnya, Juventus juga telah lebih dulu mencapai kesepakatan prinsip dengan Lucumi mengenai kontrak personal.

Lucumi disebut telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun bersama Juventus. Nilai kontraknya dikabarkan berada di kisaran 2,5 juta euro per musim, ditambah bonus yang berpotensi meningkatkan pendapatannya.

Dengan kesepakatan personal tersebut, Juventus kini tinggal menyelesaikan detail akhir dengan Bologna sebelum transfer benar-benar dirampungkan.

Bologna Siap Melepas Jhon Lucumi

Bologna sebelumnya sudah membuka pintu bagi kepergian Lucumi. CEO klub, Claudio Fenucci, bahkan menyatakan bahwa sang pemain bisa pergi apabila ada tawaran yang dianggap sesuai.

Situasi tersebut membuat Juventus semakin percaya diri. Terlebih lagi, kontrak Lucumi bersama Bologna memasuki periode akhir sehingga klub asal Emilia-Romagna tersebut memiliki alasan kuat untuk menyelesaikan penjualan pada musim panas ini.

Bologna sebelumnya disebut memasang harga sekitar 25 juta euro untuk sang bek. Namun, Juventus berusaha mendapatkan nilai transfer yang lebih rendah melalui struktur kesepakatan yang menguntungkan kedua klub.

Dalam pembicaraan sebelumnya, Juventus bahkan sempat mempertimbangkan memasukkan pemain seperti Juan Cabal sebagai bagian dari transaksi. Opsi tersebut bisa membantu Bianconeri menekan biaya transfer Lucumi.

Jhon Lucumi Jadi Pilihan Luciano Spalletti

Ketertarikan Juventus terhadap Lucumi tidak terlepas dari kebutuhan Spalletti terhadap bek tengah yang memiliki karakter kuat.

Lucumi dikenal sebagai bek yang agresif, cepat, kuat dalam duel, serta nyaman bermain menggunakan kaki kiri. Karakter tersebut membuatnya cocok dengan kebutuhan Juventus yang ingin memiliki variasi lebih besar dalam membangun serangan dari lini belakang.

Spalletti diyakini melihat Lucumi sebagai pemain yang mampu memberikan keseimbangan di sektor pertahanan. Kehadirannya juga bisa meningkatkan persaingan untuk mendapatkan tempat utama di lini belakang Bianconeri.

Menurut laporan terbaru, Lucumi dianggap cocok dengan proyek Juventus dan menjadi salah satu pemain penting yang diinginkan Spalletti.

Lucumi Segera Berduet dengan Bremer?

Jika transfer benar-benar selesai, menarik untuk melihat bagaimana Spalletti menyusun duet bek tengah Juventus.

Lucumi memiliki pengalaman bermain di level Serie A dan sudah memahami karakter permainan sepak bola Italia. Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena Juventus membutuhkan pemain yang bisa langsung beradaptasi tanpa membutuhkan waktu terlalu lama.

Duet Lucumi dengan Bremer juga berpotensi menjadi kombinasi menarik. Lucumi bisa memberikan kualitas distribusi bola dari sisi kiri, sementara Bremer dikenal memiliki kemampuan duel dan kekuatan fisik yang sangat baik.

Kombinasi tersebut dapat menjadi salah satu fondasi baru Juventus dalam menghadapi kompetisi musim mendatang.

Juventus Tinggal Menunggu Fase Akhir Transfer

Dengan kesepakatan personal yang sudah tercapai dan pembicaraan dengan Bologna yang semakin dekat menuju titik akhir, transfer Lucumi kini memasuki fase penting.

Juventus tentu tidak ingin kehilangan momentum. Persaingan untuk mendapatkan bek Kolombia tersebut sebelumnya cukup ramai, dengan sejumlah klub lain ikut memantau situasinya. Namun, Lucumi dikabarkan lebih memilih Juventus sebagai tujuan berikutnya dalam kariernya.

Jika seluruh detail administrasi dan nilai transfer telah disepakati, Lucumi akan segera menjalani tahapan akhir sebelum diperkenalkan sebagai pemain baru Juventus.

Bagi Spalletti, kedatangan Lucumi bisa menjadi tambahan penting untuk membangun pertahanan Juventus yang lebih solid. Sementara bagi Lucumi, kepindahan ke Turin menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan level karier sekaligus bermain bersama salah satu klub terbesar Italia.

Jhon Lucumi ke Juventus kini semakin dekat menjadi kenyataan. Setelah kesepakatan personal tercapai, perhatian kini tertuju pada penyelesaian detail antara Juventus dan Bologna. Jika tidak ada perubahan besar, bek Kolombia itu segera menjadi bagian dari proyek baru Luciano Spalletti di Turin.

KLIKBETS – Legenda Premier League asal Wales, Craig Bellamy, pernah berada di titik terendah hingga harus menyatakan dirinya bangkrut setelah gantung sepatu.

Padahal, Bellamy memiliki karier yang mungkin diimpikan banyak pemain. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Newcastle United, Liverpool, Manchester City, hingga West Ham United.

Bellamy mengawali perjalanan profesionalnya bersama Bristol Rovers sebelum namanya mulai dikenal ketika membela Norwich City.

Bersama Norwich, ia mencetak 32 gol dalam 85 pertandingan. Potensinya membuat sejumlah klub Premier League tertarik, tetapi perjalanan kariernya sempat terhambat cedera ACL yang membuatnya menepi hampir sepanjang musim.

Pada periode tersebut, Bellamy juga mengaku mengalami depresi. Namun, ia mampu bangkit dan kemudian bergabung dengan Coventry City pada awal 2000-an.

Setelah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Inggris, Bellamy mendapat kesempatan memperkuat Newcastle United. Di St James’ Park, ia merasakan atmosfer Liga Champions dan persaingan memperebutkan trofi bergengsi.

Namun, Bellamy juga mulai dikenal sebagai pemain yang memiliki karakter keras. Hubungannya dengan manajer Newcastle saat itu, Graeme Souness, bahkan berakhir dengan perselisihan yang membuat masa baktinya selama empat tahun bersama The Magpies berakhir.

Setelah meninggalkan Newcastle, Bellamy melanjutkan karier bersama Celtic, Blackburn Rovers, dan West Ham United.

Berkarier Dua Dekade

Ia kemudian mendapat kesempatan memperkuat Liverpool. Bellamy hanya semusim berada di Anfield, tetapi berhasil membantu The Reds mencapai final Liga Champions.

Bellamy juga sempat terlibat insiden kontroversial dengan rekan setimnya, John Arne Riise. Keduanya terlibat perselisihan yang bahkan berujung pada Bellamy menyerang Riise menggunakan tongkat golf.

Karier Bellamy kemudian berlanjut dengan beberapa kali berpindah klub. Ia kembali memperkuat West Ham dan Liverpool, serta sempat bermain untuk Manchester City.

Pada 2014, Bellamy akhirnya mengakhiri kariernya sebagai pemain bersama Cardiff City. Ia menutup perjalanan hampir dua dekade sebagai pesepak bola profesional.

Sepanjang kariernya, Bellamy hanya berhasil meraih dua trofi utama, yakni Community Shield dan Piala Liga Inggris.

Di level internasional, Bellamy mencatatkan 78 caps bersama Timnas Wales. Ia juga menjadi bagian dari skuad Britania Raya pada Olimpiade London 2012, satu-satunya tim sepak bola Team GB yang pernah tampil di Olimpiade.

Bellamy Sempat Bangkrut

Setelah pensiun, Bellamy menghadapi persoalan finansial serius. Dalam wawancara dengan Daily Mail pada 2023, ia mengungkapkan bagaimana bisa berada di ambang kebangkrutan.

Berbeda dengan sejumlah mantan pesepak bola yang mengalami masalah keuangan akibat kecanduan alkohol atau perjudian, Bellamy mengatakan masalahnya bukan berasal dari dua hal tersebut.

Ia mengaku terlalu naif dalam mengambil keputusan finansial dan mempercayai orang yang salah.

“Saya menjalani lima atau enam tahun terakhir seperti berada di Death Row. Saya hanya menunggu seseorang datang dan mengakhiri semuanya,” ujar Bellamy.

“Saya tidak bisa menantikan apa pun. Semua uang yang saya hasilkan, saya bahkan tidak bisa mendapatkan hipotek. Secara finansial, saya tidak punya masa depan. Saya tidak bisa memiliki apa pun. Semuanya sudah hilang.”

Saat menceritakan kisah tersebut, Bellamy bahkan tinggal di sebuah apartemen yang tidak bisa ia miliki. Tempat tinggal itu disewa oleh Burnley, klub yang saat itu mempekerjakannya sebagai bagian dari staf kepelatihan.

Bellamy mengakui dirinya memang tidak pernah menghindari kewajiban pajak secara sengaja. Namun, ia terlalu percaya kepada orang-orang yang menangani keuangannya.

“Saya bukan pengemplang pajak. Namun, saya sangat naif dan HMRC sudah mengejar saya karena pajak yang belum dibayarkan,” katanya.

“Jika Anda mendapatkan orang yang salah untuk memberikan nasihat, semuanya bisa terkuras sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya, kebangkrutan justru menjadi sebuah kelegaan. Itu berarti saya bisa mulai hidup lagi.”

Ingatkan Pesepak Bola Muda

Bellamy mengungkapkan persoalan tersebut bermula dari sejumlah investasi yang gagal, penasihat keuangan yang memalsukan tanda tangannya, hingga keterlambatan dalam mengurus laporan pajak.

Ia juga mengaku sulit menolak ketika ada orang yang meminta bantuan finansial.

“Orang-orang menganggap Anda seperti mesin ATM berjalan. Saya merasa bersalah ketika mengatakan tidak kepada orang yang menelepon meminta bantuan, jadi saya tidak pernah mengatakan tidak,” tutur Bellamy.

Namun, setelah mengalami kebangkrutan, Bellamy mendapat pelajaran berharga. Ia pun mengingatkan para pesepak bola muda agar lebih berhati-hati dalam mengelola kekayaan.

“Saya ingin ini menjadi peringatan bagi pemain lain. Periksa semuanya dan pastikan orang yang memberikan nasihat kepada Anda memiliki izin resmi,” katanya.

“Periksa keuangan Anda dengan orang independen, seperti mendapatkan opini kedua. Saya berasal dari generasi pesepak bola ketika semuanya dilakukan klub untuk Anda. Tagihan, keuangan, semuanya. Menurut saya, itu sebuah kesalahan.”

Bangkit hingga Mendapat Pekerjaan Impian

Setelah melewati masa sulit tersebut, Bellamy perlahan kembali membangun kehidupannya lewat dunia sepak bola.

Kesempatan besar datang dari mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany.

Bellamy bergabung dengan Kompany di Anderlecht sebagai asistennya. Keduanya kemudian kembali bekerja sama di Burnley pada 2022.

Bellamy turut membantu Kompany membawa Burnley promosi ke Premier League. Meski akhirnya The Clarets kembali terdegradasi, Kompany mendapatkan kesempatan besar untuk menangani Bayern Munchen.

Bellamy sempat diperkirakan mengikuti Kompany ke Jerman. Namun, kesempatan yang jauh lebih spesial justru datang kepadanya.

Pada Juli 2024, Bellamy resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Wales.

Posisi tersebut merupakan pekerjaan impian bagi Bellamy. Ia bahkan menyebut jabatan sebagai manajer Wales sebagai pekerjaan tertinggi yang ingin diraihnya.

Perjalanan Bellamy pun menjadi kisah tentang kebangkitan. Dari seorang pesepak bola Premier League, terpuruk hingga bangkrut, lalu kembali menemukan jalannya di dunia sepak bola dengan mendapatkan pekerjaan yang selama ini ia impikan.

LARISBOLA – Ferran Torres selangkah lagi mengakhiri kariernya bersama Barcelona setelah PSG mencapai kesepakatan prinsip untuk merekrutnya. Informasi tersebut disampaikan oleh ESPN, yang menyebut proses kepindahan sang penyerang akan segera memasuki tahap akhir.

Torres akan bertolak ke Paris untuk menjalani tes medis sebelum meresmikan kepindahannya ke klub juara Eropa tersebut. PSG sebelumnya mengajukan tawaran awal 40 juta euro, tetapi proposal itu sempat ditolak Barcelona.

Negosiasi kemudian berlanjut hingga kedua klub mencapai titik temu dengan nilai transfer sekitar 50 juta euro. Barcelona akhirnya memilih melepas Torres setelah sang pemain meminta izin untuk mencari tantangan baru, meski klub sempat mempertimbangkan perpanjangan kontraknya.

Transfer tersebut sekaligus membuka kembali kerja sama Torres dengan Luis Enrique. Keduanya pernah bekerja bersama ketika Enrique masih menjadi pelatih Timnas Spanyol.

Kesepakatan Barcelona dan PSG
ESPN melaporkan Barcelona telah menyetujui kepindahan Torres ke PSG dengan nilai sekitar 50 juta euro. Transfer tersebut diperkirakan akan segera dirampungkan setelah pemain berusia 26 tahun itu menyelesaikan pemeriksaan medis.

Proposal pertama PSG senilai 40 juta euro sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan Barcelona. Klub asal Prancis itu kemudian meningkatkan tawarannya hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan prinsip dengan raksasa Catalan tersebut.

Barcelona sebenarnya masih memiliki opsi untuk mempertahankan Torres karena kontraknya belum berakhir. Namun, keinginan sang pemain untuk meninggalkan klub membuat Barcelona akhirnya memilih membuka jalan bagi kepindahannya.

Torres Bereuni dengan Luis Enrique

PSG akan menjadi klub berikutnya bagi Torres setelah Barcelona, sekaligus mempertemukannya kembali dengan Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol tersebut mengenal kemampuan Torres sejak menangani Timnas Spanyol.

Torres tidak hanya mampu bermain sebagai winger, tetapi juga semakin sering beroperasi sebagai penyerang tengah. Di PSG, ia diperkirakan mendapat peran sebagai penyerang utama setelah Goncalo Ramos pindah ke AC Milan.

Performa Torres musim lalu menjadi modal penting sebelum memulai petualangan baru di Prancis. Ia mencetak 21 gol untuk Barcelona dan sebelumnya menjadi penentu kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia melawan Argentina.

Barcelona Harus Cari Penyerang Baru

Kepergian Torres membuat pilihan Barcelona di lini depan semakin terbatas. Kondisi tersebut semakin terasa setelah Robert Lewandowski juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan Chicago Fire.

Julian Alvarez masih menjadi pemain yang diincar Barcelona untuk mengisi posisi penyerang. Namun, proses transfer pemain Atletico Madrid tersebut belum berjalan mudah sehingga klub perlu menyiapkan alternatif.

Jika Alvarez gagal didatangkan, Barcelona dapat mempertimbangkan sejumlah opsi lain dari dalam maupun luar skuad. Sementara itu, PSG mendapatkan tambahan pemain serbabisa untuk memperkuat lini serang mereka.

FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).

“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Bukan Hanya Kualitas Pemain

Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.

“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.

“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.

Harus Punya Plan B

Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?

“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.

Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.

“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.

Real Madrid kini punya lima opsi sayap kanan: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Mourinho lebih fleksibel memilih sesuai

Real Madrid kini memiliki kedalaman luar biasa di posisi sayap kanan. Setelah beberapa musim kesulitan menemukan pemain yang benar-benar cocok, Jose Mourinho kini punya lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.

Lima nama menjadi kandidat utama untuk sektor tersebut: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Masing-masing menawarkan solusi berbeda, mulai dari kontrol permainan, kemampuan teknis, kekuatan fisik, hingga pressing agresif.

Posisi ini sebelumnya menjadi salah satu titik lemah Real Madrid, terutama setelah era terbaik Gareth Bale berakhir. Dengan pilihan yang melimpah, penentuan peran akan menjadi pekerjaan penting sepanjang musim.

Kedalaman Baru di Sisi Kanan Real Madrid

Real Madrid sekarang memiliki lima opsi berkualitas di sisi kanan setelah periode panjang mencari profil yang tepat. Perkembangan ini menutup celah yang muncul usai berakhirnya masa terbaik Gareth Bale.

Jose Mourinho memperoleh keleluasaan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan. Tim tidak lagi bergantung pada satu sosok untuk mengisi posisi tersebut.

Lima pemain berada dalam daftar opsi itu: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Setiap nama membawa karakter dan keunggulan berbeda.

Profil Opsi: Dari Winger Natural hingga Mesin Pressing

Yan Diomande adalah pilihan yang natural untuk peran sayap kanan. Kehadirannya memberikan spesialis di posisi tersebut setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang harus beradaptasi.

Bernardo Silva memiliki pengalaman panjang bermain di sisi kanan bersama Manchester City. Jika dibutuhkan kontrol permainan dan kemampuan teknis tinggi, gelandang Portugal itu menjadi pilihan ideal bagi Mourinho.

Federico Valverde menawarkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang sangat baik. Ia bisa memberikan perlindungan tambahan di sisi kanan ketika Real Madrid membutuhkan keseimbangan lebih besar.

Endrick mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan permainan langsung sebagai pembeda. Naluri mencetak golnya sebagai penyerang menambah ancaman saat ia bergerak dari area sayap menuju kotak penalti.

Brahim Diaz melengkapi kedalaman dengan kemampuan teknis dan energi tinggi. Kualitas tersebut mendukung permainan pressing dari sektor sayap ketika dibutuhkan pemain yang aktif mengejar lawan sejak area depan.

Langkah Mourinho dan Persaingan di Sektor Kanan

Rodrygo dan Arda Guler secara teknis juga dapat dimainkan di sisi kanan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan tertentu untuk posisi tersebut.

Dengan banyaknya pilihan, Mourinho dapat menentukan komposisi berdasarkan kebutuhan setiap pertandingan. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain untuk mengisi sektor kanan.

Kedalaman ini menjadi perkembangan penting bagi Real Madrid karena tiap opsi menawarkan kelebihan yang berbeda. Tantangan berikutnya adalah menentukan siapa yang paling sering mendapatkan kesempatan sekaligus menjaga seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.

Désiré Doué Bidik Semua Trofi usai PSG Juara Super Eropa

BolaIndonesia – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan mentalitas sebagai salah satu klub terkuat Eropa setelah sukses menjuarai Piala Super Eropa 2026. Di balik kemenangan 2-1 atas Aston Villa, Désiré Doué tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan. Winger muda asal Prancis itu mencetak gol kemenangan sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Kesuksesan tersebut membuat ambisi Désiré Doué semakin besar. Ia tidak ingin PSG berhenti hanya pada satu trofi. Setelah membawa timnya mengangkat Piala Super Eropa, Doué membidik seluruh gelar yang tersedia dan berharap PSG kembali menciptakan musim luar biasa.

Désiré Doué Jadi Penentu Kemenangan PSG

Pertandingan melawan Aston Villa berlangsung sengit. PSG lebih dulu membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20. Namun, Aston Villa mampu memberikan respons sebelum babak pertama berakhir dan membuat skor kembali imbang.

PSG kemudian meningkatkan tekanan setelah turun minum. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Désiré Doué mencetak gol pada menit ke-61. Gol tersebut menjadi pembeda dan memastikan Les Parisiens menang 2-1 sekaligus mempertahankan gelar Piala Super Eropa.

Penampilan Doué semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain muda penting dalam skuad Luis Enrique. Ia bukan hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga tampil menentukan ketika pertandingan membutuhkan sosok yang mampu mengubah keadaan.

PSG Tidak Mau Berhenti di Piala Super Eropa

Bagi PSG, kemenangan atas Aston Villa bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Gelar tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.

Doué pun melihat kesuksesan tersebut sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ambisinya jelas: PSG ingin mengejar seluruh trofi yang bisa mereka menangkan musim ini.

Target tersebut tentu bukan perkara mudah. PSG harus menjaga konsistensi di Ligue 1, Coupe de France, Liga Champions, serta kompetisi lainnya yang mereka ikuti. Namun, keberhasilan meraih Piala Super Eropa memberikan sinyal bahwa tim asuhan Luis Enrique masih memiliki mental juara.

PSG bahkan kini mulai membidik gelar Liga Champions ketiga dalam sejarah klub setelah keberhasilan mereka mempertahankan Piala Super Eropa.

Mentalitas Juara Mulai Terlihat

Kemenangan atas Aston Villa juga memperlihatkan karakter PSG ketika berada dalam situasi sulit. Setelah kehilangan keunggulan sebelum jeda, mereka tidak kehilangan kendali dan mampu menemukan gol kemenangan pada babak kedua.

Luis Enrique menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari mentalitas para pemainnya. Menurutnya, PSG mampu meraih trofi karena memiliki keyakinan dan karakter untuk terus berjuang sampai akhir pertandingan.

Bagi pemain muda seperti Doué, situasi tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia semakin terbiasa menghadapi pertandingan besar dan tekanan tinggi. Perkembangan tersebut membuat perannya di PSG semakin penting.

Ambisi Besar Désiré Doué

Désiré Doué kini tidak sekadar ingin menjadi pemain muda berbakat. Ia ingin menjadi bagian dari generasi PSG yang mampu mendominasi Eropa.

Kemenangan di Piala Super Eropa menjadi bukti bahwa ambisi tersebut bukan sekadar mimpi. Doué sudah memainkan peran penting dalam keberhasilan PSG dan menunjukkan bahwa dirinya mampu tampil ketika tim membutuhkan kontribusi terbesar.

Dengan skuad yang memiliki banyak pemain berkualitas serta Luis Enrique sebagai pelatih, PSG memiliki alasan untuk percaya diri. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi sepanjang musim.

Bagi Doué, satu trofi sudah berada di tangan. Namun, perjalanan masih panjang. Sang pemain ingin PSG terus berburu gelar dan mengubah kemenangan Piala Super Eropa menjadi awal dari musim yang jauh lebih bersejarah.

Jika performa Doué terus meningkat, bukan tidak mungkin pemain muda tersebut kembali menjadi tokoh utama dalam perburuan trofi PSG berikutnya. Untuk saat ini, pesan yang terlihat jelas adalah satu: PSG belum puas, dan Désiré Doué ingin semua trofi.

Arsenal vs Como: Menang Dramatis, Bruno Guimaraes Debut

BolaIndonesia – Arsenal vs Como menjadi laga yang menarik perhatian setelah Arsenal meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti. Bertanding dalam laga persahabatan Emirates Cup di London pada Rabu (12/8/2026), The Gunners bermain imbang 1-1 selama 90 menit sebelum akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena Bruno Guimaraes menjalani debut bersama Arsenal setelah kepindahannya dari Newcastle United. Gelandang asal Brasil itu masuk pada babak kedua dan kemudian sukses menjalankan tugasnya ketika dipercaya menjadi salah satu eksekutor penalti Arsenal.

Arsenal Tampil Dominan Sejak Awal Pertandingan

Arsenal tampil agresif sejak awal pertandingan. Mikel Arteta memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk mendapatkan menit bermain terakhir sebelum kompetisi resmi dimulai.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-33. Myles Lewis-Skelly memanfaatkan kesalahan kiper Como sebelum bekerja sama dengan Gabriel Martinelli. Pemain muda Arsenal tersebut kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Gol tersebut semakin menarik perhatian karena Lewis-Skelly kembali menunjukkan kualitasnya di lini tengah. Pemain berusia 19 tahun itu tidak hanya mampu membantu Arsenal membangun serangan, tetapi juga memperlihatkan ketenangan ketika berada di area berbahaya.

Martinelli juga memiliki peran penting dalam proses terciptanya gol. Kombinasi keduanya membuat pertahanan Como kesulitan mengantisipasi pergerakan Arsenal.

Gol Pembuka Arsenal Ubah Jalannya Laga

Keunggulan Arsenal tidak bertahan hingga turun minum. Como mampu memberikan respons cepat dan mencetak gol penyama kedudukan melalui Martin Baturina.

Baturina melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan kiper Arsenal. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Setelah jeda, kedua tim melakukan sejumlah pergantian pemain. Arsenal berusaha mencari gol kedua, sedangkan Como tampil disiplin untuk menjaga keseimbangan pertandingan.

Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan. Arsenal dan Como pun harus menentukan pemenang melalui adu penalti.

Como Berusaha Bangkit dan Beri Perlawanan

Salah satu momen paling dinantikan terjadi ketika Bruno Guimaraes mendapatkan kesempatan tampil untuk pertama kalinya bersama Arsenal.

Transfer gelandang Brasil tersebut menjadi salah satu langkah besar Arsenal pada musim panas. Debut melawan Como menjadi kesempatan awal bagi Guimaraes untuk merasakan langsung sistem permainan Arteta sekaligus membangun koneksi dengan rekan-rekan barunya.

Guimaraes memang belum memberikan kontribusi besar dalam permainan terbuka. Namun, ia memperlihatkan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase adu penalti.

Sang gelandang maju sebagai salah satu eksekutor Arsenal dan sukses mengirim bola ke dalam gawang. Debutnya pun terasa semakin spesial karena ia ikut membantu The Gunners mengamankan kemenangan.

Bruno Guimaraes Tampil dalam Debut Bersama Arsenal

Drama akhirnya terjadi dari titik putih. Arsenal tampil lebih efektif dan memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.

Como gagal memaksimalkan dua kesempatan setelah tembakan Alvaro Morata dan Smolcic berhasil dihentikan. Di kubu Arsenal, hanya Noni Madueke yang gagal menjalankan tugasnya.

Penendang terakhir Arsenal, Christos Tzolis, kemudian memastikan kemenangan setelah berhasil menjalankan tugasnya. Arsenal pun menutup pramusim dengan hasil positif.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Arsenal sebelum menghadapi pertandingan resmi berikutnya. The Gunners kini bisa mengalihkan fokus sepenuhnya menuju musim baru.

Arsenal vs Como Berakhir dengan Kemenangan Dramatis

Kemenangan atas Como bukan sekadar hasil akhir. Laga tersebut memberikan sejumlah gambaran penting bagi Arteta.

Lewis-Skelly kembali menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan opsi tambahan di lini tengah. Sementara itu, debut Bruno Guimaraes menjadi perhatian utama karena sang gelandang diproyeksikan memainkan peran penting dalam perjalanan Arsenal musim ini.

Meski masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki, terutama efektivitas serangan dan konsistensi sepanjang pertandingan, Arsenal setidaknya menutup pramusim dengan kemenangan.

Kini, perhatian Arsenal tertuju pada pertandingan kompetitif pertama musim baru. Setelah melewati ujian terakhir melawan Como, Arteta memiliki kesempatan untuk mengevaluasi skuad dan menentukan kombinasi terbaik sebelum persaingan sesungguhnya dimulai.

Arsenal menang adu penalti lawan Como 4-3 setelah bermain 1-1 selama 90 menit. Lewis-Skelly mencetak gol Arsenal di wa