31 Oktober 2026

> ARTIKEL

Jelajahi Semua mulai dari berita artikel terbaru, analisis pertandingan, profil pemain, hingga jadwal pertandingan. Blog ini bertujuan untuk menjadi sumber informasi terpercaya dan terkini bagi para penggemar sepak bola untuk tetap terhubung dengan perkembangan dunia sepak bola, baik liga domestik maupun internasional.

Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

rsenal Bekuk Manchester City 3-0 di Community Shield, Sempurna!

BolaIndonesia – Arsenal Bekuk Manchester City dengan skor 3-0 dalam laga Community Shield 2026. The Gunners tampil dominan. The Gunners berhasil bekuk Manchester City 3-0 dalam laga Community Shield 2026 yang berlangsung di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026). Kemenangan telak tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Arsenal datang ke musim baru dengan kepercayaan diri dan kekuatan skuad yang semakin matang.

Arsenal Bekuk Manchester City Sejak Menit Pertama

Pertandingan belum genap berjalan satu menit ketika Arsenal sudah membuka keunggulan. Riccardo Calafiori mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan serangan cepat The Gunners.

Gol tersebut tercipta hanya sekitar 23 detik setelah pertandingan dimulai. Momen itu bahkan menjadi salah satu gol tercepat dalam sejarah Community Shield dan langsung membuat Manchester City berada dalam tekanan.

Arsenal tidak kemudian bermain bertahan. Pasukan Mikel Arteta justru terus menekan dan menjaga intensitas permainan. Sirkulasi bola berjalan rapi, sementara lini tengah mampu mengganggu upaya City untuk membangun serangan.

Manchester City terlihat kesulitan menemukan ruang. Erling Haaland yang biasanya menjadi ancaman utama juga tidak banyak mendapatkan kesempatan bersih di depan gawang David Raya.

Kai Havertz Gandakan Keunggulan

Tekanan Arsenal akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-28. Kai Havertz mencetak gol kedua melalui sundulan yang membuat Gianluigi Donnarumma kembali harus memungut bola dari gawangnya.

Keunggulan 2-0 membuat Arsenal semakin nyaman. Sebaliknya, Manchester City terlihat kehilangan momentum. Tim asuhan Enzo Maresca kesulitan membongkar pertahanan Arsenal yang tampil disiplin.

Christos Tzolis menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Pemain tersebut terlibat dalam rangkaian serangan Arsenal dan menunjukkan kualitas dalam membantu permainan ofensif tim.

Martin Odegaard Lengkapi Pesta Arsenal

Arsenal tidak mengendur setelah turun minum. Baru beberapa menit babak kedua berjalan, Martin Odegaard mencetak gol ketiga Arsenal pada menit ke-48.

Gol tersebut semakin menegaskan dominasi The Gunners. Arsenal mampu mengontrol pertandingan sekaligus menjaga Manchester City tetap berada dalam tekanan.

Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang. Arsenal pun resmi mengangkat trofi Community Shield sebagai pembuka musim baru.

Performa Arsenal Mendekati Sempurna

Kemenangan atas Manchester City bukan sekadar soal trofi. Performa Arsenal juga memberikan sinyal kuat mengenai ambisi mereka mempertahankan gelar Premier League.

Arteta mendapatkan respons positif dari timnya. Arsenal tampil agresif sejak awal, efektif ketika mendapatkan peluang, dan solid ketika harus bertahan. David Raya juga memainkan peran penting dengan menjaga gawangnya tetap bersih.

Kedalaman skuad menjadi salah satu alasan optimisme tersebut. Kehadiran Bruno Guimaraes turut memperkuat lini tengah, sementara Martin Odegaard menunjukkan kembali kualitasnya sebagai pengatur permainan.

Yang menarik, Arsenal mampu tampil dominan meski sejumlah pemain penting seperti Bukayo Saka dan Declan Rice tidak menjadi starter. Hal tersebut menunjukkan bahwa Arteta memiliki banyak opsi untuk menghadapi padatnya jadwal musim 2026/2027.

Manchester City Harus Segera Berbenah

Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi awal yang sulit bagi Enzo Maresca. Community Shield menjadi pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Manchester City setelah era Pep Guardiola berakhir.

Maresca tentu memiliki waktu untuk memperbaiki tim sebelum kompetisi Premier League benar-benar berjalan. Namun, kekalahan 0-3 dari Arsenal memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam organisasi pertahanan dan efektivitas serangan.

Manchester City gagal memberikan respons setelah kebobolan cepat. Bahkan ketika memiliki penguasaan bola, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

Arsenal Kirim Pesan untuk Rival Premier League

Community Shield memang bukan ukuran mutlak keberhasilan sebuah tim dalam satu musim. Namun, kemenangan 3-0 atas Manchester City jelas memberikan suntikan moral besar bagi Arsenal.

The Gunners bukan hanya memenangkan trofi pembuka musim. Mereka juga menunjukkan permainan yang terorganisasi, agresif, dan efektif. Arteta kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa timnya mampu kembali bersaing di papan atas.

Setelah menaklukkan Manchester City, Arsenal akan mengalihkan fokus ke Premier League. Performa mereka di Community Shield menjadi peringatan bagi para rival bahwa sang juara bertahan siap kembali bertarung.

Jika konsistensi permainan tersebut mampu dipertahankan, Arsenal berpotensi menjalani musim yang jauh lebih istimewa. Community Shield sudah memberikan satu pesan jelas: The Gunners datang dengan ambisi besar dan performa yang mendekati sempurna.

Bayern Munchen belum memberikan kabar terbaru apa pun mengenai kondisi Jamal Musiala setelah sang pemain ambruk saat menghadapi RB Leipzig dalam laga uji coba, Sabtu (15-8-2026).

Musiala terjatuh di lapangan beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Kejadian tersebut membuat rekan-rekannya panik sebelum tim medis Bayern Munchen segera menghampirinya.

Salah satu petugas medis kemudian memberi isyarat jempol yang membuat situasi sedikit lebih tenang.

Menurut kantor berita DPA, Musiala akhirnya bisa meninggalkan lapangan tanpa bantuan dan berjalan sendiri menuju lorong pemain melalui tangga.

Meski demikian, pemain berusia 23 tahun itu masih terlihat linglung.

Belum Ada Info Lanjutan

Beberapa jam setelah pertandingan, seorang anggota dewan Bayern Munchen yang menangani bidang olahraga menyatakan bahwa kondisi Musiala baik-baik saja.

Namun, Bayern belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi pemain asal Jerman tersebut maupun penyebab dirinya tiba-tiba terjatuh.

Suhu tinggi juga disebut mungkin berperan dalam insiden tersebut. Suhu di Munchen saat pertandingan berlangsung berada di atas 30 derajat Celsius.

Associated Press telah meminta Bayern Munchen memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Musiala.

Pernah Cedera Serius

Musiala sebelumnya mengalami patah kaki pada musim panas tahun lalu ketika Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub 2025.

Ia kemudian kembali bermain di Bundesliga pada awal 2026.

Musiala juga menjadi satu di antara pemain penting Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman secara mengejutkan tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.

KLIKBETS – PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

LARISBOLA – AC Milan meraih kemenangan pertama di pramusim dengan menundukkan Manchester United 4-2 di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi modal positif setelah sebelumnya dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul melalui Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian bangkit lewat Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Respons Milan menjadi sorotan karena mereka tetap memainkan pendekatan agresif meski dua kali tertinggal. Hasilnya, Rossoneri mampu mengambil alih pertandingan dan mencetak empat gol.

Laga ini juga memberi sejumlah gambaran mengenai perkembangan Milan bersama Ruben Amorim. Setidaknya ada empat pelajaran penting yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

Chukwueze Efektif dari Sisi Lapangan

Samuel Chukwueze menjadi salah satu pemain terbaik Milan dengan satu gol dan dua assist. Ia tampil efektif ketika bergerak dari sisi lapangan menuju area tengah.

Performa tersebut menunjukkan bahwa Chukwueze belum tentu harus dimainkan sebagai nomor 10. Keunggulannya justru terlihat ketika memiliki ruang dari area sayap.

Pergerakannya berkontribusi pada gol Cisse dan assist untuk Ramos. Peran sebagai wing-back menyerang pun bisa menjadi opsi menarik bagi Amorim.

Jika konsisten, Chukwueze berpeluang menjadi senjata penting Milan musim ini. Performa melawan MU menjadi bukti awal potensi tersebut.

Goncalo Ramos Tunjukkan Kualitas Penyerang

Goncalo Ramos menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang baru Milan. Ia mencetak gol dan terlibat dalam proses terciptanya gol lainnya.

Pada gol pertama, Ramos memilih memberikan bola kepada Chukwueze meski memiliki peluang untuk menembak. Keputusan tersebut memperlihatkan visi bermain yang baik.

Gol keduanya lahir melalui pergerakan dan penyelesaian yang matang di kotak penalti. Ramos menunjukkan karakter penyerang nomor 9 yang mampu memanfaatkan peluang.

Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi lini depan Milan. Jika konsisten, Ramos bisa menjadi salah satu pemain penting dalam skema Amorim.

Sistem Amorim Mulai Berbuah

Ruben Amorim akhirnya membawa Milan meraih kemenangan pada pramusim. Timnya tetap menjalankan pendekatan agresif meski sempat dua kali tertinggal.

Masalah masih terlihat di lini belakang, seperti saat menghadapi Chelsea. Namun, Amorim belum memiliki komposisi pertahanan yang sepenuhnya ideal.

Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, sistem tersebut masih bisa berkembang. Kemenangan atas MU menjadi sinyal awal bahwa Milan mulai menemukan ritme permainan yang diinginkan Amorim.

Jashari Bisa Jadi Motor Pressing

Ardon Jashari tampil agresif dalam melakukan pressing sekaligus cukup baik dalam distribusi bola. Karakter tersebut sesuai dengan tuntutan permainan Amorim.

Ia terlibat dalam proses perebutan bola yang kemudian membantu terciptanya peluang Milan. Jashari juga ikut berperan dalam rangkaian gol penyama kedudukan.

Kemampuannya menekan lawan membuat Jashari berpotensi menjadi pemain penting di lini tengah. Ia menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya saat Milan menguasai bola.

Jika mampu mempertahankan intensitas tersebut, Jashari dapat menjadi salah satu motor permainan Milan. Laga melawan MU memberikan indikasi positif mengenai kecocokannya dengan sistem Amorim.

Timnas Indonesia belum lama ini tersingkir dari persaingan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda harus merelakan tiket semifinal diraih juara bertahan, Vietnam, serta tim kuda hitam, Singapura.

Penampilan Timnas Indonesia menuai sorotan setelah meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Perhatian juga mengarah ke John Herdman, pelatih yang sudah menangani tim Merah-Putih sejak awal tahun ini.

John Herdman kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih berusia 51 tahun itu sudah memimpin delapan pertandingan.

Dimulai dari pertandingan pertama sekaligus menjadi debutnya menangani skuad Garuda, saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 27 Maret 2026.

Hasilnya, Timnas Indonesia menang besar 4-0 atas tim asal zona Concafaf tersebut.

Tiga hari setelah kemenangan itu, Skuad Garuda kembali bermain, kali ini melawan Bulgaria. Hasil, Indonesia kalah 0-1.

Laju Impresif

Bergeser ke bulan Juni, performa Timnas Indonesia cukup menjanjikan. Skuad Garuda mencatatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan bertajuk FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia membekuk Oman tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sentuhan dingin John Herdman berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Mozambik, empat hari kemudian.

Kiprah John Herdman menangani Timnas Indonesia kemudian diuji dalam persaingan di Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli kemarin.

Indonesia mengawalinya dengan baik, dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor.

Dilanjutkan dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga kedua, untuk menghidupkan kans lolos ke babak gugur Piala AFF 2026.

Berujung Gagal

Dua kemenangan awal di fase grup, tak berlanjut pada dua laga terakhir saat berjumpa Vietnam dan Singapura.

Pasukan John Herdman terkena tamparan keras tatkala dipermalukan Vietnam 0-3 di hadapan pendukung sendiri, di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).

Kekalahan itu cukup mencoreng Timnas Indonesia, padahal, sebenarnya Indonesia mulai dominan atas Vietnam sejak kemenangan fantastis 3-0 di Hanoi pada 2024 saat diarsiteki Shin Tae-yong.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga terakhir memastikan langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Dengan demikian, John Herdman telah memimpin Timnas Indonesia meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah.

Tim Merah-Putih mencetak 17 gol dan kemasukan enam gol. Selain itu John Herdman mempersembahkan rata-rata dua poin per pertandingan.

Tatap Ajang Berikutnya

Saat kegagalan di Piala AFF 2026, John Herdman menyoroti kerja keras yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Menurut arsitek tim asal Inggris itu, Thom Haye dkk. telah bermain habis-habisan di atas lapangan.

“Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Herdman setelah laga di Singapura.

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 tidak membuat John Herdman kehilangan optimisme.

Kini ia membidik FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September hingga Oktober.

“FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tegas Herdman.

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.

Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.

Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray

Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.

Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.

Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.

Davide Frattesi ke Lazio, Transfer dari Inter Makin Dekat

BolaIndonesia – Kabar terbaru dari bursa transfer Serie A. Davide Frattesi semakin dekat dengan pintu keluar Inter setelah Lazio kembali bergerak untuk mendapatkan gelandang asal Italia tersebut. Namun, Davide Frattesi belum resmi bergabung dengan Lazio karena kedua klub masih membahas formula transfer yang paling sesuai.

Negosiasi Frattesi menuju Lazio kembali menjadi salah satu perhatian utama bursa transfer Italia. Setelah beberapa kali gagal mencapai kesepakatan, Lazio dan Inter kini dilaporkan mencari solusi baru agar transfer sang gelandang dapat terealisasi.

Davide Frattesi Jadi Target Serius Lazio

Lazio sebenarnya sudah lama menginginkan Frattesi. Ketertarikan tersebut bukan sesuatu yang baru karena klub ibu kota Italia itu sebelumnya juga sempat mencoba mendatangkan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Pada Februari 2026, Lazio bahkan telah mengajukan proposal yang melibatkan skema pinjaman dengan kewajiban membeli. Namun, Inter menolak tawaran tersebut karena belum menemukan formula yang dianggap menguntungkan bagi klub.

Kini situasinya kembali berubah. Frattesi disebut semakin terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Inter. Sang pemain juga membutuhkan klub yang bisa memberinya peran lebih besar setelah beberapa musim di San Siro.

Inter dan Lazio Bahas Skema Pinjaman

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Inter dan Lazio sedang mencari formula berbeda dari pembicaraan sebelumnya.

Menurut laporan terbaru yang beredar, kedua klub membahas pinjaman dengan biaya sekitar €5 juta dan opsi pembelian senilai €10 juta. Dalam rancangan tersebut juga terdapat klausul 50 persen dari keuntungan penjualan Frattesi di masa depan.

Formula tersebut menjadi alternatif setelah skema kewajiban membeli sebelumnya tidak menemukan titik temu.

Bagi Lazio, mekanisme pinjaman dapat memberikan fleksibilitas finansial. Sementara bagi Inter, kesepakatan tersebut tetap membuka peluang mendapatkan pemasukan tambahan dari Frattesi sekaligus mempertahankan kendali tertentu terhadap masa depan sang pemain.

Frattesi dan Hubungannya dengan Lazio

Menariknya, Lazio bukan klub asing bagi Frattesi. Sang gelandang pernah menjadi bagian dari akademi Lazio ketika masih berusia enam tahun sebelum kemudian melanjutkan perkembangan kariernya di AS Roma.

Perjalanan Frattesi kemudian membawanya ke Sassuolo. Setelah menjalani masa peminjaman di Ascoli, Empoli, dan Monza, ia berkembang menjadi salah satu gelandang Italia yang paling menarik perhatian.

Inter akhirnya mendatangkannya dari Sassuolo pada 2023. Bersama Nerazzurri, Frattesi mampu memenangkan sejumlah trofi dan memberikan kontribusi penting meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama.

Inter Mulai Membuka Pintu untuk Frattesi

Situasi Frattesi di Inter berubah cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dua musim dengan kesempatan bermain yang tidak selalu konsisten, klub mulai membuka kemungkinan melepas pemain tersebut.

Laporan pada Mei 2026 menyebut Frattesi berada dalam daftar pemain yang berpotensi meninggalkan Inter pada musim panas. Ia bahkan dikaitkan dengan sejumlah klub lain, termasuk Nottingham Forest dan beberapa klub Italia.

Inter juga memiliki alasan finansial untuk mempertimbangkan penjualan sang gelandang. Setelah mendatangkannya dari Sassuolo, Nerazzurri tentu ingin mendapatkan nilai transfer yang sesuai dengan kualitas dan pengalaman Frattesi.

Lazio Bisa Menjadi Pelabuhan Baru

Jika kesepakatan akhirnya tercapai, Lazio dapat menjadi tempat ideal bagi Frattesi untuk mendapatkan kembali peran penting di lini tengah.

Karakter permainan Frattesi sangat cocok untuk tim yang membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi. Ia dikenal memiliki kemampuan melakukan penetrasi dari lini kedua, bekerja keras tanpa bola, serta muncul di area berbahaya untuk mencetak gol.

Kehadiran Frattesi juga dapat memberikan variasi taktik bagi Lazio. Gelandang berusia 26 tahun itu memiliki pengalaman bermain di Serie A dan kompetisi Eropa sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetitif.

Belum Resmi, tetapi Negosiasi Terus Berjalan

Meski kabar mengenai kepindahan Frattesi ke Lazio semakin kuat, status transfernya belum resmi hingga saat ini.

Artinya, belum ada pengumuman resmi dari Inter maupun Lazio yang menyatakan bahwa Frattesi telah menjadi pemain Biancocelesti. Negosiasi masih menjadi tahap penting sebelum kedua klub dapat mencapai kesepakatan final.

Perkembangan formula terbaru menunjukkan bahwa Lazio dan Inter sama-sama masih berusaha menemukan jalan keluar. Jika pembicaraan berjalan lancar, Frattesi berpotensi segera meninggalkan San Siro untuk memulai babak baru di ibu kota Italia.

Untuk saat ini, Davide Frattesi ke Lazio masih dalam proses negosiasi, bukan transfer yang telah diresmikan. Arah Bola akan terus memantau perkembangan transfer ini hingga terdapat pengumuman resmi dari kedua klub.