26 Oktober 2026

GEMARQQ

Mantan gelandang Timnas Inggris, Gareth Barry, menilai kepergian Rodri membuat peluang Manchester City bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris semakin berat.

Rodri meninggalkan Man City untuk bergabung dengan Barcelona dengan nilai transfer 65 juta poundsterling. Menurut Barry, absennya gelandang asal Spanyol itu menjadi kerugian besar bagi The Citizens.

“Dengan Rodri pergi, ancaman mereka untuk menantang Arsenal semakin berkurang,” ujar Barry via Tribal Football, Kamis (20/8/2026).

Barry menilai Man City kemungkinan masih akan mendatangkan pemain baru untuk memperkuat lini tengah. Namun, kehilangan Rodri tetap menjadi pukulan besar bagi tim.

Di sisi lain, Arsenal justru semakin kuat setelah merekrut Bruno Guimaraes dari Newcastle United. Barry menyebut transfer tersebut sebagai pesan kuat kepada para rival.

“Guimaraes adalah perekrutan besar. Mendapatkan kapten dan salah satu pemain terbaik rival menunjukkan bahwa pemain ingin bergabung dengan Arsenal,” katanya.

Arsenal pun dinilai semakin siap mempertahankan gelar, sementara Man City menghadapi tantangan lebih berat setelah kehilangan Rodri.

Manu Kone Layak Jadi Pengganti?

City mulai mencari sosok yang bisa mengisi lubang besar di lini tengah setelah Rodri. Salah satu nama yang kini masuk radar The Citizens adalah gelandang AS Roma, Manu Kone. Menurut laporan Football Insider yang mengutip Daily Mail, Manchester City tertarik mendatangkan pemain asal Prancis tersebut.

Kone sebelumnya juga menjadi incaran Manchester United. Namun, kini Manchester City disebut ikut dalam perburuan gelandang berusia 25 tahun itu.

City memang sedang melakukan perombakan di lini tengah. Mereka telah mendatangkan Elliot Anderson dengan nilai transfer 116 juta poundsterling dan masih dikaitkan dengan Ayyoub Bouaddi serta Enzo Fernandez.

Di tengah kebutuhan tersebut, Kone dinilai memiliki karakteristik yang bisa membantu menutup kehilangan Rodri.

Statistik Kone

Pada musim 2025/2026 bersama AS Roma, Kone mencatatkan statistik impresif di Serie A. Ia rata-rata memenangi 5,67 duel per 90 menit, sebuah angka yang menempatkannya di persentil ke-91.

Kone juga mencatat 4,65 recovery per 90 menit, yang berada di persentil ke-63. Selain itu, ia berada di persentil ke-85 untuk dribel sukses dan persentil ke-84 dalam hal pelanggaran yang dimenangi.

Performa tersebut semakin terlihat di Piala Dunia 2026. Kone disebut menjadi salah satu kejutan di skuad Prancis dan tampil sebagai salah satu gelandang terbaik Les Bleus sepanjang turnamen.

Respons Fans City

Meski demikian, rencana City mendatangkan Kone mendapat respons beragam dari pendukung. Salah satu kekhawatiran utama adalah rekam jejak cedera sang pemain.

Sejumlah fans menilai City seharusnya mencari gelandang yang lebih komplet dan memiliki catatan kebugaran lebih baik. Mereka tidak ingin Manchester City kembali menghadapi masalah cedera pada pemain penting seperti yang terjadi pada Rodri.

Meski begitu, dengan kebutuhan besar di lini tengah, Manu Kone tetap menjadi salah satu opsi yang menarik bagi Manchester City untuk memperkuat skuad menghadapi musim 2026/2027.

Barcelona menutup rangkaian pramusim 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas Al Ahly dalam ajang Joan Gamper Trophy di Spotify Camp Nou, Kamis (20/8/2026) dini hari WIB. Dalam laga ini, Anthony Gordon, melakoni debutnya di hadapan publik Camp Nou, namun diwarnai kegagalan mengeksekusi penalti.

Penyerang asal Mesir, Hamza Abdelkarim, menjadi pencetak gol pembuka Barcelona pada babak pertama. Pemain yang baru berusia 18 tahun itu kembali menunjukkan ketajamannya sekaligus mencetak gol keempat selama pramusim.

Raphinha kemudian menggandakan keunggulan Barcelona melalui eksekusi penalti menjelang turun minum. Al Ahly sempat memperkecil ketertinggalan pada babak kedua lewat Zizo.

Barcelona sebenarnya berpeluang menambah keunggulan setelah Gordon mendapatkan hadiah penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Sayangnya, eksekusi pemain Timnas Inggris tersebut berhasil ditepis kiper Al Ahly, Mohamed El Shenawy.

Kemenangan ini menjadi modal Barcelona sebelum memulai perjuangan mempertahankan gelar La Liga. Tim asuhan Hansi Flick akan menjalani laga perdana musim baru dengan bertandang ke markas Elche pada Minggu mendatang.

Rodri Dapat Sambutan Meriah

Pertandingan Joan Gamper Trophy juga menjadi momen perkenalan skuad Barcelona untuk musim 2026/2027. Para pemain baru diperkenalkan di hadapan ribuan suporter yang memadati Camp Nou.

Sorakan paling meriah diberikan kepada Rodri. Gelandang Timnas Spanyol itu baru saja bergabung dengan Barcelona dari Manchester City pada pekan ini.

Meski demikian, Rodri belum bisa tampil dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, João Cancelo harus menelan kekecewaan. Bek asal Portugal tersebut memang dijadwalkan bergabung dengan Barcelona secara gratis setelah mengakhiri kontraknya bersama Al Hilal.

Namun, proses kepindahan Cancelo belum sepenuhnya rampung. Alhasil, ia tidak dapat diperkenalkan secara resmi di lapangan meski sudah menunggu di lorong stadion dengan mengenakan perlengkapan Barcelona.

Perubahan Barcelona Musim Ini

Pelatih Hansi Flick dan kapten Barcelona, Raphinha, kemudian menyampaikan pidato singkat di atas lapangan. Keduanya bertekad membawa Barcelona memenangkan sebanyak mungkin trofi musim ini, termasuk Liga Champions yang terakhir kali mereka raih pada 2015.

Flick memiliki sejumlah tambahan pemain penting untuk musim baru. Selain Rodri dan Gordon, Barcelona juga mendatangkan Karim Adeyemi serta Jesse Bisiwu. Cancelo diperkirakan segera menyusul.

Barcelona masih berupaya memperkuat lini depan, terutama posisi striker. Namun, performa Hamza Abdelkarim mulai membuat Flick memiliki pertimbangan lain.

Abdelkarim merupakan satu-satunya penyerang nomor 9 murni yang saat ini tersedia di skuad Barcelona. Ia kembali membuktikan ketajamannya saat menghadapi Al Ahly.

Setelah mencetak dua gol ketika Barcelona menghadapi Birmingham City dan kembali mencetak gol kontra Basel pekan lalu, Abdelkarim kembali masuk papan skor.

Gol tersebut tercipta setelah Raphinha dan Alejandro Balde bekerja sama dengan baik untuk membuka ruang bagi sang striker muda.

“Hamza adalah penyerang yang bagus. Kami bisa melihatnya dari caranya menyerang umpan silang,” ujar Flick seusai pertandingan, seperti dikutip ESPN.

“Dia juga mampu mempertahankan bola dengan baik hari ini. Itu hal yang bagus dan memang ingin saya lihat darinya.”

Rodri memulai babak baru dalam kariernya. Ia resmi meninggalkan Manchester City dan bergabung ke Barcelona, Rabu (19/8/2026) dini hari WIB.

Gelandang Timnas Spanyol itu mengaku sudah tidak sabar memulai babak baru dalam kariernya bersama klub raksasa Catalunya.

Barcelona merekrut Rodri dengan nilai transfer sekitar 65 juta poundsterling atau setara Rp1,57 triliun. Pemain berusia 30 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Camp Nou.

Transfer tersebut sekaligus menandai kembalinya Rodri ke sepak bola Spanyol. Ia terakhir bermain di La Liga bersama Atletico Madrid sebelum meninggalkan klub tersebut pada 2019 untuk bergabung dengan Manchester City.

“Saya sangat bahagia dan antusias dengan tahap baru dalam karier saya ini. Ini tantangan baru, kesempatan untuk merasakan hal-hal baru dan kembali merasakan kegembiraan itu,” ujar Rodri, seperti dikutip dari BBC.

“Saya datang ke klub yang sangat ambisius dan benar-benar cocok dengan kepribadian saya. Saya akan berusaha membantu dengan segala cara untuk mencapai target kami musim ini.”

Rodri juga menyambut antusias kesempatan bekerja sama dengan pelatih Barcelona, Hansi Flick. Menurutnya, gaya permainan yang diterapkan pelatih asal Jerman itu akan memberikan pengalaman baru sekaligus membantu perkembangan dirinya.

“Saya senang memiliki pelatih yang menurut saya akan memberikan banyak hal dalam karier saya. Ini gaya yang sedikit berbeda dari apa yang pernah saya alami sebelumnya,” kata Rodri.

“Hal itu akan memperkaya pengalaman saya dan membantu saya berkembang sebagai pemain.”

Sepak Terjang Rodri di Manchester City

Rodri meninggalkan Manchester City setelah tujuh musim membela klub tersebut. Ia mencatatkan 298 penampilan dan mempersembahkan 12 trofi utama.

Koleksi tersebut di antaranya empat gelar Premier League, dua Piala FA, tiga Piala Liga Inggris, serta trofi Liga Champions 2023.

Dua musim terakhirnya di Manchester City memang terganggu cedera. Namun, Rodri mampu kembali ke performa terbaik pada Piala Dunia 2026.

Ia bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 setelah membantu Spanyol mengangkat trofi untuk kedua kalinya.

Sempat Didekati Real Madrid

Sempat Dikaitkan dengan Real MadridTransfer Rodri ke Barcelona sebenarnya tidak langsung terjadi. Sang gelandang sebelumnya memasuki 12 bulan terakhir dalam kontraknya bersama Manchester City.

City sempat berusaha memperpanjang kontraknya, tetapi negosiasi tidak membuahkan hasil. Real Madrid kemudian disebut sebagai klub yang paling berpeluang mendapatkan tanda tangannya.

Namun, Barcelona akhirnya berhasil mendapatkan persetujuan Rodri untuk membuka negosiasi dengan Manchester City.

Barcelona sempat mengajukan tawaran awal sebesar 38,5 juta poundsterling (sekitar Rp830 miliar), tetapi ditolak City. Kedua klub akhirnya mencapai kesepakatan dengan nilai yang jauh lebih besar, yakni sekitar 65 juta poundsterling.

Rodri pun mengaku kepindahan ke Barcelona merupakan sebuah impian.

“Sebuah mimpi bisa bermain untuk klub sebesar Barcelona,” ujar Rodri saat tiba di Barcelona pada Senin.

BOLADONESIA – Bek Manchester City, Ruben Dias meminta rekan-rekan timnya tak perlu panik pasca dibantai Arsenal 0-3 di Community Shield (16/8/26). Dias mengatakan dirinya lebih memilih kalah di laga ini ketimbang di laga selanjutnya.

Man City tak bisa berkutik di hadapan Arsenal setelah The Gunners mengalahkan mereka dengan mudah 3-0 di Community Shield.

Tentu ini bisa membuat para fans khawatir apakah pelatih Enzo Maresca bisa meneruskan warisan Pep Guardiola. Dias sendiri tak mau terlalu memikirkan kekalahan ini.

“Jelas itu tidak cukup baik dan mengecewakan. Terima kasih kepada para fans yang datang dari jauh, terima kasih telah datang sejauh ini. Ini baru awal musim dan itu tidak cukup baik, banyak hal yang berubah, tentu saja dengan pelatih baru juga,” kata Dias seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

“Cara pertandingan dimulai, itu langsung membuat Anda merasa nyaman dan Arsenal merasa nyaman memainkan permainan mereka.

“Pada akhirnya, ini baru permulaan. Yang terpenting adalah kami sudah menatap ke depan. Kami akan siap untuk pertandingan selanjutnya.

“Saya bergabung (pramusim) di tengah jalan. Ini pertandingan ketiga sejak saya kembali. Perasaannya bagus. Hari ini mengecewakan. Ini adalah final dan kami jelas ingin memenangkannya. Jika ada pelajaran yang bisa dipetik, biarlah ini menjadi pelajaran karena masih banyak lagi yang akan datang.”

Ruben Dias: Suasana di Ruag Ganti Positif

Dias mengungkapkan bahwa suasana di sekitar tim sangat positif, dengan para pemain dan staf bekerja keras untuk meraih kesuksesan musim ini.

“Jelas ada energi positif dan perasaan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Itu bagian dari setiap transisi, bahwa segala sesuatunya tidak akan sempurna di awal,” katanya.

“Kami perlu terus berjuang, terus bekerja, dan berkomunikasi agar semuanya berjalan lancar di antara kami.

“Saya merasa kami berada di jalur yang sangat baik. Kami perlu terus bekerja. Akan ada banyak tantangan di sepanjang jalan.

“Tetap positif, lihat ke depan. Kami akan segera memainkan pertandingan Premier League pertama kami dan kami menantikannya.”

Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

Timnas Indonesia belum lama ini tersingkir dari persaingan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda harus merelakan tiket semifinal diraih juara bertahan, Vietnam, serta tim kuda hitam, Singapura.

Penampilan Timnas Indonesia menuai sorotan setelah meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Perhatian juga mengarah ke John Herdman, pelatih yang sudah menangani tim Merah-Putih sejak awal tahun ini.

John Herdman kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih berusia 51 tahun itu sudah memimpin delapan pertandingan.

Dimulai dari pertandingan pertama sekaligus menjadi debutnya menangani skuad Garuda, saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 27 Maret 2026.

Hasilnya, Timnas Indonesia menang besar 4-0 atas tim asal zona Concafaf tersebut.

Tiga hari setelah kemenangan itu, Skuad Garuda kembali bermain, kali ini melawan Bulgaria. Hasil, Indonesia kalah 0-1.

Laju Impresif

Bergeser ke bulan Juni, performa Timnas Indonesia cukup menjanjikan. Skuad Garuda mencatatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan bertajuk FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia membekuk Oman tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sentuhan dingin John Herdman berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Mozambik, empat hari kemudian.

Kiprah John Herdman menangani Timnas Indonesia kemudian diuji dalam persaingan di Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli kemarin.

Indonesia mengawalinya dengan baik, dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor.

Dilanjutkan dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga kedua, untuk menghidupkan kans lolos ke babak gugur Piala AFF 2026.

Berujung Gagal

Dua kemenangan awal di fase grup, tak berlanjut pada dua laga terakhir saat berjumpa Vietnam dan Singapura.

Pasukan John Herdman terkena tamparan keras tatkala dipermalukan Vietnam 0-3 di hadapan pendukung sendiri, di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).

Kekalahan itu cukup mencoreng Timnas Indonesia, padahal, sebenarnya Indonesia mulai dominan atas Vietnam sejak kemenangan fantastis 3-0 di Hanoi pada 2024 saat diarsiteki Shin Tae-yong.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga terakhir memastikan langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Dengan demikian, John Herdman telah memimpin Timnas Indonesia meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah.

Tim Merah-Putih mencetak 17 gol dan kemasukan enam gol. Selain itu John Herdman mempersembahkan rata-rata dua poin per pertandingan.

Tatap Ajang Berikutnya

Saat kegagalan di Piala AFF 2026, John Herdman menyoroti kerja keras yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Menurut arsitek tim asal Inggris itu, Thom Haye dkk. telah bermain habis-habisan di atas lapangan.

“Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Herdman setelah laga di Singapura.

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 tidak membuat John Herdman kehilangan optimisme.

Kini ia membidik FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September hingga Oktober.

“FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tegas Herdman.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.

Real Madrid kini punya lima opsi sayap kanan: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Mourinho lebih fleksibel memilih sesuai

Real Madrid kini memiliki kedalaman luar biasa di posisi sayap kanan. Setelah beberapa musim kesulitan menemukan pemain yang benar-benar cocok, Jose Mourinho kini punya lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.

Lima nama menjadi kandidat utama untuk sektor tersebut: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Masing-masing menawarkan solusi berbeda, mulai dari kontrol permainan, kemampuan teknis, kekuatan fisik, hingga pressing agresif.

Posisi ini sebelumnya menjadi salah satu titik lemah Real Madrid, terutama setelah era terbaik Gareth Bale berakhir. Dengan pilihan yang melimpah, penentuan peran akan menjadi pekerjaan penting sepanjang musim.

Kedalaman Baru di Sisi Kanan Real Madrid

Real Madrid sekarang memiliki lima opsi berkualitas di sisi kanan setelah periode panjang mencari profil yang tepat. Perkembangan ini menutup celah yang muncul usai berakhirnya masa terbaik Gareth Bale.

Jose Mourinho memperoleh keleluasaan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan. Tim tidak lagi bergantung pada satu sosok untuk mengisi posisi tersebut.

Lima pemain berada dalam daftar opsi itu: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Setiap nama membawa karakter dan keunggulan berbeda.

Profil Opsi: Dari Winger Natural hingga Mesin Pressing

Yan Diomande adalah pilihan yang natural untuk peran sayap kanan. Kehadirannya memberikan spesialis di posisi tersebut setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang harus beradaptasi.

Bernardo Silva memiliki pengalaman panjang bermain di sisi kanan bersama Manchester City. Jika dibutuhkan kontrol permainan dan kemampuan teknis tinggi, gelandang Portugal itu menjadi pilihan ideal bagi Mourinho.

Federico Valverde menawarkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang sangat baik. Ia bisa memberikan perlindungan tambahan di sisi kanan ketika Real Madrid membutuhkan keseimbangan lebih besar.

Endrick mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan permainan langsung sebagai pembeda. Naluri mencetak golnya sebagai penyerang menambah ancaman saat ia bergerak dari area sayap menuju kotak penalti.

Brahim Diaz melengkapi kedalaman dengan kemampuan teknis dan energi tinggi. Kualitas tersebut mendukung permainan pressing dari sektor sayap ketika dibutuhkan pemain yang aktif mengejar lawan sejak area depan.

Langkah Mourinho dan Persaingan di Sektor Kanan

Rodrygo dan Arda Guler secara teknis juga dapat dimainkan di sisi kanan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan tertentu untuk posisi tersebut.

Dengan banyaknya pilihan, Mourinho dapat menentukan komposisi berdasarkan kebutuhan setiap pertandingan. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain untuk mengisi sektor kanan.

Kedalaman ini menjadi perkembangan penting bagi Real Madrid karena tiap opsi menawarkan kelebihan yang berbeda. Tantangan berikutnya adalah menentukan siapa yang paling sering mendapatkan kesempatan sekaligus menjaga seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.

Premier League mungkin merupakan liga terkaya di dunia. Tetapi La Liga menggaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi lebih besar secara rata-rata.

Vinicius Jr. sebenarnya bisa menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua di Premier League jika benar-benar serius untuk bergabung dengan Arsenal. Namun, alih-alih pindah ke Inggris, penghargaan tersebut justru ia dapatkan di La Liga.

Kondisi itu membuat La Liga berada di atas Premier League jika berbicara mengenai rata-rata gaji 10 pemain dengan bayaran tertinggi di masing-masing kompetisi.

Sebagai perbandingan, berikut adalah 10 pemain dengan gaji tertinggi di masing-masing dari lima liga top Eropa. Seluruh data gaji bersumber dari Capology, dengan angka dari semua liga, kecuali Premier League.

Pemain Bergaji Tertinggi di La Liga (Per Pekan)

Kylian Mbappe (Real Madrid): £513.000 (Rp10,61 miliar)
Vincius Jr (Real Madrid): £513.000 (Rp10,61 miliar)
Jan Oblak (Atletico Madrid): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Jude Bellingham (Real Madrid): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Lamine Yamal (Barcelona): £342.000 (Rp7,07 miliar)
Nico Williams (Athletic Bilbao): £282.000 (Rp5,83 miliar)
Ibrahima Konate (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Raphinha (Barcelona): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Rodrygo (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Trent Alexander-Arnold (Real Madrid): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain berbayaran tertinggi di La Liga: £343.000 (Rp7,10 miliar)

10 Pemain Bergaji Tertinggi di Premier League

Erling Haaland (Manchester City): £525.000 (Rp10,86 miliar)
Virgil van Dijk (Liverpool): £350.000 (Rp7,24 miliar)
Marcus Rashford (Manchester United): £300,000 (Rp6,21 miliar)
Bruno Fernandes (Manchester United): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Jack Grealish (Manchester City): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Bukayo Saka (Arsenal): £300.000 (Rp6,21 miliar)
Omar Marmoush (Manchester City): £295.000 (Rp6,10 miliar)
Alexander Isak (Liverpool): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Phil Foden (Manchester City): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Kai Havertz (Arsenal): £280.000 (Rp5,79 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Premier: £321.000 (Rp6,64 miliar)

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Bundesliga

Harry Kane (Bayern Munchen): £411.000 (Rp8,50 miliar)
Jamal Musiala (Bayern Munchen): £375.000 (Rp7,76 miliar)
Joshua Kimmich (Bayern Munchen): £329.000 (Rp6,81 miliar)
Dayot Upamecano (Bayern Munchen): £263.000 (Rp5,44 miliar)
Manuel Neuer (Bayern Munchen): £248.000 (Rp5,13 miliar)
Alphonso Davies (Bayern Munchen): £246.000 (Rp5,09 miliar)
Luis Diaz (Bayern Munchen): £230.000 (Rp4,76 miliar)
Michael Olise (Bayern Munchen): £222.000 (Rp4,59 miliar)
Serge Gnabry (Bayern Munchen): £214.000 (Rp4,42 miliar)
Min-jae Kim (Bayern Munchen): £197.000 (Rp4,07 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Bundesliga: £273.500 (Rp5,66 miliar)

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Ligue 1

Ousmane Dembele (PSG): £299.000 (Rp6,18 miliar)
Khvicha Kvaratskhelia (PSG): £269.000 (Rp5,56 miliar)
Achraf Hakimi (PSG): £224.000 (Rp4,63 miliar)
Marquinhos (PSG): £221.000 (Rp4,57 miliar)
Lucas Hernandez (PSG): £218.000 (Rp4,51 miliar)
Vitinha (PSG): £194.000 (Rp4,01 miliar)
Warren Zaire-Emery (PSG): £188.000 (Rp3,89 miliar)
Nuno Mendes (PSG): £179.000 (Rp3,70 miliar)
Willian Pacho (PSG): £149.000 (Rp3,08 miliar)
Joao Neves (PSG): £149.000 (Rp3,08 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Ligue 1 adalah £209.000 (Rp4,32 miliar).

10 Pemain Berbayaran Tertinggi di Serie A

Lautaro Martinez (Inter Milan): £274.000 (Rp5,67 miliar)
Nicolo Barella (Inter Milan): £198.000 (Rp4,09 miliar)
Hakan Calhanoglu (Inter Milan): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Jonathan David (Juventus): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Kenan Yildiz (Juventus): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Kevin De Bruyne (Napoli): £183.000 (Rp3,78 miliar)
Randal Kolo Muani (Juventus): £167.000 (Rp3,45 miliar)
Alessandro Bastoni (Inter Milan): £167.000 (Rp3,45 miliar)
Christopher Nkunku (AC Milan): £152.000 (Rp3,14 miliar)
Rasmus Hojlund (Napoli): £152.000 (Rp3,14 miliar)
Gaji mingguan rata-rata 10 pemain dengan bayaran tertinggi di Serie A: £184.000 (Rp3,80 miliar)

BOLADONESIA – Penyerang Ajax, Mika Godts mengakui tengah menjalani negosiasi dengan Paris Saint-Germain (PSG). Namun, Godts menegaskan tetap berkomitmen penuh kepada De Godenzoden hingga ada kesepakatan resmi yang tercapai.

Spekulasi mengenai masa depan Godts semakin menguat setelah pemain berusia 21 tahun itu dicadangkan pada laga Eredivisie di markas PEC Zwolle akhir pekan lalu. Banyak pihak menduga keputusan tersebut berkaitan dengan keinginannya untuk hengkang ke PSG.

“Memang ada pembicaraan. Saya tidak akan mengatakan itu tidak benar, karena kalau begitu tidak ada yang akan menganggap saya serius lagi,” kata Godts dilansir IDNEWS dari laman Goal.

“Tapi yang terpenting, kami harus menghentikan anggapan bahwa saya tidak ingin bermain. Sampai ada kesepakatan yang tercapai, saya akan memainkan setiap menit yang diberikan kepada saya untuk Ajax,” imbuh Godts.

Mika Godts Klarifikasi Isu Perselisihan

Godts menegaskan bahwa kejadian di markas PEC Zwolle sama sekali tidak berkaitan dengan upaya memaksakan transfer. Godts mengaku masih memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ajax dan tetap bangga membela klub yang telah membesarkan namanya.

“Saya merasakan sedikit masalah saat latihan kemarin dan masih merasa tidak nyaman di hamstring. Jika saya benar-benar tidak ingin bermain, saya juga tidak akan tampil dalam dua pertandingan sebelumnya.”

“Kami harus mengakhiri rumor ini. Saya mencintai Ajax. Saya tumbuh di sini dan saya senang masih bisa bermain untuk Ajax,” tuntas Godts.

Godts bukanlah satu-satunya penyerang yang berada di dalam radar PSG. Tim ibu kota Prancis juga masih mengupayakan transfer Ferran Torres dari Barcelona.