26 Oktober 2026

GEMARQQ

BOLADONESIA – Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai suksesor Pep Guardiola mulai musim depan. Eks klub Maresca Chelsea, juga mengeluarkan pernyataan terkait penunjukkan ini.

“Manchester City dengan senang hati mengkonfirmasi penunjukan Enzo Maresca sebagai manajer. Pelatih asal Italia itu telah menandatangani kontrak tiga tahun hingga musim panas 2029,” tulis pernyataan City seperti dilansir IDNEWS dari laman resmi klub.

Bagi Maresca, ini akan menandai periode ketiganya di Man City. Dia sebelumya bergabung ke Man City pada 2020 sebagai pelatih tim muda mereka, sebelum menjadi pelatih Parma pada 2021.

Lalu pada 2022, dia kembali ke Man City kini sebagai asisten pelatih Pep Guardiola sampai 2023 sebelum menjadi pelatih Leicester.

“Manchester City adalah klub yang sangat saya kenal dan mendapat kesempatan untuk melatih tim ini adalah peluang luar biasa bagi saya,” kata Maresca.

Chelsea Buat Pernyataan Terkait Enzo Maresca

Maresca sendiri secara mengejutkan dipecat oleh Chelsea pada Desember lalu, padahal performa tim saat itu tidak terlalu buruk. Dan terbukti performa The Blues menurun jauh sejak Maresca dipecat. Kini setelah pelatih asal Italia itu diresmikan Man City, Chelsea buka suara terkait apa yang terjadi saat itu.

“Pada musim gugur tahun lalu, klub diberitahu oleh mantan Pelatih Kepala kami bahwa mungkin ada kesempatan baginya untuk menggantikan Pep Guardiola di akhir musim,” tulis pernyataan Chelsea.

“Menjadi jelas bagi kami bahwa itu adalah keinginan kuatnya untuk menggantikan Guardiola dan bahwa ia sepenuhnya berkomitmen untuk mengejar kesempatan tersebut, meskipun ia terikat kontrak jangka panjang yang tidak berhak ia akhiri.

“Pada Desember 2025, Pelatih Kepala kami secara tak terduga dan tiba-tiba mengundurkan diri dari posisinya. Jelas, kami merasa kecewa karena kami percaya bahwa pikiran dan hatinya terfokus pada klub lain dan kesempatan lain, meskipun baru saja tiba di Chelsea setahun sebelumnya.

“Tidak ada klub yang ingin mengganti pelatih kepalanya di tengah musim. Namun, mengingat keputusannya untuk tidak melanjutkan tanggung jawabnya hingga akhir musim, Klub tidak punya pilihan selain melindungi para pemain, pendukung, dan Lambang Klub serta menerima pengunduran dirinya.

“Dalam keadaan tersebut dan mengingat rasa saling menghormati antar klub, kesepakatan rahasia telah dicapai dengan Manchester City, yang mencakup pembayaran kompensasi. Kesepakatan rahasia juga telah tercapai dengan mantan Pelatih Kepala, di mana ia akan membayar kompensasi.”

Fabrizio Romano melaporkan bahwa Chelsea mendapatkan kompensasi sebesar 17 juta pounds.

Kiper veteran Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengungkapkan bahwa dirinya kini sedang berstatus tanpa klub.

Pengakuan itu muncul di tengah pencapaiannya membawa Tanjung Verde mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Tanjung Verde memastikan tiket otomatis ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup H. Prestasi tersebut menjadi catatan bersejarah bagi negara kepulauan kecil itu yang tampil sebagai debutan di Piala Dunia.

Vozinha, yang kini berusia 40 tahun, sebelumnya membela klub Portugal, Chaves, selama dua musim terakhir. Namun, kontraknya telah berakhir sehingga ia kini sedang mencari pelabuhan baru untuk melanjutkan karier profesionalnya.

Dalam wawancara dengan jurnalis Brasil, Daniel Braune, Vozinha mengaku belum memiliki klub baru, meski terbuka terhadap berbagai peluang.

“Saya mengakhiri kontrak dengan klub sebelumnya, Deportivo Chaves, dan saat ini saya belum memiliki apa pun,” ujar Vozinha.

“Saya terbuka untuk semuanya. Kita lihat saja nanti apa yang akan datang,” katanya.

Kendati telah memasuki usia 40 tahun, performa impresifnya di Piala Dunia 2026 diyakini membuat banyak klub tertarik menggunakan jasanya.

Jadi Pahlawan Tanjung Verde

Vozinha menjadi satu di antara sosok paling berpengaruh dalam keberhasilan Tanjung Verde mencatat sejarah.

Tim berjuluk Blue Sharks itu menjadi debutan pertama yang mampu menembus fase gugur Piala Dunia sejak Slovakia pada edisi 2010.

Di babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan, Argentina.

Negara yang hanya memiliki sekitar 500 ribu penduduk itu juga mencatat rekor sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah mencapai fase gugur Piala Dunia.

Penampilan terbaik Vozinha hadir pada laga pembuka Grup H saat menghadapi Spanyol. Ia tampil gemilang dengan menjaga gawangnya tetap perawan sehingga laga berakhir tanpa gol.

Penjaga gawang berpengalaman itu bahkan mampu menggagalkan berbagai peluang dari pemain-pemain Spanyol, termasuk Lamine Yamal dan Nico Williams. Berkat performa tersebut, jumlah pengikutnya di Instagram melonjak hingga bertambah sekitar satu juta akun.

Vozinha kemudian mencatatkan clean sheet keduanya dari tiga pertandingan grup ketika Tanjung Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi.

Hasil itu memastikan mereka finis di posisi kedua Grup H setelah Uruguay kalah dari Spanyol.

Lini Belakang Ikut Berperan

Keberhasilan Tanjung Verde tak hanya ditentukan oleh aksi heroik Vozinha. Barisan pertahanan mereka juga tampil solid sepanjang fase grup.

Satu di antara pemain yang mencuri perhatian adalah Roberto Pico Lopes. Bek yang kini bermain untuk Shamrock Rovers di Liga Irlandia itu memiliki kisah unik sebelum memperkuat timnas.

Lopes sebelumnya bekerja sebagai penasihat kredit perumahan. Ia mendapat panggilan memperkuat Timnas Tanjung Verde melalui LinkedIn dan sempat mengira pesan dari pelatih tersebut hanyalah spam.

Pemain berusia 33 tahun itu akhirnya menjadi pesepak bola profesional penuh waktu pada 2017, sebelum menjalani debut bersama Timnas Tanjung Verde pada 2019.

Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, mengungkapkan mengapa megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi, menjadi sangat berbahaya ketika berada di Zona 14 selama Piala Dunia 2026.

Setelah mengukir hattrick ke gawang Aljazair pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026, Messi kembali menjadi aktor kemenangan Argentina dengan menyumbangkan dua gol ke gawang Austria pada partai kedua.

Messi, yang kini sudah berusia 39 tahun, melampaui catatan striker legendaris Timnas Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia 2026.

Dua golnya ke gawang Austria menambah total torehannya menjadi 18 gol di Piala Dunia.

Kegeniusan Messi telah dianalisis oleh banyak orang, termasuk oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Thierry Henry.

Henry memberikan pandangannya tentang mengapa mantan pemain PSG itu sangat efektif di sepertiga akhir lapangan. Henry memberikan analisis menarik mengenai keberhasilan Messi mengubah permainan dari Zona 14.

Zona Kotak Emas

Dalam analisis taktis modern, lapangan dibagi menjadi kisi-kisi berisi 18 zona, yang terdiri dari enam barihorizontal dan tiga kolom vertikal. Sementara itu, Zona 14 adalah persegi panjang tengah di sepertiga akhir penyerangan yang terletak tepat di antara area lini tengah pusat dan kotak penalti.

Ada alasan mengapa area ini sering disebut sebagai “kotak emas”. Data statistik menunjukkan bahwa tim-tim sukses seperti skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 memiliki performa yang lebih baik di Zona 14.

Thierry Henry, tentu saja, merupakan bagian dari tim Prancis tersebut. Ia tahu betul pentingnya memiliki pemain dengan teknik tinggi yang dapat dengan cepat mengubah arah serangan lewat umpan pendek atau tusukan yang meliuk-liuk.

“Dengar, kita bicara tentang Lionel Messi yang hidup, bernapas, tidur, hingga minum kopi di zona itu. Zona 14. Biarkan saya menjelaskannya kepada Anda. Zona 14 adalah area sentral tepat di luar kotak penalti lawan. Tepat di tempat saya berdiri sekarang,” kata Henry.

Sumber Gol Messi

Di masa lalu, pemain seperti Zinedine Zidane dan Dennis Bergkamp sangat berkembang di bagian lapangan tersebut. Akan tetapi bagi banyak orang, Messi adalah raja yang tak terbantahkan di Zona 14.

“Kita semua tahu bahwa zona 17 adalah zona di mana Anda paling banyak mencetak gol. Jelas, karena di situlah gawang berada. Tetapi, jika Anda tahu cara berkeliaran di sini dan memahami permainan, Anda bisa mencetak banyak gol,” katanya.

“Lionel Messi tahu persis bagaimana cara menetap di sini. Ini adalah rumahnya. Di sinilah dia mencetak banyak sekali gol. Seperti yang akan kita lihat di sini. Ini adalah dia saat melawan Aljazair. Aljazair bermain dengan situasi mid-block (blok pertahanan menengah).”

“Dan sekarang bola akan keluar. Kita semua tahu bola itu akan sampai kepadanya dari tarikan umpan. Dan di sini, di Zona 14, para striker melakukan pergerakan menusuk,” ulas eks pemain Arsenal tersebut.

Dilema Bek Lawan

Henry juga menjelaskan pergerakan semacam ini memang membuat bek lawan mengalami dilema. Menurutnya, itu adalah area yang cukup berbahaya, terutama bisa dimaksimalkan pemain seperti Messi.

“Jika ada bek yang keluar untuk menutup ruang, mereka harus menghadapi umpan dari Lionel Messi. Dan kemudian dia mencetak gol dan menyelesaikannya dengan sempurna. Sekarang, saat melawan Aljazair. Momen yang berbeda. Dalam situasi transisi, dia berada di Zona 11,” katanya.

“Memasuki Zona 14. Bola mengalir ke Zona 13. Bola kembali lagi kepadanya. Tidak ada yang bisa bertahan menghadapi hal itu ketika Anda berada dalam situasi transisi. Ini rumit karena ketika bola memasuki Zona 13 atau bisa masuk ke Zona 16, semua orang akan merangsek ke kotak penalti dengan berlari.”

Timnas Kolombia dan Portugal akan berhadapan pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Minggu (28-6-2026), menjadi penentu siapa yang berhak finis sebagai juara grup.

Kolombia saat ini memimpin klasemen Grup K dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Portugal menempati posisi kedua dengan empat poin sehingga hanya kemenangan yang dapat membawa Selecao das Quinas menggeser Kolombia dari puncak klasemen.

Kolombia tampil meyakinkan sepanjang fase grup. Tim asuhan Nestor Lorenzo itu membuka kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan, sebelum mengalahkan Republik Demokratik Kongo 1-0 pada pertandingan kedua.

Enam poin dari dua laga sudah memastikan Kolombia lolos ke babak 32 besar. Kini, Luis Diaz cs. hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci status juara Grup K.

Kuda Hitam

Apabila mampu finis di posisi teratas, Kolombia akan menghadapi satu di antara peringkat ketiga terbaik dari Grup D, E, I, J, atau L pada babak 32 besar.

Sebaliknya, jika kalah dari Portugal, Kolombia harus puas menjadi runner-up grup dan akan berjumpa peringkat kedua Grup L di fase gugur.

Kolombia juga disebut sebagai satu di antara tim kuda hitam pada Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Tricolor ini pernah mencatatkan prestasi terbaik dengan menembus perempat final Piala Dunia 2014.

Menariknya, laga ini menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Kolombia dan Portugal. Sebelumnya, kedua negara hanya sekali bertemu, yakni dalam laga uji coba pada 2014 yang berakhir imbang tanpa gol.

Andalkan Kebangkitan Ronaldo

Portugal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantai Uzbekistan 5-0 pada pertandingan sebelumnya. Cristiano Ronaldo menjadi sorotan berkat dua gol yang dicetaknya.

Penampilan itu sekaligus menjawab keraguan setelah kapten Portugal tersebut tampil kurang meyakinkan ketika bermain imbang tanpa gol melawan Republik Demokratik Kongo.

Tambahan dua gol itu membuat Ronaldo kini telah mengoleksi 975 gol sepanjang karier profesionalnya.

Portugal saat ini mengoleksi empat poin dan wajib mengalahkan Kolombia apabila ingin menutup fase grup sebagai juara Grup K.

Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan Portugal lolos sebagai runner-up. Bahkan jika kalah, Portugal masih berpeluang mempertahankan posisi kedua selama Republik Demokratik Kongo gagal mengalahkan Uzbekistan pada laga lainnya.

Skenario Terburuk

Dalam skenario terburuk, Portugal memang masih bisa lolos sebagai satu di antara peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang tersebut dinilai sangat kecil karena tim asuhan Roberto Martinez difavoritkan finis di dua besar klasemen.

Kolombia diperkirakan akan memberikan perlawanan sengit kepada Portugal dalam duel penentuan ini.

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan berakhir imbang.

Hasil tersebut akan membuat Kolombia mempertahankan posisi sebagai juara Grup K, sedangkan Portugal harus puas finis sebagai runner-up dan berpotensi menghadapi Ghana pada babak 32 besar.

Prakiraan Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Puerta, Arias, Lerma; James Rodriguez, Luis Suarez, Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo

Portugal (4-3-3): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Neves; Pedro Neto, Cristiano Ronaldo, Joao Felix.

Pelatih: Roberto Martinez

Minggu, 28 Juni 2026

Pukul 06.30 WIB

Stadion Miami, Florida

FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain sebanyak lima pertandingan kepada gelandang Qatar, Assim Madibo. Dia dihukum setelah tekel kerasnya menyebabkan gelandang Kanada, Ismael Kone, mengalami patah kaki pada ajang Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Komite Disiplin FIFA pada Kamis (26/6/2026), seperti dikutip dari CBC. Madibo dinilai melakukan pelanggaran serius atau serious foul play saat Qatar menghadapi Kanada di Vancouver pekan lalu.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Kanada 6-0 itu, Madibo langsung diganjar kartu merah setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Kone.

FIFA menyatakan hukuman tersebut masih dapat diajukan banding oleh pihak terkait.

Kemenangan perdana Kanada di Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen bersejarah. Namun, laga tersebut justru dibayangi cedera serius yang dialami Ismael Kone.

Insiden terjadi pada menit ke-51 ketika Kone menerima tekel dari belakang yang dilakukan Madibo. Para pemain yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung menyadari bahwa cedera yang dialami gelandang Kanada itu sangat serius.

Meminta Maaf

Kone terlihat kesakitan sambil memegangi kakinya dan menutupi mulut dengan tangan sebelum ditandu keluar lapangan.

Hasil pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi pemain berusia 24 tahun tersebut mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kirinya. Ia harus menjalani operasi untuk mempercepat proses pemulihan.

Meski menjadi penyebab cedera tersebut, Madibo juga tampak terpukul dengan insiden yang terjadi. Pemain Qatar itu dikabarkan mendatangi langsung Kone setelah pertandingan untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

Bukan Hukuman Terberat

Sementara itu, Kone mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan selama masa pemulihan.

“Kalian tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya kepada semua orang yang telah menghubungi saya dan mendoakan kesembuhan saya,” tulis Kone melalui akun Instagram pribadinya.

Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepak Bola Qatar belum memberikan komentar resmi terkait hukuman yang dijatuhkan FIFA kepada Madibo.

Meski tergolong berat, sanksi lima pertandingan untuk Madibo belum menjadi hukuman terbesar yang pernah dijatuhkan FIFA di ajang Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, striker Uruguay, Luis Suarez, menerima hukuman sembilan pertandingan internasional serta larangan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola selama empat bulan setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini.

Sementara itu, pada Piala Dunia 1994, bek Italia Mauro Tassotti dijatuhi hukuman delapan pertandingan akibat menyikut penyerang Spanyol, Luis Enrique.

Kasus yang melibatkan Assim Madibo kini menjadi salah satu insiden paling kontroversial di Piala Dunia 2026, terutama karena dampaknya yang membuat Ismael Kone harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera parah.

Berikut hasil pertandingan Piala Dunia 2026 dari Grup C, Maroko versus Haiti dan Skotlandia melawan Brasil.

TIMNAS Brasil dan Maroko sama-sama mengakhiri fase Grup C Piala Dunia 2026 dengan kemenangan pada laga terakhir, Kamis (25-6-2026) pagi WIB.

Selecao menundukkan Skotlandia 3-0, sementara Singa Atlas mengalahkan Haiti 4-2.

Brasil tampil dominan sejak menit-menit awal di Miami Stadium. Vinicius Junior membuka keunggulan lebih dulu sebelum Matheus Cunha ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.

Hasil tersebut membuat Brasil finis sebagai juara Grup C. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu melangkah ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup.

Di pertandingan lain yang berlangsung di Atlanta Stadium, Maroko dipaksa bekerja keras menghadapi Haiti. Meski sempat dua kali tertinggal, Maroko mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2.

Maroko Runner-Up

Achraf Hakimi dan Ismael Saibari membawa Maroko menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada babak kedua, dua gol tambahan dari pemain pengganti memastikan tiga poin untuk wakil Afrika tersebut.

Berkat kemenangan itu, Maroko lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C.

Haiti, yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga terakhir, tetap mampu memberikan perlawanan sengit dengan mencetak dua gol ke gawang Maroko.

Bagi Skotlandia, kekalahan dari Brasil membuat peluang mereka bergantung pada persaingan tim peringkat ketiga terbaik. Meski sempat memberikan ancaman pada babak kedua, pertahanan Brasil tetap kukuh hingga peluit panjang dibunyikan.

Vinicius Junior kembali menjadi bintang Brasil setelah mencetak gol pada laga ketiga secara beruntun di fase grup. Penampilan impresif penyerang Real Madrid itu menjadi modal penting bagi Selecao menjelang fase gugur.

Susunan Pemain

Skotlandia Vs Brasil

Skotlandia (4-2-3-): Angus Gunn; Nathan Patterson, Jack Hendry, Scott McKenna, Andy Robertson; Lewis Ferguson, Kenny McLean; Scott McTominay, John McGinn; Ben Doak; Lawrence Shankland.

Pelatih: Stephen Clark

Brasil (4-3-3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes, Lucas Paqueta; Rayan, Vinicius Junior, Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti

Maroko Vs Haiti

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Jawad El Yamiq, Adam Aznou; Bilal El Khannouss, Sofyan Amrabat; Ismael Saibari, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli; Ayoub El Kaabi.

Pelatih: Mohamed Ouahbi

Haiti (4-4-2): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Alex Christian Jr.; Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Bryan Alceus, Louicius Don Deedson; Frantzdy Pierrot, Derrick Etienne Jr

Pelatih: Sebastien Migne

Ilustrasi Piala Dunia 2026

Berikut ini jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 untuk hari ini, Rabu (24-6-2026).

kembali menghadirkan rangkaian pertandingan menarik pada Rabu (24-6-2026). Sejumlah tim akan menjalani laga penentuan yang berpotensi memengaruhi persaingan di fase grup.

Pertandingan hari ini menyajikan duel-duel seru dari beberapa grup berbeda. Setiap tim tentu mengincar hasil terbaik demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Tim yang akan bertanding hari di antaranya Panama dan Kroasia,

Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena selisih poin antartim masih sangat tipis. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026

Pukul 06.00 WIB Panama vs Kroasia

Pukul 09.00 WIB Kolombia vs Kongo

Kamis, 25 Juni 2026

Pukul 02.00 WIB Swiss vs Kanada

Pukul 02.00 WIB Bosnia dan Herzegovina vs Qatar

Pukul 05.00 WIB Maroko vs Haiti

Pukul 05.00 WIB Brasil vs Skotlandia

BOLADONESIA – Dilema kini sedang dihadapi Julian Nagelsmann, pelatih timnas Jerman. Penyebabnya adalah performa apik Deniz Undav. Dalam 2 laga awal di Grup E Piala Dunia 2026, penyerang VfB Stuttgart itu mampu mengemas 3 gol dan 2 assist. Di skuad saat ini, tak ada pemain dengan kontribusi sebesar itu.

Dilema muncul karena Undav hanyalah pemain pengganti. Sejak awal, Nagelsmann memberikan status itu kepada Undav. Sang pemain tentu kecewa, tapi tetap menerima status itu dengan lapang dada. Namun, seiring performa apiknya, termasuk pada uji tanding sebelum Piala Dunia 2026, publik sepak bola Jerman meminta Nagelsmann berubah pikiran.

Jelang lawan Ekuador pada matchday terakhir Grup E, jajak pendapat di Sky menunjukkan 65% responden berharap Deniz Undav jadi starter. Hal serupa juga diungkapkan Lothar Matthaeus, eks kapten timnas Jerman, dalam kolomnya. “Saya sangat yakin Undav sekarang harus dimainkan dari awal, baik dari segi performa maupun rasio mencetak gol,” kata dia seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Sky.

Sebelumnya, Matthaeus sempat mencak-mencak ketika Thomas Mueller dan Juergen Klopp dalam sebuah sesi siaran di televisi lebih memilih Undav ketimbang Jamal Musiala untuk mengisi posisi nomor 10. Dia menyebut Musiala adalah sosok yang sangat dibutuhkan Jerman meskipun tak dalam performa apik.

Tekanan untuk Nagelsmann

Permintaan publik agar Deniz Undav diberi kepercayaan tampil sebagai starter kini jadi tekanan tersendiri bagi Julian Nagelsmann. Keteguhannya diuji. Dia tak dapat mengabaikan suara-suara itu karena statistik menunjukkan Undav memang pantas diandalkan dari menit pertama. Di VfB Stuttgart, dia juga terbiasa tampil sebagai pemain utama.

Akan tetapi, dia juga tak dapat begitu saja membuang rencana yang sudah disiapkan sejak awal. Hasil pada laga melawan Curacao dan Pantai Gading membuktikan dirinya sudah tepat memberi Undav tugas sebagai supersub. Bukankah perubahan tak perlu dilakukan jika sesuatu sudah berjalan baik? Ingat, don’t fix something ain’t broken.

Undav sebagai pemain cadangan juga tak ubahnya cadangan asa bagi Nagelsmann. Ketika timnya macet, menghadapi kebuntuan dalam membongkar pertahanan lawan, dia tinggal memasukkan Undav untuk jadi game changer. Nah, bagaimana jika Undav sudah bermain sejak awal dan tim mengalami kebuntuan? Siapa yang bisa diharapkan jadi game changer?

Bagi Undav pun, status saat ini bisa dibilang sebagai pengorbanan tersendiri untuk target bersama yang lebih besar. Andai Jerman juara, dia akan tetap senang karena kontribusinya yang besar sebagai pemain pengganti. Lagi pula, supersub bukanlah status buruk. Oliver Bierhoff jadi pahlawan di Piala Eropa 1996, sementara Andre Schuerrle jadi aktor penting di Piala Dunia 2014.

Posisi Deniz Undav

Andai Deniz Undav jadi starter pun, Julian Nagelsmann menghadapi dilema lain, yakni soal posisi yang akan ditempatinya dan siapa pemain yang harus dikorbankan dari skema yang saat ini diusungnya. Apakah Undav harus jadi ujung tombak atau nomor 10 seperti yang disarankan Thomas Mueller dan Juergen Klopp serta dilakoni pada 2 laga fase grup saat tampil sebagai supersub?

Itu bukan putusan mudah. Jika Undav diplot sebagai ujung tombak, Nagelsmann harus mencampakkan Kai Havertz yang sudah mengemas 2 gol. Tipikal Havertz sebagai big man juga lebih disukainya sebagai striker utama. Tengok saja, ketika Havertz absen, posisi itu ditempati pemain yang juga punya tinggi menjulang: Tim Kleindienst dan Nick Woltemade.

Sementara itu, jika Undav ditempatkan di posisi nomor 10, Nagelsmann harus mengorbankan Jamal Musiala. Itu jelas sangat berisiko karena bintang Bayern Munich itu adalah pujaan para pencinta Die Mannschaft. tak terkecuali para pakar, pundit, dan para eks bintang Jerman. Dia tentu harus belajar dari pengalaman Mueller dan Klopp yang di-counter keras Lothar Matthaeus.

Pada dasarnya, semua kemungkinan terbuka dan semuanya jadi opsi bagi Nagelsmann dalam memimpin Jerman di perhelatan Piala Dunia 2026. Dia tentu harus membuat putusan yang dirasa paling tepat. Namun, dengan minimnya pemain yang bisa memberi dampak dari bangku cadangan, membiarkan Undav tetap sebagai supersub sepertinya lebih baik pada saat ini.