23 Oktober 2026

Bulan: Agustus 2026

Liverpool dipastikan masih akan aktif di bursa transfer musim panas 2026. Pelatih Andoni Iraola menyatakan The Reds akan mendatangkan beberapa pemain baru dalam beberapa hari ke depan.

Namun, Iraola menyadari sejumlah transfer kemungkinan baru bisa terealisasi menjelang penutupan bursa transfer. Liverpool sejauh ini telah mendatangkan tiga pemain, yakni Jeremy Jacquet, Víctor Munoz, dan Ronald Araujo yang bergabung dengan status pinjaman.

The Reds masih menjadikan sektor sayap sebagai salah satu prioritas. Liverpool tengah bernegosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk mendapatkan winger Bradley Barcola.

Liverpool juga dilaporkan telah mengajukan tawaran senilai 50 juta poundsterling (Rp1,2 triliun) untuk penyerang Brighton & Hove Albion, Yankuba Minteh. Namun, proposal tersebut ditolak.

“Kami pasti akan mendatangkan beberapa pemain. Ada beberapa kesepakatan yang memang harus menunggu hingga akhir bursa transfer,” ujar Iraola seperti dikutip dari Sky Sports, Jumat (21/10/2026).

“Namun, yang paling penting adalah bagaimana kondisi skuad pada 1 September. Faktanya, saat ini kami masih memiliki skuad yang cukup tipis.”

Ingin Skuad Lengkap Sejak Awal

Iraola mengakui sebenarnya ingin seluruh pemain incaran sudah berada di Liverpool sejak awal persiapan musim.

“Sebagai pelatih, sebenarnya mudah bagi saya. Saya ingin para pemain sudah bergabung sejak hari pertama pada 13 Juli. Saya ingin semua pemain berada di sini dan setiap posisi memiliki dua pemain berkualitas tinggi,” tutur Iraola.

Namun, ia memahami situasi bursa transfer tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Bursa transfer tetap terbuka ketika kompetisi sudah dimulai sehingga klub harus beradaptasi.

“Saya tidak suka dua pekan atau 10 hari seperti ini karena ada begitu banyak ketidakpastian. Bukan hanya di Liverpool, tetapi juga di klub-klub lain,” kata Iraola.

“Kami harus beradaptasi dan tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkan hal tersebut. Saya tahu banyak pertanyaan mengenai bursa transfer, tetapi fokus saya adalah pertandingan melawan Newcastle.”

“Itu sangat penting bagi saya. Kami harus memaksimalkan pemain-pemain bagus yang sudah berada di sini agar Liverpool bisa langsung kompetitif sejak awal musim,” imbuh pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Tak Mau Hanya Sekadar Membeli

Iraola juga mengungkapkan posisi yang menjadi perhatian utama Liverpool. Menurutnya, sektor sayap membutuhkan tambahan pemain karena stok yang tersedia masih terbatas.

“Anda bertanya apa yang kami butuhkan. Ada beberapa situasi yang sudah jelas bagi saya, terutama di sektor sayap karena kami tidak memiliki cukup pemain yang secara spesifik bisa bermain di posisi tersebut,” ujarnya.

“Setelah itu, kami harus tetap berpikiran terbuka di bursa transfer dan melihat peluang yang benar-benar bisa meningkatkan kualitas tim.”

Iraola menegaskan Liverpool tidak ingin sekadar membeli pemain demi memenuhi kebutuhan jumlah.

“Ini bukan soal mendatangkan pemain hanya karena kami membutuhkan seseorang di posisi tertentu. Ini tentang meningkatkan kualitas skuad karena kami sudah memiliki pemain-pemain yang sangat bagus,” katanya.

“Untuk meningkatkan kualitas pemain yang sudah sangat bagus, Anda membutuhkan pemain dengan level yang spesifik.”

KLIKBETS – Garudayaksa FC terus mematangkan skuad jelang mengarungi BRI Super League 2026/2027. Sebagai tim promosi, Spirit of Garuda melakukan perombakan besar untuk menghadapi persaingan di kasta tertinggi.

Sekitar 20 pemain dilepas, sementara sejauh ini Garudayaksa FC telah memiliki 20 pemain, termasuk lima pemain asing. Klub masih menanti lima legiun asing tambahan untuk melengkapi kuota yang tersedia.

Pelatih Milos Joksic juga terus membangun chemistry tim melalui latihan dan sejumlah laga uji coba. Dalam waktu dekat, Garudayaksa FC dijadwalkan menghadapi Borneo FC.

Garudayaksa FC akan memulai petualangannya di BRI Super League pada 6 September dengan menghadapi Java United FC di Stadion Jatidiri, Semarang.

Berstatus tim promosi, Garudayaksa FC siap bersaing dengan klub-klub besar seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.    

Berikut tiga pemain andalan Garudayaksa FC yang punya potensi bersinar di BRI Super League musim ini:

Andik Vermansah

Tak salah lagi, Andik Vermansah merupakan sosok penting di balik strategi dan filosofi permainan yang akan diterapkan pelatih Milos Joksic.

Meski tak lagi muda, penyerang 34 tahun itu sama sekali tak menunjukkan penurunan performa apalagi stamina. Andik Vermansah masih seperti dulu, di era jayanya.

Sukses Garudayaksa FC promosi ke level tertinggi tentunya tak lepas dari aksi plus sensasi Andik Vermansah. Musim lalu, eks protagonis Timnas Indonesia nyaris tak tergantikan.

Hadir dalam 23 laga, legenda Persebaya Surabaya yang pernah menggebrak Liga Malaysia kala bermain untuk Selangor dan Kedah menorehkan dwigol serta 13 assist.

Peran sentral Andik Vermansah semakin tak terbantahkan ketika pelatih sebelumnya, Widodo C. Putro mendapuknya sebagai kapten tim.

Kini, di bawah arahan Milos Joksic, Andik Vermansah bisa dipastikan bagian dari starting XI terbaik Spirit of Garuda.

Musim 2026/2027 sekaligus menjadi musim yang sangat mendebarkan bagi Andik Vermansah. Soalnya, inilah kali pertama ia kembali ke kasta teratas. Penyerang yang kakinya pernah ditebas legenda Manchester United dan Timnas Inggris, David Beckham, terakhir kali bermain di Liga 1 pada musim 2022/2023 ketika berkostum Bhayangkara FC.

Filip Stamenkovic

Sebelum memutuskan menerima pinangan Garudayaksa FC, Filip Stamenkovic sudah malang melintang di Liga Rusia, Liga Uzbekistan, Liga Kazakhstan, pun Liga Serbia.

Di empat negara berbeda itu, Filip Stamenkovic pernah memperkuat Veles Moscow, Metallurg Bekabad, dan terakhir Shakhter Karagandy.

Filip Stamenkovic punya semua syarat untuk menjadi bek tumpuan. Selain lihai melahap bola-bola udara lantaran tingginya yang hampir dua meter (191 cm), tukang jagal berusia 27 tahun juga jago gocek.

Jelas tak terbantahkan, Filip Stamenkovic bakal menjadi tumpuan Garudayaksa FC guna mengarungi rimba BRI Super League musim ini.

Dan sebagai pendatang baru, Filip Stamenkovic pastinya tak ingin mengecewakan manajemen terlebih fans setia Garudayaksa FC.

Paulo Ricardo

Revolusi Shin Tae-yong di ruang ganti Persija Jakarta membuat Paulo Ricardo harus angkat kaki dari kandang Macan Kemayoran.

Padahal, Paulo Ricardo belum lama berada di bawah panji-panji kebesaran Persija. Ia bergabung dengan Tim Ibu Kota pada Januari 2026.

Kinerjanya terbilang oke. Dipercaya dalam 10 duel BRI Super League 2025/2026, palang pintu ber-KTP Brasil mengemas sebijo gol.

Hanya saja, pergantian pelatih dari Mauricio Souza ke Shin Tae-yong tak membawa berkah bagi palang pintu berusia 32 tahun. STY tak memasukkan ke dalam rencana besarnya di musim 2026/2027.

Takdir jualah yang mendaratkan Paulo Ricardo ke dekapan Garudayaksa FC. Terbuang dari Persija, Paulo Ricardo bisa dipastikan akan menjadi salah satu pilar andalan di armada tempur racikan Milos Joksic.

Membuka lembaran baru, Paulo Ricardo pastinya siap 1000 persen berjibaku demi melanggengkan eksistensi Garudayaksa FC di pentas balbalan teratas dalam negeri.

Arsenal Dapat Lampu Hijau, Julian Alvarez Pilih Barcelona

BolaIndonesia – Arsenal mendapat perkembangan positif dalam perburuan Julian Alvarez. Atletico Madrid dikabarkan bersedia membuka jalan bagi kepindahan sang striker ke Emirates Stadium. Namun, masalah terbesar The Gunners bukan lagi Atletico, melainkan keinginan Alvarez yang masih menjadikan Barcelona sebagai prioritas utama.

Situasi transfer Julian Alvarez kembali memanas menjelang penutupan bursa musim panas 2026. Arsenal menjadi salah satu klub yang berada dalam posisi kuat setelah Atletico Madrid dilaporkan siap bernegosiasi mengenai kepindahan penyerang asal Argentina tersebut.

Namun, peluang Arsenal belum bisa disebut aman. Alvarez masih memiliki keinginan kuat untuk bergabung dengan Barcelona. Sejumlah laporan terbaru menyebut Atletico bersedia membicarakan kepergian Alvarez kepada Arsenal, tetapi sang pemain tidak langsung memberikan lampu hijau untuk pindah ke London.

Atletico Madrid Beri Lampu Hijau untuk Arsenal

Atletico Madrid selama beberapa bulan terakhir mengambil sikap keras terkait masa depan Alvarez. Klub Spanyol tersebut bahkan menolak kemungkinan menjual sang pemain kepada Barcelona karena tidak ingin memperkuat rival langsung di La Liga.

Kondisi tersebut membuat Arsenal memiliki keuntungan tersendiri. The Gunners bukan pesaing langsung Atletico di kompetisi domestik Spanyol sehingga pembicaraan transfer dapat berlangsung lebih terbuka.

Menurut laporan terbaru, Atletico kini siap menjual Alvarez kepada Arsenal. Keputusan tersebut memberikan peluang besar bagi klub London Utara untuk menghidupkan kembali pengejaran terhadap striker berusia 26 tahun itu.

Arsenal sendiri memang sudah lama memantau situasi Alvarez. Ketertarikan tersebut bahkan semakin kuat setelah Andrea Berta berada di jajaran manajemen Arsenal. Berta sebelumnya memiliki hubungan erat dengan Atletico sehingga komunikasi antara kedua klub relatif lebih mudah.

Julian Alvarez Tetap Prioritaskan Barcelona

Meski Atletico membuka pintu untuk Arsenal, persoalan terbesar berada pada keputusan sang pemain.

Julian Alvarez masih memprioritaskan Barcelona. Keinginan tersebut bukan sekadar rumor transfer biasa. Alvarez sebelumnya secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Atletico demi memenuhi impian yang diyakini berkaitan dengan kepindahan ke Barcelona. Sky Sports juga melaporkan bahwa Barcelona merupakan pilihan utama sang striker.

Situasi ini membuat Arsenal berada dalam posisi unik. Klub asal London tersebut bisa mendapatkan izin dari Atletico, tetapi belum tentu mendapatkan persetujuan dari Alvarez.

Dengan kata lain, Arsenal harus meyakinkan pemain sebelum transfer dapat benar-benar terealisasi.

Barcelona Masih Mengejar Alvarez

Barcelona sendiri belum sepenuhnya menyerah. Klub Catalan tersebut terus berusaha mencari solusi untuk mendatangkan Alvarez, meskipun negosiasi dengan Atletico menghadapi banyak hambatan.

Laporan terbaru dari Spanyol menyebut Barcelona masih menjadikan Alvarez sebagai target utama untuk posisi penyerang tengah. Namun, karena transfer sulit diwujudkan, Blaugrana mulai mempertimbangkan beberapa alternatif. Nicolò Tresoldi menjadi salah satu nama yang masuk dalam radar Barcelona jika operasi Alvarez kembali menemui jalan buntu.

Masalah finansial juga menjadi faktor penting. Atletico sebelumnya memasang harga yang sangat tinggi untuk Alvarez dan bahkan mengacu pada klausul pelepasan yang mencapai ratusan juta euro. Situasi tersebut membuat Barcelona harus bekerja keras untuk menemukan formula transfer yang dapat diterima semua pihak.

Arsenal Punya Satu Keunggulan Besar

Arsenal memiliki keunggulan penting karena Atletico lebih terbuka melakukan bisnis dengan mereka dibandingkan Barcelona.

Salah satu opsi yang pernah muncul adalah pertukaran pemain yang melibatkan Viktor Gyokeres. Arsenal disebut dapat menggunakan striker asal Swedia tersebut sebagai bagian dari skema untuk mendapatkan Alvarez, meskipun belum ada kepastian bahwa pertukaran tersebut akan benar-benar terjadi.

Bagi Arsenal, Alvarez dianggap sebagai pemain yang dapat memberikan variasi besar di lini depan. Kemampuannya bermain sebagai penyerang tengah, second striker, maupun bergerak dari sisi lapangan membuatnya cocok dengan kebutuhan tim Mikel Arteta.

Alvarez juga memiliki pengalaman bermain di level tertinggi bersama Manchester City, Atletico Madrid, dan tim nasional Argentina. Karakter pekerja keras serta kemampuan mencetak gol membuatnya menjadi salah satu penyerang paling menarik di pasar transfer musim panas ini.

Mikel Arteta Masih Harus Meyakinkan Sang Pemain

Kini tugas Arsenal bukan hanya mencapai kesepakatan dengan Atletico Madrid. Mikel Arteta dan jajaran manajemen harus meyakinkan Alvarez bahwa Emirates Stadium merupakan destinasi terbaik untuk karier berikutnya.

Arsenal dapat menawarkan proyek ambisius, persaingan Premier League, Liga Champions, serta peran penting di lini depan. The Gunners juga memiliki skuad yang semakin kompetitif setelah melakukan sejumlah investasi besar pada musim panas ini.

Namun, Barcelona mempunyai daya tarik yang berbeda bagi Alvarez. Keinginan sang pemain untuk memperkuat Blaugrana menjadi faktor yang tidak mudah diubah hanya dengan kesepakatan antarklub.

Transfer Julian Alvarez Belum Selesai

Dengan perkembangan terbaru ini, saga Julian Alvarez memasuki fase yang semakin menarik.

Atletico Madrid membuka peluang untuk Arsenal, tetapi Julian Alvarez masih memprioritaskan Barcelona. Artinya, The Gunners kini memiliki kesempatan nyata, tetapi mereka belum memenangkan persaingan.

Arsenal harus bergerak cepat jika ingin memanfaatkan situasi tersebut. Jika Barcelona gagal mencapai kesepakatan dengan Atletico, Arsenal bisa menjadi tujuan paling realistis bagi Alvarez.

Namun, selama sang pemain masih menjadikan Barcelona sebagai pilihan pertama, Arsenal belum dapat menganggap transfer tersebut sebagai kesepakatan yang hampir selesai.

Bursa transfer musim panas 2026 pun masih menyisakan drama. Satu hal yang jelas, masa depan Julian Alvarez kini berada di persimpangan antara Arsenal, Barcelona, dan keputusan Atletico Madrid.

LARISBOLA Liverpool mendapat perkembangan positif dalam perburuan winger Paris Saint-Germain (PSG), Bradley Barcola. The Reds dilaporkan terus mendorong negosiasi untuk mendapatkan pemain asal Prancis tersebut pada bursa transfer musim panas 2026.

Barcola menjadi salah satu target utama Liverpool untuk memperkuat lini serang. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Liverpool telah mengajukan tawaran yang meningkat hingga sekitar €135 juta untuk sang pemain.

Peluang transfer semakin terbuka setelah Barcola tidak masuk dalam skuad PSG untuk menghadapi Lens. Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa PSG memang sedang mempersiapkan kemungkinan kepergian sang winger.

Di sisi lain, PSG dikabarkan mulai lebih terbuka untuk melepas Barcola setelah mendatangkan beberapa pemain ofensif baru. Kondisi tersebut dapat menjadi keuntungan bagi Liverpool dalam negosiasi, meskipun perbedaan valuasi kedua klub masih menjadi hambatan utama.

Liverpool sendiri disebut sangat serius mengejar Barcola. Sejumlah laporan bahkan menyebut negosiasi personal dengan pemain sudah menunjukkan perkembangan positif, tetapi kesepakatan antara kedua klub belum sepenuhnya tercapai.

Dengan bursa transfer yang semakin mendekati penutupan, saga Barcola diperkirakan akan memasuki tahap penting. Jika Liverpool berhasil mencapai kesepakatan dengan PSG, Barcola berpotensi menjadi salah satu rekrutan besar The Reds pada musim panas ini.

Kesimpulan: Liverpool kini memiliki alasan untuk optimistis, tetapi transfer Bradley Barcola belum resmi. Negosiasi harga dengan PSG masih menjadi kunci sebelum sang winger benar-benar dapat merapat ke Anfield.

BOLADONESIA – Sejak ditangani Michael Carrick, Manchester United menunjukkan perkembangan pesat. Dari papan bawah, mereka melesat dan finis dengan meraih tiket ke Liga Champions pada musim lalu. Kini, mereka pun memperkuat diri dan diyakini banyak pihak akan jadi salah satu kandidat kuat juara Premier League.

Akan tetapi, pandangan berbeda datang dari Roy Keane. Meskipun mengakui para pemain yang didatangkan pada awal musim ini termasuk bagus, dia tetap tak yakin Man. United punya cukup modal untuk merebut gelar yang musim lalu diraih oleh Arsenal. Dia menilai masih ada titik krusial yang terlewat dalam penguatan skuad.

Hal itu diungkapkan Keane saat mengomentari upaya pembelian Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion. “Saya pikir itu tambahan yang bagus bagi tim, seorang gelandang bagus. Namun, untuk juara liga, saya kira masih kurang. Masalah besar United masihlah pertahanan,” urai Roy Keane soal kans Manchester United juara Premier League seperti dikutip IDNEWS.TOP dari Football365.

Dia menambahkan, “Untuk gelandang dan depan, United punya potensi besar untuk mencetak gol. Mereka sangat bagus dalam hal itu pada musim lalu, terutama setelah Carrick mengambil alih. Namun, masih ada masalah di belakang. Fullback dan bek tengah masih jadi masalah besar.”

Kelemahan Manchester United

Lebih lanjut, Roy Keane juga meniai tak ada sosok istimewa yang didatangkan Manchester United pada awal musim ini. Para pemain baru memang bagus dan sudah terbukti berkualitas. Namun, tak ada yang bisa disebut sebagai elemen penting untuk mengakhiri dahaga juara di Premier League.

“Di atas kertas, mereka punya pemain-pemain bagus di lini tengah. Namun, apakah ini lini tengah yang mampu menjuarai liga? Sepertinya tidak. Saya tidak melihatnya seperti itu,” kata eks kapten Red Devils itu dengan kritis walaupun tanpa merinci kekurangan yang masih ada di sana.

Secara khusus, eks gelandang timnas Irlandia itu membahas Youri Tielemans yang disebut-sebut bisa jadi sosok kunci bagi Man. United. Dia mengungkapkan, “Menurut saya, dia pemain bagus, tapi bukanlah pembelian untuk menjuarai liga. Tielemans tahu Premier League, pemain internasional bagus. Saya yakin dia bisa mengatasi ekspektasi. Namun, akankah dia membawa United ke puncak? Tidak!”

Manchester United telah 13 tahun berpuasa gelar di Premier League. Kali terakhir mereka juara pada 2012-13 saat masih ditangani Sir Alex Ferguson. Setelah itu, mereka selalu gagal jadi kampiun. Padahal, di ajang-ajang lain, Red Devils sempat juara. Sebut saja di Liga Europa 2016-17, Piala FA 2015-16 dan 2023-24, serta Carabao Cup 2016-17 dan 2022-23.

Mantan gelandang Timnas Inggris, Gareth Barry, menilai kepergian Rodri membuat peluang Manchester City bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris semakin berat.

Rodri meninggalkan Man City untuk bergabung dengan Barcelona dengan nilai transfer 65 juta poundsterling. Menurut Barry, absennya gelandang asal Spanyol itu menjadi kerugian besar bagi The Citizens.

“Dengan Rodri pergi, ancaman mereka untuk menantang Arsenal semakin berkurang,” ujar Barry via Tribal Football, Kamis (20/8/2026).

Barry menilai Man City kemungkinan masih akan mendatangkan pemain baru untuk memperkuat lini tengah. Namun, kehilangan Rodri tetap menjadi pukulan besar bagi tim.

Di sisi lain, Arsenal justru semakin kuat setelah merekrut Bruno Guimaraes dari Newcastle United. Barry menyebut transfer tersebut sebagai pesan kuat kepada para rival.

“Guimaraes adalah perekrutan besar. Mendapatkan kapten dan salah satu pemain terbaik rival menunjukkan bahwa pemain ingin bergabung dengan Arsenal,” katanya.

Arsenal pun dinilai semakin siap mempertahankan gelar, sementara Man City menghadapi tantangan lebih berat setelah kehilangan Rodri.

Manu Kone Layak Jadi Pengganti?

City mulai mencari sosok yang bisa mengisi lubang besar di lini tengah setelah Rodri. Salah satu nama yang kini masuk radar The Citizens adalah gelandang AS Roma, Manu Kone. Menurut laporan Football Insider yang mengutip Daily Mail, Manchester City tertarik mendatangkan pemain asal Prancis tersebut.

Kone sebelumnya juga menjadi incaran Manchester United. Namun, kini Manchester City disebut ikut dalam perburuan gelandang berusia 25 tahun itu.

City memang sedang melakukan perombakan di lini tengah. Mereka telah mendatangkan Elliot Anderson dengan nilai transfer 116 juta poundsterling dan masih dikaitkan dengan Ayyoub Bouaddi serta Enzo Fernandez.

Di tengah kebutuhan tersebut, Kone dinilai memiliki karakteristik yang bisa membantu menutup kehilangan Rodri.

Statistik Kone

Pada musim 2025/2026 bersama AS Roma, Kone mencatatkan statistik impresif di Serie A. Ia rata-rata memenangi 5,67 duel per 90 menit, sebuah angka yang menempatkannya di persentil ke-91.

Kone juga mencatat 4,65 recovery per 90 menit, yang berada di persentil ke-63. Selain itu, ia berada di persentil ke-85 untuk dribel sukses dan persentil ke-84 dalam hal pelanggaran yang dimenangi.

Performa tersebut semakin terlihat di Piala Dunia 2026. Kone disebut menjadi salah satu kejutan di skuad Prancis dan tampil sebagai salah satu gelandang terbaik Les Bleus sepanjang turnamen.

Respons Fans City

Meski demikian, rencana City mendatangkan Kone mendapat respons beragam dari pendukung. Salah satu kekhawatiran utama adalah rekam jejak cedera sang pemain.

Sejumlah fans menilai City seharusnya mencari gelandang yang lebih komplet dan memiliki catatan kebugaran lebih baik. Mereka tidak ingin Manchester City kembali menghadapi masalah cedera pada pemain penting seperti yang terjadi pada Rodri.

Meski begitu, dengan kebutuhan besar di lini tengah, Manu Kone tetap menjadi salah satu opsi yang menarik bagi Manchester City untuk memperkuat skuad menghadapi musim 2026/2027.

Rodrigo Mora AS Roma: Nomor 86 Cetak Sejarah Unik

BolaIndonesia – AS Roma mencatat sejarah unik setelah Rodrigo Mora memilih nomor punggung 86. Kedatangan pemain muda asal Portugal itu bukan hanya menambah kekuatan skuad Gian Piero Gasperini, tetapi juga menghadirkan catatan menarik yang membuat klub ibu kota Italia tersebut menjadi sorotan.

Roma resmi mendatangkan Rodrigo Mora dari FC Porto pada Agustus 2026. Pemain kelahiran 2007 itu datang secara permanen setelah proses negosiasi yang cukup panjang antara kedua klub. Mora kemudian memilih nomor 86 untuk memulai petualangan barunya bersama Giallorossi.

Pilihan nomor tersebut ternyata memiliki dampak yang jauh lebih menarik daripada sekadar angka di bagian belakang jersey.

Rodrigo Mora Memilih Nomor 86

Rodrigo Mora resmi menjadi pemain AS Roma setelah klub mengumumkan transfernya dari Porto. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut menandatangani kontrak berdurasi lima tahun setelah menyelesaikan pemeriksaan medis di ibu kota Italia.

Roma mendapatkan Mora dalam kesepakatan senilai 25 juta euro, dengan Porto juga memperoleh 50 persen hak ekonomi dari potensi penjualan sang pemain di masa depan.

Dalam pengumuman resminya, Roma menyebut Mora telah mencatatkan 80 penampilan dan 16 gol bersama tim utama Porto. Untuk petualangan barunya di Serie A, pemain muda tersebut memilih nomor punggung 86.

Nomor itu kemudian menciptakan sebuah fakta unik dalam sejarah klub.

Roma Lengkapi Nomor 1 hingga 99

Pemilihan nomor 86 membuat AS Roma menjadi klub Italia pertama yang memiliki setidaknya satu pemain tim utama yang pernah mengenakan setiap nomor punggung dari 1 hingga 99.

Catatan tersebut menjadi perhatian karena nomor punggung dalam sepak bola modern biasanya berkisar pada angka tradisional seperti 1, 9, 10, 11, atau 7. Namun, Roma memiliki sejarah penggunaan nomor yang jauh lebih beragam.

Kehadiran Mora dengan nomor 86 akhirnya melengkapi rangkaian tersebut.

Dengan demikian, transfer Rodrigo Mora bukan hanya berkaitan dengan strategi Gasperini di lapangan. Pemain berusia 19 tahun itu secara tidak langsung menjadi bagian dari sebuah statistik unik yang membuat AS Roma mencatat sejarah tersendiri.

Fakta tersebut semakin menarik karena nomor 86 bukanlah angka yang lazim digunakan oleh pemain bintang.

Kenapa Rodrigo Mora Memilih Nomor 86?

Belum ada penjelasan resmi yang menunjukkan alasan khusus mengapa Rodrigo Mora memilih nomor 86. Namun, keputusan tersebut jelas membuat dirinya langsung memiliki identitas berbeda di skuad Roma.

Mora tiba di Roma dengan ekspektasi besar. Ia merupakan salah satu talenta muda yang berkembang di akademi Porto dan sempat mendapatkan perhatian besar sebelum akhirnya pindah ke Serie A.

Kedatangannya juga menjadi bagian dari proyek baru Roma bersama Gian Piero Gasperini.

Sang pelatih membutuhkan pemain kreatif yang mampu memberikan variasi dalam serangan. Mora dinilai mempunyai kemampuan teknis dan kreativitas yang bisa berkembang lebih jauh di bawah arahan Gasperini.

Sebelum transfer terealisasi, negosiasi Roma dan Porto sempat mengalami beberapa hambatan. Kedua klub bahkan mempertimbangkan beberapa formula berbeda sebelum akhirnya mencapai kesepakatan.

Gasperini Punya Talenta Baru

Bagi Gasperini, kedatangan Rodrigo Mora memberikan opsi tambahan di sektor ofensif.

Mora datang dengan reputasi sebagai pemain muda berbakat yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Ia sebelumnya mengalami situasi sulit di Porto setelah perubahan kepelatihan membuat perannya di skuad utama berkurang.

Pindah ke Roma menjadi kesempatan baru bagi Mora untuk mendapatkan menit bermain dan membuktikan potensinya.

Suasana di ibu kota Italia juga menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kedatangan pemain muda tersebut. Ratusan suporter Roma bahkan berkumpul di Bandara Ciampino untuk menyambut Mora ketika ia tiba di Italia.

Kini, perhatian mulai tertuju pada debutnya.

Nomor 86 dan Harapan Besar di Roma

Nomor 86 mungkin terlihat sederhana. Namun, angka tersebut kini mempunyai cerita tersendiri dalam sejarah AS Roma.

Rodrigo Mora datang sebagai pemain muda dengan potensi besar, sementara Roma mendapatkan tambahan kekuatan untuk proyek jangka panjang. Pilihan nomor tersebut bahkan membuat namanya langsung tercatat dalam statistik unik klub.

Tentu saja, catatan sejarah tersebut bukanlah ukuran keberhasilan seorang pemain.

Mora tetap harus membuktikan kualitasnya di lapangan. Ia perlu beradaptasi dengan intensitas Serie A, memahami tuntutan Gasperini, serta bersaing mendapatkan tempat di skuad utama.

Jika mampu berkembang sesuai harapan, nomor 86 bisa menjadi sangat familiar bagi para pendukung Giallorossi.

Untuk saat ini, Rodrigo Mora sudah memiliki satu cerita unik bahkan sebelum memainkan pertandingan kompetitif pertamanya bersama AS Roma.

AS Roma telah mencetak sejarah dengan melengkapi penggunaan nomor 1 sampai 99, dan Rodrigo Mora menjadi bagian penting dari catatan tersebut setelah memilih nomor 86. Kini, tantangan sebenarnya menanti: mengubah nomor unik itu menjadi simbol kesuksesan bersama Giallorossi.

Rodrigo Mora Bikin Sejarah Baru di AS Roma

BolaIndonesia – AS Roma kembali mencatat sejarah unik setelah Rodrigo Mora resmi memilih nomor punggung 86. Nomor tersebut bukan sekadar identitas baru bagi pemain muda Portugal itu. Pilihan Mora membuat Roma melengkapi rangkaian nomor punggung 1 hingga 99 yang pernah digunakan pemain tim utama sepanjang sejarah klub.

Rodrigo Mora Resmi Bergabung dengan AS Roma

Rodrigo Mora menjadi rekrutan terbaru AS Roma setelah klub Italia tersebut menyelesaikan transfernya dari FC Porto. Pemain berusia 19 tahun itu datang ke ibu kota Italia dengan reputasi sebagai salah satu talenta muda menarik dari Portugal.

Roma merekrut Mora dengan nilai transfer sekitar 25 juta euro. Dalam kesepakatan tersebut, Porto dilaporkan mempertahankan 50 persen hak atas keuntungan dari potensi penjualan Mora pada masa mendatang. Roma juga memiliki opsi untuk membeli bagian tersebut dengan biaya tambahan.

Mora menandatangani kontrak jangka panjang dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek Gian Piero Gasperini. Kehadirannya diharapkan menambah kreativitas sekaligus memberikan opsi baru di lini serang Giallorossi.

Namun, perhatian terbesar justru muncul ketika nomor punggungnya diumumkan.

Nomor 86 Rodrigo Mora Masuk Buku Sejarah Roma

Mora memilih nomor 86, angka yang juga digunakannya ketika memperkuat FC Porto. Keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi historis bagi AS Roma.

Sebelum kedatangan Mora, belum pernah ada pemain tim utama Roma yang menggunakan nomor 86. Karena itu, ketika sang pemain Portugal memilih angka tersebut, Roma akhirnya memiliki catatan penggunaan seluruh nomor dari 1 sampai 99.

Fakta ini membuat nomor 86 menjadi lebih istimewa daripada sekadar angka di bagian belakang jersey.

Roma kini tercatat memiliki setidaknya satu pemain yang pernah mengenakan setiap nomor punggung antara 1 dan 99 dalam sejarah tim utama. Catatan tersebut muncul tepat ketika klub mendatangkan salah satu prospek muda yang sedang mendapatkan perhatian besar.

Pilihan Nomor yang Tetap Dibawa dari Porto

Menariknya, nomor 86 bukan pilihan acak dari Mora. Sang pemain sudah menggunakan nomor tersebut selama membela Porto.

Mora berkembang melalui akademi Porto sebelum mendapatkan kesempatan bermain bersama tim senior. Ia kemudian menjadi salah satu pemain muda yang menarik perhatian berkat kemampuan teknis, kreativitas, serta keberaniannya bermain di area menyerang.

Dengan tetap memakai nomor 86 di Roma, Mora seolah membawa bagian dari perjalanan kariernya di Portugal menuju tantangan baru di Serie A.

Bagi Roma, keputusan itu justru menghasilkan sejarah yang tidak biasa.

Rekrutan Muda untuk Proyek Gian Piero Gasperini

Transfer Rodrigo Mora juga memperlihatkan arah baru AS Roma di bawah Gian Piero Gasperini. Klub tidak hanya mencari pemain berpengalaman, tetapi mulai memberikan perhatian besar kepada talenta muda dengan potensi berkembang menjadi pemain utama.

Mora dianggap cocok dengan proyek jangka panjang tersebut. Usianya yang baru 19 tahun membuat Roma memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam beberapa musim ke depan.

Mora juga sudah memiliki pengalaman di level senior bersama Porto. Menurut data yang dilaporkan Voce Giallorossa, ia mencatat 80 penampilan dan 16 gol bersama tim utama Porto sebelum pindah ke Roma.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia harus menghadapi persaingan di Serie A.

Nomor 86 Jadi Awal Perjalanan Baru

Kini, angka 86 memiliki cerita baru di AS Roma. Bukan hanya karena nomor tersebut melengkapi koleksi angka 1 hingga 99, tetapi juga karena dipakai oleh pemain muda yang datang dengan ekspektasi tinggi.

Mora tentu tidak direkrut Roma hanya untuk menciptakan statistik unik. Klub berharap pemain Portugal tersebut mampu memberikan kontribusi nyata di atas lapangan.

Tekanan pun mulai muncul. Setiap penampilan Mora akan menjadi bagian dari proyek besar Roma di bawah Gasperini. Jika mampu berkembang sesuai harapan, nomor 86 berpotensi menjadi identitas yang dikenang oleh para pendukung Giallorossi.

Dengan demikian, AS Roma mencetak sejarah unik usai Rodrigo Mora mengenakan nomor 86. Sebuah angka yang sebelumnya belum pernah digunakan pemain tim utama Roma kini menjadi bagian dari sejarah klub.

Lebih menarik lagi, catatan tersebut tercipta bersamaan dengan kedatangan salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Porto. Perjalanan Mora di Roma baru dimulai, tetapi namanya sudah lebih dulu tercatat dalam sejarah klub melalui sebuah fakta yang sangat unik.

FC Sion 2-4 Ajax: Pemain Anyar Jadi Penentu

BolaIndonesia – Ajax meraih kemenangan penting pada leg pertama playoff UEFA Conference League 2026/2027. Bertandang ke markas FC Sion di Stade de Tourbillon, Kamis (20/8/2026), Ajax berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 4-2.

Hasil FC Sion Vs Ajax 2-4 ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Míchel Sánchez sebelum menjalani pertandingan leg kedua di Johan Cruijff ArenA pekan depan. Menariknya, sejumlah pemain anyar menjadi inspirasi utama kemenangan Ajax di Swiss.

FC Sion Unggul Lebih Dahulu

Pertandingan berjalan cukup sengit sejak menit awal. FC Sion yang bermain di hadapan pendukung sendiri mampu memberikan tekanan kepada Ajax.

Tuan rumah akhirnya membuka keunggulan melalui Franck Surdez pada menit ke-34. Gol tersebut membuat Ajax berada dalam posisi tertinggal dan harus meningkatkan intensitas serangan.

Ajax sebenarnya memiliki sejumlah peluang sebelum turun minum. Namun, penyelesaian akhir belum maksimal sehingga FC Sion mampu mempertahankan keunggulan hingga jeda. Situasi berubah drastis setelah pertandingan memasuki babak kedua.

Julian Brandt Buka Jalan Comeback Ajax

Ajax langsung tampil lebih agresif setelah turun minum. Tekanan yang diberikan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Julian Brandt mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut sekaligus membangkitkan kepercayaan diri para pemain Ajax.

Brandt menjadi salah satu sosok penting dalam pertandingan ini. Pemain asal Jerman tersebut sebelumnya juga mencetak gol ketika Ajax menghadapi Shelbourne pada babak kualifikasi sebelumnya. Setelah skor kembali imbang, Ajax semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Marcos Leonardo dan Tolu Arokodare Menggila

Comeback Ajax semakin sempurna ketika Marcos Leonardo membawa tim tamu berbalik unggul pada menit ke-60.

Penyerang asal Brasil tersebut membuat skor berubah menjadi 2-1 untuk Ajax. Tidak berhenti di sana, Tolu Arokodare kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74.

Gol Arokodare membuat Ajax semakin nyaman dengan keunggulan 3-1.

Kehadiran para pemain baru tersebut menunjukkan kedalaman skuad Ajax mulai memberikan dampak. Mereka bukan hanya menambah pilihan bagi Míchel, tetapi juga mampu menjadi pembeda ketika pertandingan berjalan sulit.

FC Sion Sempat Memperkecil Ketertinggalan

FC Sion belum menyerah meski tertinggal dua gol. Ylyas Chouaref berhasil mencetak gol pada menit ke-71 untuk memperkecil skor menjadi 2-3. Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, Ajax mampu merespons dengan baik. Tim asal Amsterdam tersebut tetap bermain agresif dan tidak membiarkan FC Sion mendapatkan momentum terlalu lama.

Davy Klaassen Kunci Kemenangan 4-2

Ajax akhirnya memastikan kemenangan 4-2 melalui Davy Klaassen pada menit ke-87. Klaassen memanfaatkan situasi serangan Ajax untuk mencetak gol keempat. Skor 4-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Dengan kemenangan tersebut, Ajax membawa keunggulan dua gol menuju leg kedua. Empat pencetak gol Ajax, yakni Julian Brandt, Marcos Leonardo, Tolu Arokodare, dan Davy Klaassen, menjadi aktor utama kemenangan di kandang FC Sion.

Ajax Selangkah Lagi ke Fase Liga

Kemenangan 4-2 membuat posisi Ajax sangat menguntungkan menjelang leg kedua. Pertandingan berikutnya akan digelar di Johan Cruijff ArenA pada 27 Agustus 2026.

Ajax kini hanya membutuhkan hasil yang tepat untuk memastikan langkah ke fase liga UEFA Conference League.

Performa para pemain anyar juga menjadi kabar positif bagi Míchel. Brandt, Marcos Leonardo, dan Arokodare menunjukkan bahwa Ajax memiliki banyak opsi untuk membongkar pertahanan lawan.

Jika mampu mempertahankan performa seperti di babak kedua melawan FC Sion, Ajax berpeluang besar menyelesaikan misi mereka dan melangkah ke fase liga Conference League.

Hasil akhir: FC Sion 2-4 Ajax.

Pencetak gol:
FC Sion: Franck Surdez (34′), Ylyas Chouaref (71′)
Ajax: Julian Brandt (53′), Marcos Leonardo (60′), Tolu Arokodare (74′), Davy Klaassen (87′).

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, secara terbuka merespons kabar seputar saga transfer Enzo Fernandez. Ia menepis rumor mengenai kemungkinan Enzo Fernandez meninggalkan Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas 2026.

Alonso memastikan gelandang asal Argentina tersebut masih menjadi bagian penting dari skuad The Blues. Saat ini dia tengah mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Fulham.

Chelsea sebelumnya memang sempat membuka peluang bagi Enzo untuk hengkang. Namun, klub London Barat tersebut menetapkan batas waktu hingga Jumat (14/8/2026) pukul 17.00 waktu Inggris bagi klub peminat untuk menyelesaikan kesepakatan.

Manchester City sempat dikaitkan dengan kepindahan Enzo. Manajer mereka, Enzo Maresca, pernah bekerja bersama sang gelandang ketika masih menangani Chelsea. Namun, transfer tersebut akhirnya tidak terwujud.

Chelsea diketahui membanderol Enzo dengan harga mencapai 120 juta poundsterling atau sekitar Rp2,7 triliun.

Setidaknya Bertahan Sampai Musim Depan

Chelsea kemudian memberi tahu perwakilan Enzo bahwa mereka mengharapkan sang pemain bertahan setidaknya hingga musim panas tahun depan.

Ketika ditanya mengenai situasi Enzo, Alonso memberikan jawaban tegas.

“Enzo adalah pemain Chelsea. Dia pemain yang sangat, sangat bagus. Dia berlatih dengan sangat baik. Kami senang dengannya dan dia sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan Senin,” ujar Alonso, seperti dikutip dari ESPN, Kamis (20/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuatEnzo tidak masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas Chelsea dalam waktu dekat.

Alonso Hadapi Mantan Rekan

Laga Chelsea kontra Fulham juga menjadi pertandingan spesial bagi Alonso. Ia akan berhadapan dengan Alvaro Arbeloa, mantan rekan setimnya di Real Madrid.

Arbeloa kini menangani Fulham setelah menggantikan Alonso sebagai pelatih Real Madrid.

Meski memiliki hubungan baik, Alonso menegaskan persahabatan mereka akan dikesampingkan selama pertandingan.

“Kami bisa memiliki hubungan yang baik, tetapi begitu berada di lapangan, tidak ada teman dan tidak ada masa lalu,” tegas Alonso.

“Kami akan bertarung selama 90 menit.”