Pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic, mengakui timnya masih membutuhkan tambahan penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Menurut pelatih asal Kroasia ini, sektor penjaga gawang Persib saat ini masih cukup rawan karena hanya memiliki dua kiper, yakni Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat padatnya agenda yang akan dijalani Maung Bandung.
Persib menghadapi tantangan berat pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di kompetisi domestik, tim besutan Igor Tolic juga akan menjalani AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.
Selain itu, skuad Maung Bandung harus menempuh perjalanan panjang untuk melakoni pertandingan tandang. Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi penting, termasuk di posisi penjaga gawang
“Secara umum, ya, karena jika Anda memasukkan Piala Presiden, ini ada lima kompetisi. Jadi memperhitungkan perjalanan jauh ini, dan Indonesia juga negara yang sangat besar, banyak perjalanan, banyak pertandingan, mungkin cedera dam (akumulasi) kartu kuning atau merah,” ungkap Jozic.
“Hal inilah yang menjadi alasan kenapa kami mungkin masih membutuhkan penjaga gawang baru,” lanjutnya.
Belum Ada Keputusan
Kendati begitu, Jozic menegaskan keputusan untuk merekrut penjaga gawang baru bukan kewenangannya. Sebagai pelatih kiper, ia hanya memberikan masukan kepada manajemen mengenai kebutuhan tim.
Sejauh ini, Jozic memastikan kondisi Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana terus menunjukkan perkembangan. Dia meyakini kedua kipernya dalam kondisi siap tempur saat menghadapi Manila Digger.
Persib akan menghadapi klub Filipina tersebut pada babak kualifikasi AFC Champions League Two 2026/2027. Duel kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 31 Agustus mendatang.
“Saya pikir kita masih punya waktu 10 hari lagi menuju pertandingan paling penting. Jadi saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan ini,” katanya.
“Jadi saya tidak merasa khawatir sedikit pun tentang pertandingan atau tentang performa mereka. Saya tenang dan saya ingin mereka berdua juga tetap tenang, serta memberikan yang terbaik untuk tim,” terang Jozic.
Menuju AFC Champions League 2
Laga kontra Manila Digger sangat krusial bagi Persib. Jika mampu memetik kemenangan, Marc Klok dkk. dipastikan melangkah ke fase Grup E ACL 2 bersama FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel.
Borneo FC akan melakoni fase Grup D pada AFC Challenge League 2026/2027.
Tim Pesut Etam terpilih sebagai tuan rumah bagi One Taguig FC (Filipina), Tainan City FC (China Taipei), dan pemenang laga playoff antara Yangon United (Myanmar) melawan Ezra FC (Laos).
Semua laga kasta ketiga antarklub Asia itu akan dilaksanakan di Stadion Segiri Samarinda, pada 18, 21, dan 24 Oktober 2026. Pelatih Mauro Jeronimo pun sangat serius menyiapkan tim. Karena agenda Borneo FC musim ini sangat padat.
Selain turnamen ini, Diego Michiels dkk. ditempa untuk dua agenda lainnya yakni BRI Super League dan League Cup musim ini. Arsitek asal Portugal ini diharapkan mampu mengarungi tiga ajang ini dengan hasil maksimal.
Pesan Mauro
Khusus AFC Challenge League 2026/2027, Mauro Jeronimo menilai turnamen ini tak mudah. Karena dia mengaku belum tahu kekuatan tiga calon lawan yang akan dihadapi pasukannya.
“Saya harus jujur. Kita akan memainkan tiga laga pertama. Terlepas dari lawannya, kita harus menyiapkan diri dengan baik. Saya tidak ingin berkomentar soal tiga calon lawan itu. Karena saya tidak mengenal mereka. Saya harus pelajari mereka terlebih dulu,” katanya.
Mauro Jeronimo juga menyadari permainan sepak bola selalu sulit. Meskipun Borneo FC akan bertarung di kandang sendiri dengan dukungan total suporter fanatiknya.
“Kami akan main di Samarinda. Main di turnamen Internasional di depan suporter. Ini akan sangat memotivasi para pemain. Tapi pertandingan sepak bola tak selalu mudah. Jadi perlu rendah hati, tapi harus bermain dengan hati agar bisa tampil baik dalam pertandingan tersebut,” ucapnya.
Dukungan Suporter
Mauro Jerenimo juga menyebut Pusamania akan menjadi kekuatan besar untuk memompa spirit anak asuhnya.
“Saya berharap kita bermain dengan 12 pemain. Sebelas pemain di lapangan ditambah satu kehadiran para suporter. Mereka akan jadi kekuatan dan daya besar untuk pertandingan nanti bersama suporter dalam momen baik maupun buruk. Seperti biasa saya bilang, kita akan jadi kuat,” tuturnya.
KLIKBETS – Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mengaku sangat menikmati perjalanan bersama tim berjuluk Skuad Garuda itu sejak menjatuhkan pilihan internasionalnya pada akhir 2021.
Baggott mendapatkan hak membela Timnas Indonesia melalui garis keturunan dari ibunya.
Hingga kini, bek berusia 23 tahun itu telah mengoleksi 28 caps bersama Skuad Garuda.
“Indonesia adalah negara yang sangat, sangat mencintai sepak bola, jumlah penduduknya juga banyak sehingga hal itu menjelaskan jumlah pengikut dan interaksi yang saya dapatkan melalui media sosial,” ujar Baggott dinukil dari Southwark News.
Popularitas Baggott di Indonesia tecermin dari jumlah pengikutnya di Instagram yang mencapai sekitar 2,2 juta akun.
Angka tersebut bahkan membuatnya menjadi pemain dengan jumlah pengikut terbanyak di Millwall saat ini.
Baggott mengatakan dukungan masyarakat Indonesia turut terasa ketika bergabung dengan Millwall. Dia menerima banyak komentar positif dari publik Tanah Air setelah kepindahannya diumumkan.
“Ketika saya mendapatkan kepindahan ini, ada banyak komentar positif dan hal-hal positif dari masyarakat Indonesia, dan itu sangat menyenangkan, saya juga sangat mencintai bagian dari karier saya tersebut, yaitu bermain untuk Indonesia,” ucap Baggott.
Kehormatan Tertinggi
Baggott menilai kesempatan memperkuat Timnas Indonesia merupakan satu di antara bagian paling penting dalam perjalanan seorang pesepak bola.
Itulah mengapa, ia menganggap pengalaman mengenakan seragam Skuad Garuda sebagai suatu kehormatan besar.
“Banyak pemain mengatakan hal ini, tetapi benar-benar bermain untuk negara merupakan kehormatan tertinggi dalam sepak bola,” kata Baggott.
Sejak debut pada November 2021, Baggott cukup sering menjadi bagian dari Timnas Indonesia, meski sempat mengalami periode panjang tanpa pemanggilan.
Dia tidak masuk Skuad Garuda selama dua tahun sejak Januari 2024 hingga kembali dipanggil pada Maret 2026.
Selama menjalani karier internasional, Baggott juga mendapatkan kesempatan mengunjungi sejumlah negara yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Pengalaman tersebut menjadi satu di antara sisi menarik dari perjalanan membela Timnas Indonesia.
“Saya sudah pergi ke sejumlah negara yang unik dan luar biasa, yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan akan saya kunjungi, ada sisi tersebut, tetapi bermain untuk negara dan kebanggaan yang saya rasakan karena hal itu juga luar biasa,” ungkapnya.
Momen Elkan Baggott
Dari berbagai pertandingan yang pernah dijalani bersama Timnas Indonesia, Baggott memiliki sejumlah kenangan yang dianggap paling berkesan.
Satu di antaranya adalah ketika Tim Garuda berhadapan dengan Timnas Argentina, yang ketika itu berstatus juara Piala Dunia 2022, dalam uji coba pada Juni 2023.
“Kami pernah menghadapi Argentina dalam pertandingan persahabatan setelah mereka menjuarai Piala Dunia, saya rasa kami merupakan lawan pertama atau kedua mereka dalam pertandingan persahabatan setelah itu, jadi pengalaman tersebut luar biasa,” kenang Baggott.
Namun, Baggott menyebut pencapaian Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 sebagai kenangan terbaiknya selama menjalani karier internasional.
Untuk kali pertama dalam sejarah, Skuad Garuda berhasil mencapai babak 16 besar turnamen tersebut.
“Saya mungkin akan mengatakan ketika kami lolos ke babak 16 besar Piala Asia, itu merupakan kali pertama dalam sejarah kami mencapai tahap tersebut, itu mungkin menjadi kenangan terbaik yang saya miliki,” imbuh Baggott.
LARISBOLA – Real Madrid meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol pada pekan kedua La Liga 2026/2027. Bermain di markas lawan, Los Blancos sempat unggul lebih dulu sebelum Espanyol menyamakan kedudukan.
Jude Bellingham membawa Real Madrid memimpin pada menit ke-9 melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan bola mati Arda Guler. Namun, Alex Calatrava membuat skor kembali imbang pada menit ke-30 dan bertahan hingga jeda.
Espanyol kemudian tampil disiplin sepanjang babak kedua dan membuat Real Madrid kesulitan menemukan celah. Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai pahlawan lewat gol pada menit ke-90.
Hasil tersebut memperlihatkan sejumlah pemain Real Madrid tampil menonjol, terutama Guler dan Bellingham. Di sisi lain, beberapa pemain masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Jose Mourinho, termasuk Vinicius Junior yang gagal memberikan ancaman berarti.
Bek dan Kiper
Thibaut Courtois (7) tidak banyak mendapatkan pekerjaan sepanjang pertandingan. Ia kembali harus kecewa karena pertahanan Real Madrid gagal mencegah Calatrava mencetak gol penyama kedudukan.
Denzel Dumfries (7) tampil agresif dengan sering membantu serangan, tetapi pergerakannya meninggalkan ruang yang harus ditutup Ibrahima Konate. Bek kanan asal Belanda itu juga kalah dalam duel ketika proses gol Espanyol, meski beberapa kali berhasil berada di posisi bagus di area final third.
Ibrahima Konate (8) menjalani debut solid bersama Real Madrid. Kekuatan fisiknya membantu memenangkan duel dan posturnya berguna dalam melakukan sapuan, meski ia sempat terlihat kurang nyaman dengan penempatan posisi di kotak penalti.
Dean Huijsen (7) tampil kokoh sekaligus menunjukkan kualitas distribusi bola dengan lima operan menuju area pertahanan lawan.
Alvaro Carreras (7,4) mampu menjaga penampilannya tetap aman dan membangun kombinasi operan yang baik dengan lini tengah. Namun, karena kebutuhan pemain dengan karakter berbeda, Carreras diganti pada babak kedua.
Pertandingan Selanjutnya
Bernardo Silva (7) cukup rapi ketika menguasai bola dan sesekali mampu mengatur tempo. Namun, kontribusinya tidak konsisten dan ia hanya memenangkan dua dari sembilan duel yang diikuti.
Federico Valverde (8) melakukan kesalahan dalam proses gol Espanyol karena terlalu fokus terhadap bola dan gagal membaca pergerakan Calatrava. Meski begitu, ia nyaris mencetak gol kemenangan ketika tembakannya membentur bagian luar tiang gawang.
Arda Guler (8) menjadi pemain menonjol di lini tengah Real Madrid. Selain memberikan assist melalui eksekusi bola mati untuk gol Bellingham, ia konsisten mencari ruang dan menunjukkan kualitas sebagai playmaker utama sebelum ditarik keluar setelah satu jam pertandingan.
Jude Bellingham (8) melanjutkan performa positifnya dengan mencetak gol pembuka. Gelandang serang Inggris itu juga aktif bergerak ke depan, menunjukkan kualitas teknik, serta beberapa kali menghadirkan ancaman bagi pertahanan Espanyol.
Penyerang
Vinicius Junior (7) kesulitan menemukan pengaruhnya dalam pertandingan. Ia menjadi sasaran permainan keras lawan dan beberapa kali terlalu mudah terjatuh, sementara sepanjang laga tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran maupun peluang.
Kylian Mbappe (7) sempat frustrasi dan bergeser ke sisi kanan pada babak pertama untuk mencari ruang. Beberapa peluangnya belum menghasilkan gol, tetapi ia memainkan peran penting pada proses gol penentu dengan menciptakan ruang sebelum bola berakhir kepada Carlos Espi.
Idnews.top – Tottenham mendapatkan tamparan keras pada pekan pertama Premier League 2026/2027. Di tengah belanja besar-besaran untuk memperkuat skuad, Spurs justru mengawali musim dengan kekalahan telak 0-3 dari Brentford.
Duel di Gtech Community Stadium, Sabtu (23/8) malam WIB, memperlihatkan persoalan Tottenham yang belum teratasi. Tim asuhan Roberto De Zerbi tampil kacau dan kesulitan mengimbangi intensitas Brentford sejak menit awal.
Tottenham diketahui telah menghabiskan sekitar €267 juta untuk mendatangkan pemain baru pada musim panas ini, atau setara sekitar Rp5,52 triliun. Mereka membeli Sandro Tonali, Mateus Fernandes, dan Jan Paul van Hecke dengan harga tinggi.
Pengeluaran tersebut bahkan belum memasukkan potensi transfer Savinho dan Omar Marmoush dari Manchester City. Namun, investasi besar itu belum memberikan dampak instan ketika Spurs menjalani pertandingan kompetitif pertama mereka musim ini.
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi awal buruk bagi De Zerbi dalam musim penuh pertamanya menangani Tottenham. Sebaliknya, Brentford menunjukkan bahwa efektivitas permainan tetap bisa menjadi senjata menghadapi tim dengan kekuatan finansial jauh lebih besar.
Tottenham Belum Menemukan Bentuk Terbaik
Brentford langsung memperlihatkan agresivitas sejak awal pertandingan dan beberapa kali membuat pertahanan Tottenham berada dalam tekanan. Nathan Collins sempat mendapat peluang emas melalui sundulan, sebelum Keane Lewis-Potter membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah menerima umpan dari kerja sama apik Mamadou Sangare dan Igor Thiago.
Tottenham semakin kesulitan setelah kehilangan bola di area tengah melalui Richarlison. Tembakan Mathias Jensen memang masih mampu ditepis Antonin Kinsky, tetapi Vitaly Janelt dengan mudah menyambar bola muntah untuk membawa Brentford unggul 2-0 pada menit ke-33.
Situasi tidak membaik bagi Spurs selepas jeda, bahkan setelah Mateus Fernandes masuk untuk melakukan debutnya. Kinsky kembali gagal mengamankan bola hasil tendangan voli Sangare sehingga Michael Kayode dapat memanfaatkannya untuk mencetak gol ketiga Brentford pada menit ke-49.
Brentford sebenarnya masih berpeluang menambah penderitaan Tottenham ketika mendapatkan penalti setelah Rodrigo Bentancur melanggar Kevin Schade. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya membentur tiang, sementara Spurs juga tidak mampu memanfaatkan peluang melalui Mikey Moore untuk sekadar mencetak gol hiburan.
Tottenham Digasak Brentford 0-3, Ini Kata De Zerbi
BolaIndonesia – Tottenham Hotspur mengawali perjalanan mereka di Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Bertandang ke Gtech Community Stadium, Spurs harus mengakui keunggulan Brentford dengan skor telak 0-3 pada Sabtu (22/8/2026) malam waktu setempat.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras bagi Roberto De Zerbi yang menjalani laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Tottenham. Padahal, Spurs datang dengan optimisme tinggi setelah melakukan perombakan besar pada skuad selama bursa transfer musim panas.
Brentford Langsung Menekan Tottenham
Sejak pertandingan dimulai, Brentford tampil agresif dan mampu membuat Tottenham kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah membuat lini belakang Spurs beberapa kali kehilangan kontrol.
Keane Lewis-Potter kemudian membuka keunggulan Brentford pada menit ke-12. Gol tersebut lahir setelah kerja sama serangan yang melibatkan Mamadou Sangare sebelum bola diselesaikan dengan baik oleh Lewis-Potter.
Tottenham berusaha merespons dengan meningkatkan penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya. Bahkan, Spurs tercatat tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama.
Kesalahan Spurs Dimanfaatkan Brentford
Situasi Tottenham semakin sulit pada menit ke-33. Vitaly Janelt berhasil menggandakan keunggulan Brentford setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Antonin Kinsky.
Gol kedua tersebut memperlihatkan persoalan Tottenham dalam mengamankan area pertahanan. Brentford justru semakin percaya diri dan mampu mempertahankan keunggulan 2-0 hingga turun minum.
De Zerbi kemudian mencoba melakukan perubahan pada awal babak kedua. Mateus Fernandes dan Rodrigo Bentancur dimasukkan untuk membantu mengubah jalannya pertandingan. Namun, perubahan tersebut belum sempat memberikan dampak signifikan.
Michael Kayode Bikin Spurs Makin Terpuruk
Memasuki menit ke-49, Brentford kembali mencetak gol. Michael Kayode memanfaatkan situasi bola berbahaya di area pertahanan Tottenham untuk membuat skor berubah menjadi 3-0.
Gol tersebut praktis membuat tugas Spurs semakin berat. Tottenham memang berusaha meningkatkan tekanan, tetapi pertahanan Brentford mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Brentford bahkan memperoleh peluang untuk mencetak gol keempat melalui penalti. Namun, Igor Thiago gagal menjalankan tugasnya dengan baik sehingga Tottenham terhindar dari kekalahan yang lebih besar.
Ini Alasan De Zerbi: Tottenham Belum Menjadi Tim
Setelah pertandingan, Roberto De Zerbi tidak berusaha mencari alasan untuk menutupi buruknya performa Tottenham. Pelatih asal Italia tersebut mengakui bahwa timnya belum berada dalam kondisi yang ideal.
De Zerbi menilai Tottenham belum sepenuhnya menjadi sebuah tim. Banyak pemain baru bergabung pada musim panas dan sebagian di antaranya belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
Menurut De Zerbi, sejumlah pemain juga terlambat bergabung dengan skuad setelah agenda musim panas. Kondisi tersebut membuat persiapan Tottenham menjadi tidak maksimal. Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi tersebut bukan alasan untuk membenarkan kekalahan telak dari Brentford.
De Zerbi Soroti Fisik dan Mental Pemain
Masalah Tottenham bukan hanya mengenai taktik. De Zerbi juga menyoroti aspek fisik dan mental anak asuhnya.
Brentford terlihat lebih agresif dalam perebutan bola dan lebih siap menghadapi duel. Sebaliknya, Tottenham kesulitan keluar dari tekanan sejak menit awal.
De Zerbi bahkan mengakui bahwa timnya kalah dalam hal pertarungan di lapangan. Menurutnya, Tottenham harus menunjukkan respons yang jauh lebih kuat ketika menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas tinggi.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar bagi De Zerbi. Kehadiran pemain seperti Sandro Tonali, Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, hingga sejumlah pemain baru lainnya belum langsung membuat Tottenham tampil sebagai tim yang solid.
Investasi Besar Belum Menjamin Hasil
Tottenham menghabiskan dana besar untuk membangun kembali skuad pada musim panas. Namun, pertandingan melawan Brentford menunjukkan bahwa proses membentuk tim kompetitif tidak bisa dilakukan secara instan.
De Zerbi kini memiliki tugas untuk menyatukan para pemain baru dengan pemain lama. Ia juga harus menemukan formula permainan yang mampu membuat Tottenham lebih agresif sekaligus solid ketika kehilangan bola.
Kekalahan 0-3 tersebut menjadi peringatan awal bahwa proyek baru Tottenham membutuhkan waktu. De Zerbi sendiri menilai target besar baru bisa dibicarakan setelah skuad benar-benar menjadi sebuah tim.
Tottenham Harus Segera Bangkit
Hasil Brentford 3-0 Tottenham tentu bukan awal yang diinginkan De Zerbi. Spurs kini harus segera melakukan evaluasi sebelum pertandingan Premier League berikutnya.
Perbaikan lini belakang, koordinasi lini tengah, efektivitas serangan, serta kondisi fisik pemain menjadi beberapa aspek yang harus segera dibenahi.
Bagi De Zerbi, kekalahan ini bisa menjadi bahan evaluasi penting untuk membangun Tottenham sesuai gaya bermain yang diinginkannya. Namun, tekanan akan semakin besar apabila Spurs kembali gagal meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Tottenham masih memiliki perjalanan panjang di Premier League 2026/2027. Kekalahan dari Brentford memang menyakitkan, tetapi De Zerbi memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa hasil buruk tersebut hanyalah awal dari proses pembangunan tim baru.
Hasil akhir: Brentford 3-0 Tottenham. Keane Lewis-Potter, Vitaly Janelt, dan Michael Kayode menjadi pencetak gol Brentford. Sementara itu, Roberto De Zerbi kini dituntut segera menemukan solusi agar Tottenham tidak kembali tampil di bawah standar.
AC Milan akan mengawali kiprah mereka di Liga Italia 2026/2027 dengan mengunjungi markas Torino pada Senin (24/8/2026) pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan pertama Ruben Amorim memimpin Rossoneri dalam laga kompetitif.
Milan membawa misi memperbaiki hasil buruk musim lalu. Enam kekalahan dalam 10 pertandingan liga terakhir membuat mereka kehilangan peluang tampil di Liga Champions.
Perubahan pun terjadi di berbagai sektor setelah musim 2025/2026 berakhir. Amorim dipercaya sebagai pelatih anyar, sementara sejumlah perubahan juga dilakukan dalam skuad dan struktur klub.
Torino turut memulai musim dengan wajah baru di kursi pelatih. Ignazio Abate kini mendapat tugas membawa Il Toro berkembang sekaligus memperbaiki masalah pertahanan mereka.
Amorim Mulai Proyek Baru di Milan
Milan sebenarnya sempat menikmati periode positif musim lalu setelah mampu mengalahkan Inter dua kali dalam pertandingan derby. Akan tetapi, momentum tersebut tidak bertahan hingga akhir musim dan Inter akhirnya mengamankan Scudetto.
Performa buruk di penghujung musim membuat Massimiliano Allegri meninggalkan Milan setelah hanya menjalani satu tahun pada periode keduanya. Amorim kemudian ditunjuk untuk memulai proyek baru dengan pendekatan taktik yang berbeda.
Pelatih asal Portugal itu sudah menguji skemanya dalam beberapa laga uji coba. Milan bermain 2-2 melawan Celtic, imbang kontra Inter di Australia, kalah dari Chelsea, kemudian meraih kemenangan atas Manchester United.
Torino Siap Manfaatkan Keunggulan Kandang
Rekor Torino saat menjamu Milan cukup meyakinkan. Mereka hanya dua kali kalah dalam 13 pertemuan kandang terakhir melawan Rossoneri.
Meski demikian, dua kekalahan tersebut memberikan cerita berbeda. Torino pernah dihantam Milan dengan skor 0-7 dan kembali menelan kekalahan pada pertemuan kedua tim Desember lalu.
Performa kandang Torino juga sempat meningkat menjelang akhir musim lalu. Dalam enam laga terakhir di Stadio Olimpico Grande Torino, mereka tidak terkalahkan, mengoleksi 14 poin dan selalu mencetak setidaknya dua gol.
Abate Dituntut Membenahi Pertahanan
Torino menyelesaikan musim lalu di posisi ke-12 Liga Italia. Setelah Roberto D’Aversa meninggalkan klub, Abate ditunjuk untuk melanjutkan pekerjaan sekaligus membangun tim dengan pendekatan baru.
Tugas utama Abate adalah memperbaiki lini belakang Torino. Mereka memiliki catatan pertahanan terburuk kedua di Liga Italia musim lalu sehingga perbaikan sektor tersebut menjadi kebutuhan mendesak.
Persiapan pramusim Torino berjalan cukup baik. Mereka menang atas Burnley, Vado, dan Avellino, kemudian mengalahkan Carrarese untuk melaju ke babak kedua Coppa Italia dan dijadwalkan bertemu Monza.
AC Milan (3-4-2-1): Maignan; De Winter, Gila, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Loftus-Cheek, Saelemaekers; Ramos.
Pelatih: Ruben Amorim.
Prediksi Skor
Milan diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem permainan Amorim. Perubahan besar di dalam tim membuat Rossoneri berpotensi belum mencapai performa terbaik pada pertandingan pertama.
Torino juga belum sepenuhnya terbentuk di bawah arahan Abate. Namun, keuntungan bermain di kandang dapat membuat mereka mampu mengimbangi Milan sepanjang pertandingan.
Dengan mempertimbangkan kondisi kedua tim, laga ini berpeluang berlangsung ketat. Prediksi skor: Torino 1-1 AC Milan.
BolaIndonesia – Real Madrid berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol pada laga pembuka LaLiga 2026/2027 di RCDE Stadium, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi awal manis bagi Jose Mourinho dalam periode keduanya sebagai pelatih Los Blancos.
Jude Bellingham membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-9. Gelandang Inggris tersebut mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan tendangan bebas akurat dari Arda Guler.
Espanyol kemudian menyamakan kedudukan melalui Alex Calatrava pada menit ke-30. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Carlos Espi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90.
Hasil 2-1 tersebut membuat Real Madrid mengawali musim dengan tiga poin penting.
Arda Guler Jadi Kreator Utama Real Madrid
Arda Guler menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga Real Madrid vs Espanyol. Pemain asal Turki tersebut menunjukkan kualitasnya melalui bola mati yang menghasilkan gol pembuka.
Tendangan bebas Guler dikirim dengan akurasi tinggi ke area berbahaya. Bellingham kemudian memanfaatkannya untuk mencetak gol melalui sundulan.
Guler juga beberapa kali mencoba memberikan ancaman dari luar kotak penalti. Pergerakannya membuat lini tengah dan pertahanan Espanyol harus bekerja lebih keras.
Bukan hanya soal assist, Guler juga memperlihatkan keberanian dalam mengambil keputusan ketika mendapatkan ruang. Penampilannya menjadi sinyal positif bagi Mourinho yang sedang membangun pola permainan baru Real Madrid.
Rapor Arda Guler: 8/10
Catatan: Assist, kreativitas tinggi, berbahaya dari bola mati, dan aktif menciptakan peluang.
Jude Bellingham Tampil Efektif
Jika Guler menjadi kreator, maka Jude Bellingham tampil sebagai eksekutor. Pemain Inggris tersebut membuka skor hanya sembilan menit setelah pertandingan dimulai.
Bellingham mampu menemukan ruang di kotak penalti dan menyelesaikan umpan Guler dengan sundulan. Gol tersebut memperlihatkan kembali kemampuannya dalam menyerang dari lini kedua.
Bellingham bahkan hampir mencetak gol keduanya setelah kembali mendapatkan peluang dari situasi bola mati. Namun, sundulannya pada babak kedua masih mampu ditepis Marko Dmitrovic dan membentur mistar gawang.
Performa tersebut membuat Bellingham layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik Real Madrid dalam kemenangan atas Espanyol.
Rapor Jude Bellingham: 8,5/10
Catatan: Mencetak gol pembuka, aktif di lini tengah, kuat dalam duel udara, dan konsisten memberikan ancaman.
Carlos Espi Jadi Pahlawan di Menit Akhir
Nama Carlos Espi menjadi kejutan terbesar dalam laga ini. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-80, Espi hanya membutuhkan sekitar 10 menit untuk memberikan dampak besar.
Pada menit ke-90, Kylian Mbappe berhasil masuk ke area penalti sebelum bola akhirnya jatuh ke kaki Espi. Sang penyerang kemudian mengecoh Dmitrovic dan melepaskan tembakan ke gawang kosong.
Gol tersebut memastikan Real Madrid membawa pulang tiga poin dari markas Espanyol. Espi pun langsung mendapatkan sorotan setelah menjadi penentu kemenangan pada debut kompetitifnya.
Rapor Carlos Espi: 8/10
Catatan: Menit bermain singkat, tetapi mencetak gol kemenangan yang sangat menentukan.
Thibaut Courtois Tetap Jadi Andalan
Di bawah mistar, Thibaut Courtois juga memberikan kontribusi penting. Kiper asal Belgia tersebut beberapa kali harus menghadapi tekanan dari Espanyol.
Courtois mampu menggagalkan peluang tuan rumah sebelum akhirnya kebobolan gol Calatrava pada menit ke-30.
Meski tidak mencatat clean sheet, pengalaman dan ketenangan Courtois tetap menjadi faktor penting bagi pertahanan Real Madrid.
Rapor Thibaut Courtois: 7/10
Catatan: Beberapa penyelamatan penting dan tampil cukup tenang ketika Espanyol meningkatkan tekanan.
Vinicius dan Mbappe Belum Maksimal
Berbeda dengan Guler dan Bellingham, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe belum menunjukkan performa terbaiknya.
Keduanya memang tetap menjadi ancaman bagi pertahanan Espanyol, tetapi ritme permainan belum terlihat maksimal. Kondisi tersebut cukup bisa dipahami mengingat keduanya baru kembali setelah menjalani periode libur pasca-Piala Dunia.
Mbappe tetap memberikan kontribusi penting menjelang gol Espi. Pergerakannya di dalam kotak penalti membuka ruang yang akhirnya dimanfaatkan pemain pengganti Real Madrid tersebut.
Rapor Vinicius Junior: 6,5/10 Rapor Kylian Mbappe: 7/10 Mourinho Membuka Era Kedua dengan Kemenangan
Kemenangan atas Espanyol memiliki arti penting bagi Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut memulai periode keduanya bersama Real Madrid dengan kemenangan dramatis.
Madrid memang belum tampil sempurna. Setelah unggul cepat, mereka kehilangan momentum dan harus menghadapi perlawanan Espanyol.
Namun, perubahan pemain yang dilakukan Mourinho akhirnya membuahkan hasil. Masuknya Espi menjadi salah satu keputusan penting karena sang pemain mampu mencetak gol penentu pada menit ke-90.
Kesimpulan Rapor Pemain Real Madrid
Secara keseluruhan, Real Madrid memperlihatkan karakter juara dengan tidak menyerah hingga menit-menit terakhir. Arda Guler dan Jude Bellingham menjadi dua pemain yang paling bersinar sejak awal pertandingan.
Guler menunjukkan kualitas sebagai kreator, sedangkan Bellingham membuktikan ketajamannya sebagai gelandang yang mampu masuk ke kotak penalti.
Di sisi lain, Carlos Espi tampil sebagai pembeda dengan gol dramatis pada menit ke-90. Kemenangan 2-1 atas Espanyol akhirnya memberikan modal penting bagi Mourinho untuk memulai proyek barunya di Santiago Bernabeu.
Real Madrid kini memiliki alasan untuk optimistis. Jika kombinasi Guler, Bellingham, Mbappe, Vinicius, dan para pemain muda mampu berkembang bersama, Los Blancos berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan LaLiga musim ini.
BOLADONESIA – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, sama sekali tidak khawatir dengan rumor ketertarikan Arsenal terhadap Kenan Yildiz. Spalletti menegaskan Yildiz tetap menjadi bagian penting dari proyek Bianconeri.
Rumor mengenai ketertarikan Arsenal terhadap Yildiz memang kembali mencuat menjelang bergulirnya Serie A 2026-27. Bahkan, terdapat kabar bahwa klub asal London tersebut siap menggelontorkan dana hingga 100 juta euro untuk mendapatkan tanda tangan Yildiz.
“Saya sangat tenang karena bagi saya berurusan dengan Yildiz itu mudah. Mereka bisa menawarkan apa pun yang mereka mau, tetapi saya ingin Yildiz di sini dan akan selalu memainkannya,” ujar Spalletti dilansir IDNEWS dari laman Tuttomercatoweb.
“Dia sosok yang sempurna untuk diajak berbicara, dia dewasa dan tahu bahwa dia tidak perlu terburu-buru melakukan apa pun,” imbuh Spalletti.
Masa Depan Kenan Yildiz Berada di Juventus
Spalletti menilai Yildiz merupakan sosok sangat penting untuk masa depan Bianconeri. Besarnya tawaran dari klub lain bukan alasan bagi Bianconeri untuk mempertimbangkan melepas pemain berusia 21 tahun tersebut.
“Masanya di masa depan sudah penting dengan bertahan di Juventus, bukan karena ada klub lain yang ingin mengeluarkan 100 juta euro untuknya.”
“Kami semua yakin bisa menunjukkan potensi Kenan secara keseluruhan. Dia adalah calon fenomena dalam sepak bola. Para suporter juga yakin akan hal itu,” tuntas Spalletti.
Bianconeri membuka petualangannya di musim 2026-27 dengan laga tandang melawan Frosinone. Partai tersebut rencananya mentas pada Minggu (24/8) malam WIB.
Juventus akan memulai perjalanan mereka di Serie A 2026/2027 dengan laga tandang. Mereka akan mengunjungi markas tim promosi, Frosinone pada hari Minggu (23/8/2026) dengan tekad bulat untuk meraih tiga poin perdana di musim ini.
Pertandingan ini mempertemukan dua pendekatan yang cukup kontras. Frosinone kemungkinan mengandalkan intensitas, permainan wing-back, serta transisi cepat, sedangkan Juventus akan berusaha mengontrol laga melalui penguasaan bola dan kualitas teknis di lini tengah.
Secara historis, Juventus memiliki modal kuat saat menghadapi Frosinone. Setelah bermain imbang pada pertemuan pertama pada 2015, Bianconeri memenangi lima pertemuan Serie A berikutnya secara beruntun. Dalam lima kemenangan tersebut, Juventus selalu mencetak sedikitnya dua gol.
Juventus tetap perlu memperhatikan kondisi skuad. Federico Gatti diragukan tampil setelah mengalami masalah pada pergelangan kaki, sementara Jeff Ekhator dipastikan absen karena cedera. Jika mampu mengontrol transisi negatif dan mematahkan serangan balik Frosinone, Juventus memiliki peluang besar untuk mengawali musim dengan hasil positif.
Frosinone diperkirakan mengandalkan keunggulan bermain di kandang untuk memberikan tekanan kepada Juventus. Pelatih Massimiliano Alvini menyiapkan formasi 3-4-1-2 dengan mengandalkan energi para wing-back serta kreativitas Romano Schmid yang beroperasi di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Lorenzo Palmisani akan mengawal gawang, dengan Calvani, Monterisi, dan Bracaglia membentuk tiga bek di depannya. Oyono dan Terzic akan bertugas sebagai wing-back, sementara Masini dan Calo menjadi jangkar di lini tengah.
Pertarungan di area tengah lapangan berpotensi menjadi salah satu kunci pertandingan. Masini dan Calo harus bekerja ekstra keras untuk menghadapi kualitas teknis Juventus sekaligus menjaga keseimbangan tim saat menyerang maupun bertahan. Schmid akan mendapat peran penting sebagai trequartista untuk menghubungkan lini tengah dengan duet penyerang, Raimondo dan Ghedjemis.
Kecepatan kedua penyerang tersebut juga bisa menjadi senjata Frosinone dalam serangan balik. Juventus harus mampu menjaga struktur tetap kompak ketika kehilangan bola agar tidak memberikan ruang bagi Raimondo dan Ghedjemis untuk mengeksploitasi area di belakang pertahanan.
Di sisi lain, Juventus diprediksi menggunakan formasi 4-2-3-1. Guglielmo Vicario menjadi kandidat utama di bawah mistar, dengan Kalulu, Bremer, Kelly, dan Cambiaso membentuk kuartet pertahanan.
Manuel Locatelli dan Douglas Luiz akan menjadi double pivot yang bertugas mengatur tempo sekaligus menjaga keseimbangan permainan. Juventus kemungkinan berusaha mendominasi penguasaan bola dan membangun serangan dari area dalam melalui kedua gelandang tersebut.
Ancaman utama Juventus datang dari lini serang. Francisco Conceicao dan Kenan Yildiz akan memberikan lebar permainan dari sisi sayap, sementara McKennie beroperasi di belakang Randal Kolo Muani. Pergerakan dari kedua sayap diharapkan mampu meregangkan blok pertahanan tiga bek milik Frosinone.
Kolo Muani menjadi ujung tombak utama Juventus. Penyerang asal Prancis tersebut akan berusaha memanfaatkan ruang yang tercipta dari pergerakan Conceição dan Yildiz, sekaligus menjadi target utama ketika Juventus membangun serangan melalui sisi lapangan.
Juventus bertekad untuk mengawal musim 2026/2027 dengan kemenangan. Itulah mengapa mereka bertekad untuk meraih tiga poin di kandang tim promosi, Frosinone di akhir pekan ini.
Performa Juventus selama pra musim cukup meyakinkan, di mana mereka mengalahkan beberapa tim top Italia dan Eropa. Mereka juga selalu menang dalam enam perjumpaan terakhir melawan Frosinone, sehingga mereka seharusnya tidak mengalami kesulitan berarti di pertandingan ini.