23 Oktober 2026

Bulan: Agustus 2026

Inter Milan Siapkan Duet Lautaro-Esposito

BolaIndonesia – Inter Milan mulai mematangkan persiapan menuju Serie A 2026/2027. Jelang kompetisi Liga Italia bergulir, perhatian mulai tertuju pada komposisi lini depan Nerazzurri di bawah arahan Cristian Chivu. Salah satu opsi menarik yang muncul adalah duet Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito.

Inter akan memulai perjalanan mempertahankan gelar Serie A dengan menghadapi Monza pada 23 Agustus 2026. Jadwal tersebut membuat persiapan skuad semakin memasuki tahap akhir.

Lautaro Martinez Tetap Jadi Andalan Inter Milan

Lautaro Martinez masih menjadi salah satu pemain terpenting dalam proyek Inter Milan. Kapten Nerazzurri tersebut memiliki pengalaman, kemampuan mencetak gol, serta pergerakan yang sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Chivu.

Setelah menjalani agenda internasional, Lautaro menjadi salah satu pemain yang dinantikan kembali ke skuad. Sebelumnya, ia bersama sejumlah pemain lain yang tampil di Piala Dunia mendapatkan waktu istirahat lebih panjang.

Kehadiran Lautaro tentu memberikan dimensi berbeda bagi lini serang Inter. Penyerang Argentina itu bisa bermain sebagai ujung tombak maupun bergerak lebih bebas untuk membuka ruang bagi rekannya.

Pio Esposito Makin Siap Jadi Partner Lautaro

Nama Pio Esposito menjadi salah satu sorotan terbesar dalam persiapan Inter Milan. Penyerang muda Italia tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan kesempatan lebih besar bersama tim utama.

Dalam laga pramusim melawan SV Aasen, Esposito tampil luar biasa dengan mencetak lima gol ketika Inter menang telak 16-0. Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa sang penyerang siap mengambil peran lebih besar pada musim baru.

Performa tersebut juga memperkuat keyakinan bahwa Esposito bukan lagi sekadar pelapis. Ia mulai dipandang sebagai bagian penting dari rencana jangka panjang Inter.

Duet Martinez-Esposito Bisa Jadi Senjata Baru

Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito menawarkan karakter yang berbeda. Lautaro memiliki pengalaman dan kemampuan bermain di antara lini, sementara Esposito memberikan kekuatan fisik serta ancaman di area kotak penalti.

Kombinasi tersebut berpotensi membuat serangan Inter lebih fleksibel. Lautaro dapat turun menjemput bola dan membuka ruang, sedangkan Esposito bisa memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.

Namun, keputusan mengenai duet utama tetap berada di tangan Chivu. Inter juga masih memiliki Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny sehingga persaingan di lini depan diprediksi berlangsung ketat.

Chivu Punya Banyak Pilihan di Lini Depan

Chivu memasuki musim baru dengan skuad yang memiliki kedalaman cukup baik. Pio Esposito bahkan mendapatkan perhatian khusus selama pemusatan latihan karena absennya sejumlah penyerang utama pada awal pramusim.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Esposito untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan para pemain senior. Setelah musim sebelumnya membantu Inter meraih gelar, ekspektasi terhadap performanya kini semakin tinggi.

Pemain berusia muda itu juga sebelumnya menyambut kembalinya Lautaro dengan antusias. Ia menegaskan bahwa dirinya menantikan kehadiran sang kapten untuk kembali bergabung dengan tim.

Inter Milan Siap Mempertahankan Scudetto

Inter Milan memasuki musim 2026/2027 sebagai juara bertahan Serie A. Karena itu, tekanan untuk kembali menjadi juara tentu semakin besar.

Laga pembuka melawan Monza akan menjadi kesempatan pertama Chivu menguji komposisi terbaiknya dalam pertandingan resmi. Jika duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito benar-benar dimainkan, kombinasi tersebut bisa menjadi salah satu hal menarik yang dinantikan penggemar Nerazzurri.

Dengan pengalaman Lautaro dan perkembangan pesat Esposito, Inter memiliki dua penyerang dengan karakter berbeda. Jika keduanya mampu membangun chemistry dengan cepat, lini depan Nerazzurri berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama dalam perburuan Scudetto.

Jelang Liga Italia bergulir, Inter Milan tidak hanya menyiapkan strategi untuk mempertahankan gelar. Nerazzurri juga sedang membangun kombinasi baru di lini depan. Duet Lautaro Martinez dan Pio Esposito kini menjadi salah satu opsi yang menarik untuk dinantikan.

KLIKBETS – PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

BOLADONESIA – Inter Milan akhirnya berhasil menemukan pengganti Denzel Dumfries. Pemain itu adalah Djed Spence dari Tottenham.

Sejak Dumfries dijual ke Real Madrid pada awal bursa transfer, Inter kesulitan mencari penggantinya. Awalnya mereka mengincar Marco Palestra, tapi negosiasi dibajak oleh Chelsea.

Lalu I Nerazzurri merekrut Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise, tapi sang pemain gagal tes medis dari CONI. Seminggu sebelum Serie A dimulai, Inter akhirnya berhasil mendapatkan wingback kanan baru, Djed Spence.

Menurut beberapa laporan, Inter merekrut pemain timnas Inggris itu dengan biaya sebesar 35 juta euro sudah termasuk bonus dan dia mendapatkan kontrak sampai 2031 dengan gaji sebesar 2,5 juta euro.

Spence bukan pemain timnas Inggris pertama yang Inter rekrut musim panas ini. Sebelumnya mereka sudah merekrut John Stones dari Man City.

Djed Spence: Ini Langkah Besar Dalam Karier Saya

Setelah sempat berkali-kali dipinjamkan ke Tottenham, Spence akhirnya berhasil mendapatkan tempat utama pada dua musim terakhirnya, dan performanya bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2026 diyakini membuat Inter terpincut untuk merekrutnya.

“Ini adalah klub besar dan langkah besar bagi saya dan keluarga saya. Saya sangat senang berada di sini dan saya siap untuk memulai,” kata Spence seperti dilansir IDNEWS dari Football Italia.

“Saya benar-benar tertarik oleh sejarahnya. Anda hanya perlu melihat ke belakang, ke semua trofi itu. Ini benar-benar klub yang luar biasa.”

Idnews.top – AC Milan meraih kemenangan 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Rossoneri setelah dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul lewat Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian membalikkan keadaan melalui Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena Ruben Amorim sukses mengalahkan klub yang pernah dilatihnya. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan pertandingan tersebut tidak memiliki makna emosional khusus.

Amorim juga mengingatkan Milan agar tidak terlena dengan hasil pramusim. Fokusnya kini beralih ke pertandingan kompetitif melawan Torino.

Amorim Nilai Kemenangan Belum Krusial

Amorim mengakui kemenangan atas Manchester United memberikan perasaan positif, terutama karena Milan tampil baik. Namun, ia menilai laga melawan Torino akan jauh berbeda karena merupakan pertandingan kompetitif.

“Tentu saja, namun hasil hari ini tidaklah krusial, karena yang terpenting adalah meraih kemenangan pada hari Minggu melawan Torino, pertandingan yang akan sangat berbeda dibandingkan hari ini. Hari ini kami memiliki lebih banyak ruang untuk bermain,” ucap Amorim kepada Sky Sports.

Menurut Amorim, perbedaan suasana pertandingan juga terasa ketika tim meraih kemenangan dengan permainan yang bagus. Karena itu, performa Milan tetap menjadi sisi positif yang patut diperhatikan dari laga tersebut.

“Jadi, situasinya akan berbeda. Namun, jelas ada perbedaan besar dalam perasaan tim saat menang biasa dibandingkan saat menang dengan permainan yang bagus,” sambung pria asal Portugal.

Tak Ada Sentimen Khusus Lawan Mantan Klub

Amorim mengaku tidak merasakan emosi khusus ketika menghadapi Manchester United. Baginya, status sebagai mantan pelatih MU tidak lagi memengaruhi fokusnya sejak bergabung dengan Milan.

“Tidak. Bagi saya, ini adalah pertandingan biasa. Sejak saya bergabung dengan Milan, saya tidak lagi memiliki ikatan emosional khusus dengan Manchester United,” kata Amorim.

Ia tetap bangga pernah menjadi bagian dari Manchester United dan mengaku masih mencintai klub tersebut. Namun, Amorim menegaskan dirinya kini bahagia di Milan dan ingin sepenuhnya melanjutkan kiprahnya bersama Rossoneri.

“Saya bangga pernah berada di Manchester United dan masih mencintai klub itu, namun setelah bergabung dengan Milan, saya tidak menyimpan perasaan negatif apa pun karena saya sangat bahagia; saya berada di tempat yang saya inginkan. Saya hanya ingin melanjutkan kiprah saya di sini,” sambungnya.

LARISBOLA – AC Milan meraih kemenangan pertama di pramusim dengan menundukkan Manchester United 4-2 di Tarczynski Arena, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Hasil ini menjadi modal positif setelah sebelumnya dua kali imbang dan sekali kalah.

MU sempat unggul melalui Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Milan kemudian bangkit lewat Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.

Respons Milan menjadi sorotan karena mereka tetap memainkan pendekatan agresif meski dua kali tertinggal. Hasilnya, Rossoneri mampu mengambil alih pertandingan dan mencetak empat gol.

Laga ini juga memberi sejumlah gambaran mengenai perkembangan Milan bersama Ruben Amorim. Setidaknya ada empat pelajaran penting yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

Chukwueze Efektif dari Sisi Lapangan

Samuel Chukwueze menjadi salah satu pemain terbaik Milan dengan satu gol dan dua assist. Ia tampil efektif ketika bergerak dari sisi lapangan menuju area tengah.

Performa tersebut menunjukkan bahwa Chukwueze belum tentu harus dimainkan sebagai nomor 10. Keunggulannya justru terlihat ketika memiliki ruang dari area sayap.

Pergerakannya berkontribusi pada gol Cisse dan assist untuk Ramos. Peran sebagai wing-back menyerang pun bisa menjadi opsi menarik bagi Amorim.

Jika konsisten, Chukwueze berpeluang menjadi senjata penting Milan musim ini. Performa melawan MU menjadi bukti awal potensi tersebut.

Goncalo Ramos Tunjukkan Kualitas Penyerang

Goncalo Ramos menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang baru Milan. Ia mencetak gol dan terlibat dalam proses terciptanya gol lainnya.

Pada gol pertama, Ramos memilih memberikan bola kepada Chukwueze meski memiliki peluang untuk menembak. Keputusan tersebut memperlihatkan visi bermain yang baik.

Gol keduanya lahir melalui pergerakan dan penyelesaian yang matang di kotak penalti. Ramos menunjukkan karakter penyerang nomor 9 yang mampu memanfaatkan peluang.

Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi lini depan Milan. Jika konsisten, Ramos bisa menjadi salah satu pemain penting dalam skema Amorim.

Sistem Amorim Mulai Berbuah

Ruben Amorim akhirnya membawa Milan meraih kemenangan pada pramusim. Timnya tetap menjalankan pendekatan agresif meski sempat dua kali tertinggal.

Masalah masih terlihat di lini belakang, seperti saat menghadapi Chelsea. Namun, Amorim belum memiliki komposisi pertahanan yang sepenuhnya ideal.

Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, sistem tersebut masih bisa berkembang. Kemenangan atas MU menjadi sinyal awal bahwa Milan mulai menemukan ritme permainan yang diinginkan Amorim.

Jashari Bisa Jadi Motor Pressing

Ardon Jashari tampil agresif dalam melakukan pressing sekaligus cukup baik dalam distribusi bola. Karakter tersebut sesuai dengan tuntutan permainan Amorim.

Ia terlibat dalam proses perebutan bola yang kemudian membantu terciptanya peluang Milan. Jashari juga ikut berperan dalam rangkaian gol penyama kedudukan.

Kemampuannya menekan lawan membuat Jashari berpotensi menjadi pemain penting di lini tengah. Ia menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya saat Milan menguasai bola.

Jika mampu mempertahankan intensitas tersebut, Jashari dapat menjadi salah satu motor permainan Milan. Laga melawan MU memberikan indikasi positif mengenai kecocokannya dengan sistem Amorim.

Inter Milan 1-0 Betis: Debut Manis John Stones

BolaIndonesia – Inter Milan meraih kemenangan tipis 1-0 atas Real Betis dalam laga persahabatan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. John Stones menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-82 sekaligus menandai debut manisnya bersama Nerazzurri.

Inter Milan Dominan Sejak Awal Pertandingan

Inter Milan langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak pertandingan dimulai. Tim asuhan Cristian Chivu berusaha menguasai lini tengah dan membuat Real Betis kesulitan mengembangkan permainan dari belakang.

Nicolò Barella menjadi salah satu pemain yang aktif mengatur tempo permainan. Sementara itu, Inter juga mengandalkan kecepatan dan kreativitas dari sektor sayap untuk membuka pertahanan Betis.

Real Betis sendiri mencoba bermain lebih sabar. Manuel Pellegrini menurunkan komposisi yang cukup serius sebagai persiapan menghadapi musim baru. Namun, permainan agresif Inter membuat Betis tidak banyak mendapatkan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya.

John Stones Jalani Debut Bersama Inter

Perhatian terbesar tentu tertuju kepada John Stones. Bek asal Inggris tersebut mendapatkan kesempatan menjalani debut setelah resmi bergabung dengan Inter pada musim panas ini.

Kehadiran Stones memberikan opsi tambahan bagi lini belakang Inter. Tidak hanya kuat dalam duel bertahan, sang pemain juga dikenal memiliki kemampuan memainkan bola dari lini belakang.

Debut tersebut akhirnya menjadi semakin istimewa karena Stones tidak sekadar tampil solid. Ia justru menjadi pemain yang menentukan hasil pertandingan.

Stones Cetak Gol Penentu Menit ke-82

Pertandingan berjalan cukup ketat hingga memasuki fase akhir. Inter terus mencoba mencari celah di pertahanan Betis, tetapi gol yang ditunggu baru tercipta pada menit ke-82.

John Stones muncul sebagai pembeda. Ia berhasil mencetak gol untuk membawa Inter Milan unggul 1-0 atas Real Betis. Gol tersebut lahir dari situasi bola mati yang dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Inter.

Gol itu sekaligus membuat debut Stones bersama Inter terasa sempurna. Sang bek langsung memberikan kontribusi nyata pada pertandingan pertamanya dengan seragam biru-hitam.

Real Betis Gagal Membalas

Setelah tertinggal, Real Betis berusaha meningkatkan tekanan. Pellegrini melakukan sejumlah perubahan untuk mencari energi baru di lini depan.

Isco termasuk pemain yang masuk pada babak kedua. Beberapa pemain lain juga mendapatkan kesempatan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Namun, Inter mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Pertahanan Nerazzurri tampil disiplin dan tidak memberikan kesempatan besar kepada Betis untuk mencetak gol penyeimbang. Dengan demikian, pertandingan berakhir dengan skor Inter Milan 1-0 Real Betis.

Kemenangan Penting Jelang Musim Baru

Meskipun hanya berstatus laga persahabatan, kemenangan ini memberikan modal positif bagi Inter Milan menjelang kompetisi resmi.

Selain mendapatkan hasil positif, Inter juga memperoleh gambaran mengenai kesiapan para pemainnya. Debut John Stones menjadi salah satu sorotan utama karena pemain baru tersebut langsung mampu memberikan pengaruh.

Bagi Stones, gol tersebut tentu menjadi awal yang sangat menjanjikan. Ia datang dengan pengalaman besar dari sepak bola Inggris dan kini memiliki tantangan baru di Italia.

Inter pun bisa berharap Stones menjadi salah satu bagian penting dari skuad mereka pada musim kompetitif mendatang.

Hasil Akhir Inter Milan Vs Real Betis

Inter Milan 1-0 Real Betis

Pencetak gol:

  • John Stones – 82′

Kemenangan tipis tersebut menutup laga dengan catatan positif bagi Inter. John Stones menjadi nama yang paling banyak dibicarakan setelah mencetak gol kemenangan dalam debutnya.

Jika performa tersebut dapat dilanjutkan pada pertandingan resmi, Stones berpotensi menjadi tambahan penting bagi skuad Inter Milan musim ini.

Timnas Indonesia belum lama ini tersingkir dari persaingan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda harus merelakan tiket semifinal diraih juara bertahan, Vietnam, serta tim kuda hitam, Singapura.

Penampilan Timnas Indonesia menuai sorotan setelah meraih dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.

Perhatian juga mengarah ke John Herdman, pelatih yang sudah menangani tim Merah-Putih sejak awal tahun ini.

John Herdman kali pertama ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 3 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pelatih berusia 51 tahun itu sudah memimpin delapan pertandingan.

Dimulai dari pertandingan pertama sekaligus menjadi debutnya menangani skuad Garuda, saat menghadapi St. Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 27 Maret 2026.

Hasilnya, Timnas Indonesia menang besar 4-0 atas tim asal zona Concafaf tersebut.

Tiga hari setelah kemenangan itu, Skuad Garuda kembali bermain, kali ini melawan Bulgaria. Hasil, Indonesia kalah 0-1.

Laju Impresif

Bergeser ke bulan Juni, performa Timnas Indonesia cukup menjanjikan. Skuad Garuda mencatatkan dua kemenangan dalam dua pertandingan bertajuk FIFA Matchday periode Juni 2026.

Timnas Indonesia membekuk Oman tiga gol tanpa balas di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sentuhan dingin John Herdman berlanjut dengan kemenangan 1-0 atas Mozambik, empat hari kemudian.

Kiprah John Herdman menangani Timnas Indonesia kemudian diuji dalam persaingan di Piala AFF 2026 yang dimulai akhir Juli kemarin.

Indonesia mengawalinya dengan baik, dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor.

Dilanjutkan dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga kedua, untuk menghidupkan kans lolos ke babak gugur Piala AFF 2026.

Berujung Gagal

Dua kemenangan awal di fase grup, tak berlanjut pada dua laga terakhir saat berjumpa Vietnam dan Singapura.

Pasukan John Herdman terkena tamparan keras tatkala dipermalukan Vietnam 0-3 di hadapan pendukung sendiri, di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).

Kekalahan itu cukup mencoreng Timnas Indonesia, padahal, sebenarnya Indonesia mulai dominan atas Vietnam sejak kemenangan fantastis 3-0 di Hanoi pada 2024 saat diarsiteki Shin Tae-yong.

Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga terakhir memastikan langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Dengan demikian, John Herdman telah memimpin Timnas Indonesia meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah.

Tim Merah-Putih mencetak 17 gol dan kemasukan enam gol. Selain itu John Herdman mempersembahkan rata-rata dua poin per pertandingan.

Tatap Ajang Berikutnya

Saat kegagalan di Piala AFF 2026, John Herdman menyoroti kerja keras yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia sepanjang turnamen. Menurut arsitek tim asal Inggris itu, Thom Haye dkk. telah bermain habis-habisan di atas lapangan.

“Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan,” kata Herdman setelah laga di Singapura.

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 tidak membuat John Herdman kehilangan optimisme.

Kini ia membidik FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September hingga Oktober.

“FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.

“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tegas Herdman.

BOLADONESIA – Bayern Munich mendapat masalah jelang dimulainya musim 2026-27. Bek kanan andalan mereka, Konrad Laimer mengalami cedera ketika tampil pada partai uji coba melawan RB Leipzig di Allianz Arena, Sabtu (15/8).

Laimer dipercaya tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut. Namun, Laimer hanya mampu bermain selama 10 menit dan terpaksa ditarik keluar karena cedera setelah terlibat duel perebutan bola.

“Konny mengalami benturan di menit-menit awal, dan kakinya langsung membengkak. Itulah mengapa kami menariknya keluar sebagai langkah pencegahan,” ujar Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, kepada Bild.

“Kondisinya sudah sampai pada titik di mana dia tidak bisa berjalan lagi dan harus dibantu. Dia tidak bisa bergerak dengan bebas. Hari ini saya benar-benar belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihannya,” sambung Eberl.

Cedera Konrad Laimer Berpotensi Ubah Rencana Bayern

Apabila Laimer dinyatakan mengalami cedera serius, maka Bayern berpotensi mengubah strateginya di sisa bursa transfer musim panas 2026. Die Roten berpeluang mempertahankan Sacha Boey jika Laimer harus menepi cukup lama.

Boey sebenarnya masuk ke dalam daftar jual Bayern di bursa transfer musim panas 2026. Akan tetapi, sejauh ini belum ada tim yang menunjukkan ketertarikannya terhadap bek kanan asal Prancis itu.

Boey bukanlah satu-satunya opsi untuk menggantikan Laimer di sisi kanan pertahanan Bayern. Die Roten juga masih punya Josip Stanisic yang telah menjadi pelapis Laimer semenjak musim 2025-26 lalu.

Stanisic tidak masuk skuad pada laga uji coba melawan RB Leipzig. Pemain keturunan Kroasia itu terpaksa absen karena sedang tidak berada dalam kondisi prima.

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

LARISBOLA – Gabriel Martinelli dikabarkan menolak peluang bergabung dengan Galatasaray meski klub Turki tersebut mengajukan tawaran 45 juta euro kepada Arsenal. Kubu pemain telah menyampaikan bahwa winger asal Brasil itu tidak ingin pindah ke Turki pada tahap kariernya saat ini.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Galatasaray menjadikan Martinelli sebagai salah satu target utama mereka. Juara Turki itu kemudian mengajukan tawaran resmi senilai 45 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Martinelli masih memiliki kontrak bersama Arsenal hingga 2027, dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Sikap sang pemain membuat Arsenal tidak dapat langsung menerima tawaran tersebut tanpa persetujuan dari pihak Martinelli.

Arsenal sendiri tidak sepenuhnya menutup kemungkinan menjual Martinelli pada musim panas ini. Namun, pemain tersebut dikabarkan hanya akan mempertimbangkan kepindahan jika ada klub dari liga top Eropa yang sesuai dengan keinginannya.

Martinelli Tidak Tertarik Gabung Galatasaray

Galatasaray sudah melakukan pendekatan resmi kepada Arsenal untuk mendapatkan Martinelli. Tawaran 45 juta euro menjadi bukti keseriusan klub Turki tersebut dalam mengejar sang winger.

Meski demikian, keinginan Galatasaray terbentur sikap Martinelli. Perwakilan pemain disebut telah memberitahu Arsenal bahwa Martinelli tidak memiliki rencana untuk melanjutkan karier di Turki.

Martinelli juga tidak sedang memaksa Arsenal untuk melepasnya. Ia masih terbuka bertahan di Emirates Stadium, tetapi peluang pindah ke liga top Eropa lainnya dapat dipertimbangkan jika tujuan tersebut sesuai dengan keinginannya.