23 Oktober 2026

Bulan: Agustus 2026

Idnews.top – Bekuk Manchester City di Community Shield, Performa Arsenal Mendekati Sempurna

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, puas dengan penampilan timnya dalam laga Community Shield baru-baru ini. Ia menilai pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi The Gunners untuk menunjukkan mentalitas setelah apa yang mereka lalui pada musim sebelumnya.

Selaku juara bertahan Premier League, Arsenal ikut serta dalam laga bertajuk Community Shield. Mereka berhadapan dengan juara FA Cup musim lalu, Manchester City.

Pertandingan yang seharusnya digelar di Wembley Stadium ini berlangsung satu arah. Arsenal tampil dominan sejak awal dan mampu memenangkan laga dengan skor akhir 3-0.

Calafiori mengaku senang dengan kemenangan yang diraih Arsenal di laga ini. “Ini pertandingan yang sangat penting dan juga menjadi ujian penting bagi kami. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mentalitas kami setelah musim lalu,” ujar Calafiori kepada TNT Sports.

Calafiori turut mencetak gol cepat yang membantu Arsenal mengawali pertandingan dengan positif. Pemain asal Italia itu mengakui gol tersebut memberikan keuntungan besar bagi tim.

“Menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol sedini itu, hal tersebut sangat membantu tim,” katanya.

Secara keseluruhan, Calafiori menilai performa Arsenal sudah mendekati sempurna. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi The Gunners untuk menghadapi musim yang panjang.

“Performa seperti ini sudah mendekati kesempurnaan,” tegas Calafiori.

Berikan Kredit untuk 2 Pemain Arsenal

Calafiori juga memberikan kredit kepada Myles Lewis-Skelly atas assist yang mengantarkannya mencetak gol. Ia menilai umpan tersebut sangat sempurna.

“Saya selalu berusaha memberikan solusi kepada rekan-rekan setim. Umpannya luar biasa. Myles memberikan saya bola yang sempurna. Ini 70 persen jasanya dan 30 persen saya,” ujar Calafiori.

Ia juga memberikan pujian kepada Christos Tzolis yang menurutnya menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam pertandingan tersebut.

“Christos adalah salah satu pemain terbaik di lapangan hari ini,” lanjutnya.

Trofi ke-18

Dengan kemenangan atas Manchester City itu, Arsenal kini telah mengoleksi total 18 trofi Community Shield.

Mereka kini jadi tim kedua dengan trofi terbanyak di ajang tersebut, hanya kalah dari Manchester United yang memiliki 21 trofi juara.

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, puas dengan penampilan timnya dalam laga Community Shield baru-baru ini. Ia menilai pertandingan tersebut menjadi ujian penting bagi The Gunners untuk menunjukkan mentalitas setelah apa yang mereka lalui pada musim sebelumnya.

Selaku juara bertahan Premier League, Arsenal ikut serta dalam laga bertajuk Community Shield. Mereka berhadapan dengan juara FA Cup musim lalu, Manchester City.

Pertandingan yang seharusnya digelar di Wembley Stadium ini berlangsung satu arah. Arsenal tampil dominan sejak awal dan mampu memenangkan laga dengan skor akhir 3-0.

Calafiori mengaku senang dengan kemenangan yang diraih Arsenal di laga ini. “Ini pertandingan yang sangat penting dan juga menjadi ujian penting bagi kami. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan mentalitas kami setelah musim lalu,” ujar Calafiori kepada TNT Sports.

Calafiori turut mencetak gol cepat yang membantu Arsenal mengawali pertandingan dengan positif. Pemain asal Italia itu mengakui gol tersebut memberikan keuntungan besar bagi tim.

“Menakjubkan. Ketika Anda mencetak gol sedini itu, hal tersebut sangat membantu tim,” katanya.

Secara keseluruhan, Calafiori menilai performa Arsenal sudah mendekati sempurna. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi The Gunners untuk menghadapi musim yang panjang.

“Performa seperti ini sudah mendekati kesempurnaan,” tegas Calafiori.

Berikan Kredit untuk 2 Pemain Arsenal

Calafiori juga memberikan kredit kepada Myles Lewis-Skelly atas assist yang mengantarkannya mencetak gol. Ia menilai umpan tersebut sangat sempurna.

“Saya selalu berusaha memberikan solusi kepada rekan-rekan setim. Umpannya luar biasa. Myles memberikan saya bola yang sempurna. Ini 70 persen jasanya dan 30 persen saya,” ujar Calafiori.

Ia juga memberikan pujian kepada Christos Tzolis yang menurutnya menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam pertandingan tersebut.

“Christos adalah salah satu pemain terbaik di lapangan hari ini,” lanjutnya.

Trofi ke-18

Dengan kemenangan atas Manchester City itu, Arsenal kini telah mengoleksi total 18 trofi Community Shield.

Mereka kini jadi tim kedua dengan trofi terbanyak di ajang tersebut, hanya kalah dari Manchester United yang memiliki 21 trofi juara.

Arsenal Juara, Calafiori Pecahkan Rekor Community Shield

BolaIndonesia – Arsenal resmi menjadi juara Community Shield 2026 setelah mengalahkan Manchester City dengan skor telak 3-0. Pertandingan yang berlangsung di Principality Stadium, Cardiff, pada Minggu, 16 Agustus 2026, menjadi panggung istimewa bagi Riccardo Calafiori.

Bek Arsenal itu mencetak gol pembuka hanya dalam hitungan detik setelah pertandingan dimulai. Gol cepat tersebut sekaligus mengantarkan Calafiori mencatat sejarah baru dalam ajang Community Shield.

Calafiori Cetak Gol Tercepat dalam Sejarah Community Shield

Arsenal langsung memberikan kejutan sejak peluit awal. Riccardo Calafiori menemukan ruang dan menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa The Gunners unggul.

Gol tersebut tercipta sekitar 23 detik setelah kick-off. Catatan itu membuat Calafiori mencetak gol tercepat dalam sejarah Community Shield, sekaligus menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam pertandingan pembuka musim Inggris.

Myles Lewis-Skelly berperan penting dalam proses terciptanya gol tersebut. Umpannya membuka ruang bagi Calafiori yang kemudian menuntaskan peluang di depan gawang Manchester City.

Gol cepat itu membuat Arsenal semakin percaya diri. Sebaliknya, Manchester City harus bekerja keras untuk menemukan ritme permainan.

Arsenal Dominan, Manchester City Kesulitan Bangkit

Setelah unggul cepat, Arsenal tidak mengendurkan tekanan. Mikel Arteta meminta anak asuhnya tetap agresif dan menjaga intensitas permainan.

Hasilnya terlihat pada menit ke-28. Kai Havertz berhasil menggandakan keunggulan Arsenal melalui sundulan yang membuat skor berubah menjadi 2-0.

Manchester City mencoba memberikan respons, tetapi Arsenal tampil lebih efektif dalam menguasai pertandingan. Pertahanan The Gunners juga mampu membatasi ruang gerak para pemain City.

Kiper David Raya turut memberikan kontribusi penting. Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Martin Ødegaard Sempurnakan Kemenangan Arsenal

Memasuki babak kedua, Arsenal kembali memberikan tekanan. Hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai kembali, Martin Ødegaard mencetak gol ketiga.

Kapten Arsenal tersebut memanfaatkan peluang dengan sangat baik dan membuat Manchester City semakin sulit mengejar ketertinggalan. Arsenal akhirnya menang 3-0 dan memastikan trofi Community Shield 2026.

Christos Tzolis juga menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Pemain Arsenal tersebut terlibat dalam terciptanya sejumlah peluang penting dan mencatat dua assist dalam kemenangan besar tersebut.

Arteta Berhasil Buka Musim dengan Trofi

Kemenangan atas Manchester City menjadi awal yang sangat positif bagi Mikel Arteta. Arsenal membuka musim 2026/2027 dengan trofi dan menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi persaingan panjang di Premier League.

Arteta juga menegaskan pentingnya mempertahankan standar permainan setelah kemenangan tersebut. Arsenal kini memiliki kepercayaan diri besar untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Sementara itu, pertandingan tersebut menjadi debut kompetitif yang sulit bagi Enzo Maresca sebagai pelatih Manchester City. City harus segera melakukan evaluasi sebelum menjalani pertandingan Premier League.

Arsenal Kirim Sinyal Kuat untuk Musim 2026/2027

Trofi Community Shield 2026 bukan hanya kemenangan biasa bagi Arsenal. Hasil 3-0 atas Manchester City menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad The Gunners.

Calafiori menjadi pusat perhatian setelah mencetak rekor gol tercepat. Havertz dan Ødegaard kemudian melengkapi pesta Arsenal di Cardiff.

Dengan kemenangan ini, Arsenal mengirim pesan kuat kepada para rivalnya bahwa mereka siap kembali bersaing untuk berbagai trofi pada musim 2026/2027.

Arsenal juara Community Shield 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City. Riccardo Calafiori menjadi bintang utama setelah memecahkan rekor gol tercepat dalam sejarah kompetisi, sementara Kai Havertz dan Martin Ødegaard memastikan pesta The Gunners semakin sempurna.

Emiliano Martinez Batal ke Juventus, Incar Kiper Tottenham

BolaIndonesia – Juventus akhirnya mengambil keputusan tegas dalam saga transfer Emiliano Martinez. Klub asal Turin tersebut dilaporkan menghentikan upaya merekrut kiper Aston Villa itu setelah negosiasi menemui jalan buntu. Sebagai gantinya, Juventus kini kembali mengarahkan perhatian kepada kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, yang sudah lama masuk dalam daftar incaran mereka.

Juventus Hentikan Negosiasi Emiliano Martinez

Perburuan Emiliano Martinez sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Juventus menjadikan kiper asal Argentina itu sebagai salah satu kandidat utama untuk memperkuat posisi penjaga gawang menghadapi musim 2026/27.

Namun, perkembangan terbaru membuat rencana tersebut harus dihentikan. Juventus tidak menemukan titik temu dengan Aston Villa mengenai nilai transfer Martinez. Laporan terbaru menyebut Aston Villa meminta sekitar £8,5 juta untuk melepas sang kiper, sementara Juventus tidak bersedia memenuhi tuntutan tersebut dalam kondisi negosiasi saat ini.

Situasi tersebut semakin rumit karena Juventus juga mempertimbangkan kondisi fisik Martinez. Kiper berusia 33 tahun itu diketahui mengalami masalah pada jarinya, sehingga Juventus harus menghitung kembali risiko finansial jika tetap memaksakan transfer.

Aston Villa Siapkan Pengganti Emiliano Martinez

Sebelumnya, peluang Martinez meninggalkan Villa Park sempat terlihat semakin besar setelah Aston Villa mencapai kesepakatan untuk merekrut kiper Jepang, Zion Suzuki, dari Parma.

Suzuki dikabarkan akan bergabung dengan Aston Villa melalui kesepakatan bernilai hingga sekitar £34,2 juta termasuk bonus. Kedatangan kiper berusia 23 tahun tersebut sempat memunculkan spekulasi bahwa Villa telah menyiapkan pengganti Martinez.

Namun, Juventus pada akhirnya memilih mundur. Keputusan tersebut membuat masa depan Martinez kembali menjadi tanda tanya, meski Aston Villa sebelumnya sudah menyatakan bahwa mereka tidak berniat melepas sang penjaga gawang.

Pada Juli lalu, direktur operasi sepak bola Aston Villa, Damian Vidagany, bahkan menegaskan bahwa Martinez merupakan pemain penting dalam proyek klub dan Villa tidak memiliki rencana untuk menjualnya.

Guglielmo Vicario Kembali Jadi Target Juventus

Setelah pintu untuk Martinez tertutup, Juventus kini kembali membidik Guglielmo Vicario. Kiper Tottenham tersebut bukan nama baru dalam radar Bianconeri.

Vicario sudah disebut sebagai salah satu alternatif Juventus ketika klub mulai mencari penjaga gawang baru. Bahkan sejak Juni, laporan menyebut Juventus mempertimbangkan Martinez dan Vicario sebagai dua kandidat penting untuk posisi tersebut.

Kini, pembicaraan mengenai Vicario disebut kembali menghangat. Juventus melihat kiper Tottenham itu sebagai pilihan yang lebih realistis setelah kegagalan mendapatkan Martinez. Salah satu skenario yang muncul adalah kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian.

Vicario Punya Pengalaman di Serie A

Salah satu faktor yang membuat Vicario menarik bagi Juventus adalah pengalamannya di sepak bola Italia.

Sebelum memperkuat Tottenham, Vicario bermain di Serie A bersama Empoli. Pengalaman tersebut membuatnya tidak membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi jika kembali ke Italia.

Di Tottenham, Vicario juga telah membuktikan dirinya mampu bermain di level tinggi Premier League. Juventus membutuhkan kiper yang bukan hanya memiliki kemampuan penyelamatan, tetapi juga nyaman memainkan bola dari lini belakang.

Karakter tersebut membuat Vicario dinilai cocok dengan kebutuhan Juventus saat ini.

Juventus Harus Bergerak Cepat

Keputusan menghentikan pengejaran Martinez membuat Juventus harus segera menentukan pilihan. Bursa transfer musim panas sudah memasuki fase penting dan waktu untuk memperbaiki skuad semakin terbatas.

Juventus tidak ingin masalah penjaga gawang berlarut-larut menjelang kompetisi musim baru. Karena itu, Vicario menjadi nama yang kembali mendapatkan perhatian serius.

Sebelumnya, Juventus juga sempat dikaitkan dengan sejumlah penjaga gawang lain, termasuk Alisson Becker dan Vanja Milinkovic-Savic. Namun, situasi masing-masing pemain membuat Vicario terlihat sebagai salah satu opsi paling masuk akal.

Saga Martinez Berakhir, Era Baru Dimulai?

Kegagalan mendatangkan Martinez tentu menjadi perubahan besar dalam rencana Juventus. Pengalaman, mentalitas juara, serta karakternya membuat Martinez dianggap mampu memberikan dimensi berbeda di bawah mistar Bianconeri.

Namun, Juventus tampaknya memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Faktor harga, usia, kondisi fisik, dan struktur finansial transfer menjadi pertimbangan utama sebelum klub mengambil keputusan akhir.

Kini perhatian Juventus beralih kepada Vicario. Jika negosiasi berjalan lancar, kiper Tottenham tersebut bisa menjadi wajah baru di bawah mistar Juventus pada musim 2026/27.

Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Juventus menghentikan upaya mendapatkan Emiliano Martinez dan mulai memusatkan perhatian kepada Guglielmo Vicario. Perkembangan berikutnya akan sangat menentukan siapa yang akhirnya menjadi penjaga gawang utama Bianconeri musim depan.

KLIKBETS – Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

Sumber: Opta Joe, Sports Ilustrated.

Idnews.top – Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada ajang Community Shield di Cardiff. Hasil ini menjadi awal ideal bagi tim Mikel Arteta untuk menatap kompetisi yang padat.

Kemenangan tersebut menghadirkan modal penting dalam misi mempertahankan gelar Premier League, sekaligus memberi pesan tegas kepada para pesaing. Arsenal tampil dominan dan mengendalikan permainan sejak menit awal.

Di balik performa kolektif yang solid, empat pemain berkontribusi besar: David Raya, Gabriel Magalhaes, Cristhian Mosquera, dan Christos Tzolis. Tzolis langsung mencetak dua assist pada debut kompetitifnya bersama The Gunners.

David Raya Mengamankan Momentum

David Raya kembali tampil meyakinkan meski hanya bermain 45 menit sepanjang pramusim dan tidak mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia bersama Spanyol. Ia tetap tenang mengawal gawang Arsenal.

Kiper asal Spanyol itu mencatat empat penyelamatan, termasuk dua aksi penting pada babak pertama yang menjaga keunggulan tim tetap aman.

Pada menit ke-20, ia menggagalkan tembakan jarak jauh Phil Foden dari sekitar 30 meter melalui tepisan tangan kanan yang kuat. Respons tersebut mencegah momentum berbalik.

Dua puluh menit kemudian, Raya kembali sigap dengan penyelamatan reaktif untuk menggagalkan peluang Erling Haaland dari dalam kotak penalti. Intervensi itu kembali menjaga kontrol pertandingan di pihak Arsenal.

Rangkaian aksi tersebut mempertegas perannya sebagai fondasi penting di lini belakang, memastikan dominasi Arsenal tidak terganggu hingga peluit akhir.

Gabriel dan Mosquera Menutup Ruang

Gabriel Magalhaes dan Cristhian Mosquera baru dua kali bermain bersama sebelum Community Shield. Namun, duet ini langsung memperlihatkan koordinasi yang solid di jantung pertahanan.

Keduanya membantu Arsenal membatasi Manchester City hanya menghasilkan nilai expected goals 0,77 dari 12 tembakan. The Citizens dibuat kesulitan menembus area berbahaya.

Selain rapat dalam bertahan, keduanya aktif membangun serangan dengan tingkat keberhasilan umpan mencapai 87 persen. Sirkulasi bola dari belakang berjalan efektif.

Performa Mosquera semakin penting karena William Saliba masih mengalami cedera. Arteta mendapatkan alternatif yang meyakinkan di posisi bek tengah tanpa mengorbankan stabilitas.

Kokohnya lini belakang menjadi landasan kemenangan, membuat upaya City meraih momentum kerap terhenti di area pertahanan Arsenal.

Debut Christos Tzolis Bernilai Dua Assist

Christos Tzolis langsung memberi dampak pada debut kompetitifnya. Winger asal Yunani itu didatangkan dari Club Brugge dengan biaya 34 juta poundsterling (Rp745,7 miliar) dan menjawab kepercayaan dengan kontribusi nyata.

Tzolis mencatat dua assist yang membantu Arsenal mencetak gol kedua dan ketiga. Dampaknya terasa di momen krusial saat tim berusaha menutup laga.

Assist pertama hadir melalui sundulan yang mengarahkan bola ke Kai Havertz di tiang jauh. Pergerakan tanpa bola dan eksekusinya tepat sasaran.

Umpan keduanya mengarah tepat ke kaki Martin Odegaard yang kemudian melewati beberapa pemain City sebelum mencetak gol ketiga Arsenal. Akurasi servisnya menjadi pembeda.

Tzolis juga menunjukkan etos kerja tinggi, aktif mengejar bola lepas dan berduel dengan pemain bertahan. Gaya bermain tersebut membuatnya cepat mendapat sambutan positif dari pendukung Arsenal.

Namun, pemain berusia 24 tahun itu masih perlu meningkatkan keberanian saat mendapatkan peluang mencetak gol. Meski begitu, performa debutnya mengindikasikan Tzolis berpeluang menjadi bagian penting dalam rencana Arteta musim ini.

LARISBOLA – BRI menyiapkan hadiah spesial bagi pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) BRI Youth Champions League 2026. Pemain terbaik turnamen U-14 tersebut akan mendapat kesempatan mengunjungi Spotify Camp Nou, markas Barcelona di Spanyol.

BRI Youth Champions League 2026 diikuti 108 tim dari berbagai daerah dalam fase penyisihan regional. Persaingan kemudian mengerucut menjadi empat semifinalis, yakni Akademi Persib Cimahi Team (APC) dari Bandung, SSB Cahaya Muda Pamekasan dari Surabaya, Taji Malela Biru dari Bekasi, dan Lampung First Class dari Lampung.

Keempat juara regional tersebut sebelumnya mendapat kesempatan mengikuti coaching clinic bersama pelatih Akademi Barcelona. Program tersebut mencakup latihan langsung, pembelajaran teknik dan taktik, serta praktik di lapangan.

Dua pelatih Akademi Barcelona, Oriol Font dan Daniel Gonzalez, juga memberikan pembinaan kepada keempat tim sebelum semifinal.

“Tanamkan nilai-nilai yang kalian dapatkan di pertandingan hari ini,” pesan Oriol Font.

MVP Bakal Terbang ke Barcelona

Retail Funding Group Head BRI, Andreas Hassim, menyampaikan hadiah tersebut saat semifinal BRI Youth Champions League 2026 di BRILian Stadium, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Ia menyebut untuk pemain terbaik dari turnamen ini akan berkesempatan langsung mengunjungi markas FC Barcelona.

“Most Valuable Player akan kami berangkatkan ke Spotify Camp Nou,” ujar Andreas.

Selain MVP, tim yang menjadi juara juga akan mendapat kesempatan berkunjung ke markas Barcelona. Program BRI x Barcelona tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus motivasi bagi talenta muda berprestasi.

Nasabah BRI Berpeluang ke Barcelona

Pengalaman menyaksikan pertandingan langsung di Barcelona juga dapat dirasakan nasabah BRI melalui program VIP Trip.

Nasabah dapat mengikuti program tersebut dengan membuat Kartu BRI Debit FC Barcelona melalui kantor cabang BRI atau aplikasi BRImo, kemudian menempatkan dana baru minimal Rp10 juta.

Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti pengundian melalui bbri.id/brifcbarcelona. Pemenang akan memperoleh tiket penerbangan pulang-pergi ke Barcelona, akomodasi, tiket VIP pertandingan di Camp Nou, serta tur eksklusif ke Museum FC Barcelona.

BRI juga menyiapkan hadiah hiburan berupa jersey resmi dan merchandise Barcelona bagi nasabah yang berpartisipasi.

Enzo Maresca mengawali kiprahnya sebagai manajer Manchester City dengan hasil mengecewakan. The Citizens kalah telak 0-3 dari Arsenal pada laga Community Shield 2026 di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026) malam.

Hasil tersebut membuat Maresca langsung mencatatkan rekor kurang menyenangkan. Ia menjadi manajer City kedua yang menelan kekalahan dengan selisih tiga gol atau lebih dalam pertandingan pertamanya.

Sebelumnya, catatan tersebut hanya pernah dialami Harry Newbould pada 1906. Saat itu, Manchester City kalah 1-4 dari Arsenal dalam pertandingan pertama Newbould sebagai manajer.

Kini, Maresca menyamai catatan buruk tersebut setelah Arsenal mencetak tiga gol tanpa balas.

Kekalahan ini tentu bukan awal yang diharapkan Maresca. Community Shield menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Manchester City setelah ditunjuk menggantikan Pep Guardiola.

Arsenal sendiri tampil dominan dan memastikan trofi melalui gol cepat Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Tugas Berat Gantikan Pep Guardiola

Pelatih asal Italia itu menghadapi tugas yang tidak mudah setelah menggantikan Pep Guardiola, sosok yang selama satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.

Maresca bahkan disebut menghadapi pekerjaan mustahil. Bagaimana tidak, ia harus meneruskan warisan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Pep Guardiola mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Manchester City setelah 10 musim menangani The Citizens.

Sejak bergabung pada 2016, Guardiola sukses mengubah Manchester City menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa. Total 20 trofi berhasil dipersembahkan, termasuk enam gelar Premier League.

Prestasi tersebut membuat Guardiola meninggalkan warisan luar biasa di Etihad Stadium. Ia juga tetap terhubung dengan klub setelah ditunjuk sebagai Global Ambassador City Football Group.

Meneruskan Warisan

Salah satu keuntungan Maresca adalah ia bukan sosok asing dengan filosofi Guardiola.

Maresca pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Manchester City. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung standar, metode latihan, serta prinsip permainan yang diterapkan Guardiola.

Namun, situasi yang dihadapinya sekarang berbeda.

Manchester City telah mengalami banyak perubahan dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pemain penting yang menjadi bagian dari era Guardiola telah meninggalkan klub.

Artinya, Maresca tidak sekadar meneruskan tim yang sudah matang. Ia harus membangun kembali skuad sekaligus menjaga identitas permainan City.

Liverpool 2-0 Como: Jacquet Cetak Gol Debut

BolaIndonesia – Liverpool menutup rangkaian pramusim 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Como 1907 di Anfield. Cody Gakpo membuka keunggulan, sebelum Jeremy Jacquet mencetak gol pertamanya untuk The Reds pada laga debutnya.

Liverpool Menang 2-0 atas Como

Liverpool meraih hasil positif dalam pertandingan pramusim terakhir mereka. Bermain di Anfield pada Minggu (16/8/2026), The Reds sukses mengalahkan Como 1907 dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan Liverpool tercipta pada babak pertama. Cody Gakpo lebih dahulu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-23. Jeremy Jacquet kemudian menggandakan keunggulan menjelang turun minum.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Liverpool sebelum memasuki persaingan Premier League musim 2026/27. Kemenangan tersebut sekaligus memberikan gambaran positif mengenai perkembangan tim di bawah pelatih Andoni Iraola.

Cody Gakpo Buka Keunggulan Liverpool

Liverpool langsung berusaha mengambil kendali pertandingan sejak menit awal. Pergerakan cepat di sektor sayap menjadi salah satu senjata utama The Reds untuk membongkar pertahanan Como.

Gol pertama akhirnya lahir pada menit ke-23. Jeremie Frimpong melakukan pergerakan dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan matang ke arah Cody Gakpo.

Gakpo mampu mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan yang bersarang di pojok gawang Como. Gol tersebut menjadi gol pertama Gakpo di rangkaian pramusim kali ini.

Keunggulan 1-0 membuat Liverpool semakin percaya diri. The Reds terus menekan dan mencoba menciptakan peluang melalui kombinasi Florian Wirtz, Gakpo, Frimpong, serta Alexander Isak.

Jeremy Jacquet Cetak Gol Pertama untuk Liverpool

Momen paling menarik kemudian hadir menjelang akhir babak pertama. Jeremy Jacquet, yang menjalani debut bersama Liverpool, sukses mencetak gol sekaligus membuat skor berubah menjadi 2-0.

Gol tersebut tercipta pada menit ke-44. Gakpo memberikan umpan ke area berbahaya di dalam kotak penalti dan Jacquet berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang tersebut.

Bagi Jacquet, gol ini menjadi awal yang sangat menjanjikan dalam kariernya bersama Liverpool. Bek tersebut tidak hanya tampil solid dalam menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung di depan gawang.

Penampilan Jacquet bahkan mendapatkan respons positif dari suporter di Anfield. Debutnya menjadi salah satu sorotan utama dalam kemenangan Liverpool atas Como.

Babak Kedua Liverpool Tetap Mengontrol Laga

Memasuki babak kedua, Liverpool melakukan sejumlah pergantian pemain untuk memberikan kesempatan bermain kepada beberapa pemain lainnya. Ronald Araujo masuk menggantikan Jacquet setelah sang bek memainkan babak pertama.

Tempo pertandingan kemudian sedikit menurun. Como berusaha meningkatkan tekanan dan beberapa kali mencoba mengancam pertahanan Liverpool.

Namun, Liverpool mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Alisson Becker juga tetap tampil tenang ketika Como mencoba mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan.

Tidak ada tambahan gol setelah turun minum. Liverpool akhirnya memastikan kemenangan 2-0 atas Como 1907.

Debut Positif Andoni Iraola di Anfield

Kemenangan ini juga menjadi catatan positif bagi Andoni Iraola. Pelatih Liverpool tersebut menutup pramusim dengan kemenangan kandang setelah sebelumnya mengalami kekalahan 3-2 dari Monaco dalam pertandingan pertamanya di Anfield.

Iraola kini memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan kompetitif. Liverpool dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Newcastle pada 23 Agustus 2026.

Kemenangan atas Como tentu memberikan kepercayaan diri tambahan. Selain hasil akhir, performa beberapa pemain juga menjadi sinyal positif bagi Iraola.

Jacquet Jadi Sorotan Utama

Jika harus memilih satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam laga Liverpool vs Como, nama Jeremy Jacquet layak berada di posisi teratas.

Bek anyar tersebut langsung menunjukkan kualitasnya pada laga debut. Gol pada menit ke-44 menjadi bonus dari penampilan yang solid sepanjang babak pertama.

Cody Gakpo juga patut mendapat apresiasi karena mencetak satu gol sekaligus memberikan assist untuk Jacquet. Sementara itu, Frimpong memperlihatkan ancaman besar melalui kecepatannya di sisi lapangan.

Liverpool pun mengakhiri pramusim dengan kemenangan 2-0. Dengan Premier League segera dimulai, performa melawan Como memberikan sejumlah alasan bagi para pendukung The Reds untuk menatap musim baru dengan optimisme.

Susunan Pemain Liverpool

Liverpool menurunkan Alisson Becker; Jeremie Frimpong, Jeremy Jacquet, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch; Rio Ngumoha, Florian Wirtz, Cody Gakpo; dan Alexander Isak.

Dua gol Liverpool dicetak Cody Gakpo pada menit ke-23 dan Jeremy Jacquet pada menit ke-44. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.

Dengan demikian, hasil Liverpool vs Como 1907 berakhir 2-0 untuk kemenangan The Reds. Gol debut Jeremy Jacquet menjadi cerita utama dari kemenangan tersebut sekaligus menambah gairah suporter Liverpool menjelang dimulainya musim kompetitif.

rsenal Bekuk Manchester City 3-0 di Community Shield, Sempurna!

BolaIndonesia – Arsenal Bekuk Manchester City dengan skor 3-0 dalam laga Community Shield 2026. The Gunners tampil dominan. The Gunners berhasil bekuk Manchester City 3-0 dalam laga Community Shield 2026 yang berlangsung di Principality Stadium, Cardiff, Minggu (16/8/2026). Kemenangan telak tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Arsenal datang ke musim baru dengan kepercayaan diri dan kekuatan skuad yang semakin matang.

Arsenal Bekuk Manchester City Sejak Menit Pertama

Pertandingan belum genap berjalan satu menit ketika Arsenal sudah membuka keunggulan. Riccardo Calafiori mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan serangan cepat The Gunners.

Gol tersebut tercipta hanya sekitar 23 detik setelah pertandingan dimulai. Momen itu bahkan menjadi salah satu gol tercepat dalam sejarah Community Shield dan langsung membuat Manchester City berada dalam tekanan.

Arsenal tidak kemudian bermain bertahan. Pasukan Mikel Arteta justru terus menekan dan menjaga intensitas permainan. Sirkulasi bola berjalan rapi, sementara lini tengah mampu mengganggu upaya City untuk membangun serangan.

Manchester City terlihat kesulitan menemukan ruang. Erling Haaland yang biasanya menjadi ancaman utama juga tidak banyak mendapatkan kesempatan bersih di depan gawang David Raya.

Kai Havertz Gandakan Keunggulan

Tekanan Arsenal akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-28. Kai Havertz mencetak gol kedua melalui sundulan yang membuat Gianluigi Donnarumma kembali harus memungut bola dari gawangnya.

Keunggulan 2-0 membuat Arsenal semakin nyaman. Sebaliknya, Manchester City terlihat kehilangan momentum. Tim asuhan Enzo Maresca kesulitan membongkar pertahanan Arsenal yang tampil disiplin.

Christos Tzolis menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Pemain tersebut terlibat dalam rangkaian serangan Arsenal dan menunjukkan kualitas dalam membantu permainan ofensif tim.

Martin Odegaard Lengkapi Pesta Arsenal

Arsenal tidak mengendur setelah turun minum. Baru beberapa menit babak kedua berjalan, Martin Odegaard mencetak gol ketiga Arsenal pada menit ke-48.

Gol tersebut semakin menegaskan dominasi The Gunners. Arsenal mampu mengontrol pertandingan sekaligus menjaga Manchester City tetap berada dalam tekanan.

Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang. Arsenal pun resmi mengangkat trofi Community Shield sebagai pembuka musim baru.

Performa Arsenal Mendekati Sempurna

Kemenangan atas Manchester City bukan sekadar soal trofi. Performa Arsenal juga memberikan sinyal kuat mengenai ambisi mereka mempertahankan gelar Premier League.

Arteta mendapatkan respons positif dari timnya. Arsenal tampil agresif sejak awal, efektif ketika mendapatkan peluang, dan solid ketika harus bertahan. David Raya juga memainkan peran penting dengan menjaga gawangnya tetap bersih.

Kedalaman skuad menjadi salah satu alasan optimisme tersebut. Kehadiran Bruno Guimaraes turut memperkuat lini tengah, sementara Martin Odegaard menunjukkan kembali kualitasnya sebagai pengatur permainan.

Yang menarik, Arsenal mampu tampil dominan meski sejumlah pemain penting seperti Bukayo Saka dan Declan Rice tidak menjadi starter. Hal tersebut menunjukkan bahwa Arteta memiliki banyak opsi untuk menghadapi padatnya jadwal musim 2026/2027.

Manchester City Harus Segera Berbenah

Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi awal yang sulit bagi Enzo Maresca. Community Shield menjadi pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Manchester City setelah era Pep Guardiola berakhir.

Maresca tentu memiliki waktu untuk memperbaiki tim sebelum kompetisi Premier League benar-benar berjalan. Namun, kekalahan 0-3 dari Arsenal memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam organisasi pertahanan dan efektivitas serangan.

Manchester City gagal memberikan respons setelah kebobolan cepat. Bahkan ketika memiliki penguasaan bola, mereka tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.

Arsenal Kirim Pesan untuk Rival Premier League

Community Shield memang bukan ukuran mutlak keberhasilan sebuah tim dalam satu musim. Namun, kemenangan 3-0 atas Manchester City jelas memberikan suntikan moral besar bagi Arsenal.

The Gunners bukan hanya memenangkan trofi pembuka musim. Mereka juga menunjukkan permainan yang terorganisasi, agresif, dan efektif. Arteta kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa timnya mampu kembali bersaing di papan atas.

Setelah menaklukkan Manchester City, Arsenal akan mengalihkan fokus ke Premier League. Performa mereka di Community Shield menjadi peringatan bagi para rival bahwa sang juara bertahan siap kembali bertarung.

Jika konsistensi permainan tersebut mampu dipertahankan, Arsenal berpotensi menjalani musim yang jauh lebih istimewa. Community Shield sudah memberikan satu pesan jelas: The Gunners datang dengan ambisi besar dan performa yang mendekati sempurna.

Bayern Munchen belum memberikan kabar terbaru apa pun mengenai kondisi Jamal Musiala setelah sang pemain ambruk saat menghadapi RB Leipzig dalam laga uji coba, Sabtu (15-8-2026).

Musiala terjatuh di lapangan beberapa saat sebelum pertandingan berakhir. Kejadian tersebut membuat rekan-rekannya panik sebelum tim medis Bayern Munchen segera menghampirinya.

Salah satu petugas medis kemudian memberi isyarat jempol yang membuat situasi sedikit lebih tenang.

Menurut kantor berita DPA, Musiala akhirnya bisa meninggalkan lapangan tanpa bantuan dan berjalan sendiri menuju lorong pemain melalui tangga.

Meski demikian, pemain berusia 23 tahun itu masih terlihat linglung.

Belum Ada Info Lanjutan

Beberapa jam setelah pertandingan, seorang anggota dewan Bayern Munchen yang menangani bidang olahraga menyatakan bahwa kondisi Musiala baik-baik saja.

Namun, Bayern belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi pemain asal Jerman tersebut maupun penyebab dirinya tiba-tiba terjatuh.

Suhu tinggi juga disebut mungkin berperan dalam insiden tersebut. Suhu di Munchen saat pertandingan berlangsung berada di atas 30 derajat Celsius.

Associated Press telah meminta Bayern Munchen memberikan informasi terbaru mengenai kondisi Musiala.

Pernah Cedera Serius

Musiala sebelumnya mengalami patah kaki pada musim panas tahun lalu ketika Bayern Munchen menghadapi Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub 2025.

Ia kemudian kembali bermain di Bundesliga pada awal 2026.

Musiala juga menjadi satu di antara pemain penting Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman secara mengejutkan tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Paraguay.