28 Oktober 2026

#SepakBolaHariIni

PSIM Yogyakarta bergerak cukup aktif pada bursa transfer BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sejauh ini telah mendatangkan lima pemain asing dan dua talenta lokal.

Menariknya, kelima pemain asing tersebut bukan rekomendasi langsung pelatih Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu mengaku tidak pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya.

“Tidak. Tidak ada satupun,” ujar Van Gastel ketika ditanya mengenai pemain asing baru yang pernah bekerja sama atau menjadi lawannya.

Van Gastel menjelaskan, proses perekrutan pemain di PSIM cukup berbeda. Pencarian pemain banyak dilakukan lewat jaringan serta rekomendasi agen yang kemudian mengirimkan video kompilasi.

“Ini adalah proses yang sulit dan rumit. Biasanya ada direktur teknik yang bertanggung jawab atas komposisi tim. Tapi, yang saya perhatikan di Indonesia, sistem kerjanya berbeda,” katanya.

Sulit Menilai Pemain Hanya dari Video

Pada musim lalu, Laskar Mataram memiliki manajer tim, Razzi Taruna, yang berperan dalam penyusunan tim. Namun, Razzi meninggalkan klub di pengujung musim sehingga terjadi kekosongan dalam struktur organisasi.

“Saya tidak bilang di semua tempat, tapi musim lalu kami punya Razzi Taruna sebelum saya datang. Jadi, Razzi yang menyusun tim. Lalu Razzi meninggalkan klub. Itu meninggalkan kekosongan dalam organisasi,” tutur Van Gastel.

“Kemudian orang lain mengambil alih dan ini soal jaringan (network), mengenal orang, dan kesesuaian dengan gaya main. Setelah itu banyak agen yang mengirim video.”

“Dari sana, kami harus memutuskan mengambil pemain tersebut atau tidak. Tapi, kalau saya latihan dua kali lalu dibuatkan video kompilasi, orang bisa mengira ‘saya ini Johan Cruyff’. Jadi, sangat sulit menilai pemain hanya dari itu untuk didatangkan,” lanjut Van Gastel.

Tambah Pelatih Kiper asal Italia

Kelima pesepak bola impor yang direkrut PSIM adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, Mauro Caballero, dan Marvin Loria. Sementara itu, dua pemain lokal yang didatangkan yakni Ahmad Agung serta Alwi Fadilah.

Selain pemain, Laskar Mataram mendaratkan pelatih kiper asal Italia, Mario Capece.

Jean-Paul van Gastel mengaku baru mengenal sosok tersebut melalui proses pencarian pelatih kiper asing.

“Tidak. Saya tidak mengenalnya, tetapi saya sedang mencari pelatih kiper asing dan dari situlah kami mendapatkan Mario,” ungkap arsitek tim berusia 54 tahun itu.

PSIM memanaskan mesin sejak sekitar tiga pekan lalu. Van Gastel kini fokus membangun chemistry antara pemain baru dan lama sebelum Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September mendatang.

Selain mendaratkan tujuh pemain anyar, Laskar Mataram memperpanjang kontrak belasan pemain dari musim lalu. Beberapa di antaranya seperti Riyatno Abiyoso, Raka Cahyana, Cahya Supriadi, hingga Ghulam Fatkur.

Persik Kediri akan menjajal kekuatan terbaik saat menghadapi Phonm Penh Crown pada turnamen Internasional di Stadion Hang Jebat Malaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).

Ini menjadi ujian ketiga kalinya bagi pelatih Marcos Reina pada ujicoba pramusim. Sebelumnya, pada pemusatan latihan di Solo, Persik telah melakukan pemanasan melawan PSIS Semarang dan Persita Tangerang.

Arsitek asal Spanyol itu menyatakan serius dalam turnamen untuk memperingati ulang tahun ke-76, Gubernur Malaka Tun Seri Setia Dr. Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam.

Sangat menarik bagaimana Marcos Reina meracik skuat terbaik Macan Putih yang cukup banyak mendatangkan pemain baru di ajang ini. Eks kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, akan jadi pilihan utama untuk menjalani debutnya.

Marcos Reina punya formasi favorit 4-3-3. Jadi kemungkinan dia akan menurunkan dua debutan asing, Park Jun Heong dan Marcelo Djalo, sebagai bek tengah. Kiko Carneiro mengisi posisi bek kanan. Sedangkan Rendy Sanjaya beroperasi di sektor kiri pertahanan.

Komposisi Paten

Sektor tengah Persik punya komposisi paten sejak musim lalu. Imanol Garcia diplot jadi filter sebagai gelandang bertahan yang didukung Ernesto Gomez dan Jon Toral.

Jose Enrique sebagai topskorer Persik di BRI Super League edisi lalu masih disupport Ezra Walian di sayap kiri. Mantan penyerang Persib, Sergio Castel, menyisir di sayap kanan.

Gelandang anyar, eks PSBS, Eduardo Barbosa yang baru bergabung harus sabar menanti jatah menit bermain dan melihat taktik sang pelatih dari bangku cadangan.

Davide Frattesi ke Lazio, Transfer dari Inter Makin Dekat

BolaIndonesia – Kabar terbaru dari bursa transfer Serie A. Davide Frattesi semakin dekat dengan pintu keluar Inter setelah Lazio kembali bergerak untuk mendapatkan gelandang asal Italia tersebut. Namun, Davide Frattesi belum resmi bergabung dengan Lazio karena kedua klub masih membahas formula transfer yang paling sesuai.

Negosiasi Frattesi menuju Lazio kembali menjadi salah satu perhatian utama bursa transfer Italia. Setelah beberapa kali gagal mencapai kesepakatan, Lazio dan Inter kini dilaporkan mencari solusi baru agar transfer sang gelandang dapat terealisasi.

Davide Frattesi Jadi Target Serius Lazio

Lazio sebenarnya sudah lama menginginkan Frattesi. Ketertarikan tersebut bukan sesuatu yang baru karena klub ibu kota Italia itu sebelumnya juga sempat mencoba mendatangkan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Pada Februari 2026, Lazio bahkan telah mengajukan proposal yang melibatkan skema pinjaman dengan kewajiban membeli. Namun, Inter menolak tawaran tersebut karena belum menemukan formula yang dianggap menguntungkan bagi klub.

Kini situasinya kembali berubah. Frattesi disebut semakin terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Inter. Sang pemain juga membutuhkan klub yang bisa memberinya peran lebih besar setelah beberapa musim di San Siro.

Inter dan Lazio Bahas Skema Pinjaman

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Inter dan Lazio sedang mencari formula berbeda dari pembicaraan sebelumnya.

Menurut laporan terbaru yang beredar, kedua klub membahas pinjaman dengan biaya sekitar €5 juta dan opsi pembelian senilai €10 juta. Dalam rancangan tersebut juga terdapat klausul 50 persen dari keuntungan penjualan Frattesi di masa depan.

Formula tersebut menjadi alternatif setelah skema kewajiban membeli sebelumnya tidak menemukan titik temu.

Bagi Lazio, mekanisme pinjaman dapat memberikan fleksibilitas finansial. Sementara bagi Inter, kesepakatan tersebut tetap membuka peluang mendapatkan pemasukan tambahan dari Frattesi sekaligus mempertahankan kendali tertentu terhadap masa depan sang pemain.

Frattesi dan Hubungannya dengan Lazio

Menariknya, Lazio bukan klub asing bagi Frattesi. Sang gelandang pernah menjadi bagian dari akademi Lazio ketika masih berusia enam tahun sebelum kemudian melanjutkan perkembangan kariernya di AS Roma.

Perjalanan Frattesi kemudian membawanya ke Sassuolo. Setelah menjalani masa peminjaman di Ascoli, Empoli, dan Monza, ia berkembang menjadi salah satu gelandang Italia yang paling menarik perhatian.

Inter akhirnya mendatangkannya dari Sassuolo pada 2023. Bersama Nerazzurri, Frattesi mampu memenangkan sejumlah trofi dan memberikan kontribusi penting meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama.

Inter Mulai Membuka Pintu untuk Frattesi

Situasi Frattesi di Inter berubah cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dua musim dengan kesempatan bermain yang tidak selalu konsisten, klub mulai membuka kemungkinan melepas pemain tersebut.

Laporan pada Mei 2026 menyebut Frattesi berada dalam daftar pemain yang berpotensi meninggalkan Inter pada musim panas. Ia bahkan dikaitkan dengan sejumlah klub lain, termasuk Nottingham Forest dan beberapa klub Italia.

Inter juga memiliki alasan finansial untuk mempertimbangkan penjualan sang gelandang. Setelah mendatangkannya dari Sassuolo, Nerazzurri tentu ingin mendapatkan nilai transfer yang sesuai dengan kualitas dan pengalaman Frattesi.

Lazio Bisa Menjadi Pelabuhan Baru

Jika kesepakatan akhirnya tercapai, Lazio dapat menjadi tempat ideal bagi Frattesi untuk mendapatkan kembali peran penting di lini tengah.

Karakter permainan Frattesi sangat cocok untuk tim yang membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi. Ia dikenal memiliki kemampuan melakukan penetrasi dari lini kedua, bekerja keras tanpa bola, serta muncul di area berbahaya untuk mencetak gol.

Kehadiran Frattesi juga dapat memberikan variasi taktik bagi Lazio. Gelandang berusia 26 tahun itu memiliki pengalaman bermain di Serie A dan kompetisi Eropa sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer kompetitif.

Belum Resmi, tetapi Negosiasi Terus Berjalan

Meski kabar mengenai kepindahan Frattesi ke Lazio semakin kuat, status transfernya belum resmi hingga saat ini.

Artinya, belum ada pengumuman resmi dari Inter maupun Lazio yang menyatakan bahwa Frattesi telah menjadi pemain Biancocelesti. Negosiasi masih menjadi tahap penting sebelum kedua klub dapat mencapai kesepakatan final.

Perkembangan formula terbaru menunjukkan bahwa Lazio dan Inter sama-sama masih berusaha menemukan jalan keluar. Jika pembicaraan berjalan lancar, Frattesi berpotensi segera meninggalkan San Siro untuk memulai babak baru di ibu kota Italia.

Untuk saat ini, Davide Frattesi ke Lazio masih dalam proses negosiasi, bukan transfer yang telah diresmikan. Arah Bola akan terus memantau perkembangan transfer ini hingga terdapat pengumuman resmi dari kedua klub.

Setelah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain baru pada awal musim panas 2026, Chelsea kini mulai mengalihkan fokus ke melepas pemain.

Pemain berikutnya yang berpotensi meninggalkan Stamford Bridge adalah bek tengah Benoît Badiashile. Sejumlah laporan menyebut Chelsea telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan bek asal Prancis itu ke Napoli dengan biaya 3,4 juta dolar AS atau sekitar Rp54 miliar.

Dalam kesepakatan tersebut, Napoli juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Badiashile dengan nilai mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp495 miliar.

Namun, pekerjaan Chelsea belum selesai. Absennya The Blues dari kompetisi Eropa musim depan membuat klub dan pelatih baru Xabi Alonso tidak membutuhkan skuad dengan jumlah pemain yang terlalu gemuk.

Alonso bersama jajaran petinggi Chelsea masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Mereka perlu memangkas skuad, sekaligus mengurangi beban gaji dan menyediakan ruang dalam daftar pemain sebelum musim baru dimulai.

Berikut pemain yang bisa segera dilepas The Blues pada musim panas 2026.

  1. Axel Disasi

Chelsea tidak memiliki “bomb squad” pada musim panas ini, atau setidaknya jumlahnya tidak sebesar musim-musim sebelumnya. Badiashile sebelumnya berlatih terpisah dari skuad asuhan Alonso, dan sering menjalani sesi latihan bersama bek asal Prancis lainnya yang juga tidak masuk dalam rencana klub, Axel Disasi.

Disasi tampil mengesankan saat menjalani masa peminjaman di West Ham United musim lalu. Bek tersebut diyakini juga diminati sejumlah klub.

Crystal Palace disebut menjadi salah satu klub yang berpeluang mengejar kesepakatan peminjaman untuk membantu menggantikan Maxence Lacroix yang kini bergabung dengan Chelsea.

Chelsea juga masih harus mengambil keputusan terkait sejumlah pemain muda seperti Aaron Anselmino, Mamadou Sarr, dan Josh Acheampong.

Meski beberapa di antara mereka kemungkinan masih akan bertahan di Stamford Bridge, situasi Disasi cukup jelas. Sudah tidak ada lagi tempat untuknya di skuad Chelsea.

  1. Marc Guiu atau Satu Striket Muda Lainnya

Bahkan, bisa saja muncul anggapan bahwa Chelsea tidak terlalu membutuhkan Nicolas Jackson, Liam Delap, maupun Emmanuel Emegha karena masih memiliki tiga penyerang muda yang terikat kontrak di Stamford Bridge.

Salah satunya adalah Dastan Satpayev. Striker berusia 18 tahun itu tampil impresif sepanjang pramusim dan berpeluang mendapat kesempatan berkembang dengan menjadi bagian dari skuad Xabi Alonso pada musim ini.

Satpayev bahkan dinilai sudah melampaui Marc Guiu (20 tahun) dan David Datro Fofana (23 tahun) dalam urutan pilihan penyerang Chelsea.

Baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen, Chelsea perlu segera merampingkan jumlah pemain di lini depan agar komposisi skuad lebih ideal menjelang dimulainya musim baru.

  1. Liam Delap atau Satu Striker Senior Lainnya

Kedatangan Danny Welbeck membuat Chelsea kini memiliki lima striker senior. Jumlah tersebut jelas terlalu banyak untuk sebuah tim, terlebih The Blues musim depan hanya akan bertanding satu kali dalam sepekan karena tidak tampil di kompetisi Eropa.

Joao Pedro menjadi pilihan utama di lini depan dan hampir tidak mungkin tergeser. Sementara itu, Welbeck juga dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad. Artinya, praktis hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan oleh Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Emmanuel Emegha.

Siapa yang akan bertahan masih menjadi tanda tanya. Namun, Delap menjadi kandidat terkuat untuk meninggalkan Stamford Bridge setelah kesulitan menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Chelsea.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkap bahwa Como, yang kini dilatih mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, telah membuka pembicaraan untuk merekrut Delap.

Sementara itu, Jackson juga diminati sejumlah klub dari berbagai penjuru Eropa. Namun, dibandingkan ketiganya, Jackson dinilai paling cocok untuk tetap bertahan di Chelsea, terutama karena kemampuan Emegha masih belum benar-benar teruji di level Premier League.

  1. Pedro Neto atau Satu Winger Bintang Lainnya

Jelas terlihat bahwa skuad Chelsea saat ini tidak dibangun untuk menghadapi musim tanpa kompetisi Eropa. The Blues kini memiliki enam pemain sayap di dalam skuad, dan jumlah tersebut belum termasuk Cole Palmer yang juga kerap bermain di sisi kanan.

Mykhailo Mudryk baru kembali setelah menjalani skorsing panjang. Ia kemungkinan perlu dipinjamkan agar bisa kembali mendapatkan kebugaran dan menit bermain secara rutin. Namun, selain Mudryk, Chelsea tampaknya juga harus membuat keputusan sulit terkait salah satu pemain sayap lainnya.

Satu posisi starter hampir pasti menjadi milik Morgan Rogers, yang didatangkan Chelsea dengan memecahkan rekor transfer klub. Di sisi berlawanan, Xabi Alonso harus memilih antara Estevao, Pedro Neto, Jamie Gittens, atau Geovany Quenda.

Dari keempat pemain tersebut, Neto memiliki nilai jual kembali paling tinggi. Manchester City juga diketahui menjadi salah satu klub yang tertarik kepadanya.

Sementara itu, Quenda masih berpeluang meninggalkan Stamford Bridge dengan status pinjaman. Namun, situasi berbeda berlaku bagi Estêvão. Pemain muda asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai bagian penting dari proyek Chelsea sehingga hampir dipastikan tidak akan dilepas.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea, Deadline Transfer Terlewati

BolaIndonesia – Masa depan Enzo Fernandez di Chelsea akhirnya mendapat kejelasan. Setelah tenggat waktu bursa transfer terlewati, gelandang asal Argentina tersebut dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad The Blues untuk musim 2026/2027.

Kabar tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Fernandez meninggalkan Stamford Bridge. Dalam beberapa waktu terakhir, nama pemain berusia 25 tahun itu sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.

Namun, hingga deadline transfer berakhir, tidak ada kesepakatan yang membuat Enzo Fernandez angkat kaki dari Chelsea.

Enzo Fernandez Tetap di Chelsea

Enzo Fernandez tetap di Chelsea setelah tidak adanya transfer yang terealisasi hingga batas akhir bursa. Situasi tersebut membuat sang gelandang kini dapat sepenuhnya mengalihkan perhatian kepada persiapan menghadapi kompetisi musim baru.

Chelsea sendiri masih menaruh kepercayaan besar kepada Fernandez. Kehadirannya dianggap penting untuk menjaga keseimbangan lini tengah sekaligus membantu tim membangun permainan dari area tengah lapangan.

Sejak bergabung dengan Chelsea, Fernandez memang mendapatkan sorotan besar. Nilai transfernya yang tinggi membuat ekspektasi terhadap sang pemain juga ikut meningkat.

Meski perjalanan kariernya di London tidak selalu berjalan mulus, Fernandez tetap menjadi salah satu pemain penting dalam proyek jangka panjang Chelsea.

Rumor Transfer Akhirnya Berakhir

Spekulasi mengenai masa depan Enzo Fernandez sempat menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian selama periode bursa transfer.

Rumor tersebut semakin ramai karena Chelsea terus melakukan perubahan dalam komposisi skuad. Aktivitas transfer klub yang agresif membuat masa depan beberapa pemain ikut dipertanyakan.

Fernandez pun tidak luput dari pemberitaan tersebut.

Akan tetapi, deadline transfer kini sudah terlewati. Tidak ada transfer yang terjadi. Dengan demikian, Fernandez dipastikan tetap mengenakan seragam Chelsea setidaknya untuk melanjutkan musim ini.

Situasi tersebut tentu menjadi kabar penting bagi pelatih Chelsea. Mempertahankan pemain seperti Fernandez memberikan opsi tambahan di lini tengah.

Peran Penting di Lini Tengah Chelsea

Fernandez memiliki kemampuan untuk bermain dalam beberapa peran di lini tengah. Ia dapat membantu membangun serangan, mengalirkan bola dari lini belakang, sekaligus memberikan kreativitas ketika Chelsea memasuki sepertiga akhir lapangan.

Karakter tersebut membuatnya menjadi pemain yang cukup fleksibel.

Selain kemampuan teknis, pengalaman Fernandez di level internasional juga menjadi modal penting. Ia telah merasakan tekanan pertandingan besar bersama tim nasional Argentina.

Pengalaman itu diharapkan bisa membantu Fernandez tampil lebih konsisten bersama Chelsea.

Kini, setelah masa depan Enzo Fernandez lebih jelas, perhatian akan beralih kepada performanya di lapangan. Fans Chelsea tentu ingin melihat sang gelandang memberikan kontribusi maksimal setelah melewati periode penuh spekulasi.

Chelsea Ingin Fernandez Fokus ke Musim Baru

Bursa transfer yang telah ditutup membuat Fernandez tidak perlu lagi menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan pindah klub dalam waktu dekat.

Kondisi ini dapat menjadi keuntungan bagi pemain maupun Chelsea.

Fernandez kini bisa fokus meningkatkan performa, beradaptasi dengan kebutuhan taktik tim, dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan rekan-rekannya.

Bagi Chelsea, mempertahankan Fernandez juga berarti mereka tetap memiliki salah satu gelandang dengan pengalaman dan kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi.

Persaingan internal di skuad tentu tetap akan berlangsung. Namun, Fernandez memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran penting apabila mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Deadline Terlewati, Fernandez Tetap di Stamford Bridge

Pada akhirnya, deadline transfer telah memberikan jawaban mengenai masa depan Enzo Fernandez.

Tidak ada kepindahan yang terjadi. Fernandez tetap menjadi pemain Chelsea dan siap melanjutkan perjuangannya bersama klub London tersebut.

Kini, tantangan sebenarnya dimulai.

Fernandez harus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari rencana Chelsea. Sementara itu, klub juga berharap sang gelandang mampu memberikan kontribusi besar untuk mengejar target yang telah ditetapkan pada musim 2026/2027.

Bagi para pendukung The Blues, berakhirnya rumor transfer tentu membawa kelegaan. Mereka tidak perlu lagi menunggu kabar mengenai kepindahan Fernandez.

Enzo Fernandez tetap di Chelsea. Deadline telah terlewati, dan fokus sang pemain kini sepenuhnya tertuju pada lapangan hijau.

Idnews.top – Klub Premier League, Manchester United nampaknya akan turun dengan kekuatan penuh saat menghadapi AC Milan. Michael Carrick mempersiapkan total 25 pemain untuk menghadapi mantan manajer Setan Merah, Ruben Amorim.

Seperti yang sudah diketahui, MU telah melakukan pra musim mereka selama kurang lebih satu bulan. Selama periode itu, Setan Merah telah menggelar lima laga uji coba, dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.

Manchester United dijadwalkan akan menutup rangkaian uji coba pra musim mereka pada akhir pekan ini. Setan Merah akan menantang AC Milan di Polandia, di mana mereka akan bereuni dengan mantan manajer mereka, Ruben Amorim yang kini menjadi alenatore Rossoneri.

Michael Carrick mempersiapkan laga ini dengan serius. Untuk menghadapi AC Milan, ia memboyong 25 pemain ke Polandia untuk pertandingan ini.

Beberapa Pemain Inti Absen

Dari daftar yang dirilis Manchester United di situs resmi mereka, ada beberapa pemain senior mereka yang akan absen melawan AC Milan.

Di sektor kiper, Tom Heaton dan Karl Darlow belum bisa tampil karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun Senne Lammens dan Dermot Mee siap menjadi palang pintu MU di laga ini.

Mason Mount dan Benjamin Sesko juga dilaporkan akan absen di laga ini karena masih dalam proses pemulihan cedera. Namun kondisi mereka dikabarkan sudah hampir sembuh total.

Tiga Pemain Siap Beraksi

Di laga uji coba melawan AC Milan ini, tiga pemain Manchester United yang telat bergabung karena Piala Dunia 2026 sudah siap tampil.

Mereka adalah Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Ketiga pemain ini bermain di final dan perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026 kemarin sehingga mereka mendapatkan libur ekstra.

Ketiga pemain ini dikonfirmasi pasti akan bermain melawan AC Milan, namun ketiganya baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua nanti.

Daftar Lengkap

Berikut adalah 25 pemain yang dibawa Michael Carrick untuk menghadapi AC Milan-nya Amorim:

Kiper: Dermot Mee, Fred Heath, Senne Lammens.

Bek: Ayden Heaven, Diogo Dalot, Harry Amass, Harry Maguire, Leny Yoro, Lisandro Martinez, Luke Shaw, Noussair Mazraoui, Patrick Chinazaekpere Dorgu.

Gelandang: Andrey Santos, Bruno Fernandes, Jack Fletcher, Kobbie Mainoo, Toby Collyer, Tyler Fletcher, Youri Tielemans.

Penyerang: Amad, Bryan Mbeumo, JJ Gabriel, Joshua Zirkzee, Marcus Rashford, Matheus Cunha, Shea Lacey.

Jhon Lucumi ke Juventus: Sepakat dengan Bologna, Segera Resmi

BolaIndonesia – Juventus semakin dekat mendapatkan bek tengah baru untuk memperkuat lini belakang. Jhon Lucumi dikabarkan selangkah lagi meninggalkan Bologna dan bergabung dengan Juventus setelah negosiasi kedua klub memasuki tahap akhir. Kehadiran bek asal Kolombia tersebut menjadi bagian dari upaya Bianconeri membangun pertahanan yang lebih tangguh di bawah arahan Luciano Spalletti.

Juventus dan Bologna Makin Dekat Capai Kesepakatan

Perburuan Juventus terhadap Jhon Lucumi memang bukan cerita baru. Sejak beberapa waktu lalu, bek berusia 28 tahun itu sudah masuk dalam daftar pemain yang diinginkan Spalletti untuk memperkuat sektor pertahanan.

Kini, situasinya semakin positif bagi Juventus. Laporan terbaru menyebutkan bahwa kesepakatan dengan Bologna hampir tercapai. Sebelumnya, Juventus juga telah lebih dulu mencapai kesepakatan prinsip dengan Lucumi mengenai kontrak personal.

Lucumi disebut telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun bersama Juventus. Nilai kontraknya dikabarkan berada di kisaran 2,5 juta euro per musim, ditambah bonus yang berpotensi meningkatkan pendapatannya.

Dengan kesepakatan personal tersebut, Juventus kini tinggal menyelesaikan detail akhir dengan Bologna sebelum transfer benar-benar dirampungkan.

Bologna Siap Melepas Jhon Lucumi

Bologna sebelumnya sudah membuka pintu bagi kepergian Lucumi. CEO klub, Claudio Fenucci, bahkan menyatakan bahwa sang pemain bisa pergi apabila ada tawaran yang dianggap sesuai.

Situasi tersebut membuat Juventus semakin percaya diri. Terlebih lagi, kontrak Lucumi bersama Bologna memasuki periode akhir sehingga klub asal Emilia-Romagna tersebut memiliki alasan kuat untuk menyelesaikan penjualan pada musim panas ini.

Bologna sebelumnya disebut memasang harga sekitar 25 juta euro untuk sang bek. Namun, Juventus berusaha mendapatkan nilai transfer yang lebih rendah melalui struktur kesepakatan yang menguntungkan kedua klub.

Dalam pembicaraan sebelumnya, Juventus bahkan sempat mempertimbangkan memasukkan pemain seperti Juan Cabal sebagai bagian dari transaksi. Opsi tersebut bisa membantu Bianconeri menekan biaya transfer Lucumi.

Jhon Lucumi Jadi Pilihan Luciano Spalletti

Ketertarikan Juventus terhadap Lucumi tidak terlepas dari kebutuhan Spalletti terhadap bek tengah yang memiliki karakter kuat.

Lucumi dikenal sebagai bek yang agresif, cepat, kuat dalam duel, serta nyaman bermain menggunakan kaki kiri. Karakter tersebut membuatnya cocok dengan kebutuhan Juventus yang ingin memiliki variasi lebih besar dalam membangun serangan dari lini belakang.

Spalletti diyakini melihat Lucumi sebagai pemain yang mampu memberikan keseimbangan di sektor pertahanan. Kehadirannya juga bisa meningkatkan persaingan untuk mendapatkan tempat utama di lini belakang Bianconeri.

Menurut laporan terbaru, Lucumi dianggap cocok dengan proyek Juventus dan menjadi salah satu pemain penting yang diinginkan Spalletti.

Lucumi Segera Berduet dengan Bremer?

Jika transfer benar-benar selesai, menarik untuk melihat bagaimana Spalletti menyusun duet bek tengah Juventus.

Lucumi memiliki pengalaman bermain di level Serie A dan sudah memahami karakter permainan sepak bola Italia. Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena Juventus membutuhkan pemain yang bisa langsung beradaptasi tanpa membutuhkan waktu terlalu lama.

Duet Lucumi dengan Bremer juga berpotensi menjadi kombinasi menarik. Lucumi bisa memberikan kualitas distribusi bola dari sisi kiri, sementara Bremer dikenal memiliki kemampuan duel dan kekuatan fisik yang sangat baik.

Kombinasi tersebut dapat menjadi salah satu fondasi baru Juventus dalam menghadapi kompetisi musim mendatang.

Juventus Tinggal Menunggu Fase Akhir Transfer

Dengan kesepakatan personal yang sudah tercapai dan pembicaraan dengan Bologna yang semakin dekat menuju titik akhir, transfer Lucumi kini memasuki fase penting.

Juventus tentu tidak ingin kehilangan momentum. Persaingan untuk mendapatkan bek Kolombia tersebut sebelumnya cukup ramai, dengan sejumlah klub lain ikut memantau situasinya. Namun, Lucumi dikabarkan lebih memilih Juventus sebagai tujuan berikutnya dalam kariernya.

Jika seluruh detail administrasi dan nilai transfer telah disepakati, Lucumi akan segera menjalani tahapan akhir sebelum diperkenalkan sebagai pemain baru Juventus.

Bagi Spalletti, kedatangan Lucumi bisa menjadi tambahan penting untuk membangun pertahanan Juventus yang lebih solid. Sementara bagi Lucumi, kepindahan ke Turin menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan level karier sekaligus bermain bersama salah satu klub terbesar Italia.

Jhon Lucumi ke Juventus kini semakin dekat menjadi kenyataan. Setelah kesepakatan personal tercapai, perhatian kini tertuju pada penyelesaian detail antara Juventus dan Bologna. Jika tidak ada perubahan besar, bek Kolombia itu segera menjadi bagian dari proyek baru Luciano Spalletti di Turin.

FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi ujian berat bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah kegagalan di Piala AFF 2026.

Opini tersebut dilontarkan pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Tekanan bukan hanya datang dari tuntutan hasil, tetapi juga ekspektasi masyarakat untuk melihat perkembangan permainan Timnas Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian yang sangat berat bagi John Herdman. Bukan hanya karena tekanan untuk mendapatkan hasil, tetapi karena setelah kegagalan di fase grup Piala AFF, masyarakat Indonesia sekarang ingin melihat perkembangan yang nyata dari Timnas,” ujar Luciano kepada Bola.com pada Kamis (13/8/2026).

“Saya tidak ingin menilai Herdman hanya dari satu turnamen. Tetapi seorang pelatih Timnas Indonesia harus mampu menunjukkan tiga hal: pemilihan pemain yang tepat, organisasi permainan yang jelas, dan kemampuan melakukan perubahan ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana,” lanjutnya.

Bukan Hanya Kualitas Pemain

Luciano menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Oleh karena itu, persoalan skuad Garuda bukan semata-mata terletak pada kualitas individu.

“Indonesia memiliki pemain yang cukup untuk bersaing di level Asia Tenggara. Jadi menurut saya, masalahnya bukan hanya kualitas individu pemain, tetapi bagaimana pemain-pemain tersebut digunakan dalam sebuah sistem,” katanya.

FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai jadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab berbagai kritik. Luciano berharap permainan Timnas Indonesia menunjukkan perubahan, jauh lebih baik ketimbang yang diperlihatkan pada Piala AFF kemarin.

“Kalau Indonesia mampu bermain lebih agresif, memiliki transisi yang lebih baik, lebih efektif dalam menciptakan peluang dan mampu mengontrol pertandingan melawan tim-tim kuat ASEAN, maka kepercayaan terhadap Herdman akan meningkat,” ucap Luciano.

Harus Punya Plan B

Sebaliknya, legenda PSM Makassar tersebut mengingatkan John Herdman harus mampu menghindari problem yang sama seperti turnamen sebelumnya. Apa itu?

“Tetapi kalau masalah yang sama kembali muncul, permainan tidak konsisten, transisi bertahan lemah, terlalu bergantung pada bola panjang dan tidak memiliki plan B maka evaluasi terhadap pelatih tentu menjadi sangat wajar,” tegas Luciano.

Turnamen anyar garapan induk organisasi sepak bola dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Timnas Indonesia didapuk sebagai tuan rumah untuk Divisi Premier.

“Bagi saya, turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini adalah ujian apakah John Herdman benar-benar sudah menemukan identitas permainan yang cocok untuk Timnas Indonesia,” pungkasnya.

Real Madrid kini punya lima opsi sayap kanan: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Mourinho lebih fleksibel memilih sesuai

Real Madrid kini memiliki kedalaman luar biasa di posisi sayap kanan. Setelah beberapa musim kesulitan menemukan pemain yang benar-benar cocok, Jose Mourinho kini punya lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan strategi berdasarkan karakter lawan.

Lima nama menjadi kandidat utama untuk sektor tersebut: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Masing-masing menawarkan solusi berbeda, mulai dari kontrol permainan, kemampuan teknis, kekuatan fisik, hingga pressing agresif.

Posisi ini sebelumnya menjadi salah satu titik lemah Real Madrid, terutama setelah era terbaik Gareth Bale berakhir. Dengan pilihan yang melimpah, penentuan peran akan menjadi pekerjaan penting sepanjang musim.

Kedalaman Baru di Sisi Kanan Real Madrid

Real Madrid sekarang memiliki lima opsi berkualitas di sisi kanan setelah periode panjang mencari profil yang tepat. Perkembangan ini menutup celah yang muncul usai berakhirnya masa terbaik Gareth Bale.

Jose Mourinho memperoleh keleluasaan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan. Tim tidak lagi bergantung pada satu sosok untuk mengisi posisi tersebut.

Lima pemain berada dalam daftar opsi itu: Bernardo Silva, Yan Diomande, Endrick, Federico Valverde, dan Brahim Diaz. Setiap nama membawa karakter dan keunggulan berbeda.

Profil Opsi: Dari Winger Natural hingga Mesin Pressing

Yan Diomande adalah pilihan yang natural untuk peran sayap kanan. Kehadirannya memberikan spesialis di posisi tersebut setelah bertahun-tahun mengandalkan pemain yang harus beradaptasi.

Bernardo Silva memiliki pengalaman panjang bermain di sisi kanan bersama Manchester City. Jika dibutuhkan kontrol permainan dan kemampuan teknis tinggi, gelandang Portugal itu menjadi pilihan ideal bagi Mourinho.

Federico Valverde menawarkan kemampuan bertahan dan kekuatan fisik yang sangat baik. Ia bisa memberikan perlindungan tambahan di sisi kanan ketika Real Madrid membutuhkan keseimbangan lebih besar.

Endrick mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan permainan langsung sebagai pembeda. Naluri mencetak golnya sebagai penyerang menambah ancaman saat ia bergerak dari area sayap menuju kotak penalti.

Brahim Diaz melengkapi kedalaman dengan kemampuan teknis dan energi tinggi. Kualitas tersebut mendukung permainan pressing dari sektor sayap ketika dibutuhkan pemain yang aktif mengejar lawan sejak area depan.

Langkah Mourinho dan Persaingan di Sektor Kanan

Rodrygo dan Arda Guler secara teknis juga dapat dimainkan di sisi kanan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan tertentu untuk posisi tersebut.

Dengan banyaknya pilihan, Mourinho dapat menentukan komposisi berdasarkan kebutuhan setiap pertandingan. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain untuk mengisi sektor kanan.

Kedalaman ini menjadi perkembangan penting bagi Real Madrid karena tiap opsi menawarkan kelebihan yang berbeda. Tantangan berikutnya adalah menentukan siapa yang paling sering mendapatkan kesempatan sekaligus menjaga seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.

Désiré Doué Bidik Semua Trofi usai PSG Juara Super Eropa

BolaIndonesia – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menunjukkan mentalitas sebagai salah satu klub terkuat Eropa setelah sukses menjuarai Piala Super Eropa 2026. Di balik kemenangan 2-1 atas Aston Villa, Désiré Doué tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan. Winger muda asal Prancis itu mencetak gol kemenangan sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

Kesuksesan tersebut membuat ambisi Désiré Doué semakin besar. Ia tidak ingin PSG berhenti hanya pada satu trofi. Setelah membawa timnya mengangkat Piala Super Eropa, Doué membidik seluruh gelar yang tersedia dan berharap PSG kembali menciptakan musim luar biasa.

Désiré Doué Jadi Penentu Kemenangan PSG

Pertandingan melawan Aston Villa berlangsung sengit. PSG lebih dulu membuka keunggulan melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20. Namun, Aston Villa mampu memberikan respons sebelum babak pertama berakhir dan membuat skor kembali imbang.

PSG kemudian meningkatkan tekanan setelah turun minum. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Désiré Doué mencetak gol pada menit ke-61. Gol tersebut menjadi pembeda dan memastikan Les Parisiens menang 2-1 sekaligus mempertahankan gelar Piala Super Eropa.

Penampilan Doué semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain muda penting dalam skuad Luis Enrique. Ia bukan hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga tampil menentukan ketika pertandingan membutuhkan sosok yang mampu mengubah keadaan.

PSG Tidak Mau Berhenti di Piala Super Eropa

Bagi PSG, kemenangan atas Aston Villa bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Gelar tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.

Doué pun melihat kesuksesan tersebut sebagai awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ambisinya jelas: PSG ingin mengejar seluruh trofi yang bisa mereka menangkan musim ini.

Target tersebut tentu bukan perkara mudah. PSG harus menjaga konsistensi di Ligue 1, Coupe de France, Liga Champions, serta kompetisi lainnya yang mereka ikuti. Namun, keberhasilan meraih Piala Super Eropa memberikan sinyal bahwa tim asuhan Luis Enrique masih memiliki mental juara.

PSG bahkan kini mulai membidik gelar Liga Champions ketiga dalam sejarah klub setelah keberhasilan mereka mempertahankan Piala Super Eropa.

Mentalitas Juara Mulai Terlihat

Kemenangan atas Aston Villa juga memperlihatkan karakter PSG ketika berada dalam situasi sulit. Setelah kehilangan keunggulan sebelum jeda, mereka tidak kehilangan kendali dan mampu menemukan gol kemenangan pada babak kedua.

Luis Enrique menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari mentalitas para pemainnya. Menurutnya, PSG mampu meraih trofi karena memiliki keyakinan dan karakter untuk terus berjuang sampai akhir pertandingan.

Bagi pemain muda seperti Doué, situasi tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia semakin terbiasa menghadapi pertandingan besar dan tekanan tinggi. Perkembangan tersebut membuat perannya di PSG semakin penting.

Ambisi Besar Désiré Doué

Désiré Doué kini tidak sekadar ingin menjadi pemain muda berbakat. Ia ingin menjadi bagian dari generasi PSG yang mampu mendominasi Eropa.

Kemenangan di Piala Super Eropa menjadi bukti bahwa ambisi tersebut bukan sekadar mimpi. Doué sudah memainkan peran penting dalam keberhasilan PSG dan menunjukkan bahwa dirinya mampu tampil ketika tim membutuhkan kontribusi terbesar.

Dengan skuad yang memiliki banyak pemain berkualitas serta Luis Enrique sebagai pelatih, PSG memiliki alasan untuk percaya diri. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi sepanjang musim.

Bagi Doué, satu trofi sudah berada di tangan. Namun, perjalanan masih panjang. Sang pemain ingin PSG terus berburu gelar dan mengubah kemenangan Piala Super Eropa menjadi awal dari musim yang jauh lebih bersejarah.

Jika performa Doué terus meningkat, bukan tidak mungkin pemain muda tersebut kembali menjadi tokoh utama dalam perburuan trofi PSG berikutnya. Untuk saat ini, pesan yang terlihat jelas adalah satu: PSG belum puas, dan Désiré Doué ingin semua trofi.